3.718 Guru Akan Pensiun Tahun 2012

Maret 3, 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika menyatakan, pensiun masal guru-guru di Jakarta memang benar akan menjadi kenyataan di tahun 2012. Pasalnya, di tahun tersebut angka guru yang akan pensiun melampaui tahun-tahun sebelumnya, mencapai 3.718 guru.

“Kami sudah mendata total guru yang akan pensiun mencapai 3.718 guru PNS di tahun 2012,” ucap Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika, Rabu (2/3/2011), saat dihubungi wartawan.

Dari jumlah guru yang akan pensiun tersebut terbanyak berasal dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP). Berikut rincian jumlah guru pensiun di tahun 2012, guru SD 1.112 orang, SMP 2.379 orang, SMA 145 orang, dan SMK 82 orang. Apabila ditotal mencapai 3.718 orang.

Jumlah tersebut mengalahkan angka pada tahun 2011 dan 2013. Di tahun 2011 sebanyak 3.352 guru pensiun dengan rincian: guru SD 843 orang, SMP 2.313 orang, SMA 144 orang, dan SMK 52 orang. Sementara pada 2013 mencapai 3.697 orang dengan rincian: guru SD 1.059 orang, SMP (2.376 orang), SMA (196), dan SMK (66).

Pensiun massal terjadi lantaran pada tahun 1970 hingga 1980-an kebutuhan Jakarta akan guru sangat diperlukan sehingga dilakukan rekrutmen besar-besaran. Tak mengherankan jika kemudian banyak guru yang dengan cepat diangkat menjadi PNS, tidak seperti yang terjadi saat ini.

Menghadapi angka pensiunan guru yang sedemikian tingginya, Agus mengaku tidak khawatir Jakarta akan kehilangan tenaga pendidik yang berujung pada penurunan kualitas. “Tidak khawatir soal itu, karena kalau ada regenerasi kualitas tetap bisa dipertahankan,” ujar Agus.

Penggantian posisi akan dilakukan melalui pengangkatan guru honorer dan rekrutmen guru-guru baru disesuaikan dengan kapasitas tenaga pendidik yang kosong semenjak ditinggalkan guru yang hendak pensiun.

“Mapping sedang kami lakukan selama 1-2 bulan ke depan, dari situ kami akan ketahui berapa jumlah kebutuhan guru tetap dan yang akan direkrut,” ujarnya.

Oleh karena itu, saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah akan ada dispensasi atau keringanan bagi guru honorer yang selama ini belum juga diangkat meski bertahun-tahun telah mengajar. “Kami tunggu dulu pemetaannya,” ucapnya.

Adapun berdasarkan data Dinas Pendidikan DKI Jakarta tahun 2010, guru dengan status PNS mencapai 37.206 orang, sedangkan non-PNS (honorer) mencapai 12.267 orang.

“Idealnya, 45.000-50.000 guru PNS diperlukan di Jakarta. Dengan adanya tenaga honorer menunjukkan bahwa Jakarta masih perlu tambahan tenaga pendidik,” tandas Agus.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: