Archive for Januari, 2011

Mendadak, ITB Tak Gelar Seleksi Mandiri?

Januari 16, 2011

BANDUNG, KOMPAS.com — Institut Teknologi Bandung (ITB) akan melakukan penerimaan mahasiswa baru pada 2011 yang seluruhnya atau seratus persen hanya melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN).

Penerimaan mahasiswa baru ITB pada 2011 seratus persen lewat jalur SNMPTN, tidak ada lagi jalur seleksi jalur mandiri.
— Hasanuddin Z Abidin

“Penerimaan mahasiswa baru ITB pada 2011 seratus persen lewat jalur SNMPTN, tidak ada lagi jalur seleksi jalur mandiri,” kata Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemiteraan, dan Alumni ITB Hasanuddin Z Abidin di Bandung, Kamis (13/1/2011).
Penerimaan mahasiswa ITB tahun ini, kata Hasanuddin, akan dilakukan dengan komposisi 60 persen melalui SNMPTN jalur undangan yang berdasarkan penjaringan prestasi akademik dan 40 persen sisanya melalui SNMPTN jalur ujian tertulis dan keterampilan. Sesuai peraturan Mendiknas Nomor 34 Tahun 2010, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru program sarjana secara nasional bersama dengan seluruh perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia, yakni melalui jalur SNMPTN.
Sementara itu, berdasarkan PP No 66 Tahun 2010, ITB akan mengalokasikan tempat bagi calon mahasiswa berkewarganegaraan Indonesia yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Jumlahnya sekitar 20 persen dari jumlah keseluruhan mahasiswa baru.
“Calon mahasiswa yang berminat masuk ITB bisa mengakses situs SNMPTN untuk mendaftar dan melakukan pembayaran secara daring di jaringan Bank Mandiri,” kata Hasanuddin.
ITB juga menerima program beasiswa seperti program BIUS, Bidik Misi, dan Beasiswa Biaya Pendidikan, dan lain-lainnya. Lebih lanjut, kata Hasanuddin, jadwal pendaftaran SNMPTN 2011 jalur undangan dimulai 1 Februari hingga 12 Maret 2011 dengan pengumuman hasil 18 Mei 2011, sementara registrasi pada 31 Mei hingga 1 Juni 2011.
Adapun pelaksanaan SNMPTN 2011 jalur ujian tertulis dan keterampilan dilakukan mulai 31 Mei hingga 1 Juni 2011. Ujian keterampilan diselenggarakan pada 2-3 Juni 2011.
Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Senin (10/1/2011), pemerintah meminta para rektor PTN merevisi pengumuman pelaksanaan seleksi mandiri yang sudah telanjur diumumkan kepada masyarakat. Bentuk dan cara sosialisasinya diserahkan kepada rektor masing-masing.
Sebelumnya diberitakan, ITB dan Universitas Gadjah Mada telah memulai pendaftaran dan berencana melaksanakan seleksi mandiri sebelum seleksi nasional. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional Djoko Santoso mengatakan, ketentuan pemerintah mengenai penerimaan mahasiswa baru ini sudah sangat tegas.

Pengembangan Diri Guru menuju Profesionalitas

Januari 16, 2011

Beberapa tahun yang lalu, bilangan kurang dari 3 tahunan, saya mengikuti sebuah workshop di sekolah. Sebuah seminar pengembangan diri. Auto Sugesti Power oleh ABCD co, pak Aris Ahmad Jaya, seorang Mr. Sugesti Indonesia. Para guru sedemikian antusias. Karena saat itu banyak hal yang disampaikan, sehingga para guru mampu membuat sugesti untuk dirinya bahkan kepada para siswa untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalitas. Lumayan, tambah ilmu dan tambah wawasan. Seorang guru, sebut saja Ibu Ferry, beliau amat takut akan cacing tanah. Dengan workshop ini beliau berubah menjadi senang dengan cacing, dan ini permanen hingga sekarang. Sebuah usaha revolusioner sekolah untuk perbaikan.

Hari ini kembali para guru mengikuti kegiatan workshop. Nama kegiatannya sedemikian keren. Full keren. Komunikasi Pembelajaran Transaksional – a breakthrough in improving your teaching cumnication style. Tidak tanggung-tanggung sang pemberi materi : Dr. Antar Venus, M.A.Comm, seorang doesn Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Fadjajaran. Komunikasi adalah hal yang amat penting dalam dunia pembelajaran. Ketika komunikasi salah arah, maka dapat dipastika akan gagal sebuah pendidikan. Saat pembukaan seorang wakil kepala sekolah menyampaikan sebuah mutiara hikmah : murid tidak pernah gagal, yang gagal adalah gurunya. Mutiara hikmah tersebut akan tetap menjadi pikiran buat saya sampai saya mengerti arti sebuah kalimat : saya guru ?

Ada kalimat pembuka yang bagus dari Dr. Antar Venus : Pernakah anda mengevaluasi perilaku komunikasi diri sendiri baik dalam konteks profesional dan per4sonal ? Menurut Analisa Transaksional “perilaku komunikasi manusia dibentuk berdasarkan hasil pengalaman komunikasi antarmanusia yang direkam dan distrukturisasi dalam otak manusia. Perilaku komunikasi itu membentuk pola yang khas yang bila tidak diubah akan bersifat konsisten. Pola tersebut DAPAT DIUBAH Termasuk Pola Komunikasi Andadalam setting profesional sebagai GURU dan anggota organisasi lembaga pendidikan.

Komunikais Pembelajaran Transaksional adalah : proses pertukaran pesan di antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses proses pembelajaran yang melandaskan diri pada pada pendekatan komplementer, observatif dan compassionate. Mulia sekali.

Satu hal yang menarik. Mengetahui akan ego setap pelaku pembelajaran, baik guru, penentu kebijakan dan siswa tentunya akan lebih baik. Semua komponen menjadi satu dalam proses pembalajaran menggunakan metode analisa transaksional. Kalimat Dr. Antar Venus cukup jelas : jika ingin mengecat tembok mulailah dari atas……

Dan saya berpikir, jika tembok tersebut adalah sebuah sekolah, pengecatan harus seluruhnya, satu waktu dalam satu media. Sebagai sebuat sistem pembelajaran hal ini patut dilakukan. Wah jadi makin terbuka nih wawasan sebagai guru. Walau awalnya berpikir tidak positif sekarang jadi berpikir posistif. Buat saya workshop ini amat berguna untuk mengetahui sistem mana yang belum bahkan tidak berfungsi karena kuran profesional atau personalnya …. Cukup berhasil, semoga tepat sasaran dengan apa yang direncanakan. Minimal kami akan mudah menilai,.. Parent Ego State, Adult Ego State atau Child Ego State…

http://edukasi.kompasiana.com/2011/01/15/pengembangan-diri-guru-menuju-profesionalitas/

Ancaman Oknum Satgas !

Januari 14, 2011

Ternyata Satgas Mafia juga telah menggunakan model-model mafia… teror keluarga pelaku, bahkan teror melalui media, sebuah pembelajaran yang kurang baik dari seorang yang mengerti hukum.jabatan yang diberikannya dan jabtan lain dalam pemerintahan. Sayang sekali orang ini juga membawa bawa nama Tuhan, Laknat Tuhan dan hal-hal lain yang justru jadi mengecilkan arti ketuhanan yang dia imani. Saatnya sang pemberi jabatan berpikir , bahwa profesionalitas tidak harus ngawur membuka semua hal yang membuat jalannya penyelidijan menjadi sulit (tekanan dan lain-lain), mengancam bahkan mendoakan untuk keburukan orang lain, yang terlalusulit diterima akal adalah Gayus menjadi tagert, titik.

Berikut ini adalah isi komunikasi BBM Denny dan Milana (bahasa dan ejaan sudah disesuaikan-Red)
Milana: Tidak perlu menekan saya seperti ini, saya sudah cukup tertekan
Denny: karenanya saya terus sampaikan ke media jangan Gayus dikorbankan. Usut tuntas :saya pun ditekan kiri-kanan… Menghadapi mafia, ancaman macam-macam… Tidak seberat Gayus dan mbak di penjara tapi saya juga hadapi banyak mafia. Anak-anak yang tak berdosa itu akan kehilangan ayah mereka yang baik dan pemberani.. Please Mbak…Tolong Mbak…pleaseee ceritakan apa yg terjadi? Gayus ke Bali? Bertemu siapa? Betulkah dengan Ical? Nanti penjara itu menjadi sia-sia kalau kejahatan sebenarnya tidak terbongkar. Mbak bisa bilang Gayus jujur di mata keluarga dan anak-anak, tapi Mbak tidak akan bisa menutup fakta itu dari anak-anak… Pada saatnya mereka akan paham dan tahu. Saya heran, Mbak bisa tenang dalam kebohongan…Dan berkata ada waktunya…
Milana: karena saya, kami bukan siapa-siapa, hanya kami yg dituntut untuk selalu jujur..jujur..jujur… Berapa koruptor di Negara ini, apa semua mendapat tekanan seperti ini?
Denny: kalau Mbak tetap bertahan dalam kebohongan, berarti Mbak menutup pertolongan Allah :berkata jujur itu perlu disegerakan… Menutup kebohongan itu maksiat. Jangan bicara koruptor yang lain… Berbuat baiklah untuk diri sendiri. Mbak stop bicara teori hukum di hadapan saya!
Milana: Tak ada manusia yang luput dari dosa, bukan tugas kita untuk menghakiminya.
Denny: Gayus jelas-jelas koruptor! Tidak ada gunanya saya kasihan pada mbak dan anak-anak… :Semoga saat itu laknat Allah tidak datang… :Anda sedang bermain-main dengan kesabaran Sang Pencipta… :baik mbak…saya pamit. Mbak tidak akan saya ganggu-ganggu lagi… Silakan jalan sendiri… :Anda sendirian… Saya yakin, Allah pun enggan dengan berdekat dengan orang yg masih menunda-nunda menyampaikan kejujuran :tapi sudahlah… itu sudah pihan Anda… menjauhkan diri dari ridho-Nya… Masya Allah… :sudah mulai muncul Rani harusnya jadi tersangka juga…
Editor: R Adhi KSP

Semangat di Semester yang Baru

Januari 13, 2011

Tadi pagi dapat SMS yang cukup mengaggetkan : Menurut Kalender Cina, bulan Januari ini adalah bulan yang paling spesial. Ada 5 Senin, 5 Sabtu dan 5 Minggu, dalam bulan ini. Ini hanya akan terjadi setiap 823 tahun. Mereka menyebutnya “Kantong Uang”.

Wah hebat juga nih hehehhe. Buat saya jika ada kondisi ini, harapan saya semua Senin itu sebaiknay tanggal merah dan setiap Sabtu tanggal merah,.. wah indahnya hidup ini,… KEBANYAKAN LIBUR !

Hahahahha, jangan lah. Ini khan semester yang baru, evaluasi semester lalu amat berarti untuk hidup selanjutnya. Sudah terlalu banyak kepalsuaan yang dilakukan para pemimpin, maka kita jangan menirunya. Sudah terlalu banyak kebohongan yang dilakukan para pemimpin,kita wajib menjauhi sikap itu. Sudah terlalubanyak korupsi dilakukan pejabat, pegawai menengah dan rendah, nikmati aja… tokh saya bukan pegawai negeri, guru yang mungkin bukan pemegang kebijakan untuk adanya korupsi,… jadi… wangsa jaya … kamu aman, heheheheh

Tetap berusaha menjaid yang terbaik, perbaiki kinerja kepada Allah, Keluarga dan Masyarakat, semoga menjadi Pahala di akhirat kelak…

Ujian Masuk PTN 31 Mei dan 1 Juni 2011

Januari 13, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Ujian tertulis Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2011 akan dilaksanakan serentak pada 31 Mei dan 1 Juni 2011. Selain seleksi masuk melalui ujian tertulis, ada pula jalur undangan yang dulu bernama penelusuran minat dan kemampuan.
Sebanyak 60 perguruan tinggi negeri akan menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan.
”Penerimaan mahasiswa baru melalui jalur ini berdasarkan prestasi akademik dengan melihat nilai rapor dan prestasi-prestasi lain, termasuk nilai ujian nasional,” kata Ketua Umum Panitia SNMPTN Herry Suhardiyanto kepada wartawan, Rabu (12/1), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta.
Hadir dalam konferensi pers tersebut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, dan Ketua Majelis Rektor PTN Musliar Kasim.
Karena ujian nasional (UN) menjadi pertimbangan, siswa yang tidak lulus UN akan kehilangan kesempatannya meski sudah mendapat undangan.
Untuk mengisi kursi kosong tersebut, perguruan tinggi negeri (PTN) diberi kesempatan mengisinya dari hasil seleksi mandiri yang ditetapkan berjumlah 40 persen dari total daya tampung mahasiswa baru.
”Makanya, seleksi mandiri itu didorong setelah SNMPTN,” kata Herry.
Direktur Jenderal Dikti Djoko Santoso mengatakan, pada tahun ini diperkirakan akan ada 800.00 pendaftar yang memperebutkan sekitar 200.000 di 60 PTN peserta SNMPTN.
Calon mahasiswa yang mendaftar diperbolehkan memilih dua PTN dan tiga program studi di setiap PTN. Dari 200.000 total daya tampung PTN tahun ini, sekitar 120.000 di antaranya akan diterima melalui jalur tertulis dan keterampilan dan jalur undangan. Sisanya, PTN diperbolehkan melakukan seleksi melalui jalur mandiri.
Teguran
Terkait dengan sejumlah PTN yang hendak melaksanakan seleksi mandiri sebelum SNMPTN, Herry mengatakan, tidak bisa menjatuhkan sanksi apa pun selain teguran dari Kementerian Pendidikan Nasional. ”Kami pada posisi mengimbau dan mengajak para rektor agar bersedia memenuhi jadwal SNMPTN,” ujarnya.
Sementara biaya pendaftaran untuk jalur undangan sebesar Rp 175.000 per pelamar dan biaya pendaftaran jalur ujian tertulis/keterampilan sebesar Rp 150.000 (kelompok IPA atau IPS) dan Rp 175.000 (kelompok IPC) serta Rp 150.000 untuk ujian keterampilan per peserta untuk setiap ujian.
”Calon mahasiswa atau orangtua bisa mengakses situs SNMPTN untuk mendaftar di mana saja melalui jaringan internet. Pembayarannya juga bisa secara online di seluruh jaringan Bank Mandiri, seperti ATM, internet banking, dan SMS banking,” kata Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Riswinandi.
Untuk informasi lebih lanjut, bisa diperoleh di situs http://www.snmptn.ac.id atau melalui akun twitter: @snmptn2011 atau Panitia Pelaksana SNMPTN 2011 di Gedung Rektorat IPB lantai 2 Kampus IPB Dermaga, Bogor, Jawa Barat. Bisa juga melalui call center 08041-450-450 dan e-mail: panitia@snmptn.ac.id. (LUK)

Tidak Lulus UN Jangan harap masuk PTN

Januari 13, 2011

AKARTA, KOMPAS.com – Tahun ini sebanyak 60 perguruan tinggi negeri (PTN) akan menerima mahasiswa baru melalui jalur undangan. Penerimaan mahasiswa baru tersebut diperoleh melalui jalur prestasi akademik dengan melihat nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya, termasuk hasil atau nilai ujian nasional (UN).

Untuk mengisi kekosongan kursi itu, PTN diberi kesempatan mengisinya dengan menggelar seleksi jalur mandiri.
— Herry Suhardiyanto

Demikian dikatakan Ketua Umum Panitia SNMPTN Herry Suhardiyanto kepada wartawan, Rabu (12/1/2011), di Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta. Hadir dalam konferensi pers tersebut Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiknas Djoko Santoso, dan Ketua Majelis Rektor PTN Musliar Kasim.
Namun, karena nilai UN menjadi pertimbangan, siswa yang tidak lulus UN akan kehilangan kesempatan masuk PTN walaupun sudah mendapatkan undangan. Untuk mengisi kekosongan kursi itu, PTN diberi kesempatan mengisinya dengan menggelar seleksi jalur mandiri. Melalui jalur ini, pemerintah menetapkan jumlah 40 persen dari total daya tampung mahasiswa baru.
”Makanya, seleksi mandiri itu didorong setelah SNMPTN,” kata Herry.
Diberitakan sebelumnya, seleksi masuk perguruan tinggi negeri secara nasional tahun ini tetap bernama Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). SNMPTN dibuka melalui dua jalur, yakni ujian tulis dan undangan. SNMPTN undangan hanya terbuka untuk siswa yang sekolahnya mendapat undangan panitia SNMPTN.
Adapun jumlah mahasiswa yang akan mengikuti SNMPTN 2011 diperkirakan mencapai hampir 800 ribu atau sekitar dua kali lipat dari peserta SNMPTN 2010. Mereka akan memperebutkan sekitar 200.000 bangku di 60 PTN yang menjadi universitas peserta SNMPTN.

Ujian Nasional SMA 18 – 21 April 2011,…

Januari 5, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Ujian nasional tahun pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan diselenggarakan 18-21 April 2011. Sementara jenjang sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan dilaksanakan 25-28 April 2011.

Jadwal UN ini tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46 tentang Pelaksanaan UN SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010/2011 yang ditandatangani Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh Senin (4/1/2011) di Jakarta.

Dalam UN April mendatang sudah digunakan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai UN dengan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdiknas Mansyur Ramly mengatakan, UN Susulan SMA/MA/SMK akan dilaksanakan 25-28 April 2011 dan pengumuman kelulusan oleh satuan pendidikan paling lambat 16 Mei 2011.

Sementara UN Susulan SMP/MTs diselenggarakan 3-6 Mei 2011, sedangkan pengumuman UN SMP/MTs oleh satuan pendidikan pada tanggal 4 Juni 2011. “UN kompetensi keahlian kejuruan SMK dilaksanakan sekolah paling lambat sebulan sebelum UN dimulai,” kata Mansyur.

Sebelum kelulusan diumumkan, sekolah mengirimkan hasil nilai sekolah untuk digabungkan dengan hasil nilai UN ke Kemdiknas. Selanjutnya, setelah digabungkan dengan formula 60 persen UN ditambah dengan 40 persen nilai sekolah, nilai tersebut dikembalikan lagi ke sekolah. Sekolah menggabungkan nilai dengan mata pelajaran lain. “Kan ada tujuh mata pelajaran lain yang harus lulus. Yang menentukan kelulusan tetap satuan pendidikan,” kata Nuh.

Nuh melanjutkan, dari peta nilai akan dilakukan analisis setiap sekolah. Sekolah yang nilainya rendah akan dilakukan intervensi seperti tahun 2010 yakni memberikan insentif dana sebesar Rp 1 miliar sebagai stimulus kepada 100 kabupaten/kota yang memiliki nilai UN rendah.

Insentif dana itu diberikan pada kabupaten/kota dengan persentase kelulusan siswa kurang dari 80 persen. Selain dana, pemerintah juga melakukan intervensi program peningkatan kompetensi guru dan remedial. “Tidak ada target khusus kelulusan siswa. Targetnya kejujuran pelaksanaan UN. Itu yang lebih mahal karena dari angka kelulusan tahun lalu sudah 99 persen,” kata Nuh.

Tugas Guru,… mendidik Siswa

Januari 5, 2011

Pak tua itu berbicara kepada anaknya: Bahwa Hidup itu untuk memberi sebanyak-banyaknya… Bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya…. Tulisan di atas saya dapat dari Status teman di FB,….hmhmhmhhmmhm

Sebuah kalimat yang indah dan kena ke hati ini, saat ini perlu kembali di pompa dengan kekuatan imani yang hakiki. Semoga saja itu kalimat dapat membuat hati ini makin bertenaga dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.

Sore itu pak Badu, guru senior di SD Cikini 01 tergolek lemas di kursi tua ruang Kepala Sekolah. Tubuhnya bersimbah keringat sebesar butiran-butiran kacang tanah. Napasnya masih tersengal-sengal, menahan perasaan akan kejadian yang baru dialaminya. Tangan tua itu pun masih gemetar, sesekali pak Badu berusaha mengusir ketegangan dirinyan dengan bersuaha menyapa teman-teman guru yang setia mendampinginya saat itu. Bahkan 25 tahun di SD Cikini pun teman-teman guru, selalu mendampingi guru senior tersebut.

Sudah dua kali dalak seminggu ini, pak Badu terjatuh dan tidak sadarkan diri. Para siswa berteriak sejadi-jadiya saat gurunya itu terjatuh limbung ke salah satu meja belajar siswa. Beberaps siswa menangis sejadi-jadinya. Ada pulang yang berlari keluar kelas karena ketakutan. Maklumlah para siswa adalah anak-anak kelas 2 SD yang belum pernah melihat kejadian tersebut. Dan ini yang kedua.

Pak Badu selama ini hidup menyendiri, menjadi guru SD merupakan pilihan sulit buat dirinya. Keluarganya di Majennang adalah orang terpandang, pemilik lahan sawah berpuluh-puluh hektar, penggilingan beras dan armada angkutan pasar. Pengalaman saat masa pendudukan belanda yang membuat dirinya mengambil profesi sebagai guru untuk memajukan negeri ini. Baginya, bangsa yang terjajah adalah bangsa yang tidak mampu menjadi dirinya sendiri karena kurangnya memanfaatkan kecerdasan yang Tuhan berikan uintuk semua umat manusia. Mengajar anak-anak untuk menjadi lebih pintar adalah pilihan hidupnya. Mendidik anak kecil dan menjadi guru adalah profesi mulia. Baginya guru adalah orang tua bua siapa pun, karenanya tugas guru yang utama adalah mendidik.

Pak Badu selalu menahan sakit dirinya, beliau selalu menyembunyikan sakit yang di deritanya. Buat pak Badu, jika seorang siswa sakit dan tidak hadir, maka pengaruh terhadap kelas kecil sekali. Tetapi ketika guru tidak hadir karena sakit atau sesuatu hal, maka yang merugi adalah banyak pihak. Terutama para siswa. Tekanan darah tinggi, dan paru-paru basah telah mengidapi dirinya hampir 20 tahun yang lalu. Pak Badu tidak ingin sakit yang dideritanya menjadi penghalang untuk menyampaikan ilmu dan amalan yang baik. Mendidik para siswa, sebenarnya mempersiapan kebaikan buat dirinya, bukan hanya buat para siswa. Itulah kata-kata yang selalu pak Badu camkan. Keiklashan dan kejujuran adalah dua hal yang selalu beliau tanamkan kepada para siswa dan dirinya sendiri. Dia iklash untuk mendidik para siswa, agar Allah pun iklash memberikan kemudahan hidup di dunia dan syurga di akhira kelak. Pak Badu adalh guru yang sesungguhnya,minimal buat saya seorang,….

Dana Abadi S2 dan S3

Januari 1, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Bunga dari dana abadi pendidikan sebesar Rp 1 triliun akan dipakai untuk beasiswa mahasiswa program S-2 dan S-3, serta dana penelitian. Adapun beasiswa untuk siswa pendidikan dasar dan menengah, serta mahasiswa S-1 sudah ada dana lain yang berbeda sumbernya.
Dana ini sudah bisa dicairkan. Tidak ada masalah. Komite Pendidikan sudah dibentuk segera setelah APBN Perubahan 2010.
— Mohammad Nuh

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan hal itu dalam jumpa pers, Kamis (30/12/2010) kemarin di Jakarta. Dana abadi beasiswa sebesar Rp 1 triliun tersebut berasal dari lonjakan penerimaan negara akibat kenaikan harga minyak mentah awal 2010.

Semula, dalam RAPBN ditetapkan Rp 2,4 triliun. Tetapi, dalam APBN jumlahnya menjadi Rp 1 triliun.

”Dana ini sudah bisa dicairkan. Tidak ada masalah. Komite Pendidikan sudah dibentuk segera setelah APBN Perubahan 2010,” kata Nuh.

Komite Pendidikan yang dimaksud adalah lembaga intrapemerintah gabungan antardepartemen yang mengelola dana pendidikan. Komite Pendidikan yang dibentuk Agustus 2010 itu dipimpin Wakil Presiden Boediono. Komite Pendidikan bertugas merumuskan kebijakan pendanaan pendidikan.

”Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat sebagai pelaksananya. Komite ini berbeda dari Dewan Pendidikan,” kata Nuh. (LUK/OIN)

Maaf Tidak ada UN Ulangan !

Januari 1, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Dalam penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2011, beberapa perubahan mendasar di antaranya tak ada lagi UN ulang. Bagi yang tidak lulus, UN tetap bisa mengikuti ujian paket C untuk siswa SMA.

Prestasi siswa selama kelas I, II, dan III akan diperhitungkan untuk kelulusan siswa.
— Mohammad Nuh

”Hasil ujian Paket C itu tetap bisa dipakai untuk masuk perguruan tinggi,” kata Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh, Kamis (30/12/2010).

Perubahan lainnya, nilai akhir kelulusan siswa dihitung dengan menggabungkan nilai UN dengan nilai ujian akhir sekolah (UAS). Formulanya, 60 persen untuk bobot nilai UN dan 40 persen nilai UAS.

”Prestasi siswa selama kelas I, II, dan III akan diperhitungkan untuk kelulusan siswa,” kata Nuh.

Melalui pembobotan tersebut, kata Nuh, siswa akan lulus meski nilai UN-nya 4 untuk mata pelajaran tertentu, tetapi hasil UAS harus mendapat nilai minimal 8.

”Sebaiknya nilai ujian nasional yang diraih siswa tidak minimal sehingga nilai ujian sekolah yang harus dicapai siswa tidak terlalu besar untuk meraih kelulusan,” kata Nuh.

Menanggapi perubahan formula UN 2011, Direktur Eksekutif Institute for Education Reform di Universitas Paramadina Mohammad Abduhzen menilai, pemerintah sebenarnya hanya mengulang format lama dan tak ada perubahan mendasar.

”Ini perubahan ala kadarnya saja karena sejak awal pendirian pemerintah itu UN harus ada,” ujarnya.

Abduhzen menilai, UN bukan satu-satunya cara untuk memetakan mutu pendidikan karena hasil belajar siswa hanya salah satu komponen pengukur. Masih ada komponen lain, seperti kualitas guru dan sarana belajar yang harus ditingkatkan. (LUK)