Archive for November, 2014

Minimal bantu sekolah mendisplinkan siswa dari rumah

November 22, 2014

Saat pertemuan jajaran managemen sekolah dengan para orang tua siswa, maka akan terjadi beberapa hal yang agak krusial. Dari masalah layanan, keuangan hingaga curhat pribadi. SMA Negeri 8 jakarta sebagai sekolah yang menyandang predikt SMA REGULER tentunya juga mendapatkan layanan yang sama dari Dinas bahkan dari KEMENDIKBUD. Cuma karena mantan sekolah RSBI maka imbas layanan  yang berbeda pernah dilaksanankan sekolah ini. SMA Negeri 8 jakarta dari tahun 2000 mulai merancang banyak kegiatan yang membuat otak kiri dan otak kanan berimbang, dari kegiatan kurikulum, kesiswaan, kehumasan dan bankah sarpras menuju layanan PRIMA dan PLUS PLUS.

Saat 2002 OHP mulai didampingi oleh LCD, AC semua kelas, kegiatan tambahan kesiswaan, peningkatan kemampuan guru dengan bernbagai pelatihan, kunjungan studi banding ke sekolah luar, bahkan menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi baik PTN atau pun luar negeri.

Saat ini ketika semua berubah, rasanya ada yang perlu orang tua siswa untuk dapat merapat membantu pihak sekolah dalam menjalankan misinya. Nggak perlu saya jelaskan misi dan visi SMAN 8 khan. Masalah utama yang saya sampaikan adalah : seberapa besar pengaruh kedisiplinan pada pencapaian kompetisi siswa ?

SMA Negeri 8 identik dengan kedisplian. Kediplisinan semua warga sekolah akan tanggung jawab dan SOP maka pencapaian akan target rasanya bukan hal yang mustahil. SMA Negeri 8 pernah berjaya dalam sebuah tahun dalam pencapaian UN perinkat terbaik IPA dan IPS, peringkat 1 DKI, dan Keterserapan di PTN tertingi selama ini,.. hingga tahun ini. Padahlah kuncinya cuma satu, berkomitmen dengan kedisplinan.

Alangkan lebih baik jika kedisiplinan di mulai rumah. Berapa banyak orang tua yang saat mengantar ananda melihat kelengkapan seragam siswa, dari kelengkapan, dari kelayakan pakai dan dari kepantasan sebagai siswa. Nggak pakai gesper, baju kekecilan, sepatu jebol adalah  bagian-bagian yang selalu bersebrangan dengan TATA TERTIB SMAN 8 Jakarta.

Kaget juga ketika seorang siswa menulis di lembar keterlambatan : diminta untuk terlambat… waduh parah. Bangga dengan ortu siswa yang mengantar siswa hingga ke piket karena terlambat. Berkomitmen untuk tidak terlambat.

Kalau saja kita saling sepakat untuk meningkatkan komiten, maka pencapaian apa pun target bukan sebuah kemustahilan…

Guru SMAN 8 memang berbeda

November 22, 2014

Kemaren pagi seorang teman, guru honorer di SMAN 8, sudah punyak anak satu, masih kecil. Menulis : maaf nggak bisa bantu hanya bisa mengirimkan bolu dan 18 mangkok bubur … (kira-kira seperti itu)… yaa Allah ini guru SMAN 8. Tetap komitmen sama sekolah. Semoga Allah memberi kebaikan untuknya dan keluarganya. Sebagai guru dan juga alumni SMAN 8,..  saya malu.

Saat banjir dan saatnya komitmen dipertanyakan

November 22, 2014

Sudah bukan hal aneh, jika siswa ingin ke bersekolah di SMA NEGERI 8 Jakarta, adalah untuk mendapatkan pendidikan yang tebaik agar bisa berkuliah di UI atau ITB. Pendidikan Dokter, akuntansi Ui atau pun insinyur elektro ITB. Dan tren yang ada memang setiap tahun pilihan tersebut menjadi booming di SMAN 8. Pendidikan dapat berjalan dengan optimal jika semua stakeholder mendukung hal tersebut. Beberapa hari yang lalu saya melihat di media sebuah sekolah swasta mampu menunjukkan kemampuan para peserta didiknya untuk tampil di benua Eropa bahkan ke Rusia. Memang sih SMAN 8 pun kemaren ada kunjungan ke Spanyol untuk urusan yang identik. Tapi itu bisa dihitung dalam rentang 2 jari, jadi ingat salam dua jari.

Pasca keputusan MK yang meniadakan sekolah RSBI dan kelas Internasional, amat berdampak kepada semua sekolah RSBI. Cita-cita pemerintah untuk menggratiskan sekolah hampir pasti berhasil. Bayangkan SMA-SMA RSBI yang merupakan sekolah pilihan harus meniadakan sumbangan pendidikan, sumbangan sukarela apapun namanya. Kondisi ini membuat hampir 70% kegiatan tidak terkaver olehh pendanaan yang ada. BOS yang digadang gadang untuk menghidari adanya sumbangan menjadi rentan oleh banyak pertanyaan. Cukupkah sekolah mantan RSBI berjalan sesuai track yang pernah ada ?

Bayangkan dengan 400 ribu per siswa, yang datanngya terkadang melambat melambat dan melambat, belum lagi jumlah yang diterima dipotog pajak… yaaa nggak 400 ribu dong. Untuk sekolah mantan RSBI mungkin anggaran 400 ribu per siswa perbulan itu sama dengan SPP per anak per bulan lebih sedkit. Nggak sampai 100 ribu lebihnya. Padahal SPP hanya pelengkap untuk kegiatan sekolah. Selama ini kegiatan sekolah banyak terkaver oleh sumbangan peserta didik baru, yang jangan kaget nggak dipaksa kok. Bahkan ada yang di NOL khan. Sumbangan ini lah yang sesungguhnya mampu mengkaver semua kegiatan sekolah mantan RSBI untuk MEMBERI LAYANAN LEBIH ATAU PLUS PLUS.

Untuk sekolah non RSBI,  uang sebesar 400 ribu per siswa per bulan itu teramat besar. Sumbangan sekolah Reguler pada masa itu berkisar pada 1 – 2 juta rupiah itu pun penuh dengan persetruan dengan ortu siswa, lsm dan wartawan. Nah ketiban rejeki besar, ketika sebuh sekolah reguler yang biasaynya mempunya SPP 200 ribu rupiah mendadak dapat 200 ribu per siswa per bulan sebagai uang yang harus dimanfaat. Bayangkan jika siswanya berjumlah 800 siswa.. maka ada uang yang harus dikelola sebagai bentuk kegiatan baru di sekolah tersebut 160 juta tiap bulan.

Seorang teman pernah menghitung kebutuhan sekolah RSBI per anak per bulan, ternyata ada kisaran 900.000 hingga 1.100.000. Nah kebayankan banyaknya uang yang harus dialokasikan.

Jadi saat bencana banjir datang, saat BOS tidak mengalokasi dana Banjir, karena tidak semua sekolah terdampak oleh banjir, bandingkan SMAN 8 Jakarta, sekolah mantan RSBi yang selalu langganan banjir. Bayangkan jika banjir 3 kali saja dalam satu bulan, berapa biaya yang harus disediakan untuk pembersihan sekolah hingga layakh pakai, bersih, higienis, tidak berbau. Siapa yang akan membersihakan, tugas guru ? Tugas Karyawan ? Atau tugas orang lain ?

Jika harus mengungsi… berapa dana yang disediakan untuk itu ? Apakah di pengungsian tersedia laboratorium, LCD, Komputer dan lain-lain ? Terus siapa sih yang masih tetap menunutut bahwa ananda para siswa HARUS MENDAPATKAN LAYANAN YANG SAMA..?

JIKA BUKAN KALIAN SIAPA LAGI YANG AKAN MELAKUKANNYA…

Mendidik anak dengan perbuatan

November 22, 2014

Ada siswa yang hampir tiap.kamis.masuk ke ruang guru.. mencari guru x… susulan lah… ijin sakitlah dan lain lain… di minggu ke 6 dia mulai nggak datang ke ruang tapi ke mesjid… menunggu pak guru yang shalat dhuha… semoga minggu ke 8… dia shalat dhuha bersama guru tersebut..

AKSI HEROIK GURU DAN KARYAWAN PASCA BANJIR 20 NOVEMBER 2014

November 21, 2014

Setelah diterjang banjir ini foto pagi hari saat guru karyawan membersihkan SMAN 8 Jakarta

w 1

w2

w3

w4

w5

w6

w7

w8

Banjir kembali menghantam SMAN 8 Jakarta, 20 November 2014

November 20, 2014

Situasi tanggal 20 November mulai pukul 06.50 WIB saat saya abadikan

10b

1b

2b

3b

4b

5b

6b

7b

8b

9b

TIM SARPRAS mulai membersihakn sisa sisa banjir agar tidak mengering..

9a

1a

2a

3a

4a

5a

6a

7a

8a

Beasiswa Monbukagakusho/MEXT

November 18, 2014

mom 2

Senin, 27 Oktober 2104, kembali SMA Negeri 8 Jakarta mendapat kunjungan dari Universitas di Jepang. Khusus hari ini agak berbeda Atase Pendidikan Mr. Minami Tetsuhito berkunjung mempresentasikan Beasiswa G To G (Goverment to Goverment), yaitu Beasiswa Monbukagakusho/MEXT.

Peserta kali ini pun ada 60 orang yang terdiri dari Siswa, Orang tua siswa dan guru. Banyak pertanyaan yang dilontarkan para siswa. Semoga info ini membantu para siswa makin memperkuat minat untuk berjuang mendapatkan beasiswa Beasiswa Monbukagakusho/MEXT .

mom 5

mom 1

mom 3

mom 4

Pelantikan OSIS 2014-2015

November 18, 2014

IMG_0739

Upacara Panji sebgai Upacara Pelantikan Pengurus OSIS periode 2014-2015 atau OSIS ke-50 di SMA Negeri 8 Jakarta, dilaksanakan pada Senin, 10 November 2014, bertepatan dengan hari Pahlawan.

Upacara Panji langsung dipimpin oleh Ibu Kepala SMA Negeri 8 Jakarta, Ibu Muljati Soejono, dihadiri oleh para siswa, guru, karyawan, orang tua siswa (pengurus Osis), dan Komite Sekolah.

IMG_0750

IMG_0740

IMG_0741

IMG_0742

IMG_0743

IMG_0744

IMG_0745

IMG_0746

IMG_0747

IMG_0748

IMG_0749

Makin cerdas jangan menghalalkan segala cara, bro

November 18, 2014

Ketika semua elemen bergerak untuk memberikan stimulus positif maka kebahagian rasanya akan mudah didapatan, keberhasilan akan diraih dan masa kejayaan nan indah pasti terwujud. Keberhasilan siswa didik dalam kancah kompetisi kehidupan di dunia pendidikan adalah miniatur kehidupan sesungguhnya. Peran pendidik, masyarakat, orang tua dan diri sendiri amat memberi warna bagi para siswa. Keinginan untuk mendapatkan hasil terbaik adalah target kehidupan yang terbagi dalam beberapa elemen usia dan tingkatan pendidikan.

Pendidikan di sekolah adalah proses mempersiapkan diri menuju kehidupan sesungguhnya. Ketika perencanaan demikian bagus maka prediksi selanjutnya adalah hasil yang didapat akan optimal. Untuk mencapai itu semua maka daya dukung semua pihak akan menjadi modal berharga.

Tetapi ketika ada faktor X yang bermain, dimana cara-cara yang nggak bermoral dilakukan maka nilai kesantunan, nilai penghormatan serta nilai harga diri semakin hilang, karena yang target yang ingin dicapai hanyalah Value Dunia.

#pembelajaranharisenin
#siswamenghancurkankepercayaanguru

MINGGU DEMOKRASI

November 4, 2014

CIMG0463CIMG0475Tidak terasa masa pengurusan OSIS akan berakhir. Hari Senin 27 Oktober 2014, mulai tampak kegiatan perkenalan dan Kampanye Calon Ketua Pengurus OSIS dan Perwakilan Kelas. SMA Negeri 8 Jakarta selalu mengedepankan pembelajaran dalam segala aspek. Demokrasi dan pemilihan pengurus organisasi siswa adalah salah satunya. Mereka memilih, mereka membuat Garis Garis besar program Kerja osis dan pk, mereka melaksanakan, dan mereka mengevaluasi hasil-hasil program kerja tersebut.