comfort zone,.. atau main-main di zona aman

Februari 24, 2013

Tidak seperti tahun lalu. Tahun ini berbeda sekali kondisi semua hal dalam dunia pendidikan di DKI Jakarta. Perubahan kepemimpinan, perubahan status, perubahan kurikulum dan kondisi-kondisi lain yang tercipta dalam perjalanan pendidikan serta realitas perubahan keinginan para siswa atau pun keinginan para ortu,.. wah terasa sekali gempuran meteor perubahan tahun ini.

Tetapi yang amat terasa adalah hampir semuanya melakukan tindakan yang mengamankan sesuatu. Zona aman,.. sebuah istilah yang menurut saya malah tidak aman. Ketika semua hal amat berubah maka perubahan itu diyakini akan banyak mempengaruhi kehidupan kita, maka zona amannya adalah berusaha mengikuti, melihat dan mengatisipasi kondisi tersebut untuk tetap eksis.

Pada kondisi ini, seorang pemimimpin harus mengeluarkan kemampuan ekstra. Pemimpin hanya berhasil jika semua komponenn mampu membawa biduk menuju tempat yang lebih baik. Kalau hanya mendapatkan hal yang sama dalam agama Islam dianggap sebagai kondisi yang merugi.

Setipap tahun kita akan mendapatkan warganegara dan rakyat yang bertambah, artinya tanggung jawab amanah kita juga akan bertambah. Karena setiap tahun juga mempunyai karakteristik berbeda maka teruslah berencana dan beraktivitas serta melakukan evaluasi, sehingga pencapaian yang diinginkan dapat tercapai. Pemimpin yang hanya membiarkan sebuah kondisi karena sudah terlalu yakin bahwa warga negara atau rakyatnya akan berusaha dengan baik, saat keberhasilan datang kebanggan mana yang dia peroleh.

Apalagi ketika warga negara atau rakyatnya juga bermain di kondisi tersbut,.. mengamankan dirinya. Zona aman,.. terletak tidak jauh dari zona kegagalan,.. tipis… jadi kalau ada siswa misalnya yang hanya mengejar lulusa saja tanpa prestasi lebih,. atau seorang polisi lalu lintas hanya sibuk di pagi hari,. atau pun seorang pegawai kebersiahan yang hanya bebersih saat ada tamu, atau seorang guru yang hanya tampil sebagai guru saat di kelas,.. atau seorang gubernur yang mau terpilih kembali tiba-tiba mengunjungi rakyatnya berbeca dan membangun rumah …atau juga seorang muslim yang menjadi taat saat ibadah 5 waktu saja,.. atau kita hanya akan tampil baik saat ada orang-orang di sekitar kita… padahal Allah maha melihat.

Zona aman bukan pilihan saya,.. tanpa berubah,. tapi berharap lebih baik .. itu bukan zona aman… tetapi bermain-main di zona aman. Lebih baik tinggalkan zona aman,.. berusaha lebih,.. membuat visi dan misi,..ajak semua stake holder saling berbagi pekerjaan,.. bukan hanya mengeluh dan tanpa usaha. Doa bukan segala-galanya.. usaha lah yang Allah tilai. Taqwa bukan hasil,.. taqwa tidak datang sendiri,.. taqwa adalah proses.. yang tidak mau membuat atau menjalani proses… kasihan deh kamu. Pecundan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: