MENGHILANG DI FACEBOOK

Oktober 13, 2016

Sudah beberapa hari ini menghilang dari Facebook. Ternyata memang rencana Allah itu melebih semua rencana manusia. Beberapa hari sebelum menghilang, ada banyak peristiwa yang membuat saya berpikir panjang, mana teman mana lawan mana iblis dan mana dajjal. Akhirnya terungkap tokh, saat saya mulai menulis di detik-detik terakhir : kehilangan harta dunia nggak masalah,.. kalau kehilangan pahala…ini masalah lain. Saya mulai menghitung apa saja selama ini yang saya lakukan di facebook. Rutinitas saya : menulis jadwal sholat di bulan-bulan terakhir ini, kalau doa memang sudah lama saya lakukan, mendoakan orang tua, istri, keluraga, para guru, teman dan anak didik. Dalam satu minggu saya dua kali akan tetap mempertahankan bahwa kebenaran di atasa segalanya, karena agama saya menutut bukan hanya perbutaan baik, tetapi juga perbuatan yang benar di hadapan Allah tentunya.

Setiap dua minggu ada info beasiswa atau pun kebaikan cerita atau apa pun yang akan membuat kita menjadi lebih menyukai perbuatan baik. Harus diakui saya juga melakukan protes sosial, sebagai manusia ,sebagai orang beragama dan juga sebagai seorang guru.

Sekarang baru terasa, ketika doa saya hanya Allah dan saya yang tahu, tidak ada lagi teman yang mengaminkan atau pun terpanggil untuk berdoa kepada  Allah agar orang sekitar mampu hidup lebih damai, menengakkan aturan dan menghargai sesama.Di bagian ini sedih, karena kebaikan yang saya lakukan terhenti. Tetapi saya yakin ini juga rencana Allah, agar saya lebih iklash dalam beribadah. Biarkan hanya Allah yang tahu.

Saya ingat ketika salah satu dosen di UI melalui teman di medsos menulis : seusia kita ini jika memberikan saran ditolak, pulang saja dan lebih banyak berdoa. Saya juga pernah mendapatkan nasehat dari seorang gutu : batas manusia sempurna dalam ibadah saat usianya mencapai 40 tahun, jika di 40 tahun dia berbuat baik, maka akan baiklah amal perbuatan baiknya, begitupun sebaliknya, jika di usia 40 tahun dia berbuat buruk, maka dia seburuk-buruknya manusia.

Saya lewati 40 tahun usia dengan pikiran positif bagaimana berbuat baik, mendidik siswa dan juga mendidik masyarakat. Saat saya merasa yang saya lakukan itu dinilai kurang baik, harus instrospeksi diri. Moga-moga yang menghentikan saya itu orang yang tahu akan kekurangan saya dan tahu cara memperbaiki saya.

Sekarang masanya melihat, merasakan dan melakukan banyak doa dan zikir semoga Allah mengampuni dosa dan kesalahan saya, dan Allah mengganti ladang pahala saya dengan persemaian baru. Sehingga bisa mencari pahala di keseharian kembali.

Sudah saatnya saya meninggalkan perseteruan untuk kehidupan duniawi, sekarang saatnya mempersiapkan generasi yang amanah yang jauh dari kebohongan dan kemunafikan…. insya Allah.

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: