Melawan Arus,…..lawannya,.. mengikuti arus

Februari 23, 2013

Seorang bapak pengendara motor di pertigaan tersebut sedang marah-marah. Pasalnya anaknya terjatuh karena dia menginjak rem sekuat-kuatnya untuk menghindari tabrakan dengan pedagangan buah rambutan yang melintas di jalan yang sama. Anak kecil tersebut terlempar 2 meter, terguling dan hampir terlindas ban bajaj, untung cuma bajaj. Tanpa helm dan bapak tersebut melawan arus kendaraan sesungguhnya. Semarah apa pun dia, sekeras apa pun dia, tetap dia bersalah. Bukan masalah helm lagi, tetapi lebih ke arah, dia melawan arus.

Terkadang memang pengendara motor maunya potong jalur, lawan arah bahkan berbelok di tempat yang bukan semestinya. Buat mereka istilah Raja Jalanana telag terpatri di hati mereka. Apalagi jika wilayah tersebut dekat dengan rumah, alias kampungnya sendiri.

Melawan arus memang bukan hal yang baik dan tidak diajarkan dimana pun. Arung jeram pun bukan untuk melawan arus. Mereka sadar mengikuti arus liar pada arung jeram saja sudah harus memikirkan strategi, kemampuan diri bahkan sudah dengan penggunaan pelampung pula. Lagi-lagi kita berpikir ini khan hanya olah raga, keselamatan tetap menjadi hal yang utama.

Beberap hari yang lalu, ada kondisi di mana beberapa siswa Caang sebuah subsie amat terkoordinir mendengarkan Seniornya, istilah mereka, tentang bagaimana cara push up yang benar. Saat tertangkap tangan Caang tersebut dia tidak menjelaskan bagaimana bisa para Caang yang 32 orang tersebut, dimana satu tidak hadir bisa terditribusi di beberapa kelas saat jam istirahat. Padahal jam istirahat waktunya ISOMA, itu kalua aturan mereka di kaderisasi menempatkan Tuhan pada pilihan pertama. Caang pasti mengikuti arus, untuk hadir di kelas tersebut. Walau pun itu bukan hari pertemuan mereka. Walau pun namanya Mentoring.. hahhaha.. istilah anak-anak musholla 20 tahunnan lalu pindah ke Caang sekarang bagus lah,.. keislaman pun sampai ke kaderisasi.

Yang satu bilang bagian dari kaderisasi,.. yang satu bilang bukan. Tetapi berkumpul dan mendengarkan sesuatu… sesuatu.. sesuatu.. seperti lagunya syarini… hehehe.

Pendidikan atau pun diklat atau pun kaderisasi adalah menyiapakan calon anggota untuk mampu mempunyai kemampuan yang sama dengan para “senior”. Pendidikan alam bebas punya aturan tertentu. Dan rasanya siswa akan diberikan dasar-dasar keorganisasian dan kehidupan alam bebas.

Kalau bicara DILATSARMIL,. boleh lah.. harus siap di segala medan. Waktu jadi mahasiswa geografi UI pun, saya diberi pengetahuan tentang peta dan kehidupan alam liar,… bukan lier atau iler,.. hehehe. Jogging bersama,.. mountenering bersama.. tapi nggak diteriakin, nggak ditabok,.. hahaha…

Seorang jenderal yang besar suaranya nggak keras,… tapi dihormati bawahan. Kalau kata Rasulullah :perhalus suaramu dan lemah lembutlah dengan sesama. Mendidik dengan hati,…akan menghaislkan siswa yang menggunakan hati,.. mendidik dengan kekerasan dan kebohongan.. hasilnya yaaa anak yang keras hatinya dan besar bohongnya.

Dan ingat jangan smapai kita membentuk seseorang, hingga menyebabkan mereka melawan arus,.. sholat dengan pakaian kotor.. bahkan tidak sholat,.. membohongi orang tua bahwa acara belum selesai,. nggak perlu dijemput,.. terus berkumpul di pertigaan jala mengerjakan tugas senior. Yang paling parah… di tata tertibnya tertulis : buku kaderisasi hanya boleh dibaca oleh keluarga…. keluarga yang mana yaaa. Ternyata keluarga,. alias organisasi yang baru mereka masuki.

Semoga cara-cara yang tidak berketuhanan dan melawan arus tidak lagi terjadi di mana pun. Kaderisasi bukan ajang balas dendam, kaderisasi adalah mendidik calaon anggota agar mampu menyintai organisasi yang diikuti. Bravo Manchester United,.. persisam.. hehehe

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: