Mendidik anak bodoh, anak malas dan anak tidak jujur

November 20, 2010

Kalau mendidik anak yang pintar dan berpotensi dari sisi kemampuan berpikir, kemampuan stamina tubuh, kemampuan asupan makanan gizi tinggi, dan kerjasama yang tinggi dari pihak orang tua, tentunya semua akan aman. Apalgi jika anaknya adalah anak yang sering beribadah, santun dan sopan. Selama ini mengajar kelompok anak yang seperti ini aman-aman saja. Tetapi bayangkan jika bertemu dengan 3 kelompok lain. Walau pun sesungguhnya dalam dunia pendidikan kita tidak boleh membeda-bedakan anugerah Tuhan. Justru pendidikan harus memapu meningkatkan harkat martabat.

Tulisan ini hanyalah lembaran diri saya saat membaca blog seorang siswa tentan arti usaha dan kejujuran. Panjang lebar di abercerita tentang kejujuran dan usaha yang telah dia lakukan. Hingga dia merasa ada orang-orang lain yang tidak menyukai pekerjaanya. Tentunya siswa ini tergolong pintar, karena dia sudah melakukan sesuatu, dia telah melihat akibatnya, dan akhirnya dia berpikir : apa yang salah ?

Bandingkan ketika kita mendidik anak bodoh atau kurnag pintar. Kata “sulit” adalah hal yang paling banyak terungkap. Segala usaha telah dan pasti akan kita lakukan, tetapi memang jumlah kongret usaha dengan perubahan kemampuan berpikir kadang tidak sesuai harapan. Tetapi perlu diingat, kelompok anak inilah yang membuat kita makin SADAR, makin SABAR dan makin LANCAR,… Karena kita akan selalu mencari inovasi terbaru, banyak berdoa dan makin mengerti akan apa yang akan kita bentuk buat mereka. Tidak ada usaha yang sia-sia. Minimal siswa dapat lulus dari kompetensi yang ada, walau mungkin minim atau pas-pasan.

Untuk kelompok yang kedua, perjuangan tidak jauh berbeda. Kita perlu tambahan tenaga untuk mengingatkan, menasehati, mendengarkan, sedikit menghukum dan terkadang sedikit marah. Persoalannya, malas adalh virus tanpa obat. Jika satu orang saja terdapat dalam komunitas anak yang sedang berkembang, maka akan fatal kondisinya. Untuk yang malas seerti ini, pisahkan dari komunitas. Didik dengan sepenuh hati, karena boleh jadi sifat tersebut timbul karena kurangnya tantangan, kurangnya jiwa berkompetisi dan terlalu sering “diberi”. Bangkitkan keinginan mereka dengan realitas yang mereka capai adalah salah satu kunci yang harus kita terapkan.

Kelompok yang ketiga, ini adalah masalah. Kelompoik ini akan menggunakan segala cara untuk menggoalkan keinginan. Walau dalam kenyataan hidup mereka hanyalah nila setitik, tetapi efek mereka amat signifikan. Pendidikan yang mereka dapat salah arah atau bahkan guru kalah cepat dengan oknumoknum yang membentuk karakter mereka. Perlu komitmen dan kekuatan hati menghadapi anak-anak kelompok ini. Mereka harus dibedah pola pikirnya. Menjadi pemimin bangsa adalah hal yang paling menakutkan, karena bibit ketidakjujuran akan amat besar sekali. Ingat kecil menanam, dewasa menuai, tua terkulai….

Iklan

2 Tanggapan to “Mendidik anak bodoh, anak malas dan anak tidak jujur”

  1. Sang Penjelajah Malam Says:

    memang perlu kerja keras dan dedikasi yang tinggi


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: