Tugas Guru,… mendidik Siswa

Januari 5, 2011

Pak tua itu berbicara kepada anaknya: Bahwa Hidup itu untuk memberi sebanyak-banyaknya… Bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya…. Tulisan di atas saya dapat dari Status teman di FB,….hmhmhmhhmmhm

Sebuah kalimat yang indah dan kena ke hati ini, saat ini perlu kembali di pompa dengan kekuatan imani yang hakiki. Semoga saja itu kalimat dapat membuat hati ini makin bertenaga dalam menghadapi hidup dan kehidupan ini.

Sore itu pak Badu, guru senior di SD Cikini 01 tergolek lemas di kursi tua ruang Kepala Sekolah. Tubuhnya bersimbah keringat sebesar butiran-butiran kacang tanah. Napasnya masih tersengal-sengal, menahan perasaan akan kejadian yang baru dialaminya. Tangan tua itu pun masih gemetar, sesekali pak Badu berusaha mengusir ketegangan dirinyan dengan bersuaha menyapa teman-teman guru yang setia mendampinginya saat itu. Bahkan 25 tahun di SD Cikini pun teman-teman guru, selalu mendampingi guru senior tersebut.

Sudah dua kali dalak seminggu ini, pak Badu terjatuh dan tidak sadarkan diri. Para siswa berteriak sejadi-jadiya saat gurunya itu terjatuh limbung ke salah satu meja belajar siswa. Beberaps siswa menangis sejadi-jadinya. Ada pulang yang berlari keluar kelas karena ketakutan. Maklumlah para siswa adalah anak-anak kelas 2 SD yang belum pernah melihat kejadian tersebut. Dan ini yang kedua.

Pak Badu selama ini hidup menyendiri, menjadi guru SD merupakan pilihan sulit buat dirinya. Keluarganya di Majennang adalah orang terpandang, pemilik lahan sawah berpuluh-puluh hektar, penggilingan beras dan armada angkutan pasar. Pengalaman saat masa pendudukan belanda yang membuat dirinya mengambil profesi sebagai guru untuk memajukan negeri ini. Baginya, bangsa yang terjajah adalah bangsa yang tidak mampu menjadi dirinya sendiri karena kurangnya memanfaatkan kecerdasan yang Tuhan berikan uintuk semua umat manusia. Mengajar anak-anak untuk menjadi lebih pintar adalah pilihan hidupnya. Mendidik anak kecil dan menjadi guru adalah profesi mulia. Baginya guru adalah orang tua bua siapa pun, karenanya tugas guru yang utama adalah mendidik.

Pak Badu selalu menahan sakit dirinya, beliau selalu menyembunyikan sakit yang di deritanya. Buat pak Badu, jika seorang siswa sakit dan tidak hadir, maka pengaruh terhadap kelas kecil sekali. Tetapi ketika guru tidak hadir karena sakit atau sesuatu hal, maka yang merugi adalah banyak pihak. Terutama para siswa. Tekanan darah tinggi, dan paru-paru basah telah mengidapi dirinya hampir 20 tahun yang lalu. Pak Badu tidak ingin sakit yang dideritanya menjadi penghalang untuk menyampaikan ilmu dan amalan yang baik. Mendidik para siswa, sebenarnya mempersiapan kebaikan buat dirinya, bukan hanya buat para siswa. Itulah kata-kata yang selalu pak Badu camkan. Keiklashan dan kejujuran adalah dua hal yang selalu beliau tanamkan kepada para siswa dan dirinya sendiri. Dia iklash untuk mendidik para siswa, agar Allah pun iklash memberikan kemudahan hidup di dunia dan syurga di akhira kelak. Pak Badu adalh guru yang sesungguhnya,minimal buat saya seorang,….

Iklan

2 Tanggapan to “Tugas Guru,… mendidik Siswa”

  1. labarasi Says:

    wah.. jadi terkesima yah. guru yang luar biasa. Salam kenal bos, ini guru smp di pelosok bima sana, saya tunggu di blog saya bos.


  2. terima kasih telah berkunjung,.. insya Allah saya akan berkunjung juga ke blog sahabat di bima…


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: