Posts Tagged ‘SMAN 8 Jakarta’

Poligami, Bisakah Adil?

Maret 3, 2015

Poligami, Bisakah Adil?
Allah Ta’ala berfirman,
وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An Nisa’: 129).
Sikap adil yang dituntut dari seorang suami adalah adil dalam jatah bermalam, adil dalam memberi nafkah dan pakaian. Di sini yang dituntut bukanlah adil dalam kecenderungan hati, sebab manusia tidak mampu menyamakan kecenderungan hatinya.
Sebagian orang bila memiliki lebih dari satu istri hanya memperdulikan salah satu istri dan mengabaikan yang lain. Ia bermalam lebih lama di rumah istri tersebut. Ia berikan nafkah hanya kepadanya dan menelantarkan istri-istri yang lain. Tindakan seperti ini haram dilakukan, dan pelakunya akan datang pada hari kiamat dalam keadaan seperti dijelaskan dalam hadits berikut. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ كَانَتْ لَهُ امْرَأَتَانِ فَمَالَ إِلَى إِحْدَاهُمَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَشِقُّهُ مَائِلٌ
“Siapa yang memiliki dua orang istri lalu ia cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka ia datang pada hari kiamat dalam keadaan badannya miring.” (HR. Abu Daud no. 2133, Ibnu Majah no. 1969, An Nasai no. 3394. Syaikh Al Albani menyatakan hadits tersebut shahih sebagaimana dalam Shahih At Targhib wa At TarhiB-)

M. Abduh Tuasikal
@RumayshoCom

‪#‎Rumahku‬ masih NGONTRAK#

Maret 3, 2015

‪#‎Rumahku‬ masih NGONTRAK#
DR Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul qodir bin Salim Basalamah, MA
Sebagus apapun dan setinggi apapun rumah yg dimiliki, maka ia tetap saja rumah kontrakan. Sehebat apapun ketakwaan dan kesholihan hamba, pada sejatinya juga mengontrak.
Karena akan datang suatu hari yg memaksa kita untuk keluar dari rumah kita. Tak kenal, raja, nabi, atau siapa saja. Sampai mati ia ngontrak di muka bumi ini. Bila masa kontrakan habis, maka harus keluar, mau tak mau.
Lihatlah sekitarmu. Tengoklah pemimpin-pemimpin negeri ini. Renungkanlah konglomerat-konglomerat yg diusir dari rumahnya meninggalkan bangunan-banunan mewah yg didirikannya.
Tapi ternyata..
Dibalik itu semua, ada sebuah rumah yg tidak mengontrak. Rumah itu sangatlah indah menawan. Tak perlu susah payah membangunnya. Tak perlu kamu bekerja dari pagi sampai sore. Tak perlu utang sana sini.
Dan rumah itu catnya tak pernah pudar. Bunga-bunga ditamannya tak pernah layu. Bentuknya tak pernah membosankan. Bangunannya disusun dari batu bata emas dan perak. Bahan pelekatnya adalah minyak katsuri. Kerikilnya dari mutiara dan permata. Debunya adalah Za’faran (komkoma). Kebunnya tak pernah putus berbuah. Sungai-sungai mengalir dibawahnya. Kekal dan abadi tidak seperti rumah di dunia. Yang memasukinya tidak akan pernah tertimpa duka dan kesedihan.
Mau kan Anda memiliki rumah seperti yg baru saja disebutkan ?
#Rumahku masih NGONTRAK#

Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental

Maret 3, 2015

# Bakti Seorang Anak Kepada Ibunya yang Memiliki Keterbelakangan Mental
Oleh : Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairy
Salah seorang dokter bercerita tentang kisah sangat menyentuh yang pernah dialaminya…
Hingga aku tidak dapat menahan diri saat mendengarnya…
Aku pun menangis karena tersentuh kisah tersebut…
Dokter itu memulai ceritanya dengan mengatakan :“Suatu hari, masuklah seorang wanita lanjut usiake ruang praktek saya di sebuah Rumah Sakit.
Wanita itu ditemani seorang pemuda yang usianya sekitar 30 tahun. Saya perhatikan pemuda itu memberikan perhatian yang lebih kepada wanita tersebut dengan memegang tangannya, memperbaiki pakaiannya, dan memberikan makanan serta minuman padanya…
Setelah saya menanyainya seputar masalah kesehatan dan memintanya untuk diperiksa, saya bertanya pada pemuda itu tentang kondisi akalnya, karena saya dapati bahwa perilaku dan jawaban wanita tersebut tidak sesuai dengan pertanyaan yang ku ajukan.
Pemuda itu menjawab :“Dia ibuku, dan memiliki keterbelakangan mental sejak aku lahir”
Keingintahuanku mendorongku untuk bertanya lagi : “Siapa yang merawatnya?”Ia menjawab : “Aku”
Aku bertanya lagi : “Lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya?”
Ia menjawab : “Aku suruh ia masuk ke kamar mandi dan membawakan baju untuknya serta menantinya hingga ia selesai. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Aku masukkanpakaiannya yang kotor ke dalam mesin cuci dan membelikannya pakaian yang dibutuhkannya”
Aku bertanya : “Mengapa engkau tidak mencarikan untuknya pembantu?”
Ia menjawab : “Karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa dan seperti anak kecil, aku khawatir pembantu tidak memperhatikannya dengan baik dan tidak dapat memahaminya, sementara aku sangat paham dengan ibuku”
Aku terperangah dengan jawabannya dan baktinya yang begitu besar..
Aku pun bertanya : “Apakah engkau sudah beristri?”
Ia menjawab : “Alhamdulillah,aku sudah beristri dan punya beberapa anak”
Aku berkomentar : “Kalau begitu berarti istrimu juga ikut merawat ibumu?”
Ia menjawab : “Istriku membantu semampunya,dia yang memasak dan menyuguhkannya kepada ibuku. Aku telah mendatangkan pembantu untuk istriku agar dapat membantu pekerjaannya. Akan tetapi aku berusaha selalu untuk makan bersama ibuku supaya dapat mengontrol kadar gulanya”
Aku Tanya : “Memangnya ibumu juga terkena penyakit Gula?”
Ia menjawab : “Ya, (tapi tetap saja) Alhamdulillah atas segalanya”
Aku semakin takjub dengan pemuda ini dan aku berusaha menahan air mataku…
Aku mencuri pandang pada kuku tangan wanita itu, dan aku dapati kukunya pendek dan bersih.
Aku bertanya lagi : “Siapa yang memotong kuku-kukunya?”
Ia menjawab : “Aku. Dokter, ibuku tidak dapat melakukan apa-apa”
Tiba-tiba sang ibu memandang putranya dan bertanya seperti anak kecil : “Kapan engkau akan membelikan untukku kentang?”
Ia menjawab : “Tenanglah ibu, sekarang kita akan pergi ke kedai”
Ibunya meloncat-loncat karena kegirangan dan berkata : “Sekarang…sekarang!”
Pemuda itu menoleh kepadaku dan berkata : “Demi Allah, kebahagiaanku melihat ibuku gembira lebih besar dari kebahagiaanku melihatanak-anakku gembira…”
Aku sangat tersentuh dengan kata-katanya…
dan aku pun pura-pura melihat ke lembaran data ibunya.Lalu aku bertanya lagi : “Apakah Anda punya saudara?”
Ia menjawab : “Aku putranya semata wayang, karena ayahku menceraikannya sebulan setelah pernikahan mereka”
Aku bertanya : “Jadi Anda dirawat ayah?”
Ia menjawab : “Tidak, tapi nenek yang merawatku dan ibuku. Nenek telah meninggal – semoga Allah subhanahu wa ta’ala merahmatinya – saat aku berusia 10 tahun”
Aku bertanya : “Apakah ibumu merawatmu saat Anda sakit, atau ingatkah Anda bahwa ibu pernah memperhatikan Anda? Atau dia ikut bahagia atas kebahagiaan Anda, atau sedih karena kesedihan Anda?”
Ia menjawab : “Dokter…sejak aku lahir ibu tidak mengerti apa-apa…kasihandia…dan aku sudah merawatnya sejak usiaku 10 tahun”
Aku pun menuliskan resep serta menjelaskannya…
Ia memegang tangan ibunya dan berkata : “Marikita ke kedai..”
Ibunya menjawab : “Tidak, aku sekarang mau ke Makkah saja!”
Aku heran mendengar ucapan ibu tersebut…
Maka aku bertanya padanya : “Mengapa ibu ingin pergi ke Makkah?”
Ibu itu menjawab dengan girang : “Agar aku bisa naik pesawat!”
Aku pun bertanya pada putranya : “
Apakah Anda akan benar-benar membawanya ke Makkah?”
Ia menjawab : “Tentu…aku akan mengusahakan berangkat kesana akhir pekan ini”
Aku katakan pada pemuda itu : “Tidak ada kewajiban umrah bagi ibu Anda…lalu mengapa Anda membawanya ke Makkah?”
Ia menjawab : “Mungkin saja kebahagiaan yang ia rasakan saat aku membawanya ke Makkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya”.
Lalu pemuda dan ibunya itu meninggalkan tempat praktekku.
Aku pun segera meminta pada perawat agar keluar dari ruanganku dengan alasan aku ingin istirahat…
Padahal sebenarnya aku tidak tahan lagi menahan tangis haru…
Aku pun menangis sejadi-jadinya menumpahkan seluruh yang ada dalam hatiku…
Aku berkata dalam diriku :
“Begitu berbaktinya pemuda itu, padahal ibunya tidak pernah menjadi ibu sepenuhnya…
Ia hanya mengandung dan melahirkan pemuda itu…
Ibunya tidak pernah merawatnya…
Tidak pernah mendekap dan membelainya penuh kasih sayang…
Tidak pernah menyuapinya ketika masih kecil…
Tidak pernah begadang malam…
Tidak pernah mengajarinya…
Tidak pernah sedih karenanya…
Tidak pernah menangis untuknya…
Tidak pernah tertawa melihat kelucuannya…
Tidak pernah terganggu tidurnya disebabkan khawatir pada putranya…
Tidak pernah….dan tidak pernah…!
Walaupun demikian…
pemuda itu berbakti sepenuhnya pada sang ibu”.
Apakah kita akan berbakti pada ibu-ibu kita yang kondisinya sehat….seperti bakti pemuda itu pada ibunya yang memiliki keterbelakangan mental???.
[اقتطعه واتساب]
بارك الله فيكم
Semoga bermanfaat……

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib

Maret 3, 2015

Keutamaan Shalat Sunnah Rawatib
Ummu Habibah radhiyyallahu ‘anha berkata bahwa ia mendengar Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatiB-) sehari semalam, akan dibangunkan baginya rumah di surga” (HR Muslim: 728)
Dari Ummu Habibah radhiyyallahu ‘anha pula, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَلَّى فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً بُنِىَ لَهُ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعًا قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الْفَجْرِ
“Barangsiapa sehari semalam mengerjakan shalat 12 raka’at (sunnah rawatiB-), akan dibangunkan baginya rumah di surga, yaitu:
4 raka’at sebelum Zhuhur,
2 raka’at setelah Zhuhur,
2 raka’at setelah Maghrib,
2 raka’at setelah ‘Isya dan
2 raka’at sebelum Shubuh”
(HR. Tirmidzi: 415, An-Nasai: 1794, dishahihkan Syaikh Al Albani)
✓ Yang lebih utama dari shalat rawatib adalah shalat sunnah fajar (shalat sunnah qabliyah/sebelum shubuh).
‘Aisyah radhiyyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah fajar (subuh) lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Muslim: 725)
Keutamaan-keutamaan tersebut berlaku umum untuk lelaki dan perempuan.
Bangun pagi tanda kita siap menyongsong hari…😀

Materi Pelatnas OSN Kebumian 2015 Bagian 3

Februari 25, 2015

Ini materi bagian akhir

Mg10GMFLautdanPantai

Mg1GMFPendahuluan

Mg2GMFEksplorasiGmf

Mg4GMFSungai

Mg5GMFPegunungan

Mg6GMFGn-api

Mg7GMFKubahLipatan

Mg8GMFPegBlok-Kompleks

Mg9GMFPlateaunKarst

Materi Pelatnas OSN Kebumian 2015 bagian 2

Februari 25, 2015

ayo silakan lagi

Dekripsi-Batuan

4.PasangSurut

5.PerubahanIklim

05.-Peta-Topografi

5.RangkumanMeteorologi

06.-Fosil

07.-Peta-Geologi

08.-Perlapisan

09.-Struktur geologi

Bab-I-fenomena-geosentrik

Bab-III-Astrofisika-1

Bab-II-Pengukuran-Sudut

Bab-IV-Mekanika

Bab-VI-Astrofisika-2

Bab-V-Tata-Koordinat

Materi Pelatnas OSN Kebumian 2015 Bagian 1

Februari 25, 2015

Ayo majukan kebumian kita,.. silakan

4.CuacadanIklim

1.Atmosfer

1.BencanaMeteorologi

1.ElNinodanLaNina

01.-Kristal

1.PemanasanGlobal

1.SifatAirLaut

2.Arus

02.-Batuan-Beku

2.DinamikaCuacadanAtmosfer

2.MekanismeElNinodanLaNina

03.-Batuan-Sedimen

3.Gelombang

3.ModulPraktisCuacadanIklim

04.-Batuan-Metamorfik

Materi dan Soal OSN Kebumian,…. silakan

Februari 25, 2015

Untuk teman-teman yang butuh soal OSn OSK Kbumian silakan saja… saya juga boleh ambil.. hehehe

SOLUSI OSK KEBUMIAN TINGKAT KOTA 2013_2

87791558-Kunci-Jawaban-C

89631846-SOAL-OSP-2011

97493979-OSP-2012-Esai

JawabSoalOSP2013Kebumian

OSN12kotakab

OSN12kotakab_2

OSN12prov

Pembahasan Essay OSP 2012

Soal lapangan geologi osn kebumian 2013

Soal lapangan meteorologi osn kebumian 2013

SOAL OSK 2012

SOAL OSK KEBUMIAN 2013

SOAL OSN KEBUMIAN 2013

Soal_Jawab_Seleksi_Kab_Kota_2010

SoalOSP2013Kebumian

SOLUSI OSK KEBUMIAN TINGKAT KOTA 2013

Hasil OSK Jakarta Selatan Tahun 2015

Februari 19, 2015

Berikut ini adalah hasil OSK Jakarta Selatan Tahun 2015, untuk semua bidang. Alhamdulillah dari 9 bidang SMAN 8 Jakarta berhasil meluluskan 25 siswa, dan 5 siswa terbaik berhasil mendapatkan peringkat pertama.

oskbio

osk ast

osk eko

osk fis

osk geo

osk keb

osk kim

osk kom

osk mat

Tamu dari SMA Hang Tuah Surabaya

Januari 28, 2015

7

1

2

3

4

5

6

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 38 pengikut lainnya.