Archive for the 'beasiswa' Category

Jalur Undangan Siapkan 53.850 Kursi PTN

Februari 18, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Tersedia 53.850 kursi di perguruan tinggi negeri (PTN) bagi mahasiswa baru yang masuk melalui seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) jalur undangan. Jumlah ini sekitar 33 persen dari 165.034 mahasiswa baru yang akan diterima melalui SNMPTN.

Ketua Umum Panitia SNMPTN 2011 Herry Suhardiyanto, Rabu (16/2/2011) kemarin, mengatakan, panitia memang tidak membagikan formulir undangan ke sekolah-sekolah, tetapi sekolah bisa mengaksesnya di internet.

“Bagi sekolah yang kesulitan mendapatkan jaringan internet, bisa memanfaatkan sentral telepon otomat Telkom yang ada di setiap daerah,” kata Herry, yang juga Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

Untuk mengetahui pola penerimaan mahasiswa baru memalui jalur undangan, sekolah diminta proaktif melihat informasi secara online di http://undangan.snmptn.ac.id. Dalam jalur undangan, kepala sekolah memegang peranan kunci karena sekolah yang menyeleksi awal siswa dan mendaftar secara online ke panitia SNMPTN. (ELN/LUK)

University of Adelaide Buka 10 Beasiswa

Februari 18, 2011

KOMPAS.com – Tersedia hingga 10 beasiswa bagi pelajar Internasional yang ingin meraih beasiswa pascasarjana di University of Adelaide, Australia, untuk tahun akademik 2011/2012. Beasiswa tersebut diberikan melalui program Adelaide Scholarships International (ASI) untuk studi penelitian bagi pelajar Internasional di University of Adelaide.

Seleksi untuk meraih beasiswa ini sangat selektif dan sangat mengutamakan prestasi akademis. Namun demikian, beasiswa tersebut terbuka untuk berbagai macam disiplin ilmu tanpa mengutamakan prestasi ekstrakulikuler.

Bagi yang berminat, informasi mengenai syarat dan formulir Adelaide Scholarships International (ASI) 2011 ini bisa didapatkan di http://www.adelaide.edu.au. Batas pengiriman aplikasinya ditutup pada 1 Mei 2011 mendatang.

Mau, “Master” di Wageningen University?

Februari 18, 2011

KOMPAS.com — The Anne van den Ban Scholarship Fund menawarkan “Masters Degree Scholarships” bagi para pelajar dari negara-negara berkembang, termasuk para pelajar di Indonesia. Beasiswa tersebut ditawarkan untuk melanjutkan studi di Wageningen University, Belanda, tahun akademik 2011/2012.

The Anne van den Ban Scholarship Fund sebelumnya dikenal dengan “Stichting Redelijk Studeren”. Nama tersebut diubah kemudian dengan nama Dr Ir Anne van den Ban, seorang profesor pendiri Voorlichtingskunde (Rural Extension) di Wageningen University.

Dua dari beberapa syarat utamanya, kandidat harus memiliki nilai akademis yang baik di kampus asal negaranya. Kandidat juga harus berkomitmen kembali ke negara asalnya dan menuntaskan gelarnya.

Bagi yang berminat, syarat-syarat dan informasi penting mendapatkan beasiswa ini bisa langsung dilihat dan diunduh di http://www.fondsen.wur.nl. Batas waktu pendaftaran beasiswa bagi kandidat dari negara non-EU hanya sampai Mei 2011.

Beaisiswa buat guru bahasa Inggris ke Amerika… wow enak nih

Februari 12, 2011

KOMPAS.com – Salah satu beasiswa yang ditawarkan Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam program beasiswa Fulbright 2011 ini adalah Fulbright Foreign Language Teaching (Indonesian) Assistant atau FLTA. Beasiswa ini ditawarkan kepada para pengajar Bahasa Inggris atau calon pengajar untuk mengikuti pelatihan pengajaran Bahasa Inggris.

Program beasiswa pelatihan ini akan dilaksanakan untuk satu tahun akademik atau 9 bulan di Amerika Serikat (AS). Selama itulah penerima beasiswa diwajibkan untuk mengajar bahasa dan budaya Indonesia atau Jawa selama 20 jam setiap minggu.

Bagi yang berminat, usia kandidat disyaratkan tidak lebih 29 tahun pada 1 Oktober 2011 mendatang. Kandidat harus sudah lulus sarjana (S-1) dengan IPK menimal 3.0 (skala 4.00) dengan skor TOEFL 550 atau IELTS 6.0. Selain itu, kandidat juga harus mempunyai skil kepemimpinan yang cakap dan memiliki pengetahuan seni dan budaya Indonesia yang mumpuni.

Fulbright FLTA merupakan salah satu program beasiswa dari Pemerintah AS yang digelontorkan melalui The American Indonesian Exchange Foundation (Aminef) Indonesia. Selengkapnya informasi syarat dan pendaftaran beasiswa ini bisa dilihat di http://www.aminef.or.id. Batas pengiriman aplikasi ditunggu sampai 15 April 2011 mendatang.

Beasiswa untuk pengajar bahasa Inggris di Inggris

Februari 12, 2011

KOMPAS.com – Hornby Scholarships Program 2011 mengundang para pengajar Bahasa Inggris profesional yang masih termotivasi meraih gelar S-2 di perguruan tinggi di Inggris. Batas waktunya masih tersisa dua hari lagi, yaitu 13 Februari 2011.

Syaratnya, pelamar diminta mengirimkan CV dan menjawab dua pertanyaan berikut; pertama, mendeskripsikan tugas dan tanggung jawabnya mengajar Bahasa Inggris. Banyaknya tulisan kira-kira 250 kata.

Kedua, pelamar diminta membuat tulisan yang jumlahnya tak lebih dari 1000 kata tentang alasannya ingin meraih gelar S-2 ini di Inggris. Pelamar diminta menceritakan pengalamannya sebagai pengajar profesional, skil dan ketertarikannya untuk melajutkan studi dengan beasiswa ini, serta manfaat yang akan didapatkannya bagi karir serta pengembangan dirinya di masa mendatang.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di http://www.britishcouncil.or.id. Lamaran dikirimkan melalui lenggo.geni@britishcouncil.or.id sebelum Minggu, (13/2/2011).

EMA2 Dibuka, “Banjir” Beasiswa ke Eropa

Desember 18, 2010

KOMPAS.com – Tawaran beasiswa masih terus membanjir di jelang berakhirnya 2010, salah satunya dari Erasmus Mundus melalui payung The Erasmus Mundus Action 2 (EMA2) yang tersebar di Afghanistan, Bhutan, Nepal, Pakistan, Sri Lanka, India, Indonesia, Malaysia, China, Maldives, Philippines, Thailand and North Korea.

Beasiswa yang ditawarkan EMA2 pun tak tanggung-tanggung, mulai undergraduate, master, doctoral sampai post-doctoral ditawarkan pelajar Indonesia untuk menimba ilmu di Eropa. Skema beasiswa ini diluncurkan oleh Europe Aid cooperation Office dan dilaksanakan melalui Executive Agency Education, Audiovisual and Culture (EACEA).

Adapun beberapa bidang studi yang ditawarkan untuk skema beasiswa ini adalah Ilmu Pertanian, Arsitektur dan Perencanaan Tata Kota, Ilmu Bisnis dan Manajemen, Pendidikan dan Keguruan, Teknik, Geologi dan Geografi, Hukum, Ilmu Kesehatan, Biologi, Ilmu Sosial, dan beberapa area studi lainnya.

Bagi yang berminat, batas akhir pengiriman aplikasi untuk semua level beasiswa ini akan ditutup pada 31 Januari 2011. Informasi lengkap mengenai program beasiswa EMA2 ini bisa diakses di http://emasiaregional.com/. Semua informasi baik itu syarat, skema beasiswa, bidang studi, atau format aplikasi bisa diunduh di situs ini.

Beaiswa India untuk 2011

Desember 18, 2010

KOMPAS.com — Seperti biasanya, setiap tahun Pemerintah India menyediakan 20 beasiswa bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tingginya di universitas-universitas di negara tersebut. Tahun ini beasiswa yang disediakan untuk level sarjana (S-1) dan pascasarjana (S-2 dan S-3).

Beasiswa tersebut diberikan oleh Indian Council of Cultural Relations (ICCR) melalui program General Cultural Scholarships Scheme (GCSS). Beasiswa yang dibuka setiap bulan November-Desember ini juga berlaku bagi para pelajar asal Timor Leste.

Bagi yang berminat, aplikasi beasiswa harus dikirimkan hanya melalui Kedutaan Besar India di Jakarta dan tidak langsung melalui ICCR atau universitas. Adapun beasiswa ini meliputi tunjangan hidup, biaya akomodasi, biaya kuliah, dan beberapa biaya lainnya, termasuk tunjangan kesehatan dan studi lapangan. Hanya saja, biaya pergi-pulang dengan penerbangan atau pesawat udara tidak ditanggung melalui skema beasiswa ini.

Informasi lebih mendetail mengenai beasiswa, syarat dan kriteria kandidat, serta formulir pendaftaran bisa dilihat di http://www.indianembassyjakarta.com/edu. Batas akhir pengiriman aplikasi hingga 22 Januari 2011.

Beasiswa Pemerintah Brunei untuk tahun 2011-2012

Desember 6, 2010

Pemerintah Brunei Darussalam menawarkan program beasiswa untuk mahasiswa asing pada tahun akademik 2011-2012. Beasiswa ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di Brunei yaitu Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA) dan Institut Teknologi Brunei (ITB). Tahun akademik pada ketiga perguruan tinggi tersebut akan dimulai pada bulan Juli/Agustus 2011.

Beasiswa yang akan diberikan juga termasuk biaya masuk, tiket pesawat, tanggungan kesehatan pada rumah sakit pemerintah, biaya hidup per bulan dan biaya buku akademik.

Pendaftaran beasiswa Brunei 2011-2012 ini akan ditutup pada 15 Desember 2010. Ayo buruan!

Informasi selengkapnya download file pdf dari situs resmi pemerintah Brunei Darussalam di: http://www.mofat.gov.bn/scholarship/

Soal-soal Tes MOMBUKAGAKUSHO

November 19, 2010

soal-soal tambahan

08-006

08-008

08-017

08-005

08-009

08-020

08-018

08-019

08-004

08-007

006

018

010

008

017

007

005

004

009

019

Beasiswa Jepang

November 19, 2010

Active international exchange is now taking place throughout many parts of the world, and there are now said to be more than 1.5 million foreign students studying around the globe. Of them, 132,720 (as of May 1, 2009) are studying in Japan. What is it that attracts these students to Japan?

High Educational Standards and Excellent Research Environment
The greatest appeal of studying in Japan is its academic environment where one can study state-of-the-art technology and acquire the knowledge that enabled Japan’s phenomenal postwar economic growth. Whether it is electronics, Japanese literature, medicine or international business administration, Japanese universities and other institutes of higher education can offer course studies or research programs of virtually any field. The ratio of students who go on to universities (undergraduate level) and junior colleges (regular courses) is also very high in Japan at 55.3% (Source: Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) “Statistical Abstract 2009 edition”). This figure is indicative of the high standard of education in Japan. Many institutions of higher education, such as universities and junior colleges, are well equipped with fine research, computer, and library facilities and enable students to carry out their research in an excellent environment.
The awarding of the Nobel Prize to four Japanese scientists in 2008 is still fresh in our minds. Mr. Osamu Shimomura received the prize in chemistry for “the discovery and development of the green fluorescent protein, GFP.” The Nobel Prize in physics was shared by three Japanese scientists—Mr. Yoichiro Nanbu was awarded for “the discovery of the mechanism of spontaneous broken symmetry in subatomic physics”; and Mr. Makoto Kobayashi and Mr. Toshihide Masukawa, for the development of the Kobayashi-Masukawa Theory and the discovery of the origin of the broken CP-symmetry, which opened up new ground in subatomic physics. Mr. Kobayashi and Mr. Masukawa were honored for the results of work done in Japan, an indication of the high level of research conducted in Japan. As of 2007, 8.2% of published academic papers were produced by Japanese researchers. (Source: Ministry of Education, Culture, Sports, Science and Technology (MEXT) “Statistical Abstract 2009 edition”).
Many leading figures who are playing an active role in the world today have the experience of studying in Japan. The network of coursemates that you can build in Japan will undoubtedly become an invaluable asset for your future career.
Please read the messages from Japan alumni to find out more:
http://www.studyjapan.go.jp/en/ath/ath05e.html
Rich Culture: Coexistence of Tradition and Cutting-edge High Technology
Modern Japanese culture and society consist of a diverse mix of the old and new, the East and West, and the natural and artificial. These seemingly contradictory elements coexist in harmony in Japan. For example, it is not unusual to see an old Buddhist temple and a modern skyscraper standing next to each other.
With age-old Japanese traditions – as typified by those nurtured from the Azuchi-Momoyama Period (late 16th to early 17th century) to the Edo Period, which lasted nearly 300 years – at its foundation, Japan flexibly assimilated the culture of Western civilization later introduced to its soil. However, even with the rapid growth of Japanese economy and the development of advanced technology after World War II, Japan continued to retain its original culture as well. That is to say, the old and new have coexisted until today. This is what brought about Japan’s diversity and fascination which still attracts many foreigners.
Japan is also a country with rich nature, diverse topography, and beautiful turns of the seasons. Haiku verse which has blossomed by absorbing the natural essence of each season is an example of a very unique Japanese literary culture. The country’s rich variety of local festivals, annual events, and folk entertainment are also most likely the result of Japan’s nature and topography.
If you have been in Japan, you might say that you are a big fan of hot spring resorts, “Onsen”, a unique Japanese version of the spas. Others may know about J-Pop, Japanese films, or even the nail arts. Even those who have never been in Japan may be interested in the beauty and delicacy of Japanese cuisine – some says that it must be enjoyed with both the eye and palate – as well as Japanese culture represented by in Kimono, tea ceremony and Ikebana flower arrangement, or traditional sports such as Judo, Kendo and Naginata.
There are many, many other things that make Japan attractive. Let us take a glance at a few of them.
Japanese Arts and Crafts
Japan boasts extraordinary skills and techniques in the production of arts and crafts. For example, Japanese lacquer is known around the world as “japan,” the very name of the country in which it originated. Characterized by its unique texture and gloss, Japanese lacquer ware gives forth an air of sublime beauty.
There were times when Japanese arts and crafts were so popular that it had a substantial influence on Western art. For example, the influence of Japanese porcelain was indispensable for development of the now world-famous Meissen chinaware. During the 17th and 18th centuries, Japanese Imari porcelain (Arita ware), like Chinese porcelain, was greatly adored and treasured, especially by European royalty and the nobility, who valued it as much as gold and silver. At that time, Europeans did not possess the skills to make pure white, thin and hard porcelain. The desire and the passion to manufacture porcelain emerged from the admiration for Japanese porcelain, which resulted in the development of Meissen china. The decoration of Meissen china was styled after Imari porcelain, a trend that continues to this day.
From the late 19th to the early 20th century, a vogue for Japanese culture called “Japonisme” appeared in Europe and the United States. Japanese arts and crafts heavily influenced the Art Nouveau movement, and impressionist artists such as Claude Monet and Pierre Auguste Renoir, who created many masterpieces, were strongly influenced by Japanese Ukiyo-e wood prints.
Japanese arts and crafts have a very long history and are highly appreciated for fine technical qualities and beauty. They continue to be loved around the world.
Japan’s World Oldest in the Arts

– Horyu-ji Temple: With a history of 1,400 years, Horyu-ji Temple is the world’s oldest wooden structure. It is also the first Heritage to be nominated from Japan.
– Noh and Kyogen: Noh and Kyogen are the world’s oldest existing performance art with a history of about 600 years. They are designated an intangible cultural heritage.
– Gagaku: Performed for over 1,200 years, the music and dance of Japan’s imperial court, Gagaku, is the world’s oldest form of orchestral music.
– Manyoshu: Containing about 4,500 long poems, short poems and other styles of Japanese poetry spanning about 350 years, beginning with the early 5th century, the Manyoshu is the world’s oldest existing collection of poetry. The collected poems are profoundly seeped with a deep sense of humanity that straightforwardly expresses real-life emotions.
Japanese Animation

As you may recall, at the 81st Academy Awards the 2008 Oscar for Best Animated Short Film went to the Japanese film La Maison en Petits Cubes (Tsumiki no ie). The film had already been honored at numerous other film festivals both in Japan and abroad, including the Annecy International Animated Film Festival in France, where it received the Cristal d’Annecy. The Oscar was the culmination of a 20 award winning streak.
There are many different ways of studying in Japan. Regardless of the course you choose, from Japanese-language training to postgraduate studies, we are confident that coming in touch with Japanese culture and lifestyles will prove to be an invaluable experience for you.

akarta, 10 Mei 2010
BEASISWA PEMERINTAH JEPANG (MONBUKAGAKUSHO) TAHUN 2011
UNTUK LULUSAN SEKOLAH LANJUTAN TINGKAT ATAS (SLTA)
1. Kedutaan Besar Jepang menawarkan Beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) kepada siswa-siswi Indonesia lulusan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) untuk melanjutkan pendidikan ke Universitas (S-1), College of Technology (D-3) atau Professional Training College (D-2) di Jepang mulai tahun akademik 2011 (April 2011). Pelamar hanya bisa mendaftar 1 (satu) program dari S-1, D-3, atau D-2.

Syarat-syarat pengambilan formulir bagi calon pelamar sebagai berikut:
(1)Lahir antara tanggal 2 April 1989 dan tanggal 1 April 1994.
(2)Membawa foto kopi Ijazah atau Rapor kelas 3 semester 2 (akhir) dengan nilai rata-rata minimal:
Program S-1 :8,4
Program D-3 :8,0
Program D-2 :8,0
*Jika pada saat penutupan (10 Juni 2010) nilai ijazah asli belum bisa dikeluarkan, maka nilai ijazah sementara dari Kepala Sekolah bisa diterima.
(3) Pelamar harus lulus dari SLTA.

2. Formulir pendaftaran dapat diperoleh secara gratis untuk mereka yang memenuhi ketiga persyaratan tersebut di atas di Kedutaan Besar Jepang (Bagian Pendidikan: 8:30-12:00, 14:00-15:30), Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya dan Medan mulai 10 Mei 2010.
Mereka yang tinggal di luar JABODETABEK, Surabaya dan Medan dapat melamar melalui surat yang ditujukan kepada Kedutaan Besar Jepang (Jl. M. H. Thamrin 24 Jakarta Pusat 10350), Konsulat Jenderal Jepang Surabaya atau Medan. Surat itu harus berisi nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, program pilihan (S-1, D-3, atau D-2), 3 (tiga) bidang studi yang ingin dipelajari dan dilampiri fotokopi rapor, ijazah, serta nilai ijazah.

3. Formulir harus dikembalikan ke Kedutaan Besar Jepang atau Konsulat Jenderal Jepang lengkap dengan fotokopi rapor, ijazah, dan nilai ijazah sampai tanggal 10 Juni 2010.

Soal-Soal

ko-en1
ko-che1
ga-phy1
ga-math_b1
ga-math_a1

ko-math2
ko-phy2
ga-en2
ko-phy_22
ga-math_b_22

ga-en_23
ko-math_23
ga-che_23

ga-che4
ga-math_a_24
ga-bio_24
ga-phy_24
ga-bio4