Posts Tagged ‘Islami’

Kampung Akherat

Juni 2, 2015

pernah dengar ceramah yang baik,.. : kalau mau wisata atau pulang kampung saja kita mempersiapakan sesuatu seaman mungking,.. senyaman mungkin,.. bahkan bekal lebih agar bisa kembali dengan nyaman pula,.. tetapi sudah kita mempersiapkan untuk pulang ke KAMPUNG AKHERAT,.. yang sudah dipastikan nggak akan kembali,… justru di KAMPUNG AKHERAT,.. akan jelas kita akan tinggal dimana.. di syurga atau neraka,…

saya bandingkan dengan : akan banyak orang menyesal di akherat kelak,.. mereka meminta untuk diberi sesaat saja kembali ke bumi, … dan yang akan mereka lakukan adalah,… BERSEDEKAH SEBANYAK-BANYAKNYA…

Selama ini kita tahu bahwa hak orang lain di harta kita amat kecil hanya 2,5%.. seperemat puluh,.. hanya Rp. 25.000 diantara Rp. 1.000.000 uang kita. Akan menjadi bernilai tinggi ketika mau membeli rumah seharga Rp. 400.000.000 dengan mengeluarkan Rp. 1.000.000, jika untuk membeli barang elektronik rela kena pajak 10 %…makan di resto dan hotel kena pajak layanan,.. kenapa nggak kita mulai ketika hendak membeli barang kita tunaikan hak orang lain…

Kalau kita berkilah belum nisabnya… khan belum setahun uang itu tertahan,… pertanyaan paling mudah : yakin setahun ini kita masih dipertemukan dengan sanak keluarga dan teman-teman,.. Ibadah dan taqwa bukan besaran dan hasil, ibadah adalah perjalanan kita sehari-hari dan bermotif perbaikan berkelanjutan…

Kalau hari inni tidak lebih baik dari kemaren…. kata rasulullah : termasuk orang yang merugi,… kalau saja kotak amal di mesjid setiap jum’at bukan terisi oleh lembaran uang lusuh yang berNILAI paling kecil,… maka akan berbeda kondisi umat.

Kalau saja kita hari ini tidak berlindung di balik : ibadah yang tertinggi adalah Keilklashan,.. maka seberapa pun besar kecil yang kita amalkan tergantung keiklashan… pertanyaanya… bandingkan keiklashan yang kita punyai dengan Rahman dan Rahim Nya Allah kepada kita, Allah sering memberi sesuatu yang kita tidak minta,.. Allah anugerahkan untuk kita dengan cuma-cuma… bukan hanya untuk dinikmati,.. tapi untuk ibadah dan dipelajari… masih banyak yang orang lain tidak dapatkan seperti yang Allah anugerahkan untuk kita… hanya Allah yang melihat amal ibadah, niat dan akhir amal kita tersebut… astaghfirullah …ampuni hamba,.. istri hamba.. dan keluarga hamba… aamiin.

Iklan

ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA

April 19, 2015

Bismillah…
ALLAH MENJAWAB AL-FATIHAH KITA

Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata’ala ber-Firman:
“Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku.”

🔖■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na’budu Wa iyyaka nasta’in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

🔖■ Ketika Kita mengucapkan “AlhamdulillahiRabbil ‘alamin”. Allah menjawab: “Hamba-Ku telah memuji-Ku.”

🔖■ Ketika kita mengucapkan “Ar-Rahmanir-Rahim”, Allah menjawab: “Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku.”

🔖■ Ketika kita mengucapkan “Maliki yaumiddin”, Allah menjawab: “Hamba-Ku memuja-Ku.”

🔖■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.”

🔖■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzinaan’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.” Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.”
📜 (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

■ Selanjutnya kita ucapkan “Aamiin” dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin-nya” bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan Ampunan kepada-Nya.”
📜(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Sahabat jika Artikel Ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; “Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca dan mengamalkannya. maka dia akan beroleh pahala walaupun sudah tiada.”
(H.R. Muslim)

DOA DAN NASIHAT UNTUK SAHABAT

April 19, 2015

DOA DAN NASIHAT UNTUK SAHABAT

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam keadaan merugi (celaka), kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih, saling menasehati dalam kebenaran, dan saling menasehati dalam kesabaran. (Al ‘Ashr: 1-3)

Sahabat, berikut adalah beberapa doa dan nasihat yang sering di ucapkan pada moment tertentu:

Assalamu’alaikum

Artinya “Semoga diberikan keselamatan atasmu”
Diucapkan ketika bertemu dengan seorang sahabat atau memulai suatu pembicaraan
.
Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, “sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, “Dua puluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, “Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)

Laa tahzan, innallaaha ma’anaa

Artinya jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.

Nasehat untuk sahabat muslim yang sedang bersedih hati, semoga Allah memberikan jalan keluar untuk masalahnya.

Laa taghdhob fa lakal jannah

Artinya “janganlah marah, maka surga bagimu.

Nasehat untuk sahabat muslim yang sedang marah, semoga Allah menenangkan hatinya.

Allaahumma shayyiban naafi’an

Artinya “ ya Allah, semoga hujan ini membawa manfaat”

Di ucapkan ketika turun hujan

Syafakillah/syafakallah syifaan ajilan, syifaan la yughadiru ba’dahu saqaman

Artinya “semoga Allah menyembuhkanmu secepatnya, dengan kesembuhan yang tiada sakit selepasnya”.

Diucapkan ketika mendengar atau menjenguk sahabat yang sedang sakit.

Syafakallah (ditujukan untuk lelaki)
Syafakillah (ditujukan untuk perempuan)

Syukran

Artinya terima kasih

Di ucapkan ketika mendapat kebaikan dari sahabat.

Asy Syaikh Ahmad bin Yahya An Najmi ditanya: Apa hukumnya mengucapkan, “Syukran (terimakasih)” bagi seseorang yang telah berbuat baik kepada kita?, Beliau menjawab: Yang melakukan hal tersebut sudah meninggalkan perkara yang lebih utama, yaitu mengatakan, “Jazaakallahu khairan (semoga ALLAH membalas kebaikanmu.” Dan pada Allah-lah terdapat kemenangan.

Jazaakumullah Khairan Katsiran

Artinya Semoga allah membalas kalian dengan kebaikan yang banyak.

Jazaakumullah Ahsanal Jaza

Artinya Semoga Allah membalas kalian dengan balasan yang terbaik.

Diucapkan ketika mendapatkan kebaikan dari sahabat atau orang lain sebagai ucapan terima kasih.

Ada beberapa ketentuan dalam mengucapkan jazakallah:
– Jazaakallahu khairan (engkau, lelaki)
– Jazaakillahu khairan (engkau, perempuan)
– Jazaakumullahu khairan (kamu sekalian)

Barangsiapa yang diberikan satu perbuatan kebaikan kepadanya lalu dia membalasnya dengan mengatakan : jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sungguh hal itu telah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya.” (HR.At-Tirmidzi (2035), An-Nasaai dalam Al-kubra (6/53), Al-Maqdisi dalam Al-mukhtarah: 4/1321, Ibnu Hibban: 3413, Al-Bazzar dalam musnadnya:7/54. Hadits ini dishahihkan Al-Albani dalam shahih Tirmidzi).

Ketika ada sahabat kita yang mengucapkan jazaakallahu khair biasanya di jawab dengan waiyyak (dan kepadamu juga)” atau “waiyyakum (dan kepada kalian juga), dan bisa juga di jawab dengan ucapan yang serupa yaitu Jazaakallahu khairan (semoga ALLAH membalas kebaikanmu) ini lebih utama.

Barakallahu fiik

Artinya, Semoga Allah memberikan keberkahan kepadamu.

Diucapkan ketika sahabat sedang berbahagia.

Apabila ada seseorang yang telah mengucapkan do’a “Barakallahu fiikum atau Barakallahu fiika” kepada kita, maka kita menjawabnya: “Wafiika barakallah” (Semoga Allah juga melimpahkan berkah kepadamu) (lihat Ibnu Sunni hal. 138, no. 278, lihat Al-Waabilush Shayyib Ibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun)

Barakallah fii umrik

Artinya semoga Allah memberikan keberkahan atas umurmu.

Diucapkan kepada sahabat yang milad

Barakallaahu laka wabaraka ‘alaika wa jama’a bainakumaa fii khair

Artinya: Mudah-mudahan Allah memberkahi untukmu, dan memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan

Doa yang di ucapkan kepada kedua mempelai yang baru saja melangsungkan pernikahan.

Allahummaghfirlahu, warhamhu..

Artinya: “yaa Allah, ampunilah dia, dan kasihinilah/ rahmatilah dia..”

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Artinya

Artinya: Sesungguhnya semua yang berasal dari Allah akan kembali kepada Allah

“Tidaklah seorang hamba tertimpa musibah lalu mengucapkan ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, ya Allah berilah aku pahala dari musibahku ini dan berilah untu…kku ganti yang lebih baik darinya, melainkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan memberikannya pahala pada musibahnya tersebut dan memberikan ganti untuknya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim).

Di ucapkan ketika ada sahabat yang mendapat musibah

Semoga kita bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Bermanfaat

SAHABAT YG BAIK

April 19, 2015

SAHABAT YG BAIK

🔺 ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺎﺭﻭﻕ ﻋﻤﺮ ﺑﻦ ﺍﻟﺨﻄﺎﺏ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ :
“ﻣﺎ ﺃﻋﻄﻲ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻧﻌﻤﺔ.. ﺧﻴﺮﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺥ ﺻﺎﻟﺢ، ﻓﺈﺫﺍ ﻭﺟﺪ ﺃﺣﺪﻛﻢ ﻭﺩﺍﹰ ﻣﻦ ﺃﺧﻴﻪ ﻓﻠﻴﺘﻤﺴﻚ ﺑﻪ.”

Umar Ibn Khathab r.a., berkata, “Tidak ada nikmat yg diberikan kepada seorang hamba setelah Islam yg lebih baik dari sahabat yg soleh, maka apabila salah seorang dari kalian telah mendapatkan cinta dari sahabat solehnya, hendaklah ia menggenggamnya dgn kuat”💥

🔺 ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ:
” ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻟﻚ ﺻﺪﻳﻖ – ﻳﻌﻴﻨﻚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻄﺎﻋﺔ – ﻓﺸﺪ ﻳﺪﻳﻚ
ﺑﻪ؛ ﻓﺈﻥ ﺍﺗﺨﺎﺫ ﺍﻟﺼﺪﻳﻖ ﺻﻌﺐ ﻭﻣﻔﺎﺭﻗﺘﻪ ﺳﻬﻠﺔ ..”

Imam Syafi’i berkata, “Apabila engkau memiliki sahabat yg mengingatkanmu pd ketaatan, maka genggamkanlah kedua tanganmu erat2 kepadanya!. Karena mendapatkan sahabat itu sulit, sedang meninggalkannya mudah

🔺 ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﺤﺴﻦ ﺍﻟﺒﺼﺮﻱ :
ﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﻣﻦ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻭﺃﻭﻻﺩﻧﺎ، ﻷﻥ ﺃﻫﻠﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺇﺧﻮﺍﻧﻨﺎ ﻳﺬﻛﺮﻭﻧﻨﺎ ﺑﺎﻵﺧﺮﺓ، ﻭﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻬﻢ: ﺍﻹﻳﺜﺎﺭ

💫Hasan Al-Basri berkata, “Kami lebih mencintai sahabat2 kami dari istri dan anak2 kami, karena keluarga kami mengingatkan kami akan dunia, sedang sahabat kami mengingatkan akan akhirat, dan diantara sifat mereka adalah itsar”💫

🔺 ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻘﻤﺎﻥ ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﻻﺑﻨﻪ :
ﻳﺎﺑﻨﻲ؛ ﻟﻴﻜﻦ ﺃﻭﻝ ﺷﻲﺀ ﺗﻜﺴﺒﻪ ﺑﻌﺪ ﺍﻹﻳﻤﺎﻥ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﺃﺧﺎ “ﺻﺎﺩﻗﺎ”
ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻣﺜﻠﻪ ﻛﻤﺜﻞ ” :ﺷﺠﺮﺓ” ، ﺇﻥ ﺟﻠﺴﺖ ﻓﻲ ﻇﻠﻬﺎ ﺃﻇﻠﺘﻚ
ﻭﺇﻥ ﺃﺧﺬﺕ ﻣﻨﻬﺎ ﺃﻃﻌﻤﺘﻚ ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﺗﻨﻔﻌﻚ ﻟﻢ ﺗﻀﺮﻙ ..

Luqman yang bijak menasehati anaknya. Dia berkata, “Wahai putraku.. hendaklah perkara pertama yg engkau cari setelah iman kepada Allah, adalah sahabat yang jujur. Sesungguhnya sahabat yg jujur itu seperti pohon yg rindang. Jika engkau duduk di bawah naungannya, dia akan menaungimu, jika engkau mengambil sesuatu darinya, dia akan mengenyangkanmu dan jika dia tidak bermanfaat bagimu, dia tidak mencelakakanmu”

🔺ﻣﺮﺽ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺫﺍﺕ ﻳﻮﻡ ﻭﻻﺯﻡ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ، ﻓﺰﺍﺭﻩ ﺻﺪﻳﻘﻪ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ، ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﻋﻠﻴﻪ ﻋﻼﻣﺎﺕ ﺍﻟﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺪﻳﺪ ﺃﺻﺎﺑﻪ
ﺍﻟﺤﺰﻥ … ﻓﻤﺮﺽ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﺃﻳﻀﺎ

Satu hari, saat imam Ahmad -rahimahullah- menderita suatu penyakit yg menyebabkannya tdk dapat bangkit dari kasurnya, sahabat baiknya, imam Asy-Syafi’i -rahimahullah- datang menjenguknya.
Ketika imam Syafi’i melihat kondisi penyakit yg dialami sahabatnya, beliau sangat bersedih… hingga akhirnya beliau pun jatuh sakit.

ﻓﻠﻤﺎ ﻋﻠﻢ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﺬﻟﻚ .
ﺗﻤﺎﺳﻚ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﺫﻫﺐ ﻟﺮﺅﻳﺔ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻓﻲ ﺑﻴﺘﻪ ..
– ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺁﻩ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ ﻗﺎﻝ :
ﻣﺮﺽ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺭﺗﻪ
ﻓﻤﺮﺿﺖ ﻣﻦ ﺍﺳﻔﻲ ﻋﻠﻴﻪ
ﺷﹹﻔﻲ ﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﻓﺰﺍﺭﻧﻲ
ﻓﺸﹹﻔﻴﺖ ﻣﻦ ﻧﻈﺮﻱ إليه

Saat imam Ahmad mengetahui berita itu, beliau menguatkan dirinya dan segera pergi menjenguk imam Syafi’i ke rumahnya.
Ketika imam Syafi’i melihatnya datang, beliau berkata, “Saat sahabat baikku sakit, aku datang menjenguknya, hingga aku pun sakit karena kesedihanku akan keadaannya. Kini.. sahabat baikku telah sembuh dan datang menjengukku. Sungguh.. saat ini aku pun telah merasa sembuh karena melihat keadaannya”

🔺ﺍﻟﻠﻬﻢ.. ﺍﺭﺯﻗﻨﺎ ﺍﻟﺼﺤﺒﺔ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﺔ..!

Ya Allah.. karuniakanlah pd kami sahabat2 yg baik..!

🔺ﺍﻟﻤﺤﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ.. ﻧﻌﻤﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻠﻪ.. ﻭﺍﻟﺘﻮﺍﺻﻞ ﻣﻊ ﺍﻷﺣﺒﺔ ﺃﻧﺲ ﻭﻣيسرة.. ﻫﻢ ﻟﻠﻌﻴﻦ ﻗﺮﺓ..

Saling mencintai karena Allah adalah karunia-Nya, dan saling menyambung hubungan dgn orang2 yg dicintai adalah wujud kasih sayang yg memberi kemudahan.
Mereka adalah pelipur lara.. penyejuk pandangan..

🔺ﻓﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺩﺍﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﺫﻛﺮ ﻫﻢ.. ﻭﺇﻥ
ﻏﺎﺑﻮﺍ ﻋﻦ ﺍﻟﻌﻴﻦ ﻗﻠﻨﺎ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺍﺣﻔﻈﻬﻢ ﻭﺍﺭﻋﺎﻫﻢ

Semoga keselamatanlah.. bagi mereka yg selalu terkenang di hati.
Sekalipun mereka jauh dari pandangan, kami
akan selalu berkata, “Wahai Tuhanku..! Jagalah dan peliharalah mereka”

Hikmah dan Renungan

April 11, 2015

Hikmah dan Renungan

Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? Beliau menjwb:
1. Aku tau rizqiku tdk akan diambil org lain, krn itu hatiku sll tenang.
2. Aku tau amalku tdk akan dikerjakan org lain, krn itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tau ALLAH Ta’ala sll memerhatikanku, krn itulah aku malu jika ALLAH melihatku sdg dlm maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sdh menungguku, krn itulah aku sll menambah bekal ntk hari perrtemuanku dgn ALLAH……..

Jgn tertipu
dgn usia MUDA
krn syarat Mati
Tdk hrs TUA.

Jgn terpedaya dgn
tubuh yg SEHAT
krn syarat Mati
TdK mesti SAKIT

Jgn terperdaya dgn
Harta Kekayaaan
sebab
Si kaya pun tdk prnh menyiapkan kain kafan Ntk dirinya meskipun cuma selembar.

Mari Trs berbuat BAIK,
berniat utk BAIK,
berkata yg BAIK,
Memberi nasihat yg BAIK
Meskipun TdK byk org yg mengenalimu dan
Tdk suka dgn Nasihatmu

Cukup lah اللهِ yg
mengenalimu lbh dari
pd org lain.
Jdlah bagai JANTUNG yg tdk terlihat,ttpi trs berdenyut setiap saat hingga kt trs dpt hidup, berkarya dan menebar manfaat bagi sekeliling kt
Smpai diberhentikan
oleh-NYA

“Waktu yg kusesali adalah
jika pagi hingga
matahari terbenam,
amalku tdk bertambah
sedikit pun,
pdhal aku tahu saat ini
umurku berkrg”

◇ Tidak Heran Bisa Berubah…

Maret 25, 2015

Ayo berubah jadi baik.dong…….
◇ Tidak Heran Bisa Berubah…
Ustadz Ahmad Zainuddin
Dulunya suka buka aurat, setelah berumrah jadi tertutup rapat dengan jilbab simbol kemuliaannya.
Dulunya jarang ke masjid bahkan tidak pernah, setelah berumrah sangat ahli masjid.
Dulunya tidak punya visi hidup akhirat, setelah berumrah cita-citanya adalah hanya bagaimana masuk surga jauh dari api neraka. sedangkan Dunia cuma sementara.
Kiranya, apakah gerangan.. penyebab itu semua?!?
Saudaraku seiman…
mari perhatikan hadits berikut:
أن الْحَجَرُ الْأَسْوَدُ نَزَلَ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ، فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ
Artinya: “Sesungguhnya hajar aswad turun dari surga dalam keadaan lebih outih dari susu, maka dosa-dosa manusia menghitamkannya.”
HR. Tirmidzi
Saudaraku seiman…
Lihat dosa bisa merubah batu! dan ini adalah manthuq (yang terucapkan) dari hadits tersebut sedangkan mafhumnya ( yang dipahami dari hadits ini) yaitu:
JIKA SESEORANG TERUS MENERUS DITEMPA DENGAN LINGKUNGAN YANG BAIK, TEMAN YANG BAIK NISCAYA AKAN BERUBAH MENJADI BAIK PULA.
Ini rupanya penyebabnya, lingkungan, keadaan, teman yang baik yang ia lihat setiap waktu selama berada di tanah suci…!
Pesan dari tulisan ini adalah:
– Niatkanlah berubah menjadi Hamba yang lebih baik
– Jangan putus asa menjadi hamba Allah yang lebih baik, terus berusaha meskipun kadang bahkan sering terjatuh.
– Carilah kawan yang mengajak kepada kebaikan
– Berdoalah kepada Allah agar diberi petunjuk menuju kebaikan dan ditetapkan hati.
Baarakallaahu fiykum

Dari sebuah warung kopi

Maret 25, 2015

Copas…
Dalam suatu majelisnya, Syaikh Utsman al-Khomis ditanya,
“Hal apakah yang bisa menjadi sebab datangnya hidayah
dan keistiqomahan pada seseorang?”
Beliau menjawab,
“Sangat banyak hal yang bisa mendatangkan hidayah.
Di antaranya beliau bercerita tentang seorang pemuda Libiya
yang diberi hadiah buku saku tentang dzikir oleh seorang
pemuda dari Arab Saudi”.
Kurang lebih, cerita beliau adalah
sebagai berikut:
Ada seorang warga Libia, ia bersama ibu dan seorang
saudari perempuannya pindah dari Libia untuk menetap di
London.
Ia mengatakan, di antara kami bertiga hanya ibuku
saja yang shalat.
Aku dan saudariku tidak shalat bahkan tidak mengerti shalat.
Suatu hari, aku datang di suatu kedai kopi, aku berkenalan
dengan seorang laki-laki dari Arab Saudi.
Di akhir perjumpaan, dia memberiku sebuah buku saku tentang
dzikir.
Aku merasa pemberiannya ini tidak bermanfaat sama
sekali, shalat saja aku tidak, apalagi membaca dzikir.
Tapi karena merasa tidak enak menolak, aku pun menerima
pemberiannya dan kusimpan di saku baju.
Sesampainya dirumah, kukeluarkan dari saku bajuku buku yang ia berikan,
lalu kulemparkan hingga terperosok di bawah lemariku.
Setelah beberapa hari, di suatu malam, seperti biasa aku
pulang dari aktivitas lalu aku menonton televisi.
Aku mencari acara yang menarik di TV, dari chanel ke chanel lainnya
namun tidak ada acara yang membuat aku tertarik.
Lalu kubuka majalah, tidak juga aku merasa berselera berlama-
lama membacanya.
Setelah itu berselancar di dunia maya,
juga tidak ada yang memikat perhatianku.
Sudah, kututup pintu kamar dan tirai jendela, aku pun bersiap tidur.
Kubolak-balikkan badan, namun tidak juga rasa kantuk itu
datang.
Malah aku teringat akan buku saku yang diberikan
laki-laki Arab Saudi tempo hari itu.
Susah payah, akhirnya
aku berhasil mengeluarkan buku itu dari bawah kolong lemariku.
Saat kubuka buku itu, ternyata berisi, barangsiapa
mengamalkan ini akan mendapatkan hal ini, barangsiapa
mengamalkan demikian maka pahalanya demikian.
Saat itu, kondisi jiwaku adalah kondisi seseorang yang telah berputus
asa dari rahmat Allah karena banyaknya dosa-dosa yang
telah aku lakukan.
Aku adalah seseorang yang telah berpasrah diri kalau ditetapkan sebagai penghuni neraka.
Saat kubaca buku itu, ternyata pengampunan dosa dari
Allah demikian mudahnya.
Buku itu benar-benar memberikan kesan yang dalam bagi diriku.
Hingga tak terasa aku membacanya hingga datang waktu subuh.
Saat itu kulihat ibuku sedang menunaikan shalat.
Selesainya ibuku dari shalat, kukatakan kepadanya,
“Ibu, aku ingin shalat”. Ibuku menjawab, “Mandilah terlebih dahulu”. Aku
pun mandi kemudian menunaikan shalat.
Sejak saat itu aku tidak pernah lagi meninggalkan shalat.
Diceritakan kepada Syaikh Utsman al-Khomis bahwa orang
ini kemudian menjadi seorang da’i yang cukup dikenal di
London.
Ia sangat bersemangat dalam berdakwah hingga mendakwahkan Islam di jalan-jalan ketika berjumpa dengan orang-orang non-Islam.
Dan banyak orang mendapatkan hidayah Islam melalui dirinya.
Pelajaran:
1. Jangan remehkan hadiah sekecil apapun.
2. Jangan memvonis seseorang sudah tertutup darinya hidayah.
3. Biasakanlah memberi hadiah-hadiah yang bermanfaat kepada orang-orang untuk melembutkan hati mereka menerima dakwah.
4. Seseorang dengan profesinya masing-masing bisa memberikan hadiah.
Seorang dosen bisa memberikan buku-buku bermanfaat kepada mahasiswanya karena nilai ujiannya yang baik atau lain sebagainya.
Seorang pengusaha bisa memberikan hadiah kepada relasinya saat di awal jumpa.
Seorang teman memberikan hadiah kepada temannya. Dll.
Mungkin akan datang suatu hari, Allah bukakan kebaikan bagi mereka yang
diberi hadiah tersebut.
5. Berdakwah bisa dilakukan dimana saja, sampai berjumpa dengan seseorang di sebuah warung kopi pun adalah kesempatan untuk berdakwah.
NH

“Sudahkah Kita Menjadi Muslim Sejati”

Maret 25, 2015

Kajian ke 2 Smandel ’88
22 Maret 2015
Mesjid Darul Irfan, Smandel
Ustadz : M. Nuzul Zikri Lc.
QS. Mujadalah 11 :
“Wahai orang2 yang beriman !. Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam Majelis2, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan melapangkan untukmu. Dan apabila dikatakan, “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang2 yang beriman di antaramu dan orang2 yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan”.
Pada kajian ini akan mengkaji sebuah kata, yaitu ISLAM, kata yang dipilih Allah untuk agama kita.
QS. Ali Imran 19 :
“Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang2 yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar thd ayat2 Allah, maka sungguh cepat perhitungan-Nya.”
Makna Islam
Islam artinya : Menyerah. Tidak memberi komentar, tidak membantah, tidak menambahkan apa2 yang berdasar dari Allah dan Rasulullah.
Ketika kita menyerah, kita masuk kpd system secara total. Bukan hanya pada sholat, puasa saja, tetapi hidup dan mati kita serahkan kpd Allah.
QS. Al Anam 162 :
Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam”.
Sebagai Ilustrasi :
Ada tentara dikepung musuh, maka mengibarkan bendera putih, tanda menyerah. Kemudian musuh memborgol, dipakai, tanda menyerah. Tentara tetap berjalan kaki walau musuh naik mobil, tanda menyerah. Sampai penjara disuruh memakai baju yang tdk sesuai selera, tetap dipakai, tanda menyerah. Pola hidup di penjara diikuti, tanda menyerah.
Byk yg mengaku muslim tapi masih melakukan hal yang dilarang.
Respon bagi orang Islam adalah :
1. “Sami’na Wa’ athona” : “Dengar dan Taat”.
QS. An Nur 51 :
“Hanya orang2 mukmin, yang apabila mereka diajak kpd Allah dan rasul-Nya agar Rasul memutuskan perkara di antara mereka, mereka berkata, “Kami mendengar, dan kami taat.”Dan mereka itulah orang2 yang beruntung.
2. Tetap patuh, tidak memberi opsi, tidak memberi rencana/plan dan tidak memberi argumentasi.
QS. Al Ahzab 36 :
” Dan tidaklah pantas bagi laki2 yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasulnya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”
3. Masuk ke system secara total (Kafah)
QS. Al Baqarah 208 :
” Wahai org2 yang beriman !. Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah2 setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu”
Kita masuk Islam tidak dengan paksaan (Syarat Islam : Akil Baligh). Bahkan kita kecewa jika kita dibilang bukan muslim. Jika kita tidak dipaksa maka Allah ingin kita berlaku jujur.
QS. Al Baqarah 256 :
” Tidak ada paksaan dalam menganut agama Islam, sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dg jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kpd Tagut dan beriman kpd Allah, maka sungguh dia telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”
Tagut : setan dan apa saja yang disembah selain Allah SWT.
Mengapa adzab bagi org munafik lebih parah dari org kafir ?. Org munafik mengakunya beriman (luarnya), tp hatinya tidak. Sementara org kafir memang benar2 mengaku tdk beriman.
3 Tanda org Munafik :
– Jika berbicara dia dusta/bohong.
– jika berjanji dia ingkar.
– jika dipercaya dia berkhianat
(HR. Bukhari dan Muslim).
Yang menjadi permasalahan, apakah Allah akan mengakui kita di hari kiamat ?.
Ada 3 pertanyaan dari Allah :
– Siapa Rabbmu ?
– Apa agamamu ?
– Siapa Rasulmu ?
Yang bisa menjawab pertanyaan ini adalah org yang membumi dan menyerah dlm hidupnya.
Dalam QS. An Nisa 65 :
” Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sblm mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, sehingga kemudian tidak ada rasa keberatan di dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dg sepenuhnya.”
Di ayat ini Allah memulai dg sumpah. Ayat yang luar biasa. Allah bersumpah dg diriNya.
(Yang paling sering Allah bersumpah dg makhluknya).
Apakah klaim kita sebagai muslim diterima Allah ?. Syarat diterimanya berdasarkan QS. An Nisa 65 :
1. Mereka menyerahkan urusannya kpd engkau Muhammad sbg hakim.
Apa yang dimakan, dipakai, harta, dll.
2. Tidak ada beban ketika mendengar keputusan Rasulullah.
3. Menerima keputusan itu dengan totalitas.
Allah senang ketika kita bekerja dg totalitas. Dalam QS. Ali Imran 191 :
“(yaitu) org2 yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia2, Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Ketika menjadi seorg muslim kita menyerah kpd Ar-Rahman (Maha Pemurah), Ar-Rahim (Maha Pengasih), Al-Alim (Maha Mengetahui), Al-Muhshi (Maha Mengetahui segala sesuatu). Allah mempunyai ilmu tanpa batas, mengapa kita tdk mau menyerah ?, dijelaskan dlm :
– QS. Al Anam 59 :
” Dan kunci2 yang semua yang ghaib ada padaNya, tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tdk ada sehelai daunpun yang gugur yang tdk diketahuiNya. Tdk ada sebutir bijipun dlm kegelapan bumi dan tdk pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tdk tertulis dlm Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).
– Hadits Bukhari dan Muslim :
” Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hambaNya melebihi sayangnya ibu kepada anaknya”.
Manusia karena kebodohan dan hawa nafsunya tdk mau diatur. Manusia inginnya halal semua, tetapi agama Allah, ada haramnya. Manusia hrs diatur, jika tidak akan hancur. Allah mengharamkan sesuatu karena ada efek sampingnya, karena Allah Maha Tahu.
– QS. Al Araf 157 :
” (yaitu) org2 yang mengikuti Rasul, nabi yang ummi (tdk bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati dalam kitab Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang munkar, dan menghalalkan segala yang baik dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, membebaskan beban2 dan belenggu2 yang ada pd mereka. Adapun org2 yang beriman kpdnya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kpdnya (AlQur’an), mereka itulah org2 yang beruntung.
– QS. Al Ankabut 41 :
“Perumpamaan org2 yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba2 yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba2, sekiranya mereka mengetahui.”
Banyak yang meragukan ayat ini karena menggunakan subyek laki2 (Ankabut : laba2 kata benda utk laki2 dengan kata kerja utk perempuan), padahal artinya : laba2 yang bisa membuat rumah hanya laba2 perempuan. Ini membuktikan bahwa Allah lebih tahu dari kita seperti dlm QS. Al Mulk 14.
Note : dlm bhs arab, pemakain subyek laki2 diikuti dg kt kerja utk laki2. Begitupun utk subyek perempuan diikuti dg kt kerja perempuan.
Kebanyakan manusia, jika yang mengatur manusia akan mengikuti. Jika Allah yang mengatur, tdk mau taat padahal Allah Maha Benar. Kenapa dg manusia kita lebih percaya dibanding Allah ?. Apakah karena yang ditawarkan Allah itu Ghaib, seperti Pahala dan Surga ?. Tidak juga. Banyak penawaran yang ghaib dari manusia tetapi manusia patuh, seperti :
– investasi property yang belum ada wujudnya karena pengembang yang terkenal, manusia rela menginvestasikan uangnya pdhl bangunannya belum terwujud.
Kemanakah Iman kita ?.
Perintah Allah yang paling ekstrim pun adalah Happy Ending, seperti kisah nabi Ibrahim menyembelih anaknya. Allah menguji kita, apakah kita mau menyerah ?.. Selanjutnya Allah yang mengatur.
Dalam QS. Al Anhaj 11 dijelaskan ttg org2 yang beribadah hanya di tepian :
“Dan di antara manusia ada yang memyembah Allah hanya di tepi, maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang. Dia rugi di dunia dan rugi di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.

Sakit Itu adalah ujianNya.

Maret 25, 2015

Copas dari WA 3-5
saat ini memang pas buat saya…
Lagi sakit… belum sembuh… dan belum insyaf…. alhamdulillah. .

Kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yg
selalu sehat takjub.
Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah.
Kesabarannya yg lebih dari batas (disebut dalam sebuah
hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi
teladan semesta.
Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu;
Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi
tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di
Khaibar yg menyelusup melalui celah gigi yg patah di
perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya
semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah
manusia.
Sakit itu zikrullah. yg menderitanya akan lebih sering dan
syahdu menyebut Asma Allah disbanding ketika dalam
sehatnya.
Sakit itu istighfar, dosa-dosa akan mudah teringat, jika
datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon
ampun.
Sakit itu menguatkan tauhid. Bukankah saat sedang hebat
rasa sakit, KITA semakin sadar bahwa hanya Allah Maha
Penolong.
Sakit itu muhasabah. Dia yg sakit akan punya lebih banyak
waktu untuk merenungi diri Sakit itu jihad. Dia yg sakit tak
boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang
demi kesembuhannya.
Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan
memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri
untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu nasihat.Yg sakit mengingatkan si sehat untuk jaga
diri. Yg sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta
dan sayang keduanya.
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yg
jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum
dan rindu mesra?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. Sakit itu
gugur dosa, anggota badan yg sakit dinyerikan dan dicuci-
Nya.
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota
mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yg sakit.
Sakit itu salah satu keadaan yg menyulitkan syaitan; diajak
maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali
kemudian diampuni.
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis,
satu sikap keinsyafan yg disukai Nabi dan para makhluk
langit.
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebh
khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi
lebih lama.
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat
tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut
dan tawadhu.
Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat
mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk
menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan.
Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan

NAK, PAKAIKAN AKU JUBAH KEMULIAAN DI SURGA…

Maret 25, 2015

Pernahkah anak Anda memenangkan suatu perlombaan?
Bagaimana perasaan Anda sebagai orang tua ketika itu?
Terlebih lagi bila panitia turut memanggil anda dan memberikan penghormatan kepada Anda?
Pasti anda sangat bahagia sekaligus terharu, segala kesulitan dan kepenatan merawat dan mendidik anak seakan terbayar lunas saat itu juga.
Sekarang, bayangkan apabila kebanggaan dan penghargaan itu anda rasakan hari kiamat, saat kebanyakan manusia sangat terhina, dan pemberi penghargaan itu adalah Allah ‘Azza Wa Jalla.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya, dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari kiamat. Cahayanya seperti cahaya matahari dan kedua orangtuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan) yang tidak pernah didapatkan di dunia. Keduanya bertanya, ‘Mengapa kami dipakaikan jubah ini?’ Dijawab, ‘Karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran.” (Riwayat al-Hakim)
Mengapa Harus Sejak Anak-Anak?
Usia emas dalam menghafal Al Qur’an adalah usia 3-4 tahun atau mungkin kurang karena beberapa alasan:
⑴ Pada usia ini anak memiliki kemampuan meniru yang sangat baik, baik dari yang dilihat atau di dengar.
⑵ Belajar dimasa kecil seperti mengukir di atas batu sedangkan belajar di masa tua seperti mengukir di atas air.
⑶ Al Qur’an dapat dilupakan dengan sebab dosa, sedangkan anak-anak belum berdosa sehingga akan mudah menghafal dan juga tidak mudah lupa, biidznillah.
Beberapa Tahapan dan Cara Agar Anak Mudah Menghafal Al Qur’an
🍬Niatkan dan berdoa kepada Allah untuk memiliki anak yang sholih sekaligus penghafal Al Qur’an. Hilangkan niat-niat duniawi seperti untuk berbangga bangga, atau sekedar agar mendapatkan ijazah dan pangkat.
🍬Memulai memperdengarkan bacaan Al Qur’an sejak anak dalam kandungan, baik dengan memperbanyak membaca dengan suara keras atau memperbanyak menyetel kaset murottal, karena banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa janin sangat terpengaruh oleh apa yang ia dengar, terutama dari ibunya.
🍬Masuklah ke dunia anak-anak dan sebisa mungkin menghindari perintah langsung, karena anak belum memiliki kesadaran sendiri. Ajaklah dengan kata-kata yang menariknya untuk menghafal.
🍬Ikutlah bermain bersamanya sambil mentalqinkan alquran.
🍭Sebelum memulai menghafal, buatlah ikatan yang erat antara orang tua dan anak atas dasar kasih sayang, cinta dan pergaulan yang hangat. Sehingga anak pun mencintai menghafal Al Qur’an dan bukan karena takut atau terpaksa.
🍭Memperlakukan anak sesuai tabiatnya, misalnya anak yang menyukai permainan bongkar pasang orang tua dapat menempelkan susunan beberapa ayat pendek pada mainannya dan memintanya mengurutkan ayat, anak yang suka mendengarkan kaset orang tua dapat menyetelkan kaset atau perangkat HP di sampingnya sembari ia bermain, atau anak yang menyukai cerita orang tua dapat memulai hafalan dengan membacakan sebagian kisah yang terkandung dalam surat yang akan dihafal.
🍭Memahami apa yang paling menarik bagi anaknya sehingga bisa mengambil perhatiannya
Membuat waktu-waktu dan tempat khusus untuk menghafal Al Qur’an dan menjauhkan segala hal yang dapat mengganggu suasana hafalan dan membuat jadwal harian yang ditepati bersama-sama, walaupun hanya sebentar.
Memberikan hadiah bagi anak bila ia memiliki kemajuan dan prestasi dalam menghafal, karena anak pada asalnya sangat menyukai hadiah dan bertambah semangat dengan hadiah. Bahkan ini merupaan salah satu ushlub dalam Al Quran. Allah Taala berfirman:
(لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ الْحُسْنَى وَزِيَادَةٌ) [يونس: 26].
Bagi anak-anak yang sudah lebih besar, berikan sedikit penjelasan tentang ayat yang sedang atau akan dihafal, karena akan memudahkan ia mengingat.
🍍Mengajak anak berlomba baik dengan saudaranya ataupun dengan temannya.
🍍Memberikannya mushaf pribadi untuknya, dan melatihnya untuk menjaga dan menyimpannya dengan baik. Karena anak akan merasa senang dengan barang-barang pribadinya.
🍍Mengulang-ulang hafalan setidaknya 5 kali dan tidak berpindah sampai benar-benar hafal, sehingga tidak mudah lupa.
🍒Menggunakan kemampuan indera anak secara maksimal, baik itu kemampuan auditoris, visual, dan motorik. Dan yang paling berperan dalam hafalan adalah kemampuan visual, karena berperan sebanyak 78% dalam memperkuat hafalan.
🍒Sesekali, bacakan kisah tentang para penghafal belia, seperti Ibnu Abbas, atau Abdullah Ibnu Mas’ud yang dipuji oleh Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam : “Barangsiapa yang ingin membaca Al Qur’an sebagaimana yang Allah turunkan kepada Muhammad maka ambillah bacan Abdullah Ibnu Mas’ud.”
🍒Jeli dengan keadaan fisik anak ketika ia sedang tidak bersemangat menghafal.
🍇Jangan langsung menghakimi dengan kata-kata malas, karena mungkin ia sedang sakit atau terlalu lelah
🍇Berlaku lembut pada anak bila ia sedang ada hambatan dalam menghafal, dan tidak menghukum dengan kekerasan.
Sebagaimana sabda Nabi shalallahu alaihi wa sallam yang artinya : “Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali akan menghiasnya, dan tidaklah ia dicabut dari suatu perkara kecuali akan merusaknya.”
🍇Orang tua harus menyadari keutamaan penghafal Al Qur’an dan orang tua penghafal Al Qur’an, sehingga tidak kendor semangatnya ketika menghadapi kesulitan dalam mendidik anak-anaknya.
🍇Bersikap konsisten, disiplin, sabar, cerdik, sekaligus tegas, sangat diperlukan ketika kita ingin anak kita menghafal Al Qur’an sejak dini.
Dan, satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah doa orang tua yang tulus dari hati kepada Allah yang Maha Pembuka agar anak-anak kita diberi kemudahan menghafal Al Qur’an.
✒ Ummu Shalih hafizhahallāh