Posts Tagged ‘SMAN 8’

Sekolah Unggulan, Jatahnya Paling Besar

Februari 18, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011, Herry Suhardiyanto, mengatakan, SNMPTN melalui jalur undangan dibuka hingga 12 Maret 2011. Pendaftaran dilakukan online di laman http://undangan.snmptn.ac.id.

Tersedia 165.034 kursi di PTN pada SNMPTN 2011. Kuota jalur undangan 53.850 kursi (33 persen). Sementara SNMPTN ujian tertulis/keterampilan 111.184 kursi (67 persen).

Perihal sekolah berakreditasi A dengan kelas akselerasi, semua siswanya bisa ikut SNMPTN jalur undangan. Sekolah terakreditasi A dengan jenis kelas RSBI/unggulan bisa mengirimkan 75 persen siswa terbaiknya. Adapun sekolah terakreditasi A dengan jenis kelas reguler diberi kuota 50 persen dari siswa terbaik.

Sementara itu, sekolah berakreditasi B mendapat jatah 25 persen. Sekolah berakreditasi C hanya mendapat kuota 10 persen. Sekolah juga bisa mendaftarkan siswa tak mampu ikut seleksi beasiswa Bidik Misi.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan 20.000-an beasiswa bagi lulusan SMA yang kuliah di PTN dari awal masuk hingga meraih gelar sarjana, maksimal empat tahun. Sayangnya, masih ada sekolah yang mengeluhkan sosialisasi.

“Tahun lalu, banyak alumnus PTN sosialisasi ke sekolah-sekolah, tetapi sekarang adem-ayem. Bulan-bulan ini seharusnya mulai penjaringan,” ujar Ketua Dewan Pendidikan Kota Balikpapan Subyanto.

Ia hanya tahu, ada regulasi baru bahwa ujian masuk PTN kembali ke masa lalu, yakni dilakukan serentak melalui SNMPTN. Tak ada lagi ujian masuk PTN pada tingkat lokal.

“Belum ada sosialisasi. Makanya, banyak sekolah bertanya-tanya,” ujarnya.

“Kalau memang ada sosialisasi, seharusnya cepat sampaikan agar lebih jelas dan kami bisa melakukan persiapan,” ujar Kepala SMA Swadaya Medan dan pengurus Serikat Guru Medan, Herliadi. (ELN/LUK)

“Track Record” Sekolah Dinilai PTN

Februari 18, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Penentuan siswa yang diterima lewat jalur undangan dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) dinilai tidak semata mempertimbangkan sekolah favorit. PTN menyatakan telah memberikan pertimbangan pemerataan kesempatan.

Untuk jalur undangan SNMPTN 2011, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, misalnya, akan menyasar lulusan-lulusan SMA yang kurang mampu secara ekonomi dari sekitar wilayah Banyumas, Cilacap, dan Purbalingga.

“Unsoed menyiapkan 800 kursi dari seluruh fakultas bagi mahasiswa baru melalui jalur undangan,” kata Rektor Unsoed Prof Edy Yuwono.

Jika kuota tersebut tidak terpenuhi dari putra-putra daerah, Unsoed tetap membuka kesempatan bagi siswa-siswa dari daerah lain.

“Terutama daerah perbatasan dengan Jawa Barat seperti Banjar, Tasikmalaya, dan Garut,” ujarnya.

Secara terpisah, Sekretaris Panitia Lokal SNMPTN Bandung Asep Gana Suganda mengatakan, perguruan tinggi akan bersikap adil dalam seleksi melalui jalur undangan, yakni bukan semata- mata melihat kualitas sekolah, tetapi juga kualitas siswa.

Sementara itu, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Priyo Suprobo, yang dihubungi dari Jakarta, Kamis (17/2/2011) kemarin, mengatakan, meskipun PTN lebih melirik siswa dari sekolah berakreditasi A yang akan diterima melalui jalur undangan, siswa dari sekolah berakreditasi B dan C tetap mempunyai peluang yang cukup lebar.

“Perguruan tinggi negeri juga menerapkan aksesibilitas atau pemerataan untuk sekolah-sekolah yang ada di daerah, termasuk kawasan Indonesia timur,” kata Priyo.

Menurutnya, ITS memiliki semua data dasar sekolah tingkat atas di seluruh Indonesia, termasuk jenis akreditasinya. Lalu, ITS membuat indeks nilai setiap sekolah yang dilihat dari nilai ujian nasional (UN) tahun lalu.

“Untuk jalur undangan jatahnya 20 persen dari kapasitas yang ada,” kata Priyo.

Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), mengatakan, penentuan siswa yang diterima lewat jalur undangan dalam seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) tidak semata-mata mempertimbangkan dari sekolah favorit. PTN pun memberikan pertimbangan pemerataan kesempatan.

“Kami mengutamakan siswa yang memilih di pilihan pertama dan melihat track record sekolah. Jika sekolah favorit yang diundang kurang merespons, jatahnya bisa dikurangi,” katanya.

Mau, “Master” di Wageningen University?

Februari 18, 2011

KOMPAS.com — The Anne van den Ban Scholarship Fund menawarkan “Masters Degree Scholarships” bagi para pelajar dari negara-negara berkembang, termasuk para pelajar di Indonesia. Beasiswa tersebut ditawarkan untuk melanjutkan studi di Wageningen University, Belanda, tahun akademik 2011/2012.

The Anne van den Ban Scholarship Fund sebelumnya dikenal dengan “Stichting Redelijk Studeren”. Nama tersebut diubah kemudian dengan nama Dr Ir Anne van den Ban, seorang profesor pendiri Voorlichtingskunde (Rural Extension) di Wageningen University.

Dua dari beberapa syarat utamanya, kandidat harus memiliki nilai akademis yang baik di kampus asal negaranya. Kandidat juga harus berkomitmen kembali ke negara asalnya dan menuntaskan gelarnya.

Bagi yang berminat, syarat-syarat dan informasi penting mendapatkan beasiswa ini bisa langsung dilihat dan diunduh di http://www.fondsen.wur.nl. Batas waktu pendaftaran beasiswa bagi kandidat dari negara non-EU hanya sampai Mei 2011.

Beasiswa untuk pengajar bahasa Inggris di Inggris

Februari 12, 2011

KOMPAS.com – Hornby Scholarships Program 2011 mengundang para pengajar Bahasa Inggris profesional yang masih termotivasi meraih gelar S-2 di perguruan tinggi di Inggris. Batas waktunya masih tersisa dua hari lagi, yaitu 13 Februari 2011.

Syaratnya, pelamar diminta mengirimkan CV dan menjawab dua pertanyaan berikut; pertama, mendeskripsikan tugas dan tanggung jawabnya mengajar Bahasa Inggris. Banyaknya tulisan kira-kira 250 kata.

Kedua, pelamar diminta membuat tulisan yang jumlahnya tak lebih dari 1000 kata tentang alasannya ingin meraih gelar S-2 ini di Inggris. Pelamar diminta menceritakan pengalamannya sebagai pengajar profesional, skil dan ketertarikannya untuk melajutkan studi dengan beasiswa ini, serta manfaat yang akan didapatkannya bagi karir serta pengembangan dirinya di masa mendatang.

Informasi lengkapnya bisa dilihat di http://www.britishcouncil.or.id. Lamaran dikirimkan melalui lenggo.geni@britishcouncil.or.id sebelum Minggu, (13/2/2011).

Bergembira, sama efeknya dengan sesi latihan sedang di Gym

Februari 12, 2011

REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA–Para peneliti telah lama mengetahui bahwa tertawa meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan kolesterol dan tekanan darah, dan mengurangi stres. Dalam sebuah studi pendahuluan terbaru yang telah dilakukan, pakar psychoneuro-imunologi Lee Berk dan timnya di Loma Linda University di California menunjukkan bahwa ada hubungan paralel antara tertawa dengan pergeseran hormon nafsu makan. Pendek kata, Berk menyebut satu kesempatan untuk cekikikan sama efeknya dengan sesi latihan ringan di gym atau pusat kebugaran.

Berk mengukur tingkat ghrelin darah, suatu hormon yang mengatur rasa lapar, sebelum dan setelah 14 peserta studi selama 20 menit menonton siaran TV yang lucu. Dia kemudian membandingkan data dengan kadar hormon yang dicatat sebelum dan sesudah subjek menyaksikan adegan pertempuran pembukaan menyedihkan dari film Saving Private Ryan. Terlepas dari urutan di mana mereka melihat klip, konsentrasi ghrelin mereka berpaku setelah sesi lucu itu. “Ini seperti setelah latihan,” kata Berk.

Peningkatan kadar ghrelin memberi sinyal bahwa tubuh menggunakan energi dan segera akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Namun terapi Tertawa tidak akan menggantikan olahraga untuk menurunkan berat badan, tapi bisa membantu orang dengan kondisi yang menyebabkan hilangnya nafsu makan, seperti depresi dan rasa sakit kronis. Berk saat ini sedang mempelajari apakah tawa juga bisa mengurangi peradangan yang terkait dengan banyak penyakit, termasuk kanker dan penyakit jantung.

Kedashyatan Efek Senyum

Februari 12, 2011

Oleh Wiyanto Suud

Rasulullah SAW bersabda bahwa anak keturunan Adam memiliki kewajiban untuk bersedekah setiap harinya sejak matahari mulai terbit. Seorang sahabat yang tidak memiliki apa pun untuk disedekahkan bertanya, “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?”

Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

Dalam hadis lain disebutkan bahwa senyum itu ibadah, “Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi). Salah seorang sahabat, Abdullah bin Harits, pernah menuturkan tentang Rasulullah SAW, “Tidak pernah aku melihat seseorang yang lebih banyak tersenyum daripada Rasulullah SAW.” (HR Tirmidzi).

Meskipun ringan, senyum merupakan amal kebaikan yang tidak boleh diremehkan. Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim).

Mungkin kita sering berpikir bahwa sedekah itu berkaitan erat dengan harta benda seperti pemberian uang, pakaian, atau apa pun yang bisa langsung dinikmati penerima dalam bentuk materi. Hal itu juga mungkin yang ada dalam pikiran para sahabat Rasulullah SAW, sehingga mereka sangat gelisah kemudian mempertanyakannya.

Karena itu, tidak semestinya seorang Muslim membiarkan satu hari pun berlalu tanpa dirinya terlibat dalam kegiatan bersedekah. Jika kita punya wawasan sempit mengenai pengertian bersedekah, tentulah hal itu menjadi mustahil.

Di antara keistimewaan sedekah adalah menolak bala (musibah). Dari Sayyid Ali Ar-Ridha, dari Sayyid Ja’far Ash-Shadiq, dari Sayyid Ali Zainal Abidin, dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu Anhum, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah itu dapat menghindarkan diri dari kematian yang tidak baik, menjaga diri dari tujuh puluh macam bencana.”

Imam Ibnul Qoyyim RA dalam bukunya al-Wabil ash-Shayyib berkata, “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana, walaupun pelakunya orang yang Fajir (pendosa), zalim, atau bahkan orang kafir.”

Dana Abadi S2 dan S3

Januari 1, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Bunga dari dana abadi pendidikan sebesar Rp 1 triliun akan dipakai untuk beasiswa mahasiswa program S-2 dan S-3, serta dana penelitian. Adapun beasiswa untuk siswa pendidikan dasar dan menengah, serta mahasiswa S-1 sudah ada dana lain yang berbeda sumbernya.
Dana ini sudah bisa dicairkan. Tidak ada masalah. Komite Pendidikan sudah dibentuk segera setelah APBN Perubahan 2010.
— Mohammad Nuh

Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan hal itu dalam jumpa pers, Kamis (30/12/2010) kemarin di Jakarta. Dana abadi beasiswa sebesar Rp 1 triliun tersebut berasal dari lonjakan penerimaan negara akibat kenaikan harga minyak mentah awal 2010.

Semula, dalam RAPBN ditetapkan Rp 2,4 triliun. Tetapi, dalam APBN jumlahnya menjadi Rp 1 triliun.

”Dana ini sudah bisa dicairkan. Tidak ada masalah. Komite Pendidikan sudah dibentuk segera setelah APBN Perubahan 2010,” kata Nuh.

Komite Pendidikan yang dimaksud adalah lembaga intrapemerintah gabungan antardepartemen yang mengelola dana pendidikan. Komite Pendidikan yang dibentuk Agustus 2010 itu dipimpin Wakil Presiden Boediono. Komite Pendidikan bertugas merumuskan kebijakan pendanaan pendidikan.

”Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat sebagai pelaksananya. Komite ini berbeda dari Dewan Pendidikan,” kata Nuh. (LUK/OIN)

SIMAK UI 2011….AYO PERSIAPAN DIRI… HABIS UN 2011

Desember 30, 2010

DEPOK, KOMPAS.com – Universitas Indonesia (UI) kembali membuka kesempatan kepada peserta didik di seluruh Indonesia untuk menempuh studi di UI melalui Seleksi Masuk Universitas Indonesia (Simak UI) 2011. Simak UI merupakan ujian seleksi masuk UI yang terintegrasi dari jenjang pendidikan Vokasi/D3 hingga jenjang pendidikan Doktoral.
Ini bukan jalur mandiri dengan biaya mahal karena telah ditetapkan melalui biaya pendidikan yang berkeadilan.
— Vishnu Juwono

“Ini bukan jalur mandiri dengan biaya mahal karena telah ditetapkan melalui biaya pendidikan yang berkeadilan,” ungkap Kepala Kantor Komunikasi UI Vishnu Juwono kepada Kompas.com, Kamis (30/12/2010).

Vishnu memaparkan, biaya pendidikan bagi mahasiswa S-1 Reguler yang terjaring melalui Simak UI sama dengan mahasiswa yang diterima melalui seleksi nasional atau SNMPTN dan PPKB (Program Pemerataan Kesempatan Belajar).

Adapun Simak UI 2011 akan dilaksanakan serentak pada 3 Juli 2011 di beberapa kota besar di Indonesia. Pendaftaran seleksi tetap dilakukan secara online melalui laman http://penerimaan.ui.ac.id. Calon mahasiswa dapat memilih minimal dua program studi dengan membayar Rp 200.000.

“Pengumuman seleksinya dilaksanakan pada 24 Juli 2010,” jelas Vishnu.

Sekolah Hanya Bisa Tunggu Kepastian

Desember 25, 2010

YOGYAKARTA, KOMPAS – Sekolah menanti kejelasan dan kepastian pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011. Padahal, menurut kabar, terdapat beberapa perubahan mendasar dalam pelaksanaan ujian nasional (UN).
Kalau dua perubahan itu memang dilakukan akan butuh persiapan untuk itu.
— Timbul Mulyono

Kebijakan pendidikan yang hampir selalu mendadak ini menyulitkan sekolah. Pelajar yang akan menghadapi ujian pun kesulitan membuat persiapan yang matang.

Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA DIY Timbul Mulyono mengatakan, sekolah baru mendengar adanya perubahan pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ajaran ini dari media massa. Di antara perubahan itu, tidak adanya UN ulangan seperti tahun ajaran lalu dan penggunaan hasil ujian akhir sekolah (UAS) untuk menentukan kelulusan peserta didik.

”Kalau dua perubahan itu memang dilakukan akan butuh persiapan untuk itu,” kata Timbul di Yogyakarta, Kamis (23/12/2010) kemarin.

Menurut Timbul, sekolah perlu segera memberi informasi ke wali murid dan pelajar apabila hasil UAS ditetapkan sebagai salah satu parameter kelulusan. Dikhawatirkan pelajar kurang mempersiapkan UAS karena memprioritaskan UN. Padahal, bila jadi diberlakukan, hasil UAS akan berbobot lebih besar daripada UN.

Untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi, saat ini sekolah-sekolah di DIY menyelenggarakan tambahan pelajaran dan latihan soal. Rencananya UAS diselenggarakan pertengahan April atau setidaknya dua pekan sebelum UN. Hal ini agar sekolah mempunyai waktu cukup mengolah nilai UAS. (IRE)
Kompas Cetak
Sumber :

Mendadak UN, menyulitkan semua

Desember 25, 2010

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Selama setidaknya dua tahun terakhir, perubahan kebijakan pendidikan diumumkan secara mendadak. Tahun lalu, pengumuman penyelenggaraan ujian nasional (UN) ulangan dan percepatan waktu UN utama juga diumumkan pada pertengahan tahun ajaran.
Perubahan yang mendadak membuat sekolah kalang kabut dalam mempersiapkan.
— Timbul Mulyono

Kebijakan pendidikan yang hampir selalu mendadak ini menyulitkan sekolah. Pelajar yang akan menghadapi ujian pun kesulitan membuat persiapan yang matang.

Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA DIY Timbul Mulyono mengatakan, sekolah baru mendengar adanya perubahan pelaksanaan ujian nasional (UN) tahun ajaran ini dari media massa. Di antara perubahan itu, tidak adanya UN ulangan seperti tahun ajaran lalu dan penggunaan hasil ujian akhir sekolah (UAS) untuk menentukan kelulusan peserta didik.

”Perubahan yang mendadak membuat sekolah kalang kabut dalam mempersiapkan,” tutur Timbul.

Timbul berharap, semua kebijakan pendidikan ditetapkan sejak awal tahun ajaran sehingga perencanaan lebih mudah dilakukan. Hal ini karena pendidikan merupakan proses yang perlu dipersiapkan sejak awal.

Sekretaris Pendidikan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Budi Asrori mengatakan, POS UN diharapkan sudah turun akhir Desember. Untuk menghadapi UN, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta akan mengadakan tujuh uji coba (try out), yang terdiri atas tiga try out untuk SMP, dua try out untuk SMA, dan dua try out untuk SMK.

”Kami juga memberi pendampingan pada sekolah-sekolah yang hasil UN tahun kemarin belum begitu baik,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, sekolah-sekolah kini menanti kejelasan dan kepastian pelaksanaan UN tahun ajaran 2010/2011. Padahal, menurut kabar, terdapat beberapa perubahan mendasar dalam pelaksanaan ujian nasional (UN).

Kebijakan pendidikan yang hampir selalu mendadak ini menyulitkan sekolah. Pelajar yang akan menghadapi ujian pun kesulitan membuat persiapan yang matang. (IRE)
Kompas Cetak

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.