Archive for Agustus, 2013

Tingkatan jika tidak mau disebut kasta

Agustus 27, 2013

Berjumpa dengan hari Sabtu dan Minggu, rasanya kata-kata umpatan akan keluar dengan mudahnya dari para pengendara mobil atau pun sepeda motor. Maklum saja, Cibinong sedang amat berkembang. Pengembangan pasar membuat relokasi sementara (walau nyatanya sudah 2 tahun) ke sebuah lokasi tepat di ujung Fly Over Cibinong menjadi salah satu-satunya kemacetan di pagi hari. Kemacetan akan terasa sekali saat memasuki pukul 06.30 – 09.00 pada kedua hari itu, Sabtu dan Minggu. Pasar relokasi akan tumpah ruah ke jalan raya. APTB, salah satu bus besar yang harus 2 x lebih lama dari yang lain untuk berputar agar mampu melanjutkan perjalannya.

Berbeda dengan pasar lain, pasar reloaksi Cibinong ini agak unik. Pasar ini sebelumnya terbelah dua, sama-sama super padat. Di Jalan Mayor Oking (pasar utama) dan di samping Ramayana di Jalan Raya Bogor ( pasar lama), hingga pukul 09.00 akan macet sekali. Di dua tahun ini pembangunan sedang dikejar, nyatanya target yang ada tidak sampai. Cibinong kota yang berkembang, banyaknya mini swalayan yang berdiri, pembangunan mal dan supermarket terlihat jelas mengikuti perumahan-perumahan baru, baik yang skala besar, sedang atau pun cluster. Giant, Tip Top, Hypermarket dan Carefour seakan tidak henti-hentinya menggemur keberadaan pasar tradisional.

Samping pasar relokasi Cibinong berdiri megah Carrefour, dalam rentang kurang dari 200 m berdiri mini swalayan, alfamart dan Indomart, dan 100 meter dari indomart ada Super Indo,…. wah memang ”gemuk” daya beli masyarakat Cibinong. Kekagetan akan semakin memuncak, di jalan Mayor Oking ada 6 mini swalayan yang diantarannya 2 buka 24 jam. Sebuah wilayah dengan pangsa pasar yang ”serius’.

Jika di Carefour masyarakat Cibinong berduyun-duyun mencari kebutuhan rumah tangga dari yang dapur hingga hiburan, dengan harga yang murah sekali, apalagi saat ada diskon, masyarakat amat dimanjakan. Wajar parkir motor di Carefour bisa mencapai 100 lebih setiap jamnya. Layanan yang prima, harga termurah dan suasana yang menyejukan adalah sebuah kondisi yang 7 tahun yang lalu sukar ditemui masyarakat Cibinong. Bisa memilih, kalau sudah ditimbang, bisa juga nggak jadi beli….. hehehe

Pasar tradisional Cibinong, sebuah surga untuk masyarakat yang sadar akan ”tingkatan”nya. Jam 24.00 mulailah berdatangan sayur mayur segar dari Bogor, Sukabumi bahkan Cianjur. Segar dan partai besar, pembelinya hingga pukul 03.00 adalah para pedagang eceran, pengusaha katering kecil – sedang, dan warung-warung tradisional perumahan. Penerangan yang ada masih mampu membuat para pembeli memilih dengan baik. Suasana akan semakin berubah jam demi jam.

Memasuki subuh hingga pukul 07.00 akan terlihat banyak ibu rumah tangga yang berlalu lalang mencari bahan makanan untuk makan hari itu. Harga sudah mulai berbeda, sedikit naik karena pembelian partai rumahan, untuk semua kebutuhan. Suara teriakan para pedagang yang menjajakan sayur mayur dan sebagaianya bergema dari seluruh pelosok. Hmmm pasar tradisonal banget yaa.

Mulai jam 12.00 – 16.00 sore, semua harga sayur mayur akan meroket tajam. Dua Ribu, tiga ribu dua bungkus dan lima ribu tiga bungkus adalah menu-menu harga hampir semua sayuran yang sudah dalam kemasan sekali pakai untuk keluarga sederhana. Bayam dan kangkung bisa 2000 sebanyak 3 ikat, atau jeruk lemon yang dua ribuan.. wah surga untuk para pekerja kantor yang bisa sampai sebelum pukul 4 di lokasi tersebut.

Mau mewah bisa ke carrefour, mau sederhana bisa ke pasar tradisonal. Semua ini berjalan dengan sendirinya, tanpa ada yang membuat dan masyarakat nyaman-nyaman saja. Tinggal pilihan kita. Hidup ada stratfikasinya, mau tidak mau. Kehidupan masyarakat juga demikian, secara kebendaan, kenyamanan dan kepemilikan. Justru dengan adanya stratifikasi inilah kita diajarkan untuk tenggang rasa atau tepo saliro. Bangsa yang besar menghargai perbedaan dan tingkatan tersebut. Tugas negara adalah membuat tingkatan tersebut tidak terlalu signifikan. Masyarakat tentu ingin mendapatkan pasar moder, bersih, aman, nyaman dan mudah dijangkau. Semua itu adalah sebuah proses. Pembelajaan di pasar tradisonal amat banyak, kemampuan bersosialisasi dan bernegosiasi terjadi di keseharian. Sementara di pasar modern kemampuan menghitung keuntungan amat diperlukan. Memang sudah demikian kondisinya.

Konsep geografi dan humaniora ?

Agustus 27, 2013

Sewaktu kuliah, belajar geomorfologi dengan pak Sarwa, ujung-ujungnya kita harus menterjemahkan Arthur L. Bloom dan AK Lobeck. Kalau kuliah pak Frans di Geologi kita akan ketemu dengan bukunya Prof Katili. Awalnya sulit banget membangun sebuah gambaran wilayah yang tergambar hanya fisiknya saja. Sempat mau KO deh. Padahal saat niat keluar dari IPB tahun 1989, masuk UI jurusann Geografi karena suka dengan jalan-jalan dan berbincang masalah sosial dari sisi fisik wilayah yang berbeda. Wah jangan kaget saat itu sudah mulai melihat perbedaan antar wilayah dengan kehidupan manusianya. Hehehehe

Akhirnya setelah sekian lama di Geografi UI jadi makin cinta melihat hubungan fisik wilayah dengan kondisi kemanusian. Ternyata Tuhan maha adil sekali. Banyak hal yang terlihat seperti oang-orang di pantai lebih keras dan berani, orang-orang di pedalaman lebih pemalu dan berkelompok. Perjalanan panjang selama kuliah melihat desa-desa dan wilayah-wilayah yang belum terjamah, termasuk pada saat tugas akhir di ujung Cilacap, sebuah desa di kecamatan Dayeuh Luhur,… hening dan sepi… Jam 16.00 sore sudah tidak ada aktivitas yang berarti. Judul tugas akhir saya saat itu adalah : Batas Suku Bangsa Jawa dan Sunda di Kabupaten Cilacap Bagian Barat.

Pembimbing tugas akhir Pak I Made Sandy (Almarhum) dan ibu Tuty Handayani, banyak yang saya dapatkan dalam bimbingan mereka. Jadi tidak kaget saat Sidang Sarjana tidak sampai 30 menit sudah diusir keluar ruang oleh Prof I Made Sandy. Fakta-fakta yangs saya sampaikan menjawab semua pertanyaan dalam skripsi tersebut.
Skripsi tersebut memperjelas, bahaw jalan dan sungai adalah faktor pembatas kesukuan di wilayah Cilacap, suku bangsa sunda lebih banyak yang berdiam di bukit-bukit atau pegunungan, suku bangsa Jawa di daerah dataran rendah, dan suku bangsa campuran dimana hamper semua orang bisa berbahasa Jawa atau pun bahasa Sunda terletak di dua lapis desa dari Jalan Utama.

Setelah sekian tahun mengajar di sekolah, bertemu dengan seorang teman diskusi yang amat menarik. Teman ini membagi wilayah pulau Jawa jika dibelah melintang, akan dibagi menjadi wilayah orang-orang pandai cerdas karena belajar dan bertemu orang asing wilayahnya tersebuar di seluruh pantai Utara Jawa, wilayah kedua adalah kekuasaan para pendekar silat atau orangorang yang mempuyai ilmu kanuragaan terletak di wilayah tengah Pulau Jawa yang terdiri dari perbukitan dan pegunungan, sementara wilayah ketiga adalah di selatan Pulau Jawa dimana banyak orang-orang yang mempunyai ilmu kesaktian kemistisan.

Sewaktu saya mendengarnya, saya senyum-senyum. Berusaha mengerti. Memang Utara pulau Jawa adalah wilayah yang termaju. Berhubungan dengan pelabuhan laut maka akan terbuka hubungan dengan bangsa lain yang lebih maju. Wilayah Pantura adalah dataran rendah yang subur, hasil kipas aluvial dari pegunungan di wilayah tengah. Wilayah tengah Pulau Jawa merupakan wilayah yang berbukit-bukit, pegunungan dan tentunya hutan belukar yang ganas. Wajar saja yang mampu hidup adalah para pendekar dan ahli-ahli beladiri atau pun para rampok. Kalau wilayah selatan yang merupakan wilayah lipatan yang jarang terbuka, terisolir dan kekuatan pantai yang langsung berhunungan dengan samudera menyebabkan pantainya terkenal dengan deburan ombak yang kuat. Terisolirnya wilayah tersebut sering membuat orang yang bermasalah melarikan diri keselatan. Berguru dalam tanda kutip juga diidentikan dengan wilayah selatan. Sebut saja wilayah Jampang Kulon, Surade, Pantai Selatan dan Cisolok. Kesaktian Nyi Loro Kidul demikian jauh melampaui wilayah selatan. Begitu juga dengan Pengonbatan Jampang dan Mak Erot, sudah sering diidentikan dengan mistis.

Alhasil ternyata kenampakn fisik juga bisa berhubungan erat dengan humaniora. Hehehhe,…. minimal menurut saya.

Ketika syarat dan rukun menjadi keharusan

Agustus 25, 2013

Ceramah subuh, saat menyelesaikan itikaf hari itu di Al Azhar mungkin salah satu yang paling saya pikirkan. Sepanjang perjalanan dari Kebayoran menuju Cibinong bersama istri, mengobrol panjang lebar tetapi di dalam pikiran saya terus berkecamuk. Apa iya,….

Penceramah saat itu anak muda, hafidz Al qur’an, membawakan pentingnya membaca al Qur’an secara tartil. Dia menyampaikan dengan penuh semangat. Tetapi intinya adalah kalau kita salah satu makhraj saja, fatal,.. tidak diterima shalat tersebut. Tartil membaca memang sebuah keharusan, ketika salah membaca maka artinya pun pasti berubah. Bayangkan kata Amin,… amiin,.. amiiin,.. panjang pendeknya akan menentukan arti.

Begitu juga dengan berwudhu, kesempurnana berwudhu hingga tahu arti apa yang kita baca.. Saya tercenung terus mendengarnya,.. sesekali saya menguap karena terkantuk-kantuk, tetap saja tidak bisa tertidur, isi ceramahnya benar-benar membuat saya bertanya akan semua ibadah yang saya lakukan, apakah sesuai dengan syarat dan rukunya ?

Seorang guru saat menjadi guru juga mempunyai syarat dan rukunnya. Bayangkan jika seorang guru tidak berkompeten dalam bidang ilmu, tidak mampu menyampaikan ilmu, bahkan tidak mampu mempraktekannya,.. bisa fatal ilmu yang didapat para siswa. Seorang guru juga terikat akan waktu dan pengabdian. Menjadi guru adalah kegiatan 24 jam, setiap detik setiap waktu. Bagaimana tidak, seorang guru akan dilihat dan amat terlihat oleh para siswa, para tetangga bahkan orang lain yang mungkin tidak mengenalnya secara langsung.

Seorang guru yang memberikan contoh buruk di keseharian, tanpa sadar telah memberikan kompetensi akan sesuatu hal, baik secara teori, praktek bahkan penyebaran dari contoh tersebut kepada siswa. Jika seorang guru melakukan tindakan yang mungkin masih bisa dianggap wajar, sambil berjalan dia mengunyah permen, sambil berdiri dia minum air semoga tidak pakai tangan kiri.. atau banyak hal lain. Ulama dan guru adalah sebuah profesi yang sama dalam banyak hal. Penekanannya, ulama akan terlihat lebih mampu menjelaskan ayat-ayat Allah. Sementara guru berusaha menjelaskan dengan teori yang sudah diukur oleh penelitian dan pelaksanaan. Tetapi ingat, keduanya mempunyai konsekwensi yang amat tinggi.

Guru yang tidak hadir tepat waktu di kelas, lamanya waktu mengajar yang tidak sesuai, bahkan evaluasi setiap siswa tidak dilakukan dengan instrumen penilain yang benar akan menjadi profesi yang berbeda, artinya bukan guru. Negara membayar sesuai syarat dan keharusan. Sehingga sering kita jumpai seorang guru tua yang berpengalaman akan memakan waktun yang lama untuk memberikan penilain kepada para siswa, dan guru-guru muda akan lebih cepat menentukan nilai akhir sebuah penilaian. Pengalaman mengajar yang lama, untiuk guru-guru tua menajdi kunci penilaian tersendiri. Karena akhir penilain bukan hanya angka tetapi juga sikap hidup.

Akhirnya saya mendapatkan jawaban dari ceramah subuh tersebut. Ibadah dan ketaqwaan adalah sebuah proses hidup, bukan hasil. Bayangkan jika semua ibadah hanya bernilai benar dan salah ? Bukan peningkatan ibadah menju ketaqwaan. Rasulullah mengajarakan setahap demi setahap pemahaman al qur’an,. Serta memberikan contoh-contoh di keseharian. Kehidupan beliau-lah yang menjadi contoh dari yang al qur’an tuliskan. Harus sesuai syarat dan rukun. Rasulullah selalu mengingatkan jika kurang atau pun berlebihan. Manusia memang diciptakan untuk mengurangi dan melebihkan, islam lah yang menuntun umat manusia untuk tidak kekurangan atau pun terlalu berlebihan. Shalat ada ketentuannya, shaum ada ketentuannya, begitu juga kehidupan sehari-hari.

Penuhi syarat dan ketentuan,..maka hakekat ibadah akan semakin nyata didapatkan oleh semua manusia. Taqwa bukan hasil, sebuah proses keseharian hingga Allah menyatakan cukup.

Kenyamanan itu anugerah Tuhan,.. perjuangkan

Agustus 24, 2013

Kenyamanan itu anugerah Tuhan,.. perjuangkan

Seorang siswa marah-marah kepada gurunya dan menyerang balik. Sang guru tidak marah dia terdiam, membisu dan hanya bisa tersenyum dalam hati. Ternyata pembelajaran yang diberikan selama ini berhasil. Pendidikan adalah upaya mentransfer sebuah pengalaman yang berjalan dan lama sekali pada diri seorang guru dan harus diberikan dalam bentuk yang nyaman dan menyenangkan kepada para siswa dalam rentang waktu yang lebih singkat.
Alkisah pada suatu hari, seorang guru melihat beberapa siswa sedang sibuk berdiskusi di lantai depan ruang sebuah kelas, lantai yang bersih dan suasana nyaman membuat siswa itu asyik membicarakan sesuatu yang penting. Sesekali terlihat mereka tertawa sambil menuliskan ide-ide segar dari teman-teman. Diantara beberapa siswa tersebut ada siswa yang dikenal baik oleh guru tersebut. Guru tersebut memang sering ”tawaf” di sekolah. Piket yang aktif melihat kalau-kalau ada kelas yang gurunya tidak hadir, belum hadir atau memang telah mengkonfirmasi ketidak hadiran dan telah menyerahkan tugas mandiri kepada piket untuk diberikan kepada para siswa.
Guru itu merasa janggal. Dia yakin siswa tersebut adalah salah satu siswa yang selalu melaksanakan sholat dhuha. Biasanya jam 09.40 atau sepuluh menit setelah bel istirahat pertama, siswa itu akan terlihat di dalam mesjid. Dhuha dan membaca al qu’an. Subhanallah.
Guru tersebut mendekati diskusi tersebut, ”Nak,.. nanti sholat Dzuhurnya bagaimana kalau celana atau roknya kotor karena lantainya belum tentu tidak bernajis.” Tegur guru tersebut dengan suara perlahan. Beberapa sisw berpaling ke arah guru tersebut, dan berusaha bangkit. Wah,.. gurunya membuat diskusi tersebut jadi terpecah perhatian. Guru tersebut merasa bersalah, karena telah mengganggu sebuah diskusi penting organisasi sekolah. Tiba-tiba anak yang dimaksud guru tersebut sebagai siswa yang sering bertemu kala shalat dhuha dengan kalimat skak mat,” Bapak emang yakin celana bapak yang menyentuh sepatu juga bersih dari najis.”
Waduh, sang guru terdiam membisu, sesuatu yang tidak diyakini akan mendapat jawaban seperti itu. Sambil berusaha tersenyum, guru tersebut menjawab,” Yaa udah maaf. Silakan lanjutkan diskusi kalian. Terima kasih telah mengingatkan.”

Guru itu bingung, senyum, bingung, senyum, bingung. Menyadari kesalahannya. Orang lain sedang nyaman-nyamannya berdiskusi terganggu oleh kalimat tersebut. Kenyamanan memang menjadi hak manusia siapa pun. Udara bersih yang kita hirup masih nyaman, tidak ada polusi bahkan masih gratis pemberian Allah. Air bersih mulai tidak nyaman untuk mendapatkannya, harus ditukar dengan benda-benda yang bernnilai, misalnya uang. Tahun 1980-an sekolah-sekolah di Jakarta amat nyaman, tidak ber AC, tetapi jendela lebar-lebar dan memang gedung sekolah dibuat tinggi-tinggi, karena Jakarta termasuk wilayah tropis. Lampu penerangan kelas pun Cuma 4 titik dengan dua neon ukuran 40 watt. Sekolah tanpa kain penutup jendela, sehingga sinar matahari di siang hari mampu menerangi kelas.

Ruang kelas di tahun 2000-an mulai ber AC, di tahun 1997 mulai ada OHP dan LCD pada tahun 2002. Nyaman sekali, Kipas angin mulai tertinggal. Tagihan listrik pada masa itu, hanya lampu, OHP/ LCD atau AC. Di 2005 saat laptop mulai dibawa para siswa, HP berbagai jenis hingga akhirnya semua alat komunikasi terbawa semua. Bukan satu siswa, hampir sekelas. Bohong sekali siswa jika tidak memiliki alat komunikasi saat ini.

Dan kenyamanan mulai terasa menjadi barang mewah. Saat guru ingin mengajar di kelas, terlihat sambungan listrik telah terpenuhi oleh Gadget para siswa. Bukan 2 atau 3, bisa ada tambahan kabel, sehingga alhasil 10 gadget terparkir di meja guru atau pun komputer ruang kelas.

Nah diskusi para siswa tadi adalah karena mereka menggunakan perpanjangan kabel untuk mendapatkan aliran listrik, menggunakan laptop pula. Dan tentunya gadget yang tersambung mencari wifi gratis atau memang sedang menggunakan pulsa pasca bayar. Nyaman. Kenyamanan ini terganggu bukan oleh sarana listrik saat diskusi yang padam atau dilarang penggunaannya oleh guru tersebut. Guru tersebut hanya mengingatkan, dengan mengingatkan guru akan merasa nyaman. Mengingatkan sebuah hal yang pantas dan tidak menyalahi aturan. Persoalannya guru tersebut telah merampas kenyaman para siswa tersebut.

Sebuah pelajaran berharga untuk guru tersebut, jangan pernah mengambil kenyamanan para siswa apalagi saat membicarakan kepentingan organisasi kesiswaan. Alamat dapat nasehat dari siswa. Hhmhmhm,.. makin bangga siswanya makin berkarakter. Semoga kejadian ini tidak berulang. Semoga tidak ada lagi guru yang terlalu berani memberikan nasehat. Apalagi dengan kurikulum 2013 dimana karakter siswa memang dididik. Saat menuliskan kisah ini di buku harian, guru tersebut tersenyum. Bahagia.

Disiplin sesuatu yang harus dijaga, dipupuk dan dikembangkan

Agustus 20, 2013

Pagi cerah hari ini senin 19 Agustus 2013, menyapa para siswa di depan pintu gerbang siswa berprestasi, gerbang utama SMA Negeri 8 Jakarta. Saat mobil berhenti di depan gerbang dan berturut-turut beberapa mobil pun berhenti. Siswa turun hampir serentak, jendela mobil terbuka lebar, dan senyum serta salam orang tua kami terima dengan senang hati. “pagi pak wangsa,.. “. “Pagi bapak,.ibu, silakan.” Dan para siswa mnerima uluran tangan kami,.. saya. miss Aulia,.. miss Rossy dan bu Ika, beberapa guru yang senantiasa menerima para siswa di gerbang utama.

Kami bangga dengan siswa kelas X, masih murni asli pendidikan SMP asal mereka. Kenyataan menunjukkan asal SMP siswa yang beragam terlihat di gerbang utama, akan terlihat SMP mana saja yang mampu membentuk kedisplinan para siswa. Bahkan bukan hanya selamat pagi,.. kami dapatkann juga “Assalamu’alaikum.” Dan lebih terharu ketika beberapa siswa bertanya balik, “bagaimana pak ,.. sehat ?”. Alhamdulillah,.. sebuah pertanyaan yang membahagiakan.

Perjalanan berlanjut saat siswa mulai berlalu secara menit per menit.. “pak maaf,.. apakah kami sudah bisa membeli gesper, dasi dan topi SMA Negeri 8 di koperasi?”. Waduh sempat bingung,… apakah koperasi sudah ada barangnya. Siswa ini amat saya yakin anak yang bertanggung jawab dengan kedisplinan. Dia merasa ada atribut yang belum sesuai dengan Tata Tertib SMA Negeri 8 Jakarta. Anak yang cerdas seperti ini harus dijaga,…karena kedisplinannya jangan sampai hilang. Harus dipupuk karena akan menghasilkan kebaikan-kebaikan hidup, dann harus dikembangkan agar menular kepada siswa lain.

Persoalannya adalah,.. siapa yang mau menjaga, memupuk dan mengembangkannya… mereka sendiri ? Tidaklah… para guru di sekolah,. para orang tua di rumah,.. dan masyarakat di sekitarnya. Jadikan anak-anak ini generasi Emas negeri ini. Insya Allah ada jalan, ada kesempatan dan ada rahmat dari Allah.

Sikap hidup keseharian di rumah yang menentukan seperti apa kita di masyarakat August 20, 2013

Agustus 20, 2013

Tahun 2005 – 2006, awal mula saya diajak Kepala Sekolah untuk coba mengatur lalu lintas di perempatan SMA Negeri 8 Jakarta. “Pak Wangsa,.. ayo temani saya ke belakang,. saya masih bingung yang membuat anak-anak terlambat itu apa yaa ?”. Salah satu kepala sekolah yang mencoba membuat desain kedisplinan di SMAN Negeri 8 Jakarta. Ternyata memang untuk sesutau yang baru, apalagi merubah kebiasaan berbuat salah akan banyak sekali lawan daripada kawan. Survey tersebut membuat beliau mencari model penanganan kedisiplian awal masuk pelajaran.
Yang beliau lakukan adalah :
1. Guru tidak boleh terlambat masuk ke kelas
2. Siswa tidak boleh datang terlambat, jika terlambat siswa dipulangkan
3. Siswa yang diantar dengan kendaraan bermotor dan bermobil untuk dapat berhenti tidak tepat di pintu gerbang
4. Memerintahkan kepada beberapa guru dan satpam untuk mengatur lalu lintas
5. Menempatkan beberapa guru di Pintu Gerbang Belakang dan Depan, untuk memeriksa kelengkapan atribut seragam siswa
6. Guru diwajibkan untiuk kompak dalam berseragam, dikenal sebagai BIRU-BIRU

Sebuah kebijakan dipastikan sudah mengalami pemikiran panjang dan tentunya dilakasanakan untuk mencari solusi terbaik. Awal pelaksanaanya, banyak ortu dan siswa komplain,.. bahkan jangan kaget guru pun yang biasanya hanya datang saat jam mengajar atau pun sering salah seragam akan terkena “nasehat”.
Tokh akhirnya tidak sampai 3 minggu, jumlah siswa yang terlambat hilang… karena mereka tahu harus datang pukul 06.25 WIB, maksimal. Saat itu hanya SMA Negeri 8 Jakarta yang berani memulangkan siswa. Sebuah pekerjaan besar untuk teman-teman di bidang kesiswaan.

Waktu berlalu, jumlah kendaraan makin banyak. Sebaran siswa SMA Negeri 8 Jakarta makin variatif, bukan hanya depok dan bekasi, pamulang dan cinere mulai terdata… wah makin jauh dan makin berpikir akan waktu tempuh. Ketika seorang siswa memilih, maka secara langsung dia sudah mengetahui konsekwensi yang akan terjadi. SMA Negeri 8 Jakarta,.. wah banyak PR,.. wah banyak remedial.. wah macet pagi dan petang.

Situasi kondusif amat dibutuhkan siswa, guru dan warga sekitar. Beberapa kali, Dosen Geografi saya yang tinggal di belakang SMA Negeri 8 Jakarta datang ke sekolah dan hanya menyatakan : tolong perhatikan parkir mobil siswa dan kurangi kemacetan. Sudah sering warga yang komplain karena di depan pintu rumahnya ada mobil siswa atau sopir yang terparkir sementara pemiliknya nggak jelas dimana.

Saya amat yakin kehidupan yang mapan, terbaik di rumah, adan dan kebiasaan yang terbangun di rumah akan terealisir di jalan dan di sekolah. Saya amat memantau sekali kedisiplinan siswa, bahwa banyak siswa yang bermasalah dengan kedisplinan amat tidak suka ketika orang tua atau waloi siswa diundang ke sekolah. Komunikasi yang tidak lancar atau terjadi salah pengertian dalam mendefinisikan hubungan tata aturan dan sebagianya.

Saat ini saya hanya berpikir, kemacetan di SMAN 8 Jakarta bisa dikurangi. Tidak ada maksud lain. Dan seharusnya kami, siswa, ortu siswa, dan para sopir pribadi dapat membantu kondisi ini. Hanya curhatan seorang alumni yang kini menjadi guru di almamater tercinta.
Mohon maaf jika tidak berkenan, tidak banyak ilmu yang saya punyai. Hanya ingin melihat kondisi kemacetan di SMAN 8 bisa tertanggulangi.

DAFTAR NAMA ALUMNI SMA NEGERI 8 ANGKATAN 2013 DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI PER TANGGAL 19 AGUTUS 2013 PUKUL 20.00 WIB {(380/417*100%)} = 91,13%

Agustus 19, 2013

DAFTAR NAMA
ALUMNI SMA NEGERI 8 ANGKATAN 2013
DITERIMA DI PERGURUAN TINGGI
PER TANGGAL 19 AGUTUS 2013 PUKUL 20.00 WIB
{(380/417*100%)} = 91,13%

XII IPA A (33/36 = 91,67%)
1. ALANDRA DIANTI PUTRI – ASIA PASIFIC UNIVERSITY (APU) JEPANG
2. ALIFAH SYAMSUL – ITB STEI (SBMPTN), UI TEKNIK ELEKTRO REGULER (SIMAK UI)
3. ALMIRA AYU NADIA – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (UND)
4. AMALIA – UI PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UGM PENDIDIKAN DOKTER (UM UGM)
5. ANDARISA RACHMAN NUGRAHA – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
6. ARDHY RASY WARDHANA – ITB FTTM (SBMPTN)
7. ARZALIA WAHIDA – ITB FTTM (SBMPTN), UI TEKNIK INDUSTRI PARALEL (SIMAK UI), UGM TEKNIK GEOLOGI (UM UGM)
8. BELINDA MAULANI – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SIMAK UI), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SIMAK UI)
9. CHIKITA MEDIKA PUTRI – UGM PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SIMAK UI), UIN PENDIDIKAN DOKTER (SPMB MANDIRI)
10. CLAUDIA NAULI BASA – UI ADMINISTRASI NIAGA (SBMPTN)
11. DANI MUHAMAD TRIANTO – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND) – NTU SINGAPORE
12. DIELON PATIK – UI TEKNIK KIMIA (PPKB)
13. G. PRAMANA SUDWIDYA PUTRA – ITB FTTM (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER (SIMAK UI)
14. HAEKAL ADITYO – ITB FTMD(SBMPTN), UI TEKNIK MESIN (SIMAK UI)
15. HELMI WICAKSONO – ITB FTMD (SBMPTN)
16. IRHAM ILMANEL ABDINNI – ITB FITB (UND)
17. KARIMAH NASAR – UI PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
18. KARUNIA MULIANI – UI AKUNTANSI (PPKB)
19. KIRANA WIDIASTUTI – ITB FTI (UND)
20. MUHAMMAD ALDO ADITYA NUGROHO – ITB STEI (SBMPTN)
21. MUHAMMAD FIKRI – ITB STEI (SBMPTN)
22. MUHAMMAD IHSAN REZANDY – ITB FTTM (SBMPTN)
23. M. RIZKI RAHMANDA – ITB FTI (UND) – NTU SINGAPORE
24. MUMTAZIAH – ITB FTMD (UND)
25. NIKKIE NAZNEEN – ITB FTTM (UND)
26. PATRIA PUTRA PRATAMA – UGM PENDIDIKAN DOKTER UMUM (UM UGM)
27. PINKAN PERMATA PUTRI – UNDIP PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI TEKNIK SIPIL (SIMAK UI)
28. RADITYO ALI MURTI – UI PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UGM PENDIDIKAN DOKTER UMUM (UMUGM)
29. RAFI NUR ARIFMAN – ITB SITH (SBMPTN)
30. RAIHANA PUTRI HUTAMI – ITS ARSITEKTUR (SBMPTN), ARSITEKTUR (UM UGM)
31. TISYA PUTRI MIRANDA – ITB FTI (SBMPTN), UI TEKNIK INDUSTRI (SIMAK UI)
32. YEFTAMIKHA – UNDIP TEKNIK KIMIA (UM UNDIP), UI AKUNTANSI PARALEL (SIMAK UI), ITS TEKNIK KIMIA (PKM SM ITS), UGM TEKNIK GEOLOGI (UMUGM)
33. YUNITA ORCHIDENI – UNSOED MANAJEMEN (SBMPTN), UI AKUNTANSI REGULER (SIMAK UI)

XII IPA B (32/35 = 91,43%)
34. AISYAH AMINI – UI PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
35. ANNISA MONICA PRIMARTIA – ASIA PASIFIC UNIVERSITY (APU) JEPANG
36. ARIEF FIRDHA AMALIA – IPB KOMUNIKASI (SBMPTN)
37. BEWINDA SALSABILA – DOGLAS COLLEGE (SIE & TECH), YORK UNIVERSITY (INTER RELATION), UNIVERSITY OF WATERLOO (HEALTH SCH + SCHOLARSHIP), UNIVERSITY OF ALBERTA ( MAJOR IN BIOLOGY, MINOR IN INT STUDIES + SCHOLARSHIP), SIMON FRASSER UNIVERSITY (BIOMEDICAL PHYSIOLOGY) CANADA
38. CALUDIA KATERINA – UNIVERSITAS TRISAKTI FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI
39. DAMAR ARYOHANGGORO – ITB FTSL (SBMPTN), UI ILMU KOMPUTER S1 REGULER (SIMAK UI)
40. DINU SAKTI – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI KIMIA REGULER (SIMAK UI), UGM TEKNIK KIMIA (UM UGM)
41. FADEL MUHAMMAD – UI SISTEM INFORMASI ILMU KOMPUTER (SBMPTN)
42. FARAH DINA – UGM PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SIMAK UI)
43. FARHAN FATHURRAHMAN – ITB FITB (SBMPTN), UI TEKNIK KIMIA REGULER (SIMAK UI), UGM GEOLOGI (UM UGM)
44. FATIMAH NUWWAARIDYA – UKI PENDIDIKAN DOKTER
45. FAUZAN NAZIF – UI TEKNIK KIMIA (UND)
46. INTAN KHALIDA – ITB FTMD (SBMPTN)
47. KARUNIA NURENSA – UNIBRAW MANJEMEN INFORMATIKA (UMUNIBRAW), ITS PERENCANAAN WILAYAH KOTA (SM ITS)
48. LAVINIA CELINA RAHMAWATI – PMBS, UNPAD MENAJEMEN (SBMPTN), UI MANAJEMAN (SIMAK UI)
49. MAULIDA PUTRI PURLIAYU – UI HUKUM (SBMPTN)
50. M. DZIKRA ULYA SOEHARA – ITB FTTM (SBMPTN), UI TEKNIK MESIN (SIMAK UI)
51. MUHAMMAD ILHAM EFFENDI – UNIBRAW MANAJEMEN INFORMATIKA (UMUNIBRAW), UI ARSITEKTUR PARALEL (SIMAK UI)
52. MUHAMMAD LUTHFANSYAH – UIN PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI TEKNIK KIMIA (SIMAK UI)
53. NAOMI PADMA SIWI – ITB FTSL (SBMPTN)
54. PANDE PUTU KRISHNA – UDAYANA MANAJEMEN (SBMPTN), UNAIR MANAJEMEN (UM UNAIR )
55. PRASTICA ASTRID OC – UI MANAJEMEN (SBMPTN)
56. PUNGKY PERMATA PUTRI – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI TEKNIK SIPIL (SIMAK UI)
57. RADITYA DEWANGGA – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND)
58. RANI OKTAVIA – ITS SISTEM INFORMASI (SBMPTN)
59. RATIH WULANSARI – ITB FTSL (SBMPTN)
60. RIFA SATRIA – UI METALURGI & MATERIAL (SBMPTN)
61. SARAH QANITA EDWAR – UI PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), PENDIDIKAN DOKTER UI REGULER ( SIMAK UI )
62. SHANI QISTHINA FUAD – UNPAD ILMU KOMUNIKASI (SBMPTN)
63. TANIA ZEFANYA SURANIKARINA TARIGAN – ITB FTMD (UND)
64. WIBIAS MULIAWAN – ITB FMIPA (SBMPTN), UI TEKNIK ELEKTRO (SIMAK UI)
65. ZAHRA MEILIA NISA – UI FARMASI (SBMPTN)

XII IPA C (34/35 = 97,14%)
66. AKBAR DEYAHARSYA – UNS PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
67. ANIS PUSPITA UTAMI – UNIBRAW PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
68. CITRA EMAS VICTORIA – UNDIP TEKNIK SIPIL (UM UNDIP)
69. DANIYYA DAMAR FITRIYANTI – UGM AKUNTANSI INTER
70. DINDA AGITHAWURI – UI ARSITEKTUR INTERIOR (SBMPTN)
71. DONNY SATRIO – ITB FTTM (SBMPTN)
72. DWI CANTYA KUSLANDARI – UNPAR ARSITEKTUR
73. EVIANTO RIZKY KURNIAWAN – ITS TEKNIK METALURGI (PKM SM ITS)
74. FITRI GALIH PUTRI – ITB FTI (UND)
75. HAFIZHA SHABRINA – UNPAD PSIKOLOGI (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI REGULER (SIMAK UI)
76. HANDIAN HERBASKORO – UI FISIKA (SBMPTN)
77. HARUKA AYU SUHITA – UI FIK (SBMPTN)
78. HARYO AKBARIANTO WIBOWO – UI ILMU KOMPUTER (SBMPTN), UNDIP SISTEM KOMPUTER (UM UNDIP), UGM ILMU KOMPUTER (UM UGM)
79. ISTIFFA NURFAUZIAH – ITB SITH (SBMPTN)
80. KHAIRUNNISA WULANDARI – UNS SASTRA INGGRIS (SBMPTN), UI ILMU KOMUNIKASI – HUBUNGAN MASYARAKAT VOKASI (SIMAK UI)
81. KRISIPHALA – UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (PPKB)
82. MAYESTA ARIENTASYA(PMBS)
83. MEUTIA ADMIRALDA ANDINI – ITB SITH-SAINS (UND)
84. MUHAMMAD FAKHRI ANDRIJANTO – ITB STEI (UND)
85. MUHAMMAD HAFIZ ALFARIZIE – UNIVERSITAS TRISAKTI FAKULTAS KEDOKTERAN
86. MURNI NAOMI HOTMAULI – ITB FTTM (UND)
87. MUTMAINAH JATIRIANI – UI PSIKOLOGI (PPKB)
88. NABILA – UI ILMU KOMPUTER (SBMPTN)
89. NADELLA SALSHABIA – UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (SIMAK UI), ITS TEKNIK FISIKA (SBMPTN)
90. NURIN MUNTHIA ADANI – ITB FTSL (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SIMAK UI)
91. R.M. ADITYA WISNU – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
92. RATIH KEMALA DEWI – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND)
93. RIALDI EKA PUTRA – ITB FTI (UND)
94. SALSABIL BILQIS MAULIDA – UGN PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER (INTERNASIONAL) (SIMAK UI)
95. SARAH ALYA FIRNADYA – UI T. METALURGI &MATERIAL (UND)
96. SARAH APRILIA WULANDARI – UI AKUNTANSI (SBMPTN), UGM AKUNTANSI (UTUL UGM)
97. SYACHBANI RIZKIVALDY HARAHAP – UI TEKNIK MESIN (PPKB)
98. YURA PRADIPTAMA – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI REGULER (SIMAK UI)

XII IPA D (34/35 = 97,14%)
99. ABELYA DAFFANA – UNPAD TEKNOLOGI PANGAN (SBMPTN)
100. ADRIAN KARIM JANUAR – UI AKUNTANSI (UND)
101. ANDARA ASIFA YUDIANA – UI TEKNIK PERKAPALAN (SBMPTN)
102. ANGSARI SITORANI RAHARJO – UNDIP TEKNIK SIPIL (SBMPTN), UNIBRAW TEKNIK ELEKTRO ( UM UNIBRAW)
103. ANNISA AULIA – ITB SBM (SBMPTN), UI MANAJEMAN (SIMAK UI)
104. ANNISA RACHMAYANTI – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
105. ASANILTA FAHDA – ITB STEI (UND)
106. ASTRID LARASATI – UI PSIKOLOGI (SBMPTN), UI AKUNTANSI (SIMAK UI)
107. AUFAR GIBRAN – ITB STEI (SBMPTN), UGM ILMU KOMPUTER (UM UGM)
108. AVICENNA LAZUARDIYAN – UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (SBMPTN)
109. CINDY PUTRI – UNDIP AGRIBISNIS (UM UNDIP)
110. DANY ANDHARA ASMARAKUSUMA – SISTEM INFORMASI (SIMAK UI)
111. DHIATAMAYO FADHLIKA – ITB STEI (SBMPTN), UI TEKNIK MESIN (SIMAK UI), UGM TEKNIK ELEKTRO (UM UGM), ITT TELKOM TEKNIK TELEKOMUNIKASI
112. FADHILAH HANA RIFDAH – ITB SITH- REKAYASA (UND)
113. GRACIA ISAURA RAULINA – ITB FTI (UND)
114. HANA ALAYDRUS – ITB STEI (UND)
115. IMANDIO WICAKSONO – ITS TEKNIK INDUSTRI (PKM SELEKSI MANDIRI)
116. INDAH EVA PALMERIN – UNPAD HUBUNGAN INTERNASIONAL (SBMPTN)
117. IRMA ANNISA PRIYADI – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), PENDIDIKAN DOKTER REGULER ( SIMAK UI), UGM PENDIDIKAN DOKTER (UM UGM)
118. KARINA NABILA – ITB FTI (UND)
119. KINANTI PRESTIASANI – ITB SITH (SBMPTN), UI KESEHATAN MASYARAKAT REGULER (SIMAK UI), UGM BIOLOGI (UM UGM)
120. MAGNA FITRIANI – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), PENDIDIKAN DOKTER UI REGULER (SIMAK UI)
121. MUHAMMAD AULIA WARDANA – UNS PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UNAIR SISTEM INFORMASI (UM UNAIR)
122. MUHAMMAD FAIZ AFIF– ITS TEKNIK ELEKTRO (PKM SM ITS)
123. MUHAMMAD PANJI WN – UI PENDIDIKAN DOKTER (SIMAK UI)
124. MUHAMMAD RIFKY ADI PRADANA – ITB FTI (SBMPTN), UNDIP MANAJEMAN (UM UNDIP), UI TEKNIK INDUSTRI PARALEL (SIMAK UI)
125. NABILA PUTRI UTAMI – UI ILMU PSIKOLOGI (UND)
126. NYDIA AMELIA – UI TEKNIK KIMIA (SIMAK UI)
127. RAZQI MUHAMMAD KURNIAWAN – ITB FTSL (SBMPTN)
128. RIDHO RIZKI NUGRAHA – ITS TEKNIK PERKAPALAN (PKM SM ITS)
129. RIFANDIA PRADITYA – ITB FTTM (SBMPTN), UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (SIMAK UI)
130. SARAH NAURA IRBAH – UNDIP TEKNIK ELEKTRO (UM UNDIP)
131. TEUKU MUHAMMAD KEMAL ISFAN – UNDIP TEKNIK INDUSTRI (UM UNDIP), ITS TEKNIK ELEKTRO (PKM SM ITS)
132. VIDYA AISYA – ITB FTMD (UND)

XII IPA E (33/35 = 94,29%)
133. ANANDA ELISE NATASYA BRAHMANA – ITB FTSL (UND)
134. ANNA NATHANIA CARISSA DELICIA – ITB FTSL (SBMPTN)
135. AZARIA ANGGANA LARAS – ITB FITB (UND)
136. BAGUS NOVAN SUGIONO – UI TEKNIK INDUSTRI (PPKB)
137. CLARA ADISTYA – UNDIP MANAJEMEN (UM UNDIP)
138. DEVARA PUTRA ARYASTA – UI TEKNIK MESIN (UND)
139. DUHAN WIJAYA – ITB STEI (UND)
140. FAJAR KURNIAWAN – ITB FTTM (SBMPTN)
141. FIRANZA FADILLA – ITB FTI (UND)
142. HARYO PAMBUDI – ITB FTTM (UND)
143. INDYASTI NAURA – ITB SBM (UND), MANAJEMEN UI REGULER (SIMAK UI)
144. JINANTHI NURULITA RACHMA – UI FIB (SIMAK UI)
145. JULIANSYAH RIZKI PRATAMA – UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (SIMAK UI)
146. KANYA CHATRA ADRIAVIRA – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER (UM UNAIR)
147. LULU AYU – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
148. MAHARDHIKA IRIANDA – ITS TEKNIK SIPIL (PKM SM ITS)
149. MICHELLE EVA – UI PENDIDIKAN DOKTER (SIMAK UI), UNIBRAW PENDIDIKAN DOKTER GIGI (UMUNIBRAW), UNIBRAW PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SPMK)
150. MUHAMMAD FADHIL PUTRANTO – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
151. MUHAMMAD DZIKRI – ITB FTTM (SBMPTN)
152. NABILA NURHARINI – UNPAD FISIKA (SBMPTN)
153. NADHILA TAUFIQA – UI TEKNIK INDUSTRI (PPKB)
154. NADYA NURANI GAMAL – ITB FTSL (SBMPTN)
155. NAREZA DENANDA PUTRA – UI TEKNIK ELEKTRO (PPKB)
156. NINDHITA PUTRIE PRABASWARI – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), PENDIDIKAN DOKETER GIGI UI (REGULER)
157. RAHMAT FAJRI – ITB FTTM (UND)
158. RAMADHITA NURUL IMANNY – IPB ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN (SBMPTN)
159. RIZKI MAULANA – ITB SBM (SBMPTN), UI BISNIS ISLAM REGULER (SIMAK UI)
160. RIZKITA ARIRA PUTRI – ITB SBM (SBMPTN)
161. RIZTA AULIA WIDYANA – UI PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UNAIR PENDIDIKAN DOKTER INTERNASIONAL
162. ROHMA FEBRIANI – UNDIP TEKNIK SIPIL (UM UNDIP), UI BISNIS ISLAM (SIMAK UI)
163. SHALSA NABILA – UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (SIMAK UI)
164. TERA DYAH AYU AMARI – JERMAN
165. WINDY NAJLA RUBIATI – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SBMPTN)

XII IPA F (32/36 = 88,89%)
166. ANNISA DWI PUTERI – UI TEKNIK INDUSTRI (UND)
167. ARSYI INDRAFATINA – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SBMPTN), PENDIDIKAN DOKTER UI INTERNASIONAL (SIMAK UI)
168. AYSHA NURSHABIRA – ITB SAPPK (SBMPTN), UI ARSITEKTUR (SIMAK UI), ARSITEKTUR UNPAR
169. CHAIRUN NISA – UNSOED PENDIDIKAN DOKTER SPMB
170. CLAUDIA CAESEY – ITS TEKNIK KIMIA (PKM ITS)
171. DEA RIZKY – UI TEKNIK KIMIA (SIMAK UI)
172. DIGA PARJOGO – ITB FTI (SBMPTN)
173. EDWIN RAKATAMA FAHLEVIE – UDAYANA PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
174. GALARIZKY WIRAGAHARU – UI ILMU KOMUNIKASI (SBMPTN), UI ILMU KOMUNIASI PARALEL (SIMAK UI)
175. IRENE ALISJAHBANA – UI TEKNIK SIPIL (UND), PURDUE UNIVERSITY USA, UNIVERSITY OF MICHIGAN USA, UNIVERSITY OF ILLINOIS USA DAN PENSYLVANIA STATE UNIVERSITY USA, ENGINEERING
176. IRENE YULINDA KURNADI – UI SISTEM INFORMASI (UND)
177. ISHMAH – UI KEPERAWATAN (SBMPTN)
178. IVAN ADELINA – ITB FTSL (SBMPTN), UNDIP TEKNIK INDUSTRI (UM UNDIP) , UI AKUNTANSI (SIMAK UI)
179. JEANETHA INEES MERDEKAWATI – UNPAD TEKNOLOGI PANGAN (SBMPTN), UI FARMASI (SIMAK UI)
180. KARIMA KAHIRUNNISA – IPB TEKNOLOGI PANGAN (SBMPTN), UI TEKNIK BIOPROSES (SIMAK UI)
181. KARINA GISELA N – ITB FTI (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI REGULER (SIMAK UI)
182. KEVIN ADITYA PRABOWO – UI ILMU KOMPUTER (UND)
183. KEVIN MAHENDRA SITUMORANG – UI SISTEM INFORMASI (UND)
184. MEVIN PRAGA KENELDY (AKMIL)
185. MUHAMAD LUTHFI – ITB STEI (UND)
186. MUHAMMAD IKHLAS IBRAHIMSYAH – UI TEKNIK KIMIA (PPKB)
187. NAUFAL HARITSA – ITB FTMD (UND)
188. PUTRA HANIF – ITB FTTM (SBMPTN)
189. PUTRO DWI LESTARI – ITB FTI (SBMPTN)
190. RADEN JACHTANIAEDWINA – UI PENDIDIKAN DOKTER UI (SBMPTN)
191. RADHIMAS DJAN – UI TEKNIK ELEKTRO (TS)
192. SAFFANAH ZAHRA – UI PENDIDIKAN DOKTER (TS)
193. SANA ADDINI HIDAYATI – ITB FTI (SBMPTN), UI ILKOM REGULER (SIMAK UI)
194. SEVI MAULINADYA – ITB FTTM (SBMPTN)
195. TAUFIQ WILDAN ARRIFIAN – ITS TEKNIK FISIKA (SBMPTN), UI TEKNI SIPIL (SIMAK UI)
196. THARIQ WARSAHEMAS – ITB FMIPA (SBMPTN), UI FISIKA REGULER (SIMAK UI), UGM FISIKA (UTUL UGM)
197. WILDAN HIDAYAT – UI TEKNIK SIPIL (SBMPTN)

XII IPA G (31/36 = 86,11%)
198. AHMAD FADLI – UI TEKNIK METALURGI (PPKB)
199. AKRAM AMRULLAH – UI SISTEM INFORMASI (PPKB)
200. ASTRIANA NURFITRIAH – UNPAD ILMU GEOLOGI (SBMPTN), UGM PENDIDIKAN DOKTER GIGI (UM UGM)
201. ASTRINI PRADYASTI – UI TEKNIK KIMIA (UND) – UNPAD (SBMPTN)
202. FADHIL BERYLIAN – ITB FTTM (UND)
203. FITRI RIZKI TRIANA – UI AKUNTANSI (SBMPTN)
204. GHEA NADIRA – UNIVERSITAS TRISAKTI AKUNTANSI
205. GRACE PRISCILLA SIAHAAN – UI AKUNTANSI (PPKB), UNPAD AKUNTANSI (SBMPTN)
206. KHALIFA ALIF – UI KRIMINOLOGI (SBMPTN)
207. LAZURADIAN MALIK – UNIBRAW MANJEMEN INFORMATIKA (UM UNIBRAW)
208. MARSHA WIDIA RAHMA – TEKNIK LINGKUNGAN UI (SBMPTN)
209. MUHAMMAD GHIFARI ABRAR – ITB SAPPK (SBMPTN), UI ARSITEKTUR (SIMAK UI)
210. MUHAMMAD PANDITO PRATAMA – ITB FITB (SBMPTN), UGM TEKNIK GEOLOGI (UM UGM)
211. MUHAMMAD RIF’AT – UNSYIAH TEKNIK PERTAMBANGANGAN
212. NABILA NAULI ASRIPUTRI – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
213. NADHILA MISCHA – UI TEKNIK INDUTSRI PARALEL (SIMAK UI)
214. NADILA ARISTI – UI TEKNIK INDUSTRI (PPKB)
215. NITHO ALIF IBADURAHMAN – ITB STEI (SBMPTN), ILMU KOMPUTER UI (SIMAK UI), UGM TEKNIK ELEKTRO (UM UGM)
216. NURULHUDA FADHILAH – ITB FTI (SBMPTN)
217. RADEN RORO RAIHAN RIZKI R – IPB TEKNOLOGI PANGAN (SBMPTN), UI TEKNOLOGI BIOPROSES (SIMAK UI), UGM PENDIDIKAN DOKTER UGM (UM UGM)
218. RAAKINA ZATA AMNI – UI ILMU KOMPUTER (OSN)
219. REINE KARLINA – ITB FTSL (SBMPTN), UI TEKNIK SIPIL (SIMAK UI)
220. TAZKYA AMANY – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND)
221. THALIA MUFIDA – UI PENDIDIKAN DOKTER (SMBPTN)
222. TIARA AMALIA PUTERI – UI ILMU EKONOMI (UND DAN OSN)
223. TIMOTIUS HALOMOAN – UI TEKNIK MESIN PARALEL (SIMAK UI)
224. TRY HUTOMO ABEDNEGO – ITB FTI (UND)
225. VEMY NADHILA PUTRI – UI AKUNTANSI (PPKB)
226. VIGA ABDILLAH HALOHO – UNPAD PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), UI FARMASI (SIMAK UI)
227. WILONA TIGITA ATSARINA – UI TEKNIK INDUTRI (PPKB)
228. YOHANA NOVIE NAULITA – UNDIP AKUNTANSI (SBMPTN), UI AKUTANSI (SIMAK UI)

XII IPA H (28/35 = 80,00%)
229. ADINDA WAFDANI PUTRI – UNDIP PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
230. AMALINA FEBRIYENTI – UI GEOGRAFI (SBMPTN)
231. ARRAZY AKMAL – UI TEKNIK METALURGI &MATERIAL (PPKB)
232. AZADYA PRIKHAERINNISA– UI SISTEM INFORMASI (SBMPTN ), UI SISTEM INFORMASI (SIMAK UI), UGM TEKNOLOGI INFORMASI (UM UGM)
233. FARAH FITRIA SARI – ITB FTMD (SBMPTN), ARSITEKTUR UI INTERNASIONAL (SIMAK UI), UGM ARSITEKTUR (UM UGM)
234. GASSANI AMALIA – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND)
235. HERJUNO BAGUS WICAKSONO – UI ILMU EKONOMI ISLAM (SBMPTN), UGM ILMU EKONOMI (UM UGM)
236. INDIRA SARASWATI – ITB FITB (SBMPTN), UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (SIMAK UI), UGM TEKNIK GEOLOGI (UM UGM)
237. INDRIANI YUNITASARI – ITB FTTM (SBMPTN), UI TEKNIK SIPIL (SIMAK UI), UGM TEKNIK GEODESI U (UM UGM).
238. INTAN DINI NURALIFA – ITB SF (SBMPTN)
239. MUHAMAD VISAT SUTARNO – ITB STEI (SBMPTN), UI ILMU KOMPUTER REGULER ( SIMAK UI ), UGM ILMU KOMPUTER (UM UGM)
240. MUHAMMAD IRFAN HAKIM – IPB TEKNOLOGI PANGAN (SBMPTN)
241. MUHAMMAD REZA PERMANA – ITB STEI (UND) – NTU SINGAPORE
242. NADHIFA MARSYA UTAMI – ITB FTMD (UND) – KYUSHU UNIVERSITY JAPAN MECHA ENG
243. NADIA SAFIRA NINDA – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (UND)
244. NAUFAL RAHMAN AKBAR – ITB SITH (SBMPTN)
245. NAYAKA ANGGER PRADIPTASIDHI – ITB SAAPK (SBMPTN), UI ARSITEKTUR (SIMAK UI)
246. OCTARIA RAYYAN AYU – UNAIR AKUNTANSI (SBMPTN), UI AKUNTANSI (SIMAK UI)
247. PUTI NABILA RIYADI – ITB FITB (SBMPTN), UI TEKNIK INDUSTRI PARALEL (SIMAK UI)
248. RAHMAWATI GALIH SYARAFINA – UI AKUNTANSI (PPKB)
249. RAIHAN ADITYA – UI TEKNIK MESIN (PPKB)
250. RAJA FAUZAN LUBIS – ITB FTI (UND)
251. RENSQA VIDYANCA – UNHAS PENDIDIKAN DOKTER
252. RINALDI ANDRIAN RAHMANDA – UI ILMU KOMPUTER (UND), UI ILMU KOMPUTER (SIMAK UI)
253. RUDY ONG – ITB FTMD (UND)
254. TATIANA KANISHA – UI ILMU HUKUM (SBMPTN), INTERNASIONAL AND EUROPEAN LAW – THA HAGUE UNIVERSITY, NETHERLANDS, UGM HUKUM (UM UGM)
255. VANIA REBECCA WYANET – ITB FITB (SBMPTN), UNDIP TEKNIK ELEKTRO (UM UNDIP) , UI TEKNIK ELEKTRO REGULER (SIMAK UI), UGM TEKNIK GEOLOGI (UM UGM)
256. WINDY RAHMA AGUSTIN – ITB STEI (SBMPTN), UI SISTEM INFORMASI REGULER (SIMAK UI)

XII IPA I (31/34 = 91,76%)
257. ALWI HUSEIN MULACHELA – UNIBRAW AGRIBISNIS (UM UNIBRAW), ITS MATEMATIKA (PKM SM ITS)
258. ARTIKA NUSWANINGRUM – UI HUKUM (SBMPTN)
259. AURA RAZANY – UNS PENDIDIKAN DOKTER (UND)
260. CHANDRIKA DWI IHWANI – ITB FTI (SBMPTN)
261. CINDY MATHILDA SITOMPUL – ITB SAPPK (UND)
262. DIDIT FATHURRAHMAN – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND)
263. DIMAS TRI WICAKSONO – ITS TEKNIK KIMIA (SBMPTN)
264. DONNA ALMIRA NASUTION – UI PENDIDIKAN DOKTER (TS)
265. DWANGGA RIZKY – ITS TEKNIK SIPILI (SBMPTN)
266. FADLY JUNICO YUANJAYA – ITB FTI (UND)
267. FARAH EL QADRAIANI – UI PSIKOLOGI (SBMPTN), UI PSIKOLOGI (SIMAK UI), PMBS
268. FARAH RIZKY ARIYANA – UI ILMU EKONOMI ISLAM (UND)
269. FERINDA PUTRI UTAMI – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (UND)
270. HARSYA INDRA PRADHANA – ITB FTMD (UND)
271. LUTVIA APRILITA FARAHDINA – UNIBRAW KEPERAWATAN (UMUNIBAW)
272. MICHAEL HEZEKIEL – UI TEKNIK ELEKTRO (PPKB)
273. MUHAMMAD DIENO PRADANA – ITB FTMD (SBMPTN)
274. MUHAMMAD BOOBY GHIFFARI – ITS TEKNIK KELAUTAN (PKM SM ITS)
275. MUHAMMAD IMAM AL KAUTSAR – UIN PENDIDIIKAN DOKTER (SBMPTN)
276. MYESHIA FARAZ HAMZAH – UI MATEMATIKA REGULER(SIMAK UI), UGM MATEMATIKA (UM UGM)
277. NADIRA RAHMIANTI HARTANTO – ITS TEKNIK LINGKUNGAN (SBMPTN), UNAIR TEKNOBIOMEDIK (UM UNAIR)
278. NUR INAYATI FAUZIAH – UNAIR HUBUNGAN INTERNASIONAL (UM UNAIR)
279. PRADITYO NUR OKTOVIARTO – UI TEKNIK METALURGI & MATERIAL (PPKB)
280. PRIMADEA KHARISMA RINI – UI PENDIDIKAN DOKTER UI (SBMPTN), UI PENDIDIKAN DOKTER REGULER(SIMAK UI)
281. PUTRI ARUM MELATI – UI TEKNIK KIMIA PARALEL (SIMAK UI), UNIVERSITAS TRISAKTI PENDIDIKAN DOKTER
282. RAIHAN FAISYA – ITB FTMD (SBMPTN), UI TEKNIK MESIN PARALEL (SIMAK UI), UGM TEKNIK SIPIL (UM UGM)
283. REVANDI ARYA GUNTARA – ITB FTMD (SBMPTN)
284. SILLIANA SURYA AINI – UI TEKNIK INDUSTRI (UND), ASIA PASIFIC UNIVERSITY JEPANG
285. WINTA MANALU – UI AKUNTANSI (SBMPTN), UGM AKUNTANSI (UM UGM)
286. YUANITA IKA PUTRI – UNAIR PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SBMPTN), UNAIR Pendidikan Dokter (UM UNAIR gelombang 2)
287. ZAHRATUL AMANAH – ITB FTI (SBMPTN), UI TEKNIK INDUSTRI REGULER (SIMAK UI), UGM PENDIDKAN DOKTER (UTUL UGM)

XII AKSEL (18/19 = 94,74%)
288. ANYTA PINASTHIKA – UNDIP PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN), PENDIDIKAN DOKTER UI REGULER(SIMAK UI)
289. BEBBY SYAFITRIE KUSUMA WARDHANI – UPH PENDIDIKAN DOKTER
290. BINTANG ANTARES – UI TEKNIK MESIN (SBMPTN)
291. BRIAN RADHITYA – ITB STEI (UND)
292. FADHILA METRA – ITB FTTM (SBMPTN)
293. FAIZAH HANIYAH – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SBMPTN)
294. FARIZ AZMI PRATAMA – ITB STEI (UND)
295. IRVAN HAKIM FARASATHA NUGROHO – ITB FTMD (UND)
296. KINANTI HANTIYANA ALIYAH – UI SISTEM INFORMASI (UND) – KEIO UNIVERSITY JEPANG, NAGOYA UNIVERSITY JEPANG, TOHUKU UNIVERSITY ADVANCED MOLECULAR CHEMISTRY
297. MUHAMMAD MUJADDID HARAHAP – ITB FTSL (SBMPTN)
298. MUHAMMAD RIZKY WELLYANTO –FOOTHILL COLLEGE CALIFORNIA USA COMPUTER SCIENCE
299. NADHIRA ANINDHITA RALENA – UI PENDIDIKAN DOKTER (TS)
300. NADIA DESTY FADHILAH – UI PENDIDIKAN DOKTER GIGI (SBMPTN), UGM FAKUKTAS KEDOKTERA GIGI (UM UGM)
301. NADIRA PUTRI PINASTHIKA – UI TEKNOLOGI BIOPROSES (UND)
302. NIDA HANASA – UNS FAKULTAS KEDOKTERAN
303. SARI RAHMAWATI – UI PENDIDIKAN DOKTER (UND)
304. THALIA PUTERI OKTARIANA – UNIBRAW PENDIDIKAN DOKTER (SBMPTN)
305. YEHEZKIEL DAVID PRADHIPTA – ITB FTTM (UND)

XII SC A (17/17 = 100,00%)
306. AGHNIA MARSHA DZAKY – ITB FTI (UND)
307. AMAJID SINAR GUNTARA – ITB FTTM (UND), ASIA PASIFIC UNIVERSITY (APU) JEPANG
308. AUDITYA WIDYA SARI – UNIVERSITY OF WOLLONGGONG AUSTRALIA, BACHELOR OF SCIENCE (MEDICAL BIOTECH), PENDIDIKAN DOKTER UNIVERSITAS YARSI
309. CHALID AFGHAN SANGAJI – JERMAN
310. DENNY DHARMAWAN – UI FISIKA (UND)
311. GEORGE NATHANAEL – JERMAN
312. HANDITYO WINDIRO UTOMO – COLORADO UNIVERSITY FINNANCE USA
313. INAS WAFIYA – WALONGGONG UNIVERSITY AUSTRALIA (ELITE SCHOOL SELECTION)
314. KEVIN HADI – UNIVERSITY OF MASSACHUSETTS MEDICINE FACULTY
315. MOHAMMAD ALIFANDRI SANGADJI – HANZE UNIVERSITY OF APPLIED SCIENCE, GRONINGEN BELANDA
316. MUHAMMAD HEIKAL PRADIKA – UI PENDIDIKAN DOKTER (TS), SAXION UNIVERSITY INTERNASIONAL BUSINESS STUDIES BELANDA (SCHOLARSHIP)
317. MUHAMMAD RIZKI PRATAMA – UKI PENDIDKAN DOKTER
318. NURIN AMALIA PRAMUDHANI – UI ARSITEKTUR (UND)
319. RENATA FELICHIKO NURANDHITA – WOLLONGGONG UNIVERSITY, BLUE MONTAIN UNIVERSITY (HOSPITAL) AUSTRALIA, GRONINGEN UNIVERSITY BIOLOGYCAL PSYCHOLOGY BELANDA, UI PSIKOLOGI (SBMPTN)
320. RIANSYA FIKRI PRIMANDIKA AKBAR – ITB FTMD (UND)
321. SHERLY VANESSA BANGUN – ITB FTSL (UND), TOKYO UNIVERSITY ENVI SCIENCE JEPANG (SCHOLARSHIP)
322. TASYA SEKAR AMELINDA – UI AKUNTANSI (TS)
323. WAHYU ARIFIYANTI HARYOSO – FK UIN (SBMPTN)

XII SC B (15/17 = 88,24%)
324. ADJI SATRIO RAHMAN – UI TEKNIK KIMIA (TS ) – KEIO UNIVERSITY (ENV & INF SYSTEM) JAPAN
325. ADRY GRACIO – UI ILMU EKONOMI (UND)
326. AMILIA PUTRI JAWATRA – ITB SBM (SBMPTN), UI AKUNTANSI INTERNASIONAL (SIMAK UI)
327. ANDREA DIANCA PARARETHA – JERMAN
328. BAGUS PRAKOSA – ITB FTTM (SBMPTN)
329. DYAH ADILA – NTU SINGAPORE
330. FAUZAN MIRZA – SIDNEY UNIVERSITY ACCOUNTING, MACQUARIE UNIVERSITY PROFESSIONAL ACCOUNTING AUSTRALIA
331. KARIMAH HANNAVERANI SEDIADI – ITB SAPPK (UND)
332. KARINA AUDREY RAMADHANI – UI ILMU HUKUM (UND)
333. MARSYA CHAIRUNA – ITB FTI (UND)
334. MOHAMMAD REKA ANANDA – UI PENDIDIKAN DOKTER (TS)
335. MUHAMMAD MISYKAT HIKSAS – UI TEKNIK ELEKTRO (TS)
336. MUHAMMAD RIZKI PRATAMA – UGM FAKULTAS KEDOKTERAN INTERNASIONAL UGM
337. REZA TARUNA SYUHADA – ITS TEKNIK PERKAPALAN (UND)
338. SEKARIMA TAMADANTI – UI PSIKOLOGI INTERNASIONAL (SIMAK UI)
339. SHINDI EUGENE TIURMA – UI PENDIDIKAN DOKTER (TS)

XII IPS (366/40 = 90,00%)
340. ADINDA RIZKY HERDIANTI – UI ILMU EKONOMI (UND)
341. AKHMAD ARSYAD AFFRINO – UI A KUNTANSI (UND)
342. ANDHIKA PRMASTYA – UNIVERSITAS TRISAKTI MANAJEMAN , UNIVERSITAS PARAHYANGAN HUKUM
343. ANISA SYAVITRI – UI AKUNTANSI (SIMAK UI)
344. AUDREY KHADIJAH NURBAASHITA – UNIVERSITAS TRISAKTI HUKUM
345. AZ ZUHRATUN WARDA’ANA – UNJ TATA BOGA (UMBB PTN)
346. CITRA DIAH UTAMI – UI SASTRA INDONESIA (UND)
347. DIADRE DACHIVIANT – UI ILMU HUKUM (SBMPTN)
348. DHIRZA WISESA – UI MANAJEMEN (UND)
349. DINA KUSUMA NAGARI – UI ILMU ADMINISTRASI NIAGA (UND)
350. DINDA ADHALIA ROYHAN – UI ILMU KES SOSIAL (UND)
351. FELINO ANUGERAH ERDWIN – UI ILMU HUKUM (UND)
352. GABRIELA ZIKRIKA – UI ILMU KOMUNIKASI (UND)
353. HANA MUTIARA JOSEPHINE – UI ILMU ADMINISTRASI NEGARA (UND)
354. ILHAM INDRA SUSATYO – UI ILMU POLITIK (PPKB) – BINUS BUSINESS LAW , THE HAGUE HOGESSCHOOL EROPEAN STUDIES BELANDA
355. JANET ABIGAIL S. – UGM EKONOMI MANAJEMEN (PBS)
356. JOCELYNE GOLDA TIUR – UI ILMU ADMINISTRASI FISKAL (UND)
357. JODY ADIGUNA MICAH – UI ILMU HUKUM REGULER (SIMAK UI)
358. MEDIANA NARY MELIALA – UI KRIMINOLOGI (UND)
359. MILKA VIONA RIESTAPUTRI – UGM MANAJEMEN (UND)
360. M. DIAZ PRADIPTYA – UGM ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL (SBMPTN), UI KRIMINOLOGI (SIMAK UI)
361. M. ILHAM ARIFIANTO – UNPAD EKONOMI PEMBANGUNAN (SBMPTN), UI ADMININSTRASI NEGARA PARALEL (SIMAK UI)
362. MOTYA ANJANI – UI ADMINISTRASI NIAGA (PPKB)
363. NADYA LARASATI – UGM ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL (UND)
364. NADYA DWI SHARFINA – PNJ PERBANKAN
365. NURFITRIA RISQIE WIDAYANTI – UI AKUNTANSI (UND)
366. PRIANZA RAFI – UNDIP ILMU HUKUM (SBMPTN), UI PERPAJAKAN VOKASI (SIMAK UI)
367. RATIH AYUNINGTYAS – UI SASTRA PERANCIS (SBMPTN)
368. REZA – PILOT (BALI )
369. RHIFA AYUDHIA – UI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL (SBMPTN), SASTRA INGGRIS UI (SIMAK UI)
370. SARA FEBRILIA – UI MANAJEMEN (UND)
371. SHAN JUNIO AMRAN – UNIVERSITAS TRISAKTI AKUNTANSI
372. SITI AISYAH – UI ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL (UND)
373. STEFANO GIRAHOT TAMPUBOLON – UI AKUNTANSI (UND)
374. TALITHA MEDHA – UI MANAJEMEN (SBMPTN)
375. TIARA ANINDITA – UI ILMU PSIKOLOGI (UND)

XII HUM ( 5/6 = 83,33)
376. ADITYA PUJA RAMADHAN – UI MANAJEMEN INTERNASIONAL (SIMAK UI)
377. FARIZA SEPTIARANI – UI MANAJEMEN (UND)
378. HANIF BUDIMAN – UI AKUNTANSI PARALLEL (SIMAK UI)
379. NADIA AULIA NISA YANI – UI MANAJEMEN INTERNASIONAL (SIMAK UI), UGM ILMU EKONOMI (SBMPTN)
380. ROSECHAND GUILAUME – UI ILMU KOMUNIKASI

SEBARAN PERGURUAN TINGGI
 UI 48 (UND) + 10 (TALENT SCOUTING) + 23 (PPKB) + 2 (OSN) + 50 (SBMPTN) + 91 SIMAK UI = 222 SISWA
 ITB 45 (UND) + 70 (SBMPTN) = 115 SISWA
 UGM 2 (UND) + 2 (PBS INT) + 5 (SBMPTN) + 32 UMUGM = 41 SISWA
 UNS 1 (UND) + 3 (SBMPTN) = 4 SISWA
 ITS 1 (UND) + 5 (SBMPTN) + 10 (PKM SM ITS) = 16 SISWA
 UNDIP 5 (SBMPTN) + 11 (UM UNDIP) = 16 SISWA
 UNPAD 11 (SBMPTN) = 10 SISWA
 UNAIR 6 (SBMPTN) + 3 (UM UNAIR) = 9 SISWA
 UNSOED 1 (SBMPTN + 1 SPMB = 2 SISWA
 IPB 4 (SBMPTN) = 4 SISWA
 UDAYANA 1 (SBMPTN) = 1 SISWA
 UNIBRAW 1 (SBMPTN) + 7 (UMUNIBRWA) = 8 SISWA
 UNSYIAH 1 (SBM PTN) = 1 SISWA
 UIN 1 (SBMPTN) = 1 SISWA
 UNHAS = 1 SISWA
 PNJ 1 = 1 SISWA
 UNJ 1 (UMB PTN) = 1 SISWA
 UNS 2 = 2 SISWA
 AKMIL 1 = 1 SISWA
 AUSTRALIA 4 = 4 SISWA
 BELANDA 4 = 4 SISWA
 SINGAPURA 4 = 4 SISWA
 USA 3 = 2 SISWA
 JEPANG 7 = 7 SISWA
 KANADA 1 = 1 SISWA
 JERMAN 4 = 4 SISWA

REKAPITULASI KELAS
1. KELAS XII IPA A : (33/36 = 91,67%)
2. KELAS XII IPA B : (32/35 = 91,43%)
3. KELAS XII IPA C : (34/35 = 97,14%)
4. KELAS XII IPA D : (34/35 = 97,14%)
5. KELAS XII IPA E : (33/35 = 94,29%)
6. KELAS XII IPA F : (32/36 = 88,89%)
7. KELAS XII IPA G : (31/36 = 86,11%)
8. KELAS XII IPA H : (28/35 = 80,00%)
9. KELAS XII IPA I : (31/34 = 91,76%)
10. KELAS XII AKSEL : (18/19 = 94,74%)
11. KELAS XII SC A : (17/17 = 100,00%)
12. KELAS XII SC B : (15/17 = 88,24%)
13. KELAS XII IPS : (36/40 = 90.00%)
14. KELAS XII HUM : (5/6 = 83,33%)

MOHON KOREKSI JIKA ADA KESALAHAN DATA,
TERIMA KASIH ALUMNI SMAN 8 TAHUN 2013

Ramdahan telah lewat,..

Agustus 9, 2013

Ujian selalu hadir untuk menentukan seberapa besar nilai kelulusan kita,.. bahkan boleh jadi tidak lulus,.. Ramadhan telah berlalu dalam hitungan hari,.. jika kita masih berpuasa syawal hari ini,. itu tandanya ramadhan masih berbeksa,.. jika hari ini masih sholat dhuha.. artinya ramadhan masih membuat goresan di iman,.. jika tadarus dan amal jariah masih berjalan,.. tandanya prasasti ramadhan melekat kuat di qalbu…tetapi jika nilai nya bertambah semua itu,.. baik kualitas maupun kuantitasnya,.. alhamdulillah kita lulus dengan nilai sempurna,.. Tetapi jangan kaget.. belum satu jam,.. rokok yang berhasil kita tahan… menyeruak dipertemuan keluarga.. seakan bebas lepas.. rokok memang tidak diharamkan,.. tetapi membuat orang lain tidak nyaman… dan berpenyakitan.. itu masalah,..baru satu hari kebohongan dan kemaksiatan kembali dilakukan.. wah tandanya.. Ramadhan kemaren hanya MASA TERSULIT buat kalian… padahal Allah telah banyak memberikan kebaikan,.. kemudahan.. dan kemasyuran… kapan kita mau bersyukur,. doa-nya selalu sama : yaaa Allah pertemukan kami kembali dengan Ramadhan,… padahal esensinya : bertambah baikkah kita dalam beribadah dan bermasyarakat setelah Ramadhan ini… hmhmhmhm….