Archive for Maret, 2009

Perguruan Tinggi, prestasi 2009

Maret 30, 2009

DAFTAR SISWA SMA NEGERI 8 JAKARTA

YANG TELAH DI TERIMA DI PERGURUAN TINGGI

TAHUN PELAJARAN 2008 – 2009

Per 30 Maret 2009 Jam 08.00 WIB

* Database BK 2008-2009/wangsajaya Perguruan Tinggi 2009

No. Nama Siswa Kelas Jurusan Perguruan Tinggi

1 CATHERINE BANA AURORA XII Aksel Teknik Komputer IT Telkom

2 CATHERINE BANA AURORA XII Aksel Computer Engineering Rochester Institute of Technology USA

3 FACHRI ARTADI XII Aksel Teknik Industri IT Telkom

4 FATMA JANNA XII Aksel Teknik Informatika IT Telkom

5 FITRIA MARIZKA XII Aksel Pendidikan Dokter UNS

6 FITRIA MARIZKA XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda

7 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel The Fu Foundantion School Of Engineering and Applied Science Columbia University

8 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel The Wharton School of Business University of Pensylvania,

9 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel School Humanities and Sciences Stanford University.

10 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel School of Sciences Sloan School of Management Massachusetts Institute of Technology (MIT).

11 NUR ALFIANI XII Aksel Pendidikan Dokter UNS

12 NUR ALFIANI XII Aksel Electrical Engineering Fontys University Belanda

13 NUR ALFIANI XII Aksel PFT The Hague Belanda

14 RADITZIA EKAYANTI XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda

15 YOKO HUGO XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda

16 ADITYA MAULANA XII Humanity Administrasi Niaga IM Telkom

17 NADYA ANJANI XII Humanity Newcastle University

18 RIZKI ABADI DANURWINDO XII Humanity International Relations & Politics London Metropolitan University

19 CLARISSA BUDIHARJO XII IPA A Akuntansi IM Telkom

20 FAUZIAH AROFAH XII IPA A Teknik Informatika IT Telkom

21 MARIA GORETI XII IPA A Pendidikan Dokter UNS

22 NISSIA ANANDA XII IPA A Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia

23 QINTHARA DINUR RAHMAN XII IPA A BSM

24 VIONY ASTERLITA XII IPA A Sistem Informasi IT Binus

25 WENA ANGGANA P XII IPA A Desain Komunikasi Visual IT Telkom

26 YOSEPHINE NINA XII IPA A Pendidikan Dokter UNS

27 ZAHRA KHAIRIZA ANRI XII IPA A Pendidikan Dokter UNS

28 ZAHRA KHAIRIZA ANRI XII IPA A Teknik Telekomunikasi IT Telkom

29 ADAM IRSYADDYRA XII IPA B Teknik Telekomunikasi IT Telkom

30 BENEDIKTA ATIKA PRASTYAMITA XII IPA B Bisnis School Prasetya Mulya

31 MOHAMMAD FAJRIN AZIZ XII IPA B Teknik Informatika ITS

32 OVILIANI WIJAYANTI XII IPA B Pendidikan Dokter Universitas Indonesia

33 PANDU WICAKSONO XII IPA B Ilmu Komputer Universitas Indonesia

34 RYAN FAISAL XII IPA B Teknik Telekomunikasi IT Telkom

35 RYAN FAISAL XII IPA B BSM

36 CHRISTY DWITA MARIANA XII IPA C Tekni Industri IT Binus

37 DERA HAFIYYAN S.S XII IPA C Teknik Elektro IT Telkom

38 ELEYNA FARIHAH XII IPA C Biologi Universitas Indonesia

39 GORBACHEV PARTAHI BONAR XII IPA C BSM

40 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C Teknik Industri UNS

41 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C Teknik Telekomunikasi IT Telkom

42 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C BSM

43 NADIA DEVINA PUTRI XII IPA C BSM

44 RINO SRIWIJAYA XII IPA C BSM

45 KARINA MAULIDYA XII IPA D Teknik Elektro IT Telkom

46 NURUL SAFITRI XII IPA D Teknik Telekomunikasi IT Telkom

47 PUSPANINGTYAS UTAMI XII IPA D Manaj. Bisnis Telek & Inf. IT Telkom

48 ADRIAN MUCHLIS RAHMANSYAH XII IPA E Teknik Kelautan ITS

49 NINIEK DWI HAPSARI XII IPA E Teknik Kimia/GP Universitas Indonesia

50 DWI KHAIRANI XII IPA F BSM

51 EPSON PRASETYO XII IPA F Teknik Te;ekomunikasi IT Telkom

52 FATIMAH XII IPA F Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia

53 FITRI N RACHBINI XII IPA F Ilmu Komputer Universitas Indonesia

54 M SADYAGA H.S. XII IPA F Teknik Industri IT Telkom

55 MARIA CAETLINE XII IPA F Pendidikan Dokter UNS

56 MIRANDA ADIANTI XII IPA F Akuntansi Universitas Indonesia

57 MUHAMMAD HARISUDIN XII IPA F Teknik Telekomunikasi IT Telkom

58 NOVITA PERMATASARI S. S XII IPA F Pendidikan Dokter UGM

59 PRADIPTA MAHATIDANA XII IPA F Teknik Telekomunikasi IT Telkom

60 PRADIPTA MAHATIDANA XII IPA F BSM

61 PUTRI BENING LARASATI XII IPA F BSM

62 RAHMADANI DIAN P XII IPA F Teknik Industri IT Telkom

63 RAHMADANI DIAN P XII IPA F BSM

64 RAJA AMELIA XII IPA F Pendidikan Dokter UNS

65 RAJA AMELIA XII IPA F BSM

66 TRI ENDAH PURNAMASARI XII IPA F Pendidikan Dokter UGM

67 AANCADINI WIJAYANTI XII IPA G BSM

68 ALFARIZKI ZANNI XII IPA G Teknik Informatika IT Telkom

69 ANNISA MARSHA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

70 DIAH KOSUMA WARDHANI XII IPA G Teknik Industri IT Telkom

71 DIAH KOSUMA WARDHANI XII IPA G BSM

72 HUMALA PRIKA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

73 NADHIRA PUSPITA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

74 PUTRI DINI AZIKA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

75 PATRICIA RACEL RISMAYENLIS XII IPA G Electrical Engineering Fontys University Belanda

76 RININTA NOVILIA XII IPA G BSM

77 SITI HUMAIRA XII IPA G TeknikIndustri Universitas Indonesia

78 SITI NURSARI ISMARINI XII IPA G Teknik Industri IT Telkom

79 SITI NURSARI ISMARINI XII IPA G BSM

80 DWI INDAHAYU XII IPA H Ekonomi Pembangunan Universitas Indonesia

81 FIENDA FERANI XII IPA H Teknik Informatika IT Binus

82 FREDERICK YOHANES XII IPA H Teknik Informatika IT Telkom

83 SONA TRISTANIA XII IPA H BSM

84 ANITA KUSUMARANNY XII IPS Akuntansi IM Telkom

85 BIVARIAN PRAWIROHARDJO XII IPS BSM

86 CERIHANIKITA XII IPS BSM

87 CERIHANIKITA XII IPS Prasetya Mulya

88 CITTA PARAHITA W XII IPS Ilmu Hukum Universitas Indonesia

89 FITRI AGUSTIN XII IPS Akuntansi UGM

90 GEANDINI KARINA XII IPS BSM

91 HARIZAH PERSIANA M. XII IPS BSM

92 INDIRA NUR SHADRINA XII IPS Manajemen Universitas Indonesia

93 INDIRA NUR SHADRINA XII IPS BSM

94 JULIVA SESIRIA XII IPS Deasin Kominikasi Visual IT Telkom

95 LAURA KHAIRUNISA XII IPS Prasetya Mulya

96 LIDYA RAMADHANI XII IPS Prasetya Mulya

97 MEIDITA AGUSTINA XII IPS Prasetya Mulya

98 MUHAMMAD AUDI VIALDO XII IPS BSM

99 MUHAMMAD AUDI VIALDO XII IPS Prasetya Mulya

100 OCTAVIA EKA DINININGRUM XII IPS BSM

101 PUTRI HUSNA XII IPS Prasetya Mulya

102 RIVKY RASJID XII IPS BSM

103 SITI LAILA KADRIAH XII IPS Psikologi Universitas Indonesia

104 TIARA ADISTI XII IPS Prasetya Mulya

105 ANINDYA INDRIVIANI XII Science Kyungsung University Korea

106 DWI WAHYU MANUNGGAL XII Science Teknik Industri IT Telkom

107 DWI WAHYU MANUNGGAL XII Science Pendidikan Dokter UGM

108 MADE GDE AGHES XII Science Kyungsung University Korea

109 MUHAMMAD NURFAJAR XII Science Lasalle College

Keterangan : Untuk siswa yang telah diterima di Perguruan Tinggi, tetapi namanya belum tercantum, agar melaporkan ke :

wangsa jaya web http://www.wangsajaya@wordpress.com

email wangsajaya@gmail,com

wangsa_smandel88@yahoo.com

Benedikta Atika XII IPA B: Prasetiya Mulya Business School   (scholarship)

Fienda Ferani    XII IPA H: Teknik Informatika – IT Binus       (jalur prestasi)

Vioni Asterlita   XII IPA A:  Sistem Informasi   – SI Binus       (pmdk)

Christy Dwina XII IPA C : Teknik … IT Binus

Adrian Muchlis XII IPA E Teknik Kelautan ITS

mohammad Fajrin Aziz : Teknik Informatika ITS

Beasiswa ITB untuk angkatan 2009

Maret 24, 2009

http://www.itb.ac.id/news/2395.xhtml

Jumat, 20 – Maret – 2009, 09:08:55

Program “ITB Untuk Semua” adalah suatu skema penerimaan mahasiswa baru Institut Teknologi Bandung yang secara khusus menyediakan bangku kuliah bagi para lulusan sekolah menengah umum dari keluarga yang tidak mampu secara ekonomi dengan penghasilan kedua orang tua di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Uang pendidikan, ongkos tempat tinggal, dan biaya hidup selama menempuh kuliah di Bandung akan didanai beasiswa “ITB Untuk Semua” . Untuk beasiswa ini, alokasi dana yang disediakan ialah 100 juta per anak untuk lima tahun. Dana akan diperoleh dari alumni ITB, baik perseorangan atau berkelompok. Alumni yang sudah bersedia menjadi orang tua asuh diantaranya Ir. Benny Subianto, Ir. Martiono Hadianto, Ir. Betty Alisjahbana, Ir. Karen Agustiawan. Sekitar 100 bangku kuliah disediakan secara khusus bagi para lulusan SMU angkatan 2009.

Para calon penerima beasiswa akan mengikuti Penelusuran Minat, Bakat, dan Potensi ITB (PMBP) jalur beasiswa penuh. Sebelum kuliah, para calon yang diterima akan mengikuti masa persiapan untuk membantu penyesuaian diri dengan suasana kuliah serta kehidupan di Bandung. Selama kuliah, para mahasiswa program “ITB Untuk Semua” akan mendapat arahan dari pembimbing khusus untuk membantu menyelesaikan kendala studi dan persoalan personal yang mungkin muncul selama menempuh kuliah di ITB. Para mahasiswa juga akan diberi kesempatan mengikuti ceramah-ceramah inspirasional, studi banding ke lokasi-lokasi penerapan teknologi tepat guna, dan sebagainya. Para lulusan program “ITB Untuk Semua” diharapkan kelak akan menjadi agen perubahan di daerah asal mereka.

Persyaratan
Para calon penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

* Calon lulusan sekolah menengah umum pada tahun ajaran 2009 (bidang studi IPA untuk fakultas Sains dan Teknik).
* Berasal dari keluarga yang tak mampu secara ekonomi (penghasilan kedua orangtua di bawah Upah Minimum Regional setempat)
* Memiliki prestasi akademik yang sangat baik.
* Aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah (lebih diutamakan yang memiliki bakat memimpin)
* Mendapat rekomendasi dari kepala sekolah
* Bersedia mengikuti ujian penerimaan yang dilakukan ITB

Bidang Studi yang Dapat Dipilih

Fakultas/Sekolah yang dipilih oleh calon penerima beasiswa adalah sbb:

* Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD),
* Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL),
* Fakultas Teknologi Industri (FTI),
* Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA),
* Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD),
* Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM),
* Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI),
* Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK),
* Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB),
* Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH),
* Sekolah Farmasi (SF),
* Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM).

Cara Mendaftar
Kirimkan berkas formulir pendaftaran (pada halaman terakhir leaflet ini, boleh di-fotocopy) dengan dilengkapi dokumen sbb:

* Fotocopy halaman depan rapor SMU dan halaman-halaman nilai (dari semester I hingga V) yang telah dilegalisir pihak sekolah
* Surat keterangan berasal dari keluarga yang secara ekonomi tak mampu dengan ditandatangani Ketua RT/RW (Yang dimaksud keluarga yang secara ekonomi tak mampu adalah penghasilan kedua orangtua per bulannya di bawah atau sama dengan Upah Minimum Regional setempat. Kami akan> melakukan survey lapangan secara random untuk mengetahui kondisi keluarga calon mahasiswa)
* Surat dukungan/referensi dari kepala sekolah
* Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menjelaskan mengapa pendaftar ingin mengikuti program “ITB Untuk Semua”
* Tulisan 1 halaman kertas A4 (boleh diketik atau tulis tangan) yang menggambarkan kondisi keluarga pendaftar [Misalnya, menceritakan pekerjaan orang tua, kegiatan pendaftar di luar sekolah, kondisi masing-masing anggota keluarga, dsb]

Berkas pendaftaran lengkap dimasukkan amplop coklat berukuran besar dan dikirim ke:
Panitia Penerimaan Beasiswa “ITB Untuk Semua”
Direktorat Pendidikan ITB
u.p. Kasubdit Penjaringan Mahasiswa/Ketua Lembaga TPB
Gd. CCAR ITB Lt.4
Jl. Tamansari 64 Bandung

Berkas paling lambat dikirimkan pada 20 April 2009 (cap pos)

Ujian Penerimaan
Panitia seleksi tahap awal program “ITB Untuk Semua” akan melakukan penilaian berdasarkan berkas yang masuk. Penilaian meliputi:

* Kemampuan akademik
* Motivasi (dilihat dari tulisan mengapa pendaftar ingin mengikuti program “ITB Untuk Semua”)
* Kondisi keluarga (dilihat dari tulisan kondisi keluarga pendaftar)
* Pengujian kebenaran data yang diberikan kepada pihak sekolah

Dari hasil penilaian tersebut, panitia tahap awal akan memanggil (melalui surat) calon-calon potensial untuk mengikuti Ujian Saringan Masuk (USM) jalur PMBP terpusat dan wawancara di kampus ITB di Bandung. Seluruh biaya transportasi dan akomodasi selama ujian akan disediakan oleh ITB. Ujian ini akan berlangsung pada 29 Mei- 31 Mei 2009.

Panitia akan mengumumkan penerima beasiswa (hanya calon potensial, yang diterima yang akan dikirimi surat) pada pertengahan bulan Juni 2009. Penerima beasiswa akan berkumpul kembali di Bandung pada akhir bulan Juni 2009 untuk mengikuti program penyesuaian diri.

Pada bulan Agustus 2009, penerima beasiswa “ITB Untuk Semua” mulai mengikuti perkuliahan di ITB.

Perguruan Tinggi 2009

Maret 23, 2009
DAFTAR SISWA SMA NEGERI 8 JAKARTA
YANG TELAH DI TERIMA DI PERGURUAN TINGGI
TAHUN PELAJARAN 2008 – 2009
Per 23 Maret 2009 Jam 14.00 WIB
* Database BK 2008-2009/wangsajaya Perguruan Tinggi 2009
No. Nama Siswa Kelas Jurusan Perguruan Tinggi
1 CATHERINE BANA AURORA XII Aksel Teknik Komputer IT Telkom
2 CATHERINE BANA AURORA XII Aksel Computer Engineering Rochester Institute of Technology USA
3 FACHRI ARTADI XII Aksel Teknik Industri IT Telkom
4 FATMA JANNA XII Aksel Teknik Informatika IT Telkom
5 FITRIA MARIZKA XII Aksel Pendidikan Dokter UNS
6 FITRIA MARIZKA XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda
7 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel The Fu Foundantion School Of Engineering and Applied Science Columbia University
8 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel The Wharton School of Business University of Pensylvania,
9 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel School Humanities and Sciences Stanford University.
10 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel School of Sciences Sloan School of Management Massachusetts Institute of Technology (MIT).
11 NUR ALFIANI XII Aksel Pendidikan Dokter UNS
12 NUR ALFIANI XII Aksel Electrical Engineering Fontys University Belanda
13 NUR ALFIANI XII Aksel PFT The Hague Belanda
14 RADITZIA EKAYANTI XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda
15 YOKO HUGO XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda
16 ADITYA MAULANA XII Humanity Administrasi Niaga IM Telkom
17 NADYA ANJANI XII Humanity Newcastle University
18 RIZKI ABADI DANURWINDO XII Humanity International Relations & Politics London Metropolitan University
19 CLARISSA BUDIHARJO XII IPA A Akuntansi IM Telkom
20 FAUZIAH AROFAH XII IPA A Teknik Informatika IT Telkom
21 MARIA GORETI XII IPA A Pendidikan Dokter UNS
22 NISSIA ANANDA XII IPA A Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
23 QINTHARA DINUR RAHMAN XII IPA A BSM
24 WENA ANGGANA P XII IPA A Desain Komunikasi Visual IT Telkom
25 YOSEPHINE NINA XII IPA A Pendidikan Dokter UNS
26 ZAHRA KHAIRIZA ANRI XII IPA A Pendidikan Dokter UNS
27 ZAHRA KHAIRIZA ANRI XII IPA A Teknik Telekomunikasi IT Telkom
28 ADAM IRSYADDYRA XII IPA B Teknik Telekomunikasi IT Telkom
29 OVILIANI WIJAYANTI XII IPA B Pendidikan Dokter Universitas Indonesia
30 PANDU WICAKSONO XII IPA B Ilmu Komputer Universitas Indonesia
31 RYAN FAISAL XII IPA B Teknik Telekomunikasi IT Telkom
32 RYAN FAISAL XII IPA B BSM
33 DERA HAFIYYAN S.S XII IPA C Teknik Elektro IT Telkom
34 ELEYNA FARIHAH XII IPA C Biologi Universitas Indonesia
35 GORBACHEV PARTAHI BONAR XII IPA C BSM
36 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C Teknik Industri UNS
37 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C Teknik Telekomunikasi IT Telkom
38 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C BSM
39 NADIA DEVINA PUTRI XII IPA C BSM
40 RINO SRIWIJAYA XII IPA C BSM
41 KARINA MAULIDYA XII IPA D Teknik Elektro IT Telkom
42 NURUL SAFITRI XII IPA D Teknik Telekomunikasi IT Telkom
43 PUSPANINGTYAS UTAMI XII IPA D Manaj. Bisnis Telek & Inf. IT Telkom
44 NINIEK DWI HAPSARI XII IPA E Teknik Kimia/GP Universitas Indonesia
45 DWI KHAIRANI XII IPA F BSM
46 EPSON PRASETYO XII IPA F Teknik Te;ekomunikasi IT Telkom
47 FATIMAH XII IPA F Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia
48 FITRI N RACHBINI XII IPA F Ilmu Komputer Universitas Indonesia
49 M SADYAGA H.S. XII IPA F Teknik Industri IT Telkom
50 MARIA CAETLINE XII IPA F Pendidikan Dokter UNS
51 MIRANDA ADIANTI XII IPA F Akuntansi Universitas Indonesia
52 MUHAMMAD HARISUDIN XII IPA F Teknik Telekomunikasi IT Telkom
53 NOVITA PERMATASARI S. S XII IPA F Pendidikan Dokter UGM
54 PRADIPTA MAHATIDANA XII IPA F Teknik Telekomunikasi IT Telkom
55 PRADIPTA MAHATIDANA XII IPA F BSM
56 PUTRI BENING LARASATI XII IPA F BSM
57 RAHMADANI DIAN P XII IPA F Teknik Industri IT Telkom
58 RAHMADANI DIAN P XII IPA F BSM
59 RAJA AMELIA XII IPA F Pendidikan Dokter UNS
60 RAJA AMELIA XII IPA F BSM
61 TRI ENDAH PURNAMASARI XII IPA F Pendidikan Dokter UGM
62 AANCADINI WIJAYANTI XII IPA G BSM
63 ALFARIZKI ZANNI XII IPA G Teknik Informatika IT Telkom
64 ANNISA MARSHA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS
65 DIAH KOSUMA WARDHANI XII IPA G Teknik Industri IT Telkom
66 DIAH KOSUMA WARDHANI XII IPA G BSM
67 HUMALA PRIKA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS
68 NADHIRA PUSPITA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS
69 PUTRI DINI AZIKA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS
70 PATRICIA RACEL RISMAYENLIS XII IPA G Electrical Engineering Fontys University Belanda
71 RININTA NOVILIA XII IPA G BSM
72 SITI HUMAIRA XII IPA G TeknikIndustri Universitas Indonesia
73 SITI NURSARI ISMARINI XII IPA G Teknik Industri IT Telkom
74 SITI NURSARI ISMARINI XII IPA G BSM
75 DWI INDAHAYU XII IPA H Ekonomi Pembangunan Universitas Indonesia
76 FREDERICK YOHANES XII IPA H Teknik Informatika IT Telkom
77 SONA TRISTANIA XII IPA H BSM
78 ANITA KUSUMARANNY XII IPS Akuntansi IM Telkom
79 BIVARIAN PRAWIROHARDJO XII IPS BSM
80 CERIHANIKITA XII IPS BSM
81 CITTA PARAHITA W XII IPS Ilmu Hukum Universitas Indonesia
82 FITRI AGUSTIN XII IPS Akuntansi UGM
83 GEANDINI KARINA XII IPS BSM
84 HARIZAH PERSIANA MANGKUNEGARA XII IPS BSM
85 INDIRA NUR SHADRINA XII IPS Manajemen Universitas Indonesia
86 INDIRA NUR SHADRINA XII IPS BSM
87 JULIVA SESIRIA XII IPS Deasin Kominikasi Visual IT Telkom
88 MUHAMMAD AUDI VIALDO XII IPS BSM
89 OCTAVIA EKA DINININGRUM XII IPS BSM
90 RIVKY RASJID XII IPS BSM
91 SITI LAILA KADRIAH XII IPS Psikologi Universitas Indonesia
92 ANINDYA INDRIVIANI XII Science Kyungsung University Korea
93 DWI WAHYU MANUNGGAL XII Science Teknik Industri IT Telkom
94 DWI WAHYU MANUNGGAL XII Science Pendidikan Dokter UGM
95 MADE GDE AGHES XII Science Kyungsung University Korea
96 MUHAMMAD NURFAJAR XII Science Lasalle College
Keterangan : Untuk siswa yang telah diterima di Perguruan Tinggi, tetapi namanya belum tercantum, agar melaporkan ke :
wangsa jaya web www.wangsajaya@wordpress.com
email wangsajaya@gmail,com
wangsa_smandel88@yahoo.com

PONZI, MADOFF dan MLM

Maret 22, 2009

Diambil dari milis smandel 88, semoga berguna buat teman-teman dalam berinvestasi.

ARTIKEL 1 :

Mengenai Madoff, Ponzi, dkk

Madoff mengatakan bisnis dia adalah sebuah skema Ponzi, dan seluruh media utama dunia melaporkan sesuai dengan apa yang dia katakan. Orang-orang mulai sibuk menjelaskan apa itu skema Ponzi, tetapi tak seorang pun memaparkan secara detail bagaimana bisa bisnis Madoff adalah skema Ponzi.

Tentu saja tidak bisa, katakan Madoff sendiri tidak menjelaskannya.

Saya tidak ingin berspekulasi tentang hal ini. Tetapi satu hal yang perlu Anda ketahui, hanya beberapa hari setelah kasus ini muncul di berita, seorang hakim di Amerika mengatakan bahwa karena Madoff menyelenggarakan sebuah bisnis “penipuan”, maka para “korban” sepantasnya berhak mendapatkan kompensasi!

Berikut beberapa perusahaan yang menjadi “korban” Madoff:

– HSBC

– BNP Paribas

– Nomura

– AXA

– Royal Bank of Scotland

– Fortis

– Swiss Life Holding

– UBS

– Jewish Community Foundation

– etc

**List Korban Madoff

Come on… Lihat baik-baik list di atas. Kita bukan sedang membicarakan ibu-ibu rumah tangga yang kehilangan uang di reksa dana atau bursa saham, perusahaan-perusahaan itu adalah institusi finansial paling profesional di dunia, dan juga organisasi yang dikelola oleh manusia paling licik dan kejam di dunia (Yahudi Talmudik), bagaimana bisa orang-orang percaya mereka adalah “korban?”

Pernahkah Anda meminjam uang ke bank? Dalam dunia riil, meminjam uang tidak sesederhana yang Anda bayangkan. Setiap perusahaan finansial memiliki divisi credit risk department, semua investasi perusahaan itu harus melewati departemen ini. Semakin besar nominal investasi, semakin banyak study & due diligence yang harus dilakukan, dan semakin tinggi posisi orang yang harus menyetujui penanaman uang itu.

Customer Madoff menanam masing-masing ratusan juta dolar dan beberapa ada yang menginvestasikan beberapa miliar dolar kepadanya. Mana mungkin mereka tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Madoff. Apakah Anda benar-benar percaya Madoff mengatakan kepada mereka, “Berikan saja uang kalian kepadaku, jangan tanya apa yang saya lakukan, yang penting setiap tahun saya akan memberikan Anda return 13,5%” dan customer dia setuju begitu saja?

Huh..

Kalau sampai ada bailout kepada mereka, strategi ini jangan-jangan bisa menjalar ke seluruh dunia. Cukup tunjuk satu orang sebagai kambing hitam, maka kerugian uang yang diderita para bankir dan yayasan zionis di pasar finansial bisa dinombok oleh pembayar pajak di masing-masing negara. Luar biasa…!!

Anyway, bagi Anda yang masih tertarik dengan skema Ponzi, berikut adalah sedikit informasi yang bisa saya sharing kepada Anda.


Sepintas Tentang Mr. Ponzi

Carlo Ponzi lahir di Italia dan pindah ke New York pada tahun 1893. Saat itu usianya 15 tahun, dan dia suka mencari berbagai jalan singkat menuju kekayaan. Dia pernah masuk penjara di Kanada (karena penipuan surat berantai dan penggunaan cek palsu) dan juga di Atlanta (untuk skema imigrasi ilegal). Akhirnya Ponzi pindah ke Boston tahun 1919.

Berpindah kerja dari satu tempat ke tempat lainnya di kota Boston, pria berbadan kecil ini (tingginya sekitar 156 cm, walaupun sering tidak memiliki pekerjaan, namun selalu mengenakan pakaian yang elegan) bertekad mengubah realita hidupnya. Dia sering begadang membayangkan berbagai cara untuk menjadi kaya dengan cepat.

Boston bukanlah tempat yang sesuai untuk menjadi orang miskin. Kota itu penuh dengan orang kaya dengan gaya hidup yang mewah, hal ini membuat Ponzi muda frustrasi dan sangat kecewa. Dia terus memeras otak untuk memikirkan bagaimana caranya dia akan mendapatkan sebagian dari kemakmuran yang berlimpah di kota barunya. Selama waktu itu, Ponzi juga tidak lupa untuk selalu menyurati keluarga dan saudaranya yang mungkin sedang khawatir padanya, mengingat masa itu adalah masa perang dunia pertama.

Surat-surat yang dia tulis ini kemudian memberikan Ponzi sebuah gagasan yang di kemudian hari dia ilustrasikan sebagai sebuah “gagasan hebat.” Ponzi sendiri mungkin tidak menyangka, skema yang dia ciptakan ini pada akhirnya menjadi bentuk lain dari sistem spekulasi mata uang modern.

Di awal 1900-an, seseorang dapat menyertakan sebuah kupon di dalam surat untuk menghemat biaya koresponden untuk membeli perangko. Sebuah organisasi yang dinamakan International Postal Union mengeluarkan kupon yang dapat diperdagangkan di sejumlah negara tertentu untuk mendapatkan perangko setempat.

Ponzi menemukan bahwa kupon-kupon yang dibeli di negara yang ekonominya lemah dapat dijual dengan sejumlah keuntungan di Amerika Serikat. Dia memutuskan untuk menggunakan sedikit uang yang dengan susah payah dia tabung untuk mencoba “gagasan hebat” ini. Sayangnya, dalam waktu singkat dia menemukan bahwa ada berbagai hal lainnya di skema ini yang membuat impiannya tidak bisa berhasil. Terutama adalah bahwa mayoritas keuntungan pada akhirnya ternyata kembali ke organisasi postal.

Namun, walaupun gagasan hebat dia tidak berhasil, hal yang lain muncul. Setiap kali dia membicarakan skema ini dengan orang lain, mereka tampaknya percaya dan tertarik untuk mendengar lebih lanjut. Teman-teman dan keluarga mereka akan selalu bertanya padanya, tanpa curiga, bagaimana rencana ini harus dilakukan. Orang-orang sangat tertarik dengan investasi ini, walaupun Ponzi sudah tahu skema itu sebenarnya tidak berhasil.

Jadi, di akhir tahun 1919, Ponzi mengambil keputusan yang akan membuat namanya tercatat di sejarah sebagai salah satu icon paling terkenal di dunia penipuan. Dia berhenti membeli kupon perangko internasional dan berurusan dengan birokrasi tak berujung. Mulai saat itu dia fokus untuk melakukan hal yang lebih menguntungkan, yaitu mencari investor.

Pada Desember 1919, Ponzi mulai menggunakan nama baru, “Charles” Ponzi. Dengan modal $150, dia mulai meminjam uang dengan memberikan nota-nota pengembalian di masa mendatang. Dia mulai mengundang teman-teman dan saudara mereka untuk ikut di program yang dia sebut sebagai “Rencana Ponzi.”

Ponzi mengklaim bahwa dia bisa menghasilkan keuntungan 100% dalam beberapa bulan. Masalahnya adalah dia kekurangan modal untuk mengeksploitasi kelemahan sistem postal internasional. Karena masih ada ruang untuk pertumbuhan, dia tidak keberatan untuk berbagi keuntungan dengan investor.

Ponzi melakukan presentasinya secara berhasil. Dia memberi contoh bahwa sebuah kupun yang dia beli di Spanyol dengan harga satu sen dapat ditukar dengan nilai ekuivalen enam sen di Amerika. Keuntungannya adalah lima kali lipat! Nada bicaranya begitu meyakinkan sehingga banyak orang mempercayainya.

Apapun juga yang dia katakan, dia berhasil. Beberapa orang, termasuk teman dekat dan saudara mereka, memutuskan untuk berjudi dengannya, dan Ponzi berhasil mengumpulkan $1.250 dari mereka. 90 hari kemudian, Ponzi memberikan bunga kepada mereka sebesar $750. Investor yang terkagum-kagum padanya menceritakan kisah ini kepada lebih banyak orang. Dalam waktu singkat, kantor Ponzi penuh dengan orang-orang serakah yang ingin menginvestasikan uang mereka kepadanya.

Dengan perjanjian tertulis bahwa dia akan membayar $150 dalam waktu 90 hari untuk setiap $100 yang dia terima, Ponzi berhasil meyakinkan ribuan orang yang akhirnya memberikan jutaan dolar kepadanya (termasuk ¾ anggota kepolisian Boston). Dia juga kadang-kadang menenangkan kebimbangan investornya dengan melunasi pembayarannya dalam waktu 45 hari. Dalam delapan bulan, dia mengumpulkan $9 juta, yang mana kewajibannya adalah $14 juta. Dia membayar agennya komisi sebesar 10%. Termasuk 50% bunga pinjaman kepada investor, bunga yang harus dia bayar sebenarnya adalah 60%.

Tetapi metode finansial gaya Ponzi tidak berdasarkan keuntungan riil dalam berbisnis. Dia menggunakan uang investor baru untuk membayar uang investor lama yang jatuh tempo. Walaupun penuh dengan uang tunai, sebenarnya Ponzi tidaklah menghasilkan uang apapun. Dalam suatu proses pengadilan di kemudian hari, terbukti bahwa sebenarnya Ponzi berada dalam kondisi yang sangat kepepet, semakin besar bisnisnya, semakin besar masalahnya. Dia sama sekali tidak melakukan investasi apapun, semua uang yang sedang dia pegang adalah uang orang-orang yang berhasil ditipunya.

Suatu saat, Ponzi mendapatkan $200 ribu dalam sehari, dengan dividen 50% dalam 90 hari. Akhirnya, dia menaikkan janjinya dengan memberikan 100% bunga dalam tiga bulan. Para investor pun antri menyerahkan uang kepadanya.

Ponzi adalah seorang genius dalam memanipulasi orang. Sebagai contoh: bila seorang investor mau mengambil uang mereka yang jatuh tempo, mereka harus berjalan melewati kantor mereka untuk sampai ke counter yang antriannya sangat panjang karena cuma ada dua atau tiga counter yang buka.

Setelah uang ada di tangan, para investor ini berjalan keluar dengan menghadapi belasan counter investasi yang antriannya pendek. Mayoritas kemudian tergoda untuk menginvestasikan lagi uang mereka. Sangat sedikit orang yang berjalan keluar dari kantor Ponzi dengan uang di tangan.

Di puncak masa likuiditasnya, Ponzi menjadi seorang maniak shopping. Dia menghabiskan waktunya untuk membeli baju baru, jam emas, berlian untuk istrinya, sebuah mobil limosin, dan juga villa 20 kamar di Lexington, pinggir kota Boston. Seperti yang juga dilakukan para penipu yang mengikuti jejaknya, Ponzi menghabiskan sejumlah besar waktunya untuk membelanjakan uangnya.

Di awal bulan Juli 1920, Ponzi mendapatkan omset $1 juta per minggu. Pada suatu hari, Ponzi membawa sebuah tas berisi uang tunai $3 juta menuju Hanover Trust Co., dan membeli sejumlah saham di bank tersebut. Sayang kesuksesan dia tidak berlangsung lama.


Karena setiap hari ada ratusan orang antri di kantornya untuk menyetor dan mengambil uang, seorang editor harian Boston Post meminta pendapat dari sejumlah ahli keuangan dan mereka menyimpulkan bahwa, walaupun memang ada kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan ribuan dolar dari pertukaran kupon perangko, namun “gagasan hebat” Ponzi tidak mungkin sanggup melayani permintaan yang sedemikian besar dengan perdagangan sebesar jutaan dolar.

Tidak lama kemudian, para reporter yang skeptis meminta wawancara dengannya. Karena khawatir akan image-nya, Ponzi menyewa seorang public relation bernama William McMasters untuk menangani publisitasnya. Ini ternyata adalah langkah bumerang baginya. McMasters menghabiskan beberapa hari di kantor Ponzi, dan menemukan bahwa operasi ini adalah sebuah penipuan dan langsung menuju Kejaksaan. “Orang ini adalah seorang idiot finansial,” kata McMasters. “Dia bahkan tidak bisa berhitung…. Dia duduk dengan mengangkat kedua kakinya di meja dan menghisap cerutu lewat pipa emasnya sambil berguman tentang kupon perangko.”

Ponzi dipanggil untuk menghadap pengadilan di Boston. Para penggemar etnik Italianya bersorak mendukung saat Ponzi melewati jalan, namun para auditor dan polisi yang menggeledah kantornya tidak berhasil menemukan apapun, selain catatan nama-nama dan nomor telepon. Karyawannya, saat ditanya, mereka tidak tahu bagaimana sebenarnya bos mereka mendapatkan profit usaha.

Sebulan kemudian, khawatir akan runtuhnya skema “gagasan hebat”nya, Ponzi membawa $2 juta uang tunai menuju Saratoga Springs. Dia berharap memiliki nasib yang baik di casino tersebut. Dia tidak berhasil, dia kehilangan semuanya.

Pada Agustus 1920, harian Boston Globe menulis sebuah ekspos terhadap skema Ponzi. Nyaris terjadi kerusuhan, ribuan investor yang ketakutan menyerbu kantor Ponzi dan meminta uang mereka kembali. Itu seperti rush terhadap sebuah bank. Pengadilan kemudian menjelaskan secara detail:

Pada tanggal 19 Juli, rekening Ponzi di Hanover Trust adalah $334.000. Pada tanggal 24 Juli adalah sebesar $871.000. Namun, minggu berikutnya terjadi penarikan: $572.000 pada 26 Juli, $228.000 pada 27 Juli, dan $905.000 pada 28 Juli, total melebihi $1.765.000. Walaupun demikian, rekeningnya masih menunjukkan surplus, karena Ponzi menyetor uang tambahan yang dia ambil dari bank lain. Skema ini akhirnya berakhir karena penarikan sebesar $331.000 pada tanggal 9 Agustus. Ponzi bangkrut.

Di puncak skemanya, Ponzi hanya memiliki kupon perangko senilai $30, dengan uang investor sebesar $10 juta dari sekitar 20.000 investor di Boston dan New York.

Dalam masa 10 bulan itu, Ponzi merasakan suka duka tertinggi dari kehidupannya. Kebanyakan investor yang percaya padanya kehilangan seluruh uang mereka. Ponzi akhirnya ditangkap agen Federal dan menjalani hukuman penjara selama empat tahun di penjara Massachusetts.

Setelah keluar dari penjara, Ponzi kembali mengasah bakatnya. Dia melakukan berbagai aksi penipuan di Florida. Akhirnya, dia dideportasi kembali ke Italia. Dalam wawancaranya yang terakhir bersama sebuah harian berita, Ponzi mengatakan bahwa dia tidak menyesal namun berharap dunia memaafkannya.

Yang kemudian terjadi lebih cocok dibilang “melupakannya.” Di awal 1930-an, pimpinan Italia Benito Mussolini secara ceroboh mengira pria bernama Ponzi ini adalah seorang genius perbankan. Ponzi diangkat sebagai pejabat tinggi di pemerintahan Italia. Tidak lama kemudian, para pengikutnya menemukan bahwa pimpinan mereka bahkan tidak bisa berhitung. Ponzi mengetahui bahwa dia segera akan diekspos, dia segera mengepak beberapa tas berisi uang tunai dan berlayar menuju Amerika Selatan.

Namun, ternyata Ponzi melakukan hal yang sama di sana. Ketika Ponzi meninggal di Brazil beberapa tahun setelah itu di salah satu rumah sakit, dia sedang dalam pengawasan polisi.


Mengenali Skema Ponzi:

Skema Ponzi terjadi ketika kita melihat dua kegiatan tersebut:

1. Perancang program menggunakan uang dari investor sendiri untuk membayar bunga “investasi” mereka, sambil menyakinkan mereka untuk tetap mempertahankan dana investasi mereka.

2. Perancang program mencari investor baru dan menggunakan uang mereka untuk membayar kepada investor lama.

Semakin besar bunga yang dijanjikan, semakin besar kebutuhan perancang program untuk menemukan partisipan baru. Semakin cepat masa jatuh tempo yang dijanjikan, semakin cepat perancang program harus menemukan investor baru.

Skema permainan Ponzi tidak mungkin bertahan terlalu lama karena keterbatasan jumlah partisipan di wilayah geografis manapun. Skema ini dapat berumur lebih panjang jika perancang program sanggup membangun sumber pendapatan baru di wilayah lain setelah partisipan di suatu wilayah sudah mencapai tingkat maksimal.

Namun, pada akhirnya, pada suatu ketika semua skema Ponzi pasti akan runtuh. Pertanyaannya hanya satu: Kapan?

Berikut adalah sebuah ilustrasi bagaimana skema Ponzi bekerja di zaman sekarang:

Contoh #25:

Anda mengaku sebagai seorang pengusaha peternakan ayam. Anda membuat perhitungan bisnis peternakan ayam dan menemukan bahwa untuk setiap juta rupiah yang diinvestasikan, Anda bisa mendapatkan keuntungan 400% dalam setahun. Setelah itu, Anda mulai mengundang orang-orang untuk mendengarkan presentasi Anda. Anda menawarkan kepada mereka bunga 25% setiap 3 bulan atas dana investasi mereka.

Ketika orang mulai menginvestasikan uang mereka, Anda secara aktif masih terus mencari investor baru. Saat masa 3 bulan sampai, Anda menggunakan uang investor sendiri untuk membayar mereka. Proses ini dilanjutkan selama yang Anda bisa sampai Anda tidak sanggup membayar para investor lagi.

Di contoh di atas, perancang program tidak memiliki niat untuk mengembangkan peternakan ayam sejak awal. Namun skema Ponzi tidak selalu seperti itu. Kadang-kadang, perancang program bisa jadi benar-benar melaksanakan rencana bisnis yang dia buat. Namun, di tengah jalan, bisnisnya gagal dan dia menemukan bahwa keuntungan dengan mengembangkan skema Ponzi ternyata lebih menguntungkan dibanding dengan rencana bisnis awalnya. Akhirnya, dia berpindah haluan dan fokus pada pencarian investor baru dan mengabaikan rencana bisnis awalnya.

Pyramid Game

Perbedaan utama antara skema Ponzi dengan permainan piramida adalah usaha para partisipan/investor. Pada skema Ponzi, para investor adalah bersikap pasif, mereka tinggal menunggu masa jatuh tempo dan mengambil uang mereka. Sedangkan pada permainan piramida, para partisipan harus secara aktif mencari partisipan baru. Para peserta memang sejak awal menyadari apa yang mereka lakukan, mereka memang sadar bahwa keselamatan modal dan keuntungan yang mereka terima adalah tergantung hasil perekrutan mereka.

Pada permainan piramida, para peserta mula-mula harus membayar biaya tertentu untuk bisa bergabung dengan sistem bisnis itu untuk mencari rekrutan baru dan mendapatkan komisi/bonus dari perusahaan.


Contoh #26:

Sebuah perusahaan, sebut saja PT. Rimba Finance Indonesia, menawarkan peluang “bisnis” seperti ini: Anda disuruh membayar Rp75.000 untuk bergabung dengan mereka. Rp25.000 adalah joining fee, sisa Rp50.000 dibayar kepada lima orang yang merupakan upline Anda, dan masing-masing upline mendapatkan Rp10.000. Setelah membayar uang itu, Anda berhak menjadi anggota perusahaan mereka dan mulai mencari partisipan baru. Para partisipan baru juga akan menyetor Rp75.000 dan Anda sebagai perekrut, upline dari mereka, akan mendapatkan Rp10.000.

Setiap orang boleh merekrut maksimal 5 orang dalam satu level. Karena total ada 5 upline yang akan mendapatkan bayaran, berarti total pembayaran adalah sebesar 5 level. Total pembayaran yang bisa Anda terima secara matematis adalah sebagai berikut:

Level 1 : 5 partisipan : bonus Rp 50.000,-

Level 2 : 25 partisipan : bonus Rp 250.000,-

Level 3 : 125 partisipan : bonus Rp 1.250.000,-

Level 4 : 625 partisipan : bonus Rp 6.250.000,-

Level 5 : 3125 partisipan : bonus Rp 31.250.000,-

Total bonus komulatif matematis adalah:

Rp 39.050.000,-

Ini tampaknya sebuah bisnis yang “masuk akal” dan yang pasti, sangat bonafit, bagi kebanyakan orang. Bayangkan saja, dengan modal Rp75.000, seseorang bisa mendapatkan manfaat maksimal sebesar 39 juta, artinya lebih dari 52.000%. Bisnis atau tabungan deposito jangka pendek mana yang bisa menandingi angka ini?

Sesungguhnya, perusahaan seperti ini beberapa di antaranya menyebut mereka sebagai PT. X, artinya di Indonesia mereka adalah badan hukum yang legal. Saya tidak tahu apakah PT. yang melekat pada nama perusahaan seperti itu adalah jujur atau tidak, yang jelas saya memang pernah melihat brosur iklan dari PT-PT seperti itu.

Pada mayoritas permainan piramida, biaya untuk bergabung biasanya masih terjangkau kebanyakan orang. Para partisipan sejak awal memang sudah menyadari bahwa mereka sedang melakukan usaha piramida. Mereka tidak takut rugi, karena bagi mereka kegiatan itu hanyalah sebuah taruhan judi biasa, kalaupun rugi, kerugiannya masih bisa diterima dan tidak memberatkan.

Semua permainan piramida pada akhirnya akan berkembang seperti skema Ponzi untuk bisa bertahan lebih lama. Mereka harus mengeks-pansikan wilayah “bisnis” mereka ke wilayah geografis lain untuk melanjutkan sumber dana untuk membayar para partisipan sebelumnya.

Karena keterbatasan jumlah populasi dan reputasi piramida yang buruk, permainan atau “bisnis” piramida biasanya tidak bisa berkembang terlalu besar dan berjalan dalam waktu yang lama. Biasanya dalam beberapa bulan, masa ekspansi mereka sudah akan berakhir. Para partisipan yang bergabung belakangan akan kehilangan uang mereka. Jumlah mereka adalah mayoritas, cukup sering adalah lebih dari 90% karena sistem bagi hasil piramida memang mengharuskan demikian.


MLM / Network Marketing,

Orang Kaya Membangun “Jaringan”

Menurut salah satu “guru” finansial yang sangat populer beberapa tahun terakhir ini: “Orang kaya membangun jaringan, orang miskin dan kelas menengah sibuk mencari pekerjaan.”

Salah satu sistem bisnis yang dipuji setinggi langit oleh “guru” tersebut adalah bisnis Multi Level Marketing (MLM) alias Network Marketing. Katanya, MLM adalah salah satu cara untuk membangun jaringan dan menjadi kaya sambil menolong orang lain. Anehnya, “guru” tersebut tidak bergabung dengan MLM manapun, yang dia lakukan adalah menulis buku untuk memuji MLM dan menjualnya kepada jutaan partisipan MLM. Pada saat dia memuji “jaringan” versi MLM, dia sendiri membangun jaringan versi yang lain, model jaringan bisnis yang lebih konvensional.

Sebenarnya “guru” tersebut tidak berbohong ketika dia mengatakan bahwa MLM akan membuat orang menjadi kaya. Masalahnya adalah kalimat yang barusan sebenarnya belum selesai, permasalahan penting yang harus Anda pikirkan adalah: Kaya bagi siapa? Kaya bagi berapa persen partisipan yang bergabung?

Perusahaan MLM menganggap para distributor mereka sebagai pelaku bisnis independen, orang-orang yang membeli hak distribusi produk bisnis mereka. Sederhananya, bos MLM sedang menjual bisnis kepada para distributor.

Kalau Anda pernah membeli saham, Anda tentunya tahu perusahaan yang hendak go public diharuskan untuk memberikan paparan publik yang akurat tentang bisnis dan data-data keuangan perusahaan. Walaupun kita tahu yang namanya “akurat” versi korporat tidak selalu demikian, namun setidaknya mereka sudah mencoba dan melaksanakan prosedur formal untuk menjual bisnis mereka.

Contoh lain, seorang pedagang yang hendak menjual toko dan bisnisnya, tentunya calon pembeli berhak meminta informasi tentang penjualan toko dan catatan keuangan toko tersebut.

Bila Anda menghadiri “business opportunity” versi MLM, ketika perusahaan itu mencoba menjual hak “bisnis” kepada Anda, data apa yang sebenarnya Anda dapatkan? Apakah mereka akan memberitahu kepada Anda: Siapa mendapatkan berapa? Berapa banyak orang mendapatkan berapa banyak uang? Berapa persen partisipan yang mendapatkan keuntungan? Berapa persen partisipan yang tidak mendapatkan keuntungan?

Beberapa tahun yang lalu, saat saya menjadi partisipan dari suatu program MLM, bila saya mencoba mengajak teman saya untuk ikut MLM dan mereka tidak tertarik, saya benar-benar berpikir demikian dalam hati saya:

J Mereka tidak punya visi.

J Mereka tidak punya impian.

J Mereka butuh motivasi.

J Mereka belum sadar.

J Mereka harus menghadiri seminar “business opportunity” kami.

J Mereka benar-benar kasihan.

Saya tidak menyangka, beberapa tahun setelah itu, saya sendiri akan menjadi anggota masyarakat yang anti-MLM.

Dalam seminar MLM, umumnya kita akan dijelaskan tentang siapa mereka (profil perusahaan), “business plan” mereka (cara bagi hasil/bonus), diikuti dengan berbagai testimonial dan kisah kesuksesan. Di seminar-seminar turunannya, mereka menyelenggarakan seminar motivasi yang intinya adalah berpikir positif, bertindak positif, dan program NLP lainnya.

Bila mengikuti seminar mereka secara rutin, partisipan akan menjadi sangat bersemangat dan sekaligus menjadi “buta.” Mereka tidak lagi bisa melihat gambaran yang akurat tentang apa yang sedang mereka lakukan. Para partisipan menjadi lupa untuk berpikir berapa sebenarnya harga wajar dan manfaat dari produk yang mereka jual, mereka tidak lagi bisa melihat bahwa walaupun pemilik dan sejumlah upline mereka menikmati hidup yang berlimpah, namun peluang matematis mayoritas peserta untuk mencapai level itu adalah mendekati nihil.

Mereka tidak ingat lagi walaupun mereka sedang menjual untuk perusahaan tersebut, semua biaya penjualan dan marketing adalah tanggung jawab mereka sendiri. Dan mereka juga tidak lagi sadar bahwa pembagian hasil/bonus MLM adalah permasalahan sistem kompensasi matematika, bukan berdasarkan seberapa positif/termoti-vasinya mereka. Bila rancangan skema bagi hasil mengharuskan bahwa hanya 1% partisipan yang akan untung dan 99% lainnya rugi, angka ini tidak bisa berubah walaupun 100% partisipan aktif membeli buku, kaset, dan vcd motivasi secara teratur.

Tidak ada yang salah dengan seminar motivasi, sesungguhnya secara pribadi saya sangat salut dengan industri MLM. Mereka bersedia mendidik para partisipannya secara mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada orang lain. Masalahnya adalah: Apakah karena kita menggunakan ilmu pengembangan diri positif dalam bekerja, lantas semua yang kita kerjakan otomatis juga menjadi benar?

Bagaimana kalau kita mengajarkan seorang calo obat bius ilmu berpikir positif? Kita mengajari dia untuk bangun lebih pagi, lebih ramah mencari pelanggan, bekerja lebih giat, berpikir lebih optimis, dan akhirnya berhasil menjual lebih banyak. Apakah lantas pekerjaannya menjadi positif?

Tunggu dulu! Jangan salah paham. Saya tidak mengatakan kegiatan MLM adalah salah atau ilegal. Saya tidak berkata demikian. Sampai di sini, saya hanya ingin menyampaikan bahwa seminar motivasi dan pikiran positif yang diberikan MLM tidak berhubungan dengan positif tidaknya model bisnis mereka. Itu adalah 2 hal yang berbeda. Seminar pikiran positif adalah seminar pikiran positif. MLM adalah MLM. Mereka tidak sama. Bukan karena MLM menyelenggarakan seminar pikiran positif, lantas mereka juga pasti positif.

Saran saya, hadiri saja seminar motivasi MLM, tetapi lebih baik gunakan pelajaran yang didapat untuk melakukan pekerjaan kita sehari-hari. Kalau Anda adalah pedagang, gunakan pelajaran yang didapat untuk menjual lebih banyak. Kalau Anda seorang profesional, gunakan pelajaran yang didapat untuk bekerja lebih cerdas dan efektif. Kalau Anda seorang salesman, gunakan pelajaran yang didapat untuk menutup lebih banyak transaksi.

Angka-angka bicara lebih keras dibanding kata-kata. Berikut adalah data keuangan salah satu MLM top di Amerika yang disajikan dalam bentuk penerimaan per 10.000 distributor.

Komposisi bagi hasil seperti di atas adalah tidak berbeda jauh antara MLM yang satu dengan yang lainnya. Tentu saja, karena sistem bagi hasil antar MLM tidak persis sama, maka angka yang akan terlihat di MLM lain juga akan berbeda. Namun, tetap saja perbedaannya tidak terlalu besar.

Mayoritas partisipan MLM ditakdirkan secara matematis untuk rugi (setelah biaya pembelian dan marketing diperhitungkan). Pola bagi hasil terhadap 10.000 partisipan di atas akan tetap tampak dengan pola yang sama sekalipun mereka semua membaca buku pikiran positif yang sama, mendengarkan kaset pikiran positif yang sama, dan menonton vcd presentasi pikiran positif yang sama. Keberhasilan di sistem bisnis mereka juga sangat tergantung pada posisi dan timing seorang partisipan di bagan perusahaan, bukan hanya permasalahan motivasi dan pikiran positif.

Apa sebenarnya MLM???

Menurut pendapat pribadi saya, perbedaan antara MLM dengan permainan piramida adalah MLM menjual produk tertentu, sedangkan permainan piramida hanya melibatkan perputaran uang para partisipan tanpa produk.

Skema mereka secara garis besar identik, tujuan dan hasil akhir juga demikian. MLM bisa dikategorikan sebagai usaha yang legal adalah berkat adanya produk sah yang mereka jual. Saya akui sejumlah perusahaan MLM memang menjual produk dengan kualitas yang sangat baik, namun saya tetap percaya mayoritas partisipan MLM manapun tidak bergabung dengan mereka karena manfaat produk yang mereka jual, melainkan karena mereka mempercayai janji-janji pendapatan amat besar yang mereka dengar di pertemuan “business opportunity” MLM tersebut.

Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa MLM bersalah atau ilegal, sesungguhnya saya tidak peduli dengan sistem bagi hasil ekstrim yang terjadi pada sistem bisnis mereka. Sama seperti permainan piramida, di mana sebagaian kecil partisipan mendapatkan keuntungan lewat kerugian masif yang dialami mayoritas peserta, bagi saya itu hanyalah masalah kesepakatan. Seandainya seorang partisipan mengetahui secara jelas apa yang sedang dia lakukan, mengetahui secara jelas peluang menang-kalahnya sejak awal dan tetap sepakat untuk bergabung, ya silakan saja, itu kan hak masing-masing.

Perbedaan ekstrim pendapatan antar orang dalam suatu organisasi di mata saya adalah realita hidup, sekadar memprotes tidaklah ada artinya. Negara kapitalis manapun mengalami masalah ini. Kalau MLM dinyatakan bersalah karena masalah ini, tentunya banyak jenis usaha lainnya yang akan segera menyusul.

Yang penting di mata saya mengenai industri MLM adalah transparansi dan kejujuran mereka. Bila mereka bersedia memberikan data yang akurat kepada distributor dan calon distributor mereka sejak awal tentang peluang menang-kalah di sistem bisnis mereka, bila mereka bersedia memaparkan secara transparan laporan pembayaran riil mereka kepada semua level distributornya, saya tidak akan mengkritik mereka lagi.

Sebagai contoh, di Amerika Serikat, salah satu perusahaan MLM paling terkenal diperintahkan oleh FTC (Federal Trade Commission) untuk menuliskan label berikut di semua produk mereka: “54% dari distributor kami tidak men-dapatkan keuntungan dan sisanya mendapatkan rata-rata $65 per bulan.” Sayangnya, perusahaan ini tidak diharuskan untuk melakukan hal yang sama di perusahaan cabangnya di negara lain, termasuk Indonesia.

Perbedaan MLM Dengan Perusahaan Direct-Selling

Sering kali kita mendengar dari pelaku MLM bahwa mereka adalah perusahaan direct-selling, namun hal itu lebih sering daripada tidak, adalah tidak benar. Perusahaan direct-selling (penjualan langsung) menitikberatkan usaha mereka untuk menjual produk ke konsumen non-distributor. Mayoritas pendapatan mereka adalah lewat penjualan retail. Pada kebanyakan MLM, perhatian utama mereka bukan meretailkan produk ke konsumen non-distributor, melainkan mencari dan membangun jaringan downline lewat aksi perekrutan demi komisi/bonus.


ARTIKEL 2 :

BERNARD MADOFF

Dalam ulasan mingguan kali ini, berita yang ingin saya angkat adalah seputar sebuah nama yang saya yakin di kemudian hari akan diabadikan dalam berbagai buku (bahkan mungkin juga film). Nama yang perlu anda ingat ini adalah Bernard L. Madoff.

—-oOo—–

Bernard L. Madoff (70) adalah orang ‘besar’ di Wall Street. Dia adalah salah satu orang yang turut membesarkan NASDAQ (National Association of Securities Dealers Automated Quotations). Perusahaannya, Bernard L. Madoff Investment Securities LLC merupakan salah satu market-maker terbesar di Wall Street.

Mungkin sebagian teman-teman pembaca tidak terlalu paham apa artinya market-maker itu. Market-maker, secara sederhana, merupakan penghubung antara penjual dan pembeli. Apa ini artinya? Mari kita lihat 2 kasus:

* Misalkan saja seseorang ingin membeli saham sebuah perusahaan X. Ia lalu menghubungi broker sahamnya dan memerintahkan pembelian saham tersebut. Ke manakah broker tersebut harus mencari orang yang menjual saham yang diinginkan kliennya itu?

* Misalkan saja seseorang yang memiliki saham perusahaan X sedang membutuhkan uang dan ingin menjual sahamnya tersebut. Ia lalu menghubungi brokernya dan memerintahkan pembelian saham tersebut. Pertanyaannya kini adalah ke mana broker tersebut harus mencari pembeli yang ingin membeli saham perusahaan X?

Jawaban dari kedua kasus di atas adalah : Market-Maker.

Market-Maker, meskipun melayani transaksi banyak saham, biasanya tidak bisa mencakup semua saham yang tercatat di bursa. Perusahaan Madoff misalnya, hanya melayani transaksi saham 500 perusahaan S&P500 dan juga sekitar 350 saham yang tidak termasuk dalam index S&P500 tetapi diperdagangkan di bursa NASDAQ.

Sebagai catatan tambahan, biasanya Market-Maker mempunyai ‘spesialiasi‘ saham tertentu. Misalnya saja, dalam suatu bursa saham, Market-Maker ABC dikenal sebagai ‘spesialis‘ saham X, sedangkan Market-Maker DEF dikenal sebagai ‘raja‘ saham Y. Para broker yang ingin melakukan transaksi saham X akan mencari ABC agar bisa mendapatkan harga yang paling baik dan kompetitif. Sebaliknya jika mereka mereka ingin bertransaksi saham Y, mereka pertama-tama akan mencari DEF dahulu. Ini bukan berarti bahwa DEF tidak melayani transaksi saham X. Hanya saja ‘biasanya’ (PS: meskipun tidak selalu) harga saham X di ABC akan lebih kompetitif.

—–oOo—–

Jika saja Madoff cukup puas dengan perusahaan Market-Makernya yang sukses (per tahun 2001 saja, ada sekitar 600 broker yang menjadi klien Madoff), mungkin Edison’s Week in Review kali ini akan berbeda ceritanya. Sayangnya, jalan ceritanya tidak demikian.

Di tahun 1990an, dengan bermodalkan suksesnya sebagai Market-Maker, Madoff terjun ke bidang Asset-Management. Dalam operasinya, Madoff tidak mengumpulkan dana secara langsung dari Investor. Para Investor menaruh uangnya pada Madoff melalui apa yang dikenal sebagai Feeder Hedge Funds.

Hedge Fund, secara sederhana adalah Mutual Fund (Reksadana). Tetapi berbeda dengan Mutual Fund ‘biasa’ (Reksadana) yang diatur dan dikontrol secara ketat oleh SEC (Bapepam versi USA), Hedge Fund termasuk sangat ‘bebas‘ dan relatif tidak diawasi. Untuk melindungi investor, SEC membuat aturan bahwa untuk berinvestasi di Hedge Fund, seseorang harus mempunyai asset US$1 juta ataupun mempunyai penghasilan minimal US$200 ribu. Asumsi SEC (meskipun asumsi ini konyol) adalah bahwa orang-orang dalam golongan ini sudah lebih ‘melek’ investasi sehingga bisa menjaga diri sendiri.

Kembali ke cerita asal, Madoff sendiri tidak mengeluarkan produk Hedge Fund, tetapi bertindak sebagai pengelola asset dari Feeder Hedge Funds yang dikeluarkan oleh pihak lain (Bagi para pembaca yang masih bingung, sederhananya anggap saja Madoff sebagai Hedge Fund-nya Hedge Fund). Melalui berbagai Feeder Funds ini, Madoff berhasil menggalang dana kelolaan hingga mencapai nilai uS$17 Milyar.

Bagaimana dengan prestasi Madoff dalam mengurus dana kelolaannya? Dalam 13 tahun, investor yang menempatkan uangnya kepada Madoff rata-rata mendapatkan hasil sekitar 11% setiap tahunnya. Ini merupakan pencapaian yang sangat hebat sehingga Feeder Hedge Fund yang assetnya dikelola Madoff secara konsisten berada di peringkat atas ranking Hedge Fund.

Itu cerita di atas kertasnya…..

—–oOo—–

Penipu Terbesar Sepanjang Sejarah Wall Street?

Bernard L. Madoff: Penipu Terbesar Sepanjang Sejarah Wall Street?

Pada kenyataannya, operasi yang dilakukan Madoff ternyata hanyalah suatu money-game, dimana hasil yang dibayarkan bukanlah merupakan hasil investasi, tetapi didapat dari dana investor yang baru masuk. Dalam kondisi saat ini, di

mana banyak investor yang menarik dananya, belang Madoff pun tidak bisa disembunyikan lagi. Dalam pengakuannya kepada pihak berwenang dan juga kepada 2 bawahannya, Madoff mengaku bahwa apa yang dilakukannya selama ini hanyalah suatu Penipuan Skema Ponzi raksasa. Kini kabarnya, uang investor yang tersisa hanyalah sekitar US$200-300 ribu. Madoff pun kini terancam hukuman 20 tahun penjara.

Kasus ini bagi saya sangat menarik karena berhasil bertahan dalam waktu yang sangat lama. Umumnya penipuan gaya Ponzi hanya bisa bertahan 2-3 tahun, hanya sedikit sekali yang bisa melewati usia 5 tahun. Tetapi operasi Madoff berhasil bertahan hingga belasan tahun.

Hal lain yang menarik bagi saya mengenai kasus ini adalah bahwa kisah ini merupakan contoh ‘klasik’ cerita dimana Keserakahan mengalahkan Akal Sehat. Sebenarnya ada beberapa ‘lampu-merah’ yang bisa membuat para investor menyadari ada yang ‘aneh’ dengan operasi Madoff.

Beberapa investor yang cermat, misalnya membatalkan niatnya untuk menempatkan dana kepada Madoff setelah mengetahui bahwa Auditor yang dipakai oleh Madoff hanya mempunyai 3 orang karyawan. Dari 3 karyawan itu, 1 orang berusia 78 tahun dan tinggal di Florida (padahal kantor auditornya di New York), dan 1 orang lagi adalah sekretaris (tidak ada informasi tentang orang yang satu lagi). Kantor auditornya pun hanya berukuran 4 x 5,5 meter. Mengingat ukuran dana yang dikelola Madoff, kapabilitas auditor yang dipakai ini sangat meragukan.

—–oOo—–


‘Lampu merah’ lainnya yang seharusnya sudah bisa membuat para investor waspada adalah bahwa dalam laporan keuangan, terlihat bahwa nilai portofolio saham yang dipegang oleh Madoff hanya bernilai kurang lebih $1 Milyar, padahal ada beberapa investor yang menempatkan dana dalam jumlah lebih besar daripada itu. Alasan yang diberikan oleh Madoff adalah bahwa di setiap kwartal, portofolio mereka sebagian besar ditempatkan dalam bentuk Cash & Ekuivalen sehingga nilai portofolio sahamnya di akhir kwartal akan rendah. Tetapi anehnya tidak ada bukti keberadaan Cash & Ekuivalen tersebut

Jika saya pikirkan, dari sisi operasional pun, alasan yang diberikan Madoff tentang ‘Cash & Ekuivalen’ di atas menimbulkan tanda tanya. Andaikan Madoff benar melakukan apa yang dikatakannya, maka berarti setiap kwartal Madoff harus menjual saham dan lalu membelinya kembali di kwartal berikutnya sebelum lalu menjualnya lagi di akhir kwarta itu (dan seterusnya). Perilaku ‘keluar masuk‘ ibarat cacing kepanasan seperti ini biasanya tidak akan memberikan hasil yang baik karena akan menimbulkan biaya transaksi yang besar.

Beberapa analis saham pun mempertanyakan tentang ‘tidak klop‘-nya hasil yang dicapai Madoff dengan ‘strategi’ yang diklaim dipakai olehnya. Dalam prospektus, dikatakan bahwa strategi yang diterapkan oleh Madoff adalah Split Strike Conversion Strategy, suatu strategi yang melibatkan penggunaan instrumen Options. Bagi yang sudah mengerti cara kerja Option, dalam strategi ini Madoff membeli sekitar 30-35 saham yang mempunyai korelasi tinggi dengan index S&P-100, lalu menjual option Call (out of the money) dan sekaligus membeli option Put (out of the money).

PS: Nantinya (belum tahu kapan) saya akan menuliskan artikel tentang Options yang ditujukan untuk teman-teman pembaca yg belum mengerti tentang instrumen derivatif ini.

Strategi di atas sendiri sudah umum dan tidak sedikit yang memakainya, tetapi tidak ada seorang pun yang mendapatkan hasil spektakuler seperti yang dicapai oleh Madoff (sebagai contoh, dari 156 bulan operasi salah satu Feeder Hedge Fundnya, Madoff melaporkan kerugian di 5 bulan).

Pertanyaan lainnya yang menjadi pertanyaan beberapa pengamat adalah bahwa dengan kemampuannya yang begitu ‘hebat’, mengapa Madoff tidak mengeluarkan produk Hedge Fund sendiri, tetapi hanya mengelola Hedge Fund keluaran orang lain. Dalam mengelola asset Feeder Hedge Fund milik orang lain inipun, Madoff tidak mengenakan biaya manajemen. Yang ia dapatkan hanyalah berupa ongkos transaksi (karena transaksi asset Feeder Hedge Fund itu tentunya akan dilakukan melalui perusahaan Market-Maker miliknya). Sederhananya, pertanyaan yg mengganggu di sini adalah jika Madoff ibaratnya adalah seorang koki super, mengapa ia tidak membuka restoran sendiri, tetapi malah menjadi bawahan di restoran orang lain dengan gaji kecil.

Ironisnya, dengan begitu banyaknya ‘lampu merah’ tetap saja banyak investor yang menjadi korban. Tragisnya lagi, yang menjadi korban kali ini justru adalah orang-orang kelas atas yang mampu berinvestasi di hedge fund (dan seperti yang saya tulis di atas, diasumsikan oleh SEC bahwa mereka mampu ‘menjaga diri sendiri’)


ARTIKEL 3 :

Analisis Bisnis Amway

Saya ucapkan selamat datang bagi anda pencari Informasi tentang Amway. Halaman ini menyuguhkan analisis dan sudut pandang yang realistis dari model bisnis Amway. Jika anda melihat Amway sebagai salah satu jalan untuk menghasilkan uang, anda mungkin ingin menyediakan waktu luang untuk mengerti tentang bisnis ini. Site ini diadakan untuk memuaskan keingintahuan anda untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lebih baik sehingga anda dapat mengambil suatu keputusan yang lebih baik — yang tentu saja lebih berdasarkan informasi tentunya.

Siapapun yang akan memulai suatu usaha pasti akan membuat perencanaan. Cobalah anda tulis kelebihan kompetitif dari usaha anda demikian juga dengan kelemahannya. Jika anda diberitahukan bahwa anda akan menghemat uang yang digunakan untuk membeli produk, maka tentu saja anda harus mempelajari harga-harga tersebut. Kemudian cobalah produk anda sendiri. Pelajarilah aturan dan tata cara usahanya, dan bagaimana pembagian bonusnya. Hitunglah jumlah uang yang anda dan teman anda hasilkan, apakah itu menutupi waktu/modal anda? Pelajarilah tentang organisasi-organisasi yang memotivasi dan cobalah mengerti cara-cara lain bagaimana mereka bisa menjalankan usaha ini. Anda sebaiknya melakukan penelitian tentang usaha ini. Anda mungkin tidak hanya akan mengorbankan waktu dan uang anda sendiri, tapi mungkin saja teman-teman anda. Jangan mempertaruhkan reputasi anda dengan hasil penelitian yang kurang ataupun tidak memadai.

Hasil Bisnis Amway

Amway adalah sebuah perusahaan network marketing. Pemiliknya adalah Alticor Corporation, yang bermarkas di Amerika Serikat. Amway Amerika Utara sekarang sudah berganti nama menjadi Quixtar. Dikarenakan nama buruk Amway cabang Amerika Utara di masa lalu .

Angka penjua1an gabungan seluruh dunia memuncak pada tahun 1997. Penjualan mereka sekarang adalah 28% di bawah itu sampai hari ini. Amway berkembang cepat di Korea dan China. Pasar mereka di Amerika Utara terus menurun.

Berdasarkan sumber dari berbagai media, Angka penjualan Alticor di Amerika Utara pada tahun 2001 hanya sejumlah $751 juta (18.5% dari jumlah seluruh penjualan di dunia) dibandingkan dengan penjualan Amway Amerika Utara yang sebesar $1.2 milyar (30% dari total). Angka penjualan perusahaan tersebut di Amerika Utara juga sudah drop menjadi sekitar $450 juta, atau 38%, dalam dua tahun. Pertukaran informasi secara bebas di internet telah mengekspos banyak problem mengenai kaset dan seminar bisnis. Grafik di bawah ini terdiri dari Diamonds dan Emeralds di Amerika Utara, menggambarkan keadaan usaha ini di Amerika Utara.


Anda bisa melihat trend pasaran di negara anda dan mengerti apa yang pasar katakan mengenai usaha ini. Kemudian lihatlah angka pertumbuhan top distributor baru dalam pasar untuk melihat apakah kesempatan ini jadi lebih populer atau tidak? Sangat disayangkan untuk anda yang ingin tahu, Amway merilis sangat sedikit data yang dapat digunakan untuk mengevaluasi lebih tentang kesempatan ini.

Analisis Bisnis

Amway membayar salesmen lepas mereka dengan komisi untuk penjualan produk Amway. Para distributor dapat merekrut orang lain dan mendapatkan persentasi komisi yang lebih besar ketika mereka menggabungkan hasil penjualan produk dari orang-orang yang direkrut oleh mereka tersebut.

Dengan tujuan untuk menambah jumlah partisipan di Amerika Serikat, banyak group/ perkumpulan mengajarkan tentang prospek untuk merubah kebiasaan belanja dengan cara membeli produk untuk mereka sendiri seharga $200-$250 per bulan, tentu saja produk dari bisnis Amway ini sendiri.

Penghasilan yang didapat distributor dalam ‘sistem training motivasi’ terdiri dari hasil penjualan kaset-kaset motivasi dan dari seminar-seminar, penghasilan ini biasanya lebih besar daripada keuntungan/laba yang didapat dari volume penjualan pribadi mereka. Adalah tidak biasa bagi sebagian distributor untuk mengeluarkan uang lebih banyak untuk tape motivasi, seminar, dan pengeluaran lainnya. daripada yang mereka hasilkan dari penjualan.

Distributor Amerika Serikat dibayar 28% dari rata-rata volume penjualan. Setiap distributor yang membeli sebesar $200 per bulan hanya akan menghasilkan $675 komisi per tahun tanpa memperhitungkan pengeluaran pertahun yang mungkin sebesar $2,000 atau lebih. Jumlah Hasil penjualan dari seratus usaha ini (yang juga rata-rata $200/ bulan) menghasilkan total komisi sebesar $67,500 per tahun. Ini dikenal sebagai volume penjualan dari Platinum Distributorship. Jika upline sudah dibayar (28%), masih ada $48,500 tersisa untuk mereka-mereka dalam platinum grup tersebut.

Jika 10% dari para distributor dalam platinum group ini secara aktif mempromosikan bisnis ini dan menghabiskan kira-kira $2,000 per tahun untuk kaset motivasi, seminar, dan lainnya, setiap usaha yang aktif akan menghasilkan keuntungan bersih rata-rata sebesar $2,850 per tahun. dengan asumsi 90% dari distributor tidak menghasilkan sama sekali. Jika para distributor ini adalah pasangan suami istri yang menghabiskan waktu hanya 7 jam per minggu dalam bisnis ini maka kompensasi waktu pasangan ini kalau dirata-ratakan adalah $4 per jam. Upah minimum di Amerika Serikat adalah $5 lebih per jamnya. Produktivitas penjualan model 100 PV yang sangat rendah adalah alasan utama rendahnya penghasilan kebanyakan distributor. Penghasilan rata-rata dari distributor hanya dapat ditingkatkan dengan penjualan pribadi, bukan dengan merekrut distributor baru .

Di tahun 1999 penghasilan kotor rata-rata distributor aktif Amway adalah $1056 per tahun.

Amway Corporation North America

Jika anda ingin membantu rekan-rekan anda menghasilkan uang tambahan sebesar $20 per jam untuk waktu mereka yang digunakan dalam bisnis Amway, maka setiap orang harus menjual sebesar $100 per jam dengan harga wholesale. Ini akan menghasilkan penghasilan bonus yang dibutuhkan untuk membayar rata-rata $20 per jam untuk mereka yang dibawah platinum. Hasil $200 dari penjualan “buy from yourself” (belilah dari anda sendiri) dengan 8 jam kerja per minggu hanya mwenghasilkan bonus bagi para distributor sebesar $1.70 per jam.

Jika para distributor dibawah platinum hanya ingin bekerja 8 jam per minggu dan dan penghasilan kotor rata-rata $6/jam (gaji rata-rata pegawai McDonalds), maka para distributor dan teman-teman downline mereka masing-masing harus menjual sekitar $1,000/bulan dengan cost ditanggung distributor untuk menghasilkan uang bonus yang diharapkan.

Apakah Amway Cara Yang Lebih Baik untuk Mendistribusikan Produk?

“Network Marketing adalah cara yang paling terfokus dan paling efisien untuk memasarkan yang pernah anda temukan”

Double Diamond Greg_Duncan tape: “EDC Attitude” RP419< FONT>


Bagi orang yang sangat ingin tahu kemudian mulai menghitung-hitung maka akan menemukan bahwa model $200 di atas sangat tidak efisien dalam mendistribusikan produk. Cara itu hanya menghasilkan sedikit uang bagi sebagian besar partisipannya. Dilihat dari produktivitas penjualan, dan tingginya biaya dalam rasio penjualan pribadi, akan ada ratusan distributor bekerja demi keuntungan yang sedikit .

Pemain lotere/penjudi dapat menerima keadaan buruk dan senantiasa bersedia untuk kehilangan sejumlah kecil uang dengan kesempatan untuk memenangkan jackpot (hadiah) yang jauh lebih besar. Perjudian menghasilkan uang dengan mengeksploitasi kesediaan dari para partisipan untuk menghiraukan keadaan terburuk yang mungkin terjadi. Bandar judi mengambil keuntungan yang dipicu dari kehilangan kecil mereka (para penjudi), tentu saja dalam jumlah massa yang besar, sehingga mungkin saja satu atau dua orang dapat mendapatkan hadiah besar. Dalam teknik yang sama, perusahaan Network Marketing seperti Alticor mengusahakan skema pemicuan pembayaran yang besar, dengan mengatakan bahwa orang-orang akan bekerja sebagai kontraktor independen yang menghasilkan keuntungan dibawah standar dengan kompensasi kesempatan untuk mendapatkan keuntungan ‘residu'(bonus, dsb) yang jumlahnya jauh lebih besar.

Tentu saja Alticor sangat diuntungkan dengan rencana ini. Yaitu dengan mengambil komisi dari salesman kontrak dalam jumlah besar , yang merupakan pelanggan terbaik mereka. Karena angka penjualan ‘resmi’ para distributor sangat rendah, Alticor Corporation tidak dapat membayar para distributor bahkan dengan upah minimum sebagai kompensasi untuk cara-cara yang distributor yang kurang efektif dalam mempromosikan produk-produk Alticor. Para distributor yang mempromosikan model “buy from yourself” rela menukar waktu mereka dengan kompensasi yang sangat rendah dengan alasan mereka dapat terus berpartisipasi dalam sistem piramid ini.

Tidak ada keajaiban dalam sistem pembayaran Amway. Semuanya itu adalah skema pemicuan besar-besaran, membayar orang-orang dibawah dengan hasil yang sangat sedikit sehingga usaha mereka dapat memicu keuntungan lebih besar untuk menutupi pembayaran upline. Bisnis lain tidak dapat menerapkan rencana pemicuan kepada para pegawai karena adanya peraturan upah minimum.

“Seseorang harus melihat keluar dari dunia bisnis – ke bidang religi dan politik – untuk menemukan orang-orang yang bekerja keras demi keuntungan finansial (dalam bentuk uang) yang sangat kecil sebagaimana yang orang-orang Amway lakukan.” Majalah Forbes Edisi 9 Desember, 1991

Bagi para distributor yang membeli produk hanya dari usaha mereka (buy from yourself), Amway tidaklah berbeda dengan sistem piramid. Piramid ini dibiayai sebagian oleh produk-produk yang mahal.

Distributor baru akan segera mengetahui bahwa tanpa menjual produk, bonus mereka akan sangat kecil. Karena itu banyak organisasi motivasi Amway mengajarkan kepada downline mereka untuk tidak merisaukan penjualan dan hanya membeli banyak lagi produk dari usaha mereka sendiri untuk meningkatkan penjualan mereka. Ini mungkin karena mereka percaya bahwa menjual adalah kegiatan non-duplicable, atau harga-harga tidak terlalu kompetitif untuk mengorbankan waktu yang digunakan untuk mencoba menjual kembali/retail. Karena para pelanggan tidak membeli maka keuntungan marginal kaset dan seminar lebih mendatangkan uang bagi para Diamond dan Emerald dengan cara menekankan perekrutan daripada mendapatkan pelanggan retail. Banyak tuntutan pengadilan melontarkan kritikan bahwa kaset dan seminar bisnis menyediakan cukup bukti bahwa gaya hidup mewah yang djalani oleh banyak Diamond datang dari penjualan kaset dan keuntungan seminar.

“Orang-orang yang direkrut kemudian dicuci otaknya untuk menghabiskan uang dalam jumlah besar untuk barang-barang sementara mereka juga menkonsumsi produk Amway. Mereka akan kehilangan baju mereka kecuali mereka mulai menghasilkan uang dengan merekrut cukup orang sebagai downline untuk melakukan hal yang sama .”

Don_Gregory, mantan penulis pidato untuk Co Founder Amway Jay Van Andel Majalah Forbes 25 Maret, 1985


Apakah sebenarnya bisnis ini?

Memang tidak diragukan bahwa para distributor mempelajari keahlian interpersonal yang berharga, dan tumbuh secara mandiri dari pengalaman. Banyak orang-orang yang mencintai perkumpulan ini dengan benar-benar, dan mereka itu juga individu-individu yang berpikir dan bersikap positif. Saya sendiri percaya bahwa bisnis ini bisa bertahan selama lebih dari 40 tahun karena pendidikan, inspirasi dan harapan yang sistem organisasi sediakan, juga dalam faktor kekuatan distributor yang selalu berubah secara konstan, bukan karena pondasi bisnis yang superior. Beberapa orang bahkan ada yang percaya bahwa bisnis ini hanyalah sebuah ‘sekte komersial’.

“Anda melihat, Apa yang anda benar-benar lihat? Apa sebenarnya bisnis gila ini?…..Ini semua adalah mengenai Harapan.”

Diamond Distributor – Randy_Haugen – Kaset: “This is Amway” (Inilah Amway) DBR 932

Bisnis ini benar-benar mengenai motivasi penjualan, harapan dan kemajuan jati diri (rasa percaya diri). Jadi bukan mengenai cara-cara pendistribusian produk secara efisien. Kesempatan bisnis Amway untuk semua pun hanyalah samaran untuk mendapatkan pelanggan untuk usaha mereka yang paling menguntungkan yaitu dengan menjual kaset-kaset motivator dan seminar-seminar. Sementara distributor lainnya menggunakan bisnis ini untuk menyebarkan agama Kristen (Kristenisasi). Sebagian besar diamond tidak sanggup untuk mempromosikan bisnis ini karena tidak adanya keuntungan yang substansial dari “sistem” ini. Diamond distributor tidak dapat mempertahankan gaya hidup mewah mereka tanpa keuntungan dari massa yang membeli kaset-kaset dari mereka dan juga seminar-seminar. Emerald Distributor Jeff Probst (Inggris) menjadikan keuntungan dari kaset-kaset dan seminar-seminar sebagai pengetahuan bagi publik dalam websitenya.

Crown_Ambassador Yager “Sebagian besar dari anda tidak melakukan bahkan setengahnya dari bisnis kaset yang seharusnya bisa anda lakukan”

“Saya diberitahu oleh teman-teman dan kerabat saya, jika saya masuk ke bisnis ini maka saya akan mendapatkan garasi yang penuh sabun. Tapi ternyata yang saya dapatkan hanyalah garasi yang penuh dengan kaset motivasi!!” Distributor

Mengadakan Penelitian Sendiri

Banyak-banyaklah bertanya dan lihatlah apakah anda mendapatkan jawabannya. Jika anda diberitahukan tentang sesuatu yang kedengarannya terlalu bagus untuk jadi kenyataan, verifikasilah dengan menghubungi cabang Amway di negara anda.

Hampir 50% dari jumlah distributor keluar dari bisnis ini setiap tahunnya. Ini mengindikasikan bahwa prospek yang ada tidak memberikan cukup informasi yang dibutuhkan untuk membuat suatu keputusan sebelum anda bergabung. Banyak juga yang diberikan informasi yang membius dan terkesan berlebihan . Ada pula yang keluar karena mereka merasa ditipu. Banyak pula yang salah mengira tentang biaya produk, peraturan, level penghasilan, atau komitmen tentang waktu dan uang yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini. Ada juga yang mencintai bisnis ini. Banyak juga masa-masa dimana banyak yang telah meninggalkan bisnis ini karena alasan-alasan yang lain. Untuk alasan apapun, kualitas produk dan harganya tidak cukup untuk memikat mereka bahkan untuk jadi pelangan sekalipun.

Maka kesimpulannya akan ada dua kelompok orang yang dapat mendapatkan keuntungan besar dalam bisnis ini. Satu kelompok adalah orang-orang yang bisa memproduksi kembali penjualan retail dalam jumlah besar, istilahnya mereka bisa menjual . Yang satunya lagi adalah sebagian kecil dari orang-orang yang menjadi promotor dan pandai sekali berbicara sehingga mereka bisa merekrut distributor baru sedemikian cepatnya melebihi mereka yang keluar dari bisnis ini, yang terakhir ini adalah orang-orang yang akan bisa merasakan keuntungan maksimal dari uang mereka dengan menjual kaset dan seminar pada ditributor-distributor baru tersebut.


ARTIKEL 4 :

Amway – Bisnis “Tipuan” dari Amerika

Para Founder’s Emerald bersama Jutawan Pendiri Amway Rich DeVos

Nama saya Eric Scheibeler. Apabila Anda sedang membaca ini, berarti Anda dan saya memiliki kesamaan. Saya di”rekrut” oleh bisnis Amway di Amerika Serikat, dan selama sepuluh tahun saya berusaha membangun bisnis Amway secara global hingga peringkat Founder’s Emerald. Prinsip2 bisnis yang diutarakan terdengar cukup masuk akal, dan tingkat integritas dari orang-orang di sekelilingku terlihat sangat bisa dipertanggungjawabkan. Saya menghabiskan banyak waktu pribadi saya bersama Rich DeVos dan bekerja sama dengan Presiden IBOAI yang terakhir serta Double Diamond Fred Harteis. Pada saat inilah, sebagai mantan auditor tingkat Federal, saya menemukan dan berhasil mendokumentasikan penipuan konsumen bernilai bermilyar dolar dalam bisnis internasionalnya Amway. Kehidupan saya, isteri saya dan putra saya terancam, tetapi saya tidak rela dibungkam melalui intimidasi. Tidak seperti mereka yang mungkin sudah merekrut Anda, saya tidak menerima maupun kehilangan pendapatan atas keputusan Anda. Walaupun begitu, mungkin Anda sendiri yang menghadapi resiko sangat tinggi. Mohon membaca seluruh fakta di bawah ini dan ambillah suatu keputusan yang didasarkan informasi lengkap untuk kepentingan keluarga Anda sendiri.

“Tipuan Amerika” ini disebut pula sebagai multi-level marketing (MLM) atau terkadang “network marketing”/pemasaran jejaring. Mereka menjanjikan “kesempatan luar biasa seumur hidup” dengan memiliki “bisnis yang berbasis di rumah”. Sesungguhnya, hal ini telah mengakibatkan kerugian finansial, waktu terbuang, karir yang hancur, kepailitan, penutupan usaha serta keluarga yang terpecah-belah di seluruh dunia. Aktifitas operasional yang sesungguhnya serta hasil kinerja keuangan yang hancur lebur telah disembunyikan dari semua anggota yang telah direkrut.


Multi-level marketing sebenarnya secara teknis dianggap legal di banyak negara, tetapi perusahaan yang paling besar dari jenis ini—para pendiri dan promotor Amway, serta anak-anak perusahaannya Quixtar, A2K, Amvio—serta lain-lainnya beroperasi sedemikian rupa sehingga 99% dari anggota yang direkrut dan menanamkan investasinya akan merugi. Dengan alasan ini, MLM model Amway/Quixtar seyogyanya boleh dianggap sebagai penipuan terhadap konsumen, bukan “kesempatan”. Tidak ada suatu bisnis yang benar dimana 99% dari mereka yang dibujuk untuk berinvestasi MERUGI secara finansial.

Karena penipuan secara rutin diterapkan untuk membujuk orang bergabung dalam program dimana mereka akan kehilangan seluruh dananya, bisnis ini tidak boleh dianggap sebagai bisnis yang baik dan sah. Bisnis ini harus dipahami sebagai apa adanya—suatu skema piramid yang sangat rumit. Berikut ini adalah cara kerjanya.

Lima Tipuan yang digunakan untuk Menjebak para Konsumen memasuki Tipuan Amway

Tipuan #1: Anda bisa menghasilkan hanya dari menjual produk-produknya ke keluarga, kawan dan tetangga!

Para promotor Amway dan sebagian besar perusahaan MLM selalu mengatakan bahwa mereka menawarkan “kesempatan berbisnis yang paling hebat di dunia”, yang mana mereka mengakui hal ini atas dasar penjualan produknya. Setiap penjual/distributor/investor/korban diberitahu bahwa dia adalah seorang “independent business owner”/pemilik bisnis yang independen (IBO) yang bisa membeli produk-produk dengan harga grosir dari Amway/Quixtar, dan kemudian memperoleh pendapatan dari penjualannya dengan harga pasar ke keluarga, kawan dan tetangga.

Ternyata ini tipuan belaka. Hampir tidak pernah ada orang yang memperoleh keuntungan sebenar-benarnya dari pembelian produk dan penjualannya kembali ke pasar. Mengapa? Karena produknya terlalu mahal harganya. Produk lain yang sejenis dan lebih murah tersedia di toko-toko.

Tipuan #2: Anda bisa memperoleh “bonus” dari produk yang dibeli oleh para keluarga, kawan dan tetangga yang Anda rekrut.

Jadi, bagaimana skema ini bisa berlanjut bila hanya sedikit orang yang bisa memperoleh untung dari penjualan retail dari produk-produknya ke para konsumen? Di sinilah tahap berikutnya dari penipuan dimulai. Para promotor mengatakan kepada para “IBO” (investor) yang baru bahwa mereka bisa menghasilkan lebih banyak uang bila mereka merekrut anggota baru kedalam programnya. Setiap anggota dijanjikan “bonus” dari pembelian yang dilakukan oleh anggota baru yang direkrut. Tambahan pula, setiap orang akan memperoleh bonus yang lebih besar bila anggota yang direkrut berhasil merekrut anggota barunya sendiri. Setiap anggota akan menghasilkan pendapatan dari “bisnis” dari berbagai “level/tingkat” investor/anggota baru.

Jadi, walaupun tidak ada satu orang pun yang bisa menghasilkan pendapatan dari penjualan produk secara retail, setiap anggota didorong untuk merekrut lebih banyak anggota ke dalam bisnisnya. Mereka diajarkan supaya 100% “setia pada bisnisnya sendiri” dan diindoktrinasi untuk berperilaku “hyper consumer”, membeli produk-produk yang jauh lebih mahal dari apa yang mereka akan beli dalam keadaan biasa. Membeli produk dari diri sendiri bukanlah suatu bisnis.

Para anggota diberitahu bahwa bisnis yang sebenarnya, yang akan menghasilkan banyak uang akan datang dari proses rekrutmen orang-orang lain seperti dirinya sendiri. Setelah itu pendapatan mereka akan “berlipat ganda”. Apabila mereka berhasil merekrut 6 orang yang masing2 akan merekrut 4 orang lagi, misalnya, orang yang di atas akan memiliki 30 anggota, dan orang teratas akan memperoleh “bonus” dari setiap pembelian yang dilakukan oleh para anggota terbaru. Angka-angka ini tidak berhenti di sini. Mereka bisa berlanjut untuk “selamanya”, atau begitulah mereka bercerita. Ke 24 investor baru akan bisa melakukan proses rekrutmen yang sama, membawa masuk 144 anggota baru, dan seterusnya. Walaupun tidak akan ada orang yang bisa menghasilkan uang dengan menjual produk secara retail, mereka bisa menghasilkan uang bila mereka merekrut anggota baru yang cukup.


Sebagaimana pengakuan mereka yang tidak benar mengenai penjualan produk Amway ke keluarga, kawan dan tetangga yang menguntungkan, janji bahwa setiap orang bisa merekrut “downline” yang berjumlah besar juga tipuan belaka. Hanya segelintir kecil yang bisa mencapai puncak yang teratas, dimana bonus yang besar dibayarkan, sementara sebagian besar orang di dasar piramid adalah mereka yang akan merugi dan kehilangan uang.

Ada bagian kedua dari tipuan ini. Agar para anggota memenuhi persyaratan untuk menerima bonus dari pembelian oleh “downline yang tak terhingga” dari anggota-anggota baru, mereka tetap diminta untuk memenuhi “100PV-nya” dari belanjaannya sendiri. “PV” atau “Point Volume” adalah suatu angka yang mencerminkan produk yang harus dibeli atau dijual untuk memperoleh bonus setiap bulannya. Jadi, kebanyakan orang akan terus membeli produk-produk mahal setiap bulannya sembari berupaya merekrut anggota-anggota lain ke dalam “organisasi”nya. Untuk setiap bulan mereka masih tergabung dalam program ini, investasi awal akan berkembang. Kerugian akan menggunung.

Tipuan #3: Makin tinggi Anda berada dalam organisasinya, makin banyak penghasilan Anda.

Amway dan skema-skema sejenis menerapkan suatu rencana pembayaran yang rumit. Hanya sedikit orang yang bisa memahami persis bagaimana “rencana kompensasi” ini dijalankan. Semakin tinggi Anda bergerak, seharusnya semakin besarlah pendapatan Anda. Quota dari jumlah anggota yang direkrut dan tingkat volume pembelian dari group Anda juga perlu dipenuhi untuk mencapai tingkat “bonus” yang lebih tinggi di 1.000, 2.000, 4.000 dan 7.500 Point. Alhasil, makin banyak orang yang membeli produk yang makin banyak, demi mencapai tingkatan yang lebih tinggi. Banyak mantan distributor yang melaporkan loteng atau gudangnya penuh alat masak Amway Queen, penyedot debu, kosmetik bahkan berdus-dus vitamin. Dengan cara ini, peringkat bonus berikutnya akan tercapai. Mereka lalu, dengan gegap gempita, akan di”pajang” sepanjang panggung-panggung seminar sebagai “pemimpin-pemimpin yang sukses”. Sayangnya, biaya untuk mencapai bonus menjadi semakin besar, dan lebih besar dari jumlah bonus yang diterima. Kerugian semakin bertambah.

Tipuan #4: Untuk menjadi sukses, Anda perlu pelatihan dan motivasi dan perlu mendengarkan mereka yang sudah sangat sukses dalam program ini.

Sekali lagi, tipuan multi-level dipromosikan. Pelatihan-pelatihan, seminar- seminar dan buku- buku serta kaset- kaset sangatlah mahal dan hanya menambah kerugian yang sudah menggunung. Tingkat kerugian yang mencapai 99% tidak berubah. Tetapi, tipuan yang lebih parah adalah pengakuan bahwa orang-orang yang berbicara di seminar-seminar dan menjual buku-buku tergolong “sukses” dalam bisnis Amway/Quixtar. TIDAK! Sebagian besar uang yang mereka dapatkan berasal dari penjualan buku dan kaset dan tiket seminar!!! Buku-buku dan seminar- seminar nya tidaklah membantu para anggota mencapai kesuksesan. Itu hanya memberikan hasil bagi orang yang melakukan penjualannya.

IBO Amway/Quixtar yang baru mengawali perjalanannya dengan keyakinan bahwa keuntungan diperoleh dari penjualan produk ke para konsumen. Pada akhirnya mereka menemukan bahwa hal ini tidaklahmenguntungkan. Dalam kenyataannya, kurang dari 20% produk Amway/Quixtar dibeli oleh para konsumen dalam arti sebenarnya. Sisanya dibeli oleh para “penjual”/distributor. Ini jelas-jelas merupakan pelanggaran terhadap aturan-aturan anti-skema-pyramid.

Kemudian, mereka diminta untuk menanamkan lebih banyak investasi dalam seminar-seminar pelatihan dan motivasi, buku-buku dan kaset-kaset. Mereka menghabiskan biaya besar untuk bisa menghadiri seminar-seminar. Mereka beli buku dan kaset setiap minggu. Masih belum ada keuntungan. Kerugian semakin besar. Mereka mencoba menutupi kerugiannya dengan mencari keuntungan dari calon anggota lain yang bakalmerugi. Tapi ini pun merupakan jalan buntu. Berusaha mencari penghasilan dari kerugian orang lain berarti berupaya mengejar lebih banyak anggota baru. Yang tidak disadari adalah bahwa lebih dari 50% dari anggota baru ini berhenti di tahun pertama. Akhirnya, mereka toh akan menjadi salahsatu dari kelompok yang memilih untuk berhenti.


Tipuan #5. Penipuan yang Final: Bila Anda tidak berhasil, itu adalah akibat dari kesalahan Anda sendiri.

Setiap anggota baru diberitahu sejak awal bahwa program ini adalah kesempatan berbisnis yang paling bagus di dunia. Pemimpin-pemimpin di seminar memamerkan jam tangannya, perhiasan dan mobil-mobilnya yang mahal. Mereka juga memperlihatkan rumah-rumah mewahnya serta liburan-liburan mereka yang eksotis, semua, suatu pengakuan yang menipu, hasil dari penjualan produk Amway. Politisi-politisi serta bahkan pemuka-pemuka agama dibayar honor yang luar biasa besar untuk berbicara dalam pertemuan-pertemuan untuk menarik anggota baru, sehingga se-olah2 mereka mendukung dan merestui skema yang dipresentasikan.

Jadi, pada akhirnya, pada saat para anggota akhirnya putus asa dan berhenti, setelah kehilangan ribuan dolar, atau bahkan puluhan ribu dolar serta setelah berupaya berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, sebagian besar yakin dengan apa yang sudah mereka dengar sebelumnya: semua adalah kesalahan dirinya sendiri.

Sepuluh Fakta Kenyataan

* Hampir 99% dari semua orang yang bergabung dengan Amway/Quixtar tidak pernah memperoleh keuntungan. Kerugiannya begitu besar sehingga penipuan ini tidak bisa digolongkan suatu “kesempatan berbisnis” yang halal.

* Untuk bisa mengajak orang bergabung dalam skema MLM seperti ini dimana hampir semuanya akan merugi menuntut orang untuk berbohong. Para promotor tidak pernah mengatakan hal yang sebenarnya.

* Orang-orang di puncak teratas menyembunyikan fakta-fakta yang mendasar dari para anggotanya, misalnya: pendapatan rata2, investasi sebenarnya untuk berbisnis, tingkat kegagalan, berapa besar bonus yang mereka terima. Mereka juga tidak membuka sumber perolehan pendapatannya, yang mana sebagian besar datang dari penjualan materi-materi “pelatihan”.

* Hanya sedikit dari produk Amway/Quixtar yang terjual ke para konsumen. Orang yang membeli produk-produk ini melakukannya sebagai bagian dari investasi dalam “kesempatan berbisnis”. Jadi, bisnisnya bukanlah “direct selling” tetapi menjual suatu “kesempatan berbisnis” yang sarat penipuan.

* Lebih dari 50% dari semua orang yang bergabung akan berhenti dalam tahun yang pertama. Berupaya memperoleh pendapatan dari merekrut anggota adalah upaya yang sulit, lama dan mahal. Bila seseorang mulai membangun “downline” mereka umumnya sudah berada di bagian bawah dari downline yang sangat besar milik orang lain. Hanya segelintir orang akan mencapai puncak teratas.

* Orang segelintir yang di puncak skema memperoleh kekayaannya langsung dari kerugian yang dialami oleh anggota-anggota yang terbaru (para investor).

* Seminar pelatihan dan motivasi, buku dan kaset adalah bisnis rahasia yang dijalankan oleh promotor-promotor yang teratas dari skemanya. Membeli kaset dan buku tidak meningkatkan kemungkinan seseorang mencapai kesuksesan. Hal itu hanya menambah kerugian yang sudah diderita.

* Orang-orang yang menjual buku dan kaset tidak selalu sukses dalam bisnis Amway/Quixtar. Mereka memperoleh penghasilannya dari menjual materi rekrutmen. Pengakuan mengenai kesuksesan mereka dan pengakuan bahwa bisnis ini merupakan “kesempatan yang luar biasa” semuanya adalah kebohongan belaka.

* Skemanya menuntut rekrutmen lebih banyak orang setiap tahunnya, tetapi banyak diantaranya juga berhenti. Jadi, skemanya bisa berjalan bertahun-tahun sebelum perlu menemukan lahan lain untuk merekrut anggota baru. Semakin lama masa operasionalnya, semakin banyak orang yang akan dirugikan.

* Alasan utama pemerintah Amerika Serikat tidak menyelidiki praktek-praktek kebohongan dan ketidak-adilan dari skema ini ataupun praktek-praktek skema piramida adalah karena pimpinan-pimpinan skema menyumbang dana yang sangat besar pada kampanye para pemain politik. Bisa dikatakan bahwa mereka telah membeli imunitas dari kemungkinan suatu tuntutan. Bahwa suatu MLM seperti Amway/Quixtar belum dituntut oleh pemerintah bukan berarti skema ini sah/legal.

Untuk para jurnalis investigasi serta instansi pemerintah yang berupaya untuk menyelidiki skema penipuan Amway.

Fakta—Setiap “Kesempatan Bisnis” dengan tingkat kegagalan sebesar 99% bukanlah suatu bisnis. Itu adalah suatu penipuan. Amway sudah mengetahui hal ini selama lebih dari 20 tahun: bahwa semua yang direkrut ke dalam sistem skemanya direkrut atas dasar kebohongan, penipuan dan mereka meninggalkan sistem dalam kondisi merugi. Korban di berbagai negara telah menghubungi saya dan memberikan testimonial kerugian yang mereka alami yang luar biasa. Selidikilah faktanya. Mintalah agar Amway memberikan daftar dari seluruh distributor yang direkrut dalam dua tahun terakhir. Pilih 100 diantaranya secara acak dan periksalah pembayaran pajaknya. Anda akan menemukan bahwa 100% telah mengalami kerugian

Fakta—Setiap bisnis “Direct Selling/penjualan langsung” yang tidak menjual sebagian besar dari produknya pada para non-distributor sebenarnya melanggar hukum-hukum anti piramid. Ini adalah produk berbasis piramid yang hanya memanfaatkan aliran produknya untuk menutupi kenyataan bahwa penghasilan hanya disedot dari mereka yang ada di dasar piramid dan diteruskan pada mereka yang ada di puncak piramid. Dalam pengalaman saya, kurang dari 20% produk yang terjual dibeli oleh konsumen bukan distributor.

Fakta—Amway mengakui bahwa ada bonus yang jumlahnya sangat besar yang dibayarkan pada para distributor untuk memperlihatkan bahwa bisnisnya menguntungkan dan ini adalah usaha yang sah. Lagi2, iniadalah penipuan, karena semua anggota akan merugi setelah membayar “biaya-biaya untuk berbisnis” dan setelah membeli produk konsumer yang jauh lebih tinggi harganya. Hal ini menggerogoti tenaga, bakat dan sumber daya dari suatu bangsa dan keuntungannya hanya diteruskan pada jutawan-jutawan Amerika.

Fakta—Manajemen senior Amway sudah sadar 20 tahun yang lalu bahwa kekuatan distributornya telah dimanfaatkan oleh taktik-taktik kultus. Taktik manipulasi pengkultusan ini betul-betul nyata dan berbahaya. Nyawa saya nyaris hilang karenanya. Tragisnya, saya telah menerima empat laporan mengenai distributor yang bunuh diri baru-baru ini. Saya telah dihubungi oleh orang-orang dari berbagai negara yang meminta tolong untuk menarik seseorang keluar dari salahsatu pengkultusan motivasional yang diselenggarakan Amway atau Quixtar. Para mantan distributor terpaksa mengunjungi pusat-pusat konseling yang menangani orang-orang yang ingin keluar dari pengkultusan seperti ini. Indoktrinasi kultus ini telah berdampak pada orang dari seluruh belahan dunia: Eropa, Kanada, Amerika Serikat dan Australia.

Langkah-langkah yang perlu diambil:

Bila Anda merasa telah ditipu, hal yang terbaik yang bisa dilakukan adalah mengadu pada pemerintah lokal Anda. Sekelompok korban jauh lebih berpengaruh daripada satu korban, sehingga mungkin Anda lebih baik menghubungi orang-orang lain yang Anda jelas2 ketahui sudah merugi dalam skema ini. Menghubungi media sangatlah penting. Bawalah wartawan surat kabar dan jurnalis televisi ke dalam pertemuan-pertemuan rekrutmen dan sesi pelatihan dan ceritakanlah kisah Anda. Mintalah mereka untuk mengunjungi situs ini.

Seluruh penipuan ini telah didokumentasi dengan rapih dalam bahasa Inggeris di situs saya di http://www.merchantsofdeception.com. Bahkan ada “e-book” GRATIS setebal 300 halaman yang menjelaskan setiap aspek dari sejarah penipuan ini selama 20 tahun serta taktik pengkultusan yang digunakan. Saya mohon maaf bahwa buku ini baru tersedia dalam bahasa Inggeris. Sebagai seorang warga Amerika, dari mana skema ini berasal, terimalah permohonan maaf saya atas penyebaran kanker sosial dan finansial ke negeri Anda.

Harapan saya semoga Anda akan memperoleh yang terbaik bagi diri Anda.

Eric Scheibeler

Tujuh Ayat Sekolah Unggul

Maret 17, 2009

http://manajemensekolah.teknodik.net/?p=991

Hakikat pendidikan adalah mengubah budaya. Apa yang sering dilupakan banyak orang adalah bahwa sekolah-sekolah kita telah memiliki budaya sekolah (”school culture”) yaitu seperangkat nilai-nilai, kepercayaan, dan kebiasaan yang sudah mendarah daging dan menyejarah sejak negara ini merdeka. Tanpa keberanian mendobrak kebiasaan ini, apa pun model pendidikan dan peraturan yang diundangkan, akan sulit bagi kita untuk memperbaiki mutu pendidikan.

Sedikitnya ada lima tradisi yang membatu selama ini: (1) orang tua menganggap sekolahlah yang bertanggung jawab mendidik siswa, (2) orang tua percaya bahwa program IPA lebih bergengsi daripada program IPS bagi anak mereka, (3) orang tua percaya bahwa sekolah kejuruan kurang bergengsi, (4) masyarakat percaya bahwa gelar ke(pasca)sarjanaan merupakan simbol status sosial, dan (5) pemerintah merasa paling jagoan menyelenggarakan pendidikan.

Wacana pendidikan kita kini diperkaya oleh seperangkat kosa kata yang maknanya berimpitan: sekolah percontohan, sekolah percobaan, sekolah unggul, sekolah akselerasi, dan sejenisnya. Dalam literatur internasional semua itu lazim disebut lab school, effective school, demonstration school, experiment school, atau accelerated school, dan sekolah-sekolah pun diiklankan dengan atribut-atribut magnetis itu.

Senarai kosa kata itu tidak persis bersinonim. Ada nuansa kekhasan pada masing-masing. Dari semua itu, kosa kata yang paling lazim dipakai adalah effective school atau sekolah unggul yang didasarkan atas keyakinan bahwa siswa, apa pun etnis, status ekonomi, dan jenis kelaminnya, akan mampu belajar sesuai dengan tuntutan kurikulum.

Pendekatan yang ditempuh adalah perencanaan secara kolaboratif antara guru, administrator, orang tua, dan masyarakat. Data prestasi siswa dijadikan basis untuk perbaikan sistem secara berkelanjutan. Sekolah unggul demikian memiliki sejumlah korelat atau ciri pemerlain sebagai berikut.

Pertama, visi dan misi sekolah yang jelas. Mayoritas sekolah kita belum mampu– dan memang tidak diberdayakan untuk mampu–mengartikulasikan visi dan misinya. Visi adalah pernyataan singkat, mudah diingat, pemberi semangat, dan obor penerang jalan untuk maju melejit. Misalnya, “SMA berbasis komputer”, “SD berbasis kelas kecil”, “SMP berbasis IST (information system technology),” “SMK bersistem asrama,” “Aliyah dengan pengantar tiga bahasa,” dan sebagainya.

Konsep iman dan taqwa (imtaq) dan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) selama ini terlalu sering dipakai sehingga maknanya tidak jelas, mengawang-awang, filosofis, dan tidak operasional. Misi adalah dua atau tiga pernyataan sebagai operasionalisasi visi, misalnya “membangun siswa yang kreatif dan disiplin,” dan sebagainya. Walau begitu, ada prioritas yang diunggulkan dalam rentang zaman secara terencana. Prioritas ini dinyatakan eksplisit dalam rencana kerja tahunan sekolah.

Untuk mengimplementasikan visi dan misi sekolah ada sejumlah langkah yang mesti ditempuh: (1) pahami kultur sekolah, (2) hargai profesi guru, (3) nyatakan apa yang Anda hargai, (4) perbanyak unsur yang Anda hargai, (5) lakukan kolaborasi dengan pihak-pihak terkait, (6) buat menu kegiatan bukan mandat, (7) gunakan birokrasi untuk memudahkan bukan untuk mempersulit, dan (8) buatlah jejaring (networking) seluas mungkin.

Kedua, komitmen tinggi untuk unggul. Staf administrasi, guru, dan kepala sekolah memiliki tekad yang mendidih untuk menjadikan sekolahnya sebagai sekolah unggul dalam segala aspek, sehingga semua siswa dapat menguasai materi pokok dalam kurikulum. Semuanya memiliki potensi untuk berkontribusi dalam proses pendidikan. Komitmen ini adalah energi untuk mengubah budaya konvensional (biasa-biasa saja) menjadi budaya unggul.

Ketiga, kepemimpinan yang mumpuni. Kepala sekolah adalah “pemimpin dari pemimpin” bukan “pemimpin dari pengikut.” Artinya selain kepala sekolah ada pemimpin dalam lingkup kewenangannya sehingga tercipta proses pengambilan keputusan bersama (shared decision making). Komunikasi terus-menerus dilkukan antara kepala sekolah dan para guru untuk memahami budaya dan etos sekolah yang yang diimpikan lewat visi sekolah itu. Bila tidak dikomunikasikan terus-menerus, visi itu akan mati sendiri.

Guru juga adalah pemimpin dengan kualitas sebagai berikut: (1) terampil menggunakan model mengajar berdasarkan penelitian, (2) bekerja secara tim dalam merencanakan pelajaran, menilai siswa, dan dalam memecahkan masalah, (3) sebagai mentor bagi koleganya, (4) mengupayakan pembelajaran yang efisien, dan (5) berkolaborasi dengan orang tua, keluarga, dan anggota masyarakat lain demi pembelajaran siswa.

Keempat, kesempatan untuk belajar dan pengaturan waktu yang jelas. Semua guru mengetahui apa yang mesti diajarkan. Alokasi waktu yang memadai dan penjadwalan yang tepat sangat berpengaruh bagi kualitas pengajaran. Guru memanfaatkan waktu yang tersedia semaksimal mungkin demi penguasaan keterampilan azasi. Dalam hal ini perlu dijaga keseimbangan antara tuntutan kurikulum dengan ketersediaan waktu. Kunci keberhasilan dalam hal ini adalah mengajar dengan niat akademik yang jelas dan siswa pun mengetahui niat itu. Mengajar yang berkualitas memiliki ciri sebagai berikut: (1) organisasi pembelajaran yang efisien, (2) tujuan yang jelas, (3) pelajaran yang terstruktur, dan (4) praktik mengajar yang adaptif dan fleksibel.

Kelima, lingkungan yang aman dan teratur. Sekolah unggul bersuasana tertib, bertujuan, serius, dan terbebas dari ancaman fisik atau psikis, tidak opresif tetapi kondusif untuk belajar dan mengajar. Siswa diajari agar berperilaku aman dan tertib melalui belajar bersama (cooperative learning), menghargai kebinekaan manusiawi, serta apresiasi terhadap nilai-nilai demokratis. Banyak penelitian menunjukkan bahwa suasana sekolah yang sehat berpengaruh positif terhadap produktivitas, semangat kerja, dan kepuasan guru dan siswa.

Keenam, hubungan yang baik antara rumah dan sekolah. Para orang tua memahami misi dan visi sekolah. Mereka diberi kesempatan untuk berperan dalam program demi tercapainya visi dan misi tersebut. Dengan demikian, sekolah tidak hanya mendidik siswa, tetapi juga orang tua sebagai anggota keluarga sekolah yang dihargai dan dilibatkan.

Dengan melibatkan mereka pada kegiatan ekstra di akhir pekan (extra school) misalnya, siswa sadar bahwa orang tuanya menghargai kegiatan pendidikan, sehingga mereka pun menghargai pendidikan yang dilakoninya. Inilah contoh konkret hubungan tripatriat sekolah-siswa-orang tua. Upacara-upacara yang dihadiri orang tua sesungguhnya merupakan kesempatan untuk membangun citra sekolah dan untuk merayakan visi dan misi. Singkatnya, sekolah unggul membangun “kepercayaan” dan silaturahmi sehingga masing-masing memiliki nawaitu tinggi untuk melejitkan prestasi.

Ketujuh, monitoring kemajuan siswa secara berkala. Kemajuan siswa dimonitor terus- menerus dan hasil monitoring itu dipergunakan untuk memperbaiki perilaku dan performansi siswa dan untuk memperbaiki kurikulum secara keseluruhan. Penggunaan teknologi, khususnya komputer memudahkan dokumentasi hasil monitoring secara terus- menerus.

Evaluasi penguasaan materi pelajaran secara perlahan bergeser dari tes baku (standardized norm-referenced paper-pencil test) menuju tes berdasar kurikulum dan berdasar kriteria (curricular-based, criterion-referenced). Dengan kata lain, evaluasi akan lebih berfokus pada performansi dan dokumentasi prestasi siswa sebagaimana terakumulasi dalam portofolio. Dokumentasi prestasi ini bukan hanya untuk guru, tetapi juga untuk dikomunikasikan kepada orang tua.

Sekolah sebagai sistem juga dimonitor secara berkelanjutan. Artinya sekolah tidak hanya terampil memonitor kemajuan siswa, tetapi juga siap mengevaluasi dirinya sendiri. Hasil evaluasi diri ini merupakan bahan bagi pihak lain (external evaluators) untuk mengevaluasi kinerja sekolah itu. Inilah makna akuntabilitas publik. Sekolah harus mengagendakan program rujuk mutu (benchmarking) kepada sekolah lain, sehingga sadar akan kelebihan dan kekurangan sendiri.

Model sekolah unggul seperti digambarkan di atas akan berwujud bila sekolah tidak eksklusif bak menara gading, tetapi tumbuh sebagai bagian dari masyarakat sehingga memiliki kepekaan terhadap nurani masyarakat (a sense of community). Dalam masyarakat setiap individu berhubungan dengan individu lain, dan masing-masing memiliki potensi dan kualitas yang dapat disumbangkan pada sekolah.

Dalam era reformasi tetapi juga dalam keterpurukan ekonomi sekarang ini, kita merasakan keterbatasan dana dan menyaksikan tuntutan yang semakin tinggi akan adanya otonomi sekolah, akuntabilitas publik dan tranparansi, serta adanya harapan besar dari orang tua. Bila ketujuh ayat di atas dilaksanakan, pendidikan yang diselenggarakan sekolah akan berdampak dahsyat pada pembentukan manusia kapital di tanah air.

Pengobatan Alternatif Kanker

Maret 17, 2009

Dari: Mukian Mulyadi <mukian@sarijayains u rance.com>
Topik: [Geo_89] Fw: CANCER
Kepada: wangsa_smandel88@yahoo.com, yulia@sarijayainsur ance.com, “Wahyu Seno Aji” <wahyuSA@xl.co. id>, “Merry” <smerry_fielan@ yahoo.com>, “Marthin Simanungkalit” <marthins@dsrbroker . com>, Geo_89@yahoogroups. com, “Edward Simarmata” <edward@pertamina- lm.com>, “EDDY KUNADY” <eddy_kunady@ yahoo.com>, “Budi Murtini” <imung@sarijayainsu r ance.com>, “Astrid Dewi Octavia” <aoctavia@asuransi. astra.co. id>, “Alex Matopani” <alexis_virgo@ yahoo.com>, “Joice” <joice_la@yahoo. com>, “Theresia” <customerservice@ buanaindependent .co.id>, “Esther Kurniawan” <estherkurniawan@ buanaindependent .co.id>
Tanggal: Minggu, 15 Maret, 2009, 9:39 PM

PENYAKIT CANCER, UPDATE DARI RUMAH SAKIT JOHN HOPKINS SETELAH BERTAHUN-TAHUN MENGAATAKAN PADA KHALAYAK BAHWA KEMOTERAPI ADALAH CARA SATU-SATUNYA UNTUK MENCOBA (KATA KUNCI:MENCOBA) DAN MENGHILANGKAN PENYAKIT CANCER, JOHN HOPKINS AKHIRNNYA MULAI MENGATAKAN: ‘ ADA CARA ALTERNATIF’

Update dari John Hopkins:

1. Tiap orang mempunyai sel kanker. Sel kanker ini tidak tampak dalam pemeriksaan standar sampai sel2 ini berkembang biak hingga berjuta jumlahnya..

2. Pada saat dokter memberitahu pasien bahwa ‘tidak ada sel kanker lagi’ setelah menjalani pengobatan, itu artinya pemeriksaan yang dilakukan sudah tidak dapat mendeteksi sel2 cancer karena sel2 tersebut sudah berada di bawah ukuran/jumlah yang dapat terdeteksi

3. Sel cancer tumbuh antara 6 sampai lebih dari 10 kali dalam jangka waktu hidup manusia.

4. Pada saat kekebalan tubuh seseorang tinggi, sel2 cancer akan dihancurkan dan dicegah sehingga tidak dapat bertambah banyak dan membentuk tumor.

5. Pada saat seseorang menderita cancer ini menunjukkan bahwa orang tersebut mengalami beberapa kekurangan nutrisi. Ini dapat terjadi karena faktor genetika, lingkungan, makanan dan cara hidup.

6. Untuk menanggulangi kekurangan nutrisi dan memperkuat sistem kekebalan tubuh dapat ditempuh dengan merubah diet (cara makan) dan menambahkan asupan suplemen.

7. Kemoterapi, meracuni sel cancer yang bertumbuh cepat, tapi pada saat yang sama juga menghancurkan pertumbuhan sel sehat dalam tulang sumsum,gastrointest inal tracts (saluran pencernaan) dll, dan dapat menyebabkan kerusakan pada organ2 lain, seperti hati, ginjal, jantung, paru2 dll.

8. Sedangkan radiasi, bersamaan dengan fungsinya yang menghancurkan sel cancer, juga menyebabkan luka bakar, meninggalkan bekas luka, dan merusak sel, tissues, dan organ yang sehat.

9. Perawatan dini dengan kemoterapi dan radiasi dapat mengurangi ukuran tumor. Namun penerapan kemoterapi dan radiasi yang berkepanjangan tidak akan menghasilkan pengurangan tumor lebih lanjut.

10. Pada saat tubuh menanggung beban racun yang berlebihan dari kemoterapi dan radiasi, sistem kekebalan tubuh akan terancam atau hancur, karena itulah seseorang akan mengalami berbagai macam infeksi dan komplikasi.

11. Kemoterapi dan radiasi dapat menyebabkan sel kanker bermutasi dan menjadi tahan dan sulit untuk dihancurkan. Operasi juga dapat menyebabkan sel cancer menyebar ke tempat2 lainnya.

12. Cara efektif untuk melawan cancer adalah dengan membuatnya kelaparan, yaitu dengan cara tidak memberikan makanan yg dibutuhkan dalam sel untuk dapat berkembang biak

SEL CANCER MEMAKAN:

o Gula. Dengan meniadakan gula dalam asupan makanan itu berarti menghilangkan makanan utama sel cancer. Pengganti gula seperti NutraSweet, Equal, Spoonful, dll dibuat dari Aspartame, dan ini berbahaya. Pengganti yang lebih natural yaitu madu Manuka atau molasses, tapi dalam jumlah yang sedikit. Garam meja mengandung bahan kimia tambahan untuk menjadikannya putih. Alternatif yang lebih baik yaitu Bragg’s aminos atau garam laut.
o Susu menyebabkan tubuh menghasilkan mucus, terutama di dalam gastro-intestinal tract (saluran pencernaan). Mucus juga makanan sel kanker. Dengan meniadakan susu dan menggantikannya dengan susu kedelai (tanpa gula) sel-sel cancer akan kelaparan.
o Sel2 cancer berkembang dengan baik di lingkungan yang tinggi asam. Dietari yang berbasis daging sangat tinggi kadar asamnya. Oleh karena itu lebih baik mengkonsumsi ikan, sedikit ayam daripada sapi atau babi. Daging juga mengandung antibiotic, hormon tambahan dan parasit2 untuk peternakan. Kesemuanya ini sangat berbahaya, terutama untuk penderita cancer.
o Dietari yang 80% berbasis sayuran segar dan sarinya (jus), whole grain, kacang2an dan sedikit buah akan membantu menjadikan tubuh dalam situasi alkaline. 20% dari persentasi tadi dapat diambil dari makanan yang dimasak termasuk kecambah. Sari sayuran segar mengandung enzim2 aktif/hidup yang dapat diserap dengan mudah dan dapat mencapai titik selular dalam waktu 15 menit untuk memberi makan dan mempercepat pertumbuhan sel2 sehat. Guna memperoleh enzim2 aktif untuk membangun sel sehat, minumlah sari sayuran segar (hampir semua jenis sayuran, termasuk kecambah) dan makanlah sejumlah sayuran mentah 2-3 kali sehari. Enzim2 ini hancur pada temperature 40 derajat Celcius.
o Hindari kopi, teh dan coklat, karena mengandung kafein yang tinggi. Teh hijau lebih baik sebagai alternatifnya, dan mempunyai unsur2 yang memerangi cancer. Air, yang paling baik yaitu air yang sudah di saring (filtered) guna menghindari racun2 dan kandungan2 logam dalam air keran.. Hindari air yang sudah melewati proses distilasi karena mengandung asam..
o Protein dari daging sulit untuk dicerna dan membutuhkan enzim pencerna yang cukup banyak. Kandungan daging yang tidak tercerna dan tertinggal di saluran pencernaan akhirnya akan membusuk dan menambah timbunan racun.
o Dinding sel2 kanker mempunyai selaput protein yang kuat. Dengan menghindari makanan mengandung daging, tubuh membutuhkan jauh lebih sedikit enzim untuk mencerna makanan, sehingga sebagian besar enzim dapat menyerang dinding protein pada sel2 cancer dan selanjutnya memungkinkan bagi sel2 tubuh untuk menghancurkan sel2 cancer.
o Beberapa suplemen menaikan system kekebalan tubuh (IP6, Floressence, Essiac, anti-oxidants, vitamins, mineral, EFAs dll) sehingga memungkinkan sel2 tubuh sehat untuk menghancurkan sel2 cancer. Suplemen lain seperti Vitamin E diketahui menyebabkan apoptosis, atau sel mati terprogram, yaitu metode natural dari tubuh untuk membuang sel2 yang rusak, yang tidak dikehendaki, atau tidak dibutuhkan.
o Cancer adalah penyakit yang melibatkan pikiran, tubuh dan jiwa. Jiwa yang proaktif dan positif akan membantu penderita cancer untuk sembuh. Kemarahan, tidak dapat memaafkan, dan kegetiran menjadikan tubuh dalam situasi yang tegang dan berkadar asam tinggi. Belajar untuk berjiwa lembut dan pemaaf. Belajar untuk bersantai dan menikmati hidup.
o Sel cancer tidak dapat berkembang dalam lingkungan yang tinggi oksigen. Berolahraga setiap hari dan menghirup nafas dalam2 dapat membantu asupan oksigen dalam tahap selular.
Terapi oksigen juga salah satu cara yang digunakan untuk menghancurkan sel2 cancer.
Jangan menggunakan tempat plastic di microwave
1. Jangan memasukan botol air ke freezer

2. Jangan menggunakan ‘plastic wrap’ di microwave
Rumah Sakit John Hopkins baru-baru ini memasukkan berita ini di newsletters- nya.
Informasi ini juga diedarkan di Walter Reed Army Medica lCenter.
Dioxin adalah jenis bahan kimia yang menyebabkan cancer, terutama cancer payudara. Dioxin juga berkadar racun tinggi bagi sel2 di tubuh kita.
Jangan membekukan botol plastik dengan air di dalamnya karena ini melepaskan kandungan dioxin yang terdapat dalam plastik.
Baru2 ini Dr.. Edward Fujimoto, Wellness Program Manager di Rumah Sakit Castle, hadir di satu program televisi untuk menjelaskan bahaya kesehatan ini. Beliau menjelaskan sebaiknya tidak memanaskan makanan di dalam microwave menggunakan tempat plastik.
Terlebih untuk makanan yang mengandung lemak. Beliau juga mengatakan bahwa kombinasi lemak, panas tinggi dan plastic melepaskan dioxin ke dalam makanan yang akhirnya akan masuk ke dalam sel2 tubuh. Beliau menghimbau untuk memanaskan makanan di microwave dengan Corning Ware, Pyrex atau keramik.
Produk kertas tidak begitu jelek namun kita tidak tau apa yang ada di kertas tersebut. Lebih aman menggunakan produk2 di atas. Dia mengingatkan kita bahwa beberapa waktu lalu restoran cepat saji beralih dari produk foam ke kertas.
Hal ini juga disebabkan karena masalah dioxin.
Beliau juga mengungkapkan tentang plastic wrap seperti saran, juga berbahaya untuk digunakan menutup makanan yang akan di panaskan dalam microwave.. Panas yang tinggi dapat menyebabkan zat2 beracun meleleh dan menetes ke dalam makanan. Tutuplah makanan dengan paper towel (tissue dapur)

SMA Muhammad Husni Thamrin, sekolah unggulan DKI

Maret 15, 2009

http://republika.co.id/berita/37242/Jakarta_Punya_SMA_Unggulan_Baru

JAKARTA — Dinas Pendidikan DKI Jakarta mendirikan SMA Negeri Unggulan Muhammad Husni Thamrin. Sekolah ini khusus menampung siswa-siswa berkecerdasan tinggi dari seluruh Jakarta.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi M, mengatakan, kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada tahun ajaran ini sekitar bulan Juli. Seleksi penerimaan siswa baru akan diadakan setelah peresmian. “Tanggal 15 Maret akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta,” katanya.

Syaratnya siswa di SMA ini, antara lain, memiliki indeks IQ 120-140, dapat berbahasa inggris, nilai pelajaran eksakta (Matematika, Biologi dan Fisika) minimal 8,” terang Yudi, Jumat (13/3). Sekolah ini juga bekerjasama dengan Cambridge University.

Tenaga pengajarnya pun memiliki kualifikasi berijazah Strata 2 dan Strata 3. Dan, harus sesuai dengan bidangnya serta lulusan perguruan tinggi berakreditasi A. “Kita ingin memiliki sekolah yang mencerminkan pendidikan unggul di berbagai aspek,” kata Yudi.

Sekolah unggulan itu memiliki 36 ruang belajar dengan fasilitas sistem belajar berbasis teknologi informasi. Setiap kelas diberi jatah 12 ruang belajar. Tahap awal hanya akan menerima 216 siswa kelas I untuk 9 kelas. “Setiap kelas hanya diisi 24 siswa,” ujarnya.

Sekolah unggulan itu dibangun sejak 2007 dengan anggaran mencapai Rp 98, 7 miliar. Dengan rincian, Rp 77,7 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp 21 miliar untuk pengadaan barang. Sekolah itu menempati lahan seluas 37 ribu meter persegi di Jalan Bambu Wulung, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur.

Taufik belum dapat menjelaskan berapa biaya yang harus dibayarkan masing-masing siswa di sekolah di SMA Muhammad Husni Thamrin. “ Biaya operasionalisasi kegiatan belajar akan ddianggarkan dari APBD sebesar 50 persen. “Kemudian, ada juga APBN. Baru sisanya ditanggung masyarakat,” ujarnya. –c89/a

DOA UNTUK SISWA PESERTA USM ITB 2009

Maret 13, 2009

Ya Allah ampuni dosa kami dan dosa orang-orang yang dekat dengan kami, ampuni dosa ibu dan bapak kami, dosa guru-guru dan orang-orang yang telah memberikan ilmu kepada kami. Yaa Allah jika engkau ijinkan kami untuk menginkuti UJIAN SARINGAN MASUK ITB esok, berikan kekuatan, kemudahan dan kemampuan dalam mengerjakan soal-soal tersebut. Tidak ada yang SULIT untuk Engkau, yaaa Allah. Ijinkan perjuangan kami selama ini menghasilkan buah yang terbaik, sehingga kedua orang tua kami dapat berhagia kelak, karena perjuangan mereka tidak sia-sia dalam membentuk kami.

Yaa Allah kami pasrah dengan keputusan Engkau, semua keputusan Engkau pasti yang terbaik untuk kami, oleh karenanya yaa Allah berikan kemudahan dalam menerima keputusan Engkau tersebut.

Yaa Allah sehatkan badan kami, mulyakan ruh kami, rahmatilah apa yang kami perbuat selama ini, ampuni semua kehilafan kami. Janganlah Engkau hukum kami, bilamana kami bersalah, jangan Engkau jauhkan takdir baik kami karena kesalahan-kesalahan kami. Ijinkan kami membahagiakan kedua orang tua kami. Amin

Update per 11 Maret 2009

Maret 11, 2009

DAFTAR SISWA SMA NEGERI 8 JAKARTA

YANG TELAH DI TERIMA DI PERGURUAN TINGGI

TAHUN PELAJARAN 2008 – 2009

No. Nama Siswa Kelas Jurusan Perguruan Tinggi

1 CITTA PARAHITA W XII IPS Ilmu Hukum Universitas Indonesia

2 DWI INDAHAYU XII IPA H Ekonomi Pembangunan Universitas Indonesia

3 ELEYNA FARIHAH XII IPA C Biologi Universitas Indonesia

4 FATIMAH XII IPA F Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia

5 FITRI N RACHBINI XII IPA F Ilmu Komputer Universitas Indonesia

6 INDIRA NUR SHADRINA XII IPS Manajemen Universitas Indonesia

7 MIRANDA ADIANTI XIIIPA F Akuntansi Universitas Indonesia

8 NINIEK DWI HAPSARI XII IPA E Teknik Kimia/GP Universitas Indonesia

9 NISSIA ANANDA XII IPA A Pendidikan Dokter Gigi Universitas Indonesia

10 OVILIANI WIJAYANTI XII IPA B Pendidikan Dokter Universitas Indonesia

11 PANDU WICAKSONO XII IPA B Ilmu Komputer Universitas Indonesia

12 SITI HUMAIRA XII IPA G TeknikIndustri Universitas Indonesia

13 SITI LAILA KADRIAH XII IPS Psikologi Universitas Indonesia

14 ADITYA MAULANA XII Humanity Administrasi Niaga IM Telkom

15 JULIVA SESIRIA XII IPS Deasin Kom Visual IT Telkom

16 DERA HAFIYYAN S.S XII IPA C Teknik Elektro IT Telkom

17 KARINA MAULIDYA XII IPA D Teknik Elektro IT Telkom

18 DIAH KOSUMA WARDHANI XII IPA G Teknik Industri IT Telkom

19 DWI WAHYU MANUNGGAL XII Science Teknik Industri IT Telkom

20 FACHRI ARTADI XII Aksel Teknik Industri IT Telkom

21 M SADYAGA H.S. XII IPA F Teknik Industri IT Telkom

22 SITI NURSARI ISMARINI XII IPA G Teknik Industri IT Telkom

23 FATMA JANNA XII Aksel Teknik Informatika IT Telkom

24 HANDY AULIA FATHONY XII IPA C Teknik Telekomunikasi IT Telkom

25 WENA ANGGANA P XII IPA A Desain Komu Visual IT Telkom

26 ANITA KUSUMARANNY XII IPS Akuntansi IM Telkom

27 PUSPANINGTYAS UTAMI XII IPA D Manaj. Bisnis Telek & Inf.IT Telkom

28 ZAHRA KHAIRIZA ANRI XII IPA A Teknik Telekomunikasi IT Telkom

29 RAHMADANI DIAN P XII IPA F Teknik Industri IT Telkom

30 NUR ALFIANI XII Aksel Pendidikan Dokter UNS

31 PUTRI DINI AZIKA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

32 YOSEPHINE NINA XII IPA A Pendidikan Dokter UNS

32 FITRIA MARIZKA XII Aksel Pendidikan Dokter UNS

33 MARIA GORETI XII IPA A Pendidikan Dokter UNS

34 HANDY AULIA XII IPA C Teknik Industri UNS

35 MARIA CAETLINE XII IPA F Pendidikan Dokter UNS

36 RAJA AMELIA XII IPA F Pendidikan Dokter UNS

37 ANNISA MARSHA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

38 NADHIRA PUSPITA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

39 HUMALA PRIKA XII IPA G Pendidikan Dokter UNS

40 ZAHRA KHAIRIZA XII IPA A Pendidikan Dokter UNS

41 NURUL SAFITRI XII IPAD Teknik Telekomunikasi IT Telkom

42 CLARISSA BUDIHARJO XII IPA A Akuntansi IM Telkom

43 RYAN FAISAL XII IPA B Teknik Telekomunikasi IT Telkom

44 GAUZIAH AROFAH XII IPA A Teknik Informatika IT Telkom

45 FREDERICK YOHANES XII IPA H Teknik Informatika IT Telkom

46 MUHAMMAD HARISUDIN XII IPA F Teknik Telekomunikasi IT Telkom

47 PRADIPTA MAHATIDANA XII IPA F Teknik Telekomunikasi IT Telkom

48 ADAM IRSYADDYRA XII IPA B Teknik Telekomunikasi IT Telkom

49 ALFARIZKI ZANNI XII IPA G Teknik Informatika IT Telkom

50 FITRIA MARIZKA XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda

51 NUR ALFIANI XII Aksel Electrical Engineering Fontys University Belanda

PFT The Hague Belanda

52 PATRICIA RACEL R. XIII IPA G Electrical Engineering Fontys University Belanda

53 RADITZIA EKAYANTI XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda

54 YOKO HUGO XII Aksel Intern. Log. Managt Stendent University Belanda

55 ANINDYA INDRIVIANI XII Science Kyungsung University Korea

56 MADE GDE AGHES XII Science Kyungsung University Korea

57 MUHAMMAD NURFAHAR XII Science Lasalle College

58 MUHAMMAD PANDU R. XII Aksel The Fu Foundantion School Of Engineering and Applied Science Columbia University,

The Wharton School of Business University of Pensylvania,

School Humanities and Sciences Stanford University.

School of Sciences Sloan School of Management Massachusetts Institute of Technology

Strategi Mencari Beasiswa di Jepang

Maret 8, 2009

http://www.blogs.mit.edu

Oleh: Danardono Dwi Antono, Mahasiswa Program Doktor di Tokyo University. Lulus SMA, mendapat kesempatan studi ke luar negeri dengan beasiswa yang cukup merupakan impian sejak kecil. Apalagi dengan beasiswa itu kami tidak hanya dapat hidup layak dan mandiri di luar negeri, tapi juga bisa mempunyai kesempatan untuk jalan-jalan, mencicipi teknologi baru dan menambah wawasan lain. Selain juga karena bisa segera hidup mandiri di luar negeri tanpa bergantung pada bantuan keuangan dari orang tua menumbuhkan suatu kebanggaan di hati. Bahkan sebaliknya, banyak dari kami menyisihkan sebagian dari beasiswa, untuk membantu orang tua dan kakak/adik, memberi kesempatan berbakti kepada orang tua, dan berbagi kebahagian dengan anggota keluarga lain.

Menggapai mimpi

Dari kecil, salah satu impian saya adalah sekolah ke luar negeri. Sekolah di negara yang turun salju saat musim dingin tiba, begitulah angan-angan saya dulu. Beruntung sekali saya memiliki orang tua yang walau tidak mampu untuk menyekolahkan anak-anaknya ke luar negeri, namun selalu memompakan semangat dan motivasi untuk belajar yang giat dan menyarankan untuk selalu mencari informasi beasiswa ke luar negeri karena itulah jalan satu-satunya agar saya bisa sekolah di luar negeri. Saat itu biaya kuliah belum semahal sekarang, toh kuliah di PTS misalnya tampaknya memberatkan bagi keluarga kami. Terinsipirasi kisah hidup orang tua yang selalu menceritakan bahwa dulunya dia sudah bisa bekerja sejak lulus SMA, saya pun berniat untuk bisa mandiri sejak lulus SMA. Saat itu lah, saya berpikir singkat mendapat beasiswa full untuk kuliah di luar negeri adalah jalan singkat merealisasi niat dan impian saya tersebut.

Saya percaya bahwa mimpi tidak akan datang sendiri namun harus diperjuangkan. Usaha untuk meraihnya perlu diniati dan disungguhi. Masuk SMA, saya mulai buka mata pasang telinga. Rajin bertanya-tanya ke guru-guru di SMA, mencari-cari info di surat kabar dimana saat itu internet belum ada. Tentunya akan sangat berguna jika kita mencari informasi beasiswa mulai dari 2 tahun sebelum lulus SMA. Minimal kita tahu keberadaan program beasiswa itu yang pada saatnya setelah lulus SMA kita tahu kepada siapa kita harus mencari tahu informasi beasiswa tersebut. Tinggal di Jakarta, saat kelas 3 SMA, saya bahkan kadang datang atau menelpon ke Kedutaan Besar / Pusat Kebudayaan Asing untuk sekedar bertanya apakah ada beasiswa yang tersedia untuk lulusan SMA. Dengan adanya internet, mencari informasi beasiswa untuk pelajar SMA sekarang terutama yang tinggal di luar Jakarta tampaknya sudah tidak sesulit dulu.

Satu hal yang saya sayangkan, bahwa angan-angan untuk kuliah di luar negeri tidak mendominasi di hati-hati teman-teman SMA saya saat itu. Beberapa di antaranya bahkan sudah enggan saat saya ajak untuk mencari informasi beasiswa. Belakangan hari, saat saya ikut seleksi suatu beasiswa, saya juga tidak merasa bahwa finalis-finalis yang ada saat itu benar-benar sungguh-sungguh ingin bisa kuliah di luar negeri. Namun sebaliknya saya juga salut dengan alumni-alumni dari sebuah SMA yang sangat bersemangat bersama-sama mencari informasi-informasi tawaran-tawaran beasiswa yang ada.

Mendapat beasiswa

Lulus SMA, saya mendapat beasiswa full dari Mitsui Bussan, sebuah perusahaan Jepang, untuk studi Bahasa Jepang dan kuliah S1 di Jepang. Yang saya maksud dengan beasiswa penuh adalah beasiswa yang terdiri dari gaji bulanan (monthly allowance) dan biaya kuliah, karena ada beasiswa lain yang hanya memberikan gaji bulanan saja. Dalam sistem seleksinya, Mitsui Bussan bekerja sama dengan Dikdasmen dan eksklusif untuk SMA yang ditunjuk Dikdasmen. Hal ini dilakukan untuk penghematan biaya pelaksanaan, karena hanya 2-3 pelajar yang akan terpilih untuk menjadi penerima beasiswa ini.

Walau sayangnya program beasiswa Mitsui Bussan berhenti mulai tahun ini, namun di sini saya tuliskan tahap-tahap penyeleksian yang mungkin berguna untuk kesempatan lain. Materi seleksi pertama adalah ujian tulis Matematika dan Bahasa Inggris. Dari seleksi pertama terpilih sekitar 12-16 orang yang berhak ikut ujian kedua berupa tes kesehatan, psikologi, maupun wawancara. Persiapan untuk wawancara begitu penting, karena ini lah yang paling menentukan. Nilai terbaik menjadi tidak berarti kalau anda dianggap sebagai orang yang tidak komunikatif dan emosional.

Kondisi sepuluh tahun lalu mungkin berbeda dengan sekarang. Namun saat itu tawaran beasiswa ke luar negeri yang tersedia untuk lulusan SMA adalah ke Jepang untuk banyak bidang, dan Belanda untuk bidang ekonomi. Belakangan ada tawaran beasiswa dari Singapura, namun tidak beasiswa full dan informasinya tidak tersebar luas. Beasiswa ke Jepang sendiri terutama dari Monbukagakusho melalui Kedutaan Besar menyediakan beberapa jenis beasiswa untuk lulusan SMA dan untuk lulusan S1. (Lebih lengkapnya lihat http://www.id.emb-japan.go.jp/scholarship.html) untuk jelasnya. Dua hal yang perlu saya tekankan di sini, pertama adalah sangat sulitnya untuk lulus Program S-1 untuk kedokteran umum dan kedokteran gigi sehingga dianjurkan untuk memilih jurusan lain bagi yang berminat dengan kedua jurusan itu. Kedua adalah, saya pribadi tetap menganjurkan untuk mengambil program D-3 walau di Indonesia sudah diterima di PTN-PTN ternama, karena setelah lulus D-3 kesempatan untuk mendapatkan degree bisa diperoleh dengan melanjutkan kuliah selama 2 tahun ke Universitas (langsung tingkat 3). Apalagi kalau mengingat begitu mahalnya biaya kuliah di Indonesia. Sebagai referensi, uang masuk di universitas negeri di Jepang, sekitar 300.000 yen, sementara uang kuliah satu semester 270.000 yen. Dibanding kuliah di luar negeri lain, Amerika maupun Australia, biaya pendidikan di Jepang termasuk murah. Belum lagi ditambah dengan adanya kemungkinan mendapat keringanan uang sekolah di universitas negeri tertentu. Penulis sendiri mendapat kemudahan bebas uang kuliah 100% selama lebih dari 3 tahun.

Untuk beasiswa program Pasca-Sarjanaa selain beasiswa Monbukagakusho jenis G-to-G untuk pegawai negeri sipil dan jenis U-to-U untuk umum, juga ada beasiswa Panasonic untuk program Master http://www.panasonic.co.id/panasonic_scolarship/index.asp.

Beberapa hal yang mungkin menjadi pikiran saat mencari beasiswa untuk kuliah di luar negeri adalah pertama apakah adanya perjanjian seperti ikatan kerja setelah selesai program beasiswa. Beasiswa yang saya sebut di atas, tidak ada yang memiliki ikatan kerja. Untuk beasiswa lain, kalaupun ada perjanjian tertentu, tentunya penerima beasiswa yang sudah lulus SMA maupun orang tuanya sudah cukup dewasa untuk mengerti arti dan tanggung jawab sebuah akad/perjanjian dengan menyatakan kesanggupannya menerima beasiswa tersebut. Catatan lain adalah tentang jurusan- jurusan di universitas di Jepang, yang tentunya belum tentu sama dengan apa yang ada di Indonesia, juga dengan tingkat kesulitan masing-masing jurusan.

Silahkan baca lebih lengkapnya di:

http://io.ppi-jepang.org/article.php?id=20S