Kisah Junghuhn dan Pilihan Hidup Kita

Oktober 8, 2013

junghun gambar junghun

Iklim merupakan kondisi atmosfer yang dihitung dalam jangka waktu tertentu.  Beberapa ahli menggolongkan iklim berdasarkan kriteria tertentu. Franz Wilhem Junghuhn seorang berkebangsaan Jerman mengklasifikasikan iklim di Indonesia berdasarkan ketinggian dan jenis vegetasi yang tumbuh di daerah tersebut

Menurut Junghuhn klasifikasi daerah iklim dapat dibedakan sebagai berikut

  1. Daerah panas/tropis

Ketinggian tempat antara 0 – 600 m dari permukaan laut. Suhu 26,3° – 22°C. Tanamannya seperti padi, jagung, kopi, tembakau, tebu, karet, kelapa, dan cokelat.

  1. Daerah sedang

Ketinggian tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran.

  1. Daerah sejuk

Ketinggian tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran.

  1. Daerah dingin

Ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya kecuali sejenis lumut.

Saya nggak mungkin membahas iklim pada hari ini, klasifikasi manusia menurut pola hidup kepeminpinannya. Saya coba menarik garis dari Elsworth Huntington (1876–1947)

Huntington adalah geograf asal Amerika Serikat. Melalui bukunya yang berjudul The Pulse of The Earth, ia memaparkan bahwa kelangsungan hidup dan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh iklim. Atas dasar teorinya itu, Huntington kemudian terkenal sebagai determinis iklim (memandang iklim sebagai penentu kehidupan). Ia mengatakan, geografi sebagai studi tentang fenomena permukaan Bumi beserta penduduk yang menghuninya. Ia menjelaskan adanya hubungan timbal balik antara gejala dan sifat-sifat permukaan Bumi dengan penduduknya.

Nah itu yang akan saya perlihatkan. Kalau kita potong  secara melintang itu pulau Jawa dari utara ke selatan, maka akan terlihat Tanjung Priok sebagai batas awal dari Junghuhn. Titik 0 m dpl, dengan suhu 26,3o C di keseharian, wajar dengan suhu yang panas terik pengaruh iklim membentuk karakter manusia yang keras, kekuatan tenaga dan otot amat diperlukan untuk bertahan hidup. Jumlah penduduk yang lumayan besar, dan pekerja kasar tersebar di sepanjang pantai. Perubahan pola hunian penduduk terjadi ketika reklamasi pantai terjadi, menghilangkan mangrove dan masuknya mesin pendingin ruangan. Di pantai yang panas, tetapi dalam ruangan tetap dingin. Manusia berusaha merubah kondisi alam, terutama iklim.

Sampai dengan ketinggian 600 m dpl, wilayah ini diperkirakan hingga Kabupaten Bogor atau Mega Mendung. Konsenterasi penduduk berada di ketinggian hingga 70-100 m dpl. Provinsi DKI Jakarta, Bekasi dan Tanggerang. Makin ke Bogor penduduk makin sedikit. Wilayah cenderung datar, tantangan fisik tidak banyak, merupakan pilihan penduduk terbanyak. Komsentrasi usaha dan perekonomian terpusat di wilayah ini. Tetapi dari sisi negatif adalah karena terlalu mudah mendapatkan apa pun dan terlalu banyaknya penduduk terkonsentrasi maka jangan harap mendapat kenyamanan yang maksimal. Kemacetan, kriminalitas, penumpukan sampah, banjir dan sebagianya menjadi langganan. Jutaan manusia ibarat ribuan jenis tanaman, mempunyai karakteristik tersendiri, wajar semua punya keinginan dan punya kepentingan. Tetapi ingat, penduduk di wiayah ini memang mampu hidup secara ekonomi, tetapi kehidupan keseharian mereka ditopang oleh barang yang didatangkan dari wilayah lain di atasnya.

Wilayah selanjutnya, daerah sedang dengan ketinggian tempat 600 – 1500 m dari permukaan laut. Suhu 22° -17,1°C. Tanamannya seperti padi, tembakau, teh, kopi, cokelat, kina, dan sayur-sayuran. Konsentrasi penduduk jarang, merupakan wilayah masih nyaman untuk ditinggali. Pemukiman tersebar, para petani berkumpul pada wilayah-wilayah tertentu, sementara para penduduk Jakarta sekitarnya yang mempunyai modal lebih juga mendiirkan rumah sebagai tempat peristirahatan. Puncak Boogor memang menjadi pilihan untuk wilayah penyuplai kebutuhan penduduk Jakarta. Kalau kita ibaratkan seorang pemimpin, dia harus memberikan suply barang yang baik, dengan posisinya yang lebih tinggi, dengan kemampuan sumber daya alam yang ada pemimpin mampu meberikan kebaikan untuk masyarakat yang ada di wilayah lain yang lebih rendah, tetapi ingat pemimpin tersebut harus berjiwa petani di wilayah ini. Tetap berkerja keras, penuh semangat dan mendarma baktikan hidupnya untuk orang lain, serta jauh dari mengejar harta kekayaan duniawi. Bekerja iklash sebagai bagian dari siklus kehidupan manusia. Kalau saja pemimpin/ penduduk di wilayah ini sombong dan mementingkan diri sendiri, yang datang ke wilayah di bawahnya bukan sayur mayur atau buah-buahan serta beras, tetapi banjir dan sampah yang menggunung di sungai-sungai menuju lautan.

Wilayah berikutnya daerah sejuk ketinggian tempat 1500 – 2500 m dari permukaan laut. Suhu 17,1° – 11,1°C. Tanamannya seperti teh, kopi, kina, dan sayur-sayuran. Iklim yang basah dan cenderng dingin di malam hingga pagi hari, menjadi kendala untuk mampu bertahan hidup untuk sebagain besar penduduk. Wajar di wilayah ini hanya sedikit penduduk yang berdiam. Begitu juga kehidupan pada bagian ini pemimpin yang ada hanya sedikit, mereka kuat bertahan dalam kondisi ekstrim,  tidak mengeluh, tetap bersahaja karena kekakyaan materal bukan dari banyaknya benda, tetapi kemampuna membuat wilayahnya hijau sehingga mampu menyuplai udara segar yang tentunya lebih banyak diberikan ke orang lain.  Wilayah yang bergelombang, dan kemiringan yangg terkadang ekstrim mampu membuat mereka hidup dengan berpikir lebih tenang dan bersatu dengan alam. Jenis-jenis pemimpin dan masyarakat yang tidak mengganggu alam. Mereka pantas disebut Rahmatan lil Alamin. Mereka memberi udara segar untuk kehidupan bukan hanya sayur mayur atau buah-buahan.

Wilayah terakhir atau disebut juga daerah dingin dengan ketinggian tempat lebih dari 2500 m dari permukaan laut. Suhu 11,1° – 6,2°C. Tanamannya tidak ada tanaman budidaya kecuali sejenis lumut. Inilh wilayah pengingatan kita akan alam  lain,  dimana tugas telah berakhir. Wilayah yang tenang tanpa hiruk pikuk kendaaraan bahkan keributan duniawi. Tempat yang tenang seperti kuburan, hanya dietmukan berjenis-jenis lumut, tak ada kemewahan, tak ada keindahan pelangi kehidupan, hanya hijau dan kecoklatan, atau lebih tepatnya…saatnya kembali ke tanah.

Semoga bisa memberi makna positif akan pengaruh iklim buat kehidupan dan juga gambaran lain tentang posisi pemimpin, makin berguna dan bermanfaat saat kapan pun. Tetap berkerja keras, penuh semangat dan mendarma baktikan hidupnya untuk orang lain, serta jauh dari mengejar harta kekayaan duniawi. Bekerja iklash sebagai bagian dari siklus kehidupan manusia.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: