Beda tujuan,.. beda perlakuan

Februari 14, 2013

Jadwal Ujian Nasional yang terpampang di media mulai mengganggu aktvitas siswa secara umum. Pergeseran jam belajar, jam makan, jam main bahkan jam rutin lainnya, termasuk main game. Lihatlah siswa sekarang sibuk sekali. Sibuknya berubah dan macam-macam pula. Sekarang ada latihan senam bersama,… bahkan di kelas ada tulisan : buat senam kumpulkan uang 150.00, buat kostum dan konsumsi,… ciah mahal kali.

Siswa kelas XII bawaannya belajar ? Nggak juga tuh ada yang memang jadi rajin ke bimbingan belajar, bahkan hingga malam hari. Hehhehee. Ada juga yang rajin ke gramedia, saya bertemu siswa orangnya itu itu juga hehehee,… dan buku yang dicari sama,.. soal-soal. Apa mereka kurang soal yaaa. Menurut mereka kalau sudah ada buku soal. Rasanya aman, hehehe.

Minggu kemaren juga disibukan oleh pendaftaran SNMPTN Undangan,.. juga sisbuk banget. Ada yang baru bilang rapor hilang deh,.. ada yang nilainya salah,. kok bisa yaaa,… ada yang nggak datang-datang buat verifikasi,.. bahkan ada yang sudah pasrah ketika dia tahu kondisi nilainya nggak bagus-bagus amat,… hehehe.

Lulus Ujian Perguruan Tinggi apa pun jalurnya : Undangan atau pun tes, sama saja. Sebuah Prestasi dan Prestise. Bangga karena sebuah seleksi membuat tidak semua anak lulus, dan sebuah prestise karena PTN identik degan keberhasilan masa depan,… hehehe. Dari sisi gengsi dan juga nama besar,.. yang nyaris juga identik dengan layanan. PTN selalu menjadi batu pandangan, bahkan banyak orang tua saat pertemuan keluarga atau pernikahan selalu membanggkan para anak. Ini loh anak saya yang bungsu,.. mengikuti kakaknya masuk Kedokteran UI, … ngak pakai tes,.. diundang… hebat khan seperti bapaknya.

Welwh-welwh,.. PTN memang selalu menjadi tujuan akhir dari dunia persekolah SMA, jadi nggak perlu ragu. Kejar dan jadikan target.

un 4

un5

un 1

todi belalang

un 3

Beda nasib, beda penangganan. Ujian nasional bukanlah seleksi. Dia adalah evaluasi. Yang mengukur denga sebuah standar,… sudahkan siswa lulus dari sebuah proses pendidikan di SMA. Karena batas standar kelulusan sudah amat jelas, dan tidak adanya korelais antara Ujian Nasional dan Penerimaan maahasiwa di PTN, menyebabkan tingkat perjuangan mencarapi hasil optimal akan berbeda. Ujian Nasional hanya sekedar lulus.

Padahal yang dibangun para siswa, seharusnya bukan menomor duakan UN. Saat mereka membiarkan UN “apa adanya”,…. sesungguhnya para siswa sedang mengubur ETOS BERKOMPETISI. Sebuah kebiasaan yang harusnya jauh-jauh dihindari. Tanpa etos berkompetisi maka kita akan menjadi manusia yang biasa-biasa saja. Dan manusia yang biasa-biasa saja hanya ada di masyarakat umum, menjadi penonton dan boleh jadi hanya menjadi bagian yang hilang atau dibuang….

Sebaiknya,.. berjuang terus membuktikan haisl optimal di semua ujian kehidupan kita, baik akademis maupun non akademis,.. karena disanalah nilai kita sebagi manusia. Manusia seutuhnya. Berjuang dan menikmati hidup.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: