KISAH TANAMAN DEPAN JENDELA RUMAHKU

Desember 7, 2013

Pagi-pagi memandang pepohonan depan jendela.. ada pohon mangga yang sedang menuju kedewasaan , pohon pisang yang sudah dewasa dan berbuah,..pohon kelapa yang sudah berbuah,. ada juga pohon singkong yang dewasa… walau buahnya nggak terlihat.. saya yakin dia mempunyai buah yang menanda semua makhluk pasti punya manfaat untuk alam. Berbicara tentang buah dan manfaat saya ingat diskusi dengan seseorang guru di sman 8. Jika sudah saatnya.. tanaman atau pohon pasti akan berbuah,. setiap hari dia tumbuh memenuhi harkat dan martabatnya.. mempersar batang.. untuk membat cabang.. daun yang banyak akan mempercepat pembesaran.. karena dari daun tersebut akan banyak energi yang di dapat. jadi biarakan dia tumbuh sesuai kaidah dan waktunya.

Sementara kita lebih suka yang instan,.. tanaman di cangkok agar tidakperlu tinggi tapi buahnya banyak dan matang… tidak perlu besar[pohnnya tetapi buahnya besar. Saat berpikiran seperti itu maka, semua jenis pupuk dan hormon pembesaran diberikan lebih cepat dari biasanya, dan haislnya adalah kebahagian.. buahnya banyak besar dan matang. Semua bahagia.

Sama halnya ketika melihat anak-anak kelas percepatan.,.. akselerasi. Diberikan porsi lebih agar mampu menyelesaikan pendidikan lebih cepat dari waktunya. hmhyhmhm.. masyarakat juga sangat bahagia ketika anak-anak kecil hafiz qu’an.. lancar ceramah dan jagoan nyanyi di media televisi… sesuatu yang tetap membuat saya tersenyum.. hmhmhm.. bukan waktunya.,.. belum waktunya.,.. dan bukan medianya….masyarakat berdecak kagum.. wah masih kecil 20 juz… wah masih kecil 10 juz..dan terharunnya kok tega ajang seperti ini diperlombakan,.. menjual ayat-ayat Allah dengan harga sedikit saja dilarang… karena Ayat-ayat Allah ganjarannya Syurga.

25 tahun yang lalu saat masih sering nyantri di pesantren Bogor,… pantas itu santri lebih suka mondok,.. karena dia akan bertemu dengan sang pengasuh.. para ustadz yang iklash menunjukkan kegiatannya setiap hari,.. ceramah,.. ngaji.. sholat,.. bertani…jadi mereka mendapatkan contoh yang benar.. sehingga para santri iklash mendengarkan,, mencontoh kehidupan Rasulullah yang dilakukan para ustadz,..Insya Allah terjaga.. aamiin,.. saya masih berusaha melihat kondisi sekeliling,.. banyak ustadz atau yang kita anggap ustadz,.. ceramah sering di mesjid,. bahkan mungkin sudah indentik.. mesjid X yaaa pasti dia… tetapi coba kita lihat… apakah sang dai tersebut menanam tanaman dengan cara stek/akselerasi atau metode pesantrenn? kebanyakan para stadz metodenya stek.. dan mereka tidak memberi contoh para ustadz di pesantren.. bayangkan jika sering ceramah atau apapun tetapi para tanaman masih melihat dia melakukan sesuatu yang nggak sesuai dengan syari.. yaaa ceramahnya jadi bodong deh.. berbuah kagak..malah diaminkan untuk : dirimu sudah sedemikian pantaskan menyampaikan untuk kami.

Tetapi untuk saya pribadi.. tetap bersyukur.. minimal ada orang yang mengingatkan..dan kita berdoa.. semoga saat dia menyampiakan sesuatu.. itu juga ditujuakan untuk dirinya…

 

Itulah kisah tanaman yang berguna.. dia berbuah.. dia berdaun,.. dia menahan erosi.. dia menahan air tanah…tapi tidak semuanya untuk kepentingan dirinya.. lebih banyak untuk orang lain.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: