Archive for Januari, 2013

SMA Negeri 8 Jakarta, kembali ke Bukitduri

Januari 23, 2013

Diumumkan kpd murid, ortu murid dan Bpk/Ibu guru SMAN 8 Jkt.Insya Allah kt akan kbali mlaksananakn KBM d Bukit Duri pd hr Jumat 25 Januari 2013.Murid yg mbawa kdaraan pribadi tdk dperkenankn mmarkir kdaraan dsekitar skolah mengingat kondisi skolah blm mmungkinkn untuk mjadi lokasi parkir daraan pribadi.Murid dihimbau u mbawa bekal mkanan dr rmh mgingat kantin skolah blm bisa beroperasi. Terimakasih.Humas SMAN 8 Jkt

Info SMAN 8 Jakarta pasca banjir 16-20 Januari 2013

Januari 20, 2013

Minggu, 20 Januari 2013. Sehubungan dengan musibah banjir yang menggenangi SMAN 8 Jakarta sehingga sejak hari rabu, 16 Januari 2013 lalu kegiatan pembelajaran tidak dapat dilaksanakan di g edung SMAN 8 Jakarta.. Setelah memantau dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, maka dapat kami laporkan hal-hal sebagai berikut :

1. SMAN 8 Jakarta telah menempatkan beberapa guru dan karyawan di dalam gedung untuk mengantisipasi dan mengamankan asset selama banjir. Mereka tetap tinggal di dalam gedung selama 24 jam dan terus melaporkan perkembangan kondisi kepada manajemen sekolah melalui telepon, sms, bbm dan facebook. Foto-foto mengenai keadaan gedung terkini didapatkan dari mereka yang bertugas di dalam sekolah. Tim ini diketuai oleh pak Teguh Priyanto, S.Pd, wakil kepala sekolah bidang sarana dan prasarana.

2. Membuat posko siaga banjir di depo PTKAI (PJKA) yang terletak persis di depan sekolah. Kebetulan sampai saat ini banjir tidak sampai ke depo PTKAI. Posko ini bertugas memantau perkembangan, pusat koordinasi, pusat informasi, dan membantu menyalurkan bantuan dari berbagai pihak kepada korban banjir, termasuk mereka yang bertugas di dalam gedung SMAN 8 Jakarta. 

3. Karena sampai dengan hari kamis, 17 Januari 2013, banjir belum juga ada tanda-tanda surut, maka SMAN 8 Jakarta melakukan penjajakan untuk memindahkan lokasi belajar sementara dari gedung SMAN 8 Jakarta ke gedung pusat pendidikan dan latihan pemprov DKI Jakarta, yang terletak di Jl. HR Rasuna Said, dekat GOR Sumantri.Pada hari jumat, 18 Januari, ibu kepala sekolah, HJ. Nahdiana, M.Pd didampingi Pak Waridin dan Pak Heri Budi mengunjungi pusdiklat untuk mengajukan permohonan peminjaman gedung. Dan alhamdulillah permohonan ini dikabulkan berkat bantuan dan dukungan orangtua siswa serta dinas pendidikan. Pada hari sabtu, 19 Januari 2013, Bu Nahdiana memimpin langsung persiapan untuk kepindahan ke gedung pusdiklat. Persiapan melibatkan sejumlah guru dan karyawan dan dilakukan di dua tempat yaitu di posko depo PTKAI dan gedung pusdiklat.Persiapan meliputi pengaturan ruang, administratif, pengaturan jadwal, pembagian tugas diantara guru dan karyawan.

4. Sejak Sabtu malam, 19 Januari, 2013, banjir mula surut di gedung SMAN 8 Jakarta. Pihak SMAN 8 Jakarta telah mendapatkan jasa penyemprotan air dari dinas pemadam kebakaran atas bantuan ketua ikatan alumni yang juga direktur PT TRans TV, bapak Ir. Abdul Aziz. Beliau juga adalah anggota komite dan orangtua siswa SMAN 8 Jakarta. Penyomprotan diperlukan untuk menyingkirkan lumpur yang dtinggalkan pasca banjir. Rencananya hari ini akan dilakukan pembersihan, namun menurut pak Teguh, gedung belum dapat digunakan pada hari senin, karena masih lembab. 

5. Kemungkinan hari senin kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan di gedung pusdiiklat. Karena keterbatasan ruang gedung, maka pembelajaran dilaksanakan dalam dua shift yaitu shift 1 : 06.30 -11.30, sedangkan shift 2 : 12.30 – 17. 35. Berikut adalah rinciannya

a. Shift pagi (mulai pukul 06.30 – 11.35) :Kelas XII IPA, XII IPS, XII Sci, XII Hum, XII aksel, XI IPA A, B, C, D dan XI IPSb. Shift siang (mulai pukul 12.30 – 17.35) :Kelas X, X aksel, X inter, XI IPA E, F, G, H, XI Sci, XI hum.

Pasca Banjir SMAN 8 Jakarta 16 – 20 Januari 2013

Januari 20, 2013

karyawann 1
lapangan 2
lapangan 5mesjidlumpur 1lapangan 6
ruang 1piala 1Pasca Banjir SMAN 8 Jakarta 16 - 20 Januari 2013

PRESTASI ALUMNI SMAN 8 JAKARTA

Januari 17, 2013

PRESTASI ALUMNI SMAN 8 JAKARTA

US Patent Application 13/737812
Invention: Cleavable Macroporous Cellulosic Sponge for 3D Cell Culture and Spheroids Retrieval
Applicant(s): A*STAR
Inventors: 1. NUGRAHA Bramasta, 2. YU Hanry

Banjir SMA Negeri 8 Jakarta 16 Januari 2013

Januari 17, 2013

sembako

kadis 2jam 14 sianghaltedirzadepan halteronirelpiketperempatanngukurpiketperempatanngukurlapanganlantai 2kepala dinas jugakatulampakadiskadis 3Banjir SMA Negeri 8 Jakarta 16 Januari 2013

foto-foto saat banjir dan kedatangan kepala dinas pendidikan dki Jakarta, Bp. DR.Taufik Yudi Mulyanto.

Proses komputerisasi SPMB (Daur Ulang)

Januari 12, 2013

Seorang pengamat masalah Ujian Masuk Perguruan Tinggi ( sekarang bernama SPMB atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru ) Ir. DM Djohan Yoga menulis tentang Proses Komputerisasi UMPTN di Surat Kabar Pikiran Rakyat beberapa tahun lalu.
PROSES KOMPUTERISASI UJIAN MASUK PERGURUAN TINGGI( Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru )
Selama ini, proses seleksi telah menjadi suatu misteri sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa lulus tidaknya seseorang dalam UMPTN ditentukan oleh faktor nasib. Peserta hanya memproses membayar, mendaftar, mengikuti ujian dan akhirnya menerima hasil. Sebagian besar peserta tidak mengetahui proses apa yang akan dilakukan panitia UMPTN terhadap Formulir Pendaftaran dan Lembar Jawaban yang telah mereka isi hingga pengumuman hasil UMPTN. Hal ini diperparah oleh keterbatasan informasi mengenai UMPTN sehingga banyak peserta yang tidak lulus sering menjadikan proses ini sebagai kambing hitam. Proses komputerisasi UMPTN dibagi menjadi dua tahap, yaitu Proses Validasi Data Rayon di koordinator setiap rayon dan Proses Seleksi Nasional di kantor UMPTN Pusat Salemba Jakarta.
Validasi Data Rayon
Seusai ujian, seluruh lembar jawaban dan formulir pendaftaran langsung dikirimkan ke Pusat Ilmu Komputer (Pusilkom) UI yang langsung melakukan proses scanning (Pemindaian), sementara untuk rayon B dan C dilakukan di UGM Yogyakarta dan ITS Surabaya. Selama proses ini berlangsung juga dilakukan proses validasi/ pencocokan secara manual untuk memeriksa apakah data yang masuk komputer sama dengan data yang diisi oleh peserta.Bila terjadi kesalahan maka akan diteliti apakah kesalahan disebabkan oleh peserta atau scanner (alat pemindai). Proses scanning akan diulang bila penyebabnya adalah scanner agar peserta tidak dirugikan. Tapi sebaliknya jika kesalahan berasal dari peserta ujian sendiri maka data akan dibiarkan apa adanya. Selain itu juga akan dilakukan Analisa Soal untuk mengetahui apakah ada soal yang salah atau soal yang terlalu mudah atau terlalu sulit.
Setelah soal-soal itu dianulir, maka akan dilakukan penilaian yaitu Benar +4, Salah -1 dan kosong = 0. Nilai yang diperoleh disebut Nilai Mentah ( raw score ).
Seleksi nasional UMPTN yang berasal dari rayon A, B dan C yang telah dilengkapi akan digabungkan menjadi satu di Pusat Ilmu Komputer UI, dan selanjutnya akan dihitung statistik dari masing-masing set yaitu Rataan (R) dan Simpangan Bakunya (SB).
Selanjutnya Nilai Mentah (NM) dari masing-masing peserta dibakukan dengan persamaan NB = (NM-R)/SB. Nilai Baku menunjukkan seberapa jauh nilai peserta dibandingkan peserta lainnya.
NB ini selanjutnya di-transformasikan menjadi Nilai Nasional (NN) yang mempunyai rataan 500 dan simpangan baku 100 dengan rumus NN = 500 + ( 100 x NB).
Berdasarkan nilai inilah peserta akan diurutkan mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah.Selanjutnya dilakukan Proses Alokasi yaitu penempatan peserta ke program studi sesuai dengan ketentuan peserta dengan nilai lebih baik mendapat prioritas untuk dialokasikan terlebih dahulu. Program studi hanya menerima sejumlah mahasiswa baru sesuai dengan daya tampungnya. Walau pun masih banyak calon dengan nilai sangat baik, kalau daya tampung sudah penuh maka alokasi akan ditutup.
Kasus ini sering terjadi pada program studi yang tergolong sangat favorit dengan peminat yang sangat banyak. Sebaliknya kalau daya tampung belum penuh akan terus dilakukan alokasi, walau pun nilai dari peserta sudah sangat rendah. Kasus ini terjadi pada program studi yang kurang/tidak favorit sehingga kurang diminati oleh peserta bahkan ada program yang daya tampungnya lebih besar dari jumla peminat.
Tidak ada nilai batas untuk menentukan diterima atau tidaknya peserta. Yang lebih menentukan adalah Daya Tampung dan Jumlah Peminta program studi yang bersangkutan.
NILAI MATI
Meskipun pada prinsipnya tidak ada nilai batas lulus ( passing grade), namun untuk mencegah ada peserta yang berspekulasi dengan hanya menjawab mata ujian yang dikuasainya dan mengabaikan mata ujian yang lain, maka ditetapkan suatu ketentuan yaitu bila ada peserta yang memiliki nilai mentah 2,5 untuk 2 mata ujian atau lebih maka yang bersangkutan tidakakan diikutsertakan dalam proses alokasi. Peserta ini otomatis tidak akan lulus dan nilai ini disebut NILAI MATI.
Tidak banyak pihak yang mengetahui adanya ketentuan ini sehingga banyak pihak termasuk pengelola Bimbingan Tes yang membantahnya. Namun informasi ini diperoleh langsung dari Prof. Dr. Toemin A. Masoem yang sejak tahun 1981 menjadi Ketua Tim Pengolah Data dan Pelaporan UMPTN Rayon A, B dan C melalui buku yang ditulisnya “ UMPTN atau Ebtanas, Mana yang lebih dapat diandalkan ?” (UI Press 1977) halaman 23, sehingga kebenarannya bisa dipertanggung jawabkan.
Pengetahuan akan Nilai Mati ini setidaknya bisa mengungkapkan misteri kenapa banyak siswa yang tergolong pintar tidak lulus, sementara yang biasa-biasa saja dapat lulus UMPTN. Siswa pintar biasanya cenderung berkonsentrasi pada mata ujian tertentu saja seperti Matematika, Fisika dan kimia, dan biasanya mereka tidak terlalu memberi perhatian pada mata pelajaran yang bersifat hafalan seperti Biologi dan Bahasa Indonesia.
Dari hasil alokasi dibuat laporan awal yang selanjutnya akan dibawas dalam rapat rektor untuk diperikasa dan dikoreksi sesuai dengan kriteria dari masing-masing PTN.

Baju batik dan sepatu dinas

Januari 11, 2013

Senin, 19 Oktober 1987, pagi pukul 05.15 WIB, ayah sibuk mencari baju batik diantara baju-baju yang tertata rapi hasil setrikaan ibu di lemari besar 3 pintu peninggalan nenek Tjia almarhum. Jangan lupa, sepatu hitam mengkilap hasil semiran saya dari kelas 1 SD, masih tetap menjadi kekaguman beliau. Usia beliau 57 tahun, masih gagah, walau pun hanya polisi dengan pangkat Kapten. Hari ini spesial, beliau diundang wali kelas untuk mengambil rapor bayangan di sekolah tercinta. Ayah orang selalu hadir ke sekolah apa pun undangannya. Saya sering mendengar kalimat yang beliau ucapkan saat masih kecil, “ayah bahagia nak, rajin belajar dan beri ayah kebanggan serta jaga kehormatan dirimu. Kamu harus lebih baik dari ayah.”

Saat mengambil rapor SD pertama kali, saat kelas 1 wali kelas saya bu Akmar memberikan banyak kata-kata ucapan selamat atas keberhasilan saya kepada ayah. Saat itu Ayah memakai pakaian dinas dan berkendara sepeda dari Polda Metro Jaya di Semanggi, menuju sekokahku di daerah Menteng. Setiap hari ayah bangga berkendara sepeda tersebut, Jl. Raya Cikini, Megaria, Diponegoro, Taman Surapati, Jl. Sudirman , Semangi dan Polda Metro. Padahal pada masa itu bus PPD nomor 11, 12 dan 13 tersedia di Megaria menuju Blok M atau Velbak. Ayah bangga dengan sepeda dinasnya. Tahun 1976 memang jalan-jalan di Jakarta tidak seramai sekarang ini.

Tepat jam 07.00 WIB, ayah terlihat sampai di SMA tercinta. Undangan ke orang tua memang terbatas. Hanya beberapa orang tua siswa, ada 7 orang tua yang sudah tampak hadir di ruang guru. Saya mengintip dari jendela samping piket, tampak ayah duduk tenang dengan pakaian batik parang. Sudah 2 tahun ini ayah tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, boleh jadi karena hasil laboratorium tentang penyakit beliau membuat ayah tidak aktif berbicara seperti tahun-tahun sebelumnya. Kanker paru-paru yang di derita baru terasa pada usia tersebut, walau pun rokok telah berhasil beliau hentikan dari kebiasaanya saat bermain catur dengan pak Simamora di gedung karang taruna kelurahan. Saya selalu menemani beliau bermain catur dari pukul 21.00 hingga larut malam, dan rokok Kansas selalu tersedia di meja.

Hari itu menjadi hari yang paling tidak bisa saya lupakan. Saat bertemu ayah di lapangan olah raga dengan 8 buah pohon palem kebanggaan sekolah, saya menghilangkan kebanggaan ayah. Ada 5 ulangan harian saya mempunyai nilai di bawah 6,0, berwarna merah dan menjadi kotoran hitam yang saya balurkan di muka ayah. Sorot mata ayah tajam dan rasanya beliau akan marah sekali. Saya yang masih mengenakan pakaian olah raga amat gemetar. Pak Warno guru olah raga, melihat saya juga dengan muka tanpa senyumnya. Wah parah ini. Saya memang sudah tahu, bahwa siswa yang mendapat nilai harian merah lebih dari 3 orang tuanya akan dipanggil sekolah.
Ayah menjabat tangan Pak Warno dan mengajak beliau menjauh dari saya. Mereka tampak dalam pembicaraan yang serius. Sesekali saya mencuri pandang, ternyata ayah mulai tersenyum dan tertawa-tawa kecil dengan guruku tersebut. Hmhmhm,… semoga pertanda baik. Selepas pembicaraan tersebut, ayah memanggil saya. Saya ingat sekali ketika tangan tua itu memegang pundak siswa yang mempunyai berat 41 kg dengan tinggi 148 cm, dengan lemah lembut. Ayah tersenyum dengan sedikit terbatuk,”Nak ayah pulang ya,… Ayah tetap bangga. Lebih rajin belajar dan jangan ulangi kesalahan yang sama.” Sebuah pelukan hangat ayah saya dapatkan di pagi itu, diantara pepohonan palem dan pandangan teman-teman kelas Doo fi du (dua fisika dua).

Tembok sekolah yang hanya setengah meter di tambah besi-besi yang hanya satu meteran, tidak dapat menghalangi pandangan saya melihat Ayah menaiki Metro Mini S 60, Kampung Melayu – Manggarai. Setelan batik tua masih pantas beliau kenakan untuk mengambil rapor bayangan saya yang punya 5 nilai merah.

Bagian kenangan ini saya ambil dari buku harian. Hanya karena terusik ketika beberapa hari yang lalu ada orang tua siswa yang bertandang ke sekolah untuk mengambil rapor. Rapor semester ganjil seharusnya diambil 3 minggu yang lalu, mungkin karena kesibukan orang tua tersebut, sehingga baru sempat sekarang ini. Celana jeans, kaos oblong dan sendal kulit menemani orang tua tersebut berkunjung ke sekolah, tempat dimana anak kandungnya dititipkan kepada para guru. Orang tua tersebut melintas di depan meja saya, … srrrrr wessss…. Sungguh saya kaget.

”Pak Wangsa,… kok orang itu seperti itu ya ?”. Jawab saya,…”hmhmhm.. mungkin di rumahnya nggak ada batik parang dan sepatu dinas polisi, bu..”

Keberhasilan kelas Akselerasi SMA Negeri 8 Jakarta

Januari 11, 2013

ini buat para orang tua yang bertanya tentang aksel SMAN 8 Jakarta,…

Aksel 2011-2012
XII Akselerasi (11/11 = 100%)
1. Ardie Nirvansyah: Teknik Elektro UI
2. Arsyi Patrianisa: STEI ITB
3. Brilliant Putri Kusuma Astuti: Pendidikan Dokter UI
4. Chintya Rizkiaputri: FTTM ITB
5. Eulogsia Eldisa Ayu Lestari: FTTM ITB
6. Geraldine Nadita: Pendidikan Dokter UGM
7. Getty Inash: Pendidikan Dokter UNPAD
8. Indra Utami Mutiara Ningrum: Pendidikan Dokter UI
9. Mohamad Yafi Zachary : FTTM ITB
10. Noni Nabila : Teknik Kelautan ITS, FKG UIBRAW
11. Primawestri Widya Iswari: Fontys University of Applied Sciences (Netherlands)

Aksel 2010-2011
XII AKSELERASI (15/15 = 100%)
1. ANESTY CLARESTA : PSIKOLOGI UNPAD – TEKNIK KIMIA UNS
2. AUDITYA RANDI : STEI ITB – COMPUTER SCIENCE NTU – COMPUTER SCIENCE NUS
3. DANIEL JANUAR : ILMU KOMPUTER UI
4. DARA AZKA : ARSITEKTUR UNDIP; TEKNIK ELEKTRO UI
5. DELICIA ULYTA : FTI ITB- UNIVERSITE HENDRI POINCARE – NANCY 1 – FRANCE
6. HAUNA FATHMADINDA HOSEN : FTI ITB
7. IRFAN AMIRAFI : STEI ITB
8. KEVIN VERDI : STEI ITB
9. MI’RAJ SHABRIN JAMIL : STEI ITB
10. MUHAMMAD IKHSAN AKBAR : FTTM ITB
11. MUHAMMAD RAKA PUTRANDA : FTI ITB – TEKNIK INDUSTRI UI
12. MUTIA DELAAMIRA : TEKNOLOGI BIOPROSES UI – PENDIDIKAN DOKTER GIGI UNPAD
13. NOVIAN HABIBIE : ILMU KOMPUTER UI
14. RICKO RIZKIAPUTRA : FTTM ITB; OIL AND GAS ENGINEERING RUSIA (BEASISWA)
15. STELLA LYDIA MARIA : TEKNIK KIMIA UI

Aksel 2009-2010
Kelas XII Aksel ( 15/ 15 siswa = 100.00 %)
1. ABDULLA EMIR PRAMUDYA : Pendidikan Dokter UI
2. AVITA MARTHACAGANI : Teknik Kimia UI, PENDIDIKAN DOKTER UI, FTI ITB
3. BAGUS SATRIO UTOMO : FTSL ITB, Teknik Sipil Lingkungan UI, PENDIDIKAN DOKTER UNSYIAHACEH
4. CITRA PUTRIARUM : Matematika UGM, Matematika UI
5. DITA AMALIA : STEI ITB, Pendidikan Dokter Unpad, Manajemen UI, TEKNIK INDUSTRI UI
6. FAISAL MUDA : FTMD ITB, Pendidikan Dokter UI, Teknik Telekomunikasi STT Telkom
7. FIOLA RIZANTI : SAPPK ITB, Pendidikan Dokter UI
8. HANIIFULWAHIB SU’UD : STEI ITB, Pendidikan Dokter UI
9. KRISNA DIBYO : Ilmu Komputer UGM PBS, Ilmu Komputer UI, STT Telkom, STEI ITB
10. MARIA ASTRID CLAUDIA : FKG UI, FTI ITB
11. MERCIA: Matematika UI, KEDOKTERAN USU, FASILKOM UI
12. MOHAMMAD GIAN FALAH : Pendidikan Dokter UI
13. MUHAMMAD IQBAL MAULANA : SITH ITB. Pendidikan Dokter UI
14. SULTAN SULAIMAN : Chemistry and Biological Chemistry NTU Singapore, Science National University of Singapore NUS
15. TITO ADIBASKORO : Teknik Sipil UI, FTSL ITB

Aksel 2008-2009
KELAS XII AKSEL ( 15/15 = 100%)
1. AISYA CHAIRINA : Sastra Inggris UIN
2. AYESYA NASTA LESTARI: Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
3. CATHERINE BANA AURORA : Teknik Komputer IT Telkom, Computer EngineeringRochester Institute of Technology USA, SAPPK Institut Teknologi Bandung, Arsitektur UI
4. FACHRI ARTADI : Teknik Lingkungan Universitas Indonesia,Teknik Industri IT Telkom
5. FATMA JANNA : FTSL Institut Teknologi Bandung, Teknik Informatika IT Telkom
6. FITRIA MARIZKA : Intern. Log. Managt Stendent University Belanda, Pendidikan Dokter UNS, Biologi UI
7. MUHAMMAD FAHREZA : STEI Institut Teknologi Bandung, Arsitektur Universitas Indonesia
8. MUHAMMAD PANDU R. : The Fu Foundantion School Of Engineering and Applied Science Columbia University, School of Sciences Sloan School of Management Massachusetts Institute of Technology (MIT)., School Humanities and Science Stanford University, The Wharton School of Business University of Pensylvania, Max Planck Institute Jerman.
9. NUR ALFIANI : Electrical Engineering Fontys University Belanda, Food Process dan Technology The Hague Belanda , Teknologi Bioproses Universitas Indonesia, Pendidikan Dokter UNS, Pendidikan Dokter Universitas Diponegoro
10. POCUT SYAKINA TIKITA FARNE : Food Process dan Technology The Hague Belanda, FMIPA Institut Teknologi Bandung
11. RADITZIA EKAYANTI Intern. Log. Managt Stendent University Belanda, FTI Institut Teknologi Bandung, D3 Mombusho Jepang
12. RAHMA HUTAMI RAHAYU : Food Process dan Technology The Hague Belanda , Pendidikan Dokter Gigi Universitas Brawijaya, Kesehatan Masyarakat UI
13. SABRINA METRA : Electrical Engineering Eindhoven Fontys University Belanda, FTTM Institut Teknologi Bandung
14. SAMIA SAFA NURRAHMAH: MS Nanyang Technological University, SAPPK Institut Teknologi Bandung, Ilmu Komputer UI
15. YOKO HUGO : Intern. Log. Managt Stendent University Belanda, STEI Institut Teknologi Bandung, Matematika UI

Aksel 2007-2008
XII Aksel ( 10/ 10 = 100%)
1. Angga Candra Kusuma – Process and Food Technology The Hague University Belanda
2. David Gad K. – ICT The Hague University Belanda
3. Dharastri Ayu Risangarum – Process and Food Technology The Hague University Belanda, Ilmu Hubungan Internasional Unpad
4. Dina Lestari – STMB Telkom, Teknik Komputer UI, Pendidikan Dokter Unpad
5. Dwi Rahmat – Akuntansi UI
6. Elisabeth Lana – Arsitektur UI
7. Indah Marisa – Teknik Elektro UI
8. Raphael Ardyanto – Physics and Applied Physics Nanyang Technological University Singapore
9. Salza Annisa Puspitasari – Art Design and Media Nanyang Technological University, Arsitektur UI
10. Tembra Variantoro – Teknik Informatika STT Telkom, Ilmu Komputer UI

Aksel 2006-2007
XII AKSEL (12/12= 100%)
1. Abraham Ranardo Sumarsono – Teknik Informatika IBII, Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika ITB
2. Adilla Inda Diningsih – Teknik Informatika IBII, Ilmu Komputer UGM, Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika ITB, Computer Engineering Nanyang Technological University Singapore
3. Anissa Syafitri – Ilmu Komunikasi IBII, Pendidikan Dokter UI
4. Descacinta Puteri Prasantya – Asia Pacific Management (APM) Ritsumeikan Asia Pacific University (APU)
5. Dessy Kadriyani – pendidikan Dokter Universitas Airlangga, Computer Engineering National University oF Singapore (NUS)
6. Dzikrilla Qalbi – STT Telkom, STEI ITB
7. Fawzia Amalia – Farmasii ITB
8. Indri Khairati Pratiwi – Akuntansi IBII, Biologi UGM, Pendidikan Dokter Gigi UI
9. Iqra Anugrah – Asia Pacific Studies (APS) Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Teknik Industri ITB, Ilmu Ekonomi (Studi Pembangunan) UGM, Mechatronics Swiss German University, Electrical Engineering of Applied Sciences Fontys University Belanda
10. Miftah Mizan – Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB
11. Sarah Febiana Rahayu – Akuntansi IBII, Pendidikan Dokter UI
12. Wayan Wicak Ananduta – Teknik Elektro UI

SNMPTN UDANFANGAN 1

Januari 4, 2013

http://situs-snmptn.blogspot.com/2012/12/penting-snmptn-undangan-tidak-mudah.html