TINGKAT KESULITAN RELATIF ITB

Februari 20, 2013

TINGKAT KESULITAN RELATIF

Berikut ini adalah tingkat kesulitan relatif untuk SNMPTN 2012, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan pilihan fakultas/sekolah pada pelaksanaan SNMPTN 2013 dan SBMPTN 2013 :

Fakultas/Sekolah (Alfabetik)

Tingkat Kesulitan Relatif

Fakultas Teknologi Industri Sangat Tinggi

Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan Sangat Tinggi

Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Sangat Tinggi

Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Lebih Tinggi

Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Lebih Tinggi

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Lebih Tinggi

Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Lebih Tinggi

Sekolah Farmasi Lebih Tinggi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Tinggi

Fakultas Seni Rupa dan Desain Tinggi

Sekolah Bisnis dan Manajemen Tinggi

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Tinggi

catatan :

Sesuai dengan keputusan Pimpinan ITB, ITB melaksanakan seleksi penerimaan mahasiswa baru Program Sarjana melalui sistem Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Informasi mengenai pelaksanaan SNMPTN 2013 dapat diperoleh di situs http://snmptn.ac.id/, sedangkan informasi mengenai SBMPTN 2013 masin menunggu ketentuan dari panitia pelaksana pusat.
Sehubungan dengan telah terbitnya SK Rektor ITB no. 071/SK/K01/PP/2006, tertanggal 17 Maret 2006, tentang Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru ITB, maka secara resmi, setiap mahasiswa baru diterima menjadi mahasiswa fakultas/sekolah terlebih dahulu, sebelum akhirnya memilih salah satu program studi serumpun dalam fakultas/sekolah yang sama, pada awal tahun kedua.
Penempatan mahasiswa di salah satu program studi serumpun di fakultas/sekolah di ITB, dilakukan oleh ITB sebelum masa perkuliahan tahun kedua dilaksanakan, berdasarkan minat mahasiswa, kapasitas program studi yang bersangkutan, serta tergantung pada prestasi mahasiswa di tahun pertama perkuliahan, bila kapasitas program studi yang bersangkutan lebih kecil daripada jumlah mahasiswa yang memilih program studi tersebut. Kemungkinan bahwa seorang mahasiswa akhirnya dijuruskan pada program studi bukan pilihan utamanya dapat saja terjadi. Namun demikian karena pengelompokan program studi dalam suatu fakultas/sekolah didasarkan atas ekserumpunan dan kontekstualitas keilmuannya yang sama, maka perbedaan antara program studi yang satu dengan program studi yang lain dalam fakultas yang sama, tidak signifikan. ITB menyarankan agar calon mahasiswa mempelajari sistem penerimaan mahasiswa baru ini terlebih dahulu dan dapat membandingkannya dengan sistem yang diberlakukan di perguruan tinggi lainnya.
Sebagai informasi tambahan, pada kurikulum 2008, ITB mulai memperkenalkan mata kuliah Mayor dan mata kuliah Minor. Dengan demikian, mahasiswa dari suatu program studi dapat mengambil mata kuliah di program studi lainnya, dalam jumlah terbatas. Pendidikan di ITB lebih diarahkan pada pendidikan kesarjanaan yang memberikan penguasaan ilmu yang komprehensif disertai wawasan yang luas dibandingkan ke arah vokasional yang terfokus pada aplikasi suatu bidang keahlian saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: