Kerja Keras dan Kerja Ikhlas, hasilnya berbeda,…(tulisan 2)

Januari 28, 2014

Kerja Keras dan Kerja Ikhlas, hasilnya berbeda,…(tulisan 2)

 

Satpam tersebut bercerita bahwa temannya sesama satpam di tempat baru selamat dari kondisi yang tidak baik. Ini bermula dari beliau mengingatkan saya, bahwa penjambretan maish sering terjaid di sepanjang jalan HR Rasuna Said, terutama Pasar Festival. Wah sebuah info yang baik, harus didengar sampai selesai.

Ternyata motornya dipinjam seorang teman dengan alasan motornya sedang kurang sehat. Dan motornya akan digunakan untuk menjambret,… astaghfirullah… hasil copetannya untuk membayar cicilann motor,… Padahal yang meminjam tahu, motor yang dipinjam juga belum lunas,.. motor satpam juga… yang belum lunas juga. Saat kondisi serba terjepit syaitha akan memainkan peran dengan cukup lugas dan efektif tentunya.

 

Saya terus memikirkan cerita itu hingga pulang,…. jam 20.30 sampai rumah. Jadi membayangkan saat pekerja keras seperti para pegawai kantor yang berangkat tadi pagi,.. kalau mereka di terminal Cibinong jam 04.30, maka rumah mereka pasti jauh sekali. Jauh dari ibukota.  Pasti pegawai ,.. mohon maaf,.. kelas bawah. Kelasnya masih bus,.. angkot dan ojek. Beberapa sudah saya kenal, terutama jalur Cibinong – Melayu atau Cibinong – Pulogadung,.. karena pergi dan pulang sering dalam satu bus yang sama.

 

Waktu di MLM,.. makin banyak kerja makin banyak hasil dan kita akan naik posisi ke atas. Memang jaid banyak penghasilan ketika rajin kerja keras, semua bisa diraih. Saat malam tiba menghitung keuntungan hari ini. Semua mesin keuangan kita bekerja bahkan saar kita tertidur. Tokh akhirnya yang menikmati selalu ”yang diatas”,.. piramida pekerjaan dan hasil pekerjaan pun terbukti. Yang bawah nggak bisa leluasa melihat yang atas, apalagi mencapainya. Yang atas bisa tinggi karena yang bawa bekerja maksimal. Yang atas leluasa melihat semua hal. Yang bawa penuh kerja keras agar mendapat hasil maksimal, yang atas menikmati pekerjaan manajerial dengan penghasil yang tanpa batas.

 

Bayangkan para pekerja keras tersebut harus jumpalitan kesana-kesini, menutup kebutuhan yang ,.. mohon maaf sama untuk semua orang. Harus saya katakan mereka lah yang sesungguhnya selalu menikmati hidup dalam keberkahan. Kekurangan di sana-sini, masih mampu untuk berusaha mencari. Tapi yang di atas saat tidka terpenuhi target, kemarahan akan didapat semua bawahan.

 

Kerja keras bukan segalanya. Hasilnya duniawi. Nggak pandang bulu, baik pekerja bawah atau pekerja atas, kalau dia bekerja keras pasti ada hasilnya. Soal banyak dan sedikitnya yang didapat lebih kepada ”sudah pantaskah kita mendapatkan hal itu”. Banyak orang yang sangat bekerja keras, tiap hari harus ada hasil, uang. Tetapi orang yang iklash bekerjanya, juga mendapatkan uang. Tetapi dia mendapatkan hal lain. Kecukupan dan kepantasan.

 

Ketika Ali ditanya, mana yang lebih kau butuhkan,.. harta atau ilmu ? jawabnya jelas,.. ilmu. Ilmu menjagaku, harta memaksa aku untuk menjaganya. Ilmu membuat aku mengerti hidup, tetapi harta menutup mataku akan arti kehidupan,…. Ilmu membuat aku sadar akan kemampuan dan kelemahanku, dengan harta aku berkuasa tanpa merasa ada yang melebihi….

 

Para pekerja yang berangkat pagi-pagi sekali tersebut, tetap sehat menghirup udara segar, berolah raga mempercepat jalan, bahkan menikmati pemandangan indah kota sebelum kotor dan kumuh oleh pencemaran serta kebisingan. Semua ada hikmahnya. Allah memberikan sesuatu karena ada maknanya. Jadi bekerja keraslah dalam keilkhlasan.  Dan bahagialah para pekerja atas, saat pekerja bawah mengucapkan syukur kepada Allah karena hak mereka dipenuhi. Ada doa dari mereka, ada senyum dan ada kebahagian anak istri mereka di rumah. Kebutuhan para pekerja bawah tidak sebanyak pekerja atas, mereka hanya ingin sehat agar besok bisa bekerja keras dengan iklash kembali.

 

Kebenaran milik Allah,….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: