Fungsi Hukuman di Sekolah (6) habis

Februari 15, 2013

http://mjafareffendi.wordpress.com/2012/03/07/hukuman-dalam-dunia-pendidikan-haruskah-ada-hukuman-dalam-mendidik-anak/

Simpulan
Guru hendaknya memberikan nasehat kepada siswanya dengan kelembutan. Guru di tuntut berperan sabagai orang tua yang dapat merasakan apa yang dirasakan anak didiknya, jika anak memperlihatkan suatu kemajuan, seyogianya guru memuji hasil usaha muridnya, berterima kasih padanya, dan mendukungnya terutama didepan teman-temannya.
Guru perlu menempuh prosedur yang berjenjang dalam mendidik dan menghukum anak saat dia melakukan kesalahan. Apabila pada suatu kali anak menyalahi perilaku terpuji, selayaknya pendidik tidak membongkar dan membeberkan kesalahan-kesalahannya itu. Mengungkapan rahasianya itu mungkin akan membuatnya semakin berani melanggar. Jika anak mengulangi kesalahan yang sama, tegurlah dengan halus dan tunjukkan urgensi kesalahannya.
Menegur dan mencela secara berkesinambungan dan mengungkit-ungkit kesalahan yang dilakukannya membuat anak menjadi pembangkang. Sehubungan dengan hal tersebut Al-Ghazali menegaskan ”Jangan terlampau banyak mencela setiap saat karena perkataan tidak lagi berpengaruh dalam hatinya. Hendaknya guru atau orang tua menjaga kewibawaan nasehatnya.”
Seorang pendidik harus mengetehui cara pertumbuhan akal manusia yang bertahap hingga ia mampu mensejalankan pertumbuhan itu dengan pengajarannya terhadap anak didik. Ia menasehatkan agar tidak kasar dalam memperlakukan anak didik yang masih kecil, mencubit tubuh dalam pengajaran merusak anak didik, khususnya anak kecil.
Perlakuan kasar dan keras terhadap anak kecil dapat menyebabkan kemalasan dan mendorong mereka untuk berbohong serta memalingkan diri dari ilmu dan pengajaran. Oleh karena itu pendidik harus memperlakukan anak didik dengan kelembutan dan kasih sayang serta tegas dalam waktu-waktu yang diutuhkan untuk itu.
B. Saran
Diharapkan semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua sebagai seorang pendidik dan sebagai referen ketika kita dihadapkan dengan berbagai persoalan yang kita hadapi ketika menjadi seorang pendidik atau guru. Karena siswa memiliki watak dan sifat yang berbeda terkadang menyebabkan kita marah dan terbesit amarah yang tidak terkendali sehingga terkadang kita bukan menjadi seorang guru yang digugu dan ditiru.
Psikologis anak perlu sentuhan yang halus, lentur dan manis sehingga bisa membuat sensivitas perasaannya terasah normal. Hukuman terhadap siswa harus berlandaskan keseimbangan. Misalnya dari strata paling rendah, siswa yang nakal dibina dulu oleh wali kelas. Apabila masih belum bisa ditolerir dikenakan hukuman skorsing tidak boleh mengikuti kegiatan sekolah. Sedangkan hukuman di strata puncak jika memang sekolah tidak mampu membina lagi, kembalikan kepada orang tuanya.
DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, A.S. (1990). Teori-Teori Pendidikan Berdasarkan Al Qur’an. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Ag. Soejono. (1980). Pendahuluan Ilmu Pendidikan Umum. Bandung: CV. Ilmu.
Baharits,A.H.S. (1996). Tanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Laki-Laki. Jakrta: Gema Insani Press.
Indrakusuma, A.D. (1973). Pengantar Ilmu Pengetahuan. Malang: Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Malang.
J.J. Hasibuan, dkk. (1988). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Karya.
………….. (1992). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rodakarya.
JVS. Tondowidjojo CM. (1991). Kunci Sukses Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius.
Rahmat, J. (1994). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosda Karya.
Soeitoe, S. (1982). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Sukadipura, B. (1982). Aneka Problema Keguruan. Bandung: Angkasa.
Suwarno. (1992). Pengantar Ilmu Pendidikan. Jakrta: PT. Rineka Cipta.
Tafsir, A. (1992). Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: