Archive for the 'Rencana Pendidikan' Category

Kata Mendiknas, Lulus PTN Pasti Lulus UN

November 20, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh menegaskan, bentuk dan waktu pelaksanaan ujian nasional masih didiskusikan bersama para anggota DPR. Pemerintah akan tetap menggunakan hasil ujian nasional, baik sebagai penentu kelulusan maupun pemetaan kualitas sekolah.

Tidak ada ceritanya lulus tes seleksi masuk PTN, tetapi tidak lulus UN.
— Mohammad Nuh

Demikian diungkapkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh, Jumat (19/11/2010) di Jakarta. Nuh mengatakan, ujian nasional (UN) selanjutnya akan dibuat tersegmentasi, yaitu masing-masing untuk pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Secara logika, lanjut Mendiknas, peserta didik yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) pasti lulus UN.

“Kita harus mengetahui falsafahnya. UN itu untuk mencari kemampuan minimal yang bisa dicapai siswa, sedangkan tes masuk ke perguruan tinggi negeri filosofinya mencari yang terbaik,” kata Nuh.

“Tidak ada ceritanya lulus tes seleksi masuk PTN, tetapi tidak lulus UN,” lanjut Nuh.

“Dari UN sekolah dasar bisa untuk menentukan ke SMP, dari UN SMP bisa untuk menentukan ke SMA. Lantas yang menjadi pertanyaan, mengapa dari UN sekolah menengah atas tidak bisa menentukan ke perguruan tinggi negeri,” ucap Nuh.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso mengatakan, UN dan seleksi masuk perguruan tinggi negeri (SMPTN) tidak saling tumpang tindih. Dia berharap, dengan adanya SMPTN, mahasiswa bisa lulus dari perguruan tinggi yang bersangkutan dan bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi.

Saat ini, lanjut Djoko, pemerintah sedang mencari rumusan yang paling tepat. Salah satu contohnya, siswa yang memiliki nilai UN dan rapor bagus sudah bisa masuk PTN sehingga tidak perlu mengikuti SMPTN.

“Saat ini SMPTN sedang digodok, apakah akan diadakan ujian tertulis atau mahasiswa undangan seperti jalur PMDK. Tapi, ini masih diperbincangkan,” ujarnya.

MEKANISME DAN PROSEDUR PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR MANDIRI

April 9, 2010

MEKANISME DAN PROSEDUR
PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU JALUR MANDIRI
SMA NEGERI RSBI DI JAKARTA
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

Sumber : beberapa web SMA Negeri RSBI

A . KETENTUAN UMUM
1. Bahwa tahun pelajaran 2010/2011 SMA Negeri RSBI Jakarta akan melaksanakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui 2 (dua) jalur yaitu Jalur Mandiri dan Jalur Online.
2. Jumlah peserta didik yang akan diterima adalah masing-masing maksimum 80% melalui Jalur Mandiri dan 20% melalui Jalur Online dari daya tampung.
3. Daya tampung peserta didik kelas X tahun pelajaran 2010/2011 adalah sesuai DT Sekolah dengan komposisi rasio per kelas adalah maksimum 36 peserta didik.
4. Tempat Pendaftaran Peserta Didik Jalur Mandiri SMA RSBI Jakarta hanya di SMA RSBI Jakarta.
5. Calon Peserta Didik Baru yang sudah diterima di semua Sekolah RSBI, tidak dapat mendaftar kembali pada waktu pendaftaran PPDB Online.
6. Calon Peserta Didik Baru yang telah diterima wajib lapor diri di SMA RSBI Jakarta dengan menyerahkan tanda bukti pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan
7. Pelaksanaan PPDB MANDIRI dilakukan hanya 1 (satu) putaran.
8. Apabila Calon Peserta Didik Baru yang diterima melalui Jalur Mandiri tidak lapor diri sesuai jadwal yang ditentukan, Calon Peserta Didik Baru tersebut dinyatakan mengundurkan diri dan tidak dapat mendaftar pada Jalur Online.
9. Tidak ada pungutan biaya dalam bentuk apapun selama proses pelaksanaan PPDB Mandiri.

B PERSYARATAN PESERTA
1. Memiliki Raport Semester 1 – 5 SMP/ MTs.
2. Nilai Raport mata pelajaran (Matematika, IPA, IPS, Bhs Indonesia, dan Bhs Inggris) tiap semester minimal 7,5.
3. Memiliki Surat Akte Kelahiran.
4. Memiliki Surat keterangan sehat & bebas narkoba dari dokter.
5. MemilikiSurat kelakuan baik dari sekolah asal.
6. MemilikiSurat keterangan sedang duduk di kelas IX dari sekolah asal.
7. Menandatangani surat pernyataan bersedia mengikuti seleksi PPDB.
8. Syarat Pendukung:
• Sertifikat kursus Bhs Inggris dan atau Komputer;
• Sertifikat/piagam Prestasi kejuaraan akademik/ non-akademik minimal tingkat Kabupaten/Kota;

C TATA CARA PELAKSANAAN
1. Calon Peserta Didik Baru SMA mendaftar sendiri atau kolektif sekolah dengan datang langsung di SMA RSBI Jakarta;
2. Mengisi formulir yang disediakan oleh Panitia Sekolah; dengan menyerahkan kelengkapan persyaratan (lihat B)
3. Pada saat pendaftaran menunjukkan Nomor Peserta Ujian Nasional yang tertera pada Kartu Peserta Ujian Nasional atau keterangan lain dari sekolah asal;
4. Setiap pendaftar yang memenuhi persyaratan diberikan tanda bukti pendaftaran, yang harus ditandatangani oleh Calon Peserta Didik Baru dan panitia di sekolah;

D JADWAL PENDAFTARAN
Pendafataran dilakukan dengan datang sendiri atau kolektif sekolah dengan jadwal sebagai berikut:

BULAN TANGGAL KEGIATAN
APRIL 2010 23 – 29 Pendaftaran
25 – 29 Seleksi Administrasi Pendaftaran
MEI 2010 3 Pengumuman hasil Seleksi Administrasi
5 – 6 Tes Tulis Akademik
14 Pengumuman Tes Akademik
15 Tes Psikotes
17 – 18 1. Tes Praktik
2. Interview
JUNI 2010 5 Pengumuman Final Seleksi PPDB Mandiri
7-8 Lapor diri

E JADWAL TAHAPAN SELEKSI

NO KEGIATAN TANGGAL WAKTU KETERANGAN
1 Tes Tulis Akademik 5 Mei 2010
08.00 – 09.30 WIB
10.00 – 11.30 WIB 1. Matematika (40 soal)
2. Bhs Inggris (50 soal)
6 Mei 2010
08.00 – 09.30 WIB
10.00 – 11.30 WIB
12.30 – 14.30 WIB 1. IPA (50 soal)
2. Bhs Indonesia (50 soal)
3. IPS (50 soal)
2 Psikotest 15 Mei 2010 08.00 – 14.00 WIB 1. Hanya peserta didik yang lulus tahap seleksi akademik tg 5 – 6 Mei 2010
2. Dilakukan oleh Lembaga Psikologi Independent
3
Tes Praktik

17– 18 Mei 2010 Kelompok A:
08.00 – 15.00 WIB 1. Komputer
2. Interview Orang Tua dan Peserta didik dengan Panitia Sekola
17 – 18 Mei 2010 Kelompok B:
08.00 – 15.00 WIB 1. Komputer
2. Interview Orang Tua dan Peserta didik dengan Panitia Sekolah

F TEMPAT PELAKSANAAN
Layanan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Jalur Mandiri SMA RSBI Jakarta hanya dilaksanakan di SMA Negeri RSBI Jakarta dengan alamat:

SMA Negeri RSBI Jakarta
………………………………………..
……………………………………….
……………………………………….

G PESERTA LUAR DAERAH DAN PRESTASI
1. Calon Peserta Didik Baru dari luar Provinsi DKI Jakarta adalah Calon Peserta Didik Baru yang berasal dari lulusan sekolah luar Provinsi DKI Jakarta
2. Calon Peserta Didik Baru yang berprestasi adalah Calon Peserta Didik Baru yang memiliki prestasi dalam bidang Akademik dan Non-Akademik.
3. Aturan dan jadwal pelaksanaan dilakukan tersendiri .
4. Peserta Didik lulusan SMP/MTs yang berasal dari luar Provinsi DKI, dan Calon Peserta Didik Baru dari sekolah luar negeri dapat diterima maksimum 5% dari daya tampung.
5. Bagi peserta didik berprestasi dalam bidang Akademik dan Non Akademik berlaku ketentuan kuota maksimal 5%*)
6. Kuota maksimal 5 % bagi peserta didik yang berasal dari Luar Provinsi DKI Jakarta termasuk di dalamnya peserta didik berprestasi, berlaku untuk pendaftaran Jalur Mandiri*).
Catatan:
*) diatur tersendiri

H DAYA TAMPUNG

JALUR % RASIO DT Sekolah
Mandiri 80% X 80%
Online 20% X 20 %
JUMLAH 100% 100 %

DT : Daya Tampung

Bagian 2 : Rencanakan Pendidikan Masa Depan berarti Merencanakan Hidup

Juni 1, 2009

Sikap mental ketiga yang menurut saya menjadi besar maknanya ketika siswa sudah mempunyai dua hal tadi, yaitu mental Keberhasilan. Selalu adalm percakapan di ruang Bimbingan Konseling adalah kalimat-kalimat kegagalan. “Pak, kira-kira saya lulus tidak, ya ?”. “Pak, saya tidak yakin lulus.” Padahal kalimat yang bagus akan lebih baik hasilnya. “Pak saya perlu doa dari Bapak, agar saya bertambah yakin dapat diterima di ITB.” “Kira-kira apalagi Pak, yang saya harus lakukan agar Allah meridhoi Ujian saya kemaren ?”.
Ada ungkapan bijak yang selalu menjadi rujukan agar kita mempersiapan sebuah pertarungan yang baik, jangan pernah melakukan sebuah pertempuran yang kita yakini tidak akan pernah memenanginya. Hal ini menunjukkan kepada kita untuk mempersiapkan semua pertempuran dengan persiapan matang. Salah satu hal yang selama ini perlu diperhatikan siswa adalah mengubah pola belajar.
Pola belajar adalah bentuk dan metode belajar yang sehari-hari dilakukan. Tanpa sadar siswa telah membentuk polanya masing-masing. Tetapi kalau kita lihat sebenarnya bisa dibagi menjadi dua bagian besar. Siswa yang rajin belajar dan siswa yang tidak rajin. Untuk siswa yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata dua metode ini masih mempunyai dampak yang baik, tetapi buat siswa yang di bawah rata-rata, maka hanya pilihan yang rajin belajar saja yang mampu meningkatkan kompetisi siswa. Rajin atau tidaknya siswa belajar, ternyata dipengaruhi banyak faktor. Tetapi jika siswa telah memiliki pilihan hidupnya, dukungan orang tua dan lingkungan, serta keinginan yang ingin berhasil dan hidup mandiri kelak, maka hal ini akan memperkuat pilihan kepada pilihan siswa rajin belajar.
Masa lalu orang tua kita selalu mengatakan belajar dua jam setelah sholat maghrib, sehingga bisa tidur di jam 21.00. Sekarang dengan kemajuan teknologi, kompetisi untuk mencapai yang terbaik, banyak siswa mengubah pola tersebut. Bukan lamanya waktu yang menjadu target, tetapi berapa halaman, berapa soal dan berapa banyak “hal” yang kita dapat. Kalau kita menghitung-hitung waktu belajar siswa, mulai dari era 80-an, amat berbeda sekali. Era 80-an, mulai timbul banyak bimbingan belajar. Sehingga siwa, sepulang sekolah langsung menuju bimbingan belajar. Hingga saat ini pola itu berjalan. Jam 07.00 – 15.30 siswa berada di sekolah, pukul 17.00 – 21.00 siswa ada dibimbingan belajar, 22.00 sampai rumah dan tertidur. Bahkan beberapa anak, karena masih merasa kurang, jam 04.00 sudah bangun dan belajar kembali untuk menghadapi pelajaran sekolah hari itu.
Siswa yang selama belajar di rumah menggunakan pola bukan hanya membaca atau menghapal teori, tetapi juga melakukan latihan, tentunya akan mempunyai keberhasilan tinggi. Siswa dengan pola ini telah menggunakan pola pembelajaran yang benar. Belajar bukan hanya membaca, terus selesai. Melakukan latihan adalah proses yang harus terjadi jika ingin belajar menjadi hal yang berguna. Evaluasi harus dilakukan.

Selalu mengevaluasi kemajuan dan kekurangan
Setelah melakukan proses pembelajaran, baik di sekolah, di bimbingan atau di rumah, siswa telampau sulit untuk sedikit mempunyai waktu menilai pembelajaran yang telah dilakukan. Selama ini proses pengukuran hasil belajar hanya dilakukan dengan ketercapaian nilai. ”Alhamdulillah nilai saya 75.” Evaluasi pembelajaran yang baik bukan hanya kemajuan mendapatkan nilai, tetapi juga kepada kegagalan mendapatkan nilai pada poin atau bagian lain. Belajarlah dari kesalahan. Itu kalimat bijak sekali.
Setiap habis try out, saya selalu bertanya : apa saja yang salah ? Buatlah daftar ketidakmampuan kamu, itulah kekurangan kalian. Ternyata dari 25 soal Matematika Dasar, saya tidak mampu mengerjakan Persamaan Linier, Fungsi Turunan, bahak Probabilitas. Atau : dari semua soal tenses, saya hanya benar 2. Buat daftar kekurangan atau ketidak mampuan tersebut. Tempelkan di dinding dekat meja belajar. Tempelkan pula nilai try out atau nilai tes dari latihan di sekolah atau bimbingan belajar.
Hal ini akan membuat para siswa semakin sadar, dimana ketidak mampuannya, dimana kemampuannya. Hal ini penting, karena siswa lain boleh jadi tidak mengevaluasi dirinya. Ini akan lebih berguna ketika para siswa mulai tahu standar minimal untuk masuk ke Jurusan atau Fakultas di PTN tertentu. Camkanlah, seorang siswa yang tahu akan kekuarangannya, dia akan belajar dan akan terus belajar. Tetapi seorang siswa yang tahu akan kemampuannya, dia akan merasa mampu, boleh jadi tidak mau meningkatkan kemampuannya.

Menjaga komitmen
Masa kelas XII, merupakan masa yang krusial. Ada siswa yang makin mantap dengan pilihannya, ada yang mulai ragu, tetapi yang lebih parah ketika ada siswa yang tidak mau berubah menjadi baik. Masih ingin main, kongkow-konngkow, dugem dan sejenisnya. Kelas XII masa yang menentukan. Salah mengambul sikap, maka menyesalnya berkepanjangan. Masa libur panjang kenaikan kelas XI ke kelas XII manfaatkan sebaik mungkin. Kelas XII nanti, jangan pernah berpikir untuk libur terus. Pertempuran di kelas XII. Senapan harus terisi terus dengan peluru. Kesiapan mental dan stamina akan amat menentukan.
Ada juga faktor penggoda. Mau cari kekasihlah, putus pacar, dimarahin orang tua, dihukum guru dan bahkan ada siswa yang karena merasa sudah paling tua, menunjukkan bakat ”asli terpendam”. Tidak disiplin, rajin menyontek dan bahkan menghilang dari sekolah, bolos. Padahal kalau siswa hadir dan mengikuti semua kegiatan, dia akan tahu apa yang harus diperbaiki agar lebih berkompeten dari siswa lain. Harus diingat, belajar yang ada kompetitornya akan lebih baik ketimbang belajar mandiri tanpa kompetitor.
Komitmen yang tinggi untuk berhasil di semua ujian, akan membuat para siswa mempersiapkan lebih matang, tidak tergoda, dan bahkan tidak akan mengubah pilihan secara dadakan dan tanpa pemikiran matang.