TeSIS (Temu Sosial Ilmiah Smandel) sebagai Awal Budaya Literasi di SMA NEGERI 8 JAKARTA

November 8, 2016

Awal tahun 2000-an SMA Negeri 8 Jakarta melakukan terobosan besar dalam kegiatan pembelajaran di luar sekolah. Sadar pada masa itu banyak sekolah yang mengadakan kegiatan wisata berkunjung ke wilayah lain,  SMAN 8 justru mengajak para siswa untuk mengunjungi desa-desa yang mempunyai kearifan lokal, para siswa akan melakukan penelitian, bersosialisasi kehidupan keseharian dan menimba karakter budi. Kegiatan yang berlangsung selama 4 malam dengan persiapan yang lebih dari 3 bulan tersebut membuat banyak konsekwensi kepada para siswa.

Para siswa akan mempersiapakan desain peneliatian kecil yang merupakan sebuah karya ilmah yang akan dipaparkan di hadapan para guru penguji. Proposal yang mereka buat sudah dilakukan pembinaan oleh guru Bahasa Indonesia dan pembina Osis.Proposal peneltian yang baik menuntut para siswa untuk mencario sumber bahan peneltain, buku-buku ilmiah populerm buku penelitian ilmah bahkan buku-buku teknik pengukuran dan uji sampel menjadi sebuah hal yang biasa mereka baca.

Hingga tahun ini TeSIS sudah yang ke-16 kali dalam pelaksanaannya. Tahun 2016 ini direncanakan pada tanggal 16 s.d. 19 Desember 2016 di wilayah Ciwidey Bandung Jawa Barat.

Program baca buku (belum ada kata-kata Literasi pada masa itu) berlanjut saat guru-guru Bahasa Indoensia dan Bahasa Inggris mewajibkan para siswa membawa novel atau buku sastra berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris. Tahun ini, 2016 setelah program Literasi menjaid salah satu program Kementrian,  saat berkunjung ke kelas-kelas, akan terlihat sebuag lemari kecil di depan kelas khusus buku-buku sastra.

Program Literasi juga menular ke kegiatan sambut pagi. Beberapa tahun lalu, dalam Rapat Kerja Guru dan Karyawan diputuskan untuk memulai program Pengajian Bersama membaca Al Qur’an dan Doa Pagi. Sudah tahun ke-5 membaca Al Qur’an menjadi pembuka pagi hari di SMA Negeri 8 Jakarta. Hari Selasa-Kamis, melaui audio sentral, guru dan beberapa siswa akan menuntun untuk membaca ayat-ayat Al Qur’an, para siswa dan guru di kelas mengikuti bersama-sama. Setelah 10 menit, guru yang bertugas akan menyampikan makna ayat-ayat yang dibacakan tadi. Bayangkan dalam satu tahun semua siswa bisa membaca dan mendengarkan kajian Al qur’an.

Virus kebaikan, budaya membaca ini juga terimbaskan ke Tim Ketertiban dan Piket Harian. Siswa yang karena sesuatu hal datang terlambat ke sekolah, maka akan terkena “hukuman” berupa hapalan ayat-ayat suci, membaca dan meringkas surat kabar berbahasa Inggris tapi tetap melaksanakan sholat sunnah di Mesjid dulu untuk yang muslim. Setelah para siswa yang terlambat menyelesaikan tugas, pembina Osis atau piket akan menyampaikan bimbingan, berupa motivasi atau pengingatan tetang Tata Tertib sekolah, kegiatan terakhir  adalah menyetorkan tugas, baik itu hapalan atau pun ringkasan kepada piket.

Alhamdulillah di tahun 2015-2016 Literasi menjadi program Nasional, SMA Negeri 8 Jakarta berbahagia karena telah memulai, dan akan terus menevaluasi dan berinovasi agar para siswa mampu mengembangkan minat baca baik di sekolah atau pun di rumah.

Buku adalah jendela dunia.

Wangsa Jaya

(peserta kegiatan Literasi Kemaritiman, guru SMA Negeri 8 Jakarta)

Satu Tanggapan to “TeSIS (Temu Sosial Ilmiah Smandel) sebagai Awal Budaya Literasi di SMA NEGERI 8 JAKARTA”

  1. tuaffi Says:

    sekarang budaya membaca digalakkan tingkat nasional ya. di sini ,murid- murid diberi waktu 15 menit setiap untuk membaca buku apa saja. seneng sekali.🙂


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: