Posts Tagged ‘banjir’

Banjir sekitar SMAN 8

April 28, 2016

Hari Kamis kembali kami di SMAN 8 Jakarta dengan sabar menanti air yang datang sebagai karunia Illahi berupa banjir. Katulampa yang selalu menjadi barometer akan banjir di Jakarta lagi-lagi menjadi pusat info. Alhamdulillah karena kerjasama yang baik dengan Pemprov DKI dan Damkar DKI, pergerakan antipasi banjir untuk masuk ke areal sekolah kecil sekali. Mesin pompa, sumur air dan tentunya menutup lubang got menjadi solusi untuk banjir hari Kamis, 21 April 2016. Siswa dapat belajar dengan tenang dan suasana kondusif pembelajaran terus berlangsung hingga pulang. Berikut adalah kondisi 21 April 2016.

Antisipasi banjir, Liburan dan Kegiatan Sekolah

Desember 17, 2015

surat

Saat banjir dan saatnya komitmen dipertanyakan

November 22, 2014

Sudah bukan hal aneh, jika siswa ingin ke bersekolah di SMA NEGERI 8 Jakarta, adalah untuk mendapatkan pendidikan yang tebaik agar bisa berkuliah di UI atau ITB. Pendidikan Dokter, akuntansi Ui atau pun insinyur elektro ITB. Dan tren yang ada memang setiap tahun pilihan tersebut menjadi booming di SMAN 8. Pendidikan dapat berjalan dengan optimal jika semua stakeholder mendukung hal tersebut. Beberapa hari yang lalu saya melihat di media sebuah sekolah swasta mampu menunjukkan kemampuan para peserta didiknya untuk tampil di benua Eropa bahkan ke Rusia. Memang sih SMAN 8 pun kemaren ada kunjungan ke Spanyol untuk urusan yang identik. Tapi itu bisa dihitung dalam rentang 2 jari, jadi ingat salam dua jari.

Pasca keputusan MK yang meniadakan sekolah RSBI dan kelas Internasional, amat berdampak kepada semua sekolah RSBI. Cita-cita pemerintah untuk menggratiskan sekolah hampir pasti berhasil. Bayangkan SMA-SMA RSBI yang merupakan sekolah pilihan harus meniadakan sumbangan pendidikan, sumbangan sukarela apapun namanya. Kondisi ini membuat hampir 70% kegiatan tidak terkaver olehh pendanaan yang ada. BOS yang digadang gadang untuk menghidari adanya sumbangan menjadi rentan oleh banyak pertanyaan. Cukupkah sekolah mantan RSBI berjalan sesuai track yang pernah ada ?

Bayangkan dengan 400 ribu per siswa, yang datanngya terkadang melambat melambat dan melambat, belum lagi jumlah yang diterima dipotog pajak… yaaa nggak 400 ribu dong. Untuk sekolah mantan RSBI mungkin anggaran 400 ribu per siswa perbulan itu sama dengan SPP per anak per bulan lebih sedkit. Nggak sampai 100 ribu lebihnya. Padahal SPP hanya pelengkap untuk kegiatan sekolah. Selama ini kegiatan sekolah banyak terkaver oleh sumbangan peserta didik baru, yang jangan kaget nggak dipaksa kok. Bahkan ada yang di NOL khan. Sumbangan ini lah yang sesungguhnya mampu mengkaver semua kegiatan sekolah mantan RSBI untuk MEMBERI LAYANAN LEBIH ATAU PLUS PLUS.

Untuk sekolah non RSBI,  uang sebesar 400 ribu per siswa per bulan itu teramat besar. Sumbangan sekolah Reguler pada masa itu berkisar pada 1 – 2 juta rupiah itu pun penuh dengan persetruan dengan ortu siswa, lsm dan wartawan. Nah ketiban rejeki besar, ketika sebuh sekolah reguler yang biasaynya mempunya SPP 200 ribu rupiah mendadak dapat 200 ribu per siswa per bulan sebagai uang yang harus dimanfaat. Bayangkan jika siswanya berjumlah 800 siswa.. maka ada uang yang harus dikelola sebagai bentuk kegiatan baru di sekolah tersebut 160 juta tiap bulan.

Seorang teman pernah menghitung kebutuhan sekolah RSBI per anak per bulan, ternyata ada kisaran 900.000 hingga 1.100.000. Nah kebayankan banyaknya uang yang harus dialokasikan.

Jadi saat bencana banjir datang, saat BOS tidak mengalokasi dana Banjir, karena tidak semua sekolah terdampak oleh banjir, bandingkan SMAN 8 Jakarta, sekolah mantan RSBi yang selalu langganan banjir. Bayangkan jika banjir 3 kali saja dalam satu bulan, berapa biaya yang harus disediakan untuk pembersihan sekolah hingga layakh pakai, bersih, higienis, tidak berbau. Siapa yang akan membersihakan, tugas guru ? Tugas Karyawan ? Atau tugas orang lain ?

Jika harus mengungsi… berapa dana yang disediakan untuk itu ? Apakah di pengungsian tersedia laboratorium, LCD, Komputer dan lain-lain ? Terus siapa sih yang masih tetap menunutut bahwa ananda para siswa HARUS MENDAPATKAN LAYANAN YANG SAMA..?

JIKA BUKAN KALIAN SIAPA LAGI YANG AKAN MELAKUKANNYA…

Banjir kembali menghantam SMAN 8 Jakarta, 20 November 2014

November 20, 2014

Situasi tanggal 20 November mulai pukul 06.50 WIB saat saya abadikan

10b

1b

2b

3b

4b

5b

6b

7b

8b

9b

TIM SARPRAS mulai membersihakn sisa sisa banjir agar tidak mengering..

9a

1a

2a

3a

4a

5a

6a

7a

8a

BANJIR 23 FEBRUARY 2014

Februari 23, 2014

Masih kedatangan tamu,..

banjir , 23 feb 2014

3

4

5

6

7

8

9

10

banjir 23 feb 2014 2

BANJIR SMAN 8 JAKARTA, 30 JANUARI 2014 PUKUL 08.00 – 10.00 WIB

Januari 30, 2014

Foto jempretan seorang karyawan dan guru SMAN 8 Jakarta, banjir per tanggal 30 januari 2014, pagi hari.. saat katulampa 220 cm,..

15

1

2

3

4

5

6
8


10

11

12

13

14

Januari 28, 2014

http://m.merdeka.com/peristiwa/400-anggota-tni-polri-bersihkan-gundukan-lumpur-di-sman-8.html

2

1

Merdeka.com – 400 Anggota gabungan TNI, Polri, dan Pemda DKI membersihkan gundukan lumpur yang terdapat di bagian samping gedung SMAN 8, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Gundukan lumpur setinggi sekitar 25 sentimeter tersebut dimasukkan ke dalam ribuan karung yang telah disiapkan.

Dandim Jakarta Selatan Letkol Infantri Ali Aminudin menuturkan lokasi tersebut merupakan salah satu daerah yang terparah terendam banjir di wilayah Tebet, Jakarta Selatan.

“Sudah 1.500 karung yang diangkut. Karya bakti bersama ini dilakukan di Jakarta Selatan terutama di sektor 1 yakni wilayah Tebet dan nanti di sektor 2 wilayah Pancoran,” ujar Ali saat ditemui di lokasi, Senin (27/1).

Ali menambahkan, sejumlah alat berat pun dikerahkan guna mengeruk lumpur yang menumpuk di kawasan itu. Lima unit mobil pemadam kebakaran digunakan untuk membersihkan sisa lumpur.

“Setiap anggota menggunakan sekop untuk memasukkan lumpur ke dalam karung, kemudian lumpur juga dikeruk dengan 2 unit loader dan diangkut oleh 3 unit truk. Dari pemadam kebakaran ada 5 unit,” jelasnya.

Saat ini, masih ada ratusan karung yang menunggu untuk diangkut. Setelah mengangkut tumpukan lumpur, sisa lumpur dibersihkan dengan cara disiram dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran.

“Sekarang tinggal finishing yaitu pembersihan dengan air. Tapi itu masih ada lumpur yang masih diangkut,” ujar Ali seraya menunjuk tumpukan lumpur yang ada di dalam selokan air.

(mdk/bal)

Kerja Keras dan Kerja Ikhlas, hasilnya berbeda,…(tulisan 2)

Januari 28, 2014

Kerja Keras dan Kerja Ikhlas, hasilnya berbeda,…(tulisan 2)

 

Satpam tersebut bercerita bahwa temannya sesama satpam di tempat baru selamat dari kondisi yang tidak baik. Ini bermula dari beliau mengingatkan saya, bahwa penjambretan maish sering terjaid di sepanjang jalan HR Rasuna Said, terutama Pasar Festival. Wah sebuah info yang baik, harus didengar sampai selesai.

Baca entri selengkapnya »

Kerja Keras dan Kerja Ikhlas, hasilnya berbeda,…(tulisan 1)

Januari 28, 2014

Kerja Keras dan Kerja Ikhlas, hasilnya berbeda,…(tulisan 1)

 

Saat banjir masih mengahadang almater tercinta, kegiatan pembelajaran teerus berlangsung memenuhi kebajiban sebagai guru di negeri, membentuk siswa mendapatkan ilmu dan kerarifan budi, karakter diri yangg beriman dan bernegara. Sebuah cita-cita bangsa yang amat menyentuh hati nurani. Semoga tercapai.

Baca entri selengkapnya »

SMAN 8 JAKARTA, BANJIR 23 JANUARI 2014

Januari 25, 2014

12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11