Archive for the 'ANAK-ANAK OSN' Category

LAPORAN AKADEMIK ATAU PROFILE SMAN 8 JAKARTA VERSI JAMBRONG

April 3, 2019

 

Hehehe,… lagi bengong bongkar file, jadi ingat pernah rajin membuat laporan berkala, nggak ada yang minta .. tapi berpikirnya : saat banya yang tanya,… yaa buat aja deh sehingga mengurangi jumlah pertanyaan langsung. Salah satu laporan yang saya buat adalah laporan akademik, versi jambrong, karena memang bukan tupoksi dan kewenangan saya. Hanya senang membuat orang lain berbahagia. Silakan buat yang membutuhkan… hehhehee   watermark_LAPORAN AKADEMIK HANYA PRESTASI

 

 

 

Istilah-istilah keren di SMA Negeri 8 Jakarta

Maret 29, 2019

SMA Negeri 8 Jakarta itu gudangnya anak kreatif, sungguh beneran. Tambah suer deh. Kebayang nggak di sekolah ini ada acara SENDAL…. aliasa seni delapan. Ada juga FB8, … alias festival budaya 8… Kalau di PO-PK ada yang aman nyaman.. ada yang seram keren…. coba saja lihat : TENSI 3, hehehhehe. Atau BAYAR SERI,… Kalau nama kelas ,… hmhmmhmh… ada LASPENDOS : KELAS PENUH DOSA,… IPA B (OMB)… ada kelompok anak geng cantik. .. DELAROS… delapan ros (iya ngga sih,.. atau saya buat sendiri karena anaknya cantik-cantik).

Ada cosmic untuk para siswa… ada cosmos untuk guru.. nantikan penampilan mereka saat wisuda, tapi masih ada nggak sih personilnya ?

Kalau bicara kelas selain LASPENDOS, ada juga RUSUH .. alias republik sepuluh h…ada dufidoo, dua fisika dua,.. bahkan ada MAFIA.. MASYARAKAT FISIKA TIGA… yang keren PAMUNCAS… pak ali muntoro class…

Berberapa tahun terakhir ada : MAGER dan TAPIR,… hadeuh .. malas gerak dan Tanpa Mikir… Juga ada istilah guru yang nggak mengajar… MAGABUT…. saya kena nih, sering tugas luar, wakwkakwkkw

Sempat ada WARSAW,… dan yang …. aah.. sudah aah.

 

UKURAN SUKSES ITU BERBEDA, KENAPA HARUS MENYAMA RATAKAN ?

Maret 29, 2019

Belajar di SMA Negeri 8 Jakarta memang bukanlah hal yang biasa. Sebut saja salah satu teman yang sekaran menjadi dir. perencanaan PLN, bu Syovie : Belajar di SMA Negeri 8 Jakarta itu jangan stress yaa, harus bahagia dan menyenangkan. Jaman saya dulu, stress wajarlah. Itu salah satu petikan kalimat bu Syovie di kelas XI MIPA B saat acara BUMN mengajar di SMAN 8 Jakarta. Menjadi salah satu petinggi di BUMN adalah pencapaian yang demikian baik, bu Oviet salah satunya. Putra-putri terbaik SMA Negeri 8 Jakarta juga ada ibu Siti Nurbaya yang sekarang masih menjabat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.  Sukses, berhasil dan amanah tentunya.

Bicara kesuksesan, banyak peserta didik kalau ditanya akan berbeda tergantung level kelas. Kelas X akan menjawab, kalau tidak remed, bisa masuk 5 besar kelas, bisa masuk subsie, bisa jadi panita Collaboreight, dekat dengan guru dan dikenal angkatan. Kelas XI akan berbeda, bisa jadi pengurus PO-PK, bisa jadi anak keamanan (?), bisa nongkrong bareng senior di warung belakang, bisa loncat pagar, bisa kabur pakai iji piket, bisa kabur nomat atau futsal di kuningan dan lain-lain. Untuk kelas XII,… hmhmmhm,… punya gandengan saat promnite, jadi kakak terganteng, kakak tercantik, isi kultum sehabis dzuhur, yang pasti dapat PTN,  pendidikan dokter UI lebih yahud,.. atau STEI ITB,.. kalau keren habis bisa dapat NTU NUS full schollarship.

Fakta menunjukkan peserta didik yang punya kakak di SMAN 8 Jakarta lebih siap menghadapi cobaan tekanan dan beban mental di SMA Negeri 8 Jakarta. Berbeda halnya kalau punya bapak, atau ibu atau pun keduanya alumni SMA Negeri 8 Jakarta, bawaannya masa lalu terus. “Jaman dulu nggak gini, kenapa sekarang begini”. Apalagi kalau bapak atau ibunya yang alumni SMA Negeri 8 Jakarta tersebut aktif juga di forum orang tua siswa… waduh mantul deh. Kalau saya melihatnya ada hal-hal yang kurang pas,… kurang grek,.. kurang bagaimana gituh. Buat saya peserta didik menjadi terlalu “dikawal”. Pemberian warna kehidupan SMA Negeri 8 Jakarta yang selama ini berjalan, dari pembelajaran di kelas, dari kegiatan kerorganisasian di sekolah hingga kemampuan peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah menjadi kurang sempurna. Ini versi saya jika membandingkan dengan dekade 5-10 tahun lalu.

Daya juang siswa mulai berbeda, apalagi saya guru piket ketika harus berhadapan dengan anak yang terlambat, atau menerlambatkan diri atau sengaja terlambat. Masa sih ketemu dengan LOH LAGI LOH LAGI. Jam 9.15 datang anak, ” pak ini surat dari ibu saya .” Saya terima selembar kertas terlipat, “ini surat nak ?”. “Iya Pak.” “Ditujukkan ke saya, piket Senin ?”. “isinya apa yaa nak ?”. “itu pak, saya ijin masuk tengah, tadi pagi perutnya sakit, buang-buang air hingga 5 kali. Tapi tadi pagi sudah minum promag.” “Oh, ijin tengah.”

Untuk beberapa guru yang baru mengajar di SMA Negeri 8 Jakarta atau guru lama yang tidak pernah berhubungan dengan dunia keorganisasian di SMA Negeri 8 Jakarta, jangan kaget.  Masuk Tengah itu ijin datang terlambat. Biasanya kegiatan OSIS, siswa berhalangan tepat waktu, keluarlah kalimat, “ijin masuk tengah.”

Apakah ikut bimbingan belajar atau pun bimbingan tes mampu membuat peserta didik eksis di kelas secara kompetensi keilmuan ? Terus bimbel mana yang pas buat anak SMA Negeri 8 Jakarta ? Terus bimbel mana nih buat kejar A Level agar bisa ke NTU atau NUS ?

Mau tahu atau mau tahu aja,… yuk simak tulisan berikutnya… sekarang sudah mau isya…..

Belajar dari masa lalu, jangan merasa lebih

Maret 27, 2019

Banyak siswa yang datang ke SMAN 8 Jakarta membawa kebahagian mutlak, seakan semua sudah di raih, selesai sudah perjuangan semuanya. Saya hanya tersenyum melihat mereka saat berswafoto di ikon SMAN 8 Jakarta saat peneriman peserta didik baru. Saya berdoa semoga kecerian mereka bisa berlanjut di keseharian hingga mereka diterima di PTN kelak. Tidak berakhir saat nilai ulangan tertempel di papan pengumuman remedial.

magrib… sholat dulu deh

 

bersambung ke bagian 2

Pintar saja tidak cukup

Maret 27, 2019

Sebentar lagi musim sibuk menjawab segudang pertanyaan : bagaimana cara masuk SMAN 8 JAKARTA ? Rutinitas tahunan. Tiap tahun pasti ada perubahan dari yang tidak signifikan sampai yang benar-benar signifikan. Tahun ini rasanya akan semakin seru, karena dari 2018 sudah ada kabar akan adanya program zonasi lokasi rumah ke sekolah. wah makin seru, artinya makin banyak anak-anak sekitar SMAN 8 yang akan diterima sehingga tidak ada lagi siswa yang akan datang terlambat, cuma sekelebatan mata, sampai di SMAN 8. Kabarnya 90% dari wilayah zonasi, mantul alias mantaps betul !

Pemetaan pun terjadi, ternyata di sekitaran SMAN 8 tidak banyak SMP yang bagus, ada satu dua, sebut saja SMPN 115 dan SMPN 73, selebihnya belum dapat dikatakan baik dari pencapaian nilai UN. Nilai UN hingga tahun 2018 tetap menjadi patokan dalam seleksi masuk SMA alias  Penerimaan Peserta Didik Baru. Selama ini SMA Negeri 8 Jakarta selalu mendapat anak-anak cerdas dari DKI Jakarta, walau pun sebenarnya bersaing dengan SMA Negeri Unggulan MHT, yang penerimaan siswanya jauh-jauh waktu dari PPDB.

Banyak cara yang dilakukan para ortu siswa, memindahkan kartu keluarga atau nitip di keluarga terdekat, ikut program bimbingan tes, dan bisa juga mengajukan diri melalui jalur prestasi. Baik itu lomba akademik atau pun non akademik, seperti olahraga. Tetapi tetap saja ketika sudah masuk di SMA NEGERI 8 JAKARTA, mampukah bertahan secara kompetensi keilmuan, atau hanya akan menjadi pelengkap jumlah siswa di kelas ?

 Salah satu indikatornya adalah remedial. Ketika siswa sudah mengalami banyak remedial dan itu di bidang kompetensinya, misalnya kalau MIPA itu remedial matematika, remedial fisika, remedial biologi atau pun remedial kimia, harus diyakini jalan panjang yang akan dilalui selama 6 semeste di SMA NEGERI 8 Jakarta akan berat. Remdial lagi remedial lagi, LOH LAGI LOH LAGI.

Ketika beberaa orang tua bertanya : pak sampai kapan ananda akan tertekan di SMAN 8 ? jawaban saya : sampai dia nggak remedial. Padahal saat SMP anak itu juara, bahkan juara kelas. Harus yakin, di SMA NEGERI 8 Jakarta, itu kumpulan para juara, juara se-Jakarta ada di SMA NEGERI 8 Jakarta.

Jadi ada hal lain yang harus ada di siswa SMA NEGERI 8 Jakarta, yaitu ketahanan mental dan mental kompetisi.

Merasa pintar dan pintar merasa

Maret 27, 2019

Perjuangan para siswa selama 5 semester di semua  SMA Negeri di Indonesia berakhir sudah. Masa penuh perjuangan untuk mendapatkan Perguruan Tinggi Negeri terbaik melalui jalur undangan. Berjuang keras di kelas, terkadang juga berjuang di Kota/pulau bahkan negera lain, menunjukkan kompetensi sebagai siswa dari sekolah terbaik di kota ini. Bukan hanya satu atau dua minggu bahkan bisa satu bulan hingga tiga bulan tidak bertemu dengan guru kelas, walikelas, bahkan teman sekelas, berlatih dan berlatih untuk membawa nama baik.

Pulang dari pelatihan yang materinya identik dengan dunia perkuliahan, membutuhan energi lebih, ketahanan mental dan fisik yang prima, kembali haru ikut penilaian harian, bahkan ujian sekolah. Tegar tidak cengeng meminta nilai. Belajar kembali, ujian lagi dan tetap tersenyum.

Alhamdulillah nilai di sekolah sedemikian bagus, masih di level papan atas. Saat pendaftaran SNMPTN, mereka berharap ada tuah dari sertifikat lomba bidang akademik, untuk bernilai lebih dari siswa lain yang nota bene hanya berada di kelas, belajar dan belajar. Doa usaha dan kebersamaan dibangun untuk saling mengingatkan, saling mendoakan.

Saya terhenyak, saat pengumuman SNMPTN, dari teman-teman mereka menyatakan bahwa dia belum beruntung. Hadeuh, menemani dari kelas X, berjuang di tingkat wilayah kota, tingkat provinsi, tingkat nasional dan melepas mereka ketika harus berjuang di Rusia sana…

Seakan kemarahan ini mau meledak, kalau saja waktu bisa diputar, saya akan minta mereka untuk fokus di pelajaran, agar hasil maksimal. Menghapus duka mereka,.. kelelahan mereka,.. dan tentunya tekanan yang amat berat karena harus berjuang kembali di medan ujian tulis.

Ini pelajaran berharga buat saya, bahwa perjuangan seseorang belum tentu bisa dihargai oleh semua orang, karena boleh jadi orang lain tidak tahu atau bahkan memang tidak tahu bahwa perjuangan seseorang itu juga membawa kebahagian untuk dia.

Dari lubuk yang paling dalam, saya memohon maaf atas semua ketidak nyamanan ini, semoga Allah memberikan kebaikan buat kalian dan kekuatan dalam mendapatkan cita-cita kalian, aamiin.

 

wangsa jaya, pembina osn sman 8 jakarta, 17.23 wib, 22 maret 2019