Archive for September, 2009

BEASISWA S2 dan S3

September 30, 2009

Pengantar

Penulis sering ditanya bagaimana caranya bisa bersekolah ‘gratis’ di luar negeri. Saya memberikan tanda kutip pada ‘gratis’ karena sebenarnya tidak 100% modal dengkul. Dalam beberapa kasus, at least kita harus bekerja terlebih dahulu untuk mengumpulkan uang untuk tiket pesawat + biaya hidup bulan pertama, dan situasi mungkin tidak memungkinkan kita untuk berkeluarga terlebih dahulu.

Jenis beasiswa yang akan saya utarakan pertama adalah jenis beasiswa yang kansnya tinggi untuk mendapatkannya. Biasanya beasiswa jenis ini adalah beasiswa jenis riset, dan untungnya, hampir semuanya tanpa ikatan dinas. Untuk beberapa jenis beasiswa, mereka lebih senang kalau sang pelamar bekerja untuk institusi pendidikan, lembaga penelitian, atau LSM.

Satu rule of thumb yang patut dihayati adalah: ‘kita harus berkelat-kelit untuk mendapatkan beasiswa S2, tapi relatif jauh lebih mudah untuk mendapatkan beasiswa S3’. Makanya jika Anda mengejar waktu, sebaiknya ambil dulu S2 di Indonesia, sambil juga melamar S2/S3 di tempat lain. Kalau dapat S2 gratis di luar negeri, ya yang di Indonesia ditinggal saja.

Daftar Beasiswa Berdasarkan Negara

Secara umum, beasiswa ini memiliki karakteristik:

  • tidak memiliki ikatan dinas sama sekali
  • mahasiswa harus mengerjakan penelitian sesuai minatnya, dan sekaligus sebagai thesisnya


1. Amerika Serikat

Biasanya sekolah sekolah bagus di Amerika Serikat, (katakanlah top 50 pada bidangnya) sering memberikan beasiswa yang disebut stipend, meskipun baru mahasiswa S2. Besarnya stipend sekitar US$1000-1400, tergantung lokasi. Yang jelas cukup sekali untuk hidup. Mahasiswa yang menerima stipend itu, juga tidak perlu membayar uang sekolah (tuition fee). Lamanya stipend adalah per semester, tapi saat summer biasanya diberikan pekerjaan lain di universitas (mostly guaranteed). Kalau sedang sial (jarang sekali), tidak dapat assistantship untuk semester itu, ya pulang saja ke Indonesia dahulu.

Syarat penting mendapat beasiswa adalah harus mau menjadi teaching assistant atau research assistant. Teaching assistant bertugas membantu proses belajar-mengajar di kelas, seperti fotokopi, setup komputer di lab untuk kelas itu, memeriksa tugas-tugas, dan memberikan tutorial di luar jam kelas. Sedangkan research assistant bertugas membantu professor di lab, seperti membuatkan program untuknya, mengatur laboratioriumnya, membuat dokumentasi riset dan sebagainya. Mahasiswa selain melakukan penelitian, juga masih diwajibkan untuk mengambil coursework (kelas).

Memang harus diakui bahwa ada beberapa sekolah terkenal yang hanya memberikan jaminan beasiswa kepada mahasiswa S3. Untungnya, di AS, mahasiswa S1 bisa langsung masuk program S3, dimana di tengah-tengah perjalanan menumpuh S3 itu ada sertifikat bahwa ybs sudah melampaui jenjang S2. Jadi bisa ngerti sendirilah … :-p

Untuk mendaftar ke pendidikan pascasarjana ke AS, biasanya mereka mengharuskan pelamar memberikan hasil nilai TOEFL dan GRE General Test resmi dari ETS (www.ets.org). Beberapa universitas terkemuka juga mengharuskan mengambil GRE Subject Test, misalnya GRE Computer Science, GRE Biology, GRE Economics, dan sebagainya. Di Jakarta, cabang ETS terletak di Menara Emporium, Jl.Rasuna Said, Kuningan. Biaya TOEFL sekitar US$60, GRE sekitar US$120. Kalau punya TOEFL > 580 (standar nilai lama) dan GRE General Test > 1750 saya sarankan pergi ke AS.

Bahkan, saya sarankan untuk mendaftar di top 20 jika memiliki GRE > 1900. Go for it!

Pelamar dapat mendownload formulir pendaftaran langsung dari website universitas tersebut. Dalam formulir pendaftaran itu, biasanya ada pertanyaan dari mana sumber pendanaan untuk kuliah nanti. Pilihlah option untuk ‘menggantungkan sepenuhnya pada universitas dengan stipend assistantship’. Biaya pendaftaran biasa antar US$30-$60.

Kemudian mereka biasanya menyuruh kita untuk membuat statement of purpose. Tujuan dari statement of purpose adalah untuk meyakinkan bahwa Anda layak dapat beasiswa. Anda harus menunjukkan ‘kemampuan’ Anda, jangan malah merendahkan diri! Statement of purpose isinya:

  1. mengapa kita ingin melakukan pendidikan tinggi
  2. bidang peminatan kita apa, kalau bisa tunjukkan sedikit pengetahuan Anda mengenai ‘trend’ di bidang riset itu.
  3. mengapa kita ingin melakukan riset di bidang itu
  4. kalau sudah selesai mau jadi apa dan mau bekerja di mana (akademisi, industri, profesional, etc.) sebagai apa

Selain itu Anda sebaiknya juga menceritakan:

  1. kalau mungkin, tunjukkan bahwa Anda memiliki kompetensi di bidang itu (jadi memang ada baiknya dari sekarang Anda sudah memiliki bidang yang fokus).
  2. tunjukkan bahwa Anda bisa menjadi asisten pada mata kuliah S1 apa saja (jika jadi teaching assistant). Tapi jelaskan pula bahwa Anda bisa ‘fleksibel’.

Karena biasanya statement of purpose itu harus singkat dan lugas (sekitar 1/2 halaman, max 1 halaman), kalau perlu Anda menceritakan 2 point di atas di luar statement of purpose. Tapi kalau masih muat, ya masukkan saja dalam statement of purpose.

Sebelum mendaftar, ada baiknya jika Anda memastikan terlebih dahulu bahwa bidang Anda minati, ada profesor yang memiliki minat yang kurang lebih sama di universitas itu. Sebaiknya, bercakap-cakap dahululah dengan profesor tersebut, katakan bahwa saya tertarik untuk melakukan riset. Tanyakan pula apakah dia berminat mengambil Anda menjadi mahasiswanya. Jangan lupa cari muka sedikit :-). Hal ini akan sedikit memperlicin jalan saat seleksi mahasiswa baru. Sekedar info, biasanya universitas di AS tidak meminta research plan yang kongkrit, karena baru saat di sana nanti merencanakan riset.

By the way, sebelum pergi ke AS, kita juga harus memiliki persediaan uang selama satu bulan ($1500+), plus tiket pesawat ke Amerika Serikat.(sekitar $700).


2. Kanada

Sama seperti Amerika Serikat, dan banyak diantara mereka tidak memerlukan GRE Subject Test. Meskipun ada Canadian Education Centre (CEC) di World Trade Center, Jl.Jendral Sudirman, tapi saya pikir cukup ke website universitasnya saja.


3. Jerman

Di negara-negara Eropa daratan (excluding British), biasanya tidak mengenal program bachelor (S1), karena bachelor adalah pola pendidikan Anglo-Saxon. Yang bisa dibilang dekat dengan S1-nya adalah program-program politeknik. Nah, oleh karena itu lulusan S1 Indonesia harus diupgrade agar sama dengan lulusan uni Eropa daratan, yakni Doktorandus (Drs), Diplom (Dipl) atau Licente (Lc). Gelar kesarjanaan ini sama dengan S2.

Seperti banyak kita ketahui, universitas-universitas di Jerman sama sekali tidak memungut biaya. Tapi tentu saja kita harus memiliki sumber pendanaan untuk biaya hidup.

DAAD (www.daad.de) adalah lembaga Jerman yang menyediakan informasi pendidikan dan juga informasi beasiswa di Jerman. Kantornya di Jakarta berlokasi di Gedung Sumitmas II, Jl.Jendral Sudirman, di depan Depdikbud. Mereka memiliki program beasiswa setiap tahun. Skim beasiswa yang disediakan DAAD mencakup S2, S3, sandwich program, riset 3-6 bulan, dan juga postdocotoral research. Tiket pesawat disediakan. Kalau dapat beasiswa dari DAAD, bisa modal dengkul.

Ada pula beasiswa dari industri seperti dari Siemens besarnya 1200 DM. Tidak harus pegawai negeri.

Untuk belajar di Jerman tidak harus melalui DAAD. Kalau untuk S3, setiap mahasiswa S3 pasti mendapatkan beasiswa. Jadi bisa saja setelah Anda lulus S2, Anda langsung mencari universitas di Jerman yang kebetulan ada profesor yang bidangnya sama dengan bidang peminatan Anda, dan melamar. Tapi tentu Anda akan butuh mencukupi sendiri biaya hidup 1 bulan dan tiket pesawat ke Jerman.

Untungnya, berbeda seperti di AS dan Kanada, biasanya di Jerman, Belanda, Austria, Belgia dan Switzerland, tidak memiliki kewajiban jadi teaching assistant atau research assistant. Kalaupun ada biasanya cuma 1 session tutorial per minggu. Tidak berat sama sekali. Kalaupun kita disuruh menulis paper, itu juga biasanya untuk kepentingan kita juga. Gaji (atau katakanlah beasiswa) kita cukup sekali untuk hidup.

Jangan lupa kontak profesornya dahulu (sama dengan cara yang di AS). Kirimkan pula statement of purpose dan research plannya. Kalau perlu diskusikan dahulu research plannya (biar cocok dengan pembimbingnya) sebelum mendaftar ke universitasnya.

Isi research plan itu standar-standar saja: latar belakang masalah, problem, metodologi penelitan, bagaimana kamu kira-kira akan memecahkan masalah tersebut, dll. Garis besarnya saja, asal bisa memberikan gambaran apa yang akan Anda teliti.

Saya sarankan untuk mengambil kursus bahasa Jerman di Goethe Institute, karena paling sedikit ada 3 negara yang menyediakan beasiswa, menggunakan bahasa Jerman, yakni Jerman, Switzerland dan Austria. Peluang beasiswa menjadi meningkat. Sudah begitu, kalau sudah bisa Jerman, belajar bahasa Belanda jadi gampang sekali.

Sebenarnya kalau Anda menempuh S3, dalam realitanya tidak harus menggunakan bahasa Jerman saat berdiskusi dengan peer atau profesor. Hal ini karena tidak banyak orang yang mau mengikuti program S3, dan biasanya universitas itu yang ‘membutuhkan’ mahasiswa S3. Cuma, untuk meningkatkan probabilitas mendapatkan beasiswa, kenapa tidak belajar bahasa Jerman?


4. Belanda

Sama persis dengan Jerman, hanya saja nama lembaga penyalur informasi pendidikannya adalah Netherlands Education Center (NEC). Di Jakarta lokasinya di Gedung Patra Jl.Gatot Subroto, Kuningan. Kantornya bersebelahan dengan kantor kamar dagang Belanda di Indonesia.

Sekolah di Belanda juga gratis, tapi yang international programme biasanya tidak gratis. Pemerintah Belanda juga menyediakan skim beasiswa yang saingannya lumayan banyak, namanya beasiswa TALIS.

NEC juga menyediakan informasi beasiswa tahunan yang disediakan langsung oleh universitas-universitas di Belanda. Selain itu ada juga program-program internasional yang berbahasa Inggris. Sayangnya untuk level S2 (Drs, Ir.), beasiswa kelas-kelas berbahasa Inggris itu biasanya cuma 1/2 uang tution fee dan sulit mendapatkannya.

Untuk S3, gratis dan digaji, sama seperti Jerman.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:

Netherlands Education Centre
Citra Graha 7th floor, suite 703
Jl. Jend. Gatot Subroto kav. 35-36
Jakarta 12950
Indonesia
Phone (62 21) 5200453, 5201085
Fax (62 21) 5200457
E-mail: necjkt@ibm.net


5. Austria & Swiss

Secara umum sama seperti Jerman. Tiap tahun kedutaan Austria dan Switzerland juga menyediakan beasiswa, namun berbeda dengan Belanda dan Jerman, mereka tidak menyediakan beasiswa S2 sama sekali. Yang mungkin adalah gelar S2 dari Indonesia, tapi sandwich di sana (penelitian 6 bulan – 1 tahun). Tapi tentu masih mendapat sertifikat. Selain itu tentunya beasiswa dari kedutaan Austria dan Switzerland juga ada yang untuk S3. Semuanya lengkap dengan tiket pesawat dan ongkos hidup. Practically bisa dengan modal dengkul kalau dapat beasiswanya.

Saat interview di kedutaan biasanya akan ditanya hal-hal yang sama seperti dalam statement of purpose dan research plan. Di kedutaan Swiss juga ada test bahasa, sekedar untuk menguji saja, toh nanti juga disekolahkan di sekolah bahasa di Swiss sebelum masuk kuliah. Tergantung Anda memilih sekolah di mana, ada universitas di Swiss yang berbahasa Perancis, seperti misalnya di Geneva. Tapi kalau di sebelah utara dan timur, umumnya berbahasa Jerman.

Anda juga bisa daftar langsung ke universitas yang bersangkutan, terutama untuk program S3, dengan cara sama seperti Jerman & Belanda. Gratis dan digaji juga.

E-mail kedutaan besar Swiss (di Jl.Rasuna Said, dekat Erasmus Huis): swiemjak@rad.net.id


6. Jepang

Sebenarnya kalau sampai di Jepang sana, cukup banyak beasiswa, namun sayangnya tidak banyak yang full membiayai uang kuliah dan biaya hidup. Bahkan untuk S3 saja juga harus bayar.

Pemerintah Jepang menyediakan juga beasiswa Monbusho kepada orang-orang Indonesia. Ada dua jenis beasiswa Mombusho. Yang pertama pelamar harus pegawai negeri atau dosen. Melalui jalur ini, pelamar kalau lolos seleksi akan dicarikan pembimbing/profesor yang cocok sesuai minat. Sedangkan yang satu lagi sang pelamar harus aktif mencari sang profesor, dan menanyakan apakah si profesor tersebut bersedia menjadi pembimbing riset pelamar. Klik di sini untuk informasi lengkap mengenai beasiswa Monbusho.

Di kedutaan Jepang Jl.MH Thamrin, terdapat perpustakaan yang berisi informasi pendidikan tinggi di Jepang.

Informasi mengenai beasiswa di Jepang di bawah ini saya dapatkan dari rekan saya Rahmat:

a. INPEX Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia – Jepang. Pendaftaran dibuka dari tanggal 1 Agustus dan deadline penyerahan dokumen tanggal 15 Nopember. Besarnya beasiswa 160.000 yen/bulan. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung semua oleh sponsor. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
   14 F Ebisu Neorato 4-1-18 Ebisu, Shibuya-ku, Tokyo 150-0013 JAPAN

b. The OKAZAKI Kaheita International Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Beasiswa ini tidak mengikat (tidak ada ikatan dinas). Test dan sistem seleksinya diadakan di Indonesia. Beasiswa ini mengcover juga tiket pp Indonesia – Jepang. Formulir applikasinya bisa di dapat di alamat berikut :
   3-2-5 Kasumigaseki, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0013 JAPAN

c. The Hitachi Scholarship

Beasiswa ini bisa untuk S2 ataupun S3. Syaratnya harus alumni dari ITB, UI, UGM, IPB dan formulir bisa diambil dan ditanyakan dari rektorat masing-masing universitas tsb diatas. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia – Jepang, uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk, perumahan ditanggung juga, dan uang beasiswa 180.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
   1-5-1 Marunouchi, Chiyoda-ku, Tokyo 100-0005 JAPAN

d. Matsushita Electric Industrial Co., Ltd

Panasonic Scholarship Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Pendaftaran dibuka bulan February – Maret. Beasiswa ini juga mengcover tiket pp Indonesia – Jepang. Uang kuliah, uang
pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 200.000 yen/bulan.
Informasi lengkap lihat di http://www.panasonic.co.id/
atau kontak e-mail : PAN11311@pas.mei.co.jp
Panasonic Scholarship, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd
   1006 Kadoma Osaka, 571-8501 JAPAN

e. Beasiswa dari Aichi Prefecture, Aichi Scholarship

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Deadline penyerahan application 20 Mei. Syarat yang harus dipenuhi, Universitas yang dipilih harus berada di Aichi Prefecture. Uang kuliah, uang pendaftaran, uang ujian masuk ditanggung oleh sponsor, uang beasiswa 185.000 yen/bulan. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di : Aichi Prefectural Office, 3-1-2 Sannomaru, Naka-ku, Nagoya-shi, Aichi 460-01 JAPAN

f. The Japan Securities Scholarship Foundation

Beasiswa ini untuk melanjutkan S2 di Universitas Jepang. Tidak ada ikatan dinas dalam beasiswa ini. Application dari bulan Januari sampai Mei. Beasiswa mengcover tiket pesawat, Uang kuliah, bantuan biaya perumahan (apartemen), dan uang beasiswa bulanan sebesar 120.000 yen. Beasiswa ini diberikan buat jurusan Social Science, Humanities. Informasi lebih lanjut bisa di dapat di :
Tokyo Shoken Building
   5-8 Kayabacho, 1-chome, Nihonbashi, Chuo-ku, Tokyo 103-0025  JAPAN


7. Singapura

Singapura memiliki dua universitas ‘negeri’, yakni National University of Singapore (NUS), dan yang lebih baru yakni Nanyang Technological University (NTU). Memang harus diakui bahwa NUS bukan sekolah ‘bule’ (meskipun banyak pengajarnya dari manca negara), tapi peringkat NUS selalu berada di top 10 universitas di Asia, dan selalu diatas seluruh universitas Australia. Meskipun untuk orang awam seolah-olah tidak membanggakan (karena bukan sekolah bule), namun reputasi internasional NUS memudahkan mahasiswanya dan lulusannya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Singapura melalui kedua universitas itu ada yang berbasis coursework (sulit masuknya, saingannya ketat dari seluruh ASEAN), dan ada lagi yang berbasis riset S2/S3 (lebih mudah). Untuk mendapatkan beasiswa berbasis riset, dalam formulir pendaftaran (download dari www.nus.edu.sg atau www.ntu.edu.sg) juga lampirkan proposal riset (research plan). Bahkan kadang-kadang bisa tanpa proposal riset, dengan cara bercakap-cakap dengan profesornya terlebih dahulu (via e-mail) dan meminta sang profesor memberikan alternatif research plan. Pokoknya asal menunjukkan minat melakukan penelitian.

Beasiswa (gaji) bulanan yang diterima adalah SG$1400, tanpa tiket pesawat (kecuali yang ASEAN scholarship). Biaya hidup bulanan (hidup enak) sekitar SG$1000, jadi masih bisa menabung SG$400 per bulannya.


8. Australia & Inggris

Seperti kita ketahui Australia menyediakan beasiswa tahunan AusAID yang saingannya berjibun. Pusat informasi pendidikan Australia adalah IDP, berlokasi di Jl.Rasuna Said.

Sedangkan Inggris juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 tahunan (British Chivening) yang pelamarnya banyak sekali. Informasi tersebut bisa didapatkan di British Council, Widjojo Centre. Beasiswa diberikan kepada 80% pegawai negeri dan 20% swasta.

Perlu diberitahukan juga bahwa di British Council tersebut juga sering ada pengumuman beasiswa untuk S2/S3, hanya saja sayangnya hampir semua beasiswa tersebut parsial (misalnya 1/2  uang tuition).

Australia dan Inggris adalah negara-negara yang terkenal pelit dalam soal beasiswa, mentang-mentang pakai bahasa Inggris. Kasarnya, mereka mengkomersilkan pendidikan. Bahkan untuk S3, harus bayar. Kalaupun ada program beasiswa, saingannya banyak sekali.

Tapi jangan putus asa. Kalau ada kemauan, maka ada jalan. Beberapa universitas di Australia, menyalurkan beasiswa riset dari pemerintah Australia untuk jenjang S2/S3 terbatas kepada pelamar internasional (bukan AusAID), termasuk biaya hidup (tanpa tiket pesawat dan settlement cost). Hanya saja saingannya lumayan banyak, meskipun tidak seketat AusAID. Dalam formulir pendaftaran yang biasanya bisa didownload langsung dari website universitas, jangan lupa cantumkan statement of purpose dan research plan.

Tapi saya juga pernah ditawari untuk mengajar program bachelor di Australia (mungkin saat itu mereka sedang kekurangan dosen), sekaligus mengambil program S3. Jadi ada kans untuk mengajar atau jadi tenaga peneliti, sekaligus mengambil S3. Tinggal pintar-pintarnya kita saja membujuk mereka agar mau mengambil kita. Manfaatkan kunjungan-kunjungan lembaga pendidikan Australia ke Indonesia untuk merekrut mahasiswa S1, untuk mencari kemungkinan S3 sekaligus bekerja di universitas itu.

Kemudian University of Cambridge (www.cambridge.ac.uk) juga menyediakan beasiswa lepasan tanpa ikatan dinas.

Iklan

Salah Kaprah Internasionalisasi Kampus

September 24, 2009

Tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM), baru saja mendapat kucuran dana segar dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Depdiknas, masing-masing sebesar Rp 70 miliar. Dana segar itu bagian dari komitmen pemerintah untuk mendongkrak agar ketiganya menjadi perguruan tinggi kelas dunia.UPAYA itu tidak sia-sia. Berdasarkan pemeringkatan yang diselenggarakan Times Higher Education (Thes), baik ITB, UI, maupun UGM termasuk jajaran 500 perguruan tinggi (PT) kelas dunia, bahkan masuk 100 besar dalam level Asia.

Karuan saja manajemen ketiga PTN itu makin bersemangat untuk melengkapi berbagai kekurangannya selama ini. Respon positif pun terus berdatangan. Semua itu menunjukkan, PT domestik sebenarnya bisa bersaing di level regional bahkan global.

Menjadi PT kelas dunia, yang disebut Dikti sebagai ’’internasionalisasi kampus’’, jelas bukan pekerjaan mudah. Di tengah persaingan global, masuk peringat dunia menjadi impian banyak PT.
Bahkan perguruan tinggi di negara-negara maju terus membenahi diri, agar selalu memenangi persaingan.

Karena itu, hampir dalam setiap pemeringkatan dunia, kampus-kampus di negara maju seperti Eropa, AS, dan Jepang selalu berada di urutan atas.

Semangat menggebu dari segenap pengelola kampus untuk bersaing memperebutkan tiket sebagai global university menarik dicermati. Bukan saja terkait dengan visi-misinya, tetapi juga dampak ikutan dari ’’proyek’’ tersebut terhadap proses belajar-mengajar.

Urusan terakhir inilah yang seolah kurang mendapat tempat. Padahal justru dalam fase ini, kualitas lulusan PT domestik yang hingga kini belum meningkat signifikan mestinya dapat lebih ditonjolkan.
Keganjilan
Geliat internasionalisasi kampus memang positif. Tetapi jika tidak diimbangi kesiapan software pendidikan tinggi, justru akan memicu terjadinya gap yang menganga. Di sinilah muncul banyak keganjilan dalam internasionalisasi kampus. Jika dicermati, sedikitnya ada tiga kesalahkaprahan dalam program internasionalisasi kampus.

Pertama, lembaga penilai belum komprehensif. Di tingkat dunia, Thes adalah pemeringkatan parsial yang derajat penilaiannya paling rendah. Thes hanya menonjolkan kesediaan hardware pendidikan tinggi seperti bangunan, sarana laboratorium, jumlah dosen, dan jurnal ilmiah.

Padahal masih ada lembaga pemeringkatan yang lebih komprehensif, seperti Shang Hai Jiao Tong (China) dan Webometrics. Shang Hai Jiao Tong adalah pemeringkatan yang paling komprehensif, sekaligus paling ketat, dalam skoringnya..

Berdasarkan hasil pengukuran terakhir (2008), tak satu pun PT di Indonesia yang masuk kategori lembaga ini. Sebab sudut pandang pemeringkatan lebih didasarkan pada mutu lulusan, proses belajar-
mengajar, serta daya inovasi iptek dari PT bersangkutan terhadap inovasi kebudayaan dan produk peradaban berskala dunia (The Japan Times, 26/5/09).

Upaya Dikti menggelontorkan dana yang tak sedikit itu mestinya diarahkan untuk pemeringkatan pada tataran yang paling ketat, dan bukan mengambil pemeringkatan pada tataran rendah.

Apalagi dalam pemeringkatan Thes, Dikti hanya mengikutkan PTN saja, belum merata ke PTS-PTS. Sayang sekali kalau uang negara digunakan hanya untuk lip service, tetapi jauh dari problem dasar pada kampus di Indonesia selama ini.

Kedua, program internasionalisasi kampus justru meninggalkan kekayaan khazanah lokal dan kearifan lokal. Internasionalisasi bukan berarti semuanya serbaglobal, sehingga meninggalkan khazanah lokal / regional. Misalnya penggunaan bahasa akademik yang semuanya seragam: bahasa Inggris.

Unesco sudah mematenkan 12 bahasa internasional sebagai bahasa dunia. Tetapi hampir semua PT dengan kelas/kampus berskala global selalu berbahasa Inggris. Internasionalisasi kampus seperti ini justru mengampanyekan potensi luar dan meninggalkan potensi domestik / lokal.
Kompetensi
Ketiga, software pendidikan tinggi justru ditinggalkan. Menurut Prof Haruka Sato, pakar pendidikan tinggi dari Keio University Jepang, software pendidikan tinggi berskala global adalah seperangkat kurikulum dan sistem pendidikan yang langsung mengkait dengan urusan kompetensi peserta didik.

Dari sinilah sebenarnya hakikat dan makna pendidikan tinggi itu berawal. Artinya, percuma mengejar pemeringkatan kelas dunia, jika kompetensi peserta didik dalam skala lokal saja masih diragukan. Terbukti dari kian sedikitnya peluang dan pencapaian kerja setelah lulus.

Di Jepang, PT justru berlomba melakukan inovasi pembelajaran sehingga 90 persen lulusannya bisa tertampung ke dalam pasar kerja dan banyak diantaranya yang berhasil memimpin industri Jepang yang tersebar di seluruh dunia.

Padahal penduduk Jepang dikenal memiliki kemampuan berbahasa Inggris terendah di dunia. Namun daya kreasi warganya yang luar biasa bisa menjadikan Jepang menjadi ’’panutan’’ dalam pendidikan di tingkat global.

Karena itu, kelas global di Jepang justru bukan didominasi perguruan tinggi dengan English based (pemakaian bahasa Inggris untuk kelas internasional) , tapi justru Japanese based (penggunaan bahasa Jepang dalam pergaulan akademik tingkat dunia).

Kementerian Pendidikan Jepang bahkan mewajibkan siapapun yang kuliah di negerinya harus belajar dulu bahasa Jepang. Semua itu difasilitasi pemerintah dan dapat diakses gratis oleh mahasiswa asing. Kebijakan itu kini juga ditiru Jerman, Belanda, dan Prancis.

Harus difahami, internasionalisasi kampus bukan berarti menghilangkan atau meninggalkan kearifan lokal, menggunakan satu bahasa akademik (Inggris), serta mengejar pemeringkatan dan label sertifikasi seremonial.

Sebelum salah kaprah itu berakibat fatal bagi masa depan pendidikan tinggi dan masa depan anak bangsa, pemerintah (melalui Dikti) bersama semua stakeholders pendidikan tinggi di Tanah Air perlu mendesain ulang dengan menebalkan rasa keindonesiaan.

Semangat menggebu untuk menginternasionalis asi kampus dapat dirancang dengan sesuai kekhasan dan khazanah lokal, kemudian dikemas secara apik menjadi daya saing dalam skala global.

Dengan demikian, kelas kampus global benar-benar mengangkat harkat dan marabat kekayaan khazanah bangsa Indonesia di mata dunia. (Tasroh SS, mahasiswa tugas belajar S2 di Jepang-32)

sumber: http://suaramerdeka.com/smcetak/index.php?fuseaction=beritacetak.detailb…

Sistem Pendidikan Nasional

September 24, 2009

Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang

beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

.: Jalur Pendidikan

Jalur pendidikan terdiri atas:

1. pendidikan formal,

2. nonformal, dan

3. informal.

 

Jalur Pendidikan Formal

Jenjang pendidikan formal terdiri atas:

1. pendidikan dasar,

2. pendidikan menengah,

3. dan pendidikan tinggi.

 

Jenis pendidikan mencakup:

1. pendidikan umum,

2. kejuruan,

3. akademik,

4. profesi,

5. vokasi,

6. keagamaan, dan

7. khusus.

 

Pendidikan Dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasi jenjang pendidikan menengah.

 

Setiap warga negara yang berusia tujuh sampai dengan lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.

 

Pemerintah dan Pemerintah Daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.

 

Pendidikan dasar berbentuk:

Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat; serta

Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat.

Pendidikan Menengah

 

Pendidikan menengah merupakan lanjutan pendidikan dasar.

Pendidikan menengah terdiri atas:

1. pendidikan menengah umum, dan

2. pendidikan menengah kejuruan.

 

Pendidikan menengah berbentuk:

1. Sekolah Menengah Atas (SMA),

2. Madrasah Aliyah (MA),

3. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan

4. Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.

 

Pendidikan Tinggi

Pendidikan tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi.

 

Perguruan tinggi dapat berbentuk:

1. akademi,

2. politeknik,

3. sekolah tinggi,

4. institut, atau

5. universitas.

 

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Perguruan tinggi dapat menyelenggarakan program akademik, profesi, dan/atau vokasi.

Pendidikan Nonformal

Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat.

 

Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.

Pendidikan nonformal meliputi:

1. pendidikan kecakapan hidup,

2. pendidikan anak usia dini,

3. pendidikan kepemudaan,

4. pendidikan pemberdayaan perempuan,

5. pendidikan keaksaraan,

6. pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja,

7. pendidikan kesetaraan, serta

8. pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

 

Satuan pendidikan nonformal terdiri atas:

1. lembaga kursus,

2. lembaga pelatihan,

3. kelompok belajar,

4. pusat kegiatan belajar masyarakat, dan

5. majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis.

 

Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan.

Pendidikan Informal

Kegiatan pendidikan informal yang dilakukan oleh keluarga dan lingkungan berbentuk kegiatan belajar secara mandiri.

Hasil pendidikan informal diakui sama dengan pendidikan formal dan nonformal setelah peserta didik lulus ujian sesuai dengan standar nasional pendidikan.

 

.: Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar.

Pendidikan anak usia dini dapat diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan/atau informal.

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal berbentuk:

1. Taman Kanak-kanak (TK),

2. Raudatul Athfal (RA), atau bentuk lain yang sederajat.

 

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan nonformal berbentuk:

1. Kelompok Bermain (KB),

2. Taman Penitipan Anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat.

 

Pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan informal berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan oleh lingkungan.

 

.: Pendidikan Kedinasan

Pendidikan kedinasan merupakan pendidikan profesi yang diselenggarakan oleh departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.

Pendidikan kedinasan berfungsi meningkatkan kemampuan dan keterampilan dalam pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai dan calon pegawai negeri suatu departemen atau lembaga pemerintah nondepartemen.

Pendidikan kedinasan diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal dan nonformal.

 

.: Pendidikan Keagamaan

Pendidikan keagamaan diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau kelompok masyarakat dari pemeluk agama, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal.

Pendidikan keagamaan berbentuk:

1. pendidikan diniyah,

2. pesantren,

3. pasraman,

4. pabhaja samanera, dan bentuk lain yang sejenis.

 

.: Pendidikan Jarak Jauh

Pendidikan jarak jauh dapat diselenggarakan pada semua jalur, jenjang, dan jenis pendidikan.

Pendidikan jarak jauh berfungsi memberikan layanan pendidikan kepada kelompok masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan secara tatap muka atau reguler.

Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.

 

.: Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus

Pendidikan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, intelektual, sosial, dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.

 

Pendidikan layanan khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial, dan tidak mampu dari segi ekonomi.

 

**Warga negara asing dapat menjadi peserta didik pada satuan pendidikan yang diselenggarakan dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Daftar Istilah

 

Pendidikan

Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Pendidikan nasional

Pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

 

Sistem pendidikan nasional

Keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

 

Peserta didik

Anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenjang, dan jenis pendidikan tertentu.

 

Jalur pendidikan

Wahana yang dilalui peserta didik untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.

 

Jenjang pendidikan

Tahapan pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan.

 

Jenis pendidikan

Kelompok yang didasarkan pada kekhususan tujuan pendidikan suatu satuan pendidikan.

 

Satuan pendidikan

Kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, nonformal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan.

 

Pendidikan formal

Jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.

 

Pendidikan nonformal

Jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.

 

Pendidikan informal

Jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.

 

Pendidikan anak usia dini

Suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

 

Pendidikan jarak jauh

Pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.

 

Standar nasional pendidikan

Kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Wajib belajar

Program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh Warga Negara Indonesia atas tanggung jawab Pemerintah dan Pemerintah Daerah.

 

Warga Negara

Warga Negara Indonesia baik yang tinggal di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Masyarakat

Kelompok Warga Negara Indonesia nonpemerintah yang mempunyai perhatian dan peranan dalam bidang pendidikan.

 

Pemerintah

Pemerintah Pusat.

 

Pemerintah Daerah

Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten, atau Pemerintah Kota.

 

Menteri

Menteri yang bertanggung jawab dalam bidang pendidikan nasional.

 Sumber: Depdiknas

Perguruan Tinggi Negeri 2010

September 24, 2009

UNIVERSITAS INDONESIA

Pengantar

Tingkat keketatan untuk memasuki UI sangat tinggi. Dimana hanya 5% dari pendaftar yang diterima setiap tahunnya. Sebagai contoh pada tahun 2008 hanya 5.000 mahasiswa yang diterima dari 100.000 pendaftar. UI menyadari pendidikan pasca sarjana dan pada tahun 2012 diharapkan lebih dari 50% mahasiswa untuk program Master dan Doktor. UI telah meluluskan PhD terbanyak dibandingkan dengan universitas lain di Indonesia dan Asia Tenggara. Pada tahun 2012, UI menhasilkan lebih dari 500 lulusan PhD setiap tahunnya.

Gerbang Masuk Program Sarjana Universitas Indonesia

Universitas Indonesia sebagai Perguruan Tinggi favorit di Indonesia banyak menarik minat lulusan SMA. Ketertarikan ini tentu saja bukan tanpa alasan. UI adalah salah satu pilar utama pendidikan tinggi yang menyediakan pembelajaran berkualitas dengan lulusan yang terbukti mampu memasuki kancah kompetisi global. Memasuki gerbang UI merupakan idaman banyak anak bangsa bagi lulusan SMA yang baru.

UI menyiapkan gerbang masuk Program Sarjana (S1) antara lain melalui:

Melalui PPKB (Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar), SIMAK (Seleksi Masuk Universitas Indonesia), SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), Kelas Internasional (KI) Serta KSDI (Kerja Sama Daerah dan Industri).

SIMAK

Simak-UI (Seleksi Masuk UI) adalah ujian seleksi terpadu masuk UI yang diselenggarakan UI bagi calon mahasiswa yang ingin kuliah di UI. Ujian ini dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia untuk seluruh program pendidikan yang ada di UI, mulai Program vokasi(D3), Sarjana Reguler, Sarjana Kelas Paralel, Profesi, Magister dan Doktor. Ujian dilakukan serentak pada tanggal 1 Maret 2009

Setiap siswa (lulusan) SMA yang memenuhi persyaratan dapat memilih mengikuti salah satu atau lebih program pendidikan (hanya dengan sekali ujian) yang seleksinya melalui SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia). Khusus Program Sarjana Reguler seleksi ujian masuk selain melalui SIMAK-UI juga dapat melalui SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Materi Seleksi

Kelompok IPA: Kemampuan IPA dan Kemampuan Dasar

Kelompok IPS: Kemampuan Dasar dan Kemampuan IPS

**Biaya Pendidikan (*tahun 2008) **

Jalur Penerimaan

BOP (per semester)

Uang Pangkal(Semester 1 tahun 1)

Reguler (SIMAK-UI,SNMPTN, Prestasi) * IPA Rp. 100.000 – 7,5 juta

IPS Rp. 100.000 – 5 juta

NOL s.d 25 Jt (FK, FKG, FT, FASILKOM)

NOL s.d 10 Jt (FE, FISIP, FH, FPsi)

NOL s.d 5 jt (FKM, FIK, FMIPA, FIB)

KelasParalel ** Rp. 6 – 10 juta Rp 10 juta
Vokasi (D3) ** Rp. 4 – 6,5 juta Rp. 4 juta

* Ditentukan SETELAH PESERTA LULUS UJIAN SELEKSI berdasarkan penghasilan penanggung biaya pendidikan (SISTEM PEMBIAYAAN KULIAH BERKEADILAN). Sebagai catatan, ada 56 mhs UI S1 Regular angkatan 2008 yang hanya membayar 100 rb per semester dan membayar NOL uang pangkal, saat ini

* Ditentukan SETELAH PESERTA LULUS UJIAN SELEKSI berdasarkan penghasilan penanggung biaya pendidikan (SISTEM PEMBIAYAAN KULIAH BERKEADILAN). Sebagai catatan, ada 56 mhs UI S1 Regular angkatan 2008 yang hanya membayar 100 rb per semester dan membayar NOL uang pangkal, saat ini menerima tambahan beasiswa untuk biaya hidupnya

** bergantung Fakultasnya

Ditambah DKFM Rp. 100.000 per semester dan DPP Rp. 600.000 di Semester 1 tahun 1

Prosentase kuota penerimaan mahasiswa program sarjana regular berdasarkan pola penerimaan mahasiswa baru

* 56% SIMAK-UI,

* 14% SNMPTN,

* 30% PPKB

PPKB (Program Prestasi dan Pemerataan Kesempatan Belajar)

Dalam rangka pemerataan kesempatan belajar, UI mengirimkan undangan kepada siswa SMA yang berprestasi diseluruh wilayah Indonesia untuk masuk UI. Demi standarisasi mutu, khusus bagi mahasiswa yang diterima melalui PPKB harus mengikuti program matrikulasi mata kuliah tertentu selama kurang lebih empat minggu. Siswa SMA yang mendapatkan Undangan, harus datang sendiri pada saat pendaftaran. Jika tidak datang dianggap mengundurkan diri. Acuan yang digunakan untuk menentukan SMA yang diikutsertakan pada program ini antara lain:

  1. Prestasi yang dicapai oleh lulusan SMA yang bersangkutan dalam Ujian Tulis UMPTN/SPMB tahun-tahun sebelumnya.
  2. Prosentase lulusan SPMB dari SMA yang bersangkutan pada tahun sebelumnya.
  3. Prestasi mahasiswa UI yang berasal dari SMA yang bersangkutan.
  4. SMA di seluruh pelosok tanah air, terutama yang peserta didiknya tidak/belum ada atau hanya sedikit berkesempatan belajar di UI.

Jurusan IPA :

Kelas 1 (kelas 10) sampai dengan semester 1 kelas 3 (kelas 12) termasuk dalam 5 peringkat terbaik di kelas.

Jurusan IPS dan Bahasa:

  • Kelas 1 (kelas 10) sampai dengan kelas 2 (kelas 11) termasuk dalam 10 peringkat terbaik di kelas.
  • Semester 1 Kelas 3 (kelas 12) termasuk dalam 5 peringkat terbaik di kelas.

UMB (Ujian Masuk Bersama 2009)

Ujian Masuk Bersama (UMB) adalah seleksi ujian masuk yang diselenggarakan oleh Perhimpunan SPMB Nusantara. Ujian ini dilakukan secara serentak di beberapa kota di Indonesia untuk program pendidikan Sarjana Reguler yang ada di semua Perguruan Tinggi Negeri yang tergabung dalam perhimpunan tersebut.

Persyaratan Peserta (UMB PTN 2009)

Peserta UMB-PTN tahun 2009 harus memenuhi persyaratan sebagai berikut

  1. Tamatan SMTA (SMA, MA, SMK, SMTA luar negeri, ujian persamaan, dsb.) tahun berjalan (2009) dan atau paling lama kelulusan 3 (tiga) tahun terakhir, (tahun 2008 dan 2007).
  2. Tamatan Paket C tahun berjalan (2009) atau Tamatan Paket C tahun 2007 dan 2008 yang memiliki raport tiga tahun (selama yang bersangkutan mengikuti program tersebut).
  3. Mempunyai kesehatan fisik yang tidak mengganggu kelancaran belajar di program studi pilihannya (sebagai contoh untuk program studi yang dalam belajarnya diperlukan kemampuan membedakan warna, tidak boleh buta warna).

Daftar Program Studi: Universitas Indonesia

No

Kode

Kelompok

Program Studi

Daya Tampung

1 220142 IPA Pendidikan Dokter 15
2 220246 IPA Pendidikan Dokter Gigi 20
3 220343 IPA Matematika 15
4 220447 IPA Fisika 23
5 220544 IPA Kimia 15
6 220641 IPA Biologi 24
7 220745 IPA Farmasi 16
8 220842 IPA Geografi 19
9 220946 IPA Teknik Sipil 19
10 221041 IPA Teknik Mesin 24
11 221145 IPA Teknik Elektro 24
12 221242 IPA Teknik Metalurgi dan Material 23
13 221346 IPA Arsitektur 17
14 221443 IPA Teknik Kimia/TGP 25
15 221547 IPA Ilmu Keperawatan 32
16 221644 IPA Ilmu Komputer/Informatika 23
17 221741 IPA Kesehatan Masyarakat 40
18 221845 IPA Teknik Industri 20
19 221942 IPA Teknik Perkapalan 9
20 222044 IPA Teknik Lingkungan 13
21 222141 IPA Teknik Komputer 14
22 222245 IPA Sistem Informasi 19
23 222342 IPA Arsitektur Interior 15
24 222446 IPA Teknologi Bioproses 18
25 222543 IPA Gizi 25
26 223144 IPS Ilmu Hukum 35
27 223345 IPS Arkeologi Indonesia 8
28 223442 IPS Ilmu Sejarah 12
29 223546 IPS Psikologi 17
30 223643 IPS Ilmu Komunikasi 17
31 223747 IPS Ilmu Politik 8
32 223844 IPS Ilmu Administrasi Negara 10
33 223941 IPS Kriminologi 8
34 224043 IPS Sosiologi 10
35 224147 IPS Ilmu Kesejahteraan Sosial 8
36 224244 IPS Antropologi Sosial 10
37 224341 IPS Ilmu Ekonomi 9
38 224445 IPS Ilmu Administrasi Niaga 8
39 224542 IPS Ilmu Administrasi Fiskal 8
40 224646 IPS Manajemen 25
41 224743 IPS Akuntansi 25
42 224847 IPS Ilmu Hubungan Internasional 6
43 224944 IPS Ilmu Perpustakaan 10
44 225046 IPS Ilmu Filsafat 12
45 228145 IPS Sastra Indonesia 8
46 228242 IPS Sastra Daerah untuk Sastra Jawa 12
47 228346 IPS Sastra Jepang 8
48 228443 IPS Sastra Cina 8
49 228547 IPS Sastra Arab 10
50 228644 IPS Sastra Perancis 8
51 228741 IPS Sastra Inggris 10
52 228845 IPS Sastra Jerman 8
53 228942 IPS Sastra Belanda 8
54 229044 IPS Sastra Rusia 10
55 229141 IPS Bahasa dan Kebudayaan Korea 7

SNMPTN

SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) adalah seleksi penerimaan nasional yang diselenggarakan Panitia yang dibentuk oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Informasi mengenai SNMPTN lebih lengkap bisa diakses pada link berikut atau URL http://www.dikti.go.id/snmptn/

PERSYARATAN

A. Seleksi :

  1. Lulus Ujian Nasional SMA/MA/SMK/MAK atau yang setara tahun 2007, 2008 dan 2009.
  2. Bagi calon peserta lulusan paket C harus menyerahkan fotokopi rapor tiga tahun terakhir.
  3. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di Perguruan Tinggi.
  4. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

B. Penerimaan :

Lulus Ujian Nasional, lulus SNMPTN 2009, dan sehat.

JENIS TES

1. Tes Potensi Akademik (TPA).

2. Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) :

  • Tes Bidang Studi Dasar terdiri atas mata ujian Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.
  • Tes Bidang Studi IPA terdiri atas mata ujian Matematika, Biologi, Kimia, dan Fisika.
  • Tes Bidang Studi IPS terdiri atas mata ujian Sosiologi, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

JADUAL UJIAN

Ujian Tulis

* Rabu, 1 Juli 2009:

o Tes Potensi Akademik

o Tes Bidang Studi Dasar

* Kamis, 2 Juli 2009:

o Tes Bidang Studi IPA

o Tes Bidang Studi IPS

PEMBOBOTAN HASIL UJIAN

Prroporsi bobotnya adalah sebagai berikut :

  • Tes Potensi Akademik (TPA) : 30%
  • Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) : 70%

PENILAIAN HASIL UJIAN

1. Penilaian hasil ujian menggunakan ketentuan sebagai berikut :

* Jawaban BENAR : + 4

* Jawaban SALAH : – 1

* Tidak Menjawab : 0

2. Setiap mata ujian akan dinilai berdasarkan peringkat dengan skala nol sampai seratus sebelum nilai tersebut dijumlahkan. Oleh karena itu, setiap mata ujian harus dikerjakan sebaik mungkin dan tidak ada yang diabaikan.

KELOMPOK UJIAN

Peserta SNMPTN terbagi menjadi 3 kelompok :

1. Kelompok Ujian IPA.

2. Kelompok Ujian IPS.

3. Kelompok Ujian IPC (campuran IPA dan IPS).

Setiap peserta dapat mengikuti kelompok Ujian IPA, IPS atau IPC tidak harus sesuai dengan jurusan SMA/MA/SMK/MAK yang bersangkutan.

KELOMPOK PROGRAM STUDI DAN JUMLAH PILIHAN

  1. Program Studi yang ada di Perguruan Tinggi Negeri dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Program Studi kelompok IPA dan IPS.
  2. Setiap peserta ujian kelompok IPA/IPS dapat memilih maksimal dua program studi sesuai dengan kelompok ujian yang diikuti.
  3. Setiap peserta ujian kelompok IPC dapat memilih maksimal tiga program studi dengan catatan minimal satu program studi kelompok IPA dan satu program studi kelompok IPS.
  4. Urutan pilihan Program Studi merupakan prioritas pilihan.
  5. Peserta ujian yang memilih satu program studi boleh memilih program studi dari PTN di wilayah mana saja (lintas wilayah).
  6. Peserta ujian yang memilih dua program studi atau lebih, salah satu program studi tersebut harus merupakan program studi dari PTN yang berada satu wilayah dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan yang lain dapat merupakan program studi dari PTN di luar wilayahnya (lintas wilayah).
  7. Daftar program studi, daya tampung dan jumlah peminat tahun 2008 akan dicantumkan dalam Buku Panduan Peserta.

Kelas Internasional (Kelas Internasional)

Lima Fakultas di UI yaitu Fakultas Psikologi, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Komputer, dan Fakultas Ekonomi menyelenggarakan kelas internasional bekerjasama dengan universitas-universitas terkemuka di Australia dan Eropa untuk program sarjana dengan gelar ganda. Seleksi masuk terdiri atas seleksi akademik dan Bahasa Inggris. Keuntungan KI adalah selain diperoleh gelar ganda dari UI dan Universita Mitra, mahasiswa juga mendapat pengalaman pendidikan diluar negeri serta mendapat pengakuan internasional.

Program Kerja Sama Daerah dan Industri (KSDI)

Dalam program ini, ditawarkan 203 program studi dari semua jenjang pendidikan yang secara integratif berada di bawah payung Universitas Indonesia, dengan jumlah peserta yang akan diterima disesuaikan dengan daya tampung tiap-tiap program studi. Pemerintah daerah dan industri, dapat menjaring calon mahasiswa terbaik yang terdapat di daerahnya, untuk mengikuti seleksi tahap selanjutnya yang diadakan oleh Universitas Indonesia.

Untuk memanfaatkan pendidikan di program-program studi ini, pemda atau industri menyepakati suatu skema kerja sama yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Universitas Indonesia.

Sumber dana dalam kerja sama ini dapat berasal dari anggaran daerah, donasi dari industri, yayasan sosial, ataupun perseorangan dermawan. Bila seorang calon diterima dalam program kerja sama dengan pemda ini, ia harus membuat pernyataan kembali ke daerah dengan Pemda atau setidaknya bersedia untuk berjanji akan berkarier di daerah. Sementara itu, dalam skema kerja sama Universitas Indonesia dengan industri, sumber dananya berasal dari industri, pesertanya terikat dalam surat penyataan untuk berkarier dengan industri atau setidaknya bersedia ditempatkan di daerah.

Persyaratan calon disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang akan ditekuninya di Universitas Indonesia.

Para lulusan SLTA yang dapat diikutsertakan dalam program ini harus memenuhi  persyaratan  sebagai berikut:

1. Warganegara Indonesia;

2. Mendapat rekomendasi dari Pemda/Industri untuk mengikuti seleksi;

3. Memiliki ijazah yang berumur maksimum 2 tahun, sejak siswa lulus dari SLTA;

4. Siswa yang berasal dari SLTA di luar  pulau Jawa dan Bali.

Program Olimpiade Sains

Program Olimpiade bertujuan untuk memberi penghargaan kepada para juara Olimpiade keilmuan untuk melanjutkan studi di UI sesuai dengan bidang yang dijuarainya.

Persyaratan:

  1. Juara olimpiade sains di bidang Biologi, Fisika, Matematika, Kimia, Komputer, atau Ekonomi yang diselenggarakan oleh DEPDIKNAS dan dikirim oleh DEPDIKNAS.
  2. Lulus pada tahun penerimaan, dan rapor kelas 1–3 dengan nilai rata-rata 7.

Program Atlet Berprestasi

Program Atlet Berprestasi bertujuan untuk memberi penghargaan kepada para atlet yang berprestasi nasional/internasional untuk meningkatkan kemampuan akademiknya menjadi SDM berkualitas.

Persyaratan:

* Olahragawan berprestasi, minimal juara nasional.

* Mendaftar melalui mitra KONI Pusat.

* Memiliki ijazah yang berumur maksimal 5 tahun, sejak lulus dari SLTA.

* Biaya pendidikan ditanggung oleh mitra.

* Mengikuti Tes Bakat dan Tes Potensi Akademik  (TPA).

Program Seniman Berprestasi

Progam Seniman Berprestasi bertujuan untuk memberi penghargaan kepada para seniman yang mempunyai reputasi nasional/internasional untuk meningkatkan kemampuan akademiknya menjadi SDM berkualitas.

Persyaratan:

* Seniman dengan reputasi nasional/ internasional

* Memiliki ijazah yang berumur maksimal 10 tahun, sejak lulus dari SLTA

* Mengikuti Tes Bakat dan Tes Potensi Akademik (TPA)

KRITERIA UMUM

Calon Mahasiswa UI dari Jalur Seni

  1. Telah berkegiatan di kesenian sekurangnya 5 tahun
  2. Memiliki minimal dua karya yang telah dipublikasi melalui mediumnya masing-masing (pentas publik, buku, album/CD, film, dll) dan di antaranya memiliki prestasi/penghargaan artisitik tertentu atau memperoleh apresiasi publik luas, baik nasional maupun internasional.
  3. Kehendak dan semangat untuk menambah pengetahuan secara ilmiah
  4. Memiliki pergaulan baik dan luas di bidang seni masing-masing serta tidak memiliki catatan kriminal.
  5. Memiliki ijazah setingkat SMU (minimal).
  6. Sedia mengikuti tatacara teknis program penerimaan mahasiswa ini.

UNIVERSITAS GAJAHMADA

Ragam Program UM UGM 2009

1.             PENELUSURAN BIBIT UNGGUL

a. Penelusuran Bibit Unggul Tidak Mampu (PBUTM)

  • Ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik tinggi tetapi tidak mampu secara ekonomi, dan mantap membangun masa depan bersama UGM.
  • Peserta diusulkan oleh sekolah.
  • Tiap sekolah mengajukan maksimal 2 (dua) peserta.
  • Peserta dibebaskan dari biaya pedaftaran.
  • Biaya pendidikan selama 8 (delapan) semester ditanggung oleh mitra UGM

b. Penelusuran Bibit Unggul Berprestasi (PBUB)

  • Ditujukan bagi siswa pemenang kompetisi bidang ilmu pengetahuan tingkat nasional atau finalis olimpiade bidang ilmu pengetahuan tingkat internasional.
  • Peserta diusulkan oleh sekolah.
  • Pilihan program studi harus sesuai dengan bidang prestasinya.
  • Biaya pendidikan selama 8 (delapan) semester seluruhnya ditanggung oleh UGM untuk PBUB beasiswa dan ditanggung oleh orangtua/wali untuk PBUB mandiri.
  • Peserta yang lolos seleksi berkas wajib mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) yang diselenggarakan oleh UGM di sekolah masing-masing

c. Penelusuran Bakat Olahraga dan Seni (PBOS)

  • Ditujukan bagi siswa dengan bakat khusus di bidang olahraga atau seni.
  • Peserta diusulkan oleh sekolah.
  • Biaya pendidikan ditanggung oleh orangtua/wali peserta.
  • Peserta yang lolos seleksi berkas wajib mengikuti tes ketrampilan di UGM sesuai bakatnya.
  • Program studi Pendidikan Dokter tidak menerima mahasiswa baru melalui PBOS.

d. Penelusuran Bakat Swadana (PBS)*

  • Ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik tinggi.
  • Peserta diusulkan oleh sekolah.
  • Biaya pendidikan ditanggung oleh orangtua/wali peserta.
  • Peserta wajib mengikuti Tes Bakat Skolastik (TBS) dan tes Ilmu Pengetahuan Dasar (IPD) di lokasi yang dipilih saat mendaftar.
  • Peserta yang lolos seleksi wajib mengikuti tes wawancara di UGM.

e. Penelusuran Bibit Unggul Pembangunan Daerah (PBUPD)*

  • Ditujukan bagi siswa dengan kemampuan akademik tinggi.
  • Program ini merupakan bentuk kepedulian UGM terhadap pembangunan daerah melalui kemitraan antara daerah dengan UGM, berbasis potensi wilayah dan kearifan lokal menuju kemajuan dan martabat bangsa Indonesia.
  • Peserta diusulkan dan dibiayai oleh Pemda, dinas-dinas pemerintah di daerah, institusi, dan/atau perusahaan yang kredibel di daerah.

2. UJIAN TULIS

  • Diadakan untuk memilih calon mahasiswa baru yang berkualitas dengan kemampuan akademik dan potensi unggul untuk menunjang penyelesaian pendidikan di UGM sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.
  • Materi seleksi meliputi Tes Potensi, Ilmu Pengetahuan Dasar, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial.
  • Ujian dilaksanakan di Yogyakarta, Semarang, Madiun, Jakarta, Tangerang, Cirebon, Palembang, Pekanbaru, Balikpapan, Lhokseumawe (NAD), Bandar Lampung, dan Batam.

3. SELEKSI NASIONAL MASUK PERGURUAN TINGGI NEGERI (SNMPTN)

  • Pada program ini UGM menerima sebanyak-banyaknya 18% dari total daya tampung.
  • Diselenggarakan oleh Panitia Pusat SNMPTN.
  • Keterangan lengkap dapat dilihat di situs http://um.ugm.ac.id/.

INFORMASI PROGRAM PBUPD DAN PBS

Persyaratan Peserta

SYARAT UMUM

  1. Peserta adalah siswa kelas akhir SMA/SMK/MA dalam dan luar negeri tahun 2008/2009.
  2. Nilai kognitif semua mata pelajaran pada rapor mulai semester 1 sampai dengan semester terakhir harus tuntas (di atas SKBM). Bagi siswa kelas akselerasi kriteria tersebut diberlakukan cukup sampai dengan semester 4. Kriteria nilai rapor ini dibuktikan dengan fotokopi rapor yang telah dilegalisasi Kepala Sekolah.
  3. Memenuhi persyaratan kesehatan dan tidak mengalami ketunaan yang ditetapkan oleh program studi masing-masing .

SYARAT KHUSUS

  1. Peserta PBUPD
    1. Siswa termasuk dalam 25% terbaik di kelasnya pada semester 5, atau 75% terbaik pada semester 4 bagi siswa kelas akselerasi.
    2. Menyerahkan Surat Kesanggupan Pembiayaan bermeterai dari pihak penyandang dana. Peserta yang diusulkan oleh institusi yang belum dikenal UGM memerlukan minimal 3 rekomendasi, yaitu dari Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan, dan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada (KAGAMA).
  2. Peserta PBS
    1. Siswa termasuk dalam 40% terbaik di kelasnya pada semester 5, atau 75% terbaik pada semester 4 bagi siswa kelas akselerasi.
    2. Menyerahkan surat kesanggupan pembiayaan bermeterai dari orangtua/wali.

Komponen Biaya Pendidikan

  1. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP): Rp. 500.000,00/semester.
  2. Biaya Operasional Pendidikan (BOP)
    • Program studi kelompok eksakta dan ilmu kesehatan: Rp. 75.000,00/SKS/semester.
    • Program studi kelompok non eksakta: Rp. 60.000,00/SKS/semester.
  3. Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA):
    • Merupakan sumbangan wajib, disesuaikan dengan fakultas/program studi masing-masing (lihat tabel SPMA).
    • Dibayarkan tunai pada saat pertama kali registrasi, dan tidak dapat ditarik kembali dengan alasan apapun.

NO

FAKULTAS/PRODI

SPMA (dalam juta rupiah)

PBUPD

PBS

1

Biologi

25

20

2

Ekonomika dan Bisnis

– Ilmu Ekonomi

50

40

– Manajeman

75

50

– Akuntansi

75

50

3.

Farmasi

50

40

4.

Filsafat

15

10

5.

Geografi

25

20

6.

Hukum

35

30

7.

Ilmu Budaya

20

16

8.

Ilmu Sosial dan Politik

– Ilmu Administrasi Negara

50

40

– Ilmu Hubungan Internasional

50

40

– Ilmu Komunikasi

50

40

– Sosiologi

35

30

– Ilmu Sosiatri

35

30

– Ilmu Pemerintahan

35

30

9.

Kedokteran

– Pendidikan Dokter

125

100

– Ilmu Keperawatan

50

40

– Gizi Kesehatan

50

40

10.

Kedokteran Gigi

– Kedokteran Gigi

75

60

– Ilmu Keperawatan Gigi

40

35

11.

Kedokteran Hewan

25

20

12.

Kehutanan

25

20

13.

MIPA

– Matematika

25

20

– Statistika

25

20

– Ilmu Komputer

50

40

– Fisika

25

20

– Geofisika

25

20

– Elektronika dan Intrumentasi

30

20

– Kimia

25

20

14.

Pertanian

25

20

15.

Peternakan

25

20

16.

Psikologi

50

40

17.

Teknik

– Arsitektur

40

35

– Perencanaan Wilayah dan Kota

35

30

– Teknik Elektro

50

40

– Fisika Teknik

35

30

– Teknik Nuklir

35

30

– Teknik Geodesi

35

30

– Teknik Geologi

35

30

– Teknik Kimia

50

40

– Teknik Industri

50

40

– Teknik Mesin

50

40

– Teknik Sipil dan Lingkungan

50

40

18.

Teknologi Pertanian

40

30

    • Apabila calon mahasiswa yang telah diterima pada salah satu program studi di UGM mengundurkan diri maka calon mahasiswa tersebut dianggap melepaskan haknya sebagai mahasiswa S-1 UGM selama 3 tahun pada seluruh program studi melalui program seleksi apapun.
    • Semua biaya yang telah dibayarkan ke UGM tidak dapat ditarik kembali. Oleh karena itu, sebelum melakukan pembayaran calon mahasiswa harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan orangtua/wali.  Mantapkan hati Anda sebelum bergabung dengan UGM

Semua program studi di UGM mensyaratkan mahasiswa bebas narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Apabila ada mahasiswa UGM yang terbukti terkena NAPZA maka haknya sebagai mahasiswa UGM hilang.

UJIAN SARINGAN MASUK

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG TERPADU

(USM-ITB TERPADU) TAHUN AKADEMIK 2009/2010

ITB, sebagai salah satu Perguruan Tinggi di Indonesia, seyogyanya menggunakan skema penerimaan mahasiswa baru yang memberikan alternatif lebih banyak kepada calon mahasiswa dalam menentukan pilihannya.

Pada tahun 2009, ITB akan melakukan penerimaan mahasiswa baru program sarjana dalam Ujian Saringan Masuk ITB (USM-ITB) Terpadu, yang meliputi lima program seleksi, yaitu :

* Program Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP-ITB), yang terdiri atas :

  1. PMBP-ITB 2009 di Daerah, diselenggarakan ITB secara mandiri di beberapa kota di Indonesia (Jakarta, Bandung, Palembang, Balikpapan, Pekanbaru, Makasar, dll) pada bulan Maret 2009
  2. PMBP-ITB 2009 Terpusat, diselenggarakan ITB secara mandiri, di kota Bandung, pada tanggal 30 dan 31 Mei 2009.
  3. Program Kemitraan Nusantara ITB (KN-ITB), untuk menjaring calon mahasiswa terbaik yang diajukan oleh instansi-instansi mitra ITB (Pemerintah Daerah, Perusahaan Mitra ITB, Instansi Pemerintah lainnya)
  4. Program Seleksi Mahasiswa Transfer ITB (SMT-ITB), bagi para mahasiswa transfer dari universitas mitra ITB yang ingin melanjutkan pendidikan program sarjana di ITB, dan diajukan oleh universitas asalnya.
  5. Program Seleksi Mahasiswa Internasional ITB (SMI-ITB), bagi calon mahasiswa berkewarganegaraan asing yang berminat melanjutkan pendidikan tinggi di ITB.
  6. Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri, yang rencananya akan diadakan pada bulan Juli 2009, dilaksanakan oleh DITJEN DIKTI, DEPDIKNAS RI.

TINGKAT KESULITAN RELATIF

Berikut ini adalah perkiraan tingkat kesulitan relatif untuk PMBP-ITB 2009, berdasarkan hasil pelaksanaan PMBP-ITB 2009 di Daerah, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan :

Fakultas/Sekolah

Kapasitas PMBP-ITB 2009 Terpusat

Kapasitas Total 2009

Tingkat Kesulitan Relatif PMBP-ITB 2009 di Daerah

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

145

370

71

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

50

120

75

Sekolah Farmasi (SF)

40

120

80

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)

90

260

70

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

85

280

82

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

105

350

87

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

110

300

81

Fakultas Teknologi Industri (FTI)

120

390

85

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

90

240

81

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK)

70

185

78

Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)

121

210

69

Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)

45

160

65

PENELUSURAN MINAT, BAKAT, DAN POTENSI ITB

(PMBP-ITB) 2009 DI DAERAH

Program Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi (PMBP-ITB) 2009 di Daerah (dahulu dikenal dengan nama USM-ITB di Daerah) ini bertujuan untuk mendapatkan mahasiswa yang mempunyai kualifikasi akademik dan kepribadian yang baik. Untuk keberhasilan di bidang pekerjaan, selain mempunyai kualifikasi akademik yang baik, kualitas dalam hal-hal seperti leadership, komunikasi, kreativitas, loyalitas, dan sikap-sikap lainnya sangat menentukan. Untuk mencapai hal tersebut, maka ITB senantiasa melakukan perbaikan dari segala aspek yang masih memungkinkan, yaitu mulai dari segi dasar dan prosedur penerimaan mahasiswanya hingga proses dan prosedur pembelajaran di ITB.

Kegiatan penjaringan atau tes di daerah, merupakan salah satu pilihan yang menawarkan kemudahan kepada calon mahasiswa untuk mengakses sistem seleksi mahasiswa baru ITB. PMBP-ITB 2009 di Daerah terdiri atas tiga jalur ujian yang berbeda, yaitu :

1. Jalur Sains dan Teknik.

2. Jalur Seni Rupa dan Desain.

3. Jalur Bisnis dan Manajemen.

PMBP – ITB di Daerah tahun 2009 pada pelaksanaannya akan melibatkan Pemerintah Daerah, Ikatan Alumni atau pihak lain yang ditunjuk oleh ITB. Program ini memberi kesempatan putra/putri daerah untuk mengikuti seleksi PMBP-ITB tanpa harus meninggalkan daerahnya masing-masing selama mengikuti tes 2 hari berturut-turut.

TUJUAN

PMBP-ITB bertujuan memilih calon mahasiswa ITB yang memiliki kemampuan akademik, kematangan pribadi, kemampuan penalaran, dan potensi untuk dapat mengikuti dan menyelesaikan pendidikan program sarjana yang sesuai dengan minat dan bakatnya dalam batas waktu yang telah ditetapkan.

POLA SELEKSI

PMBP-ITB menyeleksi para calon mahasiswa yang diperkirakan dapat menyelesaikan pendidikan di ITB dengan hasil baik dan pada waktu yang telah ditetapkan.

  1. Seleksi dilakukan melalui ujian tertulis yang dilaksanakan selama 2 (dua) hari berturut-turut.
  2. Seleksi dilakukan secara serentak untuk semua jalur pilihan ujian. Calon peserta dapat memilih salah satu, dua, atau ketiga jalur ujian yang disediakan, asalkan dapat memenuhi semua persyaratan dari masing-masing jalur ujian.
  3. Hasil ujian tertulis merupakan penentu utama dalam pengambilan keputusan pada seleksi ini.

PERSYARATAN PESERTA UJIAN

Peserta ujian harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Untuk pelaksanaan PMBP-ITB 2009 di Daerah, peserta harus berasal/lulusan dari SMA yang berada di wilayah pelaksanaan PMBP-ITB yang bersangkutan.
  3. Khusus bagi calon peserta dengan Ijazah yang bukan berasal dari salah satu SMA di Indonesia, hanya dapat mengikuti PMBP-ITB 2009 di Daerah, di wilayah pelaksanaan Bandung, sesuai ketentuan yang berlaku, dengan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijazah dari DEPDIKNAS.
  4. Tidak memiliki ketunaan yang mengganggu kelancaran belajar dalam program studi pilihannya.
  5. Bersedia memenuhi biaya pendidikan yang terdiri atas Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dan Sumbangan Dana Pengembangan Akademik (SDPA)
  6. Mengikuti ujian seleksi yang mencakup penilaian terhadap kemampuan penalaran dan akademik.
  7. Menunjukkan Surat Tanda Kelulusan (STL) pada saat pendaftaran awal di Bandung. Kelulusan SMA adalah syarat utama menjadi mahasiswa ITB.
  8. Mendaftarkan diri untuk mengikuti ujian seleksi dan mengembalikan sendiri formulir pendaftaran (tidak diwakilkan) pada saat yang telah ditentukan.
  9. Bagi calon peserta dengan tahun ijazah 2007 dan 2008, menyerahkan 1 (satu) lembar fotokopi Ijazah SMA yang dilegalisasi.
  10. Bagi calon peserta dengan tahun ijazah 2007 dan 2008, menyerahkan 1 (satu) lembar fotokopi Surat Tanda Kelulusan (STL/STK) yang dilegalisasi.
  11. Menyerahkan 1 (satu) lembar fotokopi akte kelahiran yang dilegalisasi oleh catatan sipil/notaris. Surat Kenal Lahir dan/atau dokumen sejenisnya tidak dapat digunakan.
  12. Bagi calon peserta dengan tahun ijazah 2009, menyerahkan surat keterangan dari sekolah (berfoto dan dicap sekolah), yang menyatakan bahwa siswa yang bersangkutan merupakan pelajar kelas 3 di sekolah tersebut.
  13. Menyerahkan 4 (empat) buah pasfoto terbaru ukuran 4 x 6 cm hitam putih dengan berpakaian sopan dan rapih
  14. Menyerahkan Surat Keterangan Tidak Buta Warna asli dari dokter spesialis mata, bagi mahasiswa yang memilih FMIPA (Kimia), SITH, SF, FITB (Teknik Geologi), FTTM (Teknik Pertambangan), FTI (Teknik Kimia), FTSL (Teknik Lingkungan), dan FSRD.

PERSYARATAN PESERTA PER JALUR UJIAN

PMBP-ITB terdiri atas 3 jalur ujian yang berbeda, dan diselenggarakan secara simultan, yaitu :

1. Jalur Sains dan Teknik, untuk peminat program studi :

+ Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

(FMIPA)

# Matematika

# Fisika

# Astronomi

# Kimia

+ Fakultas Ilmu Teknologi Kebumian (FITB)

# Teknik Geologi

# Teknik Geodesi dan Geomatika

# Meteorologi

# Oseanografi

+ Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)

# Teknik Pertambangan

# Teknik Perminyakan

# Teknik Geofisika

# Teknik Metalurgi

+ Fakultas Teknologi Industri (FTI)

# Teknik Kimia

# Teknik Fisika

# Teknik Industri

+ Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)

# Teknik Mesin

# Aeronotika dan Astronotika

# Teknik Material

+ Sekolah Farmasi (SF)

# Sains dan Teknologi Farmasi

# Farmasi Klinik dan Komunitas

+ Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL)

# Teknik Sipil

# Teknik Lingkungan

# Teknik Kelautan

+ Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)

# Teknik Elektro

# Teknik Tenaga Listrik

# Teknik Telekomunikasi

# Sistem dan Teknologi Informasi

# Teknik Informatika

+ Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)

# Biologi

# Mikrobiologi

+ Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan

Kebijakan (SAPPK)

# Arsitektur

# Perencanaan Wilayah dan Kota

  1. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) bidang IPA di wilayah tempat PMBP-ITB di Daerah diselenggarakan, dengan tahun ijazah 2007, 2008 dan 2009.
  2. Tidak buta warna, yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter spesialis mata, bagi calon mahasiswa yang memilih program studi :

+ Kimia (FMIPA)

+ Biologi (SITH)

+ Mikrobiologi (SITH)

+ Sains dan Teknologi Farmasi (SF)

+ Farmasi Klinik dan Komunitas (SF)

+ Teknik Geologi (FITB)

+ Teknik Pertambangan (FTTM)

+ Teknik Kimia (FTI)

+ Teknik Lingkungan (FTSL)

2. Jalur Seni Rupa dan Desain untuk program studi :

* Seni Rupa

* Kria

* Desain Interior

* Desain Komunikasi Visual

* Desain Produk

  1. Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayah tempat PMBP–ITB di Daerah diselenggarakan, dengan tahun ijazah 2007, 2008 dan 2009.
  2. Tidak buta warna, yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter spesialis mata.

3. Jalur Bisnis dan Manajemen untuk program studi Manajemen.

Lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) bidang IPA atau IPS, di wilayah tempat PMBP–ITB di Daerah diselenggarakan, dengan tahun ijazah 2007, 2008 dan 2009.

Keterangan :

  • Calon peserta dapat memilih 3 (tiga) fakultas/sekolah dari seluruh fakultas/sekolah yang ditawarkan di ITB, tidak terbatas pada jalur ujian
  • Calon peserta dapat memilih salah satu, dua, atau ketiga jalur ujian yang disediakan.

MATERI UJIAN

Ujian seleksi PMBP-ITB 2009 di Daerah dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, dalam bentuk ujian tertulis. Materi ujian seleksi bagi PMBP-ITB 2009 di Daerah meliputi 6 kelompok kemampuan, yaitu :

* Psikotes : diikuti oleh seluruh peserta program.

Ujian ini berupa rangkaian tes untuk mengukur aspek-aspek psikologis yang diperlukan untuk evaluasi terhadap potensi calon mahasiswa.

* Tes Bakat Skolastik (TBS) : diikuti oleh seluruh peserta program.

Ujian ini mengukur kemampuan dalam logika dan penalaran, sehingga dapat dievaluasi kemampuan calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

* Bahasa Inggris : diikuti oleh seluruh peserta program.

Ujian ini mengukur kemampuan dalam berbahasa Inggris, sehingga dapat dievaluasi kemampuan komunikasi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

* Kemampuan Seni Rupa : hanya diikuti oleh peminat FSRD

+ Menggambar I : Ujian ini mengukur keterampilan Seni Rupa

calon mahasiswa

+ Menggambar II : Ujian ini mengukur kreativitas calon

mahasiswa

* Kemampuan Akademik :

+ Matematika Dasar : hanya diikuti oleh peminat SBM dan peminat Sains dan Teknik.

Ujian ini mengukur kemampuan matematika dasar calon mahasiswa, berfungsi sebagai alat evaluasi potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa.

+ Kemampuan MIPA Terpadu : hanya diikuti oleh peminat

Sains dan Teknik.

Ujian ini terdiri atas materi MIPA (mencakup Matematika, Fisika, Kimia, dan Biologi) Terpadu. Berupa tes untuk mengukur potensi dan prestasi akademik calon mahasiswa.

KEMITRAAN NUSANTARA ITB (KN-ITB) 2009

Program ini pada pelaksanaannya akan melibatkan lembaga yang telah memiliki kerja sama dengan ITB. Lembaga yang dimaksud, dalam hal ini dapat berupa Pemerintah Daerah tingkat Kota/Kabupaten, Perusahaan Mitra ITB, atau Instansi Pemerintah lainnya, yang telah dan masih memiliki kerjasama dengan ITB, di bidang pendidikan. Prinsip yang dianut adalah memberikan kesempatan pada putra-putri terbaik yang direkomendasikan oleh lembaga mitra ITB tersebut, untuk menjadi mahasiswa ITB.

SELEKSI NASIONAL MAHASISWA BARU  PTN

ITB tetap menerima mahasiswa baru melalui Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri (dahulu dikenal dengan nama SPMB/SNMPTN). Sistem seleksi ini merupakan sistem ujian saringan masuk perguruan tinggi negeri yang dilaksanakan secara nasional, oleh sebuah panitia terpusat di Jakarta, yang ditunjuk oleh DITJEN DIKTI, DEPDIKNAS RI. Mekanisme ini akan dilaksanakan pada awal bulan Juli 2009. Tujuan pelaksanaan Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri adalah untuk memilih calon mahasiswa baru yang mempunyai kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan di Perguruan Tinggi sesuai dengan batas waktu yang telah ditetapkan. Pelaksanaan Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri ini juga tidak mengurangi wewenang masing-masing perguruan tinggi untuk melaksanakan seleksi sendiri. Seleksi dilakukan dengan pola ujian tertulis.

Kegiatan Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri adalah seleksi calon mahasiswa untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri di tingkat Nasional dengan pola ujian tulis dan ujian keterampilan khusus bagi Program Studi tertentu. Penyelenggaraan seleksi ini dilaksanakan oleh sebuah Panitia Terpusat yang dibentuk oleh DEPDIKNAS RI dan ditempatkan di kota-kota yang strategis dimana Perguruan Tinggi Negeri berada.

Ujian tulis yang diselenggarakan dalam rangka Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri akan dilaksanakan secara serentak dan terpadu pada jam dan hari yang sama, dengan soal yang sama di berbagai PTN di Indonesia, sehingga peserta diharapkan dapat memilih lokasi yang terdekat dengan penyelenggaraan kegiatan seleksi tersebut. Tempat ujian tidak menjadi bahan pertimbangan dalam proses seleksi dan penentuan kelulusan seorang calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri yang dipilihnya.

BEASISWA OLIMPIADE KEILMUAN

ITB memberikan penghargaan kepada siswa-siswa SMA yang memiliki prestasi akademik, dalam bentuk subsidi biaya SDPA, bila siswa yang bersangkutan lulus dan dinyatakan diterima di ITB melalui PMBP-ITB 2009. Peminat PMBP-ITB yang memenuhi persyaratan untuk dapat menjadi Peserta PMBP-ITB 2009 kategori Beasiswa Olimpiade, tidak dikenai biaya SDPA. Ketentuan peserta PMBP-ITB 2009 kategori Beasiswa Olimpiade :

  • Program ini hanya dibuka di PMBP-ITB 2009, tidak dibuka di program KN-ITB 2009.
  • Prestasi yang diakui oleh ITB adalah Peserta Olimpiade Keilmuan Tingkat Nasional bagi siswa SMTA, yang diselenggarakan oleh DEPDIKNAS RI.
  • Calon peserta peserta PMBP-ITB 2009 kategori Beasiswa Olimpiade adalah lulusan SMA IPA, bukan Ijazah persamaan, dengan tahun ijazah 2009.
  • Calon peserta PMBP-ITB 2009 kategori Beasiswa Olimpiade hanya diperkenankan memilih satu jalur ujian saja, yaitu jalur Sains dan Teknik.
  • Calon peserta PMBP-ITB 2009 kategori Beasiswa Olimpiade harus memenuhi ketentuan prestasi yang disyaratkan ITB, yaitu :
  • Peserta salah satu Olimpiade Keilmuan Tingkat Nasional, minimal Peraih Medali Perunggu di Olimpiade Keilmuan Tingkat Nasional tersebut, yang dibuktikan dengan Sertifikat Bukti Keikutsertaan dan Sertifikat Bukti Prestasi, atau
  • Peserta salah satu Olimpiade Keilmuan Tingkat Nasional yang diundang untuk mengikuti PMBP-ITB 2009, oleh Panitia Pusat PMBP-ITB 2009
  • Untuk memperoleh SDPA minimal Rp. 0,00 (nol rupiah), pilihan program studi sesuai dengan pilihan yang diperkenankan untuk masing-masing bidang keilmuan Olimpiade yang diikutinya.

Bidang Olimpiade

Peraih Medali

Undangan

Fisika

FI (FMIPA), TG (FTTM), TF (FTI)

FI (FMIPA)

Kimia

KI (FMIPA), STF, FKK (SF), TK (FTI), TL (FTSL)

KI (FMIPA)

Biologi

BI, BM (SITH), STF (SF), TL (FTSL)

BI (SITH)

Astronomi

MA, FI, AS (FMIPA), PN (FTMD)

AS (FMIPA)

Matematika

MA, FI, AS (FMIPA), IF (STEI)

MA (FMIPA)

Komputer

MA (FMIPA), EL, IF (STEI)

IF (STEI)

Berkas-berkas permohonan dikirimkan kepada Panitia Pusat PMBP-ITB 2009, dengan alamat :

o Panitia Pusat PMBP-ITB 2009

o (u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB)

o Direktorat Pendidikan ITB

o Gd. CCAR-ITB lt. 4, Jl. Tamansari no. 64

o Bandung 40116

UNIVERSITAS DIPONEGORO

Program Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB) Program Diploma III (D-III) merupakan salah satu jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Diploma III di Universitas Diponegoro terhadap siswa SMA atau MA Negeri dan SMA/MA swasta disamakan atau akreditasi minimal B tanpa melalui ujian tulis. Program Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB) Program Diploma III (D-III) ditujukan terutama bagi peserta Program Seleksi Berpotensi (PSSB) Program Sarjana yang belum berhasil lolos dan berminat untuk masuk atau mengikuti pendidikan Program Diploma III di Universitas Diponegoro.

Bagi mereka yang berminat dapat mendaftarkan diri dengan persyaratan dan menggunakan berkas yang sama pada saat mengikuti Program Seleksi Siswa Berpotensi (PSSB) Program Sarjana.

JENIS & PERSYARATAN

  1. PSSB Program Diploma III ini diperuntukan bagi peserta PSSB Program Sarjana (S1) yang belum lolos seleksi (belum diterima).
  2. Membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 175.000,- (seratus tujuh puluh lima ribu rupiah)a
  3. Biaya pendaftaran sesuai ketentuan ditransfer ke rekening Bank Mandiri KCP Semarang Undip, nomor rekening :  1360006289299 a.n. UM Program D3 Undip.

UNIVERSITAS AIRLANGGA

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Penerimaan Calon Mahasiswa Baru di Perguruan Tinggi, maka Universitas Airlangga menetapkan bahwa penerimaan calon mahasiswa baru dilaksanakan melalui 2 (dua) sistem yaitu: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNM-PTN) dan Penelusuran Minat Dan Kemampuan Universitas Airlangga (PMDK-UNAIR).

PMDK-UNAIR adalah sistem penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh Universitas Airlangga secara mandiri. Dalam sistem ini setiap peserta hanya dapat memilih program-program studi yang ada di Universitas Airlangga.

Untuk dapat diterima sebagai mahasiswa baru Universitas Airlangga melalui PMDK-UNAIR, tiap peserta harus lulus ujian tulis Tes Potensi dan Prestasi Akademik Universitas Airlangga (TPPA-UNAIR).

PMDK-UNAIR terdiri dari 4 (empat) Jalur yaitu Jalur Prestasi, Jalur Umum, Jalur Alih Jenis, dan Jalur Diploma.

  1. Jalur Prestasi

Jalur Prestasi diperuntukkan bagi lulusan SLTA tahun 2009 yang mempunyai prestasi ilmiah atau non-ilmiah tertinggi di sekolah atau di luar sekolah dari seluruh jenis SLTA di Indonesia.

  1. Jalur Umum

Jalur Umum diperuntukkan bagi lulusan SLTA pada umumnya. Yakni lulusan tahun 2007, 2008 dan 2009 yang memiliki kemampuan akademik untuk mengikuti dan menyelesaikan pendidikan tinggi dengan baik.

  1. Jalur Alih Jenis

Jalur Alih Jenis diperuntukkan bagi mereka yang ingin melanjutkan studi ke jenjang Sarjana (S1) di Universitas Airlangga, yang telah mempunyai prestasi akademik setara D3 atau S1.

  1. Jalur Diploma

Program ini diperuntukkan bagi lulusan SLTA tahun 2007, 2008

dan 2009.

PMDK JALUR PRESTASI

A. PENDAHULUAN

Jalur Prestasi diperuntukkan bagi lulusan SLTA (SMA, SMK, MA dan Ujian Persamaan) tahun 2009 yang mempunyai prestasi ilmiah atau non-ilmiah tertinggi di sekolah atau di luar sekolah dari seluruh jenis SLTA di Indonesia.

Prestasi yang menonjol di bidang ilmiah maupun non-ilmiah dari siswa-siswa di SLTA merupakan prediktor keberhasilan yang baik bagi seseorang di Perguruan Tinggi. Walaupun belum disimpulkan secara umum, namun banyak sekali mahasiswa berprestasi akademik adalah siswa-siswa berprestasi di SLTA-nya.

Universitas Airlangga memberikan penghargaan kepada siswa-siswa berprestasi tersebut dengan memberikan kesempatan untuk menjadi mahasiswa di Universitas Airlangga melalui Jalur Prestasi.

B. BEASISWA MENGIKUTI UJIAN (BMU)

Kepada calon peserta Jalur Prestasi dari keluarga kurang mampu akan mendapatkan bantuan Beasiswa Mengikuti Ujian (BMU) dalam bentuk biaya perjalanan, biaya hidup selama mengikuti ujian dan pembebasan biaya pendaftaran.

C. PROGRAM STUDI YANG DITAWARKAN DAN DAYA TAMPUNG

FAKULTAS                                         PROGRAM STUDI           DAYA TAMPUNG

KELOMPOK IPA

Kedokteran                                          Pendidikan Dokter                           20

Pendidikan Bidan                             5

Kedokteran Gigi                                Pendidikan Dokter Gigi 20

Farmasi                                                Farmasi                                                36

Kedokteran Hewan                          Kedokteran Hewan                          25

Sains dan Teknologi                        Matematika                                         20

Sistem Informasi                                10

Fisika                                                    20

Biologi                                                  20

Teknobiomedik                  10

Ilmu dan Teknologi Lingkungan 10

Kimia                                                    20

Kesehatan Masyarakat    Kesehatan Masyarakat                                    25

Fakultas Keperawatan    Ilmu Keperawatan                                            10

Fakultas Perikanan dan Kelautan               Budidaya Perairan           10

KELOMPOK IPS

Hukum                                                 Ilmu Hukum                                       20

Ekonomi                                               Manajemen                                         25

Akuntansi                                           25

Ekonomi Pembangunan                 15

Ekonomi Syariah                               20

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik          Sosiologi                                              8

Ilmu Politik                                         8

Ilmu Komunikasi                              8

Ilmu Administrasi Negara             8

Ilmu Hubungan Internasional      8

Antropologi Sosial                            5

Ilmu Informasi & Perpustakaan   8

Psikologi                                              Psikologi                                              20

Ilmu Budaya                                       Sastra Inggris                                     15

Sastra Indonesia                                15

Ilmu Sejarah                                        10

Sastra Jepang                                      5

D. PERSYARATAN

PMDK-UNAIR Jalur Prestasi hanya dapat diikuti oleh siswa SLTA yang akan lulus tahun 2009, yang terdiri dari tiga kategori yaitu:

1. Siswa kelas reguler yang mempunyai salah satu prestasi sebagai berikut :

  • Peringkat I sampai V di kelasnya pada kelas III semester gasal dengan mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
  • Juara I, II atau III pada lomba/kejuaraan akademik, paling rendah tingkat provinsi, yang diakui oleh Dinas Pendidikan setempat/ LIPI/BPPT/Kantor Menristek, pada waktu menjadi siswa SLTA baik perorangan maupun beregu.
  • Juara I, II atau III prestasi olahraga atau seni, paling rendah tingkat provinsi, pada waktu menjadi siswa SLTA baik perorangan maupun beregu.
  • Pernah menjadi Ketua Umum OSIS SLTA dengan menunjukkan Surat Keputusan/Piagam dari Kepala Sekolah.

2. Semua siswa kelas akselerasi.

3. Semua siswa dari Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

SNMPTN

Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) adalah kegiatan seleksi calon mahasiswa untuk memasuki Perguruan Tinggi Negeri di tingkat Nasional dengan Pola ujian tulis dan ujian keterampilan khusus bagi Program Studi tertentu. Penyelenggaraan seleksi ini dilaksanakan oleh Panitia SNMPTN dan ditempatkan di kota-kota yang strategis dimana Perguruan Tinggi Negeri berada.

Ujian tulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri diselenggarakan secara serentak dan terpadu pada jam dan hari yang sama dengan soal yang sama di seluruh PTN di Indonesia, sehingga peserta diharapkan dapat memilih lokasi yang terdekat dengan penyelenggaraan kegiatan seleksi tersebut.Proses pengolahan hasil dilakukan secara terpadu di beberapa wilayah yang ditentukan, untuk itu, program studi pilihan pertama menjadi prioritas penerimaan di PTN yang dipilih, apabila pilihan pertama sudah penuh maka pilihan jatuh pada pilihan kedua, begitu juga untuk IPC yang dapat mengisi pilihan ketiga. Penerimaan calon mahasiswa melalui seleksi ini terbatas pada daya tampung masing-masing Program Studi, sehingga apabila daya tampung nya sudah terisi penuh maka calon mahasiswa tidak dapat di terima.

SMUP UNPAD

Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran (SMUP) adalah tes masuk yang diselenggarakan secara langsung oleh Universitas Padjadjaran dengan pola tes tulis berskala nasional.

Pendaftaran dilakukan secara online untuk yang akan melaksanakan ujian di Bandung dan Jatinangor, serta secara offline (manual) khusus untuk jenjang S1 lulusan SMTA yang akan melaksanakan ujian di luar Bandung dan Jatinangor. Proses hasil seleksi dilakukan secara terpusat di Unpad dan pengolahan data dilakukan secara komputerisasi.

Segala petunjuk mengenai SMUP yang diberikan dan bertentangan dengan buku petunjuk ini bagi pendaftar secara offline adalah tidak benar serta petunjuk mengenai SMUP yang diberikan dan bertentangan dengan website ini bagi pendaftar secara online adalah tidak benar.

Kode dan Daya Tampung Program Sarjana (S1)

Jenjang Sarjana (S1) Lulusan SMTA

1. Program Eksakta

Kode                Nama Program Studi                       Daya Tampung

260143            Pendidikan Dokter                                           40

260545            Matematika (BM Ilmu Komputer)                30

260746            Kimia                                                                    30

260843            Fisika                                                                    30

260947            Biologi                                                                  40

260642            Statistik                                                                56

262544            Teknik Geologi                                                   60

261146            Farmasi                                                                80

261943            Agroteknologi                                                    120

262142            Agribisnis                                                            100

260247            Pendidikan Dokter Gigi                 40

261243            Psikologi                                                              60

263041            Ilmu Peternakan                                                50

262641            Ilmu Keperawatan                                            60

261347            Perikanan                                                            50

262449            Ilmu Kelautan                                                    30

262343            Teknologi Pangan                                            75

261541            Teknik Pertanian                                               75

2. Program Non Eksakta

Kode                Nama Program Studi                       Daya Tampung

263145            Ilmu Hukum (Kelas Pagi)                               250

263147            Ilmu Hukum (Kelas Sore)                               250

264342            Akuntansi                                                           75

263346            Ekonomi Pembangunan                                 60

263242            Manajemen                                                         75

264349            Akuntansi (Berbahasa Inggris)                     50

263349            Eko Pembangunan (Berbahasa Inggris)     50

263249            Manajemen (Berbahasa Inggris)                   50

263741            Ilmu Administrasi Negara                             60

263845            Ilmu Hubungan Internasional                      60

263942            Ilmu Kesejahteraan Sosial                              40

264044            Ilmu Pemerintahan                                           60

263547            Antropologi Sosial                                            40

264543            Ilmu Administrasi Niaga                               60

268146            Sastra Indonesia                                                50

268243            Sastra Daerah (Sunda)                                    50

263443            Ilmu Sejarah                                                        50

268541            Sastra Inggris                                                     200

268645            Sastra Perancis                                                  50

268444            Sastra Jepang                                                      200

268846            Sastra Rusia                                                        50

268742            Sastra Jerman                                                     50

268347            Sastra Arab                                                         50

263644            Ilmu Komunikasi (Bandung)                         150

263646            Ilmu Komunikasi (Jatinangor)                      160

264446      Ilmu Perpustakaan                                50

Sumber : dari berbagai sumber 2009

PANDUAN PERGURUAN TINGGI 2010

September 24, 2009

* Dipersembahkan untuk almamater tercinta SMA Negeri 8 Jakarta pada acara Pameran Pendidikan 2009

KATA PENGANTAR

Berikut cuplikan puisi dari penyair terkenal Amerika Douglas Malloch (The best loved poems of the American people, 1936) yang mungkin dapat menjadi inspirasi : ”If you can’t be a pine on the top of the hill. Be a scrub in the valley, but be the best little scrub by side of the hill. Be a bush, if you can’t be a bush, be a bit of the grass. And some highway happier make.If you can’t be highway, then just be a trail. If you can’t be the sun, be a star. It isn’t by size that you win or you fail. Be the best of whatever you are.

…… Bukan besarnya yang mengukur Anda kalah atau menang. Apa pun dirimu jadilah yang terbaik.

Bayangkan, dari SD sudah  berkeinginan menjadi yang terbaik, maka masuklah SMP Unggulan, setelah itu SMA Negeri 8 Jakarta menjadi terget. Setelah menjadi siswa di SMA Negeri 8 Jakarta, maka ;  UI, ITB, Nanyang Technological University, bahkan Tokyo University menjadi tujuan para siswa. Hidup adalah proses, pencapaian terhadap sesuatu bukan akhir dari kehidupan, justru awal bagi pemberian warna kehidupan selanjutnya.

Jalan telah terbentang, keinginan selalu menjadi yang terbaik, komitmen untuk menjadi pemenang, usaha maksimal dan dukungan keluarga akan mewujudkan itu semua.  SMA Neferi 8 Jakarta hanyalah halte kecil pada perjalan sebuah bus.  Terminallah nantinya yang akan para siswa cari. Menjadi apa kelak, akan berbuat apa terhadap hidup ini atau sesukses apa hidup, dimulai dari mana kita akan berkuliah.

Perguruan Tinggi adalah salah satu sarana untuk mewujudkan itu semua. Perjuangankan, raih dan buktikan bahwa  kalian memang yang terbaik. Acara Pameran Pendidikan ini diharapkan mampu memberi pandangan lebih luas tentang dunia perkuliahan. Agar para siswa dapat kuliah di tempat terbaik sesuai dengan minat dan kemampuan. Semoga saja.

Penyusun

SEBAGAI BAHAN RENUNGKAN

UNTUK ANGKATAN 2010

Ternyata ada hal-hal yang perlu diketahui siswa SMA Negeri 8 Jakarta, tentang Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2009. Banyak fakta yang mungkin membuat kita harus berpikir lebih arif.

Ternyata :

  1. Siswa SMA Negeri 8 Jakarta yang berhasil Masuk UI, paling besar melaui SIMAK UI, walau ujiannya pertama sekali buat angkatan 2009 ternyata malah dari jalur inilah siswa SMA Negeri 8 Jakarta mampu membuat pesaing-pesaing SMA Negerl 8 Jakarta berpikir ulang buat mengalahkan SMAN Negeri 8. Jalur Simak SMA Negeri 8 Jakarta mendapat tempat duduk sebanyak :  137 Siswa
  2. Jalur UMB sebagia Ujian jalur berikutnya, ternyata siswa SMA Negeri 8 Jakarta hanya menyumbangkan :  47 Siswa
  3. Jalur SNMPTN sebagi jalur terakhir, ternyata siswa SMA Negeri 8 Jakarta mendapatkan tempat duduk sebanyak : 19 siswa
  4. Bandingkan dengan ITB. Melaluai Jalur USM di daerah (USM 1) yang pelaksanaannya kurang dari sebulan setelah SIMAK UI, ternyata siswa SMA Negeri 8 Jakarta mampu memdapatkan tempat duduk sebanyak : 97
  5. USM II atau Terpusat di Kota Bandung siswa SMA Negeri 8 Jakarta mampu mendapatkan tempat duduk sebanyak :  75 siswa
  6. Jalur terakhir yaitu SNMPTN, ada sebanyak : 14  siswa

Jadi buat siswa SMA Negeri 8 Jakarta, Ujian Perguruan Tinggi makin cepat, justru makin mudah ditembus. Hal ini salah satunya adalah tipikal anak SMA Negeri 8 Jakarta yang pola belajarnya akan naik drastis baik dari sisi kualitas mau pun kuantitas., Jadi tidakperlu takut dengan Ujian Perguruan Tinggi manapun dan kapan pun.

Data per 25 Agustus jumlah siswa yang berhasil masuk perguruan tinggi adalah : 97.49 % atau 389 siswa dari 399 siswa angkatan 2008-2009. Perjuang dimulai hari ini. Jangan tunda esok atau esok-esok aja, hehehehehe. Kalau 2009 bisa, 2010 harus lebih mampu.

Merencanakan Pendidikan Masa depan

Berarti Merencanakan Kebahagian Masa Depan

Masa kelas XI telah berakhir, banyak kenangan yang telah terlewati. Dari kenangan indah hingga kenangan yang mungkin mengharu biru. Dapat kekasih, dapat nilai mid semester bagus, dan tentunya naik kelas. Di sisi lain mungkin saja, kehilangan HP, terlambat masuk sekolah sehingga orang tua harus dipanggil, bahkan hingga ketahun menyontek. Semuanya tetap menjadi kenangan indah kelas XI.

Kelas XI tetap harus dilewati karena tidak selamanya menjadi  siswa kelas XI terus. Siswa akan memasuki masa perjuangan sesungguhnya. Kelas X dan XI amat menentukan perjuangan siswa selanjutnya. Jika siswa telah terbiasa berjuang keras, membangun kompetisi yang sehat, menetapkan pilihan perkuliahan, maka akan lebih mudah menghadapi dan mengisi hari-hari di kelas XII. Kemampuan dasar akademis ditanamkan di kelas X dan XI, kelas XII berupa pengulangan dan penguatan. Penambahan materi dl kelas XII sedikit sekali.

SMA Negeri 8 Jakarta sebagai sebuah sekolah unggulan nasional, mempunyai sebuah formulasi untuk membuat siswanya dapat berhasil mencapai cita-cita. Cita-cita yang paling dekat adalah berkuliah di Perguruan Tinggi sesuai dengan minat dan kemampuan.

Tulisan ini kami sampaikan sebagai gambaran kegiatan siswa kelas XII saat menjalani hari-hari di sekolah dan kegiatan luar sekolah, sehingga siswa mampu untuk mewujudkan cita-citanya. Tulisan ini didasarkan pada pengalaman menjadi guru Bimbingan Konseling di SMA Negri 8 Jakarta. Sehingga mungkin saja yang kami tuliskan tidak sesuai dengan kenyataan setiap individu. Minimal para siswa mendapatkan gambaran  tentang persiapan kakak-kakak mereka di tahun lalu dalam mewujudkan cita-citanya.

Sebenarnya ada 4 aspek yang akan kami bicarakan, yaitu siswa, guru, bimbingan tes/belajar dan orang tua. Tetapi kami akan lebih banyak membicarakan 3 aspek, yaitu siswa, bimbingan belajar/tes dan orang tua. Bukan mengecilkan arti peran guru, tetapi lebih kearah penghormatan kepada guru, yang telah berjuang menanamkan pondasi keilmuan, dan selalu dilupakan saat siswa diterima di Perguruan Tinggi. Siswa dan orang tua hanya akan mengingat Bimbingan Belajar/tes yang telah mengantarkan siswa mampu berjuang dalam ujian masuk perguruan tinggi.  Kewajiban guru hanya mempersiapkan siswa  mampu menghadapi ujian nasional. Tetapi terkadang menjadi lucu ketika siswa gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi, justru guru yang dipersalahkan. Terkadang siswa juga kurang menghargai guru ketika mendekati masa-masa ujian masuk perguruan tinggi, dengan seenaknya siswa meninggalkan kelas  menuju bimbingan belajar. Guru akan tetap bersemangat mengajar para siswa yang tersisa di kelas dengan semangat dan senyum. Guru SMA Negeri 8 Jakarta akan tetap berdoa untuk kebaikan anak didik.

SISWA

Tiga tahun yang lalu para calon siswa datang ke SMA Negeri 8 Jakarta dengan semangat yang amat tinggi, mewujudkan cita-cita, bukan hanya dapat masuk ke SMA Negeri 8 Jakarta, tetapi berkompetisi dengan para siswa terbaik se-Jakarta, juga tetap dalam jalur  yang benar, menuju universitas pilihan. SMA Negeri 8 Jakarta selalu menjadi pilihan siswa SMP, sehingga rata-rata nilai masuk menjadi tinggi. Tahun lalu saja sudah mencapai angka rata-rata 9,3. Nuan SMP tertinggi DKI dapat dipastikan selalu menjadi siswa SMA Negeri 8 Jakarta. Sehingga dapat dipastikan, siswa SMA Negeri 8 Jakarta adalah sekumpulan anak terbaik di DKI Jakarta. Sebuah beban berat yang harus dipikul para guru. Mendidik anak pandai, justru tidak semudah mendidik anak dengan kemampuan rata-rata. Argumentasi dan logika menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam pengajaran di SMA Negeri 8 Jakarta. “Kenapa demikian, Pak?”. Atau,”Bukannya ……., Bu ?”.

Di SMA Negeri 8 Jakarta, posisi kemampuan siswa  akan terlihat dari 3-4 bulan  pertama di sekolah. Ada siswa yang langsung mampu beradaptasi, ada yang tidak peduli, atau ada juga yang sudan berteriak akan ketidak nyamanan. Siswa yang dari asal SMP telah menikmati kompetisi secara baik akan terus mampu menikmati pembelajaran, tetapi yang “karbitan” akan mulai tersengal-sengal. Akan lebih parah terhadap siswa yang hanya mampu mempunyai nilai baik saat UJIAN NASIONAL saja.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan siswa menuju Perguruan Tinggi, yaitu :

  • Tentukan Pilihan Cita-cita, Jurusan dan Perguruan Tinggi
  • Ubah mental dan pola belajar
  • Selalu mengevaluasi kemajuan dan kekurangan
  • Menjaga komitmen

Tentukan Pilihan Cita-cita, Jurusan dan Perguruan Tinggi

Cita-cita, jurusan dan Perguruan Tinggi merupakan awal dan roh perjuangan siswa. Kalau hanya lulus dari SMA Negeri 8 Jakarta, jangan melanjutkan membaca tulisan ini. Banyak siswa bahkan sampai kelas XII semester genap belum tahu mau jadi apa, akhirnya semua ujian  masuk perguruan tinggi dicobanya. Hasilnya bisa ditebak.  Beberapa anak akan mengikuti profesi bapak atau ibunya, beberapa anak terinspirasi paman atau kakaknya, tetapi banyak juga yang dipaksa orang tuanya. Kebijakan orang tua melihat potensi dan kemampuan siswa, serta kemauan siswa untuk mendapatkan yang terbaik justru akan menjadi kekuatan yang berlimpah dan kontinyu.

Terkadang cita-cita masa kecil akan berubah dengan perubahan masa usia, level sekolah dan bahkan tingkat hubungan dengan orang sekitar. Ada siswa yang dari kecil ingin menjadi dokter, keluarga di rumah memang lulusan kedokteran, akan berubah saat bertemu dengan orang tua siswa lain yang berhasil di Pemerintahan misalnya. Atau akan berbeda juga ketika seorang anak menentang orang tuanya karena tidak mau menjadi ABRI  atau birokrat hanya karena melihat tanyangan kekerasan saat demonstrasi.

Tetapi yang paling nyata terlihat adalah sesbuah kondisi keberhasilan  hidup yang selalu ditilai dengan “kemampanan”. Orang tua akan amat berbahagia, apabila anaknya bisa masuk ke Pendidikan Dokter. Seakan telah memenangkan perjuangan hidup. Menjadi dokter adalah pilihan hampir 80% siswa dan oran tua. Selain masa depan yang pasti dokter juga masih merupakan profesi terhormat dan “kaum terdidik”.

Banyak hal yang membuat orang menentukan sebuah cita-cita, dan yakini cita-cita adalah sebuah proses  pemilihan dan bahkan menentukan pilihan hidup seseorang. Karena sebuah proses, maka seseorang akan menentukan sebaik mungkin. Bukan secepat mungkin, bukan kata “si A”, bukan karena tidak enak dengan “si B” atau lainnya.

Ada pun faktor-faktor yang menyebabkan “pendewasaan” cita-cita adalah :

  1. Pendidikan Orang tua dan sikap hidupnya
  2. Informasi dari keluarga, guru atau rekan di sekolah
  3. Perguruan Tinggi
  4. Dunia kerja
  5. Lain-lain

Orang tua bisa saja menjadi faktor yang menyulitkan siswa, dalam menentukan pilihan perguruan tinggi saat pemilihan jurusan atau fakultas. Sebagian orang tua yang selalu memantau perkembanganya anaknya, tahu akan nilai-nilai rapor, sering berbicara tentang masa depan, diskusi yang acap kali terjadi di meja makan malam atau mendampingi anak untuk datang ke Pameran Pendidikan akan lebih terbuka akan pilihan-pilihan. Berbahagialah para siswa yang mempunyai orang tua yang mendukung cita-citanya, minimal satu kendala telah teratasi. Bayangkan beban siswa akan bertambah ketika harus mempersiapkan bahan ujian, stress dengan kompetitor di sekolah, bahkan tertekan dengan nilai-nilai Try Out yang tidak naik-naik.

Orang tua yang mempunyai pandangan terbuka, dimana para siswa diperkenankan memilih untuk hidupnya. Tidak kaget oleh pilihan siswa yang berbeda, atau malah menjadi teman dalam memilih jurusan atau fakultas, wah berbahagia sekali. Ketika ada sedikit perbedaan, maka para siswa akan mencari sumber lain untuk “meridhoi” pilihannya sendiri. Bisa keluarga, guru atau teman.  Alangkan bagusnya jika informasi yang diperoleh adalah gabungan dari ketiganya. Karena ketiganya punya kekurangan dan akan saling mengisi.

Tentunya jika anak diberikan perangkat teknologi akan lebih baik lagi. Di dunia maya tersedia banyak informasi terkini. Situs perguruan tinggi mudah diakses. Siswa yang ikut milis beasiswa atau milis pendidikan akan lebih berhasil daripada siswa yang terlalu “jadul dan gatek”.. Apalagi belakangan ini banyak mahasiswa atau siswa sering bertukar informasi dan pengalaman menghadapi Ujian seleksi masuk perguruan tinggi, melalui blog bahkan facebook.

Tiap hari Sabtu dan Minggu, beberapa siswa kelas XI mulai rajin melihat surat kabar untuk mengetahui lapangan kerja, mereka ingin mendapatkan informasi kebutuhan pasar. Beberapa bidang pekerjaan memang tidak diiklankan, tetapi minimal siswa tahu. Jurusan dan Fakutas apa yang sedang trend.

Ubah mental dan pola belajar

Ini bagian kedua yang terpenting. Ketika siswa telah menentukan cita-cita atau pilihan  ini, maka target telah terpilih. Saya selalu meminta para siswa untuk punya target berisi dua hal, target jurusan dan target fakultas/PTN-nya. Jika siswa memilih Pendidikan Dokter, maka PTN bisa di UI atau di tempat lain. Tetapi jika memilih UI lebih dahulu, maka siswa akan hanya mempunyai pilihan sekitar 38 jurusan yang ada di UI.

Kalimat saya kepada siswa yang kedua adalah ubah mental dan pola belajar. Target naik kelas berubah menjadi diterima di perguruan tinggi. Naik kelas, lulus dari sekolah adalah dua hal dengan metode ujian yang sama. Keduanya menggunakan pola ujian EVALUASI. Sementara diterima di PTN menggunakan pola ujian SELEKSI. Pola evaluasi akan lebih mudah dilalui, karena semua soal yang diujikan pasti telah dipelajari dan dilatih. Patokan nilai kelulusan jelas sekali, sehingga siswa berpikir untuk lulus dengan berapa soal harus dijawab dengan benar. Pola evaluasi dilakukan untuk mengakhiri sebuah kegiatan belajar mengajar.

Pola seleksi, dilakukan oleh lembaga pendidikan di luar lembaga yang memberi pembelajaran. Walau pun ada standar nilai terendah untuk dapat ikut seleksi kelulusan ada, tetapi sesungguhnya batas kelulusan bukan nilai mutlak, tetapi lebih kearah jumlah daya tampung yang tersedia. Daya tampung menjadi faktor pembatas.

Satu sikap mental yang paling utama harus ada dari kondisi ini adalah : mental Kompetisi. Ujian masuk perguruan tinggi adalah ajang kompetisi. Siswa yang terbiasa berkompetisi pasti akan mencari nilai terbaik, dan hanya siswa yang mempuyai kompetensi yang baik di semua mata uji, yang dapat diterima di Perguruan Tinggi.

Sebuah keberhasilan ada di puncak pertarungan dan di bawahnya ada ribuan tumpukan kegagalan. Selama ini orang hanya melihat sebuah keberhasilan, tidak melihat prose hal itu terjadi, ribuan kegagalan pasti menyertai. Oleh karenanya Konsistensi adalah sikap mental kedua yang harus dipunyai siswa.

Sikap mental ketiga yang menurut saya menjadi besar maknanya ketika siswa sudah mempunyai dua hal tadi, yaitu mental Keberhasilan. Selalu ada dalam percakapan di ruang Bimbingan Konseling kalimat-kalimat kegagalan. “Pak, kira-kira saya lulus tidak, ya ?”. “Pak, saya tidak yakin lulus.” Padahal kalimat yang bagus akan lebih baik hasilnya. “Pak saya perlu doa dari Bapak, agar saya bertambah yakin dapat diterima di ITB.” “Kira-kira apalagi Pak, yang saya harus lakukan agar Allah meridhoi Ujian saya kemaren ?”.

Ada ungkapan bijak yang selalu menjadi rujukan agar kita mempersiapkan sebuah pertarungan yang baik, jangan pernah melakukan sebuah pertempuran yang kita yakini tidak akan pernah memenanginya. Hal ini menunjukkan kepada kita untuk mempersiapkan semua pertempuran dengan persiapan matang. Salah satu hal yang selama ini perlu diperhatikan siswa adalah mengubah pola belajar.

Pola belajar adalah bentuk dan metode belajar yang sehari-hari dilakukan. Tanpa sadar siswa telah membentuk polanya masing-masing. Tetapi kalau kita lihat sebenarnya bisa dibagi menjadi dua bagian besar. Siswa yang rajin belajar dan siswa yang tidak rajin. Untuk siswa yang mempunyai kemampuan di atas rata-rata dua metode ini masih mempunyai dampak yang baik, tetapi buat siswa yang di bawah rata-rata, maka hanya pilihan yang rajin belajar saja yang mampu meningkatkan kompetisi siswa. Rajin atau tidaknya siswa belajar, ternyata dipengaruhi banyak faktor. Tetapi jika siswa telah memiliki pilihan hidupnya, dukungan orang tua dan lingkungan, serta keinginan yang ingin berhasil dan hidup mandiri kelak, maka hal ini akan memperkuat pilihan kepada pilihan siswa rajin belajar.

Di masa lalu orang tua kita selalu mengatakan belajarlah secara teratur  dua jam setelah sholat maghrib, sehingga bisa tidur di jam 21.00. Sekarang dengan kemajuan teknologi, kompetisi untuk mencapai yang terbaik, banyak siswa mengubah pola tersebut. Bukan lamanya waktu yang menjadu target, tetapi berapa halaman, berapa soal dan berapa banyak “hal” yang kita dapat. Kalau kita menghitung-hitung waktu belajar siswa, mulai dari era 80-an, amat berbeda sekali. Era 80-an, mulai timbul banyak bimbingan belajar. Sehingga siwa, sepulang sekolah langsung menuju bimbingan belajar. Hingga saat ini pola itu berjalan. Jam 07.00 – 15.30 siswa berada di sekolah, pukul 17.00 – 21.00 siswa ada dibimbingan belajar, 22.00 sampai rumah dan tertidur. Bahkan beberapa anak, karena masih merasa kurang, jam 04.00 sudah bangun dan belajar kembali untuk menghadapi pelajaran sekolah hari itu.

Siswa yang selama belajar di rumah menggunakan pola bukan hanya membaca atau menghapal teori, tetapi juga melakukan latihan, tentunya akan mempunyai keberhasilan tinggi. Siswa dengan pola ini telah menggunakan pola pembelajaran yang benar. Belajar bukan hanya membaca, terus selesai. Melakukan latihan adalah proses yang harus terjadi jika ingin belajar menjadi hal yang berguna. Evaluasi harus dilakukan.

Selalu mengevaluasi kemajuan dan kekurangan

Setelah melakukan proses pembelajaran, baik di sekolah, di bimbingan atau di rumah, siswa telampau sulit untuk sedikit mempunyai waktu menilai pembelajaran yang telah dilakukan. Selama ini proses pengukuran hasil belajar hanya dilakukan dengan ketercapaian nilai. ”Alhamdulillah nilai saya 75.” Evaluasi pembelajaran yang baik bukan hanya kemajuan mendapatkan nilai, tetapi juga kepada kegagalan mendapatkan nilai pada poin atau bagian lain. Belajarlah dari kesalahan. Itu kalimat bijak sekali.

Setiap habis try out, saya selalu bertanya : apa saja yang salah ? Buatlah daftar ketidakmampuan kamu, itulah kekurangan kalian. Ternyata dari 25 soal Matematika Dasar,  saya tidak mampu mengerjakan Persamaan Linier, Fungsi Turunan, bahkan Probabilitas. Atau : dari semua soal tenses, saya hanya menjawab dengan benar 2 buah soal. Buat daftar kekurangan atau ketidak mampuan tersebut. Tempelkan di dinding dekat meja belajar. Tempelkan pula nilai try out atau nilai tes dari latihan di sekolah atau bimbingan belajar.

Hal ini akan membuat para siswa semakin sadar, dimana ketidak mampuannya, dimana kemampuannya. Hal ini penting, karena siswa lain boleh jadi tidak mengevaluasi dirinya. Ini akan lebih berguna ketika para siswa mulai tahu standar minimal untuk masuk ke Jurusan atau Fakultas di PTN tertentu. Camkanlah, seorang siswa yang tahu akan kekurangannya, dia akan belajar dan akan terus belajar. Tetapi seorang siswa yang tahu akan kemampuannya, dia akan merasa mampu, boleh jadi tidak mau meningkatkan kemampuannya.

Menjaga komitmen

Masa kelas XII, merupakan masa yang krusial. Ada siswa yang makin mantap dengan pilihannya, ada yang mulai ragu, tetapi yang lebih parah ketika ada siswa yang tidak mau berubah menjadi baik. Masih ingin main, kongkow-konngkow, dugem dan sejenisnya. Kelas XII masa yang menentukan. Salah mengambul sikap, maka menyesalnya berkepanjangan. Masa libur panjang kenaikan kelas XI ke kelas XII manfaatkan sebaik mungkin. Kelas XII nanti, jangan pernah berpikir untuk libur terus. Pertempuran di kelas XII. Senapan harus terisi terus dengan peluru. Kesiapan mental dan stamina akan amat menentukan.

Ada juga faktor penggoda. Mau cari kekasihlah, putus pacar, dimarahin orang tua, dihukum guru dan bahkan ada siswa yang karena merasa sudah paling tua di sekolah, menunjukkan bakat ”asli terpendam”. Tidak disiplin, rajin menyontek dan bahkan menghilang dari sekolah, bolos. Padahal kalau siswa hadir dan mengikuti semua kegiatan, dia akan tahu apa yang harus diperbaiki agar lebih berkompeten dari siswa lain. Harus diingat, belajar yang ada kompetitornya akan lebih baik ketimbang belajar mandiri tanpa kompetitor.

Komitmen yang tinggi untuk berhasil di semua ujian, akan membuat para siswa mempersiapkan lebih baik, tidak tergoda, dan bahkan tidak akan mengubah pilihan secara dadakan dan tanpa pemikiran matang.

BIMBINGAN BELAJAR/BIMBINGAN TES

Ketika tempat duduk di Perguruan Tinggi  menjadi lebih sedikit dari yang berminat, maka perlu diadakan seleksi. Awalnya, faktor pembatas adalah biaya dan kemampuan akademik. Banyak siswa yang pintar tidak mampu bersekolah karena ketidak adaan biaya. Rasanya sekarang ini faktor biaya bukan hal yang utama.  Pihak Perguruan Tinggi akhirnya menggunakan pola seleksi yang ketat, dari SKALU (Sekretariat Kerjasama Antar Lima Universitas), Proyek Perintis (PP 1, 2, 3 dan 4) dikenal juga sebagai SKASU (Sekretariat Kerjasama Antar Sepuluh Universitas), berubah menjadi SIPENMARU (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru), berubah lagi menjadi UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tingi Negeri), berubah lagi menjadi SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru), hingga akhirnya menjadi SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri) sekarang ini. Sebenarnya ada dua faktor yang menyebabkan sedemikian pentingnya kuliah di perguruan tinggi negeri, Prestise dan Prestasi. Kebanggan berkuliah di PTN sedemikian tinggi, dan itu merupakan prestasi, sementara dari sisi biaya relatif masih lebih murah dari PTS. Bayangkan saja, daya tampung beberapa juruasan jika dibandingkan peminatnya bisa mencapai 1 : 200-an.

Kondisi ini tentunya membuat keyakinan para siswa semakin terganggu. Untuk mendapatkan tempat duduk tersebut siswa harus berjuang menjadi yang terbaik dalam Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Tahun 80-an ketika ketimpangan daya tampung dan peminat menjadi sedemikian tinggi, timbullah kebutuhan akan lembaga pendidikan tambahan selain di sekolah. Siki Mulyono, Santa Lusia, BTA, Teknos, Nurul Fikir, Santo Lukas, KSM, IPIEMS, SSC, GO mulai menghiasi jalan-jalan ibukota. Metode mereka pada dasarnya sama, memperkuat pondasi materi, memperbanyak latihan, meningkatkan mental dan tentunya konseling yang berkesinambungan. Pertengahan tahun 90-an, booming bimbingan belajar sedemikian tingginya. Bahkan bisa dikatakan hampir 100% siswa di PTN adalah produk bimbingan belajar.

Mendekati tahun 2000 hingga sekarang ini, bimbingan belajar lebih banyak variasi dan metodenya. Membuat siswa nyaman belajar dengan hasil maksimal. Hal ini mungkin yang berbeda dengan sekolah. Sekolah seakan hanya menjadi peletak pondasi awal, dan bimbingan pelajar yang mengajarkan cara menembak 12 pass atau pinalti. Sehingga sering yang mendapat nama adalah : Bimbingan Belajar.

Pertanyaan yang mendasar : Perlukah bimbingan belajar ?  Jawabannya adalah  perlu. Bimbingan belajar sebuah lembaga pendidikan yang memang bertujuan membantu siswa agar dapat lulus dalam ujian masuk perguruan tinggi. Seluk beluk tes, model ujian, variasi soal, cara menjawab soal, trik dan tips khusus menghadapi ujian hingga persiapan mental, menjadi bekal berharga buat siswa. Apalagi sekarang banyak bimbingan belajar yang juga menggunakan teknologi. Bukan hanya buku, materi via internet online menjadi bagian dari layanan.

Pertanyaan kedua : Bimbingan belajar yang terbaik ? Datanglah ke Bimbingan Belajar, cari tahu tentang layanan mereka, hasil mereka dan tentunya bicaralah dengan alumni bimbingan tersebut. Selama ini eksposnya selalu bagus. Bimbingan Belajar punya kurikulum ? Harus itu. Kalau tanpa kurikulum bagaimana menentukan tingkat pemahaman dan ketercapaian siswa. Jangan sampai siswa hanya diberikan harapan dan impian. Inti dari mengikuti bimbingan belajar adalah kebutuhan kita dilayani dengan baik. Untuk mengetahui standar terbaik bimbingan belajar, coba kita lihat beberapa hal :

  • Diterima di mana alumni bimbingan belajar tersebut (coba dapatkan nomor yang bisa dihubungi untuk membuktikannya, kalau dapat bisa ngobrol tentang baik buruknya bimbingan tersebut).
  • Staf pengajar lulusan dari mana saja, biasanya pemgajar lulusan PTN akan tahu tentang dunia PTN,bukan hanya cerita. Berikutnya, mereka pernah merasakan tes yang sama, stress yang sama dan tentunya bisa berbagi pengalaman
  • Metode pengajaran, berhubungan dengan jumlah siswa per kelas, jadwal pengajaran, materi yang diberikan, perangkat pembelajaran, ketersediaan guru di tempat, hingga model evaluasi. Evaluasi menjadi penting, apalagi jika daftar nilai siswa diumumkan dan disampaikan ke orang tua. Jumlah siswa per kelas pun menjadi bagian penting juga. Bayangkan ketika siswa di sekolah telah bertemu dengan 39 siswa lain dalam kelas, akan semakin tidak nyaman, dalam kondisi capai harus belajar dengan siswa yang sebanyak itu pula.
  • Jarak bimbingan belajar dan biaya, rasanya tidak terlalu menjadi masalah. Tetapi dengan lalu lintas jakarta yang sukar diprediksi, jarak bisa menjadi kendala. Sebagian siswa yang jauh terpaksa harus kost mendekati sekolah dan bimbingan belajar.

Yang perlu diingat, Bimbingan Belajar hanyalah memperbesar kemungkinan siswa diterima di Peguruan Tinggi.

ORANG TUA

Peran orang tua akan semakin penting seiring dengan berjalannya waktu. Masa kelas XII, orang tua dituntut untuk semakin mengetahui seluk beluk kebutuhan siswa. Kebutuhan siswa untuk dapat bersaing secara benar akan terlihat dari perjalanan keseharian siswa. Keperluan alat sekolah, buku-buku, alat tulis, bahkan meja jalan dan penggaris jawaban, penghapus khusus pensil 2B, peraut pensil dan tentunya tempat pensil. Siswa putra mungkin dulu agak malu membawa tempat pensil, rasanya sekarang menjadi hal yang biasa.

Orang tua harus mengevaluasi kemajuan dan kekurangan siswa selama ini. Nilai rapor dan undangan guru bk adalah salah satu indikator ada yang tidak sesuai dengan harapan. Beberapa orang tua dengan senang hati berkunjung ke sekolah untuk bertemu wali kelas, guru bidang mata pelajaran dan bahkan guru bimbingan konseling. Orang tua bukan menitipkan anak ke sekolah, tetapi menyerahkan sebagian kewenangan pendidikan kepada guru. Sehingga untuk hadir ke sekolah adalah hal yang wajar. Menanyakan perkembangan dan bakat anak serta minat merupakan hal yang harus didiskusikan. Beberapa anak lebih terbuka kepada wali kelas atau guru bimbingan konseling. Biasanya guru akan berusaha menjadi jembatan ketika ada persoalan-persoalan di keseharian siswa. Secara hitungan waktu, siswa lebih panjang waktunya berada di sekolah, tetunya ini membuat guru lebih tahu secara detail kondisi siswa di bidang akademik.

Orang tua juga bisa menanyakan perkembangan akademik anak kepada tempat anak mengikuti bimbingan belajar. Masalah kehadiran, pemahaman materi, hasil uji/tes, bahkan kesulitan-kesulitan lain. Jangan sampai anak mengikuti bimbingan belajar hanya sebagai tren, ikut-ikutan. Ada anak-anak yang mungkin tidak memerlukan bimbingan belajar/tes. Mengikuti bimbingan belajar bukan keharusan. Satu hal yang harus dicamkan, bahwa mengikuti bimbingan belajar hanyalah memperbesar kemungkinan seorang dapat diterima di Perguruan Tinggi. Dan bisa saja bimbingan belajar menjadi tidak berguna ketika siswa tidak mampu memanfaatkannya secara maksimal. Bayangkan bimbingan belajar biasanya diadakan 2 kali seminggu, sepulang sekolah. Waktunya hingga pukul 21.00. Kondisi lelah dari sekolah, membutuhkan stamina yang lebih. Boleh jadi konsentrasi siswa terganggu, terlalu lelah atau juga karena gangguan persekawanan. Solusinya manfaatkan tenaga untuk hal-hal yang berguna di sekolah dan cari bimbingan yang tidak terlalu banyak dari sekolah yang sama, bisa diatur waktunya atau lokasinya.

Tanggung jawab memang harus mulai diberikan kepada para siswa. Tetapi tetap orang tua harus memonitor perkembangan akademik, kegiatan siswa dan mungkin hubungan sosial. Beberapa tahun terakhir banyak siswa yang tidak hadir ke sekolah karena sibuk game online di warnet. Siswa bukan sepenuhnya diserahkan ke sopir atau ibu. Beban tanggung jawab yang tinggi, lulus dari sekolah dan diterima di Perguruan Tinggi, menuntut perjuangan dan perhatian lebih. Sesekali bersama anak, berkunjung ke perguruan tinggi akan membawa hasil yang positif. Bisa juga mengajak anak untuk datang ke kantor dan bertemu dengan rekan-rekan sejawat yang mempuyai keahlian khusus, biarkan mereka mengobrol dan berdiskusi tentang sesuatu. Yang paling mudah, bersama-sama berselancar di dunia maya. Banyak sekali informasi pendidikan yang tersebar di dunia maya.

Bibit yang baik akan  berbuah dengan hasil yang baik karena perawatan, jangan sampai bibit tidak sampai menjadi buah. Saya lebih suka orang tua marah karena pusing mendapatkan putranya diterima di banyak perguruan tinggi, daripada orang tua yang marah karena putranya ditolak di semua perguruan tinggi.

Beberapa pesan untuk kelas XII

Beberapa anak datang saat saya sedang istirahat di ruang BK Sabtu kemaren. Biasalah obrolan seorang murid dengan gurunya. Silih berganti, hingga pukul 13.30, saya menghadapi 7 siswa dan 4 pasang orang tua siswa. Banyak hal yang saya dapatkan dari pembicaraan tersebut. Tetapi yang paling perlu mendapat perhatian lebih adalah kesiapan para siswa terhadap Ujian Perguruan Tinggi.

Tahun ini memang beberapa perguruan tinggi mengubah skema Ujian. UI sebagai salah satu PTN favorit mencuri start lebih awal. Memang sich ITB melakukan penjualan formulir lebih awal tetapi UI membalap di tikungan. Dengan hanya sekali ujian untuk dapat diterima pada semua program-program yang ditawarkan (yang pada  tahun lalu, setiap program berbeda waktu ujiannya), maka membuat UI menjadi sebuah pilihan yang sulit. Tahun lalu, para siswa menjadikan UI sebagai cadangan, kecuali untuk beberapa pilihan jurusan, Pendidikan Dokter, Akuntansi dan Komunikasi.

Jadwal tahun lalu USM ITB ujian pertama kali, setelah itu UM UGM, UMB UI, dan selanjutnya ada UM UNDIP dan SMUP UNPAD, serta terakhir SNMPTN. Faktor pengumuman ujian dan memenuhi kewajiban administrasi menjadi kendala di tahun lalu. Tetapi tetap saja siswa masih nyaman, karena prioritas anak masih terkondisi dengan baik. Ujian pertama tahun ini, SIMAK UI, menurut pengamatan saya, telah membuat konsentrasi siswa terganggu. Apalagi dengan pengumuman hasil ujian yang ditetapkan. Persoalan akan menjadi krusial jika anak yang memang berniat ke UI tidak lulus, sementara anak yang tidak terlalu berminat, lulus di Pendidikan Dokter padahal siswa tersebut juga mendaftar untuk masuk STEI ITB melalui USM. Siswa yang pertama akan berkonsentrasi di SNMPTN, atau dia akan “mengacau” mengganggu siswa lain dengan mengikuti ujian lain di PTN lain hanya untuk mendapatkan  jam terbang dalam menghadapi SNMPTN. Disisi lain, siswa yang kedua setelah diterima di Pendidikan Dokter UI, dia pun akan bimbang dalam mengikuti USM. Karena belum tentu dapat diterima di ITB. Positifnya siswa tersebut akan percaya diri mengikuti USM, tetapi akan bimbang di hari kedua setelah melihat soal USM ITB.

Meilihat kondisi ini, selalu yang terjadi adalah siswa dengan kemampuan lebih, tetap akan mendapatkan keuntungan. Selalu dalam kondisi yang kurang nyaman buat siswa yang berada di zona bawah atau pun rata-rata. Tulisan ini memang tidak untuk diberikan kepada siswa yang outstanding tetapi lebih kepada para siswa yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam rentang waktu sebulan ini. Saya yakin, kalian bisa mengelola diri dalam meningatkan kemampuan kalian. Program yang saya dedikasikan untuk kalian siswa SMA Negeri 8 Jakarta. Berfungsi maksimal jika keadaan normal. Jika ada kendala sedikit saja, maka kalian harus mengeksekusi persoalan dengan melihat skala prioritas.

Kondisi diri

Simak UI tanggal 1 Maret, berarti masih ada 37 hari lagi. Dalam  rentang waktu 30 hari ke depan kamu harus siap secara optimal, dari sisi nilai TRY OUT atau pun mental. Berapa nilai Try Out yang ada sekarang ? Tanyakan ke bimbingan belajar akan ada berapa Try Out, akan ada berapa tambahan, pokonya semua hal yang bisa meningkatkan “jam terbang” mengerjakan soal.

Materi Soal

Saya tidak bicara materi pelajaran. Itu sudah lewat, sekarang belajar dari soal tes atau soal uji coba. Beberapa siswa salah mengerti, mereka membagi minggu atas, minggu ini belajar fisika, minngu depan  matematika. Salah, salah dan salah. Nilai ujian PTN itu total semua nilai,  jadi harus mampu di semua soal.

Kumpulkan soal dari teman-teman beda bimbingan belajar, foto copy kerjakan  mandiri di rumah atau di sekolah. Buat kelompok pembahasan soal-soal tersebut. Belajar intensif di rumah teman yang kooperatif.

Kenyamanan

Beberapa siswa merasa tidak nyaman belajar di sekolah. Gurunya tidak hadir, ada tugas PR lah atau ada segudang persoalan di rumah yang mengganggu. Tetapi ada juga siswa yang justru mencari masalah, lebih banyak ke warnet nge-game, clubbing ”gaple”. Ada siswa yang “cabut” ke bimbingan dari pagi hingga malam. Itu hal yang biasa terjadi tiap tahunnya. Justru yang seharusnya ada, membuat nyaman pembelajaran di mana pun.

Dukungan pihak lain

Orang tua merupakan dukungan yang utama. Saya senang ketika ada orang tua yang rela menjaga anaknya belajar hingga larut, menyediakan makanan, bahkan membangunkan ananda untuk sholat tahajjud bersama. Guru di sekolah harus memberikan dukungan juga, tokh keberhasilan siswa juga kebanggaan para guru. Dukungan bukan dengan kata-kata, tetapi secara nurani dan secara fisik siswa merasakan kehadiran dukungan guru. Yang terakhir adalah dukungan teman. Berbagi ilmu, berbagi perhatian, berbagi pengingatan, bahkan berbagi makanan (?, hahahahhaa ).

Data

Harus didapatkan  data tahun lalu, Nilai Ambang Batas, Nilai Nasional, Passing Grade atau apa pun namanya. Nilai try out  teman, kemampuan diri sendiri berupa sebaran ketidak mampuan pada point-point soal. Anda gagal mengidentifikasi ketidak mampuan, maka sebenarnya anda telah gagal sebelum ujian. Belajar dari banyaknya ketidakmampuan, daripada belajar dari kemampuan.

Keyakinan

Yakini anda DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI.

Dipersembahkan untu almamater tercinta yang telah memberikan ilmu dan kedewasaan, SMA Negeri 8 Jakarta

Wangsa Jaya

wangsajaya01@gmail.com

www.wangsajaya.wordpress.com

www.wangsasman8.blodspot.com

LAPORAN AKHIR SMA NEGERI 8 JAKARTA

September 23, 2009

REKAPITULASI SEMENTARA

SISWA DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI

SMA NEGERI 8 JAKARTA

TAHUN PELAJARAN 2008-2009

Per Tanggal  23 September  2009

 ( 391 siswa atau 97.99% )

 

KELAS XII IPA A ( 38/38 = 100.00 % )

  1. ADI HUTOMO : Teknik Industri Universitas Gajah Mada, Teknik Industri Universitas Indoensia, FTI Institut Teknologi Bandung
  2. ANISSA PUTRIASARI : Ekonomi Akuntansi Universitas Gajah Mada, Akuntansi Universitas Indonesia
  3. ANNISA LARASATI : STEI Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
  4. ARYA JENAR PAMUNGKAS : FTI Institut Teknologi Bandung
  5. AUDY SARAH : Psikologi Unpad,  Pendidikan Dokter Unpad
  6. CINDY JESSICA : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
  7. CITRA NURUL DJAJANTI : SBM Institut Teknologi Bandung
  8. CLARISSA BUDIHARJO : SMBB Akuntansi IM Telkom, Administrasi Niaga Universitas Indonesia, Akuntasi Keuangan D3 Universitas Indonesia
  9. DEASTY DINI IMARA    : SITH Institut Teknologi Bandung
  10. DEWINTA ARIANI : Teknik Industri  Undip, FKM UIN, Psikologi UNS
  11. DINA SEPTIANI : Ilmu Komputer Universitas Gajah Mada
  12. DISTY GRAHISA : FTI Institut Teknologi Bandung
  13. ERVID MIFTAH : Teknik Kimia Undip, Teknik Industri Unibraw
  14. FACHRIL LUTHFI ROCHMAN: FTSL Institut Teknologi Bandung
  15. FARID AZIZ SALEH : SBM Institut Teknologi Bandung
  16. FAUZIAH AROFAH : Teknik Informatika IT Telkom, FMIPA Institut Teknologi Bandung
  17. FIRIA NESTIVIRANI : FTSL Institut Teknologi Bandung
  18. HARYO DWI PRABOWO  : FTTM Institut Teknologi Bandung, Arsitektur Interior UI
  19. IMAM TONGKU : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  20. JOHAN ADITYA MIKHAIL : Politeknik Negeri Jakarta
  21. KARINA KUSUMADEWI : Sastra Jepang Universitas Indonesia
  22. M. HASBI MAULANA : FTMD     Institut Teknologi Bandung
  23. MAHESSA RAMADHANA : CSC Nanyang Technological University Singapura, STEI Institut Teknologi Bandung
  24. MARIA GORETI : Pendidikan Dokter UNS
  25. MOHAMMAD RIZQI HAFIYYANDI : STEI Institut Teknologi Bandung, IEM Nanyang Technological University Singapura
  26. MUHAMMAD REZA : Asia Pacific University  Japan
  27. NADYA FEBRIYANTI : SBM Institut Teknologi Bandung
  28. NILA GITA CAHYANI : STEI Institut Teknologi Bandung,  Sistim Informasi Universitas Indonesia
  29. NISSIA ANANDA : Pendidikan Dokter Gigi  Universitas Indonesia
  30. QINTHARA DINUR RAHMAN  :  BSM, Teknik Sipil Unpar
  31. SHEILA DARA AISHA  :  Ilmu Komunikasi UI
  32. SITI ZAHRA AGHNIA  : Arsitektur Interior UI, Akuntansi Inter UIN
  33. VANYA WINONA : SBM Institut Teknologi Bandung
  34. VIONY ASTERLITA : Sistem Informasi  IT Binus, FMIPA Institut Teknologi Bandung
  35. WENA ANGGANA PRANIDIWYA : Desain Komunikasi Visual    IT Telkom, SAPPK Institut Teknologi Bandung, Teknik Pertanian Universitas Gajah Mada
  36. YOSEPHINE NINA : Pendidikan Dokter UNS
  37. YULINDO : Ilmu Komputer UI
  38. ZAHRA KHAIRIZA ANRI  : Teknik Telekomunikasi IT Telkom, Pendidikan Dokter UNS.  Pendidikan Dokter Gigi UI

 

KELAS XII IPA B ( 39/39 = 100.00% )

  1.  ADAM IRSYADDYRA : Teknik Telekomunikasi    IT Telkom, Pendidikan Dokter Unibraw
  2. ADINDA MUTIARA AYU : FMIPA Institut Teknologi Bandung, Gizi Kesehatan Universitas Brawijaya
  3. ADITYO BUDIARSO : Pendidikan Dokter  Universitas Indonesia
  4. AFIFAH PUTRI HANDAYANI    : Psikologi Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter UI
  5. AGHNIA BANAT ARMY : SBM  Institut Teknologi Bandung
  6. AIRIN ALDIANI  : Pendidikan Dokter Unibraw
  7. AISA PUTRI SEKARTAJI : FTSL  Institut Teknologi Bandung
  8. ANANDRA ACHMAD RINALDO SOROINDA :  Ilmu Komputer Universitas Indonesia,  Teknik Elektro        Universitas Gajah Mada, FMIPA Institut Teknologi Bandung
  9. ANDREW NUGRAHA  : FTSL Institut Teknologi Bandung, Akuntansi USU
  10. APRILIA TITISASRI : Kesehatan Masyarakat UI
  11. ARFIADHI NUGRATAMA : FTMB Institut Teknologi Bandung
  12. ARISMA CHAIRUL : Biologi UI, FTMD Institut Teknologi Bandung
  13. AVY RETNO HANDAYANI Pendidikan Dokter Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter Internasional Universitas Indonesia
  14. BENEDIKTA ATIKA PRASTYAMITA :  Bisnis School Prasetya Mulya, Arsitektur Interior UI
  15. BENNY JOHANES : STT TELKOM
  16. CHRISTIANA KARTIKA : FITB Institut Teknologi Bandung
  17. DYANI NABILA WIDYAPUTRI :  Farmasi Universitas Indonesia,  FARMASI Institut Teknologi Bandung
  18. FANNY ALDA PUTRI : Ilmu Hukum UI
  19. FATYA JUNISSA AZLIKA : Information Systems Binus Internasional, SBM Institut Teknologi Bandung, Akuntansi Universitas Indonesia
  20. FEBRY ARTHAMARLISA : Psikologi Universitas Yarsi
  21. FEDRIZ REVANISA : FTI Institut Teknologi Bandung
  22. FITRIA DEWI ASTARI: SITH  Institut Teknologi Bandung, Hubungan Internasional Unpad
  23. FURINAKA NARETA : FTSL Institut Teknologi Bandung, Hubungan Internasional Unpad
  24. HANS SANJAYA : Teknik Perminyakan Rusia
  25. KURNIATI : FTMB Institut Teknologi Bandung, Fisika Teknik Universitas Gajah Mada
  26. MEGA AYUSTARRY : Akuntansi Universitas Indonesia,  Akuntansi Universitas Diponegoro.
  27. MOHAMMAD FAJRIN AZIZ : Teknik Informatika ITS , Ilmu Komputer        Universitas Indonesia
  28. NADHILA DZIKRINA : APS, Asia Pacific University  Japan, Ekonomi Pembangunan Unpad
  29. NUR AMANAH RENILDA  : FTI Institut Teknologi Bandung, Teknik Kimia UI
  30. OVILIANI WIJAYANTI   : SBM Institut Teknologi Bandung,  Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  31. PANDU HERWANDONO : Manajemen UI
  32. PANDU WICAKSONO: Ilmu Komputer  Universitas Indonesia,
  33. PUTRI AMALIA : FITB Institut Teknologi Bandung
  34. RIA ARYANI HAYUNINGTYAS :  SBM   Institut Teknologi Bandung, Penddikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
  35. RUCHITA MIRZA : FITB Institut Teknologi Bandung, Manajemen Unpad
  36. RYAN FAISAL : BSM , Teknik Telekomunikasi IT Telkom , Teknik Informatika  UMN, Teknik Elektro  Universitas Diponegoro, FMIPA Institut Teknologi Bandung
  37. SALIK HAWARIY : Teknik Kimia Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter UI
  38. SATRIO DEWANTONO : Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Computer Science Binus Internasional, STEI Institut Teknologi Bandung
  39. TRI UTAMI PUTRI : FTI Institut Teknologi Bandung , Kesehatan Masyarakat UI

 

KELAS XII IPA C (37/40 = 92.50%)

  1. ADHIKA SURYA PEDDYANPUTRA : Teknik Informatika IT Telkom, IPC Asia Pacific University  Japan
  2. AMANDA DAVIANTI :  Gizi UI
  3. ARINI ASTARI  : FSRD   Institut Teknologi Bandung, Sistim Informasi UI
  4. ASTRID HANDARI : SBM Institut Teknologi Bandung
  5. AURA RACHMAWATI : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Trisakti, Pendidikan Dokter Universitas Yarsi
  6. BOY PRAWIRANEGARA : Hukum  Universitas Indonesia
  7. CHRISTY DWITA MARIANA : FTI Institut Teknologi Bandung,  Teknik Industri IT Binus, Psikologi Universitas Indonesia
  8. DERA HAFIYYAN S.S  : Teknik Elektro IT Telkom, Teknik Elektro Universitas Indonesia, STEI Institut Teknologi Bandung
  9. DESSY NURUL FITRI  : Psikologi
  10. DILLA APRILIA : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  11. EDIRZA ARDIANSYAH EDDIN : FTI       Institut Teknologi Bandung
  12. ELIZABETH SINTA :  Biologi UI
  13. ELEYNA FARIHAH : Biologi Universitas Indonesia
  14. ELSA YUDHITA : FTI Institut Teknologi Bandung, Economics Nanyang Technological University, Teknik Kimia Universitas Indonesia
  15. FEBRIYA HOTRIATI : Ilmu Komputer UI
  16. GORBACHEV PARTAHI BONAR : BSM, Teknik Elektro USU
  17. HANDY AULIA FATHONY  : BSM, Teknik Telekomunikasi  IT Telkom, Teknik Industri  UNS, FTI Institut Teknologi Bandung, Kesehatan Masyarakat UI
  18. HANINDITA GURITNA : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia, Materials Engineering NTU Singapore
  19. LUTFIADI RAHMANTO : STEI    Institut Teknologi Bandung
  20. MUTHIA ASTARI : FTI   Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
  21. NADIA DEVINA PUTRI : BSM, FTI Institut Teknologi Bandung
  22. NURUL BAITI LZ : FTSL Institut Teknologi Bandung, Matematika UNJ
  23. PATIARMA CLARA BISCA : FTSL Institut Teknologi Bandung, Pembangunan Wilayah Universitas Gajah Mada
  24. PRIYANKA DYAH SETIORINI : Pendidikan Dokter Unika Atmajaya, Pendidikan Dokter Universitas Tarumanegera, Pendidikan Dokter Universitas Yarsi
  25. REKHA MAHENDRASWARI : Agribisnis IPB
  26. RICKY RIZKY : IT BINUS
  27. RIDHO SURYADANA : Hukum  Universitas Indonesia
  28. RINO SRIWIJAYA : BSM, Arsitektur UI, STKIP
  29. ROMUALDUS GERVASIUS SIANTURI : FTTM Institut Teknologi Bandung, Akuntansi Pemerintahan STAN
  30. RUTTA GINTING : Hukum Unpad, Teknik Elektro Rusia, FTMD Intitut Teknologi Bandung
  31. SABRINA CHUSNUL CHOTIMAH : Pendidikan Dokter Internasional Universitas Indoenesia
  32. SATRIO AJI NUGROHO : Ilmu Komunikasi
  33. SEPTINA RYAN : FTI Institut Teknologi Bandung
  34. SERRA FIONALITA : FTI Institut Teknologi Bandung,  Fakultas Pendidikan Dokter Gigi Unpad
  35. SHELI AZALEA : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  36. TERRYLIA FEISRAMI : SITH Institut Teknologi Bandung, Arkeologi Universitas Indonesia, Arkeologi Universitas Gajah Mada
  37. YU’TI RIZKY MAISARAH : SITH Institut Teknologi Bandung

 

KELAS XII IPA D ( 37/ 39 = 94.87%)

  1. ANDRIEANA KARTIKA:  Pend. Matematika UNJ
  2. ALDILA MESRA : Hukum  Universitas Indonesia
  3. ANDHIKA  PUTERA : Manajemen UIN,  Hukum UI
  4. ANGELIA HARTANTI WAHYU DEWANTI : FTI Institut Teknologi Bandung, Sistem Informasi UI
  5. ARINDINA MEISITTA WIDHIKORA :  SBM Institut Teknologi Bandung, Psikologi Universitas Indonesia
  6. BIESMOJO ADY WIDJANARKO : MSE Nanyang Technological University Singapura, Science NUS Singapura, FTI  Institut Teknologi Bandung
  7. DAVRINA RIANDA DAVRON : FTI Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Universitas Indonesia, Materials Engineering NTU Singapore
  8. DEVY NURMALA SARI : FTI Institut Teknologi Bandung
  9. DIEN NURHAYATI : Arsitektur Universitas Diponegoro
  10. DITA GEMIANA : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  11. ERWIN ADDIAN NOOR : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  12. FADHEL : FITD  Institut Teknologi Bandung
  13. GABRISIA ANINDIATRI : FTI Institut Teknologi Bandung
  14. GLORIA KATRIN : Pendidikan Dokter UNS
  15. GUSTI RATIH PINUNDIA : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  16. IRMA ROSITA : Farmasi Universitas Indonesia
  17. ISTIADI PRASETIO : FTI Institut Teknologi Bandung
  18. KARINA MAULIDYA  : Teknik Elektro     IT Telkom, FTTM Institut Teknologi Bandung
  19. MARISSA NOVITA :  FTI Institut Teknologi Bandung, Teknik Industri Universitas Gajah Mada
  20. MERRY ANGEL MARCELLA : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Gajah Mada
  21. MUHAMMAD HILMAN BEYRI : STEI      Institut Teknologi Bandung, Ilmu Komputer Universitas Indonesia
  22. MUHAMMAD NURMAN ARIEFIANSYAH : Farmasi UIN
  23. MUHAMMAD ZULIDHAR  : SAPPK Institut Teknologi Bandung, Teknik Sipil UNPAR
  24. NAULI DWI FILEINTI : Teknik Industri    Universitas Indonesia
  25. NURUL SAFITRI : Teknik Telekomunikasi  IT Telkom,  Pendidikan Dokter Undip
  26. PANDITO PURWO KUSUMO : STEI Institut Teknologi Bandung
  27. PUSPANINGTYAS UTAMI  : Manaj. Bisnis Telek & Inf.     IT Telkom, SITH Institut Teknologi Bandung , Gizi UI
  28. RAFIKA PRIMADESTI : Fakultas Ekonomi Internasional UI, SBM Institut Teknologi Bandung, Manajemen UPH
  29. RAJA AULIA REZZA ABDALLA : Akuntansi Universitas Indonesia
  30. RENALDO TRISATRIA PUTRA : Kesehatan Masyarkat UI
  31. RIZKY ADHI BASKARA : Teknik Mesin Internasional UI
  32. RIZKY INAYATI  : FTI Institut Teknologi Bandung,  Desain Interior UI
  33. SAYYIDA LATHIFA : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  34. SASSIA GEZZARI : Pendidikan Dokter Gigi Unair
  35. SYAMIRA AYUNINGTYAS : Farmasi Unpad
  36. VERGINA HAPSARI : Manajemen Universitas Indonesia
  37. YUNUS SURYA ANGGARA : FTIB Institut Teknologi Bandung

 

KELAS XII IPA E ( 36/37 = 97.30 %)

  1. ADRIAN MUCHLIS RAHMANSYAH : FITB Institut Teknologi Bandung, Teknik Kelautan ITS
  2. AMIRIL RAHMI FARADINI : FONTYS University of Applied Scientist – major ICT
  3. ANGGITA VANIA : Geografi Dan Lingkungan Universitas Gajah Mada, FTTM Institut Teknologi Bandung
  4. ANNAS FITRIAINI : Akuntasi Interanasional UIN
  5. ANINDYA PRAYASCITTA SAMESTI : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  6. CANDINI CANDANILA : Pendidikan Bahasa Perancis UNJ, Hubungan Internasional Universitas Indonesia
  7. DIAH AYU SALMA : Teknik Lingkungan UI
  8. DIAS TARITA : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
  9. DODY WIRYAWAN : Teknik Mesin Universitas Brawijaya, Pendidikan Dokter Universitas Jember
  10. EMILIA BETAUBUN : FTI Institut Teknologi Bandung, Teknik Industri Universitas Indonesia
  11. ERLANGGA YUDHA PRATAMA   : FTMD Institut Teknologi Bandung
  12. GRACE TRIANA  : FTI Institut Teknologi Bandung
  13. HADI SAHAL FADLY DAULAY : Teknik Metalurgi dan Matreial Universitas Indonesia, FTSL Institut Teknologi Bandung
  14. IDRIS AHMAD FKM UI
  15. INTAN RAEHANI SAKINA : Pendidikan Dokter  Universitas Yarsi, Psikologi Unpad, Pendidikan Dokter Ggi Unair
  16. MAHARANI HAYU SAJIDA : FTTM Institut Teknologi Bandung
  17. MUHAMMAD ARIEF RIZKI : FTSL Institut Teknologi Bandung
  18. NINDYA ADISTI  : FTI Institut Teknologi Bandung, Akuntansi Unpad
  19. NINDYA LAKSITA : Teknik Telekomunikasi STT Telkom, Teknik Industri UNS
  20. NINIEK DWI HAPSARI : Teknik Kimia/GP Universitas Indonesia
  21. NURUL FAJRIAH : SITH Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Biologi UNJ
  22. PERMATA DYDHA PUTRI : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Gajah Mada
  23. ROMEYNDO GANGGA WILMAN : Teknik Metalurgi dan Matreial Universitas Indonesia
  24. RIVAN RINANDA : FITB Institut Teknologi Bandung
  25. RYANTI WIDYA SAVITRI : FTTM Institut Teknologi Bandung
  26. RUTH PAULINE : FTTM Institut Teknologi Bandung
  27. SABRINA MUNGGARANI YUSUF  : Hubungan Internasional Unpad, Pendidikan Dokter Unpad
  28. SAMIADJI FALAHANIF RANGGAGANI : IEM Nanyang Technological University Singapura
  29. SHAFA ATRINING PROBOSARI : FTI  Institut Teknologi Bandung, Teknik Elektro UNJ
  30. STEPHANIE HARDJO : Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  31. SYANADIA ANDRIANI : Pendikan Dokter Universitas Yarsi, Arsitektur Undip
  32. SASSIA GEZZARIA : Pendidikan Dokter Gigi Unair
  33. TEGUH RACHMANTO : SITH Institut Teknologi Bandung
  34. TRIANTI BUDI KURNIASIH : Kimia Universitas Indonesia
  35. TWENTY ARDANESWARI : Imu Komunikasi
  36. YUDHI  : FTMD Institut Teknologi Bandung, Ilmu Komputer UI

 

KELAS XII IPA F ( 37/ 38 = 97.37%)

  1. ANDIKA PUTRA PANENGAH : SBM Institut Teknologi Bandung
  2. DWI KHAIRANI : BSM, Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  3. EMIL ZOLA FARKHAN : Teknik Sipil Universitas Indonesia, FITB Institut Teknologi Bandung, FTI Institut Teknologi Bandung
  4. ENLELINA DESNATALIA : Kesehatan Masyarakat Universitas Indoensia
  5. EPSON PRASETYO : Teknik Telekomunikasi IT Telkom, Akuntansi Universitas Indonesia, Akuntansi Universitas Diponegoro, Administrasi Perpajakan STAN
  6. FADITYO : Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Teknik Lingkungan UI, Pendidikan Dokter UNS
  7. FATIMAH 😛 endidikan Dokter Gigi  Universitas Indonesia
  8. FILLINO THEO SALOMO TAMPUBOLON :  STEI Institut Teknologi Bandung
  9. FITRI N RACHBINI : Ilmu Komputer  Universitas Indonesia
  10. HERWINDA HANDAYANI : FTSL Institut Teknologi Bandung
  11. ICA LAVIANTI  : SBM Institut Teknologi Bandung, Ilmu Komunikasi Unpad
  12. IMELDA SUSILI  : Tek. Pangan Unpad
  13. KANDU JIWANDONO : FTSL Institut Teknologi Bandung
  14. MARIA CAETLINE : Pendidikan Dokter UNS
  15. MEDISTA RAHMANA PUTRA   : FITB Institut Teknologi Bandung, Teknik Komputer UI
  16. MIRANDA ADIANTI : Akuntansi  Universitas Indonesia
  17. MUHAMMAD HARISUDDIN : Teknik Industri    Universitas Indonesia, Teknik Telekomunikasi IT Telkom
  18. MUHAMMAD SADYAGA H.S.  : Teknik Industri IT Telkom,  STEI Institut Teknologi Bandung, Ilmu Komputer UI
  19. MUHAMMAD REZA MANDALA : FITB Institut Teknologi Bandung,  STEI ITB
  20. NIDIA ASTRIANI : Pendidikan Dokter Unibraw
  21. NOVITA PERMATASARI S. S : Pendidikan Dokter UGM
  22. PRADIPTA MAHATIDANA : BSM , Teknik Telekomunikasi IT Telkom, Teknik Elektro Universtas Indonesia
  23. PUTRI BENING LARASATI : BSM, Hukum  Universitas Indonesia
  24. PUTRI MARIA NASHWAH : SBM Institut Teknologi Bandung, Akuntansi Universitas Indonesia
  25. RAHMADANI DIAN P    : BSM,  FTI Institut Teknologi Bandung, Teknik Industri IT Telkom
  26. RAJA AMELIA PUTRIANA : BSM, Gizi    Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter UNS
  27. RAMA JOSUA MATASAK LOLONG WULUNG  : Pendidikan Dokter Universitas Atmajaya
  28. REINHARD DENIS NAJOGIE : FMIPA     Institut Teknologi Bandung, STEI ITB
  29. REZKY WIDYAWATI : Teknik Industri UGM
  30. RIDHO PANG UMARDANU : FTI Institut Teknologi Bandung, Teknik Metalurgi dan Material UI
  31. RIVANTI IRMADELA DEVINA :  Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia,  FTSL Institut Teknologi Bandung
  32. RURI RIZKY : Planologi Undip
  33. TRI ENDAH PURNAMASARI : Pendidikan Dokter UGM
  34. WIEKE PRATIWI : FTTM Institut Teknologi Bandung
  35. YAHYA MUHAMMAD  : lmu Komputer Universitas Indonesia
  36. YUDA CHRYSPIAN COLUMBUS : FTI Institut Teknologi Bandung
  37. YUFEINDA NOVITASARI : Ilmu Komunikasi Unpad, FTSL Institut Teknologi Bandung

 

KELAS XII IPA G ( 39/ 39 = 100.00 %)

  1. AANCADINI WIJAYANTI : BSM, Pendidikan Dokter Universitas Yarsi
  2. ACHMAD ROBI’IE : Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  3. ADHIGUNA SURYA : Colorado School of Mine USA, FTI Institut Teknologi Bandung,  Monash Collage Australia, Pendidikan Dokter Universitas Indonesia, STEI Institut Teknologi Bandung
  4. ALFARIZKI ZANNI UBAIDILLAH : Teknik Informatika IT Telkom, FTTM Institut Teknologi Bandung
  5. ANNISA MARSHA  EVANTI : Pendidikan Dokter UNS, Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro, Psikologi Internasional Universitas Indonesia
  6. ARINNA IRIANTI : FMIPA Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya, Pendidikan Dokter Internasional Universitas Indonesia
  7. ATIKA AMALIA :  Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  8. AUDY DANIAGUITRIANDA MUTIARANI : Information System Binus Internasional, Arsitektur Interior Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter Gigi Universitas Trisakti
  9. AULIA ROSARI FARMASHINTA : Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia
  10. BETSY EDITH CHRISTIE : Arkeologi Universitas Indonesia
  11. BIMA ANDYAN WICAKSANA   : Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter              Universitas Diponegoro, Pendidikan Dokter Internasional Universitas Indonesia
  12. BINTANG VALENTINO : Teknik Elektro Universitas Indonesia, STEI Institut Teknologi Bandung
  13. CENTHYA OCTAVIA : FTI Institut Teknologi Bandung
  14. CYNTHIA ANGGI MAULINA : Kimia Universitas Indonesia
  15. DADI BANGUN WISMANTORO : Teknik Telekomunikasi IT Telkom, Agroteknologi Unpad , Teknik Perkalpalan Universitas Indonesia
  16. DIAH KOSUMA WARDHANI  : BSM, Teknik Industri IT Telkom, STEI Institut Teknologi Bandung , Teknik Gas Petrokimia UI
  17. FARIZ DWIKY ADITHYA : FTSL Institut Teknologi Bandung
  18. GHEMA RAMADHAN : Hukum UI
  19. GIFFARY KAUTSAR PRATAMA : STEI    Institut Teknologi Bandung
  20. HUMALA PRIKA ADITAMA : Pendidikan Dokter UNS, Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro, Pendidikan Dokter Unpad
  21. ISELY AZANI : Manajemen UI
  22. IRA INDRASARI : Arsitektur Interior Universitas Indonesia , SBM Institut Teknologi Bandung
  23. JEREMY GIOVANNI TALAHATU : Teknik Mesin Universitas Indonesia, Teknik Geodesi Universitas Gajah Mada
  24. KHADIJAH AKITA NAOMI : Pendidikan Dokter Internasional Universitas Indonesia
  25. NADHIRA PUSPITA AYUNINGTYAS  : Teknologi Bioproses Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter UNS, Pendidikan Dokter  Universitas Diponegoro
  26. PATRICIA RACEL RISMAYENLIS : Electrical Engineering Fontys University Belanda, FTI Institut Teknologi Bandung
  27. PUTRI DINI AZIKA : Pendidikan Dokter UNS
  28. RANDA SILVANIO : FMIPA Institut Teknologi Bandung,  Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  29. RININTA NOVILIA : BSM,  STEI Institut Teknologi Bandung, Teknik Elektro Universitas Indonesia
  30. RIRIS ASTI RESPATI  : SITH Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya, Pendidikan Dokter Unpad, Pendidikan Dokter Gigi Unpad
  31. SANDI NUGRAHA  : FTSL Institut Teknologi Bandung, Fisika UNJ
  32. SELLA PRININTA : Pendidikan Dokter Gigi Unpad
  33. SITI ALIFAH DINA : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  34. SITI HUMAIRA :  TeknikIndustri  Universitas Indonesia, SAPPK Institut Teknologi Bandung
  35. SITI NURSARI ISMARINI : BSM, Teknik Industri IT Telkom, STEI Institut Teknologi Bandung,  Ilmu Ekonomi UI
  36. STEFI PRILIANTI : SAPPK Institut Teknologi Bandung, Psikologi Unpad
  37. SYIFA FAUZIA CHAIRUL : Psikologi UIN, Managment Bussiness University of Sidney
  38. TARULI ASTRID : Hukum  Universitas Indonesia
  39. YOLANDA RYAN ARMINDYA : Teknik Industri IT Telkom, Sastra Inggris UI

 

KELAS XII IPA H  ( 39/39 = 100.00%)

  1. ADDIAN MIRSHA : FITM Institut Teknologi Bandung
  2. ADRIANI NURJANAH AGUNG : Sistim Informasi Universitas Indonesia, Ilmu Komputer Universitas Gajah Mada
  3. AHMAD HILMAN NABIL : STEI Institut Teknologi Bandung, Material Science Nanyang Technological University Singapura
  4. ANDHY PUSVITA SARI FMIPA ITB
  5. ALIF FARID : FITB Institut Teknologi Bandung , Teknik Gas Petrokimia UI
  6. ARYAZKA NUZULIANA : Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro, Pendidikan Dokter Gigi UI
  7. ATIKO HENDRIATNA : FTTM Institut Teknologi Bandung
  8. BETA CANINA HARLYJOY : STEI Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  9. BOBI NOFRIZAL  : Geologi Unpad
  10. CHRISTINA SHALOOM PARDOSI : FTTM Institut Teknologi Bandung
  11. DIANTHA ARAFIA : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  12. DIAN SAMUEL SITORUS : Manajemen UI, Administrasi Perpajakan STAN
  13. DINAR SURYANDARI : SAPPK Institut Teknologi Bandung
  14. DURROTUL IKHRIMAH : Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter Univesitas Brawijaya
  15. DWI INDAHAYU : Ekonomi Pembangunan  Universitas Indonesia
  16. FIENDA FERANI : Teknik Informatika IT Binus, Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  17. FREDERICK YOHANES  : Teknik Informatika IT Telkom, Teknik Elektro Unibraw
  18. JANUAR BUDI PRASETYO : Kemitraan   Institut Teknologi Bandung
  19. KARINA KALANI FIRDAUS : Pendidikan Dokter Internasional UI, Pendidikan Dokter UI
  20. LIDYA NAMORA : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
  21. LORA MARINA TIARANOFA : FSRD Institut Teknologi Bandung
  22. MUNCIETO ANDREAS : FTTM   Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  23. MUHAMMAD MUSTAFAINAL AKHYAR : Arsitektur Internasional Universitas Indonesia
  24. NADZIFAH : SITH Institut Teknologi Bandung
  25. NIA WHARDANI : Psikologi UI
  26. NOVELINE CESARIA     Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia
  27. RADEN AJENG REVINA NOVAHESTIN SYAFRIANA : FTI Institut Teknologi Bandung
  28. RATNA SHAFIRA NAFITRI ROLAN  : Akuntansi Universitas Indonesia, Hukum Unpad
  29. REZA ARMEYNALDO : FITB Institut Teknologi Bandung
  30. RIZKI SATYA UTAMI : Teknik Telekomunikasi     IT Telkom, Ilmu Komputer Universitas Indonesia,  STEI ITB
  31. RYAN GULFA WIJAYA : SBM Institut Teknologi Bandung
  32. SALMAN ALFARISSY : Teknik Lingkungan Undip
  33. SONA TRISTANIA : BSM,  FITB Institut Teknologi Bandung, Geologi UPN Yogyakarta
  34. TRIA KUSUMA MAHARANI  : Pendidikan Dokter Undip
  35. TRIYA RACHMATIKA NOORHASSIM PUTRI :  Akuntansi Universitas Indonesia, Akuntansi Unpad
  36. VERA ARISTA : Pendidikan Dokter USU
  37. WASEANIKA DICKY ERSYA FTMD Institut Teknologi Bandung
  38. YOHANA CHRISTINA : FTSL Institut Teknologi Bandung, Pendidikan Dokter Gigi USU

 

KELAS XII AKSEL ( 15/15 = 100%)

  1. AISYA CHAIRINA : Sastra Inggris UIN
  2. AYESYA NASTA LESTARI: Pendidikan Dokter    Universitas Indonesia
  3. CATHERINE BANA AURORA : Teknik Komputer  IT Telkom, Computer EngineeringRochester Institute of Technology USA, SAPPK Institut Teknologi Bandung, Arsitektur UI
  4. FACHRI ARTADI : Teknik Lingkungan    Universitas Indonesia,Teknik Industri      IT Telkom
  5. FATMA JANNA : FTSL   Institut Teknologi Bandung, Teknik Informatika    IT Telkom
  6. FITRIA MARIZKA :  Intern. Log. Managt Stendent University Belanda, Pendidikan Dokter UNS, Biologi UI
  7. MUHAMMAD FAHREZA :  STEI Institut Teknologi Bandung, Arsitektur Universitas Indonesia
  8. MUHAMMAD PANDU R. : The Fu Foundantion School Of Engineering and Applied Science Columbia University ,  School of Sciences Sloan School of Management Massachusetts Institute of Technology (MIT). ,  School Humanities and Science Stanford University, The Wharton School of Business University of Pensylvania
  9. NUR ALFIANI   : Electrical Engineering   Fontys University Belanda, Food Process dan Technology The Hague Belanda , Teknologi Bioproses Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter UNS, Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro
  10. POCUT SYAKINA TIKITA FARNE : Food Process dan Technology The Hague Belanda, FMIPA Institut Teknologi Bandung
  11. RADITZIA EKAYANTI   Intern. Log. Managt Stendent University Belanda, FTI Institut Teknologi Bandung
  12. RAHMA HUTAMI RAHAYU : Food Process dan Technology The Hague Belanda , Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya, Kesehatan Masyarakat UI
  13. SABRINA METRA :  Electrical Engineering Eindhoven Fontys University Belanda, FTTM Institut Teknologi Bandung
  14. SAMIA SAFA NURRAHMAH: MS Nanyang Technological University, SAPPK Institut Teknologi Bandung, Ilmu Komputer UI
  15. YOKO HUGO :   Intern. Log. Managt Stendent University Belanda, STEI Institut Teknologi Bandung, Matematika UI

 

KELAS XII SCIENCE  ( 30/30 = 100%)

  1. ADE NURUL SAFRINA : FTSL    Institut Teknologi Bandung, Manjemen Informatika UMN, Manajeman Universitas Indonesia , Hubungan Internasional Universitas Parahyangan
  2. AGUNG BIMO LISTRYANU : FTTM Institut Teknologi Bandung
  3. ANINDYA INDRIVIANI : Business and Management         Arnhem University Belanda, SBM Institut Teknologi Bandung, Intern. Trade and Co. Kyungsung University Korea, New Business and Innovation Asia Pacific University, Japan
  4. ANNYA MUTIA : FSRD Institut Teknologi Bandung,  Arsitektur Universitas Parahyangan
  5. ARDINE AGRISTI : Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya
  6. Arindra : Pendidikan Dokter Universitas Trisakti
  7. BARIZAH GHASSANI : Ekonomi Manajemen Universitas Indonesia
  8. BIMO ANONDIA HERNOWO : STEI Institut Teknologi Bandung
  9. BIMO TRISULO :  Ilmu Komunikasi UI
  10. DERY KRISTY : FTSL Institut Teknologi Bandung
  11. DHEEVA NOOR : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  12. DWI WAHYU MANUNGGAL  : Teknik Industri IT Telkom,  Pendidikan Dokter UGM
  13. GUMILAR ADHI NUGROHO : Farmasi   Universitas Indonesia
  14. HAFIZH AHMAD BOENJAMIN : FTI Institut Teknologi Bandung
  15. IRENA ALIVITA : Prasetya Mulya
  16. KARTIKA DEWI PUSPASARI : SBM Institut Teknologi Bandung
  17. LAURA : Chemical Engineering University Of Chicago USA
  18. MADE GDE AGHES : Kyungsung University Korea,  Sistim Informasi Universitas Indonesia, STEI Institut Teknologi Bandung
  19. MHATMASARA ADHIWASA : Pendidikan Dokter Internasional Universitas Indonesia
  20. MUHAMMAD FEIKAL   : Food Process dan Technology The Hague Belanda
  21. MUHAMMAD NURFAJAR : Lasalle College        
  22. MUHAMMAD REZA HAREVI :  Electrical Engineering     Fontys University Belanda, Fisika Universitas Indonesia, Teknik Sipil Internasional Universitas Indonesia, FTSL Institut Teknologi Bandung, Teknik Mesin UI
  23. NADYA VANISSA DWI POERWANTORO : Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
  24. NINDA ANDARIANTI : Ekonomi Internasional Universitas Indonesia, SAPPK Institut Teknologi Bandung, Akuntansi UI
  25. NURUL PRAHARSO : Psikologi Internasional Universitas Indonesia
  26. PARAMAGARJITO BUDIIRIANTO : FTMD Institut Teknologi Bandung, Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  27. PUTRI SYAHIDA AGUSTINA : SITH Institut Teknologi Bandung, Food Process dan Technology The Hague Belanda, Farmasi Universitas Indonesia
  28. STEFANI PASKALIA WIDIYANI : Business and Economics UGM Internasional, SAPPK Institut Teknologi Bandung
  29. TRI ZAINI SARAH  : Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Psikologi UI
  30. WILDAN EKA PUTRA : STEI Institut Teknologi Bandung

 

KELAS XII IPS  ( 32/34 = 94.12%)

  1. ACHMAD FREDIAN : Administrasi Niaga Universitas Indonesia, SBM      Institut Teknologi Bandung
  2. ANITA KUSUMARANNY : Akuntansi Universitas Indonesia , Akuntansi IM Telkom
  3. BIVARIAN PRAWIROHARDJO  : BSM, Hukum Unpad
  4. CERIHANIKITA : BSM, Prasetya Mulya, Psikologi UIN Syarif Hidayatullah, Komunikasi Universitas Indonesia
  5. CITTA PARAHITA W : Ilmu Hukum Universitas Indonesia
  6. DHIYAS SATYATAMA  : Akuntansi Universitas Indonesia,  Akuntansi     Universitas Diponegoro,  Ekonomi Manajemen Universitas Gajah Mada
  7. FITRI AGUSTIN : Akuntansi UGM
  8. GEANDINI KARINA : BSM, Komunikasi Universitas Indonesia
  9. HANICA RELINGGA DARA : Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  10. HANNA SAVITRI : Hubungan Internasional UNPAR
  11. HARIZAH PERSIANA MANGKUNEGARA : BSM,  Hukum Universitas Gajah Mada, Administrasi Fiskal Universitas Indonesia, Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia
  12. IGA TRISNA NURMA SARI : Akuntansi Universitas Indonesia
  13. INDIRA NUR SHADRINA : BSM, Manajemen  Universitas Indonesia
  14. JULIVA SESIRIA  : Desain Kominikasi Visual IT Telkom, FSRD Institut Teknologi Bandung
  15. KARTIKA PRATIWI : Manajemen Internasional Universitas Indonesia
  16. KEZIA HAPSARI SISWOSOEBROTHO : Manajemen Internasional Universitas Indonesia
  17. LAURA KHAIRUNISA : Prasetya Mulya, Manajemen UNPAR
  18. LIDYA RAMADANI : Manajemen Universitas Indonesia,  Prasetya Mulya
  19. MALINDA LUNA CARISSA : Hukum Universitas Indonesia
  20. MEIDITA AGUSTINA : Prasetya Mulya , SBM Institut Teknologi Bandung
  21. MUHAMMAD AUDI VIALDO     : BSM, Prasetya Mulya , Akuntansi Universitas Indonesia
  22. MUHAMMAD UMAR AL FARUQI : Akuntansi    Universitas Indonesia
  23. OCTAVIA EKA DINININGRUM : BSM , Administrasi Fiskal Universitas Indonesia
  24. PUTRI HUSNA RADITYA  : Prasetya Mulya , SBM Institut Teknologi Bandung, Sastra Inggris Universitas Indonesia, Psikologi Internasional Universitas Indonesia, Psikologi UI
  25. RADITYA PUTRA NUGRAHA  : Hukum Universitas Indonesia
  26. RICHARD MAX : Akuntansi Keaungan Vokasi Universitas Indoensia
  27. RIVKY RASJID   : BSM , Manajemen Universitas Indonesia
  28. SITI LAILA KADRIAH : Psikologi  Universitas Indonesia
  29. TEGUH DHAMANTO : Administrasi Negara Universitas Indonesia
  30. TIARA ADISTI   : Prasetya Mulya , Akuntansi Universitas Indonesia
  31. TOMMY INDRA : Akuntansi BINUS
  32. VENTY Ilmu Ekonomi : Universitas Indonesia

KELAS XII HUMANITY  ( 12/12 = 100.00%)

  1. ADITYA MAULANA: SBM Institut Teknologi Bandung, Administrasi Fiskal Universitas Indonesia, Administrasi Niaga IM Telkom
  2. ALFIANDA KARUZA  : Uni Sadhi Guna
  3. AUDI WIRATAMA: SBM Institut Teknologi Bandung, Administrasi Niaga Universitas Indonesia,  International Bussiness Manag. Prog London Metropolitan University Inggris, Manajemen Internasional Universitas Indonesia
  4. BRIANCA HERNAWAN :  Monash Jakarta International College, Business Stream
  5. FERDY PRAWIRAKUSUMAH: Hukum    Universitas Indonesia
  6. KIKO NURUL LATIFAH HANUM : Fashion Business        Lasalle College, Antropologi Sosial Universitas Indonesia
  7. NADYA ANJANI :  Intern. Business & Manag. INTO Newcastle University Inggris
  8. RADEN RORO MELVINA W: Akuntansi Binus Internasional, SBM Institut Teknologi Bandung
  9. RIZKI ABADI DANURWINDO :  International Relations & Politics London Metropolitan University  Inggris, Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada, Ilmu Politik Universitas Indonesia , International Relations & Inter. Orga. Universityof Groningen Belanda
  10. SAKINAH UMMU HANIY : College of International Management, Asia Pacific University, Japan, Ilmu Politik UI
  11. TANIA LAENA PUTRI : Antropologi Sosial Universitas Indonesia
  12. TASYA KUSWARDANI M : Sastra Perancis Universitas Indonesia, International Relations & Politics University of Groningen Belanda

 

PERSENTASE KELAS DAN TOTAL

Kelas              Diterima        JumlahSiswa Prosentase

1          XII IPA A       38                    38                    100.00

2          XII IPA B        39                    39                    100.00

3          XII IPA C       37                    40                    92.50

4          XII IPA D       37                    39                    94.87

5          XII IPA E        36                    37                    97.30

6          XII IPA F        37                    38                    97.37

7          XII IPA G       39                    39                    100.00

8          XII IPA H       39                    39                   100..00

9          XII Aksel        15                    15                    100.00

10        XII IPS            32                    34                    94.12

11        XII Science     30                    30                    100.00

12        XII Humanity12                    12                    100.00

TOTAL                      391                  399                  97.99

 

SEBARAN PERGURUAN TINGGI

Universitas Indonesia            (UI)                 205         Siswa

Institut Teknologi Bandung   (ITB)                              186         Siswa

Universitas Negeri Solo         (UNS)                             13           Siswa

Unversitas Gajah Mada         (UGM)                            22           Siswa

Institut Teknologi 10 Nov      (ITS)                2             Siswa

Universitas Diponegoro         (UNDIP)                         22          Siswa

Universitas Padjajaran          (UNPAD)       29          Siswa

Universitas Brawijaya           (UNIBRAW)                  12           Siswa

Universitas Negeri Jakarta    (UNJ)                              4              Siswa

Universitas Islam Negeri JKT (UIN)                            4              Siswa

Universitas Sumatera Utara  (USU)                             4              Siswa

Universitas Jember                 (UNJEM)        1              Siswa

Institut Pertanian Bogor        (IPB)               1              Siswa

Universitas Airlangga            (Unair)                           2              Siswa

Nanyang Tech. Univ. Singapore (NTU)                     9              Siswa

National Univ. Of Singapore            (NUS) 1              Siswa

Asia Pasific University Jepang(APU)                         5               Siswa

Belanda                                                                11           Siswa

USA                                                                                       6              Siswa

Inggris                                                                  4              Siswa

Korea                                                                     2              Siswa

Inggris                                                                                  4              Siswa

Australia                                                                              1              Siswa

Rusia                                                                2          Siswa