Idul Adha di SMAN 8 JAKARTA

November 8, 2011

Kepala SMA Negeri 8 Jakarta

Perayaan Idul Adha tahun 1432 H kali ini terasa meriah, khususnya dirasakan oleh keluarga besar SMAN 8 Jakarta. Pertama,  karena hampir seluruh penduduk Indonesia merayakan idul adha secara bersama, tidak ada perbedaan waktu seperti idul fitri lalu. Kedua, karena tahun ini perayaan idul fitri jatuh setelah pelantikan pengurus OSIS baru. Sehingga terlihat kegairahan dari pengurus baru dalam menggelar sholat idul fitri dan mengumpulkan hewan qurban. Satu lagi yang tidak kalah istimewanya adalah dengan hadirnya sosok kepemimpinan baru di sekolah, yakni Hj. Wieke Salehani, M.Pd, sebelumnya Wieke adalah kepala SMAN 3 Jakarta. Sewaktu di SMAN 3 Jakarta, beliau dikenal berhasil dalam menggalang orang tua, alumni dan masyarakat dalam berqurban.

 

Sholat Idul Adha dilaksanakan pada hari minggu 6 Nopember 2011 bertepatan dengan 10 Dzulhijjah 1432 H, bertempat di halaman SMAN 8 Jakarta dengan bapak H. Yani Bayani, M.Pd bertindak sebagai imam dan khotib. Jamaah yang hadir terdiri dari siswa, orangtua, guru, karyawaan dan warga sekitar.

Selaku panitia pelaksana, Roni Saputra, S.Pd mengatakan bahwa hewan qurban yang berhasil dikumpulkan tahun ini mengalami peningkatan cukup tajam jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini panitia berhasil mengumpulkan 11 ekor sapi, satu  diantaranya adalah sumbangan dari Hj. Wieke, dan 45 ekor kambing. Menteri Perumahan  Rakyat yang baru dilantik, Djan Faridz turut menyumbangkan satu ekor sapi atas nama anaknya yang bersekolah di SMAN 8 Jakarta, Radimas Djan. Peningkatan perolehan hewan qurban ini diharapkan dapat mengimbas kepada masyarakat sekitar. Daging dan talung dari hewan kurban selanjutnya dimasukkan ke dalam kantong plastik, masing-masing beratnya kurang-lebih 1 kg.  Jika tahun sebelumnya daging hewan kurban didistribusikan ke RT 001 dan RT 002 saja, maka tahun ini distribusnya juga meliputi RT 003 dan RT 004. “Pembagian hewan kurban diutamakan untuk warga RT 001, karena merupakan lingkungan terdekat dan secara ekonomi lebih rendah dari warga RT lainnya” demikian Roni menjelaskan.

Hj Wieke meyakini bahwa kesadaran berkurban dikalangan siswa, orang tua, guru serta karyawan sudah bagus, hal ini terlihat dari peningkatan perolehan hewan kurban. Kesadaran berkurban ini adalah buah dari iman dan takwa, untuk itu beliau berjanji akan terus mengusung program pendidikan yang mendorong peningkatan iman dan takwa disamping peningkatan akademis.

Panitia tidak menggunakan sistem kupon dalam pendistribusian hewan kurban. Cara yang ditempuh adalah dengan memberikan daging kurban melalui ketua RT masing-masing. Karena ketua RT lebih mengetahui keadaan warganya dan untuk menghindari antrian panjang yang dapat memicu terjadinya konflik ataupun jatuhnya korban.

Orang tua siswa menyambumbut positif pelaksanaan ibadah idul adha di sekolah, menurut salah satu orang tua yang hadir menyaksikan pemotongan hewan kurban, “ kegiatan ini dapat melatih anak saya untuk dapat berperan di masyarakat”.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: