IPA Lebih Menjanjikan Ketimbang IPS?… versi wangsa jaya

Juli 23, 2013

IPA Lebih Menjanjikan Ketimbang IPS?

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat Indonesia khususnya orang tua siswa telah terbangun memiliki persepsi yang keliru bahwa ilmu pengetahuan alam (IPA) lebih hebat ketimbang ilmu pengetahuan sosial (IPS). Praktisi pendidikan yang juga sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Musni Umar menjelaskan, setidaknya ada lima alasan hal itu terjadi.

Pertama, memilih jurusan IPA lebih hebat (keren). Kedua, lebih mudah melanjutkan pendidikan ke universitas. Ketiga, IPA menjanjikan masa depan. Keempat, siswa yang memilih IPS, dikategorikan berkemampuan rendah. Kelima, orang tua dan siswa memandang rendah jurusan IPS.

Dalam kenyataannya di masyarakat, lanjut dia, persoalan paling sulit diatasi adalah masalah sosial. Hampir semua persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masalah sosial dan budaya.

“Pemecahannya tidak bisa menggunakan analisis IPA, tetapi mesti analisis IPS,” cetusnya kepada Media Indonesia, Minggu (21/7)

Hemat dia, dalam membangun Indonesia, semua bidang ilmu pengetahuan diperlukan, sehingga tidak ada ilmu yang tidak dibutuhkan. “Bidang apapun yang diminanti pasti bermanfaat asal diseriusi dan menjadi pakar dibidang tersebut,” ujarnya.

Oleh karena itu, IPA dan IPS tidak perlu dikotomi justru penting disinergikan untuk membekali anak didik menghadapi masa depan. Apakah karena IPA lebih prestise?

“Ya masyarakat masih menfavoritkan IPA, tetapi perkembangan ke depan semua ilmu harus jadi favorit termasuk bahasa Indonesia. Kalau tidak favorit. Mengapa banyak org asing belajar bahasa Indonesia. Artinya dengan mendalami bahasa Indonesia mereka bisa survive dalam hidup,” pungkasnya. (Syarief Oebaidillah)

Editor: Afwan Albasit
Lilis Nury Soeharso, Rizqi Rifianto, Siti Shafira and 16 others like this.

Wangsa Jaya link dari Desi Purnama Kurniawati..

Desi Purnama Kurniawati Hehehehe… Ya… Gitu dehhhhh

Den Mas Priyo hidup IPS

Adelusita Nasution Setuju…., teman2 IPS saya yg mjd Lawyer, konsultan Hukum, notaris, staf hukum di Perush, dosen, wiraswasta, yg jujur n pinter di bidang hukum nya, alhamdulillaah bisa hidup sejahtera dg keluarganya… Hidup ilmu Hukum !!!

Thomas Rinuwat Lah bulan emang begitu…setau gw anak ipa boleh semua milih dan nerusin kuliah ke bidang2 ekonomi dan sosial…apa anak ips sekarang juga boleh milih dan nerusin ke bidang2 sains dan teknik..?

Alfian Alwi Tbk Mungkin solusi nya lg,setiap sekolah SMAN membagi kelas IPA dan IPS nya dengan fix(50:50),mis : 4 kelas IPA dan 4 kelas IPS..jgn 6 kelas IPA dan hanya 2 kelas IPS..atau 7 : 1..dst…itu menandakan IPS adalah kelas sisa2 yg tdk dpt IPA.

Ika Listiyawati tp nanti pas mau masuk kuliah itu bnyak yg silang jurusan. ipa milih ips dan sebliknya.

Erik Teguh Primiantoro justru yg hebat adalah integrasi antara ilmu sosial dan ilmu pengetahuan alam. Teknolgi yg lahir dr ilmu pengetahuan alam tidak akan berguna tanpa bantuan rekayasa sosial yg membutuhkan ilmu sosial dan juga sebaliknya. Rekayasa sosial juga membutuhkan hasil dari ilmu pengetahuan alam.

Midi Haryani Mgk nggak usah dibagi. Atau SMA sdh langsung dijuruskan sesuai dg perguruan tinggi yg diminati. Artinya, sejak lulus SMP, anak sdh tahu mau kemana scr spesifik.
Mmg repot, tp penjurusan IPA n IPS lbh repot lagi.

Jika dibagi 50:50 spt salah satu SMA N, mk ditakutkan ada yg nggak puas.
Kl nggak dibagi, dan semua pilih IPA, lalu guru IPS bagaimana?

Ira Nur Oktaviani Izin share ya pa..

Eka Musridharta ????

Pauvi Sulistio hmm …
topik yg menarik ya pak Wangsa

kebanyakan anak2 “lari” ke IPS,
krn ga mau ‘puyeng’ mikir math, fis, bio, kim pelajaran anak2 IPA….See More
10 hours ago via mobile • Like

Wangsa Jaya kurikulumnya hrs dibenahi ?!
atau cara belajarnya yg perlu diperbaiki ?… dua-duanya bu.. kebijakan belum berpihak sama IPS,.. saat ujian seleksi anak IPA boleh mengambil IPS,.. IPS nya nggak boleh… heheheh lucunya dunia pendidikan kita … ada aturan seperti itu.. hehehe

Wangsa Jaya guru IPS lagi menunggu nasib,.. nggak ada kelas yang diajar,.. hehehee.. sabar yaaa

Dimas Adewijaya Haaa..IPS bubar pak di 8? Koq bisa? Padahal terus terang saya pribadi sangat mencintai IPS. Pelajaran yang gak slamanya 1+1=2. Justru menurut saya, IPS memberikan saya bekal hidup yang banyak skali. Kreatifitas gak pernah dikekang, kepemimpinan, dan bibit-bibit strategi dalam menjalankan hidup ke depannya. Bener2 sedih kalo bener IPS punah di 8…

Wangsa Jaya nggak lah,.. hehhee masa bubar,..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: