Archive for the 'resonansi' Category

Allah memberikan semua kebutuhan kita, kita yang belum mampu memilahnya

Mei 19, 2018

Pertama kali mendapat tugas apa pun, terbayang hal yang pertama adalah : kegagalan menjalankan amanah. Dan makin diperbesar jika tugas tersebut adalah meneruskan pekerjaan orang lain yang nyata-nyata memang ada hasilnya dan keren pula hasilnya. Jenis ini banyak terjadi, tetapi jenis inilah yang sesungguhnya mampu bertahan dalam mengerjakan tugas, tanpa keluhan dan mampu membaca keberhasian setiap proses yang terjadi.

Jenis yang jarang aa adalah bangga ketika mendapatkan tugas, yakin mampu memberi yang terbaik, karena sadar semua stake holder akan membantunya. Justru jenis inilah yang nanti akan gagal, karena kemampuannya adalah memerintah banyak pihak. Bukan penikmat tugas dan pribadi yang mampu tetap tersenyum saat hasil belum sesuai harapan.

Saya berusaha menjadi jenis yang pertama. Sadar banyak tugas yang dibebankan karena saya dipandang guru honor yang banyak waktu, bisa dipekerjakan dengan sangat keras, dan kalau pun ada kegagalan efeknya nggak terlalau sulit dengan struktural. Bagian inilah yang saya nikmati. Sadar cuma guru honor, perlu hidup dibelantara para ASN, nggak banyak kemampuan yang saya miliki, maka waktu bertapanya harus selesai lebih, mikirnya jangan kelamaan. Justru bagian memperhatikan sumberdaya yang ada, mecoba mensimulasi satu dengan  lainnya, menemukan formulasi terbaik, dan membuat pilihan-pilihan altenatif.  Inilah langkah yang saya lakukan di tahun 2002 – 2006, selama 4  tahun mendapatkan banyak tugas, menikmatinya, bahkan nggak pulang-pulang ke rumah. Waktu lebih banyak dihabiskan di sekolah.

Mulai menuliskan apa yang saya lakukan, dan kebalikkannya saya hanya melakukan yang telah saya tuliskan. Bayangkan semakin sedikit metode coba-coba di tahun-tahun berikutnya. Data yang saya tulis selama 4-5 tahun sudah cukup memberi gambaran : apa yang harus saya lakukan, saya formulasikan dan saya tampilkan.  Dan target saya makin mengerucut : bidang akademik dan prioritas lomba akademik akan membuat sekolah ini akan bertahan hingga kapan pun. Sehingga slogan : SMAN 8 ITU SEKOLAH PRESTASI AKADEMIK menjadi nyata.

Hampir 100% orang tua bahkan anak-anak baru yang masuk SMAN 8, pasti akan berkata : mau ke ITB, ke UI, ke NTU, ke Jepang. Kenapa milih SMAN 8 : khansnya lebih besar. Teori memperbesar kemungkinan inilah yang saya perbesar di fase kedua di SMAN 8 tahun 2006-2011. Hasil nyata adalah tepat di 50 tahun SMAN 8 mampu menggabungkan peringkat UN IPA DAN IPS, sebagai jawara DKI untuk SMA NEGERI DI JAKARTA. Tahun 2008 menjadi tahun emas SMAN 8, saat siswa yang berlaga di PTN pun berhamburan, bukan hanya 1  PT, bahkan bisa 2-4 PT baik dalam dan luar negeri. Pada tahun 2008, OSN mulai menampakkan hasil,  OSN tahun 2008 di Makasar mengirimkan 8 peserta (1 emas, 1 perak dan 1 perunggu).

Fase ke-3 tahun  2011-2016, merupakan fase memperbaiki dan mempertahankan hasial yang ada. Iklim skeolah yang amat mendukung, saat orang tua, komite sekolah, para siswa dan guru-guru bersepakat, harus berusaha semaksimal agar menjadi yang terbaik. Alhamdulillah keberhasilan demi keberhasilan, tentunya perbaikan dari pencapaian yang ada mampu membuat SMAN 8 tetap menjadi kompetitor terbaik. Tetap menjadi lawan tangguh untuk SMA-SMAN UNGGULAN yang didirikan pemerintah daerah atau swasta, bahkan sekolah-sekolah internasional di negeri ini.

Tahunn 2016-2020 adalah masa-masa berat, perubahan regulasi dari banyak hal menjadi tantangan terbesar buat SMAN 8. Rotasi para guru, datangnya guru-guru baru baik rotasi atau pun pengangkatan, serta arah pergeseran siswa peserta didik baru. Menjadi sekolah aman, tanpa bully, jauh dari pelaporan serta kedatangan LSM adalah bagian-bagian dimana kami semua warga sekolah harus bersatu padu. Alhamdulillah dua tahun ini kapal penjelajah SMAN 8 Jakarta tetap mampu memberikan layanan terbaik, ini harus tetap menjadi menu pilihan terbaik, tetap menjejah agar semua penumpang daat sampai tujuan dengan selamat seganas apapun badai di lautan. Pelaut ulung tak pernah dilahirkan dari lautan yang tenang,

jayalah almamaterku, bakti untukmu tanpa sisa,……….

Selamat Hari Guru,.. bukan hari PGRI

November 25, 2010

Untuk semua guru, guru yang mengajar saat TK hingga kuliah, guru yang mengajar di mesjid dan surau, guru yang bertemu saat di perjalanan dalam obrolan, guru yang memberi saran dan kritik dalam hidup, semua orang tua yang sebenarnya adalah guru pertama kita. Selamat menjadi teladan, semoga Allah memberikan kemudahan, rahmat, ampunan dan kaish sayang.

DAK 2,2 triliyun di kememdiknas RAIB

November 24, 2010

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan terus mengusut kasus dugaan korupsi di Kementerian Pendidikan Nasional, terutama pada dinas-dinas pendidikan di daerah yang terjadi sekitar tahun 2009. KPK sendiri pernah melakukan kajian terhadap pengelolaan Dana Alokasi Khusus atau DAK Kemdiknas Tahun 2009 dengan nilai Rp 9,3 triliun.
Penyelewengan tersebut bukan tanpa sebab. KPK melihat ada tiga alasan yang membuat pengelolaan DAK tidak sesuai tujuannya.
— Johan Budi SP

Demikian disampaikan Juru Bicara KPK Johan Budi SP di kantor KPK, Jakarta, Rabu (24/11/2010). Berdasarkan hasil kajian tersebut, KPK menemukan penyimpangan sebesar Rp 2,2 triliun dalam pengelolaannya yang diterapkan pada 451 kabupaten/kota di Indonesia.

“Yang sudah masuk ke penyelidikan adalah penggunaan anggaran Diknas tahun 2009 bagi daerah-daerah,” ucap Johan.

Johan mengungkapkan, penyelewengan tersebut bukan tanpa sebab. KPK melihat ada tiga alasan yang membuat pengelolaan DAK tidak sesuai tujuannya.

“Tiga alasan tersebut adalah tidak adanya ketidaksesuaian alokasi dana dan realisasi, terjadinya penyimpangan pemanfaatan dana dalam pelaksanaannya, terutama untuk pembayaran jasa konsultan dan izin mendirikan bangunan (IMB), serta sulitnya monitoring dalam bidang pengawasan karena tidak semua pemerintah daerah mau menyampaikan laporan kepada Departemen Pendidikan Nasional,” ujar Johan.

Anak underachiever

November 20, 2010

KOMPAS.com – Anak underachiever ada di setiap kelas dan berada dalam banyak keluarga. Mereka menyia-nyiakan sumber pendidikan, mencobai kesabaran para guru, dan memanipulasi keluarga mereka untuk melakukan yang mereka inginkan. Seperti apa ciri mereka?

Mereka memiliki kemampuan belajar yang kurang baik dan menganggap dirinya telah belajar jika telah membaca bahan pelajaran secara sekilas.
— Sylvia Rimm,

Dr Sylvia Rimm, psikolog dan penulis buku best seller “See Jane Win” menuturkan, anak yang underachieve atau seorang underachiever, kemungkinan adalah anak yang kreatif, sangat verbal dan berkemampuan matematis yang sangat tinggi. Meskipun begitu, dengan bakat dimilikinya, anak yang tergolong underachiever tidak sesukses anak-anak lain di sekolahnya.

Underachievement dapat didefinisikan sebagai ketidakmampuan atau kegagalan untuk menampilkan tingkah laku atau prestasi sesuai dengan usia atau bakat yang dimiliki anak atau dengan kata lain, potensi yang tidak terpenuhi (unfulfilled potentials).

Namun demikian, underachievers tidak tergolong ke dalam satu golongan atau memiliki karakteristik yang sama. Underachievement muncul dalam bentuk yang luas dan beragam.

Profesor di Case Western Reserve University School of Medicine, Amerika Serikat. menyatakan, underachievers cenderung untuk tidak teratur dan terorganisir. Mereka memiliki kemampuan belajar yang kurang baik. Mereka menganggap diri mereka telah belajar jika mereka telah membaca bahan pelajaran secara sekilas.

Direktur di Family Achievement Clinic at the Cleveland Clinic in Cleveland, Ohio, AS, ini menambahkan, beberapa di antara underachievers lambat dalam mengerjakan tugas dan perfeksionis. Atau sebaliknya, ada underachiever yang sangat cepat dalam mengerjakan tugas-tugasnya, tapi mereka tidak peduli dengan kualitas tugas yang dikerjakannya itu.

Beberapa underachievers adalah penyendiri dan menarik diri dari keramaian. Mereka tampak tidak menginginkan teman. Bahkan mungkin, underachievers lainnya terlihat angkuh dan mudah marah, agresif, dan terkadang memulai perkelahian ketika mereka masih berada di taman kanak-kanak.

Jika underachievers menunjukkan minat terhadap sekolah maka hal tersebut berkaitan dengan kehidupan sosial ataupun olahraga. Mereka akan memilih satu mata pelajaran yang disuka atau yang diajar oleh guru yang mereka sukai.

Underachievers yang kreatif mungkin memiliki banyak ide tapi jarang sekali merealisasikan ide mereka menjadi kenyataan. Mereka jarang menyelesaikan pekerjaan yang telah mereka mulai.

Manipulasi

Hampir semua underachievers bersifat manipulatif terhadap lingkungannya. Secara terselubung, mereka dapat memanipulasi orangtua mereka untuk mengerjakan pekerjaan rumah mereka. Bahkan, mereka bisa “mengadali” gurunya untuk lebih membantu mereka atau memberikan tugas-tugas yang tidak terlalu menantang.

Bagi anak underachiever, sekolah adalah hal paling membosankan atau tidak relevan. Jika prestasi mereka tidak baik, mereka menyalahkan guru mereka yang payah dalam mengajar.

Pun, kadangkala mereka kadangkala mengklaim, bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil atau prestasi yang lebih baik dan tidak yakin apakah mereka akan berhasil jika mereka bekerja lebih keras dari sekarang.

Rimm juga menyatakan, underachiever tidak dapat membangun kepercayaan diri yang kuat karena mereka tidak memahami inti dari bekerja keras. Menurutnya, kepercayaan diri dapat dibangun dengan menerima dan menaklukan setiap tantangan. Dan dari pencapaian yang aktual, seorang anak dapat membangun kepercayaan diri yang kuat.

Toh, underachiever kerap menolak diri mereka sendiri terhadap kesempatan untuk membangun kepercayaan diri yang kuat karena mereka tidak mengalami hubungan antara proses dan hasil, antara usaha dan pencapaian. Jika siklus underachieve ini terus berlanjut, anak akan terus mengalami perasaan semakin tidak mampu. Ketakutan terhadap kegagalan meningkat, dan sense of efficacy mereka menurun.

Sumber: http://www.episentrum.com & http://www.wholefamily.com

Pemimpin yang adil penghuni syurga

September 11, 2010

Dua puluhlima tahun yang lalu, saat saya kelas 1 di sebuah SMA kawasan Bukitduri, saya diminta secara aklamasi untuk menjadi ketua Panitia Kurban. Seorang siswa yang belum genap satu tahun mengenal mesjid, rohis dank urban. Berkegiatan di mesjid merupakan pilihan saya, karena selama di SD dan SMP saya beraktivitas di pramuka dan majalah dinding. Saat itu OSIS periode XXI, sang ketua rohis meminta saya untuk mengatur sebbaik-baiknya. Arahan diberikan hampir setiap bertemu sebelumshalat ashar. Setelah semua panitia bekoordinasi, saya bertemu dengan Pak Ali Umar (Almarhum) guru agama Islam yang menjadi pembina kegiatan PHBI (peringatan Hari Besar Islam).

Banyak nasehat beliau, tetapi yang paling saya kenang adalah : sampaikan hewan kurban ke rumah-rumah penduduk yang termasuk fakir miskin, jangan kumpulkan mereka di sekolah. Malu rasanya kalau fakir miskin dibariskan hanya untik 1 -2 kg daging kambing atau sapi.

Entah beberapa tahun yang lalu, terdengar heboh : 3 orang tewas mengantri zakat di kabupaten x di Jawa Timur. Berita itu sedemikian menusuk hati. Bayangkan mereka meregang nyawa hanya karena zakat fitrah, yang seharusnya menjadi hak mereka. Sebuah pertarungan yang sia-sia. Akhir berita, yang memberi zakat dan panitia diputuskan bersalah dan ditahan, karena lalai sehingga berakibat kepada keselamatan orang lain.

Syahdan kata hikayat, berabad-abad yang lalu seorang khalifah yang telah merasa berhasil akan kepemimpinannya, berusaha mencari info secara langsung. Sang khalifah dengan penyamaran yang tidak diketahui para pengawalnya berjalan-jalan di wilayah perkampungan sebuah wilayah. Jalan demi jalan, perumahan demi perumahan telah dia lalui, semua orang tertidur pulas, mungkin karena kemakmuran telah membuat penduduk nyaman untuk hidup. Tetapi kenyataan memang selalu tidak sama dengan yang kita pikirkan. Measuki perkampungan berikut, sang khalifah mendengar tangis anak kecil dan sebuah gubuk yang masih terlihat terang, dengan perapian yang masih menyala.

Tangisan anak kecil tersebut mengundang sang khalifah untuk berkunjung ke rumah tersebut. Setelah mengetuk pintu dan mengucapkan salam, terbukalah pintu gubuk itu. Tampak seorang tua rentah, dengan wajah yang masih mampu bertahan hidup mempersilakan sang khalifah masuk. Singkat pembicaraan, obrolan semakin lama, sang khalifah bertanya : sedang masak apa ? Orang tua tersebut tersenyum dengan wajah tuanya, : saya sedang memasak batu, saya berharap anak-anak dapat tertidur pulas karena menunggu batu ini matang. Karena mereka tidak tahu yang saya masak adalah batu.

Sang khalifah terkaget-kaget. Bahkan lebih kaget saat orang tua tersebut menyampaikan keluhannya tentang sang khalifah. ”mungkin sang khaifah sedang tertidur karena kecapaian mengurus bangsa dan negara ini.” Tanpa berlama-lama, sang khalifah berpamit pulang untuk menuju baitul mal. Sang penjaga sangat bingung karena sang khalifah bermalam-malam mengambil satu karung gandum, memanggul karung tersebut menuju gubuk tersebut. Sang khalifah sadar, ternyata rakyat yang dia pimpin masih ada yang miskin dan menjadi tanggung jawabnya. Yang lebih menyakitkan orang tua tersebut harus berbohong kepada anak-anaknya, tentunya sang khalifah tidak ingin dimurkai Allah di padang Masyar kelak.

Dua setengah prosen adalah kewajiban yang Allah perintahkan kepada kita. Itu adalah hak fakir miskin, yatim piatu, ibnu sabil dan lainnya. Nilainya kecil, tetapi dihadapan Allah itu adalah penghapus dari kotoran dalam rizqi kita. Muhammad adalah orang yang tidak pernah menghardik anak yatim, beliau bahkan memuliakannya. Bahkan beliau mengangkat mereka menjadi anak sendiri.

Kematian seorang anak manusia demi uang seratus ribu atau pun lebih kecil dari itu, mengumpulkan fakir miskin dalam acara apa pun tidak pernah diajarkan rasulullah. Seharusnya kita malu mengumpulkan saudara kita untuk berbarisa, datangi, berikan hak mereka, insya Allah berkah. Pemimpin yang adil, akan tertidur pulas saat dia tahu seluruh rakyatnya telah makan, pemimpin yang adil akan berpakaian indah setelah tahu seluruh rakyatnya tidak kedingiinan dan masuk angin karena tidak ada selembar kain pun yang menutup tubuhnya.

Andaikan BAZIS berjalan dengan benar, semua umat mengumpulkan zakat dengan tidak mengharapkan untuk dilihat orang sehingga menaikkan citra, rasanya keiklashan akan menjadi modal dasar pemimpin yang adil penghuni syurga Allah. Jangan ada lagi seorang ibu yang menggendong mayat anaknya di kereta api, jangan ada lagi anak manusia di neger ini ditanyakan ada uang jaminan saat masuk ICU rumah sakit manapun, jangan ada lagi seorang siswa SD dikeluarkan dari sekolah karena bermasalah dengan bayaran sekolah. Jangan ada ketakutan dicaci maki anak bangsa, jangan sampai Allah yang melaknat kita. Semoga jadi bahan renungan.

Sabar,… masa depan adalah tujuan, masa lalu adalah kenangan dan masa kini adalah perjalanan

April 14, 2010

Saat jadi ketua rohis di SMA Negeri 8 Jakarta, saya selalu bercita-cita mempunyai keluarga yang sakinah, mawadah, warrahmah. Saya ingin mewujukan hal itu denga usaha, bukan “sudah jadi”. Membentuk keluarga adalah ibadah. Saya bangga dengan teman-teman saya yang hijrah dari kehidupan jahiliyah saat sman, berubah saat kuliah dan menjadi pribadi muslim yang kokoh saat terjun di masyarakat. Sering mengenang masa-masa indah ketika bagaimana berjuangnya adik-adik kelas di SMANDEL yang harus gonta-ganti pakaian atau bahkan membuka jllbabnya ketika menuju sekolah. Karena masa itu memang jilbab tabu dan menjadi musuh sekolah.
Kasus teman-teman akhwat di SMAN 68 yang berujung keluarnya para akhwat dari sekolah di tahu 1987-an akhir. Peristiwa penarikan jilbab di sekitar Kuningan Setiabudi. Bahkan issu Jilbab beracun. Lucunya masa itu banyak ikhwan yang membungkus Al Qur;an terjemahannya dengan wanitaIran berjilbab panjang menyandang M-16 atau Ak 47.Entah mengapa sosok wanita berjilbab saat itu menjadi primadona para ikhwan di hampir semua remaja mesjid SMA.
Setelah menjadi guru di SMANDEL, saya makin bangga bertemu dengan teman-teman atau adik kelas yang dulu berjuang untuk menutup aurat tubuhnya, untuk mnyelamatkan saudaranya dari neraka. Masa jahil mereka, tanpa jilbab adalah hal yang harus saya lupakan. Yang mesti diingat adalah perjuangan mereka memutuskan mengggunakan perintah Allah sebagai jalan hidup, pilihan hidup, be a good moeslem or die as syuhada,….

Beberapa menit yang lalu saya meilihat salah satu saudara saya begitu bangganya memperlihatkan auratnya saat masa-masa jahiliyah. Saya tercenung, apa ada yang salah? Kenapa kita tidak melupakan masa lalu yang mungkin akan menyakitkan kita, karena dosa-dosa kita pada-Nya ? Sebandingkah dengan kenangan yang kita dapatkan ? Lagi-lagi sebandingkah ?
Tahun 2002, saya mengenal seorang akhwat yang memilih memakai cadar,… karena malu dengan dosa masa lalu. Dia rela kehilangan semua pertemanannya, semua masa indah bahkan semua mantan-mantan pacarnya. Biarlah saya kehilangan dunia saya, tetapi saya tidak kehilangan rahmat Allah. Sampai hari ini, dia masih sering menulis di salah satu majalah islam ternama. Beberapa bukunya tentang pergaulan pria-wanita memang tidak selaku novel-novel percintaan islami. Buatnya yang hitam dan putih,.. jangan diabu-abukan.

Saya telah menghapus kenanganya saat SMA, saya hanya ingat dia tahun 2000-an, dan yang terbayang oleh saya sekarang ini hanyalah jilbab dan cadarnya,… subhanallah…

Tuhan Sembilan Senti (Puisi Taufiq Ismail tentang bahaya rokok)

Maret 16, 2010

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok, tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok, Di sawah petani merokok, di pabrik

via Tuhan Sembilan Senti (Puisi Taufiq Ismail tentang bahaya rokok).

TUHAN SEMBILAN SENTI
(Puisi Taufiq Ismail Tentang Bahaya Rokok)
http://sekolahku.info/2009/11/tuhan-sembilan-senti-puisi-taufiq-ismail-tentang-bahaya-rokok/

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz.
Rokok hukumnya haram!

Rokok hukumnya haram!

25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana,
beri kami kekuatan menghada

Budaya Takut Kehilangan Muka (Face-Saving Culture)

Maret 16, 2010

Budaya Takut Kehilangan Muka (Face-Saving Culture).

BUDAYA TAKUT KEHILANGAN MUKA
Oleh: Iwan Syahril

Seperti halnya kebanyakan negara-negara Asia lainnya, Indonesia memiliki budaya takut-kehilangan muka yang sangat kental. Seorang yang senior, lebih tua, memiliki jabatan yang lebih tinggi dan pengaruh, akan merasa gengsi untuk memperlihatkan keawaman, ketidaktahuan dan kekurangan mereka kepada orang-orang yang dianggap lebih muda, lebih junior.

Umumnya mereka-mereka yang masih muda dan lebih junior akan dianggap sebagai anak-anak baru, anak “kemarin sore”. Ketika anak-anak yang lebih junior ini memperlihatkan keahliannya dalam bidang yang mereka geluti, mereka akan dianggap sebagai ancaman terhadap jabatan dan kedudukan yang dimiliki oleh para senior tersebut. Para senior pun akan takut untuk kehilangan muka karena mereka akan terlihat tidak sekompeten yang lebih junior tersebut.

Bagi saya ini adalah sebuah problem yang amat serius dalam membangun fondasi bangsa, terlebih lagi dalam upaya mengejar ketertinggalan kita dari bangsa dan negara lain. Ketika pekerjaan dikerjakan oleh orang-orang yang kurang kompeten, sementara kita memilki sumber daya yang lebih kompeten, maka selain tersia-siakannya sumber daya tersebut, sistem pun tidak akan bekerja dengan efektif.

Saya pikir, budaya kehilangan muka ini harus bisa digantikan dengan budaya jujur dalam mengakui kekurangan dan kelebihan serta persaingan yang efektif.

Pesan Guru pada Muridnya agar Tidak Curang

Maret 16, 2010

Anak-anakku, Bapak tahu tugas yang kalian kerjakan banyak dan berat. Tahukah kalian bahwa dengan itulah kalian akan menjadi mandiri dan kuat? Semua anak

via Pesan Guru pada Muridnya agar Tidak Curang.

PESAN GURU AGAR MURID TIDAK CURANG
http://sekolahku.info/2009/10/pesan-guru-pada-muridnya-agar-tidak-curang/

Anak-anakku, Bapak tahu tugas yang kalian kerjakan banyak dan berat. Tahukah kalian bahwa dengan itulah kalian akan menjadi mandiri dan kuat?

Semua anak menginginkan banyak waktu luang untuk bermain. Tetapi kelak semua akan beranjak dewasa dan diberi berbagai tanggung jawab. Jikalau mulai sekarang kalian sedikit demi sedikit melatih diri dan mengasah kemampuan, maka itu tidak akan seberat dibanding melakukan semuanya sekaligus setelah kallian lulus.

Bagi yang memilih cara yang curang, PR, tugas, dan ulangan semua bisa saja mencontek dan mendapat nilai yang tinggi. Tetapi ingat…! Dengan begitu tidak akan pernah didapat KEMAMPUAN yang tinggi. Hanya dengan melihat petinju berlatih tidak serta merta membuat yang melihat ikut kuat, kita harus ikut melakukannya sendiri; berlatih, berkeringat, bersusah payah, dan barulah kekuatan itu kita peroleh sesuai dengan usaha kita.

Ujian yang sesungguhnya bukan yang dari sekolah, tetapi yang dari masyarakat. Saat mereka bertanya kepadamu malulah bila kau masih mencontek bukumu! malu bila kau masih mencontek temanmu! Saat kau dewasa, kau harus mencari kerja, malulah bila kau masih minta bantuan orang tuamu! Kau harus jujur, malulah bila kau ambil hasil pekerjaan orang lain lalu kau makan sendiri. Berusahalah sendiri! Malu bila kau masih cari muka mengemis suara rakyat agar diangkat jadi pejabat. Malu dirimu… malu Bapak ini… Malu orang tuamu!

Malulah kau dari sekarang, agar tidak dipermalukan kau esok hari!

3 Tips Menjawab Soal Pilihan Ganda UAN/UNAS

Maret 16, 2010

Tulisan hanya boleh dipikirkan, buat yang mau melaksakan, berpikir dulu lah yang maksimal. Sudah latihan yang banyak, sudah belajar, sudah try out dan berdoa.

3 Tips Menjawab Soal Pilihan Ganda UAN/UNAS.

Ujian Nasional masih menjadi beban stres bagi siswa kelas VI SD, IX SMP, dan XII SMA. Mau tak mau, semua yang duduk di bangku sekolah resmi harus melaluinya. Maka tidak ada cara lain selain menghadapinya. Berikut beberapa tips yang mudah-mudahan dapat membantu untuk memuluskan jalan menuju sukses.

* Soal-soal UAN adalah pilihan ganda (multiple choices) yang didasarkan pada jawaban yang benar, tanpa pengurangan nilai pada pilihan yang salah; artinya jika tidak tahu jawabannya sekalipun, t-e-b-a-k-lah!
* Soal UAN biasanya berkomposisi 20% sulit, 50% sedang, dan 30% mudah. Jadi targetkan saja nilainya 70% sehingga tidak terlalu menjadi beban.

Taktik 1: Kalau Bisa Langsung Jawab, Kalau Tidak Bisa Tinggal!

Naskah soal biasanya diberikan lebih dulu sebelum LJK. Ini kesempatan mengintip soal. Kerjakan dulu meski yang lain belum mulai. Baca sekilas, bila mudah, kerjakan! Bila sulit, lewati! Dimana menulis jawabannya? Cukup tandai dengan titik kecil di bagian awal huruf pilihan. Dengan begini kita dapat mencuri start sampai 5-6 soal lho.

Taktik 2: Bila Ragu, Beri Tanda!

Gunakan taktik no 1 sampai akhir lembar soal. Anda mungkin butuh artikel ini untuk lebih rincinya. Sampai disini kira-kira 75% soal mungkin belum terjawab. Lalu buka lagi lembar pertama, ulangi dari nomor yang belum terjawab. Sekarang ganti strategi, pikirkan jawaban dengan masak. Namun jangan diforsir (terlalu memaksa) untuk soal yang memang sulit, lewati saja dengan beri tanda segitiga (apa saja selain lingkaran agar berbeda dari kebiasaan) pada dua jawaban yang ragu-ragu tadi (misal apakah A atau B).

Taktik 3: Bila Blank, Tebak!

Menebak pun perlu jurus. Dan jurusnya adalah memilih pilihan yang paling sedikit dipilih sebelumnya. Gambarannya, bila pada jawaban lain kita sering memillih A, B, D, dan E… maka pilihlah C. Ini akan memberi kita sedikit peluang karena setiap pilihan sedikitnya digunakan pada 10 pertanyaan. Maksudnya 10 soal memiliki jawaban A, 10 yang lain jawabannya B, 10 lainnya C, dan seterusnya. Tapi, bagaimana pun juga, ini adalah perkiraan kasar.

Cara lainnya adalah dengan memilih jawaban yang terdengar akrab, sebab boleh jadi jawaban itu adalah yang pernah kamu baca sebelumnya.

Sedikit mengira-ngira saja, bila kita targetkan ada 20 jawaban benar (nilainya 40), lalu 20 ragu-ragu (ambillah separuhnya, jadi nilainya 20), lalu 10 soal tidak bisa sama sekali (bila kebetulan, paling sedikit betul 1 yang artinya bernilai 2), maka totalnya adalah 64. InsyaAllah lulus!