Memakai PAK Palsu, Pendidik Diberi Sanksi

Desember 25, 2010

Tegal, Kompas – Wali Kota Tegal Ikmal Jaya menjatuhkan sanksi kepada 23 guru dan kepala sekolah di wilayah tersebut yang terbukti menggunakan penetapan angka kredit palsu dalam kenaikan pangkat dari golongan IVA ke IVB. Kenaikan gaji berkala para guru dan kepala sekolah itu ditunda selama satu tahun yang diikuti dengan sanksi-sanksi lainnya.

Ikmal dalam jumpa pers di kantor wali kota, Selasa (2/11) di Tegal, Jawa Tengah, mengatakan, sanksi tersebut mulai berlaku pada 1 November 2010. Dari 23 orang yang terkena sanksi, 18 di antaranya merupakan kepala sekolah, satu orang pengawas SMP, dan empat guru.

Menurut Ikmal, berdasarkan rekomendasi dari Inspektorat Kota Tegal, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Gubernur Jateng agar membatalkan kenaikan pangkat golongan IVB terhadap 23 guru dan kepala sekolah yang menggunakan penetapan angka kredit (PAK) palsu. Mereka selanjutnya dikembalikan dalam pangkat golongan IVA. ”Keputusan itu harus dari gubernur, wali kota tidak mempunyai kewenangan,” katanya.

Setelah surat dari gubernur turun, wali kota mulai melaksanakan hukuman tersebut. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, hukuman yang diberikan yaitu hukuman sedang tingkat pertama.

Hukuman itu berupa penundaan kenaikan gaji berkala selama satu tahun, terhitung mulai ditetapkan. Hukuman itu diikuti dengan sanksi lain, yaitu pembebasan sementara tugas fungsional guru selama satu tahun.

Pihaknya juga memberhentikan 18 kepala sekolah dari tugas tambahan sebagai kepala sekolah, serta memberhentikan pengawas SMP yang terlibat dalam penggunaan PAK palsu, dari jabatan sebagai pengawas SMP.

Sebagai konsekuensi atas penurunan pangkat dari golongan IVB ke IVA, 23 guru dan kepala sekolah itu diwajibkan mengembalikan selisih gaji dari pangkat golongan IVA ke IVB, yang diperoleh sejak menggunakan pangkat golongan IVB kepada kas daerah. Pengembalian uang diharapkan selesai selambatnya dalam waktu satu tahun.

”Jangka waktu penggunaan pangkat golongan IVB berbeda-beda, ada yang mulai tahun 2005,” kata Ikmal.

Guru lain

Ikmal mengatakan, jabatan kepala sekolah SD dan SMP yang kosong akibat penetapan sanksi tersebut saat ini sudah diisi oleh guru lain yang memiliki kualifikasi. Untuk mengisi kekosongan kepala sekolah SMA, pemerintah menunjuk pelaksana tugas (Plt), yang berasal dari wakil kepala di sekolah bersangkutan.

”Hanya tinggal satu SD yang jabatan kepala sekolahnya masih kosong,” ujarnya.

Inspektur pada Pemerintah Kota Tegal, Budiyanto, menambahkan, kasus penggunaan PAK palsu oleh guru dan kepala sekolah di Kota Tegal mulai terungkap pada awal 2010. Kasus tersebut mulai diproses sekitar pertengahan tahun seusai pelaksanaan ujian nasional. Di antara 23 orang tersebut, terdapat satu kepala sekolah yang sudah akan pensiun dalam tiga bulan ke depan. (WIE)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: