Koran Perdana TeSIS 2010 Situraja Utara Sumedang

Oktober 17, 2010

Perjalanan Tim Pendahulu
Berangkat dari sekolah jam 09.15, dengan kekuatan tim yang terdiri dari Pak Edy, Pak Irfan, Frau Kiki, Miss Desi, Pak Darmin, Pak Wasam, Pak Hakim dan saya sendiri. Elf sekolah berjalan perlahan menyusuri jalanan Jakarta yang sibuk dan padat disisi kanan. Memasuki Tol Cikampek, suasana padat disisi kanan sedemikian parah.
Perjalanan pertama kami akan ke rumah pak Edi yang harus mengambil pakaian. Salut loh buat beliau yang menyempatkan diri pada last minute untuk ikut tim pendahulu. Pak Edi tentunya manusia smandel yang paling banyak mengisap asam garam, rasakan saja keringatnya yang tidak bias dideteksi dengan kertas lakmus atau indicator pH,,,, yaa nggak nyambung lah.
Perjalanan berlanjut ke lokasi setelah mampir kurang lebih 30 menit ke tempat pak Edi. Warung depan rumah pak Edi menjadi tempat berkumpul beberapa teman, menikmati minuman dingin dan kerupuk rambak kecil. Ternyata kerupuk tersebut punya sambel yang dikemas dalam sachet kecil, dan hampir semua teman baru sadar akan keberadaan sambel tersebut saat kerupuknya sudah habis…
Memasuki wilayah ujung Tol Cikampek sebelum berbelok ke Cipularang, kemacetan bertamabah parah karena pembuatan pintul tol Utama. Tetapi hamper semua penumpang elf merah tertidur, kecuali sang supir, Mas Akim, ditemani suara alunan CD-nya Ebiet G. Ade. Selidik punya selidik, ternyata penumpang bangku belakang, yaitu mas Darmin, Pak Edi dan Pak Irfan tertidur karena kekenyangan Cemilan. Uhhh enaknya tertidur karena cemilan, sementara saya di depan tertidur karena kembungnya perut tertembus AC mobil.
Tol Cileunyi berakhir, mobil bergerak terus mengarah ke Jatinangor, jalan agak sempit dan banyak kelokan. Aktivitas masyarakat juga terlihat. Permukaan tanah yang bergelombang membuat perjalanan makin mengasyikan. Tujuan kami saat itu adalah mencari lokasi untuk drop makan siang para peserta. Pilihan yang mungkin adalah depan Unpad Jatiangor. Terminal bayangan tersebut mampu menahan banyak bus besar. Tempat drop makan siang diperlukan karena Rumah Makan Ponyo yang menyediakan makan, tidak mempunyai parkir luas, dan jalur jalan Cadas Pangeran hingga Pangeran Kornel terbilang sempit dan padat.
Sehabis makan siang, puku 15.35 kami melanjutkan perjalanan ke lokasi TeSIS, Situraja Utara. Perkiraan waktu tempuh 45 menit ke lokasi dari RM Ponyo. Wilayah persebaran sawo Sukatali terlewati, terlihat sepanjang jalan. Sepanjang jalan, pemandangan sawah yang menghijau menghampar menutup perbukitan Sumedang.
Tim Pendahulu juga nyasar. Pak Edi yang sudah 7 tahun tidak datang ke tempat ini pun lupa-lupa ingat, setelah melewati alun-alun Situraja kea rah pasar memutar balik, mencari gapura Situraja Utara di sisi kanan jalan yang tadi terlewati.
Subhanallah, jalan kecil yang langsung menuju kantor Kepal Desa ternyata sedang ada kesibukan. Jalan dipenuhi anak-anak perempuan usia SD, dengan selendang di leher, kacamata hitam, dengan alunan musik gamelan sunda. Terlihat anak-anak itu bersemangat berusaha menundukan suara gong, gendang, dan semacam alat musik alat musik lainnya. Sang pelatih terlihat dengan ceria dan amat gemulai memberikan aba-aba. Apakah mereka akan menyambut peserta TeSIS lusa ?
Pak Edi memang sudah terkenal hingga Situraja, ini tergambar saat beberapa warga desa masih mengenali beliau sebagai : “yang menyanyikan Terajana khan?”, Hebat euuyyyy.
Setelah wara-wiri sebentar sambil melihat anak-anak yang menyelesaikan sesi latihan hari itu, kami menuju posko panitia. Berjalan kaki, kurang lebih 10 menit, terlihatlah posko yang dulu juga ditempati. Lebih indah, mega, dengan ruang yang bersih. Kami bersiap-siap untuk mandi, makan malam dan bertemu dengan aparat tentang persiapan TeSIS, terutama dengan Panitia Lokal Situraja.
Menikmati pecel ikan peda, telur asin, sayur lodeh, nasi panas, tahu Sumedang, tempe, kerupuk dan teh panas membuat kelelahan di perjalanan tadi siang hilang. Persiapan berlanjut, mendengarkan rencana panitia local bertukar informasi dan hal-hal lain. Ternyata mereka amat siap sekali menerima kami dan kalian peserta TeSIS. Latihan anak-anak perempuan SD tadi siang adalah salah satu menu acara yang mereka siapkan seminggu ini.
Yang menarik saat bertemu panitia lokal, mereka sedemikian antusias mengulangi masa-masa kebersamaan 7 tahun yang lalu. Banyak menu acara yang akan mereka tampilkan untuk menyambut kedatangan para peserta TeSis. Ada beberapa faktor tersebut, waktu yang lebih singkat dari TeSIS 2003 yang 5 hari, atau hal yang menarik adalah kesenian khas Situraja Utara ini telah pentas di berbagai event di Jakarta. Mereka ingin sekali bias tampil di SMA 8 Jakarta. Semoga saja nanti dapat terwujud.
Diskusi banyak hal dengan suasana keakraban menyertai pertemuan malam itu, kami juga sempat menayangkan kegiatan TeSIS 2003 dalam format Video. Ini yang membuat suasana makin hangat. Walau sedikit terusik oleh tampilnya artis lokal SMA Negeri 8 yang berdurasi lama, yaitu Pak Teguh. Ternyata yang ngedit itu film, beliau sendiri….. Pak Teguh memang nakal…..
Selesai pertemuan, kami menuju posko panitia. Sesungguhnya badan ini lelah sekali. Istirahat atau pun tidur pulas adalah dua kata yang kami perlukan saat ini. Maka ruang posko utama menjadi tempat tidur 6 pria yang benar-benar kelelahan. Padahal ada 3 kamar kosong. Mungkin kami sedang membangun keakraban, atau karena tahu di belakang posko ada kuburan,… ihhhh kok bercandanya gituh ah.
Konser orkes simponi orang kelelahan terjadi di ruang tersebut. Hal ini merupakan ulangan dari kegiatan TeSIS Cigugur Kuningan, saat itu ruangan posko dipenuhi suara-suara perut, suara tenggorokan dan suara batuk pilek orang-orang flu. Cuiiiiit,… erhhhhh,…. Pluuuuusss,… cerrrrr… shhhshshhhshhshshhshsh. Entah dengan irama berapa apakah 4/4 atau bahkan 1/16, hihihihihiiii,…..
________________________________________________________
Hasil pertemuan malam itu adalah mengganti beberapa rumah hunian. Dari sisi kelayakan atau pun hal lain. Untungnya banyak solusi terbaik yang didapatkan. Akhirnya harus disadari bahwa semua komponen harus berusaha menerima kondisi, TeSIS salah satu tujuannya adalah bersosialisasi. Rumah hunian yang kami dapatkan relative bagus. Berbeda dengan 7 tahun yang lalu bahkan hampir di semua penyelengaraan TeSIS.
Pagi-pagi kami sudah dapat menu makan yang khas Situraja, ada tape goring, singkong goreng dan tentunya makan pagi yang nikmat. Sedemikian ingin merasakan makanan pagi, seorang guru rela memberhentkan seorang penjual makanan dan membeli banyak makanan. Dari Pastel, surabi, risol… pokoke buanyak banget…. Bayangkan surabi dengan taburan oncom. Saya sendiri cuma makan 2,….
Frau Kiki sibuk mengisi amplop untuk hunian rumah, karena jam 9 rencananya tim pendahulu akan menuju semua rumah hunian, yang berjumlah 74 rumah. Yang terdekat kelompok 29 L dan 29 P,… persis di depan Posko….emang enak,,,, hehehehehe Tim pun terbagi 3, miss desi dengan miss fani, miss edoi dan frau kiki, mas wassam dan saya.
Didampingi 3 petugas desa, masing-masing tim menuju wilayahnya. Saya dan mas wassam mendaptkan wilayah jauh,,, RW 4 dan 5. Awalnya takut kelelahan juga, Khan saya bawa beban tubuh, sementara mas wassam, tanpa beban,… ehhehehe.
Alhamdulillah, perjalanan ke rumah-rumah warga yang rumahnya menjadi tempat hunian berlangsung baik. Beberapa warga malah terharu, menerima kami kembali. Berita yang menarik adalah salah satu rumah mengabadikan kegiatan tersebut di ruang tamu. Kelompok tersebut dulunya mempunyai tutor Ibu Paulin. Di rumah yang lain lebih fantastis, anak-anak yang pernah tinggal di rumah tersebut masih sering mampir ke rumah tersebut. Subhanallah, sedemikian membekasnya ikatan emosional yang terbangun,…. Sebuah keberhasilan dari usaha membentuk pribadi siswa yang terbaik.
Ternyata, tim saya lebih dahulu selesai, capek. Lelah dan kekenyangan. Bayangkan setiap mampir ke rumah warga, selalu ada reginang, peganan khas Sumedang, dan lebih kenyang lagi saat bertemu di sebuah rumah terlihat miss desi dan miss fani sedang berdiskusi dengan salah satu warga. Kirain menjelaskan TeSIS, Hp miss desi jadi kurban,…. Hp terjatuh saat mandi dan membentuk otonomi yang berbeda antara keypad dan mesin…..saat itu Hp si miss sedang di perbaiki, hehehhe. Yang mengenyangkan, miss desi membawa lemet/ ketimus atau sejenisnya dan misro…
Kata miss desi, payung merah dengan merek esprit yang asli dari perjalanan ke negeri paman sam, berfungsi banget buat miss fani…..kok bisa yaaa.
Sayangnya tidak semua ibu/bapak asuh berhasil di foto, sehingga saat saya mencetak tidak banyak foto-foto tersebut. 181 foto, hanya 52 yang saya cetak. Banyaknya foto dengan foto syurrrr menjadi kendala, Salah satunya saat Mas darmin sedang diurut,… mas wassam sedang mempraktekan ilmunya,… pengobatan urut asli SMAN 8,…dengan minya GPU (gosok, pijat… uring-uringan)..
Jangan kaget, kami juga sering ganggu teman-teman loh. Ada teman yang dikunciin di kamar mandi lah, ditambah lampu dimatikan, plus dari jendela dilambai-lambaikan tangan,…… satu teman jadi korban.. teriaknya :”euyyy,… ah jangan gituh dong,…”. Menurut korban, dia bingung mau ambil sabun atau yang lain saat gelap. Hiiihiihiiii.
Tidur pun kembali menjadi tujuan utama, wilayah tidur pun jelas. Saya pasti dekat dua laptop, dengan IM2-nya miss desi. Hidung ini yang kembali flu, dengan tissue tessa tinggal setengah. Dekat kaki ada mas Darmin, dekat mas Darmin ada miss fani dan pak edoi, sementara di kursi dewa, dengan ruang yang sempit mas Hakim dan mas Wassam berbagi sofa,… kasihan tuh sofa.
Hampir semua keinginan guru dan karyawan tercapai. Tetapi tidak dengan satu orang ini. Keinginannya untuk gowes tak terwujud, karena tidak ada penyewaan sepeda dan bahkan yang bersedia meminjamkan,.. hehhehe
Sebenarnya gowes itu merupakan pilihan yang baik, teman kita itu tak mungkin naik motor, takut jatuh, kalau jalan jauh, takut capai, sehingga dicarilah jalur tercepat,…… panggil tukang pijat professional.
Sang pemijat hadir di posko, maka terjadilah prosesi urut-mengurut, pijat memijat di sebuah kamar yang bercahaya lebih redup dari semua ruang yang ada. Semua guru berceloteh untuk meninggalkan ruang, sang teman khawatir. Bayangkan saking khawatirnya, cuci tangan pun minta ditemani. Mas darmin senang banget…. Hahahaaha
____________________________________________
Acara hari ini :
1. Pelepasan peserta TeSIS dari SMAN 8 Jakarta
2. Penerimaan peserta TeSIS oleh Muspika dan warga
desa Situraja Utara
3. Peserta ke rumah hunian, ramah tamah, observasi
medan, briefing, mandi, makan, minum dan
mimpikan rumah di Jakarta

• Mulai bisa kirim DU-DU (dari-untuk – dengan-ucapan ), bebas biaya, kirim ke 08569844169. Tulis ”DUDUucapan”. Jika bagus, sopan dan menggelitik, akan ditampilkan dalam koran berikutnya
• Kuis hari ini : siapakah miss fani ? silakan menjawab dengan format : ”JAWAB jawaban”. Kirim ke 08569844169
• Untuk keperluan surat menyurat, panduan ilmiah, kegiatan penelitian atau pun bantuan panitia lokal bisa berhubungan langsung dengan Posko Panitia
• Telepon panitia ada di buku panduan.

RUANG IKLAN IKLASH
Ruang ini tersedia untuk curhat, cerita atau apa pun yang mau bisa dibagi-bagikan untuk kebaikan pribadi kita

 UNTUK SEMUA PESERTA SELAMAT DATANG DAN BERKEGIATAN DI TESIS 2010
 BUAT PANITIA SELAMAT BERTUGAS, JADIKAN INI SEMUA SEBAGAI IBADAH SEHINGGA KEIKHLASAN HIDUP TETAP TERJAGA.

Tetap menjaga nama baik diri, keluarga dan sekolah tercinta, bertutur kata sopan, bersikap arif dan bijak, berpikir ilmiah dan bertanggung jawab

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: