Posts Tagged ‘RTRW’

Pembangunan Cilacap dengan konsep Bioregional

April 21, 2010

Alhamdulillah akhirnya tim KL Geografi FMIPA UI berhasil audiensi dengan pihak Bupati Cilcacap dan jajarannya. Sebuah perjuangan Tim dosen yang sebagian besar memasng dilahirkan di Kresidennan Banyumas. Lihat saja pak tarsoen dan PakSobirin yang kental dengan ke-Cilacapannya, Pak Jamang yang Purwokerto-an dan Pak Djoko sang putera Wonosobo. Buat mereka memberikan sesuatu untuk Cilcapa adalah hal yang penting.

Sungai Serayu yang hulunya di Dieng Wonosobo tentunya membawa berkah buat, bayangkan pasir besi yang membuat beberapa pantai di Cilacap menjadi kaya akan tambang. Sebut saja pantai Bunton, penambangan pasir besi sebagai galian C yang tidak terlalu diurus oleh PEMDA. Sementara dari sisi pertanian, air sungai serayu membuat kesuburan yang signifikan. Kecamatan Binangun yang kemaren kami kunjungi mempunyai masa panen hingga 3 kali, Padahal Binangun bukan kecamatan pengahasil beras tertinggi. Ada Maos dan Adipala, serta Kroya di atasnya. Berkah Binangun adalah suply air yang besar. Mereka hingga punya MKT3, yaitu padi-padi, padi, padi – padi – palawija, dan padi – padi – bero. Walau pun keberadaan musim tanam yang besar tersebut membuat Kecamatan Nusawungu suit mendapat air, tetapi menjadi langganan banjir saat hujan beberapa hari. Untungnya banjir di Nusawungu hanya sesaat, karena air menunggu bisa diterima sungai-sungai.

Presentasi Pak Tarsoen tentang pembangunan dengan pemanfaatan bioregional amat mengundang perhatian bapak Bupati (tepatnya wakil Bupati Cilacap), pak Tarsoen menjelaskan posisi Cilacap yang tidak aman dari bencana dan efek bencana. Longsor, banjir, rob/tsunami. Sisis lain sediemntasi yang besar akan menajadi bencana. Dan ini sudah terjadi di SEGARA ANAKAN. Wilayah yang seharusnya terjaga sebagai hutan mangrove dunia. Berita yang mungkin mengejutkan adalah perubahan geomorfologi pantai. Nusa Kambangan sebagai pulau hampir menyatu dengan Kampung Laut karena sedimentasi. Oleh karenanya kearifan lokal dalam mengelola lingkungan Cilacap harus sudah dibuat cetak biru 50 tahunan arah pengembangan CILACAP.

Semoga saja Kapubaten Cilacap mampu berbenah lebih baik sehingga dapat maju sebagai kota pantai, kota industri dan kota pariwisata terbaik di Selatan pulau Jawa.