Archive for Desember 17th, 2008

Desember 17, 2008

Pengumuman kepada peserta tesis Subang 2008

1. Tas yang berisi pakaian dikumpulkan tanggal 25 desember 2008 pukul 06.30-07.00 WIB dilapangan basket yang akan dikordinir oleh pak wangsa, pak roni, pak gatot dan pak bin.

2. Bagi yang beragama kristen dikumpulkan pada tanggal 24 desember 2008 kepada mas wakiman jam 08.00-10.00WIB.

3. Barang berharga / laptop/Hp dibawa saat keberangkatan ke subang tanggal 27 desember 2008.

4. Pembagian buku panduan tesis dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 19 Desember 2008 jam 08.30 Di aula bawah/AB.
5. Pembagian kaos dilaksanakan pada hari sabtu, 27 desember 2008 jam 06.45 pada saat keberangkatan.
YANG MENGAMBIL KETUA KELOMPOK!
dikordinir oleh pak gatot, pak fajar, frau kiki, Miss Aulia

PANTES SUBANG 2008

Surat edaran untuk siswa dan orangtua

Desember 17, 2008

Dengan hormat,
sehubungan dengan penyelenggaraan Temu Sosial dan Ilmiah SMA N 8 Jakarta (TeSIS) tahun 2008, maka beberapa hal yang perlu kami sampaikan kepada bapak/ibu adalah :

1. TeSIS akan diikuti oleh 447 siswa kelas XI reguler dan internasional, serta didampingi oleh 50 Guru dan karyawan.
2. TeSIS akan diadakan pada tanggal 27 – 29 Desember 2008 (sabtu, minggu dan senin) di desa Tambakmekar, kecamatan Jalan Cagak, Subang, Jawa barat
3. Tas yang berisi pakaian dikumpulkan tanggal 25 desember 2008 pukul 06.30-07.00 WIB dilapangan basket yang akan dikordinir oleh pak Wangsa, pak Roni, pak Gatot dan pak Bintoro. Bagi yang beragama kristen dikumpulkan pada tanggal 24 desember 2008 kepada mas Wakiman jam 08.00-10.00 WIB.
4. Pembagian kaos dan buku panduan tesis dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 19 Desember 2008 jam 08.30 di aula bawah melaui pak Gatot, pak Fajar, frau Kiki dan miss Aulia. Ketua kelompok bertanggung jawab mengambil untuk anggotanya.
5. Barang berharga / laptop/Hp dibawa saat keberangkatan ke subang tanggal 27 desember 2008.
6. Peserta TeSIS membawa pakaian secukupnya dan obat-obatan pribadi.
7. Siswa peserta TeSIS sudah harus berada di halaman sekolah pada hari sabtu, pukul 06.30 WIB.
8. Selama berlangsungnya kegiatan TeSIS di Subang, siswa berperilaku dan berpakaian yang sopan sesuai dengan tata tertib yang telah ditetapkan.

Demikian surat edaran ini kami sampaikan, semoga dapat menjadi panduan bersama demi suksesnya acara TeSIS 2008.

Hari pertama di Singapore

Desember 17, 2008

Akhirnya rencana berangkat ke Singapore yang tertunda hampir 2 tahun, yang sempat bikin sang kekasih marah-marah karena gagal berangkat 14 hari workshop di tahun 2006 akhir, terjadi juga. Undangan dari Prof Choa, mantan dean NTU dan Judi Wong dari SIM saya terima melalui Pak Tyson. Bergabung keberangkatan dengan siswa kelas Intrenasional yang hampir 70 orang. Dari pihak SMA Negeri 8 Jakarta ada Pak Sutrisno dan Pak Ahmad Yani yang mewakili sekolah. Sementara dari Kelas Internasional, kepala rombongan Mrs. Nanie, ditemani oleh Mrs. Lita, Dian Indah, Yustrida dan Mr. Halim. Waktu telah menunjukkan pukul 03.15 menit ketika saya harus menuju bandara internasional cengkareng, karena wkatu boarding harus 2 jam sebelum keberangkatan. Rasanya apa akan selama itu penerbangannya. Hahahahaha. Keberangkatan saya dengan Pak Tyson sudah diatur, tiket kami memang pihak NTU yang mengatur, sehingga tidak berbarengan dengan siswa dan guru. Jam 06.15 kami boarding, dan amat cepat seklai prosesnya, karena pak Tyson menggunakan “senjatanya”, tidak menegrti saya ketika barang-barang saya ditempeli kertas bertuliskan PRIORITY. Emangnya siapa hahahahhaha. Lumayanlah pesawat garuda tidak aneh-aneh. Pramugarinya memang tifak secantik di SIA atau Lion-lah. Standar saja layanan GIA. Sesaat pesawat mendarat, saya mempersipkan barang bawaan, cuma backpaker. Kopor kecil ada di bagasi. Begitu mengantri untuk turun saya melihat ibu menteri sosial, ibu Rosidah. Beliau purnabakti guru di SMA Negeri 8 Jakarta, suami beliau adalah Bapak Bachtiarhamsyah, menteri soaial RI. Pak Tyson bertanya, siapa beliau, karena melihat saya sedemikian terburu-buru mengejar bu Rosidah. Sebelum masuk pemeriksaan, saya berseru,”BU Rosidah.” Beliau dengan pengawalan pihak protokoler berbalik badan dan,”Hey Pak Wangsa, ada disini, sama siapa ?”. Sedikit berbasa-basi. Beliau menyampaikan salam untuk teman-teman guru, dan memberitahu baru mau menjenguk Bpk Ali Alatas yang terbaring sakit di Singapore.
Yan menarik adalah, pemeriksaan tidak berbelit-belit, proses demikian cepat di Changi. Keramahan mereka untuk menjawab, wlaau bahasa inggris saya amat jauh dari harapan mereka. Yang saya tangkap, grammar mereka juga parah, buktinya mengerti grammar saya yang salah. Tempat penginapan berjarak 30 menit dari Changi, hebatnya kok bisa tepat waktu mereka memprediksi. Ternyata memang tidak ada kemacetan di sepanjang jalan. Jalanya bersih, tidak ada orang lalau lalang, tukang ojek, asongan, bahkan petugas kebersiahan dan polisi tak tampak. Singapore memang berbeda. Ternyata ada polisi yang sedang “saman” dengan pengemudi yang terkena kamera pengawas jalan melakukan tindakan kesalahan. Wah ternyata memang banyak kamera. Pantas polisi tidak ada, aklau di Indonesia seperti ini, banyak polisi yang nganggur deh, hehehe.