Re-Orientasi

Oktober 13, 2016

Kalau dalam sepak bola atau pun tim lomba, yakinlah the winning team dipertahankan. Apalagi  tim berjalan sesuai perencanaan, berhasil melaksanakan kegiatan sesuai program. Ingat sesuai program. Program dibuat bukanlah dalam rentang sehari jadi. Boleh jadi program adalah kumpulan proposal-proposal kecil yang banyak ditolak karena ketiadaan bahan, ketiadaan dana dan bahkan sumberdaya yang menanganinya. Semua itu perlu pengalaman, tidak semua orang mampu. Makanya orang cerdas akan berpikir dua kali hingga ratusan kali terhadap para pembuat rencana, bahkan terhadap para pelaksana serta para para “sentuhan akhir” semua program. Mereka  adalah sistem yang telah teruji.

Jangan karena kekuasaan atau kemampuan diri yang lebih datang dan merusak irama para penjaga The Winning Team, boleh jadi malah merusak sistem yang sudah ada. Adalah lebih bijak jika mencari solusi untuk percepatan atau pun penyempuranaan hasil. Seorang guru bijak datang kepada para peserta didik yang terseleksi secara ketat dengan kemampuan di atas rata. Guru itu berkata : mohon maaf saya bukan yang paling pintar dan cerdad diantara kalian, saya hanya seorang manusia yang lebih dulu hidup, sedikit pengalaman dan kemampuan. Mohon ijin bukankan saya pintu kebaikan dan kerendahan hati agar saya mampu memberikan sedkt yang saya punyai.

Kepongahan dan kedigdayaan tidak berlaku di alam ini. Banyak orang yang merasa pintar gagal dalam menghasilkan kebaikan di muka bumi. Justru yang paling banyak terjadi adalah ketika terwujudnya hasil terbaik oleh manusia-manusia rendah hati dengan teknik : pintar merasa.

Ketidak mampuan untuk berbuat baik seyogyanya disadari, karena kebaikan itu bukan dibuat sendiri tetapi dihaislkan oleh sebuah sistem. Ketika kata reward atau ungkapan penghargaan tidak ada maka, kata-kata Pintar Merasa akan menjadi sesuatu sekali. Tim yang besar dimana tidak ada kontribusi dari sistem, minimal pintar merasa akan menjembatani untuk bertindak dan bersikap.

Anak muda sekarang menegnal kata baper….  hahaha… bawa-bawa perasaan. Pintra merasa akan tahu bagaimana teh winning team terjadi… bagaiaman kondisi … bagaimana perasaan… dan tentunya bagaimana menjalani hidup. Jangan hancurkan the winning team oleh tindakan arogran berlebih bahkan tanpa perasaan, boleh jadi kita sudah tidak PINTAR MERASA…. atau malah sudah menjadi MERASA PINTAR.

#broseriusbangetsihhahaha

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: