Sakit Itu adalah ujianNya.

Maret 25, 2015

Copas dari WA 3-5
saat ini memang pas buat saya…
Lagi sakit… belum sembuh… dan belum insyaf…. alhamdulillah. .

Kemuliaan baginya karena sabar dan membuat malaikat yg
selalu sehat takjub.
Sakit adalah jalan kenabian Ayub yang menyejarah.
Kesabarannya yg lebih dari batas (disebut dalam sebuah
hadits 18 tahun menderita penyakit aneh) diabadikan jadi
teladan semesta.
Imam As-Syafi’i wasir sebab banyak duduk menelaah ilmu;
Imam Malik lumpuh tangannya dizhalimi penguasa; Nabi
tercinta kita pun pernah sakit oleh racun paha kambing di
Khaibar yg menyelusup melalui celah gigi yg patah di
perang Uhud. Bukankah setelah akhirnya sakit, semuanya
semakin mulia di mata Allah bahkan juga di mata sejarah
manusia.
Sakit itu zikrullah. yg menderitanya akan lebih sering dan
syahdu menyebut Asma Allah disbanding ketika dalam
sehatnya.
Sakit itu istighfar, dosa-dosa akan mudah teringat, jika
datang sakit. Sehingga lisan terbimbing untuk mohon
ampun.
Sakit itu menguatkan tauhid. Bukankah saat sedang hebat
rasa sakit, KITA semakin sadar bahwa hanya Allah Maha
Penolong.
Sakit itu muhasabah. Dia yg sakit akan punya lebih banyak
waktu untuk merenungi diri Sakit itu jihad. Dia yg sakit tak
boleh menyerah kalah; diwajibkan terus berikhtiar, berjuang
demi kesembuhannya.
Bahkan sakit itu ilmu. Bukankah ketika sakit, dia akan
memeriksa, berkonsultasi dan pada akhirnya merawat diri
untuk berikutnya ada ilmu untuk tidak mudah kena sakit.
Sakit itu nasihat.Yg sakit mengingatkan si sehat untuk jaga
diri. Yg sehat hibur si sakit agar mau bersabar. Allah cinta
dan sayang keduanya.
Sakit itu silaturrahim. Saat jenguk, bukankah keluarga yg
jarang datang akhirnya datang membesuk, penuh senyum
dan rindu mesra?
Karena itu pula sakit adalah perekat ukhuwah. Sakit itu
gugur dosa, anggota badan yg sakit dinyerikan dan dicuci-
Nya.
Sakit itu mustajab doa. Imam As-Suyuthi keliling kota
mencari orang sakit lalu minta didoakan oleh yg sakit.
Sakit itu salah satu keadaan yg menyulitkan syaitan; diajak
maksiat tak mampu-tak mau; dosa lalu malah disesali
kemudian diampuni.
Sakit itu membuat sedikit tertawa dan banyak menangis,
satu sikap keinsyafan yg disukai Nabi dan para makhluk
langit.
Sakit meningkatkan kualitas ibadah; rukuk-sujud lebh
khusyuk, tasbih-istighfar lebih sering, tahiyyat-doa jadi
lebih lama.
Sakit itu memperbaiki akhlak; kesombongan terkikis, sifat
tamak dipaksa tunduk, pribadi dibiasakan santun, lembut
dan tawadhu.
Dan pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat
mati. Mengingat mati dan bersiap amal untuk
menyambutnya, adalah pendongkrak derajat ketaqwaan.
Karena itu mulailah belajar untuk tetap tersenyum dengan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: