Posts Tagged ‘SMAN 8 Jakarta’

Latihan UTBK 2020 dari soal UTBK 2019

September 6, 2019

Alhamdulillah dapat kiriman soal UTBK 2019, semoga bermanfaat :

saintek1

saintek2

saintek3

saintek4

soshum1

soshum2

soshum3

soshum4

soshum5

soshum6

soshum7

soshum8

tkpa1

tkpa2

tkpa3

tkpa4

silakan buat yang membutuhkan.

 

Kiriman dari teman saya,.. bu sri restu. Terima kasih bu.

Info Perguruan Tinggi 2019, untuk tahun 2020 belum keluar yaa

Agustus 18, 2019

Silakan buat yang membutuhkan sehingga ada gambarann awal

PMB UGM 2019 edit 5 120119_bu peni

sosialisasi SBMPTN dan SNMPTN UNDIP 2019 untuk peserta

Info-Penerimaan-Mahasiswa-UI-Vokasi-dan-S1-2019

Kesalahan berulang-ulang menjadi pembenaran, karena tidak konsisten

Agustus 16, 2019

Seorang sahabat sempat galau, kaget dan bertanya keras pada dirinya : apa yang salah dengan dirinya, apa yang salah dengan tempatnya bertugas atau dosa apa yang sedang diwujudkan Tuhan. Banyak fakta yang diterima jauh dari panggang, begitu kasat mata, begitu jelas nyata dan terstruktur serta masif. Pelanggaran disiplin itu menjadi hal yang lumrah, biasa dan “menjadi benar” karena memang tidak ada standar pelaksaan lagi bahwa itu berebda dengan aturan main, aturan bertindak dan kepatutan pada sebuah proses pendidikan.

Konsistensi dan integritas ada dua mata pedang yang akan menjadi bilah standar semua kehidupan, apalagi di dunian pendidikan dan pembentukan karakter. Dua hal ini akan menghabiskan energi, perhatian dan waktu. Tiga hal yang menjadi MILIK PRIBADI tak boleh terganggu. Padahal boleh jadi Konsistensi dan integritas itu perlu bahan baku untuk hidup.

Ketika sebuah sistem yang telah berjalan amat baik dihancurkan, maka yang paling mudah dihancurkan terlebih dahulu adalah konsistensi dan integritas. Goda konsistensi dengan keramahan kehidupan dunia, goda integrtitas dengan hubungan harmonis. Jlek, maka pemengang amanah akan sedikit demi sedikit akan menggusur kekuatan dan ketegaran konsistensi dan integritas.

 

SC SMAN8 KEMBALI UKIR PRESTASI

Agustus 16, 2019

Identik dengan prestasi provi si, nasional dan inernasional, ananda anggota SC ikut serta di perhelatan akbar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) lomba akademik dengan pelaksanan Kementrian agama Republik Indonesia. Selama ini sekolah/madrasah (MAN) sedemikian banyak mengundang decak kagum di Olimpiade Sains Nasional yang diselenggarakan Kemendikbud.  Tahun ini TIM SC SMA Negeri 8 Jakarta mencoba untuk berpartisipas. Hasilnya dua ananda berhasil mendapatkan tempat di Seleksi TIM DKI untuk KSM 2019

undangan hadiah KSM 2019 prov_1undangan hadiah KSM 2019 prov_2Undangan Penyerahan hadiah KSM to Kamad

LAPORAN AKADEMIK ATAU PROFILE SMAN 8 JAKARTA VERSI JAMBRONG

April 3, 2019

 

Hehehe,… lagi bengong bongkar file, jadi ingat pernah rajin membuat laporan berkala, nggak ada yang minta .. tapi berpikirnya : saat banya yang tanya,… yaa buat aja deh sehingga mengurangi jumlah pertanyaan langsung. Salah satu laporan yang saya buat adalah laporan akademik, versi jambrong, karena memang bukan tupoksi dan kewenangan saya. Hanya senang membuat orang lain berbahagia. Silakan buat yang membutuhkan… hehhehee   watermark_LAPORAN AKADEMIK HANYA PRESTASI

 

 

 

Istilah-istilah keren di SMA Negeri 8 Jakarta

Maret 29, 2019

SMA Negeri 8 Jakarta itu gudangnya anak kreatif, sungguh beneran. Tambah suer deh. Kebayang nggak di sekolah ini ada acara SENDAL…. aliasa seni delapan. Ada juga FB8, … alias festival budaya 8… Kalau di PO-PK ada yang aman nyaman.. ada yang seram keren…. coba saja lihat : TENSI 3, hehehhehe. Atau BAYAR SERI,… Kalau nama kelas ,… hmhmmhmh… ada LASPENDOS : KELAS PENUH DOSA,… IPA B (OMB)… ada kelompok anak geng cantik. .. DELAROS… delapan ros (iya ngga sih,.. atau saya buat sendiri karena anaknya cantik-cantik).

Ada cosmic untuk para siswa… ada cosmos untuk guru.. nantikan penampilan mereka saat wisuda, tapi masih ada nggak sih personilnya ?

Kalau bicara kelas selain LASPENDOS, ada juga RUSUH .. alias republik sepuluh h…ada dufidoo, dua fisika dua,.. bahkan ada MAFIA.. MASYARAKAT FISIKA TIGA… yang keren PAMUNCAS… pak ali muntoro class…

Berberapa tahun terakhir ada : MAGER dan TAPIR,… hadeuh .. malas gerak dan Tanpa Mikir… Juga ada istilah guru yang nggak mengajar… MAGABUT…. saya kena nih, sering tugas luar, wakwkakwkkw

Sempat ada WARSAW,… dan yang …. aah.. sudah aah.

 

UKURAN SUKSES ITU BERBEDA, KENAPA HARUS MENYAMA RATAKAN ?

Maret 29, 2019

Belajar di SMA Negeri 8 Jakarta memang bukanlah hal yang biasa. Sebut saja salah satu teman yang sekaran menjadi dir. perencanaan PLN, bu Syovie : Belajar di SMA Negeri 8 Jakarta itu jangan stress yaa, harus bahagia dan menyenangkan. Jaman saya dulu, stress wajarlah. Itu salah satu petikan kalimat bu Syovie di kelas XI MIPA B saat acara BUMN mengajar di SMAN 8 Jakarta. Menjadi salah satu petinggi di BUMN adalah pencapaian yang demikian baik, bu Oviet salah satunya. Putra-putri terbaik SMA Negeri 8 Jakarta juga ada ibu Siti Nurbaya yang sekarang masih menjabat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Sukses, berhasil dan amanah tentunya.

Bicara kesuksesan, banyak peserta didik kalau ditanya akan berbeda tergantung level kelas. Kelas X akan menjawab, kalau tidak remed, bisa masuk 5 besar kelas, bisa masuk subsie, bisa jadi panita Collaboreight, dekat dengan guru dan dikenal angkatan. Kelas XI akan berbeda, bisa jadi pengurus PO-PK, bisa jadi anak keamanan (?), bisa nongkrong bareng senior di warung belakang, bisa loncat pagar, bisa kabur pakai iji piket, bisa kabur nomat atau futsal di kuningan dan lain-lain. Untuk kelas XII,… hmhmmhm,… punya gandengan saat promnite, jadi kakak terganteng, kakak tercantik, isi kultum sehabis dzuhur, yang pasti dapat PTN,  pendidikan dokter UI lebih yahud,.. atau STEI ITB,.. kalau keren habis bisa dapat NTU NUS full schollarship.

Fakta menunjukkan peserta didik yang punya kakak di SMAN 8 Jakarta lebih siap menghadapi cobaan tekanan dan beban mental di SMA Negeri 8 Jakarta. Berbeda halnya kalau punya bapak, atau ibu atau pun keduanya alumni SMA Negeri 8 Jakarta, bawaannya masa lalu terus. “Jaman dulu nggak gini, kenapa sekarang begini”. Apalagi kalau bapak atau ibunya yang alumni SMA Negeri 8 Jakarta tersebut aktif juga di forum orang tua siswa… waduh mantul deh. Kalau saya melihatnya ada hal-hal yang kurang pas,… kurang grek,.. kurang bagaimana gituh. Buat saya peserta didik menjadi terlalu “dikawal”. Pemberian warna kehidupan SMA Negeri 8 Jakarta yang selama ini berjalan, dari pembelajaran di kelas, dari kegiatan kerorganisasian di sekolah hingga kemampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah menjadi kurang sempurna. Ini versi saya jika membandingkan dengan dekade 5-10 tahun lalu.

Daya juang siswa mulai berbeda, apalagi saya guru piket ketika harus berhadapan dengan anak yang terlambat, atau menerlambatkan diri atau sengaja terlambat. Masa sih ketemu dengan LOH LAGI LOH LAGI. Jam 9.15 datang anak, ” pak ini surat dari ibu saya .” Saya terima selembar kertas terlipat, “ini surat nak ?”. “Iya Pak.” “Ditujukkan ke saya, piket Senin ?”. “isinya apa yaa nak ?”. “itu pak, saya ijin masuk tengah, tadi pagi perutnya sakit, buang-buang air hingga 5 kali. Tapi tadi pagi sudah minum promag.” “Oh, ijin tengah.”

Untuk beberapa guru yang baru mengajar di SMA Negeri 8 Jakarta atau guru lama yang tidak pernah berhubungan dengan dunia keorganisasian di SMA Negeri 8 Jakarta, jangan kaget.  Masuk Tengah itu ijin datang terlambat. Biasanya kegiatan OSIS, siswa berhalangan tepat waktu, keluarlah kalimat, “ijin masuk tengah.”

Apakah ikut bimbingan belajar atau pun bimbingan tes mampu membuat peserta didik eksis di kelas secara kompetensi keilmuan ? Terus bimbel mana yang pas buat anak SMA Negeri 8 Jakarta ? Terus bimbel mana nih buat kejar A Level agar bisa ke NTU atau NUS ?

Mau tahu atau mau tahu aja,… yuk simak tulisan berikutnya… sekarang sudah mau isya…..

Belajar dari masa lalu, jangan merasa lebih

Maret 27, 2019

Banyak siswa yang datang ke SMAN 8 Jakarta membawa kebahagian mutlak, seakan semua sudah di raih, selesai sudah perjuangan semuanya. Saya hanya tersenyum melihat mereka saat berswafoto di ikon SMAN 8 Jakarta saat peneriman peserta didik baru. Saya berdoa semoga kecerian mereka bisa berlanjut di keseharian hingga mereka diterima di PTN kelak. Tidak berakhir saat nilai ulangan tertempel di papan pengumuman remedial.

magrib… sholat dulu deh

 

bersambung ke bagian 2

Pintar saja tidak cukup

Maret 27, 2019

Sebentar lagi musim sibuk menjawab segudang pertanyaan : bagaimana cara masuk SMAN 8 JAKARTA ? Rutinitas tahunan. Tiap tahun pasti ada perubahan dari yang tidak signifikan sampai yang benar-benar signifikan. Tahun ini rasanya akan semakin seru, karena dari 2018 sudah ada kabar akan adanya program zonasi lokasi rumah ke sekolah. wah makin seru, artinya makin banyak anak-anak sekitar SMAN 8 yang akan diterima sehingga tidak ada lagi siswa yang akan datang terlambat, cuma sekelebatan mata, sampai di SMAN 8. Kabarnya 90% dari wilayah zonasi, mantul alias mantaps betul !

Pemetaan pun terjadi, ternyata di sekitaran SMAN 8 tidak banyak SMP yang bagus, ada satu dua, sebut saja SMPN 115 dan SMPN 73, selebihnya belum dapat dikatakan baik dari pencapaian nilai UN. Nilai UN hingga tahun 2018 tetap menjadi patokan dalam seleksi masuk SMA alias  Penerimaan Peserta Didik Baru. Selama ini SMA Negeri 8 Jakarta selalu mendapat anak-anak cerdas dari DKI Jakarta, walau pun sebenarnya bersaing dengan SMA Negeri Unggulan MHT, yang penerimaan siswanya jauh-jauh waktu dari PPDB.

Banyak cara yang dilakukan para ortu siswa, memindahkan kartu keluarga atau nitip di keluarga terdekat, ikut program bimbingan tes, dan bisa juga mengajukan diri melalui jalur prestasi. Baik itu lomba akademik atau pun non akademik, seperti olahraga. Tetapi tetap saja ketika sudah masuk di SMA NEGERI 8 JAKARTA, mampukah bertahan secara kompetensi keilmuan, atau hanya akan menjadi pelengkap jumlah siswa di kelas ?

 Salah satu indikatornya adalah remedial. Ketika siswa sudah mengalami banyak remedial dan itu di bidang kompetensinya, misalnya kalau MIPA itu remedial matematika, remedial fisika, remedial biologi atau pun remedial kimia, harus diyakini jalan panjang yang akan dilalui selama 6 semeste di SMA NEGERI 8 Jakarta akan berat. Remdial lagi remedial lagi, LOH LAGI LOH LAGI.

Ketika beberaa orang tua bertanya : pak sampai kapan ananda akan tertekan di SMAN 8 ? jawaban saya : sampai dia nggak remedial. Padahal saat SMP anak itu juara, bahkan juara kelas. Harus yakin, di SMA NEGERI 8 Jakarta, itu kumpulan para juara, juara se-Jakarta ada di SMA NEGERI 8 Jakarta.

Jadi ada hal lain yang harus ada di siswa SMA NEGERI 8 Jakarta, yaitu ketahanan mental dan mental kompetisi.

MENULIS DENGAN ATURAN, ATURAN MENULIS SOAL GEOGRAFI

November 4, 2018

(wangsajaya@wordpress.com)

                Salah satu kegiatan penting seorang guru adalah membuat evaluasi dalam proses pembelajaran. Soal ujian adalah salah satu teknik evaluasi yang baik, harus terukur dan validitas soal terjamin,  sesuai dengan aturan menulis dan kompetensi yang diajarkan. Harus diakui membuat soal yang baik tidaklah mudah, sehingga banyak dari teman-teman tidak mau melakukan, bahkan lebih suka mencari soal-soal evaluasi yang sudah ada. Akhirnya kemampuan membuat soal yang baik tidak pernah dicoba, dilakukan bahkan dievaluasi keajegannya.

Teknik pembuatan soal evauasi yang baik sudah banyak diberikan nara sumber yang kompeten dalam pelatihan-pelatihan untuk guru. Kegiatan Bedah SKL yang hasil akhirnya adalah soal, terkadang hanya menjadi ladang untuk mengetahui siapa yang punya soal dan “share dong”. Membuat soal yang baik adalah kemampuan karena proses, oleh karenanya harus dilakukan, harus dievaluasi dari berbagai hal dan pasti ada kata “ salah dan harus diperbaiki”.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk memberi pelajaran, tetapi lebih kearah : mohon evaluasi yang pernah saya lakukan, bagian mana yang seharusnya bisa diperbaiki. Semoga bisa menambah khasanah keilmuan saya dan yang iklash membaca tulisan ini. Ini merupakan segelintir pengalaman menulis di Puspendik, pusat penilaian pendidikan. Sehingga dasar pembuatan tulisan ini adalah aturan menuli soal puspendik.

Puspendik menulis : Penilaian terhadap hasil belajar peserta didik merupakan salah satu kegiatan rutin dalam dunia pendidikan. Penilaian hasil belajar dilakukan antara lain untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan peserta didik, memonitor perkembangan belajar peserta didik, menilai ketercapaian kurikulum, memberi nilai peserta didik dan menentukan efektivitas pembelajaran. Untuk tujuan-tujuan tersebut dapat digunakan berbagai bentuk dan instrumen penilaian. Namun tes tertulis sampai saat ini masih merupakan instrumen yang dominan digunakan dalam menilai hasil belajar peserta didik.

Tes tertulis secara umum dapat dibedakan menjadi tes dengan pilihan jawaban (non-constructed response test), peserta didik hanya memilih dari jawaban yang disediakan, dan tes tanpa pilihan jawaban (constructed response test), peserta didik harus mengkonstruksikan jawabannya. Tes dengan pilihan jawaban sering dikritik karena dipandang tidak dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skill). Hal ini tidaklah benar, soal tes dengan pilihan jawaban dapat mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, hanya penyusunannya memang tidak mudah. Di sisi lain tes tanpa pilihan jawaban (constructed response test) yang sering dipandang sesuai untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi, bila tidak disusun dengan cermat bisa jadi hanya mengukur berpikir tingkat rendah. Kedua bentuk tes tersebut potensial untuk mengukur berpikir tingkat rendah dan tingkat tinggi, tergantung kejelian dalam penulisan soal.

Oleh karena penulisan soal merupakan proses penentu kualitas tes maka penulisan soal perlu dilakukan secara sungguh-sungguh.

Jakarta, Juli 2017

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan

Balitbang Kemdikbud

Pada saat ini umumnya tes prestasi belajar atau tes prestasi akademik menggunakan tes bentuk soal pilihan ganda (PG) karena saat ini tes PG dipandang sebagai tes objektif yang efisien digunakan untuk jumlah peserta besar. Untuk masa yang akan datang ketika skoring soal isian atau essay dapat dilakukan oleh mesin, bukan tidak mungkin soal untuk penilaian eksternal menggunakan soal isian atau essay. Untuk menjamin kualitas soal tes yang terstandar, pengembangan tes melalui

beberapa tahap. Langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun tes terstandar adalah

  1. menentukan tujuan tes;
  2. menentukan acuan yang akan dipakai (kriteria atau norma);
  3. membuat kisi-kisi;
  4. memilih soal-soal dari kumpulan soal yang sudah ada sesuai dengan kisi-kisinya.

Apabila soal yang diambil merupakan soal baru, soal-soal tersebut harus melalui tahap telaah secara kualitatif, revisi, ujicoba, dan analisis hasil ujicoba sehingga diperoleh soal yang baik dari segi kualitatif dan kuantitatif.

Di Puspendik, pengembangan bank soal tes prestasi akademik merupakan salah satu kegiatan rutin. Kegiatan pengembangan bank soal ini dimulai dengan :

  1. penulisan kisi-kisi,
  2. penulisan soal,
  3. telaah (analisis kualitatif),
  4. ujicoba,
  5. analisis kuantitatif, dan
  6. kalibrasi soal.

Tulisan ini hanya akan memberikan gambaran dua kegiatan, yaitu : Penulisan Kisi-kisi dan Penulisan soal.

PENYUSUNAN KISI-KISI

  1. Pengertian kisi-kisi

Kisi-kisi adalah suatu format berbentuk matriks berisi informasi yang dapat

dijadikan pedoman untuk menulis atau merakit soal. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penggunaan tes. Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal. Bila beberapa penulis soal menggunakan satu kisi-kisi, akan dihasilkan soal-soal yang relatif sama (paralel) dari tingkat kedalaman dan cakupan materi yang ditanyakan.

  1. Syarat kisi-kisi

Kisi-kisi tes prestasi akademik harus memenuhi persyaratan berikut:

  1. Mewakili isi kurikulum yang akan diujikan.
  2. Komponen-komponennya rinci, jelas, dan mudah dipahami.
  3. Indikator soal harus jelas dan dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.
  1. Komponen kisi-kisi

Komponen-komponen yang diperlukan dalam sebuah kisi-kisi disesuaikan dengan tujuan tes. Komponen kisi-kisi terdiri atas komponen identitas dan komponen matriks. Komponen identitas diletakkan di atas komponen matriks. Komponen identitas meliputi jenis/jenjang sekolah, program studi/jurusan, mata pelajaran, tahun ajaran, kurikulum yang diacu, alokasi waktu, jumlah soal, dan bentuk soal.

Komponen-komponen matriks berisi kompetensi dasar yang diambil dari kurikulum, kelas dan semester, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal.

Berikut ini adalah diagram yang menggambarkan proses penjabaran kompetensi dasar (KD) menjadi indikator

Langkah-langkah menyusun kisi-kisi:

  1. menentukan KD yang akan diukur;
  2. memilih materi yang esensial;
  3. merumuskan indikator yang mengacu pada KD dengan memperhatikan materi dan level kognitif.

Kriteria pemilihan materi yang esensial:

o lanjutan/pendalaman dari satu materi yang sudah dipelajari sebelumnya.

o penting harus dikuasai peserta didik.

o sering diperlukan untuk mempelajari mata pelajaran lain.

o berkesinambungan pada semua jenjang kelas.

o memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari

Contoh kisi-kisi dari pupendik :

Format baku kisi-kisi penulisan soal :

KISI-KISI PENULISAN SOAL

Jenjang Pendidikan          : SMA/ MA

Mata Pelajaran                   : Geografi

Kelas                                     : XII IPS

Jumlah Soal                         : 40 PG dan 5 Uraian

1 Kompetensi Dasar Kelas/ Smt Materi Indikator Soal Level Kognitif Nomor Soal Bentuk Soal
               

 

  1. Indikator

Indikator dijadikan acuan dalam membuat soal. Di dalam indikator tergambar level kognitif yang harus dicapai dalam KD. Kriteria perumusan indikator:

  1. Memuat ciri-ciri KD yang akan diukur.
  2. Memuat kata kerja operasional yang dapat diukur (satu kata kerja operasional untuk soal pilihan ganda, satu atau lebih dari satu kata kerja operasional untuk soal uraian).
  3. Berkaitan dengan materi/konsep yang dipilih.
  4. Dapat dibuat soalnya sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

 

Komponen-komponen indikator soal yang perlu diperhatikan adalah subjek,

perilaku yang akan diukur, dan kondisi/konteks/stimulus

 

  1. Level Kognitif

Level kognitif merupakan tingkat kemampuan peserta didik secara individual maupun kelompok yang dapat dijabarkan dalam tiga level kognitif.

Level 1 menunjukkan tingkat kemampuan yang rendah yang meliputi pengetahuan dan pemahaman (knowing), level 2 menunjukkan tingkat kemampuan yang lebih tinggi yang meliputi penerapan (applying), dan level 3 menunjukkan tingkat kemampuan tinggi yang meliputi penalaran (reasoning). Pada level 3 ini termasuk tingkat kognitif analisis, sintesis, dan evaluasi.

 

Gambaran kemampuan peserta didik yang dituntut pada setiap level kognitif terdapat pada penjelasan berikut.

 

Level 3 : Peserta didik pada level ini memiliki kemampuan penalaran dan logika (Reasoning).

  • Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman yang luas terhadap materi pelajaran dan dapat menerapkan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam situasi yang familiar, maupun dengan cara yang berbeda.
  • Menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi gagasan-gagasan dan informasi yang faktual.
  • Menjelaskan hubungan konseptual dan informasi yang faktual.
  • Menginterpretasi dan menjelaskan gagasan-gagasan yang kompleks dalam pelajaran.
  • Mengekspresikan gagasan-gagasan nyata dan akurat dengan menggunakan terminologi yang benar.
  • Memecahkan masalah dengan berbagai cara dan melibatkan banyak variabel.
  • Mendemonstrasikan pemikiran-pemikiran yang original.

 

Level 2 : Peserta didik pada level ini memiliki kemampuan aplikatif (Applying).

  • Memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap materi pelajaran dan dapat mengaplikasikan gagasan-gagasan dan konsep-konsep dalam konteks tertentu.
  • Menginterpretasi dan menganalisis informasi dan data.
  • Memecahkan masalah-masalah rutin dalam pelajaran.
  • Menginterpretasi grafik-grafik, tabel-tabel, dan materi visual lainnya.
  • Mengkomunikasikan dengan jelas dan terorganisir penggunaan terminologi.

 

Level 1 : Peserta pada level ini memiliki kemampuan standar minimum dalam menguasai pelajaran (Knowing)

  • Memperlihatkan ingatan dan pemahaman dasar terhadap materi pelajaran dan dapat membuat generalisasi yang sederhana.
  • Memperlihatkan tingkatan dasar dalam pemecahan masalah dalam pembelajaran, paling tidak dengan satu cara.
  • Memperlihatkan pemahaman dasar terhadap grafik-grafik, label-label, dan materi visual lainnya.
  • Mengkomunikasikan fakta-fakta dasar dengan menggunakan terminologi yang sederhana.

 

Pada tabel berikut disajikan dimensi proses kognitif dan kata kerja operasional yang dapat digunakan untuk merumuskan indikator berdasarkan taksonomi Bloom yang telah direvisi. Dimensi proses kognitif ini dikelompokkan ke dalam tiga level kognitif, yaitu:

o Level 1: mengingat (C1) dan memahami (C2),

o Level 2: mengaplikasikan (C3),

o Level 3: menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6)

 

KAIDAH UMUM PENULISAN SOAL

Pengertian tes tertulis

Tes tertulis merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada peserta didik dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, peserta didik tidak selalu harus merespon dalam bentuk tulisan, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain, seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar.

Soal-soal pada tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua, yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah, menjodohkan) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat, dan uraian).

Teknik Penulisan Soal Bentuk Pilihan Ganda (PG)

Soal PG merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban (option) yang telah disediakan. Setiap soal PG terdiri atas pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor). Kunci jawaban merupakan jawaban benar atau paling benar, sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, tetapi peserta didik yang tidak menguasai materi mungkinkan memilih pengecoh tersebut.

Keunggulan dan keterbatasan

Beberapa keunggulan dari bentuk soal PG adalah:

  • dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi;
  • dapat mengukur berbagai tingkatan kognitif;
  • mencakup ruang lingkup materi yang luas;
  • tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri.

 

Beberapa keterbatasan dari bentuk soal PG adalah:

  • perlu waktu lama untuk menyusun soalnya;
  • sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi;
  • terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban.

 

Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.

  1. MATERI
    1. Materi sesuai indicator
    2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis
    3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar

 

  1. KONSTRUKSI
    1. Pokok Soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
    2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja
    3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar
    4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
    5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
    6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan : Semua pilihan jawaban di atas salah atau semua pilihan jawaban di atas benar
    7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau abjad harus disusun berdasarkan urutan (bisa besar ke kecil atau sebaliknya)
    8. Gambar, grafik, tabel, diagram dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
    9. Butir materi soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya

 

  1. BAHASA
    1. Setiap soal harus menggunakan Bahasa yang sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
    2. Jangan menggunakan Bahasa yang berlaku setempat
    3. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian

 

Contoh Kisi-Kisi yang sudah jadi :

KISI-KISI  SOAL UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

 

JENIS SEKOLAH                               : SMA

MATA PELAJARAN                          : GEOGRAFI

KURIKULUM                                    : 2013

ALOKASI WAKTU                           : 120 MENIT

JUMLAH SOAL                                 : 45

BENTUK TES                         : Pilihan ganda 1-40 dan Uraian 41-45

 

No Kompetensi Dasar Bahan kelas Materi Indikator Soal Level Kognitif Nomor soal
PILIHAN GANDA
1 Memahami   pengetahuan dasar geografi dan terapan   nya dalam kehidupan sehari-hari X-1 Konsep Geografi Disajikan beberapa fenomena geosfer, peserta didik dapat menerapkan konsep geografi yang sesuai dengan fenomena yang disajikan. Level 3 1
Prinsip Geografi Disajikan pernyataan  peserta didik dapat menentukan pernyataan yang sesuai dengan prinsip tertentu. Level 2 2
Aspek Geografi Disajikan tabel fenomena geosfer peserta didik dapat menggolongkan aspek geografi tertentu. Level 2 3
2 Memahami dasar-dasar  pemetaan, Pengindraan  Jauh, dan   Sistem  Informasi Geografis ( SIG ) X-1 Unsur-unsur peta Disajikan sketsa komposisi peta peserta didik dapat menjelaskan unsur peta yang dtunjukkan pada gambar. Level 1 4
Interpretasi citra Disajikan gambar citra peserta didik dapat menentukan beberapa unsur interpretasi citra untuk mengenali objek pada gambar tersebut Level 2 5
Aplikasi SIG dalam berbagai bidang Disajikan sketsa overlay beberapa peta, peserta didik dapat mencontohkan informasi yang dihasilkan untuk pemanfaatannya dalam bidang tertentu. Level 3 6
3 Menganalisis  dinamika Bumi sebagai ruang   kehidupan X-1 Teori perkembangan bumi Disajikan beberapa pernyataan tentang teori perkembangan bumi,peserta didik dapat mengaitkan pernyataan tersebut dengan teori perkembangan bumi tertentu Level 2 7
      Pergerakan lempeng Disajikan gambar pergerakan lempeng ,peserta didik dapat mengaitkan gerakan tesebut dengan pembentukan bentang alam tertentu Level 2 8
Rotasi dan revolusi bumi Disajikan informasi, peserta didik dapat merencanakan kegiatan manusia yang berkaitan dengan revolusi bumi. Level 3 9
4 Menganalisis    dinamika  litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan X-2 Siklus batuan Disajikan gambar siklus batuan,peserta didik dapat membedakan jenis batuan yang ditunjukkan pada gambar. Level 2 10
Proses  tenaga eksogen dan pengaruhnya terhadap kehidupan Disajikan gambar bentuk muka bumi (hasil proses eksogen), peserta didik dapat menganalisis peristiwa yang menyebabkan proses pembentukkannya. Level3 11
Proses vulkanisme dan pengaruhnya terhadap kehidupan Peserta didik dapat menjelaskan dampak vulkanisme bagi kehidupan manusia. Level 1 12
5 Menganalisis  dinamika

atmosfer dan dampaknya    terhadap  kehidupan

X-2 Unsur-unsur cuaca dan iklim Disajikan narasi, peserta didik dapat mengidentifikasi pengaruh unsur cuaca tertentu bagi kehidupan manusia Level 2 13
Karakteristik Iklim Disajikan karakteristik iklim, peserta didik dapat menghubungkan aktivitas manusia yang sesuai dengan kondisi iklim tersebut. Level 2 14
6 Menganalisis  dinamika hidrosfer dan dampak nya

terhadap    kehidupan

 

X-2 Siklus hidrologi Disajikan gambar siklus hidrologi, peserta didik dapat menjelaskan faktor yang memengaruhi proses yang ditunjukkan pada gambar Level 2 15
Potensi, sebaran dan pemanfaatan perairan darat Disajikan gambar pola aliran sungai  ,peserta didik dapat menentukan morfologi wilayah yang sesuai dengan gambar tersebut. Level 2 16
Karakteristik dan dinamika perairan laut Disajikan peta persebaran arus laut, peserta didik dapat menganalisis manfaat arus laut yang sesuai dengan gambar tersebut. Level 2 17
7 Memahami komdisi wilayah dan posisi strategis Indonesia sebagai poros maritim dunia XI-1 Potensi pengelolaan sumberdaya kelautan Indonesia Disajikan potensi kelautan, peserta didik dapat mengidentifikasi pemanfaatannya pada wilayah tertentu. Level 1 18
8 Menganalisis sebaran flora dan fauna di Indonesia dan dunia berdasarkan karakteristik ekosistem XI-1 Krakteristik bioma Disajikan pernyataan, peserta didik dapat menentukan wilayah  bioma   yang sesuai dengan pernyataan tersebut. Level 2 19
Faktor persebaran flora dan fauna Disajikan fenomena, peserta didik dapat menganalisis faktor persebaran flora dan fauna yang sesuai dengan fenomena tersebut. Level3 20
Konservasi flora dan fauna Indonesia Disajikan peta wilayah konservasi flora dan fauna, peserta didik dapat  menentukan jenis flora /fauna yang dilindungi pada wilayah tersebut. Level 1 21
9 Menganalisis sebaran dan pengelolaan sumber daya kehutanan dan pariwisata sesuai prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan XI-1 Potensi dan persebaran SDA kehutanan danpariwisata di Indonesia Disajikan pernyataan, peserta didik dapat menganalisis hubungan antara kehutanan dengan pengembangan pariwisata. Level 2 22
Pemanfaatan SDA dengan prinsip pembangunan berkelanjutan Peserta didik dapat menerapkan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam pemanfaatan sumberdaya alam Level 2 23
10 Menganalisis ketahanan pangan Nasional penyediaan bahan industri serta potensi energi baru dan terbarukan di Indonesia XI-1 Ketahanan pangan Disajikan pernyataan berupa narasi (kondisi fisik wilayah), peserta didik dapat menentukan potensi pangan yang sesuai.

 

Level 2 24
11 Menganalisis keragaman budaya sebagai identitas nasional berdasarkan keunikan dan sebaran XI-2 BudayaNasional Peserta didik dapat menjelaskan latar belakang fisiografis suatu wilayah terhadap pembentukan budaya Level 2 25
12 Menganalisis dinamika kependudukan di Indonesia untuk perencanaan pembangunan

 

XI-2 Mobilitas penduduk dan tenaga kerja Disajikan suatu kasus, peserta didik dapat menganalisa jenis mobilitas penduduk Level 2 26
Permasalahan kependudukan Disajikan data kependudukan (grafik, tabel, atau peta), peserta didik dapat menganalisis upaya untuk mengatasi masalah kependudukan yang sesuai dengan kondisi data tersebut Level3 27
13 Menanggulangi jenis dan penanggulangan bencana alam melalui edukasi, kearifan lokal dan pemanfaatan tehnologi XI-2 Siklus penanggulangan bencana

 

Peserta didik dapat menentukan langkah-langkah mitigasi bencana sesuai tahapan tertentu Level 2 28
14 Menganalisis jaringan transportasi dan tata guna lahan pada peta, dan atau citra penginderaan jauh, serta Sistem Informasi Geografi (SIG) kaitannya dengan pengembangan potensi wilayah dan kesehatan lingkungan XII-1 Peta Disajikan grafis tata guna lahan, peserta didik dapat menganalisa potensi pengembangan wilayah yang dipetakan. Level 2 29
PenginderaanJauh Disajikan citra inderaja, peserta didik dapat menentukan unsur-unsur interpretasi citra dalam menganalisis objek pada citra. Level 2 30
System InformasiGeografi Peserta didik dapat menetukan jenis peta yang diperlukan untuk pengembangan potensi wilayah Level 2 31
15 Memahami konsep wilayah dan perwilayahan dalam perencanaan tata ruang wilayah, nasional, propinsi dan kabupaten/kota XII-1 Konsep wilayah dan pewilayahan Disajikan gambar, peserta didik dapat menganalisa    model pewilayahan dalam tata ruang wilayah Level 2 32
Pembangunan dan pertumbuhan wilayah Disajikan pernyataan, peserta didik dapat menganalisa pengembangan wilayah sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Level 2 33
Permasalahan dalam penerapan tata ruang wilayah Disajikan gambar, peserta didik dapat menganalisa permasalahan tata ruang wilayah dari gambar tersebut Level 2 34
16 Menganalisis struktur keruangan desa dan kota, interaksi desa dan kota, serta kaitannya dengan usaha pemerataan pembangunan XII-2 Faktor interaksi desa -kota Peserta dapat menganalisa faktor yang mendukung kekuatan interaksi antar wilayah Level 2 35
Struktur keruangan serta perkembangan  desa -kota Peseerta didik dapat menganalisis hubungan antara pola persebaran permukiman dengan letak geografis suatu wilayah Level 2 36
Usaha pemerataan pembangunan Disajikan kasus,  peserta didik dapat menganalisa prioritas pembangunan di desa/kota Level 2 37
Dampak perkembangan kota terhadap masyarakat desa kota Peserta didik dapat menganalisa dampak perkembangan kota terhadap masyarakat desa kota Level 2 38
17 Menganalisis karakteristik negara maju dan negara berkembang dalam konteks pasar bebas XII-2 Karakteristik negara maju dan berkembang Peserta didik dapat menganalisis permasalahan sosial ekonomi di negara maju dan berkembang Level 2 39
Dampak pasar bebas terhadap indonesia Disajikan fakta, peserta didik dapat menganalisis potensi Indonesia terhadap pasar bebas Level 2 40
 

URAIAN

 

1 Menganalisis  dinamika

atmosfer dan dampaknya    terhadap  kehidupan

X-2 Unsur-unsur cuaca Peserta didik dapat menjelaskan faktor yang mempengaruhi suhu di suatu tempat Level 2 41
2 Menganalisis  dinamika

atmosfer dan dampaknya    terhadap  kehidupan

X-2 Perairan darat Peserta didik dapat membedakan ciri profil sungai bagian hulu dan hilir. Level 1 42
3 Menganalisis dinamika kependudukan di Indonesia untuk perencanaan pembangunan XI-2 Pertumbuhan penduduk Peserta didik dapat menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk di Imdonesia Level 1 43
4 Menganalisis struktur keruangan desa dan kota, interaksi desa dan kota, serta kaitannya dengan usaha pemerataan pembangunan XII-2 Struktur keruangan serta perkembangan desa kota Pesrta didik dapat menjelaskan tahapan-tahapan perkembangan kota Level 1 44
5 Menganalisis karakteristik negara maju dan negara berkembang dalam konteks pasar bebas. XII-2 Karakteristik negara maju/berkembang Peserta didik mampu menganalisis suatu negara dapat menjadi negara maju Level 2 45

 

Contoh soal-soal terverifikasi

HAKIKAT GEOGRAFI

PEMAHAMAN DAN PENGETAHUAN ( LEVEL KOGNITIF 1)

  1. Konsep geografi yang berkaitan erat dengan medan atau aksesibilitas suatu wilayah untuk dicapai menggunakan sarana transportasi disebut konsep …
  2. lokasi
  3. jarak
  4. pola
  5. interaksi interpedensi

(kalau seandainya soal diubah menjadi :

Fenomena geosfer;

  • harga tanah dekat lokasi kuburan menjadi murah harganya
  • sulitnya mencapai wilayah gempa untuk memberikan bantuan
  • jarak Jakarta – bogor 55 km dipetakan akan menjadi 5 cm
  • posisi Indonesia pada 100LU-100LU menyebabkan bebas taifun
  • Indonesia terletak diantara dua benua dan dua samudera

Fenomena geosfer yang merupakan konsep lokasi seseuai angka …

  1. 1), 2), dan 3)
  2. 1), 3), dan 4)
  3. 1), 4), dan 5)
  4. 2), 3), dan 4)
  5. 3), 4), dan 5)

 

  1. Banjir yang terjadi di sepanjang sungai Citarum disebabkan oleh masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Permasalahan tersebut dapat dikaji melalui pendekatan ..
  2. keruangan
  3. korologi
  4. spasial
  5. kewilayahan

 

  1. Tanaman padi dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah yang memiliki curah hujan cukup. Prinsip geografi yang berkaitan dengan fenomena tersebut adalah prinsip ….
  2. distribusi
  3. persebaran
  4. deskripsi
  5. korologi

 

  1. Fenomena berikut yang termasuk ke dalam aspek sosial geografi adalah ….
  2. kebakaran hutan di musim kemarau
  3. kelaparan karena kekurangan pangan.
  4. rusaknya wilayah pantai akibat abrasi
  5. hujan yang deras mengakibatkan banjir
  6. danau sebagai sumber air bagi penduduk

 

  1. Salah satu lapisan atmosfer tempat terjadinya fenomena awan, hujan, guntur dan halilintar adalah ….
  2. stratosfer
  3. mesosfer
  4. termosfer
  5. eksosfer

(kalau ingin meningkatkan soal ini ke level 2 bisa dengan cara :

Lapisan amosfer yang diberi angka 1 seperti gambar adalah … dan mempunyai fungsi

  1. troposfer, perubahan cuaca
  2. stratosfer, melindungi bumi dari sinar ultraviolet
  3. mesosfer menghasilkan oksigen untuk kehidupan
  4. ionosfer, membakar meteor yang masuk ke bumi
  5. eksosfer, memantulkan gelombang radio

 

  1. Angin yang berhembus dari daratan Asia menuju daratan Australia menyebabkam musim hujan di Indonesia disebut angina….
  2. muson barat.
  3. muson timur
  4. pasat tenggara
  5. fohnn barat
  6. anti pasat

 

  1. Tanda X pada gambar siklus hidrologi di bawah ini merupakan proses ….
  2. evaporasi
  3. kondesasi
  4. intersepsi
  5. infiltrasi

(meningkatkan levelnya dengan cara :

Tanda x pada gambar silus hidrologi di bawah ini merupakan tempat terjadinya proses … dan faktor yang memengaruhi hasil dari proses tersebut adalah …

  1. evaporasi, besarnya angin gunung
  2. kondesasi, ketinggian tempat
  3. presipitasi, banyaknya awan
  4. evaporasi, suhu udara
  5. presipitasi, kelembaban udara

 

  1. Pola aliran sungai yang terbentuk di daerah lipatan adalah ….
  2. pinnate
  3. dendritik
  4. anular
  5. radial

(bagaimana kalau soalnya dibubah menjadi :

Pola aliran sungai yang banyak ditemui di wilayah Sumatra bagian Timur adalah …

  1. pinnate
  2. dendritik
  3. anular
  4. radial

 

Apakah soal di atas menjadi lebih tinggi levelnya ?)

 

  1. Batuan yang terbentuk akibat proses pembekuan/penkristalan magma di dalam perut bumi disebut ….
  2. sedimen
  3. aeolis
  4. marine
  5. metamorf

 

  1. Perhatikan beberapa pernyataan berikut !
  • Abu vulkanis menyuburkan tanaman
  • Mengeluarkan gas panas beracun
  • Magma yang dikeluarkan mengandung mineral logam
  • Mengeluarkan lava pijar yang menghanguskan areal yang dilalui
  • Mineral yang dikeluarkan mengeluarkan mineral pasir, kerikil dan batu

Dampak positif vulkanisme ditunjukkan oleh angka ….

  1. (1), (2), dan (3)
  2. (1), (2), dan (4)
  3. (1), (3), dan (5).
  4. (2), (4), dan (5)
  5. (3), (4), dan (5)

 

  1. Berikut ini yang termasuk sifat fisik tanah adalah ….
  2. struktur tana, kemasaman tanah, dan cacing
  3. warna tanah, unsur organic, dan jamur
  4. tekstur tanah, nitrogen, bakteri pelarut
  5. struktur tanah, tesktur tanah, dan warna tanah.
  6. keasaman tanah, unsur organic, dan nitrogen

 

  1. Faktor-faktor yang memengaruhi persebaan flora dan fauna di muka bumi adalah ….
  2. topografi dan klimatik.
  3. klimatik dam manusia
  4. lapisann batuan dan letak lintang
  5. letak lintang dan letak bujur
  6. letak bujur dan fisiografik

 

  1. Jenis fauna endemik di daerah yang ditunjukan oleh angka 2 pada gambar adalah ….
  2. harimau, badak, dan banteng.
  3. harimau, badak, dan siamang
  4. harimau, gajah, dan banteng
  5. beruang, mawas, dan kera gibbon
  6. siamang, tapir, dan banteng

 

APLIKASI ( LEVEL KOGNITIF 2)

  1. Kondisi wilayah yang relatif datar akan lebih banyak dimanfaatkan untuk pemukiman pnduduk, khususnya di dataran rendah yang subur. Penduduk akan cenderung tinggal mengelompok dan memanfaatkan tanah di sekitarnya sebagai lahan pertanian.

Konsep geografi yang berkaitan dengan fenomena tersebut adalah ….

  1. lokasi dan pola
  2. pola dan differensiasi area
  3. morfologi dann aglomerasi.
  4. lokasi dan morfologi
  5. nilai kegunaan dan interaksi

 

  1. Pada musim kemarau. Selalu terjadi bencana kabut asap di wilayah Kalimantan dan Sumatra. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat membuka areal pertanian dengan cara membuka lahan pertanian.

Masalah yang terjadi tersebut, dalam geografi harus diselesaikan melalu pendekatan ….

  1. keruangan
  2. korologi
  3. kewilayahan
  4. kompleks wilayah

 

  1. Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana kebumian. Untuk meminimalkan bahaya letusan gunung api, maka dibuat peta kawasan rawan gunung api. Melalui peta tersebut, masyarakat dapat mengetahui jangkauan materil letusan, jalur evakuasi, dan wilayah aman untuk pengusungsian.

Dalam geografi, kajian tersebut menggunakan prinsip …

  1. distribusi
  2. interelasi
  3. korologi
  4. interdependensi

 

  1. Perhatikan beberapa fenomena geosfer berikut.
  • Pengangguran di kota
  • Hujan lebat di Bandung
  • Banjir di Jakarta
  • Tsunami di Pantai Padang
  • Gunung Semeru meletus

Aspek fisik dari fenomena geosfer terdapat pada angka …

  1. (1), (2), dan (3)
  2. (1), (3), dan (4)
  3. (1), (3), dan (5)
  4. (2), (4), dan (5).
  5. (3), (4), dan (5)

 

  1. Adanya fenomena cuaca seperti terjadinya hujan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan di bumi. Hujan mampu menyediakan cadangan air tanah, tumbuhnya berbagai jenis tumbuhan, budi daya tanaman yang diusahakan oleh manusia dan banyak manfaat lainnya yang berasal dari hujan. Fenomena tersebut dapat terjadi karena bumi memiliki lapisan atmosfer, yaitu …
  2. mesosfer
  3. termosfer
  4. stratosfer
  5. eksosfer

 

  1. Jika seseorang petani akan menanam kopi dan teh, maka menurut klasifikasi iklim Junghun, ketinggian lahan nyang tepat untuk ditanami adalah ….
  2. 50 – 200 m dpl
  3. 300 – 500 m dpl
  4. 500 – 1.000 m dpl
  5. 500 – 2.500 m dpl.
  6. 000 – 5.000 m dpl

 

  1. Kota A memiliki jumlah bulan kering sebanyak 4 bulan dan jumlah bulan basah sebanyak 7 bulan. Menurut Schmidth-Ferguson, tipe iklim kota A adalah ….
  2. basah
  3. agak basah.
  4. sedang
  5. agak kering
  6. kering

 

  1. Setelah hujan, sering dijumpai genangan air permukaan di halaman rumah. Genangan tersebut menunjukkan bahwa air tidak mampu meresap ke dalam tanah. Agar proses infiltrasi air hujan lebih mudah terjadi, tindakan yang dapat kita lakukan adalah ….
  2. menutup tanah dengan semen agar tidak tergenang
  3. membuat sumur resapan sederhana di halaman rumah.
  4. mengalirkan genangan air ke parit-parit
  5. mencangkul tanah yang tergenang air air meresap
  6. menutup genanan air dengan tanah dan kerikil

 

 

PENALARAN DAN LOGIKA ( LEVEL KOGNITIF 3)

  1. Setiap manusia membutuhkan manusia lainnya, baik dalam menjalain interaksi sosial maupun saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Hubungan tersebut tersebut tercermin seperti masyarakat desa dan kota yang satu sama lain saling melengkapi. Masyarakat kota mendapatkan kebutuhan pangan dari desa, dan penduduk desa mendapatkan kebutuhan pakaian dari kota.

Konsep geografi yang sesuai untuk mengkaji fenomena tersebut adalah konsep …

  1. interaksi dan interpedensi.
  2. interelasi dan diferensiasi area
  3. aglomerasi dan keterkaitan ruang
  4. keterkaitan ruang dan persebaran
  5. nilai kegunaan dan keterjangkauan

 

  1. Dalam perencanan pembangunan pemukiman baru, pemerintah harus memperhatikan berbagai aspek, seperti mengidentifikasi lokasi yang potensial, aksesibilitas daerah tersebut, dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait.

Pendekatan geografi yag digunakan oleh pemerintah dalam perencanaan pemukiman adalah pendekatan ….

  1. keruangan
  2. ekologi
  3. korologi
  4. kewilayahan
  5. kompleks wilayah.

 

  1. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, gunung api yang ada di Sumatra dan Jawa menunjukkan aktivitas vukanismenya. Dilihat dari struktur geologisnya, wilayah Sumatra dan Jawa berada di zona tumbukan lempeng.

Prinsip geografi yang digunakan untuk mengkaji fenomena tersebut adalah prinsip ….

  1. persebaran
  2. deskripsi
  3. korologi
  4. keruangan

 

  1. Perhatikan beberapa fenomena berikut ini :
  • Evakuasi program bencana gunung api
  • Tingginya gelombang laut mengikis pantai
  • Kurangnya vegetasi, memicu terjadinya longsor
  • Kebakaran hutan mengakibatkan matinya hewan
  • Jenis tanah alluvial bayak terdapat di muara sungai

Berdasarkan fenomena tersebut, yang termasuk aspek fisik bidang kajian lithosfer ditunjukkan oleh angka ….

  1. (1) dan (2)
  2. (2) dan (3)
  3. (3) dan (4)
  4. (3) dan (5).
  5. (4) dan (5)