Archive for Maret, 2010

Allah mempercayai Anda, bagaimana Anda terhadap-Nya

Maret 31, 2010

Rasulullah memanggil seorang sahabat, ”Saudaraku, kemanakah fulan bin fulan ? Sudah beberapa kali sholat fardhu, saya tidak melihatnya dalam jamaah sholat ? Sahabat tersebut dengan keberanian seaadnya menjawab pertantanyaan Rasulullah, ”Yaa Rasulullah, fulan bin fulan, adalah saudara kita yang cukup fakir. Karena kefakirannya tersebut, dia harus bergantian dengan istrinya menggunakan kain untuk sholat. Kemungkinan hal tersebut, yang membuat dia tidak mampu berjamaah.” Rasulullah terdiam, hati beliau demikian masygul, ada jamaah yang tidak mampu berjamaah karena ketidak adaan sarana.

Lima belas abad lebih kemudian. Sebuah surau di lereng bukit yang tidak sesubur tanah Pulau Jawa, terlihat cukup sesak. Padahal ukuran surau itu hanya 3 x 3 m, 10 orang jamaah sholat subuh telah membuat hidup surau tersebut. Sang Ajengan, Latif, tersenyum melihat para jamaah. Subuh itu Latif bercerita tentang keutamaan mencari rizki yang halal. Semua jamaah mendengarkan dengan khusyu. Ilmu agama telah menjadi butiran air yang selalu menyejukan keilaman mereka. Ajengan telah memberi banyak tentang ilmu agama.
Diantara semua jamaah, Ajengan Latif adalah yang tersukses, ternaknya hingga puluhan ekor, kambing dan sapi. Hari ini tanpa jamaah sadari, Ajengan ingin memberikan hak masing-masing jamaah atas harta yang Allah berikan padanya. Latif ingin jamaahnya juga mampu hidup lebih layak, agar bisa beribadah lebih baik.
Setelah berdoa semua jamaah saling bersalaman dan meninggalkan surau dengan wajah cerah dan hati yang bahagia. Latif melihat satu persatu jamaah, menuruni surau, dengan langkah gagah penuh semangat dan keimanan untuk memberi yang terbaik.
Waktu berjalan lambat di semua desa, desa memang tempat yang tidak terlalu banyak kegiatan. Kegiatan utama adalah berladang dan beternak. Kegiatan “mengangon” hewan sebuah pekerjaan yang amat menyenangkan buat warga desa. Melalang menyusuri padang rumput sisi barat Gunung Tambora yang tegak menembus awan kawasan Nusa Tenggara.
Sayup-sayup dari penjuru desa, terdengar kumandang “Allahu Akbar” berkali-kali. Hampir sepuluh kali, kalimat takbir bergema. Ternyata semua jamaah surau Ajengan Latif sedang bersyukur, karena di rumah mereka telah terikat sepasang kambing, dengan sebuah surat : dari hamba Allah, ini milik Allah manfaatkan untuk kehidupanmu. Saya iklash memberikan hewan ini. Tertanda : Hamba Allah.

Lima tahun kemudian, surau itu sudah hilang. Berganti sebuah mesjid besar berukuran 10 x 10 m, dengan tembok bata, beraatap genteng dengan sarana air yang baik, taman yang terjaga keindahannya mengelilingi mesjid tersebut. Ajengan Latif mengikuti kepergian surau, beliau wafat dalam perjalanan ibadah haji. Seluruh jamaah amat kehilangan dan berjanji tetap akan meneruskan kegiatan di surau tersebut.
Kemajuan terlihat dalam kegiatan keagamaan dan jumlah jamaah. Perubahan selalu terjadi. Ada jamaah yang datang dengan anak dan istrinya, walau sudah agak jauh dari desa sebelumnya. Ikatan hati yang terbangun membuat mereka terikat dengan surau tersebut. Bahkan ada jamaah yang rela mengurus mesjid tersebut, walau tanpa bayaran. Asal bisa membersihkan lantai mesjid. Asal diperbolehkan Adzan, asal diperbolehkan menyuci sajadah atau mukena yang habis pakai.
Suara jernih anak-anak usia sekolah yang membaca Al Qur’an sehabis maghrib, atau pun selepas subuh tetap berjalan. Orang tua mereka adalah orang-orang yang dulu mendapatkan rizki, sepasang kambing. MILIK ALLAH. Karena yakin itu pemberian Allah, mereka menjaga kesehatan kambing tersebut. Kambing telah berkembang menjadi sebuah peternakan besar, semua keluar memiliki hampir 50-an ekor. Mereka mampu hidup dari pemberian tersebut.

Sepuluh tahun kemudian, cobaan makin banyak. Jamaah mulai berganti. Ada yang sudah berpulang menghadap sang Khalik. Beberapa jamaah tersisa melihat saudara-saudaranya. Kekangenan saat lima belas tahun lalu amat terasa. Tiga jamaah asli yang tersisa saling berjamaah sholat, menyelesaikan juz demi juz Al Qur’an, hingga suatu hari…..

Hadi dan Seno dua hari ini tidak melihat Jaya. Rumah Jaya memang terbilang lumayan jauh dari Mesjid, tetapi dengan kendaraan yang dipunyainya Jaya selalu sampai setengah jam sebelum adzan sholat fardhu dikumandangkan. Akhirnya dengan bersepeda motor mereka ingin mengunjungi rumah Jaya, mereka khawatir Jaya sakit. Hampir 30 menit dengan kecepatan 20km/jam, mereka berdua sampai kerumah Jaya. Usaha Jaya ternyata amat maju, rumahnya besar dan terlihat ada musholla di samping rumah.
Mereka saling berpelukan, seakan belum bertemu sekian lama. Istri Jaya mempersiapkan makan siang itu. Tercium aroma masakan membuat tergoda Hadi dan Seno. Waktu berjalan terus, berbimcang dan saling berbagi pengalaman usaha. Jaya tetap memperhatikan para pegawainya, dengan teliti dia meliat pegawai yang mengambil makanan ternak, pupuk bahkan bibit tanaman. Jumlah kambing Jaya sedemikian besar, sehingga ternak kambingnya tidak ditempatkan di rumah. Usaha Dagang Jaya, demikian papan besar terpampang depan rumah megahnya.

Hadi dan Seno, sebenarnya sudah ingin pamitan karena sholat dzuhur hampir masuk. Tetapi Jaya menahan dengan mengatakan, ”Istriku sedang masak, hasil dari pekerjaan yang Allah berikan kepada kami, hargailah,” pinta Jaya. Jaya sibuk menghitung uang yang ada di tangannya. Ratusan ribu berlembar-lembar, hasil usahanya hari ini.

Saat terdengar suara Adzan Dzuhur, Hadi dan Seno mengajak Jaya untuk ke musholla karena tidak mungkin lagi ke Mesjid Ajengan Latif,….. bagai disambar petir Hadi dan Seno mendengar kalimat Jaya, ”Sabar lah, saya kan lagi menghitung nikmat Allah, pemberian Allah, milik Allah,….. sholat kan masih ada waktu,…. menghitung uang tanggung nih,” tanpa melihat muka Seno dan Hadi.

Ternyata arti milik Allah telah berubah. Kalau saja kita sadar, bahwa tubuh kita pun milik dan titipan dari Allah, maka kita akan menjaganya, bahkan memperbaikinya. Tidak mungkin kita merusak bahkan mengurangi manfaatnya. Allah memberikan dalam keadaan baik, kenapa saat Allah mengambil dalam keadaan rusak. Paru-paru rusak karena rokok, hati rusak karena bergunjing dan hasut, kekuasaan yang menistakan, bahkan amanat yang khianat. Kambing milik Allah hanyalah untuk kehidupan duniawi, guna mendukung kehidupan akhirat. Ibadah adalah panggilan Allah, bukan panggilan duniawi.

Moga-.moga bermanfaat

Pra Seleksi OSN Kebumian Kodya Jakarta Selatan

Maret 18, 2010

buat teman-teman siswa atau bapak ibu guru, Pra seleksi OSN DKI Jakarta per kodya akan dimulai akhir bulan ini. Untuk wilayah Jakarta Selatan akan di mulai pada 29 Maret 2010, seleksi antar sekolah tersebut hanya akan mengambil 100 siswa terbaik. Selanjjutnya akan ada 3 hari pelatihan di masing-masing Science center, tentatif tergantung SC, tetapi jadwl bakunya 31 Maret, 1 April dan 5 April 2010. Tanggal 7 April dari setiap kodya akan di seleksi untuk menjadi wakil kodya sebanyak 25 siswa terbaik. Siswa tersebut jumlah akan menjadi 125 siswa, mengikuti pelatiahan tingkat DKI.

Berikut saya serahkan : SOAL SELEKSI PRA OSN KEBUMIAN JAKARTA SELATAN 2009 dan JAWABANNYA.

Mari memberikan yang terbaik untuk DKI Jakarta…

Tuhan Sembilan Senti (Puisi Taufiq Ismail tentang bahaya rokok)

Maret 16, 2010

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok, Di sawah petani merokok, di pabrik

via Tuhan Sembilan Senti (Puisi Taufiq Ismail tentang bahaya rokok).

TUHAN SEMBILAN SENTI
(Puisi Taufiq Ismail Tentang Bahaya Rokok)
http://sekolahku.info/2009/11/tuhan-sembilan-senti-puisi-taufiq-ismail-tentang-bahaya-rokok/

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
Rokok hukumnya haram!

Rokok hukumnya haram!

25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghada

Budaya Takut Kehilangan Muka (Face-Saving Culture)

Maret 16, 2010

Budaya Takut Kehilangan Muka (Face-Saving Culture).

BUDAYA TAKUT KEHILANGAN MUKA
Oleh: Iwan Syahril

Seperti halnya kebanyakan negara-negara Asia lainnya, Indonesia memiliki budaya takut-kehilangan muka yang sangat kental. Seorang yang senior, lebih tua, memiliki jabatan yang lebih tinggi dan pengaruh, akan merasa gengsi untuk memperlihatkan keawaman, ketidaktahuan dan kekurangan mereka kepada orang-orang yang dianggap lebih muda, lebih junior.

Umumnya mereka-mereka yang masih muda dan lebih junior akan dianggap sebagai anak-anak baru, anak “kemarin sore”. Ketika anak-anak yang lebih junior ini memperlihatkan keahliannya dalam bidang yang mereka geluti, mereka akan dianggap sebagai ancaman terhadap jabatan dan kedudukan yang dimiliki oleh para senior tersebut. Para senior pun akan takut untuk kehilangan muka karena mereka akan terlihat tidak sekompeten yang lebih junior tersebut.

Bagi saya ini adalah sebuah problem yang amat serius dalam membangun fondasi bangsa, terlebih lagi dalam upaya mengejar ketertinggalan kita dari bangsa dan negara lain. Ketika pekerjaan dikerjakan oleh orang-orang yang kurang kompeten, sementara kita memilki sumber daya yang lebih kompeten, maka selain tersia-siakannya sumber daya tersebut, sistem pun tidak akan bekerja dengan efektif.

Saya pikir, budaya kehilangan muka ini harus bisa digantikan dengan budaya jujur dalam mengakui kekurangan dan kelebihan serta persaingan yang efektif.

Pesan Guru pada Muridnya agar Tidak Curang

Maret 16, 2010

Anak-anakku, Bapak tahu tugas yang kalian kerjakan banyak dan berat. Tahukah kalian bahwa dengan itulah kalian akan menjadi mandiri dan kuat? Semua anak

via Pesan Guru pada Muridnya agar Tidak Curang.

PESAN GURU AGAR MURID TIDAK CURANG
http://sekolahku.info/2009/10/pesan-guru-pada-muridnya-agar-tidak-curang/

Anak-anakku, Bapak tahu tugas yang kalian kerjakan banyak dan berat. Tahukah kalian bahwa dengan itulah kalian akan menjadi mandiri dan kuat?

Semua anak menginginkan banyak waktu luang untuk bermain. Tetapi kelak semua akan beranjak dewasa dan diberi berbagai tanggung jawab. Jikalau mulai sekarang kalian sedikit demi sedikit melatih diri dan mengasah kemampuan, maka itu tidak akan seberat dibanding melakukan semuanya sekaligus setelah kallian lulus.

Bagi yang memilih cara yang curang, PR, tugas, dan ulangan semua bisa saja mencontek dan mendapat nilai yang tinggi. Tetapi ingat…! Dengan begitu tidak akan pernah didapat KEMAMPUAN yang tinggi. Hanya dengan melihat petinju berlatih tidak serta merta membuat yang melihat ikut kuat, kita harus ikut melakukannya sendiri; berlatih, berkeringat, bersusah payah, dan barulah kekuatan itu kita peroleh sesuai dengan usaha kita.

Ujian yang sesungguhnya bukan yang dari sekolah, tetapi yang dari masyarakat. Saat mereka bertanya kepadamu malulah bila kau masih mencontek bukumu! malu bila kau masih mencontek temanmu! Saat kau dewasa, kau harus mencari kerja, malulah bila kau masih minta bantuan orang tuamu! Kau harus jujur, malulah bila kau ambil hasil pekerjaan orang lain lalu kau makan sendiri. Berusahalah sendiri! Malu bila kau masih cari muka mengemis suara rakyat agar diangkat jadi pejabat. Malu dirimu… malu Bapak ini… Malu orang tuamu!

Malulah kau dari sekarang, agar tidak dipermalukan kau esok hari!

3 Tips Menjawab Soal Pilihan Ganda UAN/UNAS

Maret 16, 2010

Tulisan hanya boleh dipikirkan, buat yang mau melaksakan, berpikir dulu lah yang maksimal. Sudah latihan yang banyak, sudah belajar, sudah try out dan berdoa.

3 Tips Menjawab Soal Pilihan Ganda UAN/UNAS.

Ujian Nasional masih menjadi beban stres bagi siswa kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA. Mau tak mau, semua yang duduk di bangku sekolah resmi harus melaluinya. Maka tidak ada cara lain selain menghadapinya. Berikut beberapa tips yang mudah-mudahan dapat membantu untuk memuluskan jalan menuju sukses.

* Soal-soal UAN adalah pilihan ganda (multiple choices) yang didasarkan pada jawaban yang benar, tanpa pengurangan nilai pada pilihan yang salah; artinya jika tidak tahu jawabannya sekalipun, t-e-b-a-k-lah!
* Soal UAN biasanya berkomposisi 20% sulit, 50% sedang, dan 30% mudah. Jadi targetkan saja nilainya 70% sehingga tidak terlalu menjadi beban.

Taktik 1: Kalau Bisa Langsung Jawab, Kalau Tidak Bisa Tinggal!

Naskah soal biasanya diberikan lebih dulu sebelum LJK. Ini kesempatan mengintip soal. Kerjakan dulu meski yang lain belum mulai. Baca sekilas, bila mudah, kerjakan! Bila sulit, lewati! Dimana menulis jawabannya? Cukup tandai dengan titik kecil di bagian awal huruf pilihan. Dengan begini kita dapat mencuri start sampai 5-6 soal lho.

Taktik 2: Bila Ragu, Beri Tanda!

Gunakan taktik no 1 sampai akhir lembar soal. Anda mungkin butuh artikel ini untuk lebih rincinya. Sampai disini kira-kira 75% soal mungkin belum terjawab. Lalu buka lagi lembar pertama, ulangi dari nomor yang belum terjawab. Sekarang ganti strategi, pikirkan jawaban dengan masak. Namun jangan diforsir (terlalu memaksa) untuk soal yang memang sulit, lewati saja dengan beri tanda segitiga (apa saja selain lingkaran agar berbeda dari kebiasaan) pada dua jawaban yang ragu-ragu tadi (misal apakah A atau B).

Taktik 3: Bila Blank, Tebak!

Menebak pun perlu jurus. Dan jurusnya adalah memilih pilihan yang paling sedikit dipilih sebelumnya. Gambarannya, bila pada jawaban lain kita sering memillih A, B, D, dan E… maka pilihlah C. Ini akan memberi kita sedikit peluang karena setiap pilihan sedikitnya digunakan pada 10 pertanyaan. Maksudnya 10 soal memiliki jawaban A, 10 yang lain jawabannya B, 10 lainnya C, dan seterusnya. Tapi, bagaimana pun juga, ini adalah perkiraan kasar.

Cara lainnya adalah dengan memilih jawaban yang terdengar akrab, sebab boleh jadi jawaban itu adalah yang pernah kamu baca sebelumnya.

Sedikit mengira-ngira saja, bila kita targetkan ada 20 jawaban benar (nilainya 40), lalu 20 ragu-ragu (ambillah separuhnya, jadi nilainya 20), lalu 10 soal tidak bisa sama sekali (bila kebetulan, paling sedikit betul 1 yang artinya bernilai 2), maka totalnya adalah 64. InsyaAllah lulus!

Soal Ujian Mandiri Undip 2008

Maret 15, 2010

Berikut ini adalah soal Ujian Mandiri Undip 2008.Silakan didownload. Ujian Mandiri Undip terdiri dari :
Bahasa Indonesia
Bahasa inggris
Matematika dasar
Kewarganegaraan
IPS Terpadu

Soal-soal Latihan OSN ASTRONOMI Science Center Astronomi SMA Negeri 8 Jakarta

Maret 7, 2010

Latihan soal astronomi merupakan salah satu langkah untuk mengetahui atau pun mengevaluasi kemampuan siswa dan keberhasilan pengajaran. Soal-soal berikut merupakan kumpulan soal yang berhasil penulis kumpulkan dari berbagai pelatihan OSN. Semoga latihan ini bermanfaat buat teman-teman guru/pembina OSN dan para siswa calon peserta OSN 2010.

Silakan di download
Latihan 01
Latihan 02
Latihan 03
Latihan 04
Latihan 05
Latihan 06
Latihan 07
Latihan 08
Latihan 09
Latihan 10
Latihan 11
Latihan 12

Semoga bermanfaat

Soal Seleksi OSN Astronomi SMA Negeri 8 Jakarta

Maret 6, 2010

Hari ini SMA Negeri 8 Jakarta mengadaksn seleksi pertama untuk semua macam OSN. Salah satunya adalalah astronomi. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. dua tahun ini kami telah menggunakan format OSN. Soal seleksi diambil dari beberapa pelatihan OSN Astronomi yang diaskan di SMAN 8 Jakarta. Soal dari Pak Widya (Planetarium DKI Jakarta ) dan Pak Kunjaya (Astronomi ITB).
Silakan downlod soalnya DISINI

Semoga bermanfaat.

Beasiswa Jepang untuk pelajar Indonesia (3)

Maret 1, 2010

Beasiswa Hitachi PDF Print E-mail

Scholarship Program for Postgraduate Study in Japan
The Hitachi Scholarship provides an excellent opportunity for Southeast Asian universities to send faculty members, who wish to continue teaching and research at their universities after graduation, to Japan as part of their human development programs. Recipients of this award are invited to attend Japanese public and private graduate schools that have close relationships with Southeast Asian universities. The Scholarship provides financial support and personal assistance and consultation.
Eligibility for the program is limited to faculty members up to the age of 30 for masters degree candidates or 35 for Ph. D. degree cabdidates in the fields of scince and technology and each applicant must be recommended by a senior staff at their home university as a potential cabdidate for international reasearch collaboration after graduation. Each grantee receives full financial support to study Japanese for six months after arrival. The Foundation funds tour programs every year to visit various location in the fields of industry, science technology, research, culture, history, society and nature so that the grantees’ experience and understanding during their stay in Japan will not be limited to one campus.

Term of assistance
Masters degree candidates:
2-1/2 years
LPh.D. degree candidates:
3-1/2 years

Scholarship and other financial support
Airfare:
Economy class roundtrip airfare
Stipend:
¥180,000 per month
Japanese language course:
At cost for 6months
Expenses for field trips in Japan:
¥50,000 per year upon request from host professor
Expenses for Int’l conferences:
At cost upon request from host professor
Arrival and return allowance:
¥50,000 each
Tuition and other school expenses:
At cost
Housing allowance: (maxmum per month)
Greater Metropolitan Tokyo:
¥60,000 (Single)
¥90,000 (With family)
Other areas:
¥40,000 (Single)
¥55,000 (With family)

Qualifications
• Be faculty members of one of the 15 eligible universities in 6 nations.
• Have been nominated by their university’s presidential office, with the approval and recommendation of the faculty and the department.
• Have received a specific and confirmed invitation from a professor at a Japanese university, who will act as the host professor to collaborate with and/or advise the applicant until graduation or the completion of the program.
Application and Screening
1. Applicants to all programs must be faculty members at one of the eligible universities.
2. English will be the common language used in most of the international conferences. Therefore,we strongly suggest that applicants have a good knowledge of English as a communication tool. A TOEFL score of 530 or above is preferred.
3. The Foundation shall mail application forms every year in June to the presidential office of each university.
4. Each applicant shall submit the application to his/her university’s presidential office with all requested information. The Foundation will accept applications and nomination letters from the presidential offices until the end of November. No direct application from individual will be accepted.
5. The application form should be supplemented with a recommendation letter from the Head of Department and/or the Dean of Faculty, along with a confirmed certificate of acceptance from a Japanese host professor (Scholarship) or advisory professor/research counterpart (Research/Komai Fellowship).
6. The selection committee of the Foundation initially screens applications received and identifies candidates to interview.
7. Interviews with candidates shall be carried out individually, usually at candidates’ home universities, during the period from January to April.
8. One of the most important points for evaluation is why the university has nominated the candidate and what kind of scenario the department or faculty has for the candidate in terms of academic collaboration after graduation. If the applicant’s department or faculty has been implementing specific cooperation/collaboration with the laboratory of the proposed host professor in Japan, this will receive positive consideration in the screening of the candidate.
9. Following the interview, the Foundation may contact both senior advisors at the home university and the proposed host professor in Japan for further verification.
10. Notification of final decisions will be made to the presidential offices, and award notices will be sent to each successful candidate in June.
Eligible Universities
Indonesia
• University of Indonesia
• Bandung Institute of Technology
• Gadjah Mada University
• Surabaya Institute of Technology
Singapore
• The National University of Singapore
Malaysia
• University of Malaya
• University of Technology Malaysia
Thailand
• Chulalongkorn University
• Chiang Mai University
• Khon Kaen University
• King Mongkut’s Institute of Technology Ladkrabang
• King Mongkut’s University of Technology Thonburi
The Philippines
• University of the Philippines
Vietnam
• Hanoi University of Technology
• Ho Chi Minh City University of Technology

untuk info lebih lanjut silahkan klik http://www.hitachi-zaidan.org/global/scholarship/activities/active01.html

THE OKAZAKI KAHEITA INTERNATIONAL SCHOLARSHIP FOUNDATION PDF Print E-mail

Anyone who supports the objectives of the foundation to build his/her own country and to
promote international friendship, is outstanding in personality and ability, in sound health and is
deemed to be in need of financial assistance for educational expenses, and who meets the following qualifications:
(1)Be a citizen of Indonesia
(2)Be a resident of Indonesia on April 1, 2010
(3)Be born after April 2, 1986
(4)Academic Qualifications: Must have graduated from a university designated by our
foundation prior to March 31, 2011 and be able to obtain a letter of recommendation from
his/her supervising professor.
The applicants also required to have completed a total of 16 years of education at
recognized educational facilities.

(5)Major: The field of study selected by the applicant must be the same as his/her major at the
undergraduate level. (Preferably, the applicant should have selected the university of
his/her choice and the supervising professor under whom he/her wishes to pursue
graduate studies.)
The applicant’s proposed research theme should be suitable for study at the graduate level
in a Japanese university.
(6)Language ability: Must be able to understand graduate level lectures taught in Japanese
or English. Selected applicants who have not yet learned Japanese are required to attend a Japanese language course at a language school for 6 months (approximately 500 hours)prior to coming to Japan.
Furthermore, the selected applicant shall be required
(7) Dwelling: Must principally be willing to live in the ANA dormitory.
Note: The foundation thinks it desirable for the students to live in the ANA dormitory
Not only for the purpose of saving living expenses but also for the purpose of
associating daily with young Japanese people living in the same facility.
(8) Others: The foundation deems it most suitable that the selected applicant come to Japan
alone(without his/her family)to study under our program.
(ⅰ)The student must live alone(without his/her family)for the first year in Japan.
(ⅱ)After one year it is possible for the selected student to live with his/her family if
he/she wished to do so, but the foundation cannot give any assistance for his/her
family.
Note: It is generally very hard for students from abroad to live and study in Japan
With his/her family, as the student will meet many difficulties such as the high cost of living, housing problems and language difficulty.

http://www.okazakizaidan.or.jp/info/

Beasiswa Hasiya PDF Print E-mail

1. Nama Beasiswa

橋谷(はしや)奨学金

2. Besar Beasiswa dan lama periode Beasiswa

100.000/bulan
Sampai lulus degree saat apply
(mis apply saat M1 atau M2, tetap cuma sampai lulus S2)

3. Cara Pendaftaran dan Tahapan Seleksi

Pendaftaran melalui International Affair kampus
Seleksi hanya seleksi berkas
4. Tips-tips

Tidak ada tips khusus
Karena hanya ada seleksi berkas (tidak ada wawancara), berkas-berkasnya harus bagus, termasuk nilai
Beasiswa ini khusus untuk orang Indonesia, tapi kadang-kadang formulirnya tidak disediakan di kampus. Untuk kasus seperti ini, bisa minta International Affair untuk menelepon ke Hasiya untuk meminta formulir.

Narasumber : MY(Atas permintaan nara sumber untuk tidak ditampilkan)