Posts Tagged ‘kompas’

PTN Bakal Berlakukan Uang Kuliah Tunggal

Februari 5, 2013

http://edukasi.kompas.com/read/2013/02/04/03200939/PTN.Bakal.Berlakukan.Uang.Kuliah.Tunggal

Jakarta, Kompas – Sejumlah perguruan tinggi negeri mulai tahun akademik 2013/2014 akan menerapkan uang kuliah tunggal. Berbagai komponen biaya pendidikan hanya akan ditarik lewat komponen uang kuliah tunggal yang dibayar mahasiswa setiap semester.

Rochmat Wahab, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta, mengatakan, Universitas Negeri Yogyakarta akan menerapkan uang kuliah tunggal (UKT) yang sama untuk semua mahasiswa. UKT akan diterapkan untuk mahasiswa yang masuk melalui jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN), seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN), ataupun jalur mandiri.

”Meski demikian, besarnya UKT masih dibahas,” ungkap Rochmat Wahab, akhir pekan lalu.

Universitas Indonesia (UI) juga menegaskan komitmennya untuk memberlakukan UKT mulai tahun akademik 2013/2014. I Ketut Surajaya, Sekretaris Universitas Indonesia, dalam siaran persnya, mengatakan, semua mahasiswa baru S-1 reguler, tanpa kecuali, hanya akan dikenai biaya uang kuliah atau biaya operasional pendidikan-berkeadilan (BOP-B) Rp 100.000 sampai maksimal Rp 5 juta per semester untuk jurusan IPS. Adapun untuk jurusan IPA sebesar Rp 100.000 hingga Rp 7,5 juta per semester.

Menurut Ketut, rentang biaya BOP-B tersebut disesuaikan dengan kemampuan dan tanggungan finansial orangtua atau wali mahasiswa.

”Pembebasan uang pangkal bagi mahasiswa S-1 reguler dimungkinkan karena kebijakan UI mengalokasikan beban biaya uang pangkal dari dana bantuan operasional PTN atau BOPTN yang diperoleh dari pemerintah,” ungkap Ketut.

Program S-1 reguler UI terbuka bagi lulusan SMA sederajat tahun kelulusan 2013, 2012, dan 2011 serta menawarkan 56 pilihan program studi. Jalur masuk S-1 reguler di UI melalui tiga seleksi, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi masuk UI (Simak UI).

Menunggu kejelasan

Rektor Institut Teknologi Bandung Akhmaloka mengatakan, pemberlakuan UKT belum diputuskan penerapannya.

”Kami masih menunggu keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Namun, arahnya memang ada pemberlakuan UKT agar masyarakat tidak dibebani biaya tinggi pada awal kuliah,” kata Akhmaloka.

Kemdikbud mengucurkan dana BOPTN yang dihitung berdasarkan jumlah mahasiswa.

Anggaran tersebut dapat digunakan untuk pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, biaya pemeliharaan, pengadaan dan penambahan bahan praktikum atau kuliah, serta pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan. BOPTN juga bisa digunakan untuk biaya langganan daya dan jasa, honor dosen nonpegawai negeri sipil, dan kegiatan lain yang merupakan prioritas dalam rencana strategis perguruan tinggi masing-masing.

Faldo Maldini, mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI, mengatakan, pemberlakuan UKT jangan justru membuat biaya kuliah per semester menjadi meningkat.

Aris Winarto, Presiden BEM Universitas Negeri Surabaya, mengatakan, rencana pemberlakuan UKT belum disosialisasikan kepada mahasiswa. ”Apa pun kebijakan pemerintah, yang penting ada jaminan bahwa biaya kuliah tidak memberatkan mahasiswa,” ujarnya. (ELN)

PTN Wajib Hapus Uang Pangkal

Februari 5, 2013

http://edukasi.kompas.com/read/2013/02/04/21580960/PTN.Wajib.Hapus.Uang.Pangkal
JAKARTA, KOMPAS.com — Mulai tahun akademik 2013/2014, perguruan tinggi negeri (PTN) yang ada di Indonesia berkewajiban untuk meniadakan uang pangkal perkuliahan. Pasalnya, dana Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) pada APBN tahun anggaran 2013 ini meningkat hampir setengahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdikbud Djoko Santoso mengatakan bahwa dana BOPTN yang berasal dari APBN 2013 naik hampir dua kali lipat. Jika pada tahun lalu dana BOPTN mencapai Rp 1,5 triliun maka pada tahun ini dana tersebut dialokasikan sebesar Rp 2,7 triliun.

“Ini naiknya hampir dua kali lipat. Jadi, uang pangkal tidak perlu ditarik kembali. UI telah menjadi pelopor untuk ini,” kata Djoko di Gedung D Dikti, Jakarta, Senin (4/2/2013).

Ia juga menegaskan bahwa peniadaan uang pangkal ini tidak terbatas pada mahasiswa yang diterima lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) saja. Bagi mahasiswa yang masuk PTN melalui jalur tertulis maupun jalur mandiri juga mendapat hak yang sama, yaitu tidak perlu membayar uang pangkal ini.

“Berlaku untuk semuanya. SNMPTN atau jalur mandiri itu hanya cara masuknya saja. Untuk sistem pembayaran dan jumlahnya ya sama semua,” jelas Djoko.

Selain Universitas Indonesia (UI), beberapa PTN terkemuka seperti Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dikabarkan akan menghapuskan uang pangkal pada mahasiswa barunya mulai tahun akademik 2013/2014 ini. Dengan demikian, PTN ini terjangkau oleh semua pihak, terutama kalangan menengah ke bawah.

“Jadi, kalau dulu untuk jurusan teknik harus bayar uang pangkal Rp 25.000.000 kemudian uang kuliahnya misal Rp 7.500.000 per semester, berarti kan Rp 32.500.000 saat masuk pertama. Nah ini tidak perlu seperti itu lagi. Cukup Rp 7.500.000 per semester,” tandasnya.

Catat Jadwal Beasiswa-beasiswa Tahunan Ini!

Februari 21, 2012

KOMPAS.com – The Indonesian International Education Foundation (IIEF) setiap tahunnya menawarkan berbagai beasiswa untuk mahasiswa asal Indonesia. Pada tahun 2012 ini, ada 13 program beasiswa yang bisa Anda coba!

Program Development and Communication Associate IIEF, Annisa Sabrina Hartoto, Selasa (14/2/2012), mengatakan, sebagai lembaga Indonesia non-profit atau lembaga swasta yang mengelola dana-dana dari sponsor (asing dan lokal, baik perusahaan atau pun perwakilan pemerintah), IIEF membuat suatu program yang bisa memajukan bangsa Indonesia lewat pendidikan internasional. Sebanyak 13 program beasiswa yang dibuka pada tahun ini terbagi dalam tiga kelompok, yaitu untuk S-1, S-2 dan S-3, dan non-akademik.

Berikut ini adalah 13 program beasiswa tersebut:
A. Gelar Sarjana S-1

1. GE Foundation Scholar – Leaders Program
Beasiswa ini dikhususkan bagi mahasiswa yang terdaftar di ITB, ITS, IPB, UGM, UI, UNAIR, UNDIP, UNIBRAW, atau UNPAD jurusan MIPA, Ekonomi, dan Teknik. Batas waktu pendaftaran 15 Maret 2012. Untuk informasi selanjutnya, silahkan klik http://www.scholarshipandmore.org

2. SMBC Global Foundation Scholarship Program
Beasiswa ini khusus ditawarkan kepada mahasiswa tingkat 2 yang terdaftar di UI dan UNPAD jurusan Hukum atau Ekonomi. Pendaftaran dibuka pada bulan November.

3. The Paiton Energy – Indonesian Young Leaders Scholarship Program (IYLSP)
Beasiswa ini khusus ditawarkan kepada mahasiswa tingkat 3 yang terdaftar di ITB, ITS, UNAND, UNBRAW, dan UNDANA. Pendaftaran dibuka pada bulan Oktober.

Catatan: untuk mahasiswa yang ingin mendaftar pada ketiga beasiswa tersebut harus memiliki prestasi akademik yang baik, aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan atau kegiatan sosial dan membutuhkan keuangan.

B. Untuk Masster (S2) dan PhD (S3)

1. Graduate Degree Fellowship Program
Beasiswa yang berasal dari Universitas Hawaii ini ditawarkan kepada mahasiswa lulusan S-1 jurusan Ekonomi, Politik & Keamanan, Lingkungan, Populasi & Kesehatan, dan Pendidikan. Batas waktu pendaftaran 1 November 2012. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan klik link http://www.eastwestcenter.org/

2. Program To Extend Scholarship And Training To Achieve Sustainable Impacts (PRESTASI)
Beasiswa untuk program S-2 ke Amerika Serikat yang didanai oleh USAID ini ditawarkan untuk jurusan Pendidikan, Kesehatan, Lingkungan Hidup, Ekonomi, Demokrasi, dan Pemerintahan. Kesempatan beasiswa ini terbuka tidak hanya untuk pegawai negeri sipil, tetapi juga wartawan, dan umum. Dengan catatan, ditujukan bagi calon pemimpin muda Indonesia yang bisa menerapkan ilmunya pasca studi. Informasi lebih jauh tentang beasiswa ini, klik http://www.eastwestcenter.org/.

3. The Ford Foundation International Fellowship Program (IFP)
Beasiswa ini diperuntukkan bagi mereka yang kurang terlayani akses ke perguruan tinggi. Mereka dibina untuk memajukan jiwa kepemimpinan dan keadilan sosial sehingga dapat memberikan kontribusi yang luar biasa dalam bidangnya masing-masing di negara mereka sendiri. Namun, saat ini pendaftaran pada program beasiswa ini masih ditutup

C. Non-akademik

1. Asia Pacific Leadership Program
Program ini adalah program pertukaran yang bertujuan untuk melatih jiwa kepemimpinan dan pelatihan di Universitas Hawaii selama 5-9 bulan. Waktu pendaftaran dapat dilihat pada situs web http://www.eastwestcenter.org/

2. Bellagio Center Residency Program
Beasiswa ini untuk memajukan penelitian dan secara profesional berlangsung selama 4 minggu. Kesempatan ini ditujukan untuk para sarjana, seniman, pemimpin, pembuat kebijakan dan praktisi yang memiliki prestasi baik di bidang mereka. Pendaftaran dibuka pada tanggal 1 Maret hingga 2 Mei 2012. Informasi lebih lanjut, klik http://www.rockefellerfoundation.org/bellagio-center/residency-programs

3. Changing Faces Womens Leadership Program
Event ini adalah seminar kepemimpinan yang digelar di Universitas Hawaii yang diperuntukkan bagi perempuan profesional yang memiliki jiwa kepemimpinan, aktif dalam pengembangan masyarakat, pembangunan perdamaian (pasca-konflik), atau dapat berdialog antarkomunitas dan antaragama, serta memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun. Kapan bisa mendaftarkan diri untuk acara ini? Silakan klik http://www.eastwestcenter.org/

4. Indonesia English Language Study Program (IELSP)
IELSP ini merupakan program beasiswa yang menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus bahasa Inggris di berbagai universitas Amerika Serikat. Program ini di khususkan bagi mahasiswa S1 (semester 5 keatas) di seluruh Indonesia dan harus aktif berorganisasi. Program beasiswa ini didanai oleh Departemen Luar Negeri AS dan Kedutaan Besar AS di Indonesia. Pendaftaran dibuka mulai bulan Oktober. Untuk informasi lebih lanjut silahkan buka situs resminya, yaitu http://www.iief.or.id

5. Jefferson Fellowship Program
Program ini berdurasi selama tiga minggu yang diisi dengan kegiatan diskusi, serta kursus singkat yang berkaitan dengan media. Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut http://www.eastwestcenter.org/

Pada program ini, peserta akan bertemu dengan para jurnalis dari seluruha dunia dan melakukan kunjungan ke Voice of America.

6. New Generation Seminar
Program ini adalah seminar kepemimpinan di Universitas Hawaii untuk para generasi muda yang memiliki prestasi dibidang kepemiminan. Kapan pelaksanaan seminar untuk tahun 2012 ini, dapatkan informasinya di situs web http://www.eastwestcenter.org/

7. Summer Seminar on Population
Seminar Populasi dan Kesehatan ini lebih diutamakan untuk para lulusan yang memang ditunjuk dari universitas, instansi pemerintah, atau organisasi swasta yang terlibat dalam populasi dan penelitian kesehatan. Selain itu juga untuk kandidat doktor yang disertasi penelitiannya langsung berkaitan dengan topik lokakarya. Untuk informasi lebih lanjut http://www.eastwestcenter.org

Selamat mencoba, semoga berhasil!

Tak Lulus Sertifikasi, Ratusan Guru Demo Panitia Sertifikasi

Januari 21, 2012

Ini guru yang tidak sadar… sudah jelas : ANDA TIDAK KOMPETEN…hargai haisl tes…

http://edukasi.kompas.com/read/2011/12/30/08321413/Tak.Lulus.Sertifikasi.Ratusan.Guru.Demo.Panitia.Sertifikasi

MALANG, KOMPAS.com- Sekitar 300 guru, sebagian besar dari mereka guru senior, peserta sertifikasi guru pada rayon 115 yang lokasi sertifikasinya di kampus Universitas Negeri Malang (UM) mendatangi kampus itu, hari Kamis kemarin (29/12/2011). Mereka berdemonstrasi untuk memprotes hasil ujian sertifikasi oleh Panitia Sertifikasi Guru (PSG) yang tidak meluluskan para guru tersebut. PSG rayon 115 meliputi para guru dari 11 kota dan kabupaten se-Jawa Timur.

Para guru berdatangan dari berbagai daerah area rayon 115. Nama mereka tercantum di situs web panitia sebagai peserta yang tidak lulus. Mereka mula-mula berkumpul di depan gerbang kampus UM, lalu berjalan kaki masuk ke dalam kampus menuju gedung kantor PSG UM. Mereka mempertanyakan sejum lah keanehan, yang dinilai menjadi penyebab ketidaklulusan.

Suraji (50-an), guru asal Ngawi menjelaskan, dirinya mengalami sendiri keanehan atas hasil sertifikasi. ” Saya tidak lulus ujian sertifikasi 2011. Artinya, saya baru boleh ikut ujian sertifikasi lagi 2013, dan tidak boleh ikut ujian sertifikasi 2012. Namun, sebelum pengumuman hasil ujiansertifikasi 2011 muncul, sudah muncul daftar peserta ujian sertifikasi 2012. Anehnya, nama saya ada disitu. Lebih aneh lagi, saya kemudian tidak lulus ujian sertifikasi setelah pengumumannya muncul. Jadi kami lalu bertanya-tanya, bagaimana sebenarnya prosedur munculnya nama-nama, karena seolah-olah ada rekayasa yang mengatur jatah lulus dan tidak lulus,” katanya.

Sejumlah keanehan lain diungkapkan para guru, yang menyebutkan ada guru yang meninggal setelah ujian sertifikasi sebelumnya tidak lulus. Pada peserta yang tidak lulus, ada peluang mengikuti ujian susulan atau remidy (perbaikan). Setelah ujian susulan selesai dan hasilnya diumumkan, nama orang yang sudah meninggal ini muncul dalam daftar ujian susulan, dan ada nilai hasil ujiannya. Ini terjadi pada nama seorang guru asal Kabupaten Madiun (Jawa Timur)

“Aneka cerita aneh ini mewarnai proses sertifikasi tersebut, yang memancing protes para guru. Ada peserta yang absen bisa lulus, ada peserta yang dalam keadaan sakit bahkan cuci darah bisa lulus, yang membuat kecewa pada peserta yang sehat dan mengikuti sertifikasi secara penuh,” tutur Evy, guru SMA Negeri 5 Malang.

Ada juga kisah tentang diselenggarakannya sebuah seminar di Madiun, yang memberi janji kelulusan pada peserta seminar. Ini menjadikan peserta seminarnya menjadi banyak. Namun kemudian hasilnya ada peserta yang lulus sertifikasi, dan ada pula peserta seminar yang tidak lulus sertifikasi. Masalahnya pula, problem sejenis ini tidak terjadi pada PSG rayon lain, misalnya yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), ungkap Ny Evy. Di antara para guru menyebutkan, banyak dari guru yang tidak lulus sertifikasi itu bergelar master dan doktor, sehingga menimbulkan tanda tanya.

Wakil guru kemudian diterima oleh Rektor UM Prof Dr Suparno, yang tidak muncul di lokasi demonstrasi. Perundingan hingga Kamis sore menghasilkan janji dari pihak UM sebagai instansi PSG Rayon 115 untuk mengkaji hasil kelulusan ujian sertifikasi dengan memeriksa hasil pekerjaan dari ujian sertifikasi kembali. Para guru demonstran ini kemudian membubarkan diri.

Uji Kompetensi untuk Mengukur Profesionalisme Guru

Januari 21, 2012

http://edukasi.kompas.com/read/2012/01/14/08535488/Uji.Kompetensi.untuk.Mengukur.Profesionalisme.Guru

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tetap akan melaksanakan uji kompetensi bagi guru sebagai syarat mendapatkan sertifikasi. Meski pun, hingga saat ini, kalangan guru melakukan penolakan untuk mengikuti uji kompetensi. Menurut rencana, uji kompetensi akan dilaksanakan secara serentak pada Februari 2012.

Ketua Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Kemdikbud Syawal Goeltom mengatakan, uji kompetensi yang diterapkan kepada para guru untuk meraih sertifikasi tidak melanggar perundangan seperti yang dilontarkan oleh Ketua PB Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sulistyo.

Menurut Syawal, profesionalisme dalam kinerja akan menjadi tuntutan setelah guru diakui sebagai profesi.

“Ya, inilah tuntutan terhadap kinerja guru sejak diakui sebagai profesi unggulan,” terang Syawal, di Gedung Kemdikbud, Jakarta, Jumat (13/1/2012).

Ia mengungkapkan, tujuan uji kompetensi ini untuk mengetahui profesionalisme seorang guru. Ada dua poin penting yang akan diujikan dalam uji kompetensi nanti, yaitu penguasaan bahan ajar dan metode pedagogik yang digunakan dalam perancangan pembelajaran. Sebelumnya, PGRI menyatakan kekhawatiran bahwa uji kompetensi ini tidak dapat dilalui guru-guru yang senior yang masa mengajarnya sudah panjang.

“Jangan khawatir, saya kira guru junior mau pun senior mampu menyelesaikan soal-soal dalam uji kompetensi. Seharusnya semua bisa, karena itu kan materi yang mereka ajarkan sehari-hari,” ujarnya.

Syawal menjelaskan, meski amanat Undang-Undang (UU) menyebutkan sertifikasi guru selesai di 2015, bukan berarti seluruh guru yang mengikuti uji kompetensi akan lulus dan mendapatkan sertifikasi.

Tahun ini, kuota sertifikasi guru yang tersedia hanya 250 ribu dari sekitar 300 ribu guru peserta uji kompetensi. Guru yang mengikuti dan tidak lulus uji kompetensi tahun ini, dapat kembali mengikuti ujian di dua tahun berikutnya.

“Amanat UU mewajibkan semua guru ikut seleksi sertifikasi, dan hanya meluluskan yang layak. Mereka yang tidak lulus istirahat dulu setahun dan tetap mengajar. Dua tahun berikutnya baru ikut lagi. Ini aspek keadilan demi memberikan kesempatan kepada yang lain,” papar Syawal.

Syawal menambahkan, ruh uji kompetensi adalah untuk membenahi empat lapisan yang berkaitan dengan peningkatan mutu guru. Mulai dari perekrutan mahasiswa di perguruan tinggi, proses pendidikan mereka, rekrutmen guru hingga pengurusan kepangkatan dan distribusi guru yang selama ini dinilai masih bermasalah.

Ia menambahkan, pada 2013 mendatang, kinerja guru akan dinilai sesuai dengan Peraturan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi No 16/2009. Sesuai dengan tuntutan guru yang ingin diakui secara profesional, maka standar kerja mereka pun harus ada.

“Mereka yang meminta (untuk diakui profesional), maka harus ada standar kinerja mereka. Ini bisa diukur dari uji kompetensi dan observasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua PB PGRI, Sulistyo, menolak uji kompetensi karena tidak diwajibkan dalam PP No 74/2008 pasal 12 yang menyebutkan Guru Dalam Jabatan yang telah memiliki kualifikasi akademik S1 atau D4 dapat langsung mengikuti pelatihan untuk memperoleh sertifikat.

“Uji kompetensi membuat guru-guru stres karena merasa dipersulit dan guru yang tua merasa malu ketika mereka tidak lulus ujian,” kata Sulistyo.

Adapun beberapa syarat untuk mendapatkan sertifikasi adalah guru yang bersangkutan telah bergelar sarjana (S1), atau telah berusia minimal 50 tahun dan dalam masa kerja minimal 20 tahun.

Dibeberkan, Parahnya Kecurangan UN SMA!

April 25, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) membeberkan temuannya terkait kecurangan pada pelaksanaan ujian nasional tingkat sekolah menengah atas yang digelar pekan lalu. Kecurangan tersebut umumnya terjadi di daerah, seperti DI Yogyakarta, Aceh Utara, Bekasi, Probolinggo, Bengkulu, dan Lampung Tengah.
Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Slamet Nur Achmad Effendy kepada Kompas.com, Senin (25/4/2011), mengatakan, beberapa sekolah yang secara jelas melakukan kecurangan itu adalah SMAN 2 Bekasi; SMA Muhammadiyah 1 Kali Rejo, Lampung Tengah; SMAN 1 Sewon, Bantul; dan SMAN 2 Yogyakarta. Menurut Slamet, kecurangan terjadi sangat sistematis dan terorganisasi. Hal itu terbukti dari pengakuan beberapa siswa di beberapa daerah.

“Informasi tentang pelanggaran UN itu kami dapatkan dari siswa. Pertama siswa diharuskan memakai celana dobel agar leluasa membawa telepon genggam saat ujian dan berfungsi untuk distribusi kunci jawaban dari para guru,” kata Slamet, Senin (25/4/2011) di Cikini, Jakarta Pusat.

Slamet melanjutkan, awalnya ia khawatir dengan akurasi informasi tersebut. Karena itu, ia bersama tim IPM melakukan verifikasi dan validasi terhadap beredarnya kunci jawaban tersebut. Hasilnya mencengangkan, karena sebagian besar kunci jawaban tersebut benar-benar sesuai dengan soal dalam UN.

“Awalnya kami khawatir itu hanya laporan yang dibuat-buat karena posko kami ada di seluruh daerah. Kami sudah lakukan verifikasi kepada teman-teman di sana,” lanjut Slamet.

Selain itu, kecurangan lainnya adalah mengatur pengacakan soal sedemikian rupa sehingga memungkinkan siswa mendapatkan paket soal yang sama sehingga berguna untuk memberikan kemudahan saat mencontek.

“Banyak pelanggaran, termasuk mengatur pengacakan soal. Hal itu diatur sedemikian rupa. Bisa jadi dalam lima baris, siswa mendapat paket soal yang sama,” ungkap Slamet.

Sebagai bukti pendukung, Slamet akan menghadirkan beberapa siswa yang melaporkan kecurangan tersebut. Ia bahkan siap mempertanggungjawabkan kebenaran informasi ini.

“Sebenarnya para siswa tersebut siap diwawancarai. Saat ini sedang kami koordinasikan dengan posko di daerah,” tutur Slamet.

Faktanya, sambung Slamet, semakin canggih sistem, semakin canggih juga kecurangannya.

3.718 Guru Akan Pensiun Tahun 2012

Maret 3, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika menyatakan, pensiun masal guru-guru di Jakarta memang benar akan menjadi kenyataan di tahun 2012. Pasalnya, di tahun tersebut angka guru yang akan pensiun melampaui tahun-tahun sebelumnya, mencapai 3.718 guru.

“Kami sudah mendata total guru yang akan pensiun mencapai 3.718 guru PNS di tahun 2012,” ucap Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika, Rabu (2/3/2011), saat dihubungi wartawan.

Dari jumlah guru yang akan pensiun tersebut terbanyak berasal dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Berikut rincian jumlah guru pensiun di tahun 2012, guru SD 1.112 orang, SMP 2.379 orang, SMA 145 orang, dan SMK 82 orang. Apabila ditotal mencapai 3.718 orang.

Jumlah tersebut mengalahkan angka pada tahun 2011 dan 2013. Di tahun 2011 sebanyak 3.352 guru pensiun dengan rincian: guru SD 843 orang, SMP 2.313 orang, SMA 144 orang, dan SMK 52 orang. Sementara pada 2013 mencapai 3.697 orang dengan rincian: guru SD 1.059 orang, SMP (2.376 orang), SMA (196), dan SMK (66).

Pensiun massal terjadi lantaran pada tahun 1970 hingga 1980-an kebutuhan Jakarta akan guru sangat diperlukan sehingga dilakukan rekrutmen besar-besaran. Tak mengherankan jika kemudian banyak guru yang dengan cepat diangkat menjadi PNS, tidak seperti yang terjadi saat ini.

Menghadapi angka pensiunan guru yang sedemikian tingginya, Agus mengaku tidak khawatir Jakarta akan kehilangan tenaga pendidik yang berujung pada penurunan kualitas. “Tidak khawatir soal itu, karena kalau ada regenerasi kualitas tetap bisa dipertahankan,” ujar Agus.

Penggantian posisi akan dilakukan melalui pengangkatan guru honorer dan rekrutmen guru-guru baru disesuaikan dengan kapasitas tenaga pendidik yang kosong semenjak ditinggalkan guru yang hendak pensiun.

“Mapping sedang kami lakukan selama 1-2 bulan ke depan, dari situ kami akan ketahui berapa jumlah kebutuhan guru tetap dan yang akan direkrut,” ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada dispensasi atau keringanan bagi guru honorer yang selama ini belum juga diangkat meski bertahun-tahun telah mengajar. “Kami tunggu dulu pemetaannya,” ucapnya.

Adapun berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2010, guru dengan status PNS mencapai 37.206 orang, sedangkan non-PNS (honorer) mencapai 12.267 orang.

“Idealnya, 45.000-50.000 guru PNS diperlukan di Jakarta. Dengan adanya tenaga honorer menunjukkan bahwa Jakarta masih perlu tambahan tenaga pendidik,” tandas Agus.

DKI Petakan Guru-guru yang akan Pensiun

Maret 3, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Pensiun besar-besaran tenaga pendidik yang diperkirakan terjadi di DKI Jakarta diakibatkan karena pada 1973 dilakukan rekrutmen massal sehingga massa pensiun pun akan secara berbarengan pada 2012 mendatang. Masa pensiun ini terjadi saat tenaga pendidik sudah menginjak usia 60 tahun.

Demikian diungkapkan Wakil Kepala Dinas Pendidikan (Wakadisdik) DKI Jakarta, Agus Suradika di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (2/3/2011). Sesuai peraturan yang ada, guru yang berumur 60 tahun memang harus pensiun.

Untuk mengantisipasi kurangnya tenaga pendidik akibat pensiun besar-besaran itu, Dinas Pendidikan DKI Jakarta sedang melakukan pemetaan jumlah guru yang akan pensiun, sehingga dapat mengajukan usulan pengangkatan guru pegawai tidak tetap (PTT) dan penerimaan guru baru.

“Pendataan tengah dilakukan pada guru-guru yang pensiun dan pemetaan juga dilakukan pada tenaga pendidik baru yang dibutuhkan di enam wilayah Jakarta. Cara lain yang dilakukan dengan mengangkat guru honorer dan rekrut guru baru,” ungkap Suradika.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pemprov DKI berencana akan mengangkat guru yang masih berstatus PTT menjadi PNS secara bertahap. Tahun ini, ada 374 guru yang berstatus PTT dan secara bertahap akan diangkat menjadi PNS DKI.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengkhawatirkan kekurangan tenaga pengajar atau guru untuk tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Pasalnya, pada 2012 diperkirakan ada ribuan guru yang memasuki massa pensiun.

PTT dan Guru Honor Nasibnya Belum Jelas

Maret 3, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistiyo mengungkapkan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda yang jelas tentang perubahan status para guru honor dan guru berstatus pegawai tidak tetap (PTT) untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Hal tersebut sangat dikhawatirkan karena kebutuhan guru semakin mendesak.

Mendesaknya kebutuhan itu karena tahun 2011 adalah batas terakhir pengangkatan guru honor dan PTT menjadi PNS untuk mengantisipasi pensiun besar-besaran pada 2012 nanti. Sulistiyo mengatakan, apabila tahun ini para tenaga guru bantu tersebut tidak juga diangkat PNS, Indonesia akan mengalami krisis pendidik.

“Terus terang saya sedih melihat kondisi ini. Sampai sekarang masih belum jelas perubahan status mereka, sementara di sisi lain kebutuhan itu terus mendesak dilakukan. Terakhir kami (PGRI) rapat dengan Menakertrans yang hadir Dirjennya, itu pun juga tidak memberikan informasi yang layak,” ujar Sulistiyo kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (2/3/2011).

Diberitakan sebelumnya, PGRI mendesak pemerintah segera mengangkat guru bantu atau honorer untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya, tahun ini merupakan batas terakhir untuk mengangkat guru menjadi PNS.

“Kami akan mendesak Depnakertrans dan Pemprov DKI untuk mengangkat guru bantu menjadi PNS karena tahun ini tenggat waktu terakhir guru bantu jadi PNS,” ungkap Ketua Pengurus Besar PGRI Sulistiyo, Rabu (2/3/2011), di Jakarta.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta misalnya, mengkhawatirkan kekurangan tenaga pengajar atau guru untuk tingkat sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA). Pada 2012 diperkirakan ada ribuan guru yang memasuki masa pensiun.

PGRI Desak DKI Angkat Guru Bantu

Maret 3, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera mengangkat guru bantu atau honorer untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Pasalnya, tahun ini merupakan batas terakhir untuk mengangkat guru menjadi PNS.

“Kami akan mendesak Depnakertrans dan Pemprov DKI untuk mengangkat guru bantu menjadi PNS karena tahun ini tenggat waktu terakhir guru bantu jadi PNS,” ungkap Ketua Pengurus Besar PGRI Sulistiyo, Rabu (2/3/2011), saat dihubungi wartawan.

Ia melanjutkan, apabila tahun ini para tenaga guru bantu tersebut tidak juga diangkat PNS, Indonesia akan mengalami krisis pendidik.

“Hal ini karena dari tahun 2010 hingga lima tahun akan banyak guru senior memasuki masa pensiun. Sehingga mengakibatkan jumlah guru tidak seimbang dengan jumlah anak murid,” ucap Sulistyo.

Oleh karena itu, regenerasi guru serta rekrutmen dan pengangkatan PNS baru harus segera dilakukan. Apabila tidak dengan segera diisi oleh tenaga baru, dikhawatirkan kekosongan tenaga pendidik akan menurunkan kualitas pendidikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 2012 nanti di DKI Jakarta akan terjadi pensiun besar-besaran para guru yang sudah menjadi PNS karena sudah memasuki usia 60 tahun. Pensiunan besar-besaran ini terjadi lantaran sebelumnya di tahun 1973, terjadi perekrutan besar-besaran sehingga memiliki masa pensiun yang bersamaan.