Masuk ITB Siapa Takut ?

Januari 8, 2012

http://masukitb.com/c/2276

12 Agustus 2005, pertama kali tercatat sebagai mahasiswa ITB. Senang, lega, bangga, campur aduk jadi satu. Namun, bukan masuk ITB yang membuat pengalaman manarik, tapi perjuangan masuk ITB itu yang lebih menarik.

Gw berasal dari daerah yang saat itu akses informasi masih cukup sulit dan mahal. Bayangkan, warnet pun belum ada. Jangankan punya facebook atau twitter account, email pun gw belum punya. Nggak seperti sekarang, dimana akses informasi begitu mudah dan tentunya murah. Kapanpun kita bisa mengakses informasi dari manapun, baik untuk kepentingan studi, bisnis, dan sebagainya.

Masuk ITB memang cukup sulit karena peminatnya sangat banyak. Wajar memang, kalo urusan teknik kampus ini memang nomer satu. Waktu SMA kebetulan ada seorang guru pernah mengenyam pendidikan di ITB. Beliau bercerita banyak tentang ITB, tentunya ITB jaman dulu (era 80an). Gw cukup tertantang untuk masuk. Gw berfikir kalau orang lain bisa, gw harus lebih bisa!

Memilih program studi (Prodi), apalagi di ITB memang harus berstrategi. Kita harus mampu mengukur kemampuan kita. Gw misalnya, ambil Prodi Teknik Sipil (kalo sekarang harus melalui fakultas dulu di tahun pertama) bukan karena pure pilihan gw, tapi merupakan bentuk salah satu strategi.

Melamar PMDK FK Unsri namun gagal sampai akhirnya diterima di Manajemen Unsri tidak membuat gw puas dan tetap berusaha untuk menginjakkan kaki di ITB. Berat memang, tapi keyakinan, kepercayaan diri, doa orang tua lah yang membuatnya mudah.

Sampai akhirnya, ketika pengumuman, nama gw muncul diantara 150 orang calon mahasiswa teknik sipil 2005. Syukur yang luar biasa. Namun, sudah lulus masuk ITB bukan berarti berleha-leha, perjuangan belum selesai. Ya TPB (Tahap Persiapan Bersama), disini mahasiswa baru kembali bernostalgia dengan Kalkulus, Fisika Dasar, Kimia Dasar, dan mata kuliah lainnya yang mungkin tidak asing di SMA.

Kebanyakan mahasiswa ITB jatuh di TPB, mungkin gw termasuk salah satunya. Kalau menurut gw wajar. Apalagi orang daerah seperti gw. Harus menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, teman baru, dan atmosfer yang baru. Tidak sedikit mahasiswa yang berasal dari daerah terlihat canggung untuk berkompetisi dengan teman-teman mereka yang berasal dari SMA terkenal, yah katakanlah SMA 3 Bandung, SMAN 70 Jakarta, dan SMA lainnya.

Gw misalnya, satu bulan pertama kuliah di ITB selalu menyempatkan diri untuk mengulang pelajaran setiap malam, yang bukan menjadi kebiasaan gw selama di SMA. Namun hasilnya justru nilai UTS gw malah jeblok! Sampai akhirnya gw berpikir JADILAH DIRI SENDIRI. Bukan intensitas belajar yang gw butuhkan tapi kualitas belajarnya. Sampai akhirnya Indeks Prestasi (IP) semester pertama keluar dan alhamdulillah IP gw di atas 3. Gw tidak pernah bermimpi untuk mendapatkan predikat “Cum Laude”. Bahkan istilah itupun gw baru tau setelah tingkat 2. Tapi bersyukur gw bisa menyandang predikat tersebut setelah berhasil lulus sidang komprehensif pada 18 Juni 2009.

Jadi, bagi kalian yang ingin masuk ITB, hajar aja! Masalah biaya, uda jangan dipikirkan sekarang, pikirkanlah setelah masuk. Jangan buyarkan konsentrasi kalian dengan urusan finansial. ITB punya cukup ladang beasiswa buat mahasiswanya. Lagipula kalo kalian cukup kreatif, banyak sekali peluang usaha yang bisa dilakukan sambil kuliah. Bisa menjadi asisten, ngajar private, ato bisnis sampingan lainnya. WHERE THERE IS A WILL, THERE IS WAY!

Nah untuk melakukan itu semua, ingat kalo manusia itu adalah MAKHLUK SOSIAL yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. So, bergaullah! Perluas jaringan, ikut aktivitas kampus, baik KM, unit kesenian mahasiswa, unit olahraga, club, ato unit-unit lainnya. Lebih bagus lagi kalo kalian bisa berekspansi ke kampus lain, Unpad, UPI, Unisba, Unpar, Maranatha, Unpas, dll.

Ingat, bahwa semakin berat perjuangan kita maka semakin menarik pengalaman kita. JANGAN PERNAH TAKUT UNTUK MENCOBA. SUKSES!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: