SUNNAH-SUNNAH DI DALAM BERWUDHU

April 11, 2015

🌍 BimbinganIslam.com
Jum’at, 20 Jumadil Akhir 1436 H / 10 April 2015 M
👤 Ustadz Fauzan ST, MA
📗 Matan Abu Syujā’ | Bab Wudhū’
🔊 Kajian 16 | Sunnah-Sunnah Di Dalam BerWudhū’
Download Audio
https://www.dropbox.com/s/04923o4j…/Sunah%20dlm%20wudhu.mp3…
———————————

SUNNAH-SUNNAH DI DALAM BERWUDHU

Assalāmu’alaykum warahmatullāh wabarakātuh.

Alhamdulillāh washshalātu wassalāmu ‘alā Rasūlillāh, wa ba’d.

Sunnah-sunnah ini adalah penyempurna wudhū’ seseorang dan dianjurkan bagi seorang muslim untuk menyempurnakan wudhū’ nya sebisa mungkin, semampu yang dia bisa lakukan, walaupun dalam keadaan yang kurang disukai, misalnya :

· Pada saat musim panas sehingga tidak tersedia kecuali air yang panas untuk berwudhū’ atau sebaliknya,
· Pada musim dingin tidak tersedia kecuali air yang sangat dingin untuk berwudhū’.

Maka tatkala seseorang menemui kondisi tersebut dan dia tetap menyempurnakan wudhū’ nya maka dia akan mendapatkan keutamaan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kata Beliau :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” أَلا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا ، وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ ؟ ” ، قَالَوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : ” إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ ، وَانْتِظَارُ الصَّلاةِ بَعْدَ الصَّلاةِ ، فَذَلِكُمُ الرِّبَاطُ ” .

Dari Abū Hurairah bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: (Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bertanya kepada para shahabatnya):

“Maukah kalian aku tunjukkan kepada amalan yang menjadikan Allāh menghapus dosa-dosa kalian dan mengangkat derajat kalian?”

Para shahabatpun menjawab:

“Mau, ya Rasūlullāh.”

Maka Beliau bersabda:

“Menyempurnakan wudhū’ walaupun dalam keadaan yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid dan menunggu shalat berikutnya setelah selesai shalat, maka ketahuilah itu adalah ribāth.”

(HR. Muslim, Nasāi dan Tirmidzi)

*Ar-Ribāth adalah salah satu amalan dalam jihad yaitu menjaga perbatasan dalam perang.

Oleh karena itu kita berusaha semaksimal mungkin untuk menyempurnakan wudhū’ kita.

Penulis mengatakan di dalam matannya :

Dan sunnah-sunnah di dalam wudhū’ ada 10 macam ;

1. At-Tasmiyah (membaca “Bismillāh”).

2. Mencuci kedua telapak tangan sebelum memasukkannya ke dalam bejana.

3. Berkumur-kumur (madhmadhah) dan mengeluarkan air dari hidung (istinsyaq).

4. Mengusap seluruh kepala.

5. Mengusap kedua telinga, baik bagian luar maupun bagian dalam dengan air yang baru.

6. Menyela-nyela janggut yang tebal agar air wudhū’ nya merata.

Dalil:

عَنْ أَنَسٍ ابْنَ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (كَانَ إِذَا تَوَضَّأَ أَخَذَ كَفًّا مِنْ مَاءٍ فَأَدْخَلَهُ تَحْتَ حَنَكِهِ فَخَلَّلَ بِهِ لِحْيَتَهُ)

Dari Anas radhiyallāhu Ta’āla ‘anhu, bahwasanya “Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam apabila berwudhū’ mengambil air 1 telapak tangan kemudian memasukkan air ke dalam janggutnya dari bawah dagunya kemudian menyela-nyela janggutnya.”

(Hadits hasan riwayat Abu Dawūd)

7. Membasuh (menyela-nyelai) di sela-sela jari tangan dan jari-jari kaki.

Dalil :

عنِ ابنِ عَبّاس أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: “إذا تَوَضّأْتَ فَخَلّلْ بَيْنَ أصَابِعِ يَدَيْكَ ورِجْليْكَ”.

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallāhu ‘anhu: Bahwasanya Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata: “Apabila kamu berwudhū’ maka basuhlah di sela-sela jari tangan dan jari-jari kaki.”

(Hadits hasan riwayat Tirmidzi)

8. Mendahulukan bagian kanan

9. Mengulang tiga kali

10. Muwālāt (berkesinambungan) antara anggota wudhū’ satu dengan anggota wudhū’ yang lainnya.

Dalil point 8 – 10 telah disebutkan dalam hadits ‘Utsmān yang telah lalu.

Dan hendaknya kita berdo’a setelah berwudhū’.

Dalil :

عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ عن عُمَر رضي الله عنهما قَالَ : قَالَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ أَوْ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ ) .

Dari ‘Uqbah Ibn ‘Āmir dari ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā berkata: Berkata Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam:
“Setiap orang diantara kalian yang berwudhū’ dan mencapai puncak atau menyempurnakan wudhū’ nya kemudian berdo’a:

‘Asyhadu an lā ilāha illa Allāh wa anna Muhammadan Rasūlullāh’

(Aku bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allāh dan bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allāh Subhānahu Wa Ta’āla’)

Maka akan dibukakan baginya 8 pintu surga dan dia bisa masuk dari pintu mana yang dia kehendaki.”

(HR. Muslim)

Demikian.

Washshallallāhu ‘alā Nabiyyinā Muhammad.

Wa ākhiru da’wana ‘anil hamdulillāhi Rabbil ‘ālamīn.

Assalāmu’alaykum warahmatullāh wabarakātuh.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: