Archive for the 'Kegiatan Sekolah' Category

Jadwal PPDB RSBI 2011-2012

Maret 15, 2011

SMA RSBI
NO KEGIATAN TANGGAL JAM KETERANGAN
1 Pendaftaran Online 25 April – 5 Mei
2 Pendaftaran Mandiri dan Verifikasi 26 April – 5 Mei 08.00 – 14.00 di sekolah tujuan
3 Pengumuman Seleksi Berkas 7 Mei 08.00
4 Tes TPA 10 – 11 Mei 08.00 – 14.00 di sekolah tujuan
5 Pengumuman Tes TPA 14 Mei 08.00
6 TOFEL Prediction 16 Mei 08.00 – 14.00 di sekolah tujuan
7 Pengumuman TOFEL Prediction 21 Mei 08.00
8 Psikotes 23 Mei 08.00 – 14.00 di sekolah tujuan
9 Tes Praktik Komputer dan Wawancara 27 – 28 Mei 08.00 – 14.01
10 Pengumuman SKHUN **) 6 – 8 Juni 08.00 – 14.02
11 Pengumuman Hasil Seleksi Online 8 Juni 15.00
12 Lapor Diri PPBD 9 – 10 Juni 08.00 – 14.00 di sekolah tujuan
Keterangan:
*) Batas waktu pendaftaran online pada tanggal 5 Mei 2011 di tutup jam 12.00 WIB
**) Penyerahan SKHUN dari calomn peserta didik luar kota

Iklan

Yang Perlu Disikapi dalam PPDB RSBI 2011-2012

Maret 15, 2011

Cobalah membaca klausal proses seleksii PPDB tahun ini sehingga kita bisa menggunakan kemampuan anak kita untuk mencapai hasil maksimal.

SMA RSBI
Seleksi pada satuan pendidikan SMA RSBI dilakukan melalui seleksi administrasi, tes potensi akademik, TOEFL Prediction, psikotes, tes praktik dan wawancara.
Tes potensi akademik sebagaimana dimaksud dalam point (1) terdiri dari:
Matematika
Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Alam
Bahasa Indonesia
Berdasarkan hasil tes potensi akademik sebagaimana dimaksud pada point (2), calon peserta didik yang diterima sejumlah 110 % dari daya tampung termasuk didalamnya untuk kuota 5% calon peserta didik luar kota
Pemeringkatan seleksi didasarkan pada nilai akhir yang diperoleh dari penjumlahan antara 60 % nilai hasi tes potensi akademik dengan 40 % nilai hasil ujian nasional.
Perhitungan tes potensi akademik sebagaimana dimaksud dalam point (2) dan nilai akhir sebagaimana dimaksud dalam point (4) dilakukan online dan real time menggunakan rumus perhitungan seleksi
Dalam hal nilai akhir sama pada batas maksimum daya tampung, maka dilakukan urutan langkah seleksi pada jenjang satuan pendidikan SMA RSBI perbandingan nilai UN/UNPK setiap mata pelajaran yang lebih besar dengan urutan :
Bahasa Indonesia;
Matematika;
Bahasa Inggris; dan
Ilmu Pengetahuan Alam
Inilah dasar seleksi tersebut, sehingga :
Belajar soal Ujian Nasional SMP tidak berhenti sampai UN SMP, siswa harus belajar lagi hingga 10-11 Mei ( waktu pelaksanaan TES POTENSI AKADEMIK)
Ada pun yang dites adalah Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris; dan Ilmu Pengetahuan Alam, ini sudah menunjukan pemeringkatan nilai, sehingga siswa tahu mana yang harus diutamakan, walau sesungguhnya sebaiknya adalah untuk semuanya mendapat nilai baik.
Daya tampung 110 %, prediksi saya ini termasuk : jalur prestasi dan jalur siswa luar kota yang masing-masing 5 %
Pemeringkatan siswa diperoleh dari penjumlahan antara 60 % nilai hasi tes potensi akademik dengan 40 % nilai hasil ujian nasional, artinya nilai Ujian Nasional siswa saat SMP juga turut mempengaruhi nilai peringkat siswa, walau hanya 40 %. Buat yang nilai UN-nya sudah bagus tentunya akan sedikit lebih legah, tetapi buat siswa yang nilai UN-nya belum maksimal, Tes Potensi Akademik menjadi hal penting.

Pelepasan Siswa SMA Negeri 8 Jakarta Tahun Pelajaran 2009/2010

Mei 20, 2010

PEMBERITAHUAN WISUDA

Diberitahukan kepada Siswa/siswi Kelas XII tahun pelajaran 2009/2010 SMAN 8 Jakarta bahwa Wisuda/Pelepasan akan dilaksanakan pada :

Hari

Rabu, 26 Mei 2010

Waktu

Pk. 07.00 s.d 12.00 WIB

Tempat

BALAI SUDIRMAN PANTI PRAJURIT
Jl. Dr. Saharjo 268 Jakarta Selatan
Tel. (021) 83791623-26
Fax. (021) 83791630

Pakaian

– Pria mengenakan Jas
– Wanita Kebaya

Demikian pemberitahuan ini disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih.

Panitia Wisuda

Roni Saputro

Catatan :
Undangan Wisuda dapat diambil mulai hari Jum’at, 21 Mei 2010
di Tata Usaha SMAN 8 Jakarta Jam kerja 08.00 – 15.00 WIB

Pengumuman SIMAK UI 2010

Mei 7, 2010

Pengumuman SIMAK bagi Vokasi dan Sarjana
akan diumumkan sabtu tgl 8 Mei 2010. Pengumuman dapat diket via online
di web penerimaan UI mulai pukul 00.01 dan via media massa Kompas tgl 8
Mei.

PENGUMUMAN SIMAK UI

Kepentingan membutakan hati, atau martabat yang menutup nurani

Mei 6, 2010

Beberapa hari terakhir di SMA NEGERI 8 memang terjadi kesibukan yang menganggetkan. Kegiatan PPDB RSBI yang baru pertama kali diadakan, dengan sistem penerimaaan yang baru, dengan sosialisasi yang kurang dari dinas kepada para orang tua di tingkat SMP, rentang waktu yang dekat, dan akhirnya memang keterbatasan SDM dan kemampuan pra sarana.

Penggunaan IT dalam pendfataran sekolah telah menjadi lumrah setelag PSB Onine diberlakukan lebih dari 5 tahun yang lalu.Masyarakat menjadi terbiasa dengan OL. Walau saat awal pun sistem PSB Online sempat bermasalah. Waktu dan kematanganlah yang membuat sistem semakin baik.

PPDB RSBI menggunakan juga IT. Kemampuian jaringan atau pun server amat dipetaruhkan. Termasuk sistem tentunya. Disaat kebutuhan sedemikian mendesak, tekan semakin meninggi, jika terjadi sesuatu, maka akibat nya adalah kepada para pelaksana. Saat sistem overload, hang, maka seribu kebingungan akan membuat cacian-cacian ringan.

Beberapa guru dan petugas keamanan sekolah mendapatkan hal tersebut. Seleksi berkas hanyalah bicara penyerahan berkas, jadi panitia yang baik akan mengingatkan kelengkapan berkas. Saking emosinya seseorang bisa marah sekali, padahal diingatkan. “Kata anak saya ini sudah komplit !”. “Maaf bu, menurut kami belum komplit.” Setelah bersitegang beberapa saat Ibu itu, dengan kacamata hitamnya, “… halo,… ini gurunya nggak mau terima berkas,…gimana sish… kan rumah jauh,… capek deh…”.
Padahal sang guru hanya mengingatkan bahwa berkasnya belum komplit, jika dimasukan juga ke panitia, maka akan “GAGAL”. Tapi bukan tidak mau terima,… belum komplit deh…

Hari berikutnya. Setelah pengumuman hasil seleksi berkas. Saatnya mengambil kartu ujian, dengan syarat : bawa lembar penyerahan berkas. Panitia berharap proses ini tidak akan lama, jadi lembar penyerahan berkas adalah syarat mutlak. Pagi hari banyak orang tua sudah mengantri di pintu gerbang sekolah. Diingtakan untuk, menuliskan ruang ujian di lembar penyerahan berkas, agar proses hanya akan memakan waktu kurang dari 10 menit.

Pintu gerbang yang dijaga guru dan petugas keamanan berusaha memberikan arahan. Tetap saja ada orang tua yang tidak membawa. Saat diingatkan, dia menegrti sekali, terlihat dari angguikan yang pasti. Tapi ada yang lucu. Dia perintahkan anaknya untuk masuk langsung ke meja nomor. Padahal dia tahu hal itu tidak mungkin. Seorang anak diajarkan orang tuanya untuk melanggar aturan, hanya karena mereka enggan pulang balik ke arah Kramat Jati. Sebuah penanaman bibit penolakan aturan kepada anaknya.

Hari berikutnya : saat Ujian Mandiri. Kesibukan hari itu SMA Negeri 8 makin tinggi, sekitar 800 orang tua dengan mobil berhasil membuat kemacetan parahblan dari Kampung Melayu, Kuningan, Casablanka, Tongtek, hingga Slamet Riyadi. Berbagai mobil dari harga 100 juta hingga lipatan angka tersebut. Mestinya kemampanan hidup juga dibarengi dengan kedewasaan berpikir dan bertindak. Saking pentingnya mengantar anak, seorang ayah dnegan asesories yang amat mencolok, menggunakan celana hawai,…. saya ulangi: celana hawaiiiii, datang ke SMAN 8. Sebegtu bahagia dan indahnya hingga tidak sadar, bahwa SMAN 8 bukan WC umum atau pantai Kuta. Anaknya bahagia sekali, sementara sebagaian besar ibu-ibu senyum-senyum. Lagi-lagi kita salah menilai, pastinya kita salah meletakakan pondasi dasar berpikir seorang anak.

PERGURUAN TINGGI 2010

April 15, 2010

DAFTAR SEMENTARA
SISWA YANG DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI
141 Siswa dari 455 siswa kelas XII
Prosentase {(141/455) x 100%} = 30.99 %
PER 16 APRIL 2010 JAM 10.15 WIB

Kelas XII Aksel ( 7/ 15 siswa = 46.67 %)
1. ANIIFUL WAHIB SU’UD : STEI ITB
2. DITA AMALIA : STEI ITB
3. FAISAL MUDA : FTMD ITB
4. FIOLA RIZANTI : SAPPK ITB
5. KRISNA DIBYO : Ilmu Komputer UGM PBS
6. MUHAMMAD IQBAL MAULANA : SITH ITB
7. SULTAN SULAIMAN : Chemistry and Biological Chemistry NTU Singapore, Science National University of Singapore NUS

Kelas XII HUM ( 3/ 10 siswa = 30.00 %)
8. ARDELIA DEA ANDINI : Prasetya Mulya
9. CORNELIA PETRABELLA RADITYA : Sastra Inggris UI PPKB
10. PRITA ANINDYA LAKSMITA : Managemen Unpar, SBM ITB

Kelas XII IPA A ( 17/ 40 siswa = 42.5 %)
11. ADITYA RAHMAN : Teknik Elektro UGM PBS, STEI ITB
12. ANDHIKA CHAKTIAJI : FTI ITB
13. ASTARI RINDU ASTUTI : Pendidikan Dokter UNS PMDK
14. DANISA WIDIA ZULHENDRI : FTSL ITB
15. FERIZ KAUSAR : S TEI ITB
16. GRANDY PARAMANANDA PUTRA : Mechanical Engineering NUS Singapore, Material Engineering NTU Singapore
17. HANIFAH FAIRUS : SAPPK ITB
18. MIRHADY ACHMAD : STEI ITB
19. MUHAMMAD AL ATIQI : Physics and Applied Physics NTU Singapore
20. MUHAMMAD REZA : STT Telkom
21. MUHAMMAD NABIL : FITB ITB
22. MOCHAMMAD ARIEF : STEI ITB
23. MONIQUE ALXARI : FTTM ITB
24. NURUL FITHRIA LUBIS : STEI ITB
25. RISANT RIZKY DZULAUZAN : STEI ITB
26. SACHI HATAMI : STEI ITB
27. SHAFIRA ANINDYA : Pendidikan Dokter UNS PMDK

Kelas XII IPA B ( 11/ 40 siswa = 27.5 %)
28. BRATARA DAMANIK : SBM ITB
29. DITA SASRI : SF ITB
30. FADHIL MUHTADIN : STEI ITB
31. FERUZ KAUSAR : FTTM ITB
32. HEIKAL KAHFI : SAPPK ITB
33. KANYA PUTRI ANNISA R : Akuntasi UGM PBS
34. M. FAHRY ARITIANTA : Teknik Informatika ITS
35. NADIA KHAIRUNNISA : FTI ITB
36. NAILA RAHMANIA : SBM ITB
37. SENIRA ARTIA RISKY : FMIPA ITB
38. WAHYU WIRAWAN : Pendidikan Dokter UNS PMDK

Kelas XII IPA C ( 14/ 39 siswa = 35.89% )
39. ADELIA SABRINA : SAPPK ITB
40. ANDI RAMA SULAIMAN : Pendidikan Dokter UI PPKB
41. BRAMASTRA SAKTYAWAN : SAPPK ITB
42. FADIEL EVAN : FTTM ITB
43. FERINDA P : SF ITB
44. GITA CHAIRIANA RAHMAYANTI : Teknologi Industri Pertanian IPB USMI
45. IBRAHIM ABDURRAHMAN : FTI ITB
46. JODY GESIT UTOMO : Teknik Industri Undip , SAPPK ITB
47. MARSHIELLA : Political Science University of Wisconsin Madison, International Studies University of Washington Seattle, Political Science University of Minnesota Twin Cities, Political Science Ohio State University Columbus, Political Science Pensylvania State University University Park
48. NABILLA NUR ANISAH : Teknik Industri UI PPKB
49. RADITYA RASYAD : FTSL ITB
50. RAHMAT HIDAYAT : FTSL ITB
51. RESKY HARTAWAN : FITB ITB
52. SURYA ADHI SAPUTRA : Teknik Informatika STT Telkom

Kelas XII IPA D ( 14/ 40 siswa = 35 % )
53. ABRAHAM MAHESA PRANA ; KEMITRAAN ITB
54. ATAS HASIBUAN : Teknik Elektro Undip
55. CASSANDRA SARI DAMAYANTI : SAPPK ITB
56. CHANDRA GOLDIE : STEI ITB
57. DIAS ANUGERAH : FTTM ITB
58. HAMZAH : Teknik Kimia UI PPKB
59. HERTIARA RATU ANINDYA : FTI ITB
60. JOHANNES LEONARDO SOFRESID SASIANG : Teknik Kimia Undip
61. MUIZZUDIN SHIDQI : FTTM ITB
62. M. MAULIDI HASHFI : STEI ITB
63. RANGGA SANTOSO : FTSL ITB
64. REYNALDI TANTA PARIBO : STEI ITB
65. SITI FATIMAH : SITH ITB
66. SITI RAISHA : KEMITRAAN ITB

Kelas XII IPA E ( 6/ 40 siswa = 15.00 %)
67. AISHA PRISAMAHYATI : SAPPK ITB, Arsitektur Unpar
68. DIAH PRABHANDHARI : Teknik Sipil Dan Lingkungan IPB USMI
69. INDIRA KEMALA PRATIWI : Peternakan Undip
70. M. FAJAR SATRIA : FTI ITB
71. RAHMAH HAKIM SYAIFUL : FTSL ITB
72. UTAMI KUSUMANINGRUM : KEMITRAAN ITB

Kelas XII IPA F ( 15/ 39 siswa = 38.46 % )
73. ANDRE KEVIN : STEI ITB
74. AYMAN HAFID THALIB : Teknik Industri ITS
75. BHRAMUKTI AGYL : Teknik Industri ITS
76. DANTI FILIADINI : Pendidikan Dokter UI PPKB
77. DERY HEFIMAPUTRI : FTI ITB
78. GINA FITHRIA : FSRD ITB
79. GURUH PERMONO AJI : FITB ITB
80. HARTINI SORAYA : SBM ITB
81. HERJUNO JATI DARPITO : FITB ITB
82. MAYANG BESTARI PANDJI : FSRD ITB
83. PRATHITO ANDY WISAMBODI : SAPPK ITB
84. SANTO FREDDY : Teknik Industri UI PPKB
85. RIEDHA MELINDA : SITH ITB
86. RIYANDI RACHMANTIO : FTSL ITB

Kelas XII IPA G ( 11/ 40 siswa = 27.5 %)
87. AGHNIA YOVITARISYA : Teknik Kimia ITS, FTI ITB
88. ANDITA RAHMI : STEI ITB
89. ASTRA GOLDIE : FTI ITB
90. ATIKAH FATHINAH : Teknik Industri UGM PBS
91. GRANANTYO TITO PRAHASTO : STEI ITB
92. MALIK AKBAR : FTI ITB
93. M. GUNAWAN WIBISONO : STEI ITB
94. NATASA EKAPUTRI P. : Project and Facilities Management NUS Singapore, Environment Engineering NTU Singapore, FTI ITB
95. PANDU LESMANA : STEI ITB
96. RIZA EMIR : SBM ITB
97. RORIAN PRATYAKSA : CBE De la Salle University PhilipineS

Kelas XII IPA H ( 18/ 39 siswa = 46.15 % )
98. ABGHIA DINI FANZURI : KEMITRAAN ITB
99. ARISKA DJAJANTIE : FTI ITB
100. AULIA DAMARREZA : Teknik Indutsri Undip
101. EDWIN RAHMAN : FTI ITB
102. ERICKA RIZKY KEUMALA DEWI : Kedokteran Hewan IPB USMI
103. HERDIAN RACHMAT PRADITYA : Teknik Industri ITS
104. IMMANUEL ROBINSON : STEI ITB
105. MARDIAN RINALDI : FTTM ITB
106. M. FAJAR FIRMANSYAH : KEMITRAAN ITB
107. LISTIANTONO NUGROHO : Chemistry and Biomolecular Engineering NTU Singapore , FTI ITB
108. MOZART MUHMMAD : Ilmu Komputer Undip
109. M. FACHRURROZY : STT Telkom
110. PUSPARANI : Ilmu Ekonomi UI PPKB
111. RADITYA YUDHA PRAWIRA : Mechanical Engineering NTU, STEI ITB
112. R.A. ANANDYA SURYA DEWI : Teknologi Pangan IPB USMI
113. ROSSY HASLINA : FSRD ITB
114. SITI TIARA ADITYAS MAHARANI : KEMITRAAN ITB
115. TORIK DANUMAYA : FSRD ITB

Kelas XII IPA I ( 10/ 39 siswa = 25.64%)
116. AFIF ANSHARI XII IPA I STEI ITB
117. IDA AYU NARAYANI : Pendidikan Dokter UGM PBS
118. INAYATI ULIN : FTI ITB
119. KARINA ANINDITA : Akuntansi UGM PBS, STEI ITB
120. LAKSMANA GUSTI HANDOKO : Teknik Sipil ITS
121. MUHAMMAD FIKRI : Electrical Engineering NUS, Mathematical Science NTU
122. RABITH GRANANTIO : STT TELKOM
123. RIZKA RATMILIA : Pendidikan Dokter UNS PMDK
124. SAPTO AJI PAMUNGKAS : FTTM ITB
125. TRACY INDRA KUSUMA : FSRD ITB

Kelas XII IPS ( 7/ 41 siswa = 17.10 % )
126. ADERY ARDHAN SAPUTRO : Hukum UGM PBS
127. BINAR SARI SURYANDARI : Ilmu Hubungan Internasional UI PPKB
128. CHAERUNISSA : Akuntansi UI PPKB
129. CHELPIRA INTAN PERMATASARI : Ilmu Hukum UI PPKB
130. DUBES VALENTINO : Hukum Undip
131. ERWIN WICAKSANA : Manajemen UGM PBS
132. FADHLILLAH DALI PUTRA : Manajemen Undip

Kelas XII Science ( 9/ 32 siswa = 28.13 % )
133. ASTRINI HARTANTO : FSRD ITB
134. DARY PUTRA UTAMA : Teknik Elektro ITS
135. DIONISIUS DONNY P : Business Administration NUS Singapore, Business Administration NTU Singapore
136. FAIQA FITRIANI : FTTM ITB
137. GUSTISATYA PERDANA : Teknik Elektro Undip
138. KANIA AZRINA : Asia Pacific Studies APU Jepang, Mechatronic Swiss-German University, STEI ITB
139. NONA FAIRUZ KHAIRUNNISA : SBM ITB
140. MUTHIA SZAMI NAFFISAH : Teknik Industri UI PPKB
141. SYARAFINA AINANI : SITH ITB

REKAPITULASI PERGURUAN TINGGI
UI : 13 Siswa
IPB : 4 Siswa
UNS : 4 Siswa
UGM : 8 Siswa
ITS : 7 Siswa
ITB : 89 Siswa
UNDIP : 8 Siswa
NTU Singapore : 8 Siswa
NUS Singapore : 4 Siswa
APU Jepang : 1 Siswa
USA : 1 Siswa
Philipines : 1 Siswa

REKAPITULASI KELAS
Kelas XII Aksel ( 7/15 siswa = 46.67 %)
Kelas XII HUM ( 3/10 siswa = 30.00 %)
Kelas XII IPA A (17/40 siswa = 42.50 %)
Kelas XII IPA B (11/40 siswa = 27.50 %)
Kelas XII IPA C (14/39 siswa = 35.89% )
Kelas XII IPA D (14/40 siswa = 35.00 %)
Kelas XII IPA E ( 6/40 siswa = 15.00 %)
Kelas XII IPA F (14/ 39 siswa = 35.89 % )
Kelas XII IPA G (11/40 siswa = 27.50 %)
Kelas XII IPA H (18/39 siswa = 46.15 % )
Kelas XII IPA I (10/39 siswa = 25.64%)
Kelas XII IPS ( 7/41 siswa = 17.10 % )
Kelas XII Science ( 9/32 siswa = 28.13 % )

Catatan :
Mohon diinformasikan datanya jika ada yang salah atau kurang tepat.
Terima kasih sebelumnya.
Email : Wangsajaya@gmail.com
Fb : wangsa jaya
Blog : wangsajaya@wordpress.com
Hp : 08569844169

Hidrosfera, styrofoam dan pelajaran hidup

April 9, 2010

Kemajuan ilmu dan teknologi berkembang dengan pesat diberbagai bidang, termasuk dalam bidang pangan, kemajuan teknologi ini membawa dampak positif maupun negatif. Dampak positif teknologi tersebut mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan, juga meningkatkan diversivikasi, hygiene, sanitasi, praktis dan lebih ekonomis. Dampak negatif kemajuan teknologi tersebut ternyata cukup besar bagi kesehatan konsumen dengan adanya penggunaan zat aditif yang berbahaya.

Pola kehidupan masa kini dicirikan dengan tingginya biaya hidup, emansipasi atau karena alasan lain menyebabkan wanita bekerja diluar rumah. Data statistik tahun 2002 menunjukkan bahwa wanita yang bekerja pada angkatan kerja berjumlah 33,06 juta atau 44,23% dari jumlah total usia wanita antara 15-60 tahun (BPS, 2002). Wanita sebagai ibu rumah tangga dan sebagian lain berprofesi bekerja di luar rumah, karena keterbatasan waktu dan kesibukan, serta sulitnya mencari pramuwisma menyebabkan makanan siap saji menjadi menu utama sehari-hari di rumah.

Ritme kehidupan yang menuntut segala sesuatu serba cepat, waktu terbatas, anak harus pergi sekolah sementara ibu dan bapak harus segera berangkat kerja, sebagai jalan pintas untuk sarapan disediakanlah makanan siap saji yang memakan waktu penyiapan 3 sampai 5 menit. Siang hari pulang sekolah ibu dan bapak masih bekerja dikantor, anak-anak kembali menikmati makanan siap saji ini. Selain mudah disajikan makanan ini umumnya mempunyai cita rasa yang gurih dan umumnya disukai, terutama oleh anak-anak usia sekolah.

Masalah lain yang jadi fenomena dimasyarakat adalah tersedianya berbagai jajanan yang dikemas dapat dipastikan “kaya” zat aditif. Tercatat 13 jenis snack mengandung bahan aditif dalam kandungan yang cukup tinggi (Republika, 2003). Pertanyaan yang muncul adalah sejauh manakah bahan-bahan aditif tersebut terkonsumsi dan terakumulasi dalam tubuh, bagaimana dampaknya bagi kesehatan? Dan bagaimana tindakan konsumen terutama ibu-ibu rumah tangga dalam memilih, mengolah makanan yang aman, higienis, cukup gizi dan menyehatkan anggota keluarganya?
http://1of-famous.blogspot.com/2009/09/contact-webmaster-sasds.html

Menurut Dinas Kebersihan DKI Jakarta (2007) produksi sampah di DKI Jakarta perharinya mencapai 26.945 m3 atau setara dengan 6.000 ton per hari, yang terdidir dari 55% sampah organik dan 45% sampah anorganik. Diantara 45% sampah anorganik, plastik meduduki tempat kedua teratas (13,25%) setelah sampah kertas (20,57%). Ini berarti ada sekitar 1.000ton sampah plastik per hari diproduksi di Jakarta.
http://mepow.wordpress.com/2010/01/01/sampah-dan-penanggulangannya/

Berdasarkan tulisan di atas, maka pada hari kamis tanggal 8 April 2010 saya membawa siswa kelas X-I SMA Negeri 8 Jakarta ke bantaran kali Ci Liwung, belakang sekolah yang berjarak ± 50 meter. Materi Geografi yang akan diajarkan adalah Hidrosfera. Saya berusaha menggabungkan dua hal tersebut. Styrofoam dan hidrologi, salah satu efek terbesar adalah banjir di SMA Negeri 8.

Banjir di Jakarta bukan hanya kiriman air dari Bogor saat hujan deras, tetapi juga adanya barrier di sepanjang jalur irigasi, yaitu Ci Liwung. Dengan kekuatan 34 siswa kami bergerak dari lantai 3 gedung sekolah, menuju lapangan depan piket. Setelah mengetahui jumlah pasti siswa, saya membawa mereka menyusuri pintu gerbang dan menuju belakang sekolah. Sebagian besar siswa belum pernah melalui jalur “anak nakal” melarikan diri ke Warung Kremes. Sepajang jalan semesteran lebarnya, siswa dapat melihat, di pemukiman padat penduduk dengan tingkat ekonomi di bawah rata-rata, ternyata saluran pembuangan menuju ke Ci Liwung sebagian besar terisi oleh Styrofoam, gelas plastik, bungkus indomie, potatos, chitatos. Bagaimana mungkin masyarakat dengan kondisi seperti tu mampu membeli makanan cepat saji berbungkus Styrofoam ? Semua anak menjawab : itu sampah kita, pak.

Sampailah mereka di bantara kali, sekitar 10 menit untuk mencapai bantaran kali. Terlihat rumah-rumah yang berdinding kayu, terkelupas semua bagian luarnya. Cat tembok kusam, banyak sampah plastic di pohon-pohon yang menjorok ke Ci Liwung. Itu semua karena banjir besar pernah melanda wilayah ini.

Jarak rumah penduduk dengan pinggir kali hanya berjarak 2 -3 meter. Wc apung dan pemadian langsung di sungai. Sebuah kehidupan yang keras, air yang kotor, tanah sisa dan tumpukan sampah. Siswa juga melihat di seberang kali, pemukiman jauh lebih padat dan amat kumuh. Bertumpuk tidak beraturan. Tetapi kontradiktif dengan kelengkapan hiburan. Hampir semua atap rumah terlihat antena televisi.

Memberi contoh langsung kepada siswa, adalah salah satu metoda untuk mengenalkan bahasa sampah, terutama pemakaian styrofoam yang amat tinggi di sekolah. Oleh karena saya berharap program ”anti styrofoam” yang dilaksanakan setiap hari senin dapat berjalan dengan baik. Subsie Puapala dan Pramuka menjadi motor untuk kegiatan mengurangi styrofoam.

Dengan jumlah yang sangat besar dan juga bahaya akan timbulnya penyakit karena lingkungan menjadi tidak sehat, apa yang harus kita lakukan dengan sampah ini?? Ada beberapa hal kreatif dan efektif yang bisa kita lakukan yaitu menerapkan prinsip 4R: Replace (mengganti), Reduce (mengurangi), Re-use (memakai), dan Recycle (daur ulang).

Replace
Ganti dengan barang ramah lingkungan.
Teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, ganti kantong keresek kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidak bisa didegradasi secara alami.

Reduce
Kurangi Sampah!.
Kita bisa mencoba cara-cara ini :
• Membawa tas belanja sendiri untuk mengurangi sampah kantong plastik pembungkus barang belanja
• Membeli kemasan isi ulang untuk shampoo dan sabun daripada membeli botol baru setiap kali habis
• Membeli susu, makanan kering, deterjen, dan lain-lain dalam paket yang besar daripada membeli beberapa paket kecil untuk volume yang sama.

Re-use
Gunakan sisa sampah yang masih bisa dipakai!
Beberapa contoh kita dapat melakukan cara-cara ini :
* Memanfaatkan botol-botol bekas untuk wadah
* Memanfaatkan kantong plastik bekas kemasan belanja untuk pembungkus
* Memanfaatkan pakaian atau kain-kain bekas untuk kerajinan tangan, perangkat pembersih (lap), maupun berbagai keperluan lain nya.

Recycle
Daur Ulang Sampah!
Daur ulang sendiri memang tidak mudah, karena kadang dibutuhkan teknologi dan penanganan khusus. Tapi kita bisa membantu dengan cara-cara ini :
• Mengumpulkan kertas, majalah, dan surat kabar bekas untuk di daur ulang
• Mengumpulkan sisa-sisa kaleng atau botol gelas untuk di daur ulang
• Menggunakan berbagai produk kertas maupun barang lainnya hasil daur ulang.

Beberapa contoh hasil daur ulang sampah adalah tas daur ulang, map daur ulang, tempat tisue, kertas daur ulang, pupuk kompos, dan lain sebagainya.

3 Tips Menjawab Soal Pilihan Ganda UAN/UNAS

Maret 16, 2010

Tulisan hanya boleh dipikirkan, buat yang mau melaksakan, berpikir dulu lah yang maksimal. Sudah latihan yang banyak, sudah belajar, sudah try out dan berdoa.

3 Tips Menjawab Soal Pilihan Ganda UAN/UNAS.

Ujian Nasional masih menjadi beban stres bagi siswa kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA. Mau tak mau, semua yang duduk di bangku sekolah resmi harus melaluinya. Maka tidak ada cara lain selain menghadapinya. Berikut beberapa tips yang mudah-mudahan dapat membantu untuk memuluskan jalan menuju sukses.

* Soal-soal UAN adalah pilihan ganda (multiple choices) yang didasarkan pada jawaban yang benar, tanpa pengurangan nilai pada pilihan yang salah; artinya jika tidak tahu jawabannya sekalipun, t-e-b-a-k-lah!
* Soal UAN biasanya berkomposisi 20% sulit, 50% sedang, dan 30% mudah. Jadi targetkan saja nilainya 70% sehingga tidak terlalu menjadi beban.

Taktik 1: Kalau Bisa Langsung Jawab, Kalau Tidak Bisa Tinggal!

Naskah soal biasanya diberikan lebih dulu sebelum LJK. Ini kesempatan mengintip soal. Kerjakan dulu meski yang lain belum mulai. Baca sekilas, bila mudah, kerjakan! Bila sulit, lewati! Dimana menulis jawabannya? Cukup tandai dengan titik kecil di bagian awal huruf pilihan. Dengan begini kita dapat mencuri start sampai 5-6 soal lho.

Taktik 2: Bila Ragu, Beri Tanda!

Gunakan taktik no 1 sampai akhir lembar soal. Anda mungkin butuh artikel ini untuk lebih rincinya. Sampai disini kira-kira 75% soal mungkin belum terjawab. Lalu buka lagi lembar pertama, ulangi dari nomor yang belum terjawab. Sekarang ganti strategi, pikirkan jawaban dengan masak. Namun jangan diforsir (terlalu memaksa) untuk soal yang memang sulit, lewati saja dengan beri tanda segitiga (apa saja selain lingkaran agar berbeda dari kebiasaan) pada dua jawaban yang ragu-ragu tadi (misal apakah A atau B).

Taktik 3: Bila Blank, Tebak!

Menebak pun perlu jurus. Dan jurusnya adalah memilih pilihan yang paling sedikit dipilih sebelumnya. Gambarannya, bila pada jawaban lain kita sering memillih A, B, D, dan E… maka pilihlah C. Ini akan memberi kita sedikit peluang karena setiap pilihan sedikitnya digunakan pada 10 pertanyaan. Maksudnya 10 soal memiliki jawaban A, 10 yang lain jawabannya B, 10 lainnya C, dan seterusnya. Tapi, bagaimana pun juga, ini adalah perkiraan kasar.

Cara lainnya adalah dengan memilih jawaban yang terdengar akrab, sebab boleh jadi jawaban itu adalah yang pernah kamu baca sebelumnya.

Sedikit mengira-ngira saja, bila kita targetkan ada 20 jawaban benar (nilainya 40), lalu 20 ragu-ragu (ambillah separuhnya, jadi nilainya 20), lalu 10 soal tidak bisa sama sekali (bila kebetulan, paling sedikit betul 1 yang artinya bernilai 2), maka totalnya adalah 64. InsyaAllah lulus!

TeSIS-3, hari ketiga buat kami

Januari 4, 2009

Saat terbangun oleh alarm Hp, jam masi menunjukkan pukul 03.30 wib. Kebiasaan memang bangun jam itu, ke kamar mandi, wudhu dan sholat malam hingga subuh. Tapi ini juga ada panggilan lain, perutnya agak kurang enak. Melewati beberapa teman guru yang tidur malang melintang, saya ke kamar mandi sekitar 30 menit. Fresh banget, air cukup dingin. Sholat malam, sambil bertasbih agar acara ini lancar dengan kendala yang sebisa mungkin terpecahkan oleh panitia. Panggilan subuh, bergegas ke Musholla. Musholla yang berjarak kurang dari 5 menit. Suasana nya enak banget, tenang, damai. Muadzin tidak ada, saya sholat sunnah, menunggu marbot atau imam mesjid.

Kembali ke posko, beberapa teman mulai bangun dan sholat subuh. Bertemankan segelas suhu milo hangat, saya duduk di tenda depan posko. Menikmati udara dingin yang berusaha masuk ke ruang-ruang kosong antara kulit dan kain sarung yang saya kenakan. Beberapa hari ini memang celana pendek bermuda menjadi seragam khas panitia. Lebih enak dan nggak berat bawanya. Maklum kami memang orang lapangan.

Jam 6 – 7 mulai terlihat kesibukan panitia lokal. Pak komandan memberi kabar kesiapan peserta TeSIS di SMA 8 Jakarta. Perkiraan saat peserta akan sampai jam 11-an, maklum konvoy. Itu pun kalau tidak ada kendala di jalan. Semoga saja berjalan lancar.  Jam 8 ada sms dari bu Desi yang mau curhat, hehehehe. Ini pasti curhat Pocari Sweat. Kami panitia udah ngebahas kok legenda Pocari Sweat. Jadikan pelajaran aja, terus yakini kita harus menegrti semua stake holder kita memang kedewasaan akan terlihat saat dalam kondisi “terjepit”. Tetapi kalau dalam keadaan lapang, ada kedewasaan lain, artinya memang belum dewasa, hehehe. Semangat bu !

Wah ada berita banyak yang muntah, heheheh. Saya berharap sang bos sampai lebih dulu, karena ada beberapa pejabat yang datang. Ada Pak Camat Jalancagak Bapak Udin Jazudin, Ibu Kepala Desa Bu Cucu, Kapolsek, Dandim, LMD dan tentunya masyarakat Tambakmekar. Sehabis sholat dzuhur, ternyata busa mulai datang, cukup sibuk deh, ngatur lapangan dan mencoba menenangkan diri. Saya yakin siswa kepanasan, terus mau ke wc, upacara pula dan terakhir mempertemukan mereka dengan orang tua asuh.

Upacara yang dikomandoi oleh pak Edy Pramono, dengan gaya Sersan, serius tapi santai. Intinya adalah penyerahan para siswa kepada pak Camat dan Bu Kades, untuk tinggal di Tambakmekar, bersosialisasi dan melakukan penelitian. Sebenarnya tidak lama upacaranya, cuma karena panas, jadi terasa lama.

Selepas acara, para orang tua asuh mulai datang, siswa langsung mencari orang tua asuh. Orang tua asuh dibekali selembar kertas, berisi nama kelompok dan nama ortu. Seru pokoknya. Tertinggal 6 kelompok, ternyata inilah kelompok yang kami pecah kembali, karena melihat kemampuan rumah orang tua asuh untuk menerima mereka. Jam 15.15 wib, semua kelompok sudah selesai meninggalkan lapangan balai desa. Diantara 4 tesis, ini yang paling diterima masyarakat.

Jam 16-17 mulai berdatangan peserta TeSIS yang tidak bertemu dengan TAS mereka. Setiap tahun memang ada kondisi seperti ini. Pertama, nametag tas terlepas, kedua siswa tak memberi label atau memang kami belum memindahkan dari kondisi awal penghuni rumah. Laporan akhir ada 6 tas belum ketemu, 3 siswa kelas XI IPS, 3 Kelas Inter. Semuanya ternyata memang kelompok-kelompok akhir.

Badan benar-benar terasa lelah yang amat sangat. Beberapa teman panitia yang baru hadir tampak masih lelah. Masuk angin dan pusing, mereka tertidur di posko.  Jadi tidak tega mengganggu mereka.  Tanpa terasa, ternyata tim advance belum  makan siang ! Wah melilit sekali, cari bakso deh. Karena dekat rumah kelompok IPS ada tukang bakso goceeeng.

Jam 19  ketua kelompok mulai hadir. Egi, pra dan reza datang dengan muka lesu,”Pak tas kami belum ketemu, mau ganti daleman nih.”  Aduh kasihan banget mereka.

Jam 21.00 mulai berkeliling desa, beberapa siswa masih berputar-putar desa. Baguslah orientasi medan. Ayo yang pacaran, jangan pura-pura ada tugas. Hehehehee

Ngobrol dengan aparat desa di Balai desa hingga jam 23, terus berlanjut ke posko panitia. Lelah ? Iyalah. Kaki udah tidak terasa bentuknya. Untungnya ada POCARI SWEAT sang legenda Miss Desi. Jam 24.00 mulai menemukan tempat peraduan. Celana pendek, sebuah bantal dan doa. Cuma itu.

Semoga Allah memberikan hal-hal yang terbaik untuk esok dan lusa, menjadikan hari ini sebagai limpahan pahala untuk kami. Amin.

ESQ di SMA Negeri 8

Oktober 19, 2008

Hampir 4 tahun sudah setelah saya kedatang seorang siswa ke ruang BK, akhirnya SMA Negeri 8 Jakarta menuruti jejak pendapat siswa tersebut. Pak bapak tahu nggak pak si A, berubah sekali setelah ikut ESQ ? Setiap hari kalau ketemu di kampus, dia mengingatkan kita untuksholat. Subhanalllah. Bahkan setelah sekian guru mengikuti training ESQ langsung dari Om Ary Ginanjar Agustian langsung. Total guru SMA 8 yang telah mengikuti ESQ 19 orang. Semoga aja setelah acara ini menjadi49 orang.

Kegiatan dibuka oleh Bpk Drs. H. Marghani M. Mustar, M.Sc. Kepala Dinas Dikmenti Propinsi DKI Jakarta. Kegiatan akan berlangsung selama 3 minggu dengan pola Sabtu-Minggu, dengan 3 kelas X sebagai peserta dan 10 orang guru sebagai pendamping. Untuk minggu ini 18-19 Oktober ada siswa kelas X A, X B, X C dan beberapa siswa kelas X Internasional.

Acara yang dibuka pada pukul 07.45 WIB berjalan hingga 17.40 WIB. Pola Jaljalah atau GONCANGAN yang diberikan trainer berhasil menyentuh keimanan para siswa dan bahkan guru tentunya. Penggunaan teknologi semakin memperkuat visualisasi akan keinginan kita untuk memegang dan menyentuh tali-tali Allah. Semoga saja acara ini akan membuat semua peserta baik siswa atau pun guru semakin mudah me-recharge hatinya dengan iman yang benar.